Bali Medika Jurnal

Journal Information
ISSN / EISSN : 2615-7047 / 2614-6517
Current Publisher: STIKes Wira Medika Bali (10.36376)
Total articles ≅ 54
Filter:

Latest articles in this journal

Luh Yulia Adiningsih, Deva Eddy Romansyah, I Gusti Ayu Kade Yuli Kanaya
Published: 31 March 2021
Bali Medika Jurnal, Volume 8, pp 27-34; doi:10.36376/bmj.v8i1.164

Abstract:
Manajemen dan mutu pelayanan Puskesmas salah satunya dapat dilihat dari sistem penyimpanan berkas rekam medis di Unit Rekam Medis. Berdasarkan hasil observasi di UPTD Puskesmas I Denpasar Selatan menunjukkan bahwa masih ditemukannya salah letak (missfile) berkas rekam medis saat pengambilan dan pengembalian oleh petugas rekam medis karena petugas rekam medis belum terbiasa menggunakan tracer yang proses pelaksanaannya sejak sebulan yang lalu. Tracer merupakan alat sebagai pengganti berkas rekam medis yang keluar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui evaluasi penggunaan Standar Prosedur Operasional (SPO) tracer di bagian filing UPTD Puskesmas I Denpasar Selatan. Jenis penelitian ini yaitu penelitian observasional dengan rancangan deskriptif yaitu melakukan deskripsi fenomena yang ditemukan. Subyek dalam penelitian ini adalah tiga orang petugas rekam medis satu orang lulusan S1 Keperawatan dan dua orang lulusan SMA. Obyek dalam penelitian ini adalah SPO tracer di bagian filing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 20% petugas belum melakukan sesuai dengan SPO tracer yang sudah ada di UPTD Puskesmas I Denpasar Selatan.
Niken Ayu Merna Eka Sari, Kiki Riski Fista Andriana, Ni Ketut Ayu Mirayanti
Published: 31 March 2021
Bali Medika Jurnal, Volume 8, pp 35-40; doi:10.36376/bmj.v8i1.169

Abstract:
Perilaku agresi remaja merupakan suatu keadaan emosi yang merupakan campuran perasaan frustasi dan benci atau marah. Hal ini didasari keadaan emosi secara mendalam dari setiap orang sebagai bagian penting dari keadaan emosional yang dapat diproyeksikan ke lingkungan, ke dalam diri atau secara destruktif. Salah satu faktor yang mempengaruhi perilaku agresi adalah pola asuh orang tua yang terbagi dalam tiga tipe, yaitu pola asuh otoriter, pola asuh permisif, dan pola asuh demokratis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan perilaku agresi pada remaja laki-laki madya. Sampel terdiri dari 129 responden dengan teknik simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner pola asuh orang tua dan perilaku agresi. Sampel terdiri dari 129 responden dengan teknik simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner pola asuh orang tua dan perilaku agresi. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas pola asuh orang tua kategori pola asuh otoriter sejumlah 43,4%, dan mayoritas perilaku agresi kategori tinggi sejumlah 48,1%. Berdasarkan hasil uji korelasi rank spearman didapatkan hasip p value = 0,017 < 0,05 maka Ho ditolak Ha diterima yang berarti terdapat hubungan tingkat kepecayaan diri dengan perilaku agresi. Kesimpulan ada hubungan antara pola asuh orang tua dengan perilaku agresi pada anak usia remaja di SMA Saraswati 1 Denpasar.
Ni Putu Wiwik Oktaviani, Ni Putu Yessi Urmilasari, Ni Wayan Trisnadewi, I Made Sudarma Adiputra
Published: 31 March 2021
Bali Medika Jurnal, Volume 8, pp 41-53; doi:10.36376/bmj.v8i1.172

Abstract:
Introduction: Hipertensi adalah masalah yang paling sering terjadi pada kesehatan lansia dan menjadi penyebab utama penyakit kardiovaskular pada lansia. Meditasi digunakan sebagai upaya penangan hipertensi dengan mengontrol kontriksi dan merelaksasi pembuluh darah yang terletak pada pusat vasomotor di medula spinalis serta sebagai latihan relaksasi meditasi yang dapat menurunkan hipertensi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian meditasi terhadap hipertensi pada lansia. Method: Jenis penelitian pra eksperimental dengan rancangan One group Pre test-posttest Design. Jumlah sampel 20 orang dipilih dengan teknik purposive sampling. Alat yang digunakan mengumpulkan data adalah sphygmomanometer dan stetoskop. Result: Hasil uji statistik Paired t Test menunjukkan ada pengaruh pemberian meditasi terhadap hipertensi pada lansia. Discussion: relaksasi meditasi yang berfokuskan pada pernafasan akan meningkatkan sirkulasi oksigen ke otot-otot, sehingga otot-otot akan mengendur, tekanan darah akan menurun.
Made Ayu Desyana Wulandari
Published: 29 December 2020
Bali Medika Jurnal, Volume 7, pp 165-173; doi:10.36376/bmj.v7i2.144

Abstract:
Menarche merupakan suatu pertanda dimulainya siklus masa subur pada remaja putri yang dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya yaitu obesitas sentral. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara obesitas sentral degan kejadian menarche dini pada remaja putri di SMP Negeri 3 Abiansemal. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional, pada sampel sebanyak 163 orang yang dipilih dengan teknik probability multistage random sampling dari seluruh siswa putri di SMP Negeri 3 Abiansemal. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan pengukuran lingkar pinggang dan mengidentifikasi usia menarche. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 57 responden ( 34,97%) mengalami obesitas sentral dan yang mengalami menarche dini sebanyak 89 responden (54,60%). Hasil uji chi square didapatkan hasil p value sebesar 0,000 dari tingkat signiikansi ditentukan yaiu 0,05. Sehingga dapat disimpulkan ada hubungan bermakna antara obesitas sentral dengan kejadian menarche dini.
Nikodemus Sili Beda
Published: 29 December 2020
Bali Medika Jurnal, Volume 7, pp 245-252; doi:10.36376/bmj.v7i2.147

Abstract:
Masa remaja merupakan masa transisi, dimana pada masa ini remaja sedang mencari jati diri sebagai seorang remaja dan berusaha mencapai kemandirian dengan mengandalkan pengetahuan yang dimiliki untuk mencoba hal-hal yang baru yang terkadang menyimpang dari norma-norma masyarakat, oleh karena itu diharapkan remaja memiliki pengetahuan dan sikap yang baik untuk terhindar dari hal – hal yang negatif seperti penyalahgunaan NAPZA yang berdampak negatif baik secara fisik, psikologis, dan sosial. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap remaja terhadap penyalahgunaan NAPZA di SMA Katolik disamakan Rantepao Toraja Utara. Peneltian ini dilakukan pada bulan Februari 2020. Jenis penelitian ini adalah korelasidengan pendekatan croos sectional. Populasi penelitian adalah semua siswa/i SMA Katolik disamakan Rantepao Toraja Utara dan teknik pengambilan sampel probabilty sampling dengan menggunakan pendekatan proportionate stratified random sampling, dengan jumlah sampel 100 responden. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner. Uji statistik yang digunakan adalah uji statistik Chi Square dengan menggunakan uji alternatif Continuity correction dengan program SPSS. Dengan demikian, dapat ditarik kesimpulan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan remaja dan sikap remaja terhadap penyalahgunaan NAPZA di SMA Katolik disamakan Rantepao Toraja Utara. Secara umum sikap ditentukan oleh pengetahuan, tetapi pola pikir, keyakinan dan emosi yang turut memegang peranan penting dalam menentukan sikap seseorang
Diah Ratnawati
Published: 29 December 2020
Bali Medika Jurnal, Volume 7, pp 234-244; doi:10.36376/bmj.v7i2.142

Abstract:
Fenomena bullying dilingkungan remaja kembali menjadi pusat perhatian publik. Bullying merupakan penyalahgunaan kekuasaan yang senantiasa dilakukan oleh seorang anak atau lebih dengan tujuan melukai perasaan/ membuat tertekan yang bisa dilakukan secara berkali-kali. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara fungsi keluarga dan peran teman sebaya dengan perilaku bullying pada remaja di SMAN 5 Depok. Penelitian menggunakan uji Chi Square dengan pendekatan deskriptif analitik cross sectional, sampel berjumlah 167 remaja dan pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Stratified random sampling. Hasil penelitian didapatkan adanya hubungan positif antara fungsi keluarga dengan perilaku bullying pada remaja di SMAN 5 depok didapatkan p value 0,030 dengan OR = 2,078, ini artinya fungsi keluarga kurang baik memiliki peluang 2,078 kali untuk positif melakukan perilaku bullying. Selain itu, ada hubungan positif antara peran teman sebaya dengan perilaku bullying pada remaja didapatkan p value = 0,008 dengan OR = 2,430, ini artinya peran teman sebaya kurang baik memiliki peluang 2,430 kali untuk positif melakukan perilaku bullying. Peneliti menyarankan remaja supaya lebih menghargai sesama teman, dengan cara tidak menyakiti atau mengejek teman yang lain dan menjauhi bentuk Bullying fisik, psikologis, verbal maupun cyberbullying.
Agnes Silvina Marbun, Elida Sinuraya, Amila Amila,
Published: 28 December 2020
Bali Medika Jurnal, Volume 7, pp 146-153; doi:10.36376/bmj.v7i2.140

Abstract:
Dikarenakan angka kematian pasien cedera kepala tinggi, sehingga diperlukan penilaian awal yang akurat untuk memprediksi hasil dan asuhan keperawatan yang sesuai dengan kondisi pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui GCS, tekanan darah sistolik, dan frekuensi pernapasan yang dapat menjadi prediktor mortalitas pasien cedera kepala di RSUP Haji Adam Malik Medan. Desain penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan retrospektif. Populasi dalam penelitian ini adalah rekam medis pasien cedera kepala bulan Januari-Desember 2018 di RSUP Haji Adam Malik Medan. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling dengan kriteria: memiliki skor GCS, tekanan darah sistolik, dan frekuensi pernafasan pada saat pasien masuk IGD dan bukan pasien pindahan. Hasil uji regresi logistik menunjukkan adanya hubungan GCS (p 0,000; OR 3,299) dan tekanan darah (p 0,024; OR 1,044) terhadap kematian pasien cedera kepala. Kesimpulan bahwa GCS dan tekanan darah secara statistik dapat meningkatkan prediksi mortalitas pada pasien cedera kepala.
Virgianti Nur Faridah
Published: 28 December 2020
Bali Medika Jurnal, Volume 7, pp 183-194; doi:10.36376/bmj.v7i2.150

Abstract:
Pasien PGK merasakan kelelahan setelah melakukan hemodialisis, sehingga pasien mengalami gangguan dalam bekerja dan kegiatan sehari-hari. Pasien dengan penyakit PGK yang sudah mencapai derajat 5 atau tahap akhir akan mengalami gangguan, tidak hanya terbatas pada sistem ginjal, namun tubuh lain juga dapat dipengaruhi yang dapat menyebabkan penurunan status kesehatan dan kualitas tidur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji dengan literature review pengaruh teknik relaksasi otot progresif terhadap kualitas tidur pasien penyakit ginjal kronik. Literatur Review dengan menggunakan 4 database (Scopus, Science Direct, Google Scholar, dan Pubmed ) untuk mencari jurnal dengan kriteria jurnal yang terbit tahun 2015-2020, fulltext, jurnal yang sesuai dengan topik, terdapat ISSN, volume, dan nomer jurnal, merupakan jurnal intervensi relaksasi otot progresif pada pasien penyakit ginjal kronik. Setelah mengumpulkan data, semua data diseleksi sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi, kemudian diseleksi studi dengan menggunakan flow diagram PRISMA 2009. Berdasarkan 10 artikel yang terpilih didapatkan hasil terapi relaksasi otot progresif dapat meningkatkan kualitas tidur pasien penyakit ginjal kronik. Berdasarkan 10 artikel terpilih sesuai kriteria inklusi yaitu terapi relaksasi otot progresif dapat diterapkan pada pasien penykit ginjal kronik untuk meningkatkan kualitas tidur pasien.
Ni Nyoman Deni Witari
Published: 28 December 2020
Bali Medika Jurnal, Volume 7, pp 174-182; doi:10.36376/bmj.v7i2.149

Abstract:
Senam hamil merupakan salah satu olahraga untuk menyiapkan mental dan jasmani ibu hamil dalam menghadapi kehamilnnya. Selama kehamilan ibu hamil sering mengalami ketidaknyamanan seperti sering berkemih, kram tungkai, sulit tidur dan cemas. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh invervensi senam hamil terhadap tingkat stress dan kualitas tidur ibu hamil. Penelitian ini adalah penelitian analitik dengan one group pretest -posttest design. Sampel pada penelitian ini sebanyak 50 orang dimana tehnik sampling yang digunakan dengan purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Instrument pengumpulan data primer dengan pengisian kuesioner Depression Anxiety and Stress Scale (DASS) dan The Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Uji analisis perbedaan sebelum dan sesudah intervensi dengan uji Wilcoxon dan untuk analisis hubungan dengan uji Spearman. Hasil penelitian ada perbedaan bermakna (p=0.000) tingkat stress dan ada perbedaan kualitas tidur (p=0.000) sebelum dan sesudah intervensi senam hamil. Tidak ada hubungan (p=0.088) tingkat stress dengan kualitas tidur.
Sudarwati Nababan
Published: 28 December 2020
Bali Medika Jurnal, Volume 7, pp 224-233; doi:10.36376/bmj.v7i2.160

Abstract:
Masa remaja merupakan masa transisi, terjadi perubahan fisik yang cepat terkadang tidak seimbang dengan perubahan mental, hal ini dapat membawa remaja pada perilaku seksual yang tidak bertanggungjawab. Survey Perilaku Seks Remaja Kabupaten Sikka tahun 2017, remaja usia 12-24 tahun belum menikah dan pernah melakukan hubungan seksual sebanyak 35%, lebih tinggi dari persentasi nasional yaitu 10%. Data Kelurahan, Kota Uneng tahun 2019 diketahui, remaja sering nongkrong di turap sambil menonton film porno, terjadi kehamilan tidak diinginkan sebanyak 12 kasus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku pacaran dan seks pranikah remaja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu observasional analitik pendekatan cross-sectional. Responden 200 remaja di Kota Uneng usia 14-21 tahun, mempunyai pacar, yang diperoleh dengan tehnik Proportional stratified random sampling. Instrumen penelitian kuesioner, pengumpulan data face to face, analisis menggunakan uji chi square dan regresi ogistik ganda. Hasil penelitian diketahui terdapat hubungan pengetahuan seks pranikah (p=0,005), akses media pornografi (p=0,000), dukungan keluarga (p=0,037), nilai budaya (p=0,006) dengan perilaku pacaran dan seks pranikah remaja. Pemahaman agama yang baik tidak serta merta menjadikan remaja melakukan perilaku pacaran tidak menyimpang (p=0,292). Remaja yang mengakses pornografi kemungkinan 0,019 kali lebih besar untuk melakukan perilaku pacaran menyimpang dibandingkan dengan remaja yang tidak mengakses. Simpulan, mengakses pornografi adalah faktor paling signifikan terkait perilaku seks pranikah di Kota Uneng.
Back to Top Top