Jurnal Pewarta Indonesia

Journal Information
ISSN / EISSN : 2620-7419 / 2656-6893
Current Publisher: Jurnal Komuniksi ISKI (10.25008)
Total articles ≅ 38
Filter:

Latest articles in this journal

Ranu Adhe Bhaskara, Poppy Ruliana, Kresno Yulianto
Jurnal Pewarta Indonesia, Volume 3, pp 42-58; doi:10.25008/jpi.v3i1.68

Abstract:
Penelitian ini bertujuan mengetahui opini mahasiswa terkait pemberitaan enam tersangka dalam kasus Djoko Tjandra yang melibatkan jaksa, petinggi Polri, pengusaha dan kuasa hukum dengan perannya masing-masing sebagai opinion leaders di media online tempo.co. Teori opini yang digunakan adalah ABC’s of Attitude yang dikemukakan D. W. Rajecky (1982) yang terdiri dari Affect, Behaviour, dan Cognition. Paradigma penelitian yang digunakan adalah positivistik, dan pendekatan penelitian ini adalah kuantitaif. Metode penelitian yang digunakan adalah survey dengan jenis penelitian deskriptif. Populasi penelitian adalah mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Interstudi angkatan 2018-2019 jurusan penyiaran yang berjumlah 196 orang. Untuk mengukur jumlah sempel, peneliti menggunakan rumus Isaac Michael dengan tingkat kesalahan 10% dan mendapatkan hasil 115 orang sebagai responden. Pengumpulan data dilakukakan melalui tahap observasi, penyebaran kuesioner, dokumentasi, studi kepustakaan, dan pencarian informasi melalui web untuk memperoleh data yang relevan. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teori ABC’s of Attitude membentuk opini negatif tentang pemberitaan kasus suap yang melibatkan enam tersangka dalam kasus Djoko Tjandra dan memberikan opini postif pada tindakan kepolisian untuk mengusut tuntas kasus enam tersangka dalam kasus itu di media online Tempo.co sebagai ungkapantentang topik kontroversial. Temuan penelitian ini ada kecenderungan hubungan aspek jenis kelamin, usia, dan pendidikan dengan opini mahasiswa.
Wahyu Agus Triyono, Ahmad Toni
Jurnal Pewarta Indonesia, Volume 3, pp 1-11; doi:10.25008/jpi.v3i1.67

Abstract:
Studi ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan data primer berasal dari Tempo.co dan Kumparan.com mengenai polemik mobil PCR yang diminta Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini. Penelitian ini untuk mengetahui framing portal berita tempo.co dan kumparan.com pada pemberitaan mobil Polymerase Chain Reaction (PCR) dalam penanganan pandemi Covid-19 di Surabaya. Rentang waktu pemberitaan yang dipilih adalah terbitan 29 Mei sampai 31 Mei 2020. Peneliti menggunakan analisis framing model Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki. Hasil penelitian menunjukkan, pemberitaan dari kedua media online itu mengarah pada pembahasan tentang rivalitas antara Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, dan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indarparawansa. Kumparan.com mengkonstruksi realitas dengan menonjolkan fakta pada masalah birokrasi komunikasi Pemerintah Kota Surabaya dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, sedangkan Tempo.co mengkontruksi fakta: polemik dua mobil PCR tersebut berkaitan dengan konflik politik antara Risma dan Khofifahdalam kontestasi Pemilihan Gubernur Jawa Timur 2018 dan Pemilihan Wali Kota Surabaya 2020.
Moch March Ghifary Zartian, Prudensius Maring
Jurnal Pewarta Indonesia, Volume 3, pp 12-18; doi:10.25008/jpi.v3i1.64

Abstract:
Top Files merupakan sebuah program acara televisi magazine yang ditayangkan di Stasiun Televisi iNews. Tantangan yang dihadapi oleh seorang produser ialah penonton yang semakin cerdas dalam memilih sebuah tayangan program televisi. Hal ini menarik untuk mengetahui bagaimana strategi kreatif produser dalam mempertahankan eksistensi program acara Top Files tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan penelusuran dokumen dan diakhiri dengan analisis. Hasil penelitian yang diperoleh adalah untuk dapat mempertahankan eksistensi sebuah program televisi dibutuhkan peran aktif dari produser untuk dapat mengembangkan ide kreatif yang telah dihasilkan oleh teman-teman kreatif, pemilihan berita yang up-to-date yang berdasarkan elemen-elemen sebagai berikut: target penonton, bahasa naskah, format acara, punching line, gimmick dan funfare, clip hanger, time dan bumper, penata artistik, music dan fashion, ritme dan birama acara, logo dan music track untuk ID tune, General Rehearsal (GR), dan interactive program dan peran stasiun televisi, memancarkan siaran program televisi ke seluruh pelosok Indonesia agar dapat dinonton dimana saja.
Hapsoro Pandu Buwono
Jurnal Pewarta Indonesia, Volume 3, pp 32-41; doi:10.25008/jpi.v3i1.61

Abstract:
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana Front Pembela Islam (FPI) memanfaatkan YouTube sebagai media komunikasi bagi masyarakat dalam meningkatkan citra organiasi kemasyarakatan tersebut. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode analisis isi. Data yang dikumpulkan dan digunakan adalah data sekunder dengan mengobservasi akun YouTube Front TV, portal berita online, dan lain-lain. Hasil penelitian menunjukkan, YouTube sebagai salah satu saluran media komunikasi FPI cukup membantu dalam menyebarkan informasi ke masyarakat. Akun YouTube Front TV juga menjadi referensi bagi televisi dan portal berita online dalam mendapatkan informasi terkait FPI untuk kemudian mengutipnya.
Ben Isa Muhammad
Jurnal Pewarta Indonesia, Volume 3, pp 19-31; doi:10.25008/jpi.v3i1.53

Abstract:
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui makna yang terkandung dalam visual logo baru Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Republik Indonesia dan bagaimana peran perubahan logo tersebut sebagai bagian dari corporate rebranding Kementerian BUMN. Tanda-tanda pada logo itu dianalisa dan dimaknai menggunakan semiotika Charles Sanders Peirce. Kesimpulan yang didapat adalah pemaknaan tanda pada logo baru Kementerian BUMN sesuai dengan nilai-nilai organisasi kementerian BUMN yang terangkum dalam akronim AKHLAK (Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, Kolaboratif). Penggunaan warna biru pada monogram logo BUMN, adalah memberikan citra profesional terpercaya. Secara khusus warna biru tua mencerminkan sifat bijak dan biru muda mencerminkan sifat progresif. Penggunaan lambang negara sebagai simbol yang menegaskan bahwa organisasi ini merupakan instansi pemerintah milik Negara Kesatuan Republik Indonesia. Perubahan logo ini merupakan bentuk rebranding dalam tingkatan corporate rebranding yang revolusioner dan merepresentasikan transformasi nilai dari administrasi periode sebelumnya dan menjadi kunci dalam proses mengkomunikasikan transformasi tersebut ke internal dan eksternal organisasi.
Hendra Hendra, Umaimah Wahid
Jurnal Pewarta Indonesia, Volume 3, pp 59-66; doi:10.25008/jpi.v3i1.63

Abstract:
Artikel ini berisi Analisis Semiotika lirik lagu “Lekas Pulih” Karya Fiersa Besari. Metode semiotika yang akan digunakan adalah semiotika Saussure. Dalam teori Saussure dijelaskan bahwa tanda memiliki unsur yang saling berhubungan yaitu penanda (signifier), petanda (signified). Proses ini menghubungkan antara lirik lagu dengan dunia eksternal yang sesungguhnya. Hasil penelitian ini, lirik lagu “Lekas Pulih” memiliki makna yang saling berkaitan dan mengandung pesan motivasi yang sangat kuat, karena di dalamnya terdapat banyak kata-kata yang sifatnya sangat membangun dalam memberikan motivasi kepada pasien yang terpapar Covid 19, serta meyakinkan mereka untuk sembuh dan berharap situasi akan kembali pulih. Lirik itu memotivasi para tenaga medis, dan pasien yang terkonfirmasi covid 19, jangan pernah berhenti untuk berjuang dalam keadaan yang sangat sulit tapi bisa memotivasi dan menguatkan satu sama lain. Model teori dari Saussure lebih memfokuskan perhatian langsung kepada tanda itu sendiri. Dalam penelitian terhadap lirik lagu "Lekas Pulih" ini, peneliti membuat interprestasi dengan membagi keseluruhan lirik lagu menjadi beberapa bait dan selanjutnya perbait akan dianalisis dengan menggunakan teori semiotika dari Saussure.
Destaria Verani Soe'Oed, Ahmad Toni
Published: 28 October 2020
Jurnal Pewarta Indonesia, Volume 2, pp 113-120; doi:10.25008/jpi.v2i2.35

Abstract:
Tempat wisata outdoor pertama di Indonesia, Dunia Fantasi, memiliki jingle sebagai identitas kreatif yang sudah ada sejak tempat wisata itu berdiri tahun 1985 dan hingga sekarang jingle itu masih tetap dikumandangkan tanpa pernah mengalami perubahan lirik maupun nada. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna struktur teks, dan konteks sosial yang ada pada jingle Dunia Fantasi tersebut dengan menggunakan model analisis wacana Teun A. Van Dijk. Data sumber primer maupun sekunder didapat dari arsip dokumentasi teks dan lirik jingle, serta data kepustakaan, dan dari berbagai tulisan maupun informasi terkait obyek yang diteliti. Paradigma yang digunakan adalah konstruktivis, untuk menggali apa yang dirasakan oleh pengarang jingle. Temuan penelitian dari analisis teks dan konteks sosial ialah, adanya wacana ekspresi kebahagiaan keluarga yang dibangun bagi pengunjung Dunia Fantasi lewat lirik jingle yang digubah oleh pengarangnya.
Awen Asrizal Malindo
Published: 28 October 2020
Jurnal Pewarta Indonesia, Volume 2, pp 78-84; doi:10.25008/jpi.v2i2.49

Abstract:
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis semiotika Roland Barthes untuk mengetahui nilai-nilai apa saja yang terkandung di dalam logo PT. Grab Indonesia sebagai identitas perusahaan dilihat dari makna denotasi, konotasi dan mitos. Berdasarkan hasil penelitian, pemaknaan denotatif pada logo PT. Grab Indonesia memiliki filosofi yang dalam tentang sebuah kehidupan yang digambarkan melalui simbol dua garis berwarna hijau bertuliskan “Grab”. Logo ini terinspirasi dari jalan raya yang tidak putus, merepresentasikan kesempatan-kesempatan untuk pelanggan, mitra, karyawan, hingga masyarakat yang tidak berujung. Hidup dan kehidupan membutuhkan sebuah keseimbangan atas segala realitas dan konsekuensi yang ada dan filosofi tersebut yang digambarkan melalui logotype dan logogram sebagai elemen pembentuk logo perusahaan. Makna konatif ditunjukkan dengan berbagai elemen pada logo berbentuk dua garis yang mewakili jalan raya, sedangkan mitosnya adalah dua garis pada logo tersebut, diartikan sebagai suatu aplikasi dan pengguna, dimana aplikasi tersebut diciptakan untuk melengkapi segala aktifitas pengguna.
Sukma Alam
Published: 28 October 2020
Jurnal Pewarta Indonesia, Volume 2, pp 121-136; doi:10.25008/jpi.v2i2.33

Abstract:
Penelitian ini meneliti kasus rasisme terhadap mahasiswa Papua di Surabaya. Mahasiswa Papua dipersekusi oleh ormas dan warga sekitar karena diduga merusak bendera merah putih. Aparat keamanan ikut menjaga situasi justru diduga berujar rasis terhadap mahasiswa Papua hingga situasi nasional panas khususnya di daerah Papua dan Papua Barat. Tentu media tidak luput dari peristiwa tersebut untuk menentukan sikap dalam sebuah berita. Jika berita tidak mempertimbangkan penyelesaian konflik atau memperkeruh situasi menjadi panas maka di sinilah muncul jurnalisme damai (peace journalisme) sebagai wadah perdamaian dan berakhirnya konflik. Penelitian ini bertujuan, pertaa, untuk mengetahui framing tribunnews.com dan detik.com dalam berita kasus rasisme terhadap mahasiswa Papua, dan kedua mengetahui jurnalisme damai dalam berita tribunnews.com dan detik.com terkait kasus rasisme terhadap mahasiswa Papua. Hasilnya, frame tribunnews.com dan detik.com sama-sama meletakan mahasiswa Papua sebagai korban rasisme dan tidak bersalah. Sementara praktik jurnalisme damai bagi tribunnews.com selalu berusaha menyampaikan keadilan bagi mahasiswa Papua untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Sedangkan detik.com berusaha menyampaikan rekonsiliasi bahwa ujaran rasisme menyangkut bangsa Indonesia.
Dicky Fajar Purwa Hadi
Published: 28 October 2020
Jurnal Pewarta Indonesia, Volume 2, pp 85-89; doi:10.25008/jpi.v2i2.50

Abstract:
Budaya minum kopi yang awalnya berasal dari barat muncul sebagai salah satu kebutuhan yang tidak terlepaskan dalam kehidupan banyak orang terutama para pencinta kopi. Meningkatnya permintaan terhadap kopi, memancing munculnya berbagai brand dan kedai-kedai kopi di sekitar masyarakat. Pengunjung kedai-kedai ini pun tidaklah sedikit, begitu pula dengan keuntungan yang didapat oleh produsen. Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian ini secara purposive mengambil studi kasus di Doktorandus Koffie yang sudah menggunakan beberapa kegiatan komunikasi pemasaran terpadu. Sumber data pada penelitian ini adalah narasumber, dan observasi lapangan. Peneliti mengumpulkan data menggunakan teknik wawancara, pencatatan, dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan model analisis interaktif yang terdiri dari tiga komponen pokok yaitu reduksi data, sajian data, dan penarikan kesimpulan dengan verifikasinya untuk mengetahui masing-masing kegiatan Integrated Marketing Communication yang dilakukan oleh Doktorandus Koffie. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan komunikasi pemasaran yang dilakukan oleh Doktorandus Koffie merupakan kegiatan yang saling berhubungan dan saling mendukung untuk menginformasikan Doktorandus Koffie kepada para konsumen dan menarik minat konsumen.
Back to Top Top