Jurnal Pewarta Indonesia

Journal Information
ISSN : 2620-7419
Current Publisher: Jurnal Komuniksi ISKI (10.25008)
Total articles ≅ 32
Filter:

Latest articles in this journal

Ira Dasuki
Published: 28 October 2020
Jurnal Pewarta Indonesia, Volume 2, pp 106-112; doi:10.25008/jpi.v2i2.36

Abstract:
Film merupakan salah satu media massa yang paling berperan dalam menggambarkan suatu realitas sosial yang ditayangkan, kemudian pesan dari isi cerita sebuah film dapat diterima dengan baik oleh penonton. Perkembangan film yang bertemakan remaja, semakin beragam dalam membangun suatu cerita yang menarik, semakin berani mengangkat topik-topik yang sebelumnya dianggap tabu, seperti edukasi seksual. Salah satunya adalah film “Dua Garis Biru” yang membahas tentang bagaimana remaja perempuan pelaku seks pranikah dikemukakan dalam film drama remaja dengan tujuan untuk menyampaikan makna edukasi seksual melalui tokoh Dara dalam film tersebut. Metode yang digunakan adalah analisis wacana model Teun Van Dijk. Hasil penelitian yang ditemukan adalah bahwa setiap remaja perlu mengetahui dan memahami tentang pendidikan seksual sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Bentuk penyimpangan seksual memang beragam, namun film ini membahas kepada kehamilan pranikah.
Dedi Sahputra
Published: 28 October 2020
Jurnal Pewarta Indonesia, Volume 2, pp 97-105; doi:10.25008/jpi.v2i2.42

Abstract:
Hak-hak anak yang berhadapan dengan hukum secara khusus diatur dalam Undang-Undang No. 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak, dan Pedoman Pemberitaan Ramah Anak yang diterbitkan Dewan Pers sebagai panduan bagi wartawan dalam menjalankan peliputan anak. Dewan Pers juga melakukan uji kompetensi bagi wartawan dengan materi uji antara lain pemahaman wartawan dalam menghasilkan karya jurnalistik yang tidak melanggar hak-hak anak yang berhadapan dengan hukum. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana Uji Kompetensi Wartawan dapat meningkatkan pemahaman dan ketrampilan wartawan dalam menghasilkan karya jurnalistik yang melindungi hak-hak anak yang berhadapan dengan hukum. Pendekatan studi ini menggunakan kualitatif deskriptif yang dilakukan dengan mengumpulkan dan menganalisis berbagai informasi terkait dengan permasalahan yang dibahas. Temuan penelitian menunjukkan, pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan menambah pemahaman dan ketrampilan wartawan dalam menghasilkan karya jurnalistik dalam melindungi hak-hak anak yang berhadapan dengan hukum.
Riko Setiawan, Prudensius Maring
Published: 28 October 2020
Jurnal Pewarta Indonesia, Volume 2, pp 90-96; doi:10.25008/jpi.v2i2.38

Abstract:
Penelitian ini dilatarbelakangi ketertarikan peneliti melihat fenomena selfie sebagai bukti kehadiran (presensi) kelas online para siswa yang belajar dari rumah untuk mencegah penyebaran virus corona. Selama pandemik Covid-19, kehadiran pelajar di sekolah ditiadakan, diganti dengan belajar dari rumah secara virtual. Bentuk kehadiran mereka dalam kelas online dibuktikan melalui foto selfie sekaligus sebagai bukti telah melakukan kegiatan belajar dari rumah. Para pelajar sekolah dasar (SD), khususnya di daerah Kebon Jeruk, Jakarta Barat selalu menggunakan atribut sekolah dengan beragam ekspresi wajah saat berfoto selfie. Para pelajar SD tersebut diharuskan mengirimkan foto selfie mereka ke group whatsApp yang dibuat oleh wali murid masing masing. Penelitian ini menggunakan teori Fenomenologi dari Alfred Schutz, dan dilakukan dengan pendekatan kualitatif untuk mengetahui motif para pelajar berfoto selfie dalam berbagai tampilan diri. Hasil penelitian menunjukan, terdapat tiga motif selfie di kalangan pelajar SD di daerah Kebon Jeruk Jakarta Barat saat mengirim foto selfie mereka sebagai presensi kelas virtual yakni: (1) sebagai bukti kehadiran, (2) membangun citra diri, dan (3) untuk menarik perhatian orang lain.
Destaria Verani Soe'Oed, Ahmad Toni
Published: 28 October 2020
Jurnal Pewarta Indonesia, Volume 2, pp 113-120; doi:10.25008/jpi.v2i2.35

Abstract:
Tempat wisata outdoor pertama di Indonesia, Dunia Fantasi, memiliki jingle sebagai identitas kreatif yang sudah ada sejak tempat wisata itu berdiri tahun 1985 dan hingga sekarang jingle itu masih tetap dikumandangkan tanpa pernah mengalami perubahan lirik maupun nada. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna struktur teks, dan konteks sosial yang ada pada jingle Dunia Fantasi tersebut dengan menggunakan model analisis wacana Teun A. Van Dijk. Data sumber primer maupun sekunder didapat dari arsip dokumentasi teks dan lirik jingle, serta data kepustakaan, dan dari berbagai tulisan maupun informasi terkait obyek yang diteliti. Paradigma yang digunakan adalah konstruktivis, untuk menggali apa yang dirasakan oleh pengarang jingle. Temuan penelitian dari analisis teks dan konteks sosial ialah, adanya wacana ekspresi kebahagiaan keluarga yang dibangun bagi pengunjung Dunia Fantasi lewat lirik jingle yang digubah oleh pengarangnya.
Awen Asrizal Malindo
Published: 28 October 2020
Jurnal Pewarta Indonesia, Volume 2, pp 78-84; doi:10.25008/jpi.v2i2.49

Abstract:
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis semiotika Roland Barthes untuk mengetahui nilai-nilai apa saja yang terkandung di dalam logo PT. Grab Indonesia sebagai identitas perusahaan dilihat dari makna denotasi, konotasi dan mitos. Berdasarkan hasil penelitian, pemaknaan denotatif pada logo PT. Grab Indonesia memiliki filosofi yang dalam tentang sebuah kehidupan yang digambarkan melalui simbol dua garis berwarna hijau bertuliskan “Grab”. Logo ini terinspirasi dari jalan raya yang tidak putus, merepresentasikan kesempatan-kesempatan untuk pelanggan, mitra, karyawan, hingga masyarakat yang tidak berujung. Hidup dan kehidupan membutuhkan sebuah keseimbangan atas segala realitas dan konsekuensi yang ada dan filosofi tersebut yang digambarkan melalui logotype dan logogram sebagai elemen pembentuk logo perusahaan. Makna konatif ditunjukkan dengan berbagai elemen pada logo berbentuk dua garis yang mewakili jalan raya, sedangkan mitosnya adalah dua garis pada logo tersebut, diartikan sebagai suatu aplikasi dan pengguna, dimana aplikasi tersebut diciptakan untuk melengkapi segala aktifitas pengguna.
Sukma Alam
Published: 28 October 2020
Jurnal Pewarta Indonesia, Volume 2, pp 121-136; doi:10.25008/jpi.v2i2.33

Abstract:
Penelitian ini meneliti kasus rasisme terhadap mahasiswa Papua di Surabaya. Mahasiswa Papua dipersekusi oleh ormas dan warga sekitar karena diduga merusak bendera merah putih. Aparat keamanan ikut menjaga situasi justru diduga berujar rasis terhadap mahasiswa Papua hingga situasi nasional panas khususnya di daerah Papua dan Papua Barat. Tentu media tidak luput dari peristiwa tersebut untuk menentukan sikap dalam sebuah berita. Jika berita tidak mempertimbangkan penyelesaian konflik atau memperkeruh situasi menjadi panas maka di sinilah muncul jurnalisme damai (peace journalisme) sebagai wadah perdamaian dan berakhirnya konflik. Penelitian ini bertujuan, pertaa, untuk mengetahui framing tribunnews.com dan detik.com dalam berita kasus rasisme terhadap mahasiswa Papua, dan kedua mengetahui jurnalisme damai dalam berita tribunnews.com dan detik.com terkait kasus rasisme terhadap mahasiswa Papua. Hasilnya, frame tribunnews.com dan detik.com sama-sama meletakan mahasiswa Papua sebagai korban rasisme dan tidak bersalah. Sementara praktik jurnalisme damai bagi tribunnews.com selalu berusaha menyampaikan keadilan bagi mahasiswa Papua untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Sedangkan detik.com berusaha menyampaikan rekonsiliasi bahwa ujaran rasisme menyangkut bangsa Indonesia.
Dicky Fajar Purwa Hadi
Published: 28 October 2020
Jurnal Pewarta Indonesia, Volume 2, pp 85-89; doi:10.25008/jpi.v2i2.50

Abstract:
Budaya minum kopi yang awalnya berasal dari barat muncul sebagai salah satu kebutuhan yang tidak terlepaskan dalam kehidupan banyak orang terutama para pencinta kopi. Meningkatnya permintaan terhadap kopi, memancing munculnya berbagai brand dan kedai-kedai kopi di sekitar masyarakat. Pengunjung kedai-kedai ini pun tidaklah sedikit, begitu pula dengan keuntungan yang didapat oleh produsen. Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian ini secara purposive mengambil studi kasus di Doktorandus Koffie yang sudah menggunakan beberapa kegiatan komunikasi pemasaran terpadu. Sumber data pada penelitian ini adalah narasumber, dan observasi lapangan. Peneliti mengumpulkan data menggunakan teknik wawancara, pencatatan, dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan model analisis interaktif yang terdiri dari tiga komponen pokok yaitu reduksi data, sajian data, dan penarikan kesimpulan dengan verifikasinya untuk mengetahui masing-masing kegiatan Integrated Marketing Communication yang dilakukan oleh Doktorandus Koffie. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan komunikasi pemasaran yang dilakukan oleh Doktorandus Koffie merupakan kegiatan yang saling berhubungan dan saling mendukung untuk menginformasikan Doktorandus Koffie kepada para konsumen dan menarik minat konsumen.
Evi Novianti, Rafael Miku Beding, Shandra Rama Panji Wulung
Jurnal Pewarta Indonesia, Volume 2; doi:10.25008/jpi.v2i1.26

Abstract:
Indonesia adalah bangsa yang multikultur, ragam kebudayaan tersebar hampir diseluruh daratan kepulauan bumi pertiwi ini. Perkembangan zaman, mengharuskan manusia menerima teknologi sebagai salah satu bagian dari proses komunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi media sosial khususnya Facebook di Nusa Tenggara Timur dan implikasinya terhadap grup Facebook Sejarah Timor Jilid II. Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif yang bertujuan untuk mendapatkan hasil yang holistik mengenai fenomena yang sedang terjadi saat ini. Perolehan data primer melalui wawancara, sementara data sekunder didapatkan melalui beberapa kajian terdahulu. Metode analisis pada penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif berdasarkan data yang diperoleh. Facebook adalah sebuah media sosial yang terus berkembang setiap tahunnya. Aktivitas diskusi kebudayaan kini tidak hanya dilakukan secara pertemuan langsung. Melainkan bisa melalui fitur Grup yang ada di facebook. Grup Sejarah Timor Jilid II adalah sebuah grup yang beranggotakan 36 ribu akun yang secara aktif menjadikan setiap postingan sebagai salah satu sarana untuk saling berdiskusi mengenai budaya dan sejarah Nusa Tenggara Timur.
Muhammad F.S. Putra, Taufan T. Akbari, Rossi A. Christy
Jurnal Pewarta Indonesia, Volume 2; doi:10.25008/jpi.v2i1.30

Abstract:
Sebagai Abang dan None Jakarta, setiap individu harus memiliki karakter-karakter Duta Pariwisata yang sesuai. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan perbedaan penampilan Abang None Jakarta Selatan di depan panggung dengan kehidupan aslinya di belakang panggung, termasuk tantangan yang dihadapi dan strategi yang digunakan. Menghubungkan teori interaksi simbolik dan pendekatan dramaturgi serta konsep mengenai diri terutama dalam mengelola impresi, penelitian dilakukan terhadap dua pasang pemenang Abang None dan dua pasang Finalis Abang None Jakarta Selatan di tahun 2017 dan 2018 melalui metode kualitatif dengan wawancara mendalam, observasi serta triangulasi data. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa panggung depan Abang dan None merupakan hasil dari pengembangan karakter asli yang dimiliki di belakang panggung. Setiap individu dilengkapi dengan sikap dan kostum sebagai pendukung penampilannya sebagai Abang dan None di depan panggung. Sedangkan panggung belakang menjadi tempat terdapatnya kepribadian karakter dan tantangan diri yang tidak ditampilkan. Strategi pengelolaan impresi yang tepat akan mendukung penampilan setiap individu pada saat memerankan Abang dan None sebagai Duta Pariwisata.
Timotius Rudyanta
Jurnal Pewarta Indonesia, Volume 2; doi:10.25008/jpi.v2i1.27

Abstract:
Di Indonesia mulai bermunculan layanan keuangan berbasis digital, salah satunya adalah E-wallet. Go-Pay merupakan dompet virtual untuk menyimpan Go-Jek credit yang bisa digunakan untuk membayar transaksi. Go-Pay telah memperluas jangkauan hingga ke usaha mikro, kecil dan menengah di Indonesia. Fenomena ini menunjukkan adanya suatu perubahan dalam media pembayaran yang terjadi pada masa lampau dan masa kini. Hal ini karena adanya perubahan jaman, semua ingin lebih mudah seiring dengan majunya teknologi. Peneliti menggunakan teori Phenomology of Perception untuk mengungkapkan fenomena dengan cara melihat keterikatan antara individu tidak bisa dipisahkan karena individu melakukan interaksi. Peneliti menggunakan metode kualitatif karena ingin memahami fenomena scan QR code yang terjadi dengan menggunakan pemikiran Merleau Ponty. Unit analisisnya adalah persiapan pedagang UMKM dalam menghadapi fenomena pembayaran melalui scan QR code Go-Pay. Peneliti melakukan wawancara terhadap lima pemilik dan karyawan warung makan. Peneliti juga melakukan observasi atas hasil wawancara. Kesimpulan penelitian, banyak pedagang UMKM yang belum memahami fenomena Go-Pay ini disbanding dengan yang paham fenomena ini. Hal ini karena kurangnya perhatian dari Go-Pay dalam menjelaskan kegunaan dari scan QR Go-Pay kepada pedagang UMKM. Banyak pedagang UMKM yang mengikuti pedagang lainnya tanpa memahami kegunaan scan QR Go-Pay.
Back to Top Top