Bali Medika Jurnal

Journal Information
ISSN / EISSN : 2615-7047 / 2614-6517
Current Publisher: STIKes Wira Medika Bali (10.36376)
Total articles ≅ 62
Filter:

Latest articles in this journal

Ni Wayan Trisnadewi, Ni Putu Wiwik Oktaviani Oktaviani, I Made Sudarma Adiputra Adiputra
Published: 31 March 2021
Bali Medika Jurnal, Volume 8, pp 72-81; doi:10.36376/bmj.v8i1.179

Abstract:
Pendahuluan: Diabetes mellitus (DM) merupakan penyakit degeneratif dan kronis, yang memerlukan pengobatan jangka panjang dan perawatan pasien secara mandiri, untuk dapat mencegah efek komplikasi akut maupun komplikasi jangka panjang. Kondisi hiperglikemi berkepanjangan akan menimbulkan komplikasi kronis pada sistem saraf yaitu neuropati diabetic dan juga menurunnya kelembaban kaki. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara Nilai Ankle Brachial Index dengan kelembaban dan sensitivitas kaki pasien DM tipe II. Metode: Metode penelitian ini yaitu non-eksperimen studi korelasional, dengan desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional, dengan jumlah sampel sebanyak 86 responden diambil dengan tehnik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan tensimeter airaksa, stetoskop dan Skin moisture analyzer. Hasil: Hasil analisa dengan univariat berdasarkan nilai Ankle Brachial Index didapatkan nilai mean 0.99 (Minimum 0.83, Maksimum 1,29) dalam katagori ABI Normal, nilai Kelembaban kaki didapatkan nilai mean 34.11 (Minimum 24.09, Maksimum 47,65) dalam katagori kurang lembab. Hasil Analisa dengan uji Spearman Range didapatkan nilai p-value 0.000 yang menunjukkan adanya hubungan antara nilai Ankle Brachial Index dengan kelembaban kaki pada pasien DM tipe II. Diskusi: Kesimpulannya berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ABI bukan faktor paling dominan mempengaruhi kelembaban kulit kaki pada penderita DM, sehingga diperlukan penelitian lanjutan untuk menemukan factor dominan.
Luh Yulia Adiningsih, Deva Eddy Romansyah, I Gusti Ayu Kade Yuli Kanaya
Published: 31 March 2021
Bali Medika Jurnal, Volume 8, pp 27-34; doi:10.36376/bmj.v8i1.164

Abstract:
Manajemen dan mutu pelayanan Puskesmas salah satunya dapat dilihat dari sistem penyimpanan berkas rekam medis di Unit Rekam Medis. Berdasarkan hasil observasi di UPTD Puskesmas I Denpasar Selatan menunjukkan bahwa masih ditemukannya salah letak (missfile) berkas rekam medis saat pengambilan dan pengembalian oleh petugas rekam medis karena petugas rekam medis belum terbiasa menggunakan tracer yang proses pelaksanaannya sejak sebulan yang lalu. Tracer merupakan alat sebagai pengganti berkas rekam medis yang keluar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui evaluasi penggunaan Standar Prosedur Operasional (SPO) tracer di bagian filing UPTD Puskesmas I Denpasar Selatan. Jenis penelitian ini yaitu penelitian observasional dengan rancangan deskriptif yaitu melakukan deskripsi fenomena yang ditemukan. Subyek dalam penelitian ini adalah tiga orang petugas rekam medis satu orang lulusan S1 Keperawatan dan dua orang lulusan SMA. Obyek dalam penelitian ini adalah SPO tracer di bagian filing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 20% petugas belum melakukan sesuai dengan SPO tracer yang sudah ada di UPTD Puskesmas I Denpasar Selatan.
Ni Luh Nova Dilisca Dwi Putri, Sri Idayani
Published: 31 March 2021
Bali Medika Jurnal, Volume 8, pp 82-89; doi:10.36376/bmj.v8i1.175

Abstract:
Logam pencemar dari kendaraan dengan bahan bakar bensin bertimbal bisa terakumulasi dalam tubuh, menyerang organ-organ penting, bahkan merusak kualitas keturunan. Keracunan timbal (Pb) dapat dialami oleh pekerja bengkel melalui asap kendaraan yang sedang diperbaiki. Keracunan kronik timbal (Pb) yang paling sering adalah kelemahan, anoreksia, keguguran, tremor, turunnya berat badan, sakit kepala dan gejala saluran pencernaan. Timbal yang masuk dalam aliran darah dapat menyebabkan hipertensi, hal ini disebabkan karena timbal dapat menyebabkan meningkatnya produksi reactive oxygen species (ROS). Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui adanya hubungan antara adanya kandungan kadar timbal dalam darah dengan terjadinya hipertensi pada pekerja bengkel. Pemeriksaan kadar timbal dalam darah dilakukan dengan menggunakan alat MPAES dan pemeriksaan tekanan darah dilakukan dengan menggunakan alat tensimeter digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kadar timbal dalam darah dengan tekanan darah pada pekerja bengkel di Kabupaten Gianyar pada Tahun 2019 dengan uji korelasi bivariate pearson menghasilkan sig. (2-tailed) sebesar 0.008 < 0.05 menunjukkan adanya korelasi antara variabel kadar timbal dalam darah dengan tekanan darah (hipertensi).
Sang Ayu Ketut Candrawati, Ni Komang Sukraandini
Published: 31 March 2021
Bali Medika Jurnal, Volume 8, pp 90-98; doi:10.36376/bmj.v8i1.161

Abstract:
Latar Belakang: hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi penyebab morbiditas dan mortalitas di dunia. 9,4% kematian setiap tahunnya diakibatkan karena komplikasi hipertensi. Hipertensi ditandai dengan peningkatan tekanan sistol >140 mmHg dan diastol >90 mmHg. Bekam kering merupakan salah satu terapi alternatif yang digunakan dalam menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi. Tujuaan penelitian: mengetahui adanya pengaruh terapi bekam kering terhadap tekanan darah pada pasien hipertensi primer. Studi ini adalah Quasi-eksperimental dengan pendekatan One-Group Pretest-Posttest Design. Jumlah sampel 15 pasien hipertensi primer yang diambil dengan tehnik purposive sampling. Pengukuran data menggunakan tensi digital merk onemed. Analisis data menggunakan Paired T Test. Hasil penelitian menunjukkan pada tekanan darah sistolik diperoleh nilai p value sebesar 0,000 dan tekanan darah diastolik diperoleh nilai p value sebesar 0,001 ini berarti terdapat pengaruh tekanan darah sistolik dan diastolik sebelum dan sesudah diberikan terapi bekam kering. Terapi bekam kering bisa dijadikan terapi alternatif untuk pasien dengan hipertensi primer.
Kadek Sri Ariyanti, Made Dewi Sariyani, Cokorda Istri Mita Pemayun
Published: 31 March 2021
Bali Medika Jurnal, Volume 8, pp 1-12; doi:10.36376/bmj.v8i1.157

Abstract:
Latar belakang: Terapi komplementer merupakan suatu bentuk terapi non konvensional sebagai suatu bentuk pengobatan yang berasal dari berbagai sistem, modalitas dan praktik pelayanan kesehatan yang berdasarkan pada teori dan kepercayaan. Pengobatan non konvensional seringkali berhasil ketika pengobatan konvensional tidak berhasil serta memiliki efek samping yang ringan. Akupuntur merupakan salah satu terapi komplementer sebagai upaya untuk mengoptimalkan pelayanan kesehatan. Akupuntur adalah suatu cara pengobatan dengan menusukkan jarum ke titik akupuntur tubuh. Dalam merencanakan dan mengidentifikasi asuhan yang dibutuhkan oleh pasien, perlu dikaji lebih dalam, bagaimana kepercayaan masyarakat terhadap pengobatan komplementer akupuntur. Tujuan: mengetahui bagaimana terbentuknya kepercayaan masyarakat terhadap pengobatan komplementer akupuntur. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Instrumen yang digunakan adalah pedoman wawancara mendalam. Pengumpulan data dilaksanakan pada Bulan Maret-Mei 2020. Informan dalam penelitian ini adalah pasien yang melakukan terapi komplementer akupuntur dengan jumlah 10 orang. Informan dipilih secara acak (randomisasi). Untuk menilai pengalaman informan, peneliti menggunakan skala likert. Hasil dan Pembahasan: Sebagian besar informan memiliki pengalaman yang sangat baik terhadap pengobatan akupuntur. Faktor internal yang berpengaruh terhadap kepercayaan masyarakat dalam melakukan pengobatan komplementer akupuntur: kepercayaan/tradisi, persepsi dan pengetahuan. Faktor eksternal: ekonomi, kebudayaan, pekerjaan, penghasilan dan dukungan keluarga. Simpulan dan Saran: Upaya promosi dan pengembangan pelayanan kesehatan komplementer akupuntur bisa dilakukan lebih efektif dan inovatif, sehingga masyarakat dapat memilih pelayanan kesehatan yang diinginkan.
Anak Agung Istri Dalem Hana Yundari, I Nyoman Asdiwinata
Published: 31 March 2021
Bali Medika Jurnal, Volume 8, pp 99-104; doi:10.36376/bmj.v8i1.181

Abstract:
Latar belakang: Out-of-Hospital Cardiac Arrest (OHCA) merupakan kondisi gangguan jantung yang sering mengancam nyawa seseorang. Penanganan pada kejadian tersebut sebanyak 40,1 % mendapatkan tindakan Resusitasi Jantung Paru (RJP) oleh orang – orang yang ada di sekitar korban dengan angka keberlangsungan hidup korban yang mendapatkan tindakan RJP dilokasi kejadian mencapai 9,5%. Hand only CPR merupakan fondasi dari pertolongan terhadap henti jantung dan merupakan aspek fundamental dari Basic Life Support (BLS) dengan mengenali Sudden Cardiac Arrest (SCA), mencari pertolongan emergency,dan kompresi dada segera yang dapat dilakukan oleh orang awam. Siswa SMK Kesehatan merupakan bagian dari orang awam yang pada jenjang pendidikan tersebut belum memperoleh kompetensi penanganan henti jantung melalui RJP. Tujuan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas dan pengaruh pelatihan hand only cpr pada siswa smk kesehatan dalam penanganan henti jantung. Metode: Kuantitatif korelasi dengan uji bivariat pre-post design tanpa control melalui metode ceramah dan simulasi menggunakan manikin Resusitasi Jantung Paru (RJP). Hasil: Uji analisis Mac Nemar: p=0,000 (p<0,05) dengan kategori sebagian besar (24 orang) memiliki keterampilan baik setelah memperoleh pelatihan Hand Only CPR. Kesimpulan: Terjadi hubungan bermakna sebelum dan sesudah diberikan pelatihan hand only CPR
I Made Sudarma Adiputra, G. N. Indraguna Pinatih, Ni Wayan Trisnadewi, Ni Putu Wiwik Oktviani
Published: 31 March 2021
Bali Medika Jurnal, Volume 8, pp 35-44; doi:10.36376/bmj.v8i1.167

Abstract:
Pendahuluan: Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) adalah gangguan tumbuh kembang pada anak yang ditandai dengan gangguan aktivitas yang berlebih dan rendahnya perhatian anak usia prasekolah-sekolah. Anak yang menderita ADHD akan sangat sulit diatur dan cenderung mengalami masalah baik dirumah ataupun disekolah. studi literatur ini bertujuan untuk mendapatkan faktor risiko dari kejadian ADHD. Metode dan Hasil : Metode yang digunakan adalah literature review, pencarian artikel menggunakan beberapa sumber dari database : EBSCO HOST, Proquest, PubMed, Scient Direct dan Springer Link publikasi tahun 2010-2020, kata kunci yang digunakan “Risk Faktors”,”adhd or attention deficit hyperactivity disorder, dengan menggunakan “AND” sebagai boolean operator. Terdapat sejumlah 309 artikel yang ditemukan sesuai dengan kata kunci tersebut. Setelah artikel tersebut dievaluasi sesuai kriteria yang diinginkan: full text, Bahasa yang digunakan dan kesesuaian rancangan didapatkan sejumlah 18 artikel yang ditelaah untuk di-review. Diskusi: Faktor risiko yang meningkatkan kejadian ADHD: Paparan asap rokok, Ibu merokok dan mengkonsumsi alkohol saat hamil, Ibu hamil yang obesitas, Riwayat kelahiran dengan berat badan lahir rendah (BBLR) dan kelahiran Prematur, APGAR skor rendah saat lahir, genetik dan lingkungan, social ekonomi orang tua, usia orang tua dan Riwayat kelahiran sectio caesaria (SC).
I Nyoman Asdiwinata, Aa Istri Dalem Hana Yundari, Ni Luh Gede Intan Saraswati
Published: 31 March 2021
Bali Medika Jurnal, Volume 8, pp 64-71; doi:10.36376/bmj.v8i1.176

Abstract:
Latar belakang: Aktivitas belajar yang dilakukan oleh mahasiswa selama ini hanya lebih mengandalkan mata kuliah yang sifatnya ceramah. Hal tersebut dirasakan kurang memberikan tantangan dan semangat dalam melakukan proses pembelajaran. Hal ini terbukti dari menurunnya minat mahasiswa untuk hadir dalam setiap perkulihaan yang dilaksanakan. Tentunya motivasi dalam belajar akan sangat dipengaruhi oleh banyak faktor, internal ataupun eksternal. Penerapan model pembelajaran tertentu diharapkan mampu membantu mahasiswa untuk mencapai target pembelajaran. Diharapkan model pembelajaran kooperatif tipe thinik-pair-square mampu meningkatkan motivasi belajar mahasiswa. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi efektivitas model pembelajaran kooperatif tipe think-pair-square (TPS) terhadap motivasi belajar keperawatan kritis. Metode: Penelitian ini menggunakan design penelitian dengan teknik one group pretest-posttest. pengumpulan data menggunakan purposive sampling. Kuesioner telah diuji menggunakan Model Rasch untuk melihat reliabilitas dan validitas dan hasil logit adalah 0,89. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas responden adalah perempuan yaitu sebanyak 85%. Berdasarkan hasil uji beda menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test pada kelompok perlakukan didapatkan nilai signifikansi kurang dari 0,05 yang membuktikan terdapat perbedaan motivasi sebelum dan sesudah diberikan perlakuan. Kesimpulan: Perubahan nilai motivasi pada mahasiswa setelah diberikan tipe pembelajaran think-pair-square yang berbeda dari sebelumnya menunjukkan bahwa metode ini berhasil bagi mahasiswa dalam melakukan pembelajaran keperawatan kritis
Zainal Firdaus Wardhana, Theresia Anita Pramesti, Ni Luh Gede Aris Maytadewi, Ni Putu Liana Indah Savitri
Published: 31 March 2021
Bali Medika Jurnal, Volume 8, pp 13-26; doi:10.36376/bmj.v8i1.163

Abstract:
Sumber daya manusia merupakan salah satu faktor yang menentukan kesuksesan organisasi dan menjadi pemeran utama setiap kegiatan agar tujuan organisasi yang akan diraih dapat tercapai diperlukan kinerja dari para pegawainya. Adapun faktor yang mempengaruhi kinerja tenaga kesehatan, salah satunya yaitu konflik dan stres kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konflik dan stres kerja terhadap kinerja tenaga kesehatan di RSUD Wangaya Denpasar. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian explanatori (explanatory research). Alat ukur atau instrumen dalam penelitian ini adalah angket/kuesioner. Konflik dan Stres Kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Kinerja Tenaga Kesehatan di RSUD Wangaya Denpasar yaitu sebesar 47,5% dengan nilai t hitung (4,521 dan 5,101) > t tabel (2,000) dengan tingkat konflik sedang sebesar 74,4%; tingkat stres kerja sedang sebesar 91,9%; dan tingkat kinerja sedang sebesar 55,8%. Konflik dan Stres Kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Kinerja Tenaga Kesehatan di RSUD Wangaya Denpasar, sehingga manajemen SDM di RSUD Wangaya Denpasar.
Niken Ayu Merna Eka Sari, Kiki Riski Fista Andriana, Ni Ketut Ayu Mirayanti
Published: 31 March 2021
Bali Medika Jurnal, Volume 8, pp 35-40; doi:10.36376/bmj.v8i1.169

Abstract:
Perilaku agresi remaja merupakan suatu keadaan emosi yang merupakan campuran perasaan frustasi dan benci atau marah. Hal ini didasari keadaan emosi secara mendalam dari setiap orang sebagai bagian penting dari keadaan emosional yang dapat diproyeksikan ke lingkungan, ke dalam diri atau secara destruktif. Salah satu faktor yang mempengaruhi perilaku agresi adalah pola asuh orang tua yang terbagi dalam tiga tipe, yaitu pola asuh otoriter, pola asuh permisif, dan pola asuh demokratis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan perilaku agresi pada remaja laki-laki madya. Sampel terdiri dari 129 responden dengan teknik simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner pola asuh orang tua dan perilaku agresi. Sampel terdiri dari 129 responden dengan teknik simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner pola asuh orang tua dan perilaku agresi. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas pola asuh orang tua kategori pola asuh otoriter sejumlah 43,4%, dan mayoritas perilaku agresi kategori tinggi sejumlah 48,1%. Berdasarkan hasil uji korelasi rank spearman didapatkan hasip p value = 0,017 < 0,05 maka Ho ditolak Ha diterima yang berarti terdapat hubungan tingkat kepecayaan diri dengan perilaku agresi. Kesimpulan ada hubungan antara pola asuh orang tua dengan perilaku agresi pada anak usia remaja di SMA Saraswati 1 Denpasar.
Back to Top Top