Widya Kesehatan

Journal Information
EISSN : 2657-1064
Current Publisher: Universitas Hindu Indonesia (10.32795)
Total articles ≅ 24
Filter:

Latest articles in this journal

Anak Agung Eza Laksmi Dewi, Sang Ayu Made Yuliari, Ida Bagus Wiryanatha
Published: 10 October 2020
Widya Kesehatan, Volume 2, pp 7-12; doi:10.32795/widyakesehatan.v2i2.959

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Ni Komang Ayu Srinadi, Anak Agung Putu Agung Mediastari, Putu Lakustini Cahyaningrum
Published: 10 October 2020
Widya Kesehatan, Volume 2, pp 18-23; doi:10.32795/widyakesehatan.v2i2.961

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Ni Putu Rela Ariani, Putu Lakustini Cahyaningrum, Ida Bagus Putra Suta
Published: 10 October 2020
Widya Kesehatan, Volume 2, pp 1-6; doi:10.32795/widyakesehatan.v2i2.958

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
A A Mas Siti Sunari, Ni Putu Rahayu Artini, Dewi Puspita Apsari
Published: 10 October 2020
Widya Kesehatan, Volume 2, pp 24-29; doi:10.32795/widyakesehatan.v2i2.962

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Ni Putu Ovy Darmayanti, Ni Putu Rahayu Artini, Putu Yudhistira Budhi Setiawan
Published: 10 October 2020
Widya Kesehatan, Volume 2, pp 30-34; doi:10.32795/widyakesehatan.v2i2.963

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Ni Wayan Kusumayanti, Sang Ayu Made Yuliari, Ida Bagus Suatama
Published: 10 October 2020
Widya Kesehatan, Volume 2, pp 13-17; doi:10.32795/widyakesehatan.v2i2.960

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Sang Ayu Made Yuliari
Widya Kesehatan, Volume 2, pp 11-21; doi:10.32795/widyakesehatan.v2i1.602

Abstract:
Artikel yang berjudul “Nasi Wong-Wongan Perspektif Religius Magis”, ini membahas tentang nasi yang berwujud manusia atau dibuat dalam bentuk /wujud manusia sebagai salah satu persembahan diantara banyak persembahan yang ada. Nasi wong-wongan ini dalam upacara yang lebih besar sebagai salah satu pelengkap dalam banten caru. Adanya fenomena wabah yang melanda negeri ini khususnya di Bali bagi umat Hindu sangat meyakini dengan persembahan ini akan dapat menghindari wabah yang terjadi. Segala upaya dtelah dilakukan termasuk himbauan kepada prejuru untuk melakukan persembahyangan di seluruh desa adat di Bali. Hal ini dilakukan agar masyarakat di Bali tetap tenang dan berserah diri kepada Tuhan. Berdasarkan keyakinan umat Hindu di Bali sebuah banten bersifat magis karena di dalamnya ada mantera yang diuncarkan oleh seorang sulinggih yang memimpin suatu upacara. Banten yang dalam hal ini berupa nasi wong-wongan bersifat niskala dan sekala serta memiliki daya magis. Dengan banten tersebut dapat memberikan vibrasi yang positif sehingga terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.
Dewi Cahayani Ariawa, Putu Lakustini Cahyaningrum, Ida Bagus Putra Suta
Widya Kesehatan, Volume 2, pp 36-43; doi:10.32795/widyakesehatan.v2i1.608

Abstract:
Jerawat adalah suatu peradangan pada kulit yang disebabkan oleh adanya infeksi bakteri Propionibacterium acne s. pada kelenjar minyak pada area dermis. Persentase orang di Indonesia yang pernah mengalami jerawat adalah 80%. Salah satu upaya untuk mengatasi jerawat adalah dengan terapi lintah. Surya Terapi Lintah adalah pelayanan terapi lintah yang berlokasi di Denpasar Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manfaat penggunaan terapi lintah terhadap jerawat dan dilakukan secara kualitatif dengan metode purposive sampling data. Teori yang digunakan dalam kajian ini adalah teori etnografi, struktural fungsional dan teori fungsi serta data diperoleh dengan cara studi kepustakaan, observasi dan wawancara secara mendalam. Sasaran penelitian adalah praktisi dan pasien jerawat yang pernah dan sedang melakukan terapi lintah di Surya Terapi Lintah. Berdasarkan hasil penelitian yang didapat, diketahui bahwa air liur lintah membantu mengurangi inflamasi, sehingga membantu penyembuhan jerawat. Tata cara terapi lintah yang dimiliki Surya Terapi Lintah memiliki kemiripan dengan teknik Jalaukavarcarana dalam Ayurweda serta implikasi dari terapi ini selain pengaruhnya terhadap jerawat ialah kulit terasa lebih cerah serta otot wajah menjadi lebih ringan.
A A Putu Agung Mediastari
Widya Kesehatan, Volume 2, pp 30-35; doi:10.32795/widyakesehatan.v2i1.606

Abstract:
Desa Tengkudak potensial di bidang pertanian dan perkebunan. Kondisi alam desa menyebabkan berbagai rempah dapat tumbuh subur, namum belum dimanfaatkan untuk mengatasi keluhan rematik yang dialami sebagian besar masyarakatnya. Rematik merupakan salah satu penyakit degenerative yang cukup menggangu aktifitas keseharian. Untuk mengatasi penyakit ini masyarakat memanfaatkan pengobatan tradisional. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pemanfaatan ramuan usada untuk terapi rematik, tata cara melakukan terapi, dan implikasi terapi ramuan usada di desa Tengkudak, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan. Penelitian ini bersifat kualitatif . Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat melakukan terapi ramuan usada untuk mengatasi rematik karena adanya tiga aspek yang berpengaruh yaitu aspek sosial budaya, aspek kesehatan, dan aspek ekonomi. Tata cara terapi ramuan usada rematik memiliki beberapa tahapan. Serana yang digunakan untuk terapi ramuan rematik berupa ramuan minyak rempah, boreh, compress ball, dan ramuan obat dalam berupa loloh. Implikasi yang ditimbulkan dari terapi ramuan berupa, menghilangkan bengkak, menghilangkan nyeri, membantu memulihkan sendi dan pergelangan yang terasa kaku menjadi normal kembali,sehingga penderitadapat beraktifitas sebagaimana mestinya
Putu Lakustini Cahyaningrum
Widya Kesehatan, Volume 2, pp 1-10; doi:10.32795/widyakesehatan.v2i1.600

Abstract:
Temulawak dan daun anting-anting merupakan tanaman yang memiliki khasiat baik untuk kesehatan. Kedua tanaman ini diolah dalam bentuk serbuk instan untuk memudahkan dalam bentuk penyajian. Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar analisa proksimat dari serbuk instan dari dua kombinasi tanaman yaitu Rimpang Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb).) dan Daun anting-anting (Acalypha indica L.). Analisa proksimat dalam penelitian meliputi nilai kadar air, kadar abu, kadar protein, kadar lemak dan kadar karbohidrat dari serbuk instan rimpang temulawak dan daun anting-anting. Penelitian ini menggunakan dua rancangan penelitian, yaitu: deskriptif eksploratif dan eksperimental. Deskriptif eksploratif meliputi proses pembuatan serbuk instan temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb).) sedangkan penelitian eksperimental dilakukan melalui uji proksimat. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa Serbuk instan temulawak dan daun anting-anting dapat dibuat melalui tahapan pencucian, penghalusan, pemasakan atau kristalisasi dan pengeringan serta pengayaan. Kandungan gizi yang terdapat pada serbuk instan kombinasi rimpang temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb) dan daun Anting-anting (Acalypha indica L.), yaitu kadar air 2,4081%; kadar abu 0,65% ; kadar protein 1,6654% ; kadar lemak 1,8763%; dan kadar karbohidrat total 93,4002 % dan telah sesuai dengan Syarat Mutu Serbuk Minuman Tradisional Menurut Standar Nasional Indonesia (SNI) 01-4320-1996.
Back to Top Top