Asimtot : Jurnal Kependidikan Matematika

Journal Information
ISSN / EISSN : 2685-9009 / 2685-9580
Total articles ≅ 36
Filter:

Latest articles in this journal

Inevaropa Helni Taek, Michael Fernandez, Meryani Lakapu
Asimtot : Jurnal Kependidikan Matematika, Volume 2, pp 169-176; doi:10.30822/asimtot.v2i2.774

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe SDM terhadap prestasi belajar matematika siswa pada pokok bahasan gabungan dan irisan dua himpunan tahun ajaran 2019/2020. Penelitian ini dilaksanakan di salah satu SMP Negeri di Kabupaten Kupang dengan populasi kelas VII sebanyak dua kelas. Sampel dari penelitian ini adalah kelas VII A yang berjumlah 24 orang yang dipilih secara acak dari populasi dengan teknik simple random sampling. Instrumen dalam penelitian ini yait tes prestasi belajar berbentuk pilihan ganda sebanyak 30 butir soal. Teknik analisis data yang digunakan adalah statistik parametrik yang menggunakan bantuan program SPSS 22. Berdasarkan hasil uji-t menunjukan = 18,159 > = 2,069 dengan taraf signifikansi 5% yang berarti H0 ditolak dan H1 diterima. Jadi dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan pada model pembelajaran kooperatif tipe SDM terhadap prestasi belajar matematika siswa SMP
Patrisius Afrisno Udil, Oktovianus Nyongki Amsikan
Asimtot : Jurnal Kependidikan Matematika, Volume 2, pp 139-152; doi:10.30822/asimtot.v2i2.770

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis miskonsepsi siswa dalam menyelesaikan soal-soal pola bilangan dengan menggunakan Certainty of Response Index(CRI). Analisis miskonsepsi dengan CRI ini dimaksudkan untuk mengidentifikasi apakah siswa mengalami miskonsepsi dan sekaligus membedakannya secara jelas dengan siswa yang tidak tahu konsep dan tahu konsep. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII SMPN Loro Tuan yang berjumlah 14 siswa dan objek penelitiannya adalah miskonsepsi siswa dalam menyelesaikan soal-soal pola bilangan. Instrumen yang digunakan untuk mendapatkan data antara lain tes matematika yang disertai CRI dan pedoman wawancara. Analisis data dilakukan secara deskriptif untuk mengungkap sebaran siswa yang mengalami miskonsepsi baik secara klasikal maupun individual pada setiap indikator soal yang diujikan. Kemudian analisis dilanjutkan dengan wawancara dan analisis jawaban subjek yang mengalami miskonsepsi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat miskonsepsi siswa pada setiap indikator soal yang diujikan. Secara individual tedapat sebanyak 78,57% siswa mengalami miskonsepsi minimal pada satu indikator soal yang diujikan, dengan rincian 36% pada indikator soal nomor 1, 29% pada indikator soal nomor 2, 43% pada indikator soal nomor 3, dan 50% untuk indikator soal nomor 4. Secara klasikal disimpulkan juga adanya miskonsepsi siswa dalam menyelesaikan soal pola bilangan yang diberikan. Hal ini terlihat dari tingginya persentase siswa yang menjawab salah dengan rerata CRI yang tinggi juga pada setiap soal yang diujikan. Hasil penelitian ini juga menemukan bahwa miskonsepsi yang dialami siswa didasari oleh beberapa hal yaitu (1) pra-konsepsi, (2) kesalahan memahami makna kata, (3) simplifikasi, dan (4) tekanan aspek praktis.
Rosalia Fransiska Ina Ledun, Agapitus H. Kaluge, Aloysius Joakim Fernandez
Asimtot : Jurnal Kependidikan Matematika, Volume 2, pp 153-160; doi:10.30822/asimtot.v2i2.771

Abstract:
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kemandirian belajar dan minat belajar siswa SMA. Jenis dari penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif dengan menggunakan analisis regresi berganda. Sampel dalam penelitian ini kelas XI IIS yang berjumlah 34 orang yang dipilih secara acak. Jenis datanya yaitu data primer. Alat pengumpulan data yang digunakan yaitu angket dan tes prestasi belajar matematika. Teknis analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi ganda. Berdasarkan hasil uji parsial pada kemandirian belajar menunjukkan bahwa sehingga kemandirian belajar mempunyai pengaruh terhadap prestasi belajar matematika dan pada minat belajar diperoleh sehingga ada pengaruh yang tidak signifikan minat belajar terhadap prestasi belajar matematika. Selanjutnya, pada uji secara simultan menunjukkan bahwa maka terdapat pengaruh simultan pada kemandirian belajar dan minat belajar terhadap prestasi belajar matematika. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh kemandirian belajar dan minat belajar terhadap prestasi belajar matematika
Yafet Kala Pandu, Suwarsono
Asimtot : Jurnal Kependidikan Matematika, Volume 2, pp 115-128; doi:10.30822/asimtot.v2i2.768

Abstract:
Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui aspek-aspek matematika yang terkandung dalam moko sebagai mas kawin di Alor (2) mengetahui sejarah serta makna penggunaan moko sebagai mas kawin di Alor. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan etnografi. Subjek dalam penelitian ini adalah masyarakat Alor yang mana diwakili oleh 2 orang warga yang merupakan tua adat. Objek dalam penelitian ini adalah sejarah dan makna moko, aspek-aspek matematika yang terkandung dalam moko tersebut. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) sejarah penggunaan moko sebagai belis di masyarakat alor berasal dari budaya Dongson yang berpusat di Vietnam Utara. Penggunaan moko sebagai belis dalam kehidupan masyarakat Alor adalah sebagai tradisi nenek moyang yang telah melakukan sumpah dan komitmen sebagai mahar atau mas kawin. Makna Penggunaan moko sebagai Belis adalah sebagai sakralitas perkawinan, sosial, identitas masyarakat Alor, konservasi. (2) Aspek-aspek matematika yang terkandung dalam moko sebagai belis di masyarakat alor adalah menghitung, mengukur, mendesain, locating dan playing. Ditemukan konsep-konsep matematika sebagai pola dalam membuat moko. Konsep matematika yang terkandung dalam moko adalah tabung, lingkarang, belah ketupat. Hal ini menunjukan bahwa matematika tumbuh dan berkembang dalam keteraturan adat masyarakat tertentu yang disebut dengan istilah etnomatematika. Konsep matematika pada moko dapat digunakan dalam proses pembelajaran dan juga untuk memperkenalkan budaya, diharapkan juga cara penerapan proses pembelajaran berbasis budaya.
Paskalia Yasinta, Etriana Meirista, Abdul Rahman Taufik
Asimtot : Jurnal Kependidikan Matematika, Volume 2, pp 129-138; doi:10.30822/asimtot.v2i2.769

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) yang diterapkan dalam pembelajaran matematika dengan menggunakan studi literatur. Sumber data dalam penelitian ini ditempuh melalui riset kepustakaan murni berupa data sekunder dengan mengkaji sumber-sumber tertulis seperti jurnal-jurnal ilmiah. Teknik analisis data dalam penelitian ini melalui beberapa tahap, yaitu meringkas data, menarik berbagai topik pembahasan, mengembangkan data berdasarkan kepentingannya, melakukan cross check, memaparkan hasil yang telah dihimpun dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) pada tahapan pembelajaran memiliki relevansi dengan indikator kemampuan berpikir kritis matematis, yaitu mampu menganalisis, merumuskan pokok permasalahan, menentukan strategi, memeriksa kembali dan menyimpulkan masalah yang diberikan. Selain itu jika dikaitkan dengan kategori PAM, kategori siswa berkemampuan tinggi memberikan kontribusi peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis lebih tinggi bila dibandingkan dengan kategori siswa kemampuan sedang maupun siswa kemampuan rendah. Selanjutnya jika dikaitkan dengan tingkat pendidikan, kemampuan berpikir kritis matematis siswa SMP dan SMA melalui pendekatan CTL mengalami peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis yang cukup baik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pendekatan CTL mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis saat diterapkan dalam pembelajaran matematika
Maria G Taimenas, Oktovianus Mamoh, Kondradus Y. Klau
Asimtot : Jurnal Kependidikan Matematika, Volume 2, pp 161-168; doi:10.30822/asimtot.v2i2.773

Abstract:
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis matematis siswa kelas VIII SMPK St. Yosef Noemuti ditinjau dari gaya belajar . Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif, subjek dalam penelitian ini adalah 3 orang siswa, setiap gaya belajar diwakili 1 siswa. Instrumen yang dipakai berupa pernyataan angket,soal tes dan data hasil wawancara. Data yang diperoleh diambil dari lembar pernyataan angket gaya belajar, lembar tes kemampuan berpikir kritis dan wawancara. Berdasarkan analisis data dapat disimpulkan:1) Kemampuanberpikir kritis siswa dengan gaya belajar visual mampu merumuskan pokok-pokok permasalahan dan mengungkap fakta yang ada, mampu mengungkapkan argumen secara logis namun, kurang mampu mendeteksi bias dengan sudut pandang yang berbeda, dan dapat menarik kesimpulan. 2) Kemampuan berpikir kritis siswa dengan gaya belajar auditori mampu merumuskan pokok-pokok permasalahan dan mengungkap fakta yang ada mengungkapkan argumen secara logis, kurang mampu mendeteksi bias dengan sudut pandang yang berbeda, danmampu menarik kesimpulan. 3) Kemampuan berpikir kritis siswa dengan gaya belajar kinestetikmampu merumuskan pokok-pokok permasalahan dan mengungkap fakta yang ada, mampu mengungkapkan argumen secara logis,mampu mendeteksi bias dengan sudut pandang yang berbeda, dan mampu menarik kesimpulan. Hal ini menunjukan bahwa kemampuan berpikir kritis yang paling bagus adalah siswa dengan gaya belajar kinestetik
M Arrasikh Hidayatullah, Muhammad Win Afgani, Harisman Nizar
Asimtot : Jurnal Kependidikan Matematika, Volume 2, pp 103-114; doi:10.30822/asimtot.v2i2.767

Abstract:
Riset ini bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran yang valid dan praktis terhadap hasil belajar. Penelitian ini terdiri dari dua tahapan, yaitu tahap preliminary dan tahap prototyping. Tahap preliminary terdiri dari tahap persiapan dan pendesainan, sedangkan tahap prototyping menggunakan desain penelitian Tessmer terdiri dari evaluasi formatif yang meliputi self evaluation, one-to-one, expert review. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi angket, wawancara, dokumentasi. Kevalidan media diperoleh berdasarkan hasil validasi yang telah dilakukan dengan validator pada tahapan expert review. Validator menyimpulkaan bahwa media pembelajaran yang di kembangkan ini telah baik dari segi konten, desain, kualitas teknis dan menyatakan layak untuk diujicobakan. Kepraktisan dari media dinilai dari hasil angket respon siswa dan wawancara pada tahap one-to-one. Siswa menyatakan bahwa media mudah digunakan, membantu siswa untuk menguasai materi kekongruenan dan kesebangunan, dan tertarik untuk menggunakan media pembelajaran.
Florianus Aloysius Nay, Osniman Paulina Maure
Asimtot : Jurnal Kependidikan Matematika, Volume 2, pp 177-192; doi:10.30822/asimtot.v2i2.775

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemahaman konsep siswa setelah mengikuti pembelajaran matematika pada topik aljabar menggunakan media pembelajaran virtual manipulative. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskiptif. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Santo Aloysius Turi Sleman Yogyakarta. Subjek pada penelitian ini terdiri atas siswa kelas VIIA dengan jumlah 24 siswa dan diambil 3 siswa untuk diwawancarai. Subjek dikelompokkan dalam kategori jawaban yang rendah, sedang, dan tinggi. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan tes tertulis dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan kemampuan rendah memenuhi indikator pemahaman konsep yaitu menyajikan konsep dalam berbagai bentuk representasi matematis, dan menggunakan, memanfaatkan, dan memilih prosedur atau operasi tertentu dalam menyelesaikan masalah, siswa dengan kemampuan sedang dapat memenuhi indikator pemahaman konsep yaitu menyajikan konsep dalam berbagai bentuk representasi matematis, dan menggunakan, memanfaatkan, dan memilih prosedur atau operasi tertentu dalam menyelesaikan masalah. Siswa dengan kemampuan tinggi memenuhi indikator pemahaman konsep yaitu menyatakan ulang setiap konsep, mengklasifikasikan konsep menurut sifat-sifat tertentu (sesuai dengan konsepnya), menyajikan konsep dalam berbagai bentuk representasi matematis, dan menggunakan, memanfaatkan, dan memilih prosedur atau operasi tertentu dalam menyelesaikan masalah
Yustina Dwi Astuti, Zacharias Angelius Krisna Wara Sabon
Asimtot : Jurnal Kependidikan Matematika, Volume 2, pp 91-102; doi:10.30822/asimtot.v2i2.766

Abstract:
Tujuan dari penelitian ini yaitu mendeskripsikan kemampuan literasi matematikamahasiswa dalam penyelesaian soal Higher Order Thinking Skills (HOTS) ditinjau pada Level 5 PISA. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskripsi kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa semester 5, sebanyak 16 mahasiswa. Instrumen penelitian yang digunakan adalah soal tes dengan indikator HOTS pada level 5. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dimana hasil dari penelitian ini mendeskripsikan secara rinci untuk menjawab tujuan dari penelitian. Berdasarkan tujuan penelitian yang telah dirumuskan, diperoleh hasil dari penelitian ini yaitu: melalui hasil deskripsi proses berpikir subjek dan hasil analisis ketercapaian indikator HOTS, soal dengan tingkat kesulitan tinggi yang berada pada level 5 belum dapat diselesaikan oleh ke 16 subjek penelitian. Dari 16 subjek tersebut, peneliti melakukan reduksi data berdasarkan proses pengerjaan yang dilakukan sehingga menghasilkan empat kelompok jawaban yang berbeda. Pada soal HOTS level 5 terdapat tujuh mahasiswa yang memiliki kemampuan matematika PISA yakni S2, S5, S7,S9, S13, S11, dan S16 yang memenuhi keempat indikator.
Patrisius A. Udil,
Asimtot : Jurnal Kependidikan Matematika, Volume 2, pp 57-69; doi:10.30822/asimtot.v2i1.501

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa dengan menggunakan media pembelajaran komik matematika. Penelitian tindakan kelas (PTK) kolaboratif ini dilakukan pada siswa kelas VII SMPN 8 Lamba Leda, Manggarai Timur yang berjumlah 21 orang. Penelitian dilakukan pada semester ganjil tahun ajaran 2019/2020 pada bulan Agustus-September. Tindakan dilakukan dalam 2 siklus dengan 2 pertemuan pada setiap siklusnya. Adapun hasil penelitian tindakan ini menunjukkan bahwa hasil belajar matematika siswa kelas VII SMPN 8 Lamba Leda mengalami peningkatan pada setiap siklusnya. Secara klasikal terdapat peningkatan persentase ketuntasan belajar siswa yaitu 61,90% pada siklus 1 dan meningkat menjadi 80,95% pada siklus 2. Selain itu, rata-rata nilai siswa secara klasikal juga mengalami peningkatan yaitu 72,95 pada siklus 1 dan meningkat menjadi 78,71 pada siklus 2. Baik persentase ketuntasan belajar maupun rata-rata nilai siswa pada siklus 2 telah memenuhi kriteria yang ditetapkan. Peningkatan aktivitas guru juga teridentifikasi pada penelitian ini, dimana pada pertemuan 1 (siklus 1) diperoleh rata-rata skor 61,77, pertemuan 2 (siklus 1) diperoleh skor 77,94, petemuan 3 (siklus 2) diperoleh skor 85,29, dan pertemuan 4 (siklus 2) diperoleh skor 91,91. Penggunaan komik matematika dalam pembelajaran matematika terlaksana dengan baik dan memenuhi kriteria yang ditetapkan pada siklus 2 yaitu minimal skor keterlaksanaan 80.
Back to Top Top