Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service)

Journal Information
EISSN : 2686-519X
Total articles ≅ 46
Filter:

Latest articles in this journal

Kusuma Wardany, Muhammad Putra Pamungkas, Reni Permata Sari, Erni Mariana
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service), Volume 3, pp 41-48; https://doi.org/10.36312/sasambo.v3i2.394

Abstract:
Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran dan keterampilan masyarakat khususnya warga RT 26 Kelurahan Trimurjo Kecamatan Trimurjo akan standar keamanan yang perlu diterapkan dalam instalasi listrik rumah tangga. Metode yang digunakan adalah diskusi dan demistrasi. Hasil dari kegitan ini antara lain, 1) Kegiatan sosialisasi ini telah memberikan dampak terhadap warga bahwa pentingnya pengetahuan akan standarisasi instalasi listrik sesuai dengan PUIL 2011. Kegiatan berlangsung dengan baik dan tertib. Warga RT 26 Kelurahan Trimurjo Kecamatan Trimurjo antusias dalam menyimak, dan berdiskusi terhadap materi-materi sosialisasi yang disajikan. Warga memberikan feedback yang baik terhadap kegiatan sosialisasi dasar teknik instalasi listrik. Dan merasa bahwa perlu adanya peningkatan kehandalan, dan keamanan pada instalasi listrik khususnya kelistrikan rumah tangga kedepannya. Basic Socialization of Household Electrical Installation Techniques in Trimurjo Sub-District This service aims to increase the knowledge, awareness, and skills of the community, especially the residents of RT 26 Trimurjo Subdistrict, Trimurjo District on safety standards that need to be applied in household electrical installations. The method used is discussion and demonstration. The results of this activity include 1) This socialization activity has had an impact on the residents that it is important to know about the standardization of electrical installations in accordance with PUIL 2011. The activity took place well and in an orderly manner. Residents of RT 26 Trimurjo Subdistrict, Trimurjo Subdistrict, were enthusiastic in listening and discussing the socialization materials presented. Residents gave good feedback on the basic socialization of electrical installation techniques. And feel that there is a need to increase reliability and security in electrical installations, especially household electricity in the future.
Agus Muliadi, Baiq Mirawati, Suryati Suryati, Iwan Doddy Dharmawibawa
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service), Volume 3, pp 49-56; https://doi.org/10.36312/sasambo.v3i2.421

Abstract:
Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam mengolah buah jambu mete menjadi Nata de Cashew. Peserta kegiatan ini adalah masyarakat Dusun Menggala sebanyak 17 orang. Kegiatan pelatihan dilakukan dalam tiga tahap yaitu (1) Persiapan, (2) Pelaksanaan, (3) Evaluasi. Hasil kegiatan pelatihan bahwa implementasi konsep bioentrepreneurship melalui pelatihan dan pendampingan pembuatan Nata de Cashew efektif untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta. Hal ini dibuktikan dengan hasil observasi yaitu: (1) penguasan materi dan keterampilan peserta dalam membuat Nata de Cashew dikategorikan Baik; (2) kualitas Nata de Cashew yang dihasilkan dikategorikan Baik; (3) Motivasi, minat, dan kerjasama peserta selama pelaksanaan pelatihan dan pendampingan dikategorikan Sangat Baik; (4) Motivasi peserta untuk produksi Nata de Cashew secara mandiri juga dikategorikan Baik. Implementation of the Local Potential-Based Bioentrepreneurship Concept Through Training on Making Nata de Cashew The aim of this activity is to increase the knowledge and skills of farmers in processing cashew nuts into Nata de Cashew. The participants of this activity were the people of the village of Menggala as many as 17 people. The training activities are carried out in three stages, namely (1) preparation, (2) implementation, (3) evaluation. The result of the training was that the implementation of the bio entrepreneurship concept through training and mentoring in making Nata de Cashew was effective in increasing the knowledge and skills of the participants. This is evidenced by the results of observations, namely: (1) the mastery of the material and skills of the participants in making Nata de Mete is categorized as Good; (2) the quality of the Nata de Mete produced is categorized as Good; (3) Participants' motivation, interest, and cooperation during the training and mentoring implementation were categorized as Very Good; (4) Participants' motivation for independent cashew nut production is also categorized as Good.
Irni Setyawati, Dian Soekmawaty Riezqy Ariendha, Kusniyati Utami, Zaenal Arifin, Sri Handayani
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service), Volume 3, pp 70-75; https://doi.org/10.36312/sasambo.v3i2.468

Abstract:
Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja tentang upaya pencegahan penyakit menular seksual di desa Jagaraga. Adapun metode pengabdiannya yaitu penyuluhan dengan pendekatan edukatif melalui tahap (i) Pretes (ii) Penyuluhan kesehatan tentang penyakit menular seksual (iii) Penyuluhan kesehatan tentang HIV/AIDS (iv) Penyuluhan kesehatan tentang perilaku seksual yang sehat (v) Evaluasi. Kegiatan ini dilakukan selama 4 bulan (Oktober 2019-Januari 2020). Setelah dilakukan rangkaian kegiatan penyuluhan kesehatan, terjadi peningkatan tingkat pengetahuan remaja setelah dilakukan penyuluhan kesehatan selama tiga kali yaitu peningkatan tingkat pengetahuan cukup sebanyak 45,3% dan tingkat pengetahuan baik sebanyak 21,4%. Diharapkan ketua remaja dan perangkat desa Jagaraga dapat menindaklanjuti kegiatan ini secara mandiri Increasing Adolescent Knowledge in Efforts to Prevent Sexually Transmitted Diseases in Jagaraga Village Kuripan, West Lombok This service aims to increase the knowledge of adolescents about efforts to prevent sexually transmitted diseases in Jagaraga village. The method of service is counseling with an educative approach through stages (i) Pretest (ii) Health education about sexually transmitted diseases (iii) Health education about HIV/AIDS (iv) Health education about healthy sexual behavior (v) Evaluation. This activity was carried out for 4 months (October 2019-January 2020). After a series of health counseling activities were carried out, there was an increase in the level of knowledge of adolescents after three times health counseling, namely an increase in the level of sufficient knowledge by 45.3% and a good level of knowledge by 21.4%. It is hoped that the youth leaders and the Jagaraga village apparatus can follow up on this activity independently.
Rahayu Widaryanti, Herliana Riska, Ester Ratnaningsih, Istri Yuliani
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service), Volume 3, pp 83-91; https://doi.org/10.36312/sasambo.v3i2.385

Abstract:
Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan jumlah peserta KB MKJP dengan pemasangan Implant dan IUD. Metode pengabdian ini menggunakan studi lapangan, pemeriksaan langsung dengan langkah kegiatan; Penyuluhan, Pendidikan Kesehatan tentang KB MKJP IUD, Implant dan pemasangan Implant serta IUD. Kgiatan Pengabdian masyarakat dilakukan di wilayah Kabupaten Sleman, dilaksanakan pada Bulan Agustus sampai dengan September 2020. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini di ikuti oleh 88 akseptor yang terdiri dari 60 akseptor IUD dan 28 akseptor implant. Kegiatan Pengabdian dapat memberikan informasi kepada WUS serta memberikan kontribusi yang besar terhadap peningkatan jumlah peserta KB MKJP ( IUD dan Implant) Installation of IUDs and Implants as a Baby Boom Prevention During the Covid-19 Pandemic The purpose of this community service is to increase the number of MKJP family planning participants by installing implants and IUDs. This service method uses field studies, direct examination with activity steps; Counseling, Health Education about KB MKJP IUD, Implants, and the installation of Implants and IUDs. Community service activities are carried out in the Sleman Regency area, carried out from August to September 2020. The results of this community service activity were participated in by 88 acceptors consisting of 60 IUD acceptors and 28 implant acceptors. Service activities can provide information to WUS and make a major contribution to increasing the number of MKJP family planning participants (IUD and Implant).
Mashur Mashur, Subagio Subagio, Gargazi Hamid, Dina Oktaviana
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service), Volume 3, pp 57-69; https://doi.org/10.36312/sasambo.v3i2.422

Abstract:
Tujuan kegitan PkM ini untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat khususnya peternak sapi potong serta memperluas lapangan kerja di pedesaan yang disesuaikan dengan potensi agroekosistem wilayah desa, yaitu sistem integrasi tanaman jagung dengan ternak sapi potong (SIJASA). Metode pelaksankaan PKM difusi ilmu pengetahuan dan teknologi dengan tahapan 1) perencaan, 2) Pelaksaan, 3) Pendampingan dan 4) evaluasi. Kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui penerapan teknologi SIJASA dapat memberikan hasil yang optimal apabila penerapan metode diseminasi gelar teknologi dikawal dan didampingi oleh peneliti/dosen dari perguruan tinggi dan penyuluh pertanian di lapangan secara berkesinambungan di bawah koordinasi dinas/instansi terkait Community Empowerment of Taman Ayu Village Through Technology Innovation of Corn and Cattle Integration System (Sijasa) The purpose of this PkM activity is to increase the income and welfare of the community, especially beef cattle breeders, and to expand employment opportunities in rural areas that are adapted to the agro-ecosystem potential of the village area, namely the corn crop integration system with beef cattle (SIJASA). The method of implementing PKM is the diffusion of science and technology with stages 1) planning, 2) implementation, 3) mentoring, and 4) evaluation. Community empowerment activities through the application of SIJASA technology can provide optimal results if the application of the technology degree dissemination method is escorted and accompanied by researchers/lecturers from universities and agricultural extension workers in the field on an ongoing basis under the coordination of related agencies/agencies.
Zuhriati Khalid, Andi Putra Sitorus, Rehulina Sitepu
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service), Volume 3, pp 99-109; https://doi.org/10.36312/sasambo.v3i2.362

Abstract:
Tujuan kegitan Pengabdian pada masyarakat ini adalah meningkatakan pemahaman dan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan mangrove di wilayah pantai Muara Indah Kabupaten Deli Serdang. Mitra pengabdian adalah warga masyarakat yang berada diwilayah pantai deli serdang. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah pendekatan persuasive dengan metode penyuluhan. Tingkat pemahaman mitra terhadap keseluruhan indictor terjadi peningkatan dari 30,8 menjadi 82,7 dengan rata-rata peningkatan mencapai 51.8. ini menunjukkan bahwa mitra memahami dan menguasai materi lingkungan mangrove dalam hal menjaga dan merawat. Kegitan-kegitan penyuluhan dan pelatihan masih perlu dilakukan secara berkelanjutan agar masyarakat benar-benar memahami dan sadar untuk menjaga lingkungan sekitar agar tetap seimbang. Increasing Understanding and Awareness of Village Community towards Mangrove Environment at Muara Indah Beach, Deli Serdang Regency The purpose of this community service activity is to increase public understanding and concern for the mangrove environment in the Muara Indah coastal area, Deli Serdang Regency. Service partners are community members in the Deli Serdang beach area. The method used in this community service is a persuasive approach with the extension method. The level of understanding of partners on all indicators increased from 30.8 to 82.7 with an average increase of 51.8. This shows that partners understand and master mangrove environmental materials in terms of maintaining and caring for them. Extension and training activities still need to be carried out on an ongoing basis so that the community really understands and is aware of keeping the surrounding environment in balance.
Israfil Israfil, Muzakir Salad, Aminullah Aminullah, Subakti Subakti
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service), Volume 3, pp 92-98; https://doi.org/10.36312/sasambo.v3i2.483

Abstract:
Perceraian di NTB makin meningkat diakibatkan maraknya pernikahan dibawah umur (19 tahun kebawah), kurangnya pemahaman tentang hal-hal yang harus persiapkan sebelum melakukan pernikahan. kondisi ini menjadi dasar melakukan pengabdian dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang pernikahan islam melalui kegitan penyuluhan Pra Nikah dalam perspektif Islam. Mitra dalam kegitan ini adalah masyarakat desa Gelogor kabupaten Lombok Barat yang berjumlah 20 orang. Metode pelaksanaan dengan ceramah, diskusi dan tanya jawab. Langkah-langkah kegitan perencanaa, tindakan, dan evalusi. Hasil pre test pemahaman mitra tentang pra nikah dalam Perspektif Islam mendapatkan nilai rata-rata 50 dan hasil posttest rata-rata 90 dengan rata-rata peningkatan 33%. Ini menunjukkan bahwa kegiatan penyuluhan memberikan dampak pada peningkatan pemahaman dan pengetahuan mitra. Meskipun terjadi peningkatan dan pemahaman mitra masih perlu dilakukan sosialisasi dan pempingan secara berkelanjutan. Pre-Marriage Counseling is an Islamic Perspective as an Effort to Increase Knowledge About Islamic Marriage Divorce in NTB may increase due to the prevalence of underage marriages (19 years and under), lack of understanding of the things that must be prepared before marriage. This condition becomes the basis for doing service with the aim of increasing knowledge and understanding of Islamic marriage through Pre-Marriage counseling activities from an Islamic perspective. Partners in this activity are the Gelogor village community, West Lombok district, totaling 20 people. The implementation method is lecture, discussion, and question and answer. The steps of planning, action, and evaluation activities. The results of the pre-test of partners' understanding of premarital marriage in the Islamic perspective got an average score of 50 and the posttest results averaged 90 with an average increase of 33%. This shows that the extension activities have an impact on increasing the understanding and knowledge of partners. Although there is an increase and understanding of partners, it is still necessary to carry out socialization and mentoring on an ongoing basis.
Rochmawati Rochmawati, Arini Kusmintarti, Veronica Fary, Liana Elfaristo, Estu Lovita Pembayun, Sri Hayuningsih, Kasyafiya Jayanti, Gracea Petricka, Sisilia Prima Y
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service), Volume 3, pp 76-82; https://doi.org/10.36312/sasambo.v3i2.427

Abstract:
Tujuan Pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kapsitas ibu menyusui melalui penyuluhan kesehatan mengenai pemberian asi eksklusif selama masa pandemi COVID-19. Mitra dalam kegitan ini adalah ibu-ibu menyusui diwilayah kerja Praktik Bidan Bersama Citra Lestari. Kegitan ini dilakukan dengan metode penyuluhan. Hasil terjadi peningkatan pengetahuan dengan harapan peningkatan pengetahuan tersebut dapat merubah watak ibu pada saat memberikan ASI eksklusif serta memberikan dampak yang signifikan terhadap kesuksesan pemberian ASI Eksklusif serta selalu mengutamakan aturan kesehatan pada ibu dan bayi dimasa COVID-19 melanda Increasing the Capacity of Breastfeeding Mothers Through Health Counseling Regarding Exclusive Breastfeeding During the COVID-19 Pandemic The purpose of this service is to increase the capacity of breastfeeding mothers through health education regarding exclusive breastfeeding during the COVID-19 pandemic. Partners in this activity are breastfeeding mothers in the work area of the Citra Lestari Joint Midwife Practice. This activity is carried out using the outreach method. The result is an increase in knowledge with the hope that this increase in knowledge can change the character of the mother when giving exclusive breastfeeding and have a significant impact on the success of exclusive breastfeeding and always prioritize health rules for mothers and babies during the COVID-19 hit.
Baiq Fatmawati, Nunung Ariandani, Nurul Fajri
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service), Volume 3, pp 17-24; https://doi.org/10.36312/sasambo.v3i1.338

Abstract:
Keterampilan adalah keahlian yang diberikan kepada santri pondok pesantren Ridlol Walidain NW Jenggik sebagai bekal bagi mereka yang tidak dapat melanjutkan pendidikan. Tujuan pendampingan ini adalah untuk memberikan penyuluhan agar para santri memiliki keterampilan pembudidayaan jamur tiram. Metode yang digunakan adalah Participatory Rural Apraisal. Pendampingan dilakukan dari bulan Februari– November 2020. Partisipannya yaitu para santri di lingkungan pondok pesantren MA NW Ridlol Walidain Jenggik. Hasil dari pendampingan ini adalah para santri bisa membudidayakan jamur tiram di lingkungan pondok pesantren dan dijadikan sebagai modal awal mereka untuk berwiraswasta.
Fitri April Yanti, Sulis Anjarwati, Hendri Noperi, Wahyu Stiawan
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service), Volume 3, pp 25-31; https://doi.org/10.36312/sasambo.v3i1.382

Abstract:
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi pada anak yatim piatu untuk mengikuti jenjang Pendidikan formal di Yayasan Yatim Piatu Desa Mekarmukti Lampung Timur. Yayasan yatim piatu ini kegiatan kemasyarakaatan yang membina, mendidik, dan mengasuh anak-anak yatim, dan yatim piatu. Pengasuhan pada anak, berakhir saat anak sudah berusia 17 tahun. Hal ini dianggap anak pada usia tersebut sudah baliqh (dewasa) dan dapat bertahan hidup secara mandiri dengan bekerja. Namun, saat ini masih banyak anak yatim yang berhenti sekolah sebelum menempuh wajib belajar yang dicanangkan oleh pemerintah yaitu 12 tahun di jenjang Pendidikan formal. Pentingnya menempuh jenjang Pendidikan formal, agar kelak anak-anak memiliki bekal untuk mendapatkan pekerjaan saat mereka sudah dapat hidup secara mandiri. Peningkatan motivasi pada anak yatim di Yayasan yatim piatu Desa Mekarmukti diperlukan agar anak-anak dapat mengikuti jenjang Pendidikan formal sekurang-kurangnya memenuhi wajib belajar 12 tahun
Back to Top Top