Widya Kesehatan

Journal Information
EISSN : 2657-1064
Published by: Universitas Hindu Indonesia (10.32795)
Total articles ≅ 42
Filter:

Latest articles in this journal

I Komang Pariata, Anak Agung Putu Agung Mediastari, Ida Bagus Putra Suta
Published: 23 May 2022
Journal: Widya Kesehatan
Widya Kesehatan, Volume 4, pp 38-46; https://doi.org/10.32795/widyakesehatan.v4i1.2803

Abstract:
Demam merupakan salah satu gejala penyakit yang umum di masyarakat Indonesia, termasuk pada anak-anak. Pengobatan tradisional dengan menggunakan tanaman obat sudah dilakukan secara turun-temurun oleh masyarakat jaman dahulu. Secara historis di Bali, penggunaan daun Dadap sebagai obat demam pada anak sudah dilakukan sejak jaman kerajaan Hindu di Bali. Penggunaan Dadap ini berawal dari kebiasaan masyarakat di Bali menggunakan daun Dadap sebagai obat kompres tradisional penurun panas secara turun temurun. Penelitian ini menggunakan pendekatan Usadha, jenis penelitian kualitatif, prosedur pengumpulan data menggunakan studi kepustakaan, observasi, wawancara mendalam terhadap pengelola dan pasien di Praktek Bidan Ni Made Sinar Sari. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan Dadap Serep (Erythrina Sumbubrans) sebagai obat untuk mengatasi demam pada anak di Praktek Bidan Ni Made Sinar Sari untuk mengatasi demam pada anak dilandasi oleh dua hal, yaitu pengaruh sosial budaya masyarakat dan alasan fungsional manfaat dari Dadap Serep sebagai obat untuk penurun demam pada anak. Daun Dadap ini ditumbuk dijadikan boreh (param) lalu ditempelkan di kening orang yang sedang mengalami demam. Untuk meningkatkan khasiatnya, daun Dadap dicampur dengan daun jintan dan bawang merah. Di Praktek Bidan Ni Made Sinar Sari, diketahui bahwa penggunaan daun Dadap Serep yang diolah menjadi boreh don dadap memberikan implikasi kepada pasien, diantaranya menurunkan panas, meredakan sakit kepala dan pusing, serta mengatasi insomnia.
I Made Gede Dwipayana
Published: 23 May 2022
Journal: Widya Kesehatan
Widya Kesehatan, Volume 4, pp 1-14; https://doi.org/10.32795/widyakesehatan.v4i1.2806

Abstract:
Artikel ini ditulis untuk mengenali gambaran penyakit tuberkulosis paru dan tuberkulosis ekstra paru dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Kasus yang diangkat adalah pasien laki-laki, 24 tahun datang sadar rujukan dari Puskesmas Wera ke IGD RSUD Bima, dengan keluhan batuk berdarah kurang lebih 4 hari saat mereka datang ke UGD. Sebelumnya, pasien sudah mengalami batuk selama 3 bulan disertai dahak berwarna kuning kehijauan. Keluhan lain yang dirasakan pasien, yakni sesak nafas, demam naik turun, nyeri pada dada, penurunan berat badan 5 kilogram, dan hilangnya nafsu makan. Pada pemeriksaan tanda vital, didapatkan peningkatan laju napas dan pemeriksaan status general, yaitu auskultasi didapatkan suara rhonki pada kedua paru. Pada pemeriksaan radiologi didapatkan gambaran konsolidasi homogen pada lapangan atas kedua paru disertai bercak-bercak infiltrat pada lapangan paru. Pasien didiagnosis dengan tuberculosis paru dan diberikan pengobatan simptomatis serta OAT sesuai berat badan. Pasien dirawat di ruang isolasi TB selama 5 hari, dan berdasarkan hasil pemeriksaan selama pasien dirawat di rumah sakit, dapat dikenali bahwa pada kasus ini, pasien laki-laki itu mengalami tuberculosis paru dan scrofuloderma, yakni salah satu penyakit menular dan memiliki resiko tinggi, namun apabila segera mendapatkan penanganan, maka prognosis-nya bisa menjadi baik. Pasien kemudian ditatalaksana utama dengan pemberian obat anti tuberkulosis
Ida Ayu Kade Praba Citta Laksmi
Published: 23 May 2022
Journal: Widya Kesehatan
Widya Kesehatan, Volume 4, pp 47-54; https://doi.org/10.32795/widyakesehatan.v4i1.2804

Abstract:
Lansia adalah suatu keadaan yang terjadi di dalam kehidupan manusia yang ditandai dengan penurunan berbagai fungsi organ.Usia merupakan salah satu faktor penentu lamanya tidur yang dibutuhkan seseorang, termasuk pada lansia. Perubahan siklus tidur menjadi penyebab menurunnya kualitas tidur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui yoga dalam meningkatkan kualitas tidur pada lansia. Jenis penelitian adalah kualitatif menggunakan teknik pengumpulan data dengan metode purposive sampling. Dalam penelitian ini menggunakan teori yoga, dimana data penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian, menunjukkan bahwa senam yoga dengan gerakan kombinasi seperti meditasi, latihan fisik, dan latihan pranayama mampu membuat saraf otot menjadi regang. Hal ini dapat melancarkan peredaran darah dan merilekskan tubuh dan juga menenangkan pikiran sehingga mampu meningkatkan kualitas tidur dari lansia. Tata laksana terapi senam yoga untuk meningkatkan kualitas tidur pada lansia di Pasraman Yayasan Yoga Markandeya terdiri dari: 1) Pendaftaran dan administrasi; 2) Wawancara pada lansia tentang keluhan apa yang dirasakan. Setelah wawancara, lansia dipersilahkan untuk mengikuti terapi yoga lansia; 3) Selanjutnya pelaksanaan yoga dimulai, diawali dengan pranayama, pemanasan, 4) kemudian dilanjutkan dengan Yoga Suryanamaskara (Pranamasana, Hasta Uttanasama, Padahastasama, Aswa Sancalasana, Parwatasana), 5) Tahap terakhir yaitu relaksasi dengan pose yoga nidra, dimana langkah ini dilakukan dengan posisi berbaring seperti tidur tenangkan pikiran rileks. Implikasi penanganan gangguan tidur menggunakan terapi yoga pada lansia, antara lain tidur nyenyak, menenangkan pikiran, perasaan nyaman meningkatkan kualitas dan durasi tidur, meningkatkan relaksasi, dan waktu tidur lebih teratur, badan lebih sehat dan segar.
Putu Lakustini Cahyaningrum, A.A A Sauca Sunia Widyantari, Ni Putu Rahayu Artini
Published: 23 May 2022
Journal: Widya Kesehatan
Widya Kesehatan, Volume 4, pp 15-23; https://doi.org/10.32795/widyakesehatan.v4i1.2802

Abstract:
Pemanfaatan daun jelatang ayam (Laportea interrupta (L.) Chew) sebagai tanaman obat belum banyak dimanfaatkan oleh masyarakat. Hal ini karena kurangnya informasi yang diberikan. Selain itu, penelitian tentang tumbuhan jelatang ayam (Laportea interrupta (L.) Chew belum banyak dilakukan, sehingga perlu dilakukan pengujian awal untuk mengetahui kandungan dari daun jelatang ayam. Dalam penelitian ini bertujuan untuk menguji skrining fitokimia ekstrak etanol daun jelatang ayam. Metode yang digunakan adalah metode skrining fitokimia. Dari hasil penelitian diperoleh Ekstrak etanol daun jelatang ayam (Laportea. Interrupta (L.) Chew) mengandung metabolit sekunder seperti Flavonoid, alkaloid, triterpenoid, saponin, dan tannin.
Dewi Puspita Apsari, Ni Putu Wintariani
Published: 23 May 2022
Journal: Widya Kesehatan
Widya Kesehatan, Volume 4, pp 55-62; https://doi.org/10.32795/widyakesehatan.v4i1.2805

Abstract:
Latar Belakang: Kepatuhan minum obat antihipertensi yang buruk dianggap sebagai salah satu penyebab utama kontrol tekanan darah yang buruk. Meningkatkan pengetahuan tentang hipertensi dipercaya mampu mengatasi masalah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan kepatuhan minum obat antihipertensi di Puskesmas. Metode: Penelitian studi potong lintang ini melibatkan 88 pasien hipertensi usia 20-54 tahun di Puskesmas Mengwi I. Kepatuhan dan pengetahuan dinilai dengan kuesioner MMAS-8 dan HK-LS secara berturut-turut. Hubungan antara pengetahuan dan kepatuhan dianalisis menggunakan Rank Spearman. Hasil : Penelitian yang dilakukan menunjukkan pasien hipertensi memiliki tingkat pengetahuan dan kepatuhan yang tinggi dengan angka 61 (69,3%) dan 40 (45,5%) secara berturut-turut. Analisis bivariat menunjukkan hubungan yang cukup dan signifikan antara kepatuhan dengan pengetahuan terkait penanganan medis (r=0,286; p=0,007), kepatuhan minum obat (r=0,371; p=0,000), gaya hidup (r=0,310; p=0,003) dan diet ( r=0,318; p=0,003). Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan pasien hipertensi terkait penanganan medis, kepatuhan minum obat, gaya hidup dan diet merupakan determinan penting penentu kepatuhan minum obat di puskesmas.
Ni Made Sinarsari
Published: 25 October 2021
Journal: Widya Kesehatan
Widya Kesehatan, Volume 3, pp 7-10; https://doi.org/10.32795/widyakesehatan.v3i2.2081

Abstract:
Hipertensi merupakan penyakit tidak menular serta menjadi masalah kesehatan secara global. Bedasarkan data WHO pada tahun 2014 terdapat sekitar 600 juta penderita hipertensi di seluruh dunia. Riset kesehatan dasar pada tahun 2013 mencatat prevalensi hipertensi di Indonesia sebesar 25,8 %, dengan prevalensi tertinggi terdapat di Bangka Belitung (30,9%), diikuti Kalimantan Selatan (30,8%), Kalimantan Timur (29,6%) dan Jawa Barat (29,4%).. Hipertensi sebagai sebuah penyakit kronis dipengaruhi oleh berbagai faktor Salah satunya adalah pola makan. Upaya terkait penanganan hipertensi salah satunya dengan cara mengatur pola makan ahara yoga. Ahara Yoga sangat penting bagi penderita hipertensi dalam meningkatkan kualitas hidup. Menjaga makan yang teratur,terukur dan terarah dapat meningkatkan kesehatan fisik, mental, mengurangi resiko penyakit dan memelihara fungsi tubuh secara optimal
Kadek Sintya Kristina Arsari, A A Putu Agung Mediastari, Ida Bagus Suatama
Published: 25 October 2021
Journal: Widya Kesehatan
Widya Kesehatan, Volume 3, pp 30-38; https://doi.org/10.32795/widyakesehatan.v3i2.2087

Abstract:
Data WHO menyatakan bahwa jumlah perokok yang ada di dunia sebanyak 30% adalah remaja. Metode komplementer yang dilakukan dalam mengatasi ketergantungan rokok pada remaja dengan hipnoterapi. Hipnoterapi merupakan suatu teknik relaksasi dengan pemanfaatan sugesti untuk mengatasi masalah psikologi. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui, tata laksana, implikasi hipnoterapi kepada pecandu rokok remaja. Jenis penelitian ini kualitatif, menggunakan metode snowball sampling dengan sasaran pecandu rokok remaja usia 19-22 tahun yang dilakukan pada klinik hipnoterapi di Kota Denpasar. Penelitian ini dilakukan berdasarkan pendekatan psikologi dan menggunakan teori psikologi. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa hipnoterapi dapat mengatasi ketergantungan rokok pada remaja karena hipnoterapi memanfaatkan sugesti dalam terapinya, tata laksana dalam hipnoterapi dengan wawancara pra induksi atau pre-talk dan sugestivitas, induksi, deepening dan depth level test, hypnotheraupetic dan termination. Implikasi yang terjadi pada klien setelah mendapatkan hipnoterapi adalah klien merasa nyaman, tenang, bahagia, stamina meningkat serta mampu berpikir lebih bijaksana.
Putu Lakustini Cahyaningrum, Ni Luh Gede Sudaryati
Published: 25 October 2021
Journal: Widya Kesehatan
Widya Kesehatan, Volume 3, pp 18-24; https://doi.org/10.32795/widyakesehatan.v3i2.2085

Abstract:
Bali memiliki sebuah warisan budaya yang mencakup pengobatan tradisional Bali yang dikenal dengan nama usada. Usada merupakan jenis pengobatan tradisional Bali dimana salah satunya menggunakan tumbuhan sebagai bahan obat. Tumbuhan obat tersebut diracik dan diramu sedemikian rupa sehingga menjadi minuman tradisional yang di Bali disebut dengan loloh. Masyarakat Bali sudah sejak turun menurun mengkonsumsi lolohuntuk menjaga kesehatan. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah budaya minum loloh masih dilakukan sampai saat ini oleh masyarakat dan jenis loloh yang diminum terutama disaat pandemic covid 19 seperti sekarang ini. Dalam penelitian ini menggunakan metode purpose sampling dan menggunakan pendekatan sosiologi kesehatan melalui teknik wawancara mendalam dan kuisioner terhadap masyarakat yang masih minum loloh. Teori dalam penelitian menggunakan fenomenologi sebagai akibat dari prilaku, keyakinan dan persepsi masyarakat terhadap budaya minum loloh. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa budaya minum loloh masih dilakukan sampai sekarang ini oleh masyarakat Bali disebabkan karena adanya informasi dari media cetak maupun media elektronik, adanya kepercayaan masyarakat terhadap minuman tradisional dan minimnya efek samping. jenis loloh yang dikonsumsi yaitu loloh kunyit asem, loloh don base, loloh jahe merah, loloh cemcem, loloh mengkudu (tibah), loloh sembung, loloh pegagan, loloh daun waru, loloh daun katuk dan loloh temulawak.
Gede Hyugiswara, Ida Bagus Suatama, Sang Ayu Made Yuliari
Published: 25 October 2021
Journal: Widya Kesehatan
Widya Kesehatan, Volume 3, pp 11-17; https://doi.org/10.32795/widyakesehatan.v3i2.2084

Abstract:
Perkembangan ilmu pengetahuan saat ini bergerak sangat cepat serta membawa perubahan polahidup setiap individu menjadi lebih kompleks, sehingga hal ini menuntut individu untuk meningkatkan pola kinerjanya. Pola kinerja individu dipengaruhi oleh kesehatan individu. Salah satu faktor yang mempengaruhi kesehatan adalah gaya hidup, sehingga gaya hidup yang tidak tepat dapat menyebabkan dispepsia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penanganan dispepsia menggunakan prana dengan metode purposive sampling. Penelitian ini menggunakan teori kesehatan dan teori struktural fungsional dengan pendekatan ilmu kesehatan ayurweda. Data penelitian diperoleh melalui wawancara, observasi, dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian, penanganan dispepsia hasilnya akan lebih sempurna jika diberikan pengobatan dengan mengkombinasikan pengobatan tradisional komplementer dan pengobatan konvensional. Tatalaksana penanganan terdiri dari: pendaftaran di bagian administrasi, diagnosa medis, pasien mengambil posisi duduk atau tidur dan berdoa memohon kesembuhan, penelusuran aura, penyapuan pada cakra pasien, therapist memberikan energi pada cakra solar pleksus dan cakra pusar, setelah itu menstabilkan prana pada tubuh pasien, melepaskan hubungan prana antara therapist dan pasien, selanjutnya therapist dan pasien berdoa dan mengucapkan rasa terimakasih kepada Tuhan, therapist memberikan saran agar bagian tubuh yang diberikan prana tidak boleh terkena air karena tubuh dalam proses penyerapan prana. Implikasi penanganan dispepsia menggunakan prana, antara lain: mengurangi keluhan nyeri dan panas di uluhati, mengurangi mual, mengurangi perih, kembung dan rasa penuh pada perut, dan dapat tidur dengan baik dan bangunpun baik.
Ni Putu Rahayu Artini
Published: 25 October 2021
Journal: Widya Kesehatan
Widya Kesehatan, Volume 3, pp 25-29; https://doi.org/10.32795/widyakesehatan.v3i2.2086

Abstract:
Daun marigold (Tagetes erecta L) merupakan salah satu tanaman yang memiliki aktivitas antioksidan karena mengandung senyawa flavonoid. Tujuan dari penelitian yaitu mengetahui aktivitas antioksidan fraksi air. Metode yang digunakan yaitu DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil) diukur dengan Spektrofotometer UVVis. Pada uji skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak etanol dan fraksi air positif mengandung flavonoid, alkaloid, dan tannin. Uji aktivitas antioksidan diperoleh nilai IC50 fraksi air yaitu 106,0852 ppm dengan kategori antioksidan sedang.
Back to Top Top