Bali Medika Jurnal

Journal Information
ISSN / EISSN : 2615-7047 / 2614-6517
Published by: STIKes Wira Medika Bali (10.36376)
Total articles ≅ 111
Filter:

Latest articles in this journal

Ni Kadek Ayu Suarningsih, I Kadek Saputra
Published: 31 October 2021
Bali Medika Jurnal, Volume 8, pp 294-299; https://doi.org/10.36376/bmj.v8i3.178

Abstract:
Every year, there is a significant increase in deaths caused by coronary heart disease (CHD). Many programs have been implemented to reduce the morbidity and mortality of CHD. Early detection and control of CHD risk factors is a challenge in educating adults about lifestyle changes. Also, it is recognized that self-efficacy is a vital factor in initiating and maintaining healthy behaviors. Health education is given as an effort to increase self-efficacy, but educational media that are innovative in promoting CHD health are limited. This study aimed to determine differences in the self-efficacy of adults in preventing coronary heart disease before and after given health education. This was a quasi-experimental study with a pretest-posttest control group design. The sample were 60 respondents which were grouped into 30 respondents in the intervention group and control group through purposive sampling. The HA-Man education intervention was given 3 times for a-week, self-efficacy was evaluated through a structured questionnaire interview. The results showed that there were differences in self-efficacy before and after intervention in the intervention group (p <0.05). This research is expected to provide information in the development of educational media in increasing awareness and self-efficacy of people who are at risk of CHD
Nyoman Sudarma, I Putu Gede Subhaktiyasa
Published: 31 October 2021
Bali Medika Jurnal, Volume 8, pp 285-293; https://doi.org/10.36376/bmj.v8i3.177

Abstract:
Paracetamol merupakan golongan obat analgesik yaitu penahan rasa sakit/nyeri dengan cara kerja menghambat sintesis prostaglandin terutama di sistem saraf pusat. Paracetamol yang diberikan secara oral akan diserap cepat dan mencapai kadar serum puncak dalam waktu 30-120 menit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar paracetamol pada darah dan serum. Sampel yang digunakan adalah sampel darah dan serum dari responden yang mengkonsumsi obat paracetamol 500 mg. Sampel darah diambil 2 jam setelah mengkonsumsi obat paracetamol. Untuk mendapatkan serum, darah harus dilakukan proses sentrifugasi, dengan proses sentrifugasi zat-zat pengganggu dalam darah dapat diminimalkan. Analisis kadar paracetamol pada darah dan serum secara kualiatif dianalisis menggunakan kromatografi gas-spektrometri massa (GC-MS). Ekstraksi paracetamol pada sampel darah dan serum menggunakan metode Solid Phase Extraction (SPE). Hasil ekstraksi diderivatisasi menggunakan BSTFA yang mengandung TMCS 1% dan dianalisis menggunakan kromatografi gas-spektrometri massa (GC-MS). Analisis kuantitatif dilakukan dengan menghitung kadar paracetamol menggunakan rumus persaaman garis regresi y = 50207x + 56321.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sampel darah dan serum menunjukkan positif paracetamol pada retention time 15.056 dan 15.101. Kadar paracetamol pada sampel darah yaitu 175,2 ppm dan kadar paracetamol pada sampel serum yaitu 56,7 ppm.
Ika Setya Purwanti, Diah Prihatiningsih
Published: 31 October 2021
Bali Medika Jurnal, Volume 8, pp 253-265; https://doi.org/10.36376/bmj.v8i3.166

Abstract:
Setiap fasilitas kesehatan baik tingkat primer, sekunder, tersier wajib menyelenggarakan rekam medis agar tercapainya tertib administrasi. Kelengkapan rekam medis merupakan hal yang sangat penting karena berpengaruh terhadap proses pelayanan yang diberikan oleh petugas kesehatan dan berdampak pada kualitas pelayanan suatu rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelengkapan pengisian rekam medis rawat inap terhadap mutu rekam medis. Penelitian ini menggunakan metode literatur review. Strategi dalam pencarian menggunakan Google Scholar. Kata kunci yang digunakan adalah ketidaklengkapan pengisian rekam medis rawat inap dan mutu rekam medis. Hasil pencarian diperoleh 180.000 artikel sesuai dengan kata kunci. Kemudian artikel yang didapatkan di saring berdasarkan full text dan publication date 2015-2020 ditemukan 44.700 artikel. Dari 44.700 artikel ditinjau kembali terkait dengan judul yang dianggap sesuai dan didapatkan sebanyak 18, selanjutnya 18 artikel ini discreening berdasarkan kriteria inklusi dan ekslusi dan didapatkan 5 artikel. Adapun secara keseluruhan, penyebabnya dapat dilihat dari kurangnya pengetahuan, motivasi dan kesadaran dari petugas medis tentang rekam medis. Belum terlaksananya rapat sebagai wadah komunikasi antara pemberi asuhan dan manajemen yang membahas evaluasi dan monitoring serta sanksi bagi petugas yang tidak mengisi rekam medis dengan lengkap. kurangnya sosialisasi pengisian rekam medis. Susunan formulir rekam medis yang tidak sistematis. Terbatasnya ketersediaan dana atau anggaran untuk mendukung kegiatan pelayanan rekam medis.
Ni Komang Ayu Resiyanthi, Ni Komang Pande Ardiyanti, Nurul Faidah
Published: 31 October 2021
Bali Medika Jurnal, Volume 8, pp 266-275; https://doi.org/10.36376/bmj.v8i3.170

Abstract:
Usia sekolah merupakan usia penting dalam pertumbuhan dan perkembangan, pada anak usia sekolah sering terjadi penyakit menular seperti salah satunya diare. Diare dapat ditularkan melalui tangan yang tidak bersih dan terkena kuman sehingga masuk ke tubuh ketika tangan menyentuh mata, hidung, mulut. Cuci tangan merupakan tehnik dasar paling penting dalam mencegah penularan infeksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perilaku hand washing dengan kejadian diare pada anak usia sekolah di SD Negeri Awan Kintamani. Penelitian ini merupakan penelitian analitik kolerasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi yang digunakan pada penelitian ini yaitu siswa kelas IV, V, VI yang merupakan siswa SD Negeri Awan dengan jumlah sampel 50 orang dengan tehnik Stratified Random Sampling. Analisis data menggunakan uji statistik Chi Square. Hasil penelitian perilaku hand washing pada anak usia sekolah di SD Negeri Awan pada kategori baik 72%, cukup 22%, dan kategori kurang 6%. Sedangkan pada anak yang tidak pernah mengalami diare 56%, dan yang pernah mengalami kejadian diare 44%. Hubungan perilaku hand washing dengan kejadian diare diperoleh p-value = 0.000 yang lebih kecil dari 0,05 dan nilai koefisien kontingensi = 0,534, makaterdapat hubungan perilaku hand washing dengan kejadian diare pada anak usia sekolah di SD Negeri Awan Kintamani. Disarankan agar siswa dapat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dengan selalu disiplin melakukan praktik cuci tangan agar terhindar dari risiko terjadinya diare.
Theresia Anita Pramesti, Dewa Ayu Lilik Saraswati, Zainal Firdaus Wardhana
Published: 31 October 2021
Bali Medika Jurnal, Volume 8, pp 239-252; https://doi.org/10.36376/bmj.v8i3.165

Abstract:
Keberhasilan pencegahan komplikasi Diabetes Melitus dapat dicapai salah satunya melalui kepatuhan dalam terapi farmakologi yaitu penggunaan Obat Hipoglikemik Oral. Keberhasilan suatu pengobatan pada pasien DM memerlukan kemampuan dan keyakinan yang tinggi pada diri sendiri atau yang disebut dengan Self efficacy. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan Self efficacy dengan kepatuhan minum obat hipoglikemik oral pada penderita diabetes melitus tipe II. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasional dengan rancangan cross sectional. Teknik sampling digunakan consecutive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 60 orang penderita DM tipe II. Hasil penelitian didapatkan yaitu 25 orang (41,7%) memiliki Self efficacy dalam kategori tinggi dan 31 orang (51,7%) memiliki kepatuhan minum obat hipoglikemik oral dalam kategori tinggi. Hasil uji Rank Spearman dengan α = 0,05 didapatkan angka p value = 0,000 dan koefisien korelasi (r) = 0,936 yang berarti ada hubungan antara Self efficacy dengan kepatuhan minum obat hipoglikemik oral dengan kekuatan hubungan kuat dan berarah positif. Self efficacy akan berpengaruh terhadap kemampuan menyesuaikan diri, memahami dan mengenal masalah yang dihadapi dan memotivasi dirinya untuk suatu perubahan perilaku salah satunya kepatuhan berobat.
Ida Yani, Ni Luh Nova Dilisca Dwi Putri, M. Fairuz Abadi
Published: 31 October 2021
Bali Medika Jurnal, Volume 8, pp 233-238; https://doi.org/10.36376/bmj.v8i3.162

Abstract:
Soil Transmitted Helminths (STH) are intestinal nematode worms that infect humans who ingest their eggs via the faecal-oral route. Soil Transmitted Helminths (STH) infection is transmitted through eggs and larvae found in human feces which then contaminate the soil in environmental areas that have poor sanitation. The impact caused by worms includes malnutrition, growth and development disorders and cognitive disorders in children, and in adults it can reduce work productivity. The incidence of worms is found mainly in people living in rural areas, especially farmers. STH transmission to vegetable farmers occurs through water and sludge used in vegetable cultivation. STH prevalence is supported by suitable natural conditions, personal hygiene and low environmental sanitation, especially in the vegetable farming environment. This study aims to determine the relationship between personal hygiene and intestinal worm egg infection (Soil Transmitted Helmint) vegetable farmers in Gianyar Regency. The type of research used in this study is a descriptive correlative study with a cross sectional study approach which aims to determine the relationship between personal hygiene and intestinal worm infection (Soil Transmitted Helmint) in vegetable farmers in Gianyar Regency. The results showed that the personal hygiene condition of vegetable farmers in Gianyar Regency was poor (83.3%) and the incidence of worm infection in vegetable farmers in Gianyar Regency was 20%. There is no relationship between personal hygiene personal hygiene with intestinal worm egg infections (Soil Transmitted Helmint) in vegetable farmers in Gianyar Regency (p-value> 0.05).
Ni Made Rai Widiastuti, Ni Kadek Tasya Agustina
Published: 31 October 2021
Bali Medika Jurnal, Volume 8, pp 276-284; https://doi.org/10.36376/bmj.v8i3.173

Abstract:
Virus Corona (COVID-19) menjadi masalah kesehatan dunia dan telah menginfeksi secara global termasuk Indonesia yang mengakibatkan tingginya angka mortalitas dan morbiditas. Pengetahuan yang baik dan perilaku hidup bersih dan sehat sebagai upaya pencegahan penyebaran COVID-19. Peran seorang wanita dalam keluarga memegang peran yang sangat penting salah satunya untuk menjaga kesehatan seluruh anggota keluarga agar tetap sehat terlebih lagi dalam masa pandemi COVID-19. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan masyarakat khususnya Wanita Usia Subur (WUS) tentang pandemi COVID-19 dan perilaku masyarakat di masa pandemi. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan crossectional. Survei dilakukan kepada 365 WUS di Kecamatan Kuta Utara Kabupaten Badung, melalui purposive sampling. Penelitian ini menggunakan kuesioner elektronik sebagai alat pengumpulan data dan data dianalisis secara univariat dengan menyajikan distribusi frekuensi variabel. Hasil analisis data didapatkan bahwa sebagian besar yaitu 71,3% responden dengan kategori pengetahuan baik. sebagian besar yaitu 80,6% responden mendapatkan informasi COVID-19 melalui media sosial dan perilaku WUS dalam pecegahan penyebaran COVID-19 telah menunjukkan mematuhi protokol kesehatan yaitu 92,6% dengan mencuci tangan yang benar, kemudian diikuti dengan 91,8% menggunakan masker dan 88,8% dengan menjaga jarak.
Yayan Hardiansah
Published: 31 July 2021
Bali Medika Jurnal, Volume 8, pp 221-232; https://doi.org/10.36376/bmj.v8i2.204

Abstract:
Latar Belakang: pengembangan karir perawat merupakan suatu perencanaan, penerapan dari rencana karir .Perubahan telah menjadi suatu norma dan menciptakan suatu lingkungan dimana individu harus dapat mengontrol karirnya. Dengan dilaksanakannya pengembangan karir akan dapat mengontrol karirnya dan mencapai karir yang lebih baik serta pelayanan keperawatan yang bai. Tujuan, mengetahui pengembangan karir perawat berdasarkan kebijakan rumah sakit terhadap mutu pelayanan keperawatan di rsud tugurejo semarang dan rsi sultan agung semarang. Metode : Jenis penelitian adalah diskriptik analitik dengan menggunakan croos sectional. Populasi seluruh perawat pelaksana yang bertugas di instalasi rawat inap dengan populasi 453 di rsud tugurejo semarang dan 262 perawat manajer di rsi sultan agung semarang 2017. Penentuan sampel menggunakan stratified random sampling. dianalisis meliputi univariat , bivariat , multivariat dengan uji regresi logistik . Data menggunakan kuesioner. Hasil : Terdapat hubungan yang signifikan antara pengembangan karir perawat dengan pelaksanaa mutasi rotasi terhadap mutu pelayanan keperawtan di rsud tugurejo semarang dengan p = 0,039 dan exo ( b ) 0,369
Zainal Firdaus Wardhana, Theresia Anita Pramesti, Ni Luh Gede Aris Maytadewi, Ni Putu Liana Indah Savitri
Published: 31 March 2021
Bali Medika Jurnal, Volume 8, pp 13-26; https://doi.org/10.36376/bmj.v8i1.163

Abstract:
Sumber daya manusia merupakan salah satu faktor yang menentukan kesuksesan organisasi dan menjadi pemeran utama setiap kegiatan agar tujuan organisasi yang akan diraih dapat tercapai diperlukan kinerja dari para pegawainya. Adapun faktor yang mempengaruhi kinerja tenaga kesehatan, salah satunya yaitu konflik dan stres kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konflik dan stres kerja terhadap kinerja tenaga kesehatan di RSUD Wangaya Denpasar. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian explanatori (explanatory research). Alat ukur atau instrumen dalam penelitian ini adalah angket/kuesioner. Konflik dan Stres Kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Kinerja Tenaga Kesehatan di RSUD Wangaya Denpasar yaitu sebesar 47,5% dengan nilai t hitung (4,521 dan 5,101) > t tabel (2,000) dengan tingkat konflik sedang sebesar 74,4%; tingkat stres kerja sedang sebesar 91,9%; dan tingkat kinerja sedang sebesar 55,8%. Konflik dan Stres Kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Kinerja Tenaga Kesehatan di RSUD Wangaya Denpasar, sehingga manajemen SDM di RSUD Wangaya Denpasar.
Niken Ayu Merna Eka Sari, Kiki Riski Fista Andriana, Ni Ketut Ayu Mirayanti
Published: 31 March 2021
Bali Medika Jurnal, Volume 8, pp 35-40; https://doi.org/10.36376/bmj.v8i1.169

Abstract:
Perilaku agresi remaja merupakan suatu keadaan emosi yang merupakan campuran perasaan frustasi dan benci atau marah. Hal ini didasari keadaan emosi secara mendalam dari setiap orang sebagai bagian penting dari keadaan emosional yang dapat diproyeksikan ke lingkungan, ke dalam diri atau secara destruktif. Salah satu faktor yang mempengaruhi perilaku agresi adalah pola asuh orang tua yang terbagi dalam tiga tipe, yaitu pola asuh otoriter, pola asuh permisif, dan pola asuh demokratis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan perilaku agresi pada remaja laki-laki madya. Sampel terdiri dari 129 responden dengan teknik simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner pola asuh orang tua dan perilaku agresi. Sampel terdiri dari 129 responden dengan teknik simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner pola asuh orang tua dan perilaku agresi. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas pola asuh orang tua kategori pola asuh otoriter sejumlah 43,4%, dan mayoritas perilaku agresi kategori tinggi sejumlah 48,1%. Berdasarkan hasil uji korelasi rank spearman didapatkan hasip p value = 0,017 < 0,05 maka Ho ditolak Ha diterima yang berarti terdapat hubungan tingkat kepecayaan diri dengan perilaku agresi. Kesimpulan ada hubungan antara pola asuh orang tua dengan perilaku agresi pada anak usia remaja di SMA Saraswati 1 Denpasar.
Back to Top Top