Jurnal Equation: Teori dan Penelitian Pendidikan Matematika

Journal Information
ISSN / EISSN : 25993291 / 26143933
Current Publisher: IAIN Bengkulu (10.29300)
Total articles ≅ 15
Filter:

Latest articles in this journal

Resti Komala Sari
Jurnal Equation: Teori dan Penelitian Pendidikan Matematika, Volume 2, pp 22-30; doi:10.29300/equation.v2i1.2306

Abstract:
Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran kontekstual yang dipadu dengan model pembelajaran kooperatif tipe Team Assisted Individualization (TAI) terhadap kemampuan matematis siswa kelas VIII MTsN di Kota Padang. Penelitian ini dilatar belakang karena peneliti mendapat data yang menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi matematis siswa masih rendah berdasarkan uji lapangan.Kemampuan pemecahan masalah sangat penting karenamerupakan kemampuan utama dalam pelajaran matematika. Pada penelitian ini dipilih pembelajaran kontekstual yang dipadukan dengan pembelajaran kooperatif tipe TAI karena pembelajaran ini memuat konten yang dapat membuat siswa aktif dan mengalami pembelajaran bermakna berdasarkan konten dan karakteristik penerapannya. Sesuai dengan permasalahan yang akan diteliti maka jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (quasy experiment). Penelitian ini melibatkan dua kelompok yaitu kelompok eksperimen yang akan diberikan perlakuan yaitu pembelajaran konstektual dengan model pembelajaran kooperatif tipe TAI (Team assisted individualization) dan kelompok kontrol diberikan perlakuan dengan pembelajaran konvensional. Teknik yang akan digunakan dalam menganalisis data untuk menguji hipotesis adalah analisis variansi. Sebelum melakukan analisis data, terlebih dahulu perlu dilakukan uji normalitas data dan homogenitas variansi.Dari hasil penelitian dan data hasil analisis, rata-rata kemampuanpemecahan masalah kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol baik untuk siswa yang berkemampuan awal tinggi, sedang maupun rendah
Sindi Destrianti
Jurnal Equation: Teori dan Penelitian Pendidikan Matematika, Volume 2, pp 116-132; doi:10.29300/equation.v2i2.2316

Abstract:
Matematika adalah salah satu bentuk budaya, yang sesungguhnya telah terintegrasi pada setiap unsur kehidupan masyarakat. Budaya yang pada hakekatnya merupakan hasil pikiran dan karya manusia, mempengaruhi perilaku individu dalam memahami perkembangan pendidikan termasuk pembelajaran matematika. Salah satu budaya khas Kabupaten Rejang Lebong yang masih dilestarikan sampai saat ini adalah Tari Kejei. Tari Kejei merupakan tarian sakral dengan gerakan sederhana dan berbeda dengan gerakan pada umumnya, serta diiringi oleh alat musik khas Rejang Lebong yang memiliki alunan berulang. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui hubungan antara alat musik pengiring dengan konsep matematika, dan 2) mengetahui hubungan gerakan Tari Kejei dengan konsep matematika. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif fenomenologi. Sumber data dari penelitian ini adalah Tari Kejei itu sendiri dan beberapa narasumber yaitu Ketua Adat, Pelatih Tari, dan Penari. Pengumpulan data dilakukan melalui metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data tersebut dianalisis mulai dari tahap reduksi data, penyajian data, dan penyimpulan data atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) hubungan antara alat musik pengiring Tari Kejei dengan konsep matematika adalah bentuk alat musik berupa gong, kulintang, dan redap yang memenuhi konsep bangun ruang yaitu tabung. 2) hubungan antara gerakan Tari Kejei dengan konsep matematika diantaranya adalah konsep geometri seperti kesejajaran, garis lurus, rotasi, dilatasi, segitiga, segiempat, dan konsep pola hitungan.
Tria Utari, Hartono Hartono
Jurnal Equation: Teori dan Penelitian Pendidikan Matematika, Volume 2, pp 79-93; doi:10.29300/equation.v2i2.2311

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan muatan karakter berdaya juang pada buku teks matematika SMAkelas X Kurikulum 2013. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif jenis analisis isi. Sumber datapenelitian adalah buku teks Matematika kelas X Kurikulum 2013 edisi revisi 2016 yang diterbitkan oleh PusatKurikulum dan Perbukuan Balitbang Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Data penelitiandianalisis menggunakan skema Kripendorff yang meliputi pengumpulan data, penentuan sampel,perekaman/pencatatan, reduksi, penarikan kesimpulan dan narasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada bagiannon materi pembelajaran ditemukan 5 kalimat yang mengandung motivasi untuk berdaya juang. Pada bagian materipembelajaran ditemukan 26 masalah. Pada tagihan kerja ditemukan 4 proyek dan latihan yang mengarahkan padakegiatan pemecahan masalah, diskusi dan tugas kelompok. Pada soal evaluasi ditemukan 36 dari 111 soal yangmerupakan masalah matematika. Artinya, buku teks telah memuat masalah, proyek dan soal evaluasi sebagaimedia untuk mengasah karakter berdaya juang.
Mutia Mutia
Jurnal Equation: Teori dan Penelitian Pendidikan Matematika, Volume 2, pp 1-21; doi:10.29300/equation.v2i1.2305

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendiagnosis kesulitan belajar siswa SMP pada pokok bahasan tabung; (2) untuk mengetahui penerapan pendekatan pemecahan masalah sebagai alternatif pemecahan dalam mengurangi kesulitan belajar siswa. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 3 Karangpandan Kabupaten Karanganyar Propinsi Jawa Tengah. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IX B SMP Negeri 3 Karangpandan Kabupaten Karanganyar. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Data dikumpulkan dengan metode tes geometri dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kesulitan–kesulitan yang dialami siswa kelas IX SMP Negeri 3 Karangpandan dalam menyelesaikan persoalan yang berkaitan dengan persoalan luas permukaan dan volum tabung adalah (a) di dalam penguasaan konsep, siswa masih mengalami kesulitan dalam menggunakan rumus luas permukaan tabung dan volum, membedakan luas permukaan tabung dengan tutup dan tanpa tutup; (b) kesalahan yang paling banyak dilakukan siswa dalam menggunakan rumus adalah ketika siswa harus menggunakan rumus luas permukaan tabung dan volum tabung dalam menyelesaikan soal cerita yang berbasis kontekstual, (c) di dalam perhitungan bilangan desimal dengan operasi perkalian dan penjumlahan, (d) mengubah satuan volume dari satuan cm3 menjadi liter; (2) pendekatan pemecahan masalah dapat menjadi salah satu alternatif untuk membantu kesulitan belajar siswa
Ahbi Mahdiang Ningrum
Jurnal Equation: Teori dan Penelitian Pendidikan Matematika, Volume 2, pp 31-38; doi:10.29300/equation.v2i1.2307

Abstract:
Operasi hitung dalam matematika terdiri dari operasi perkalian, pembagian, penjumlahan dan juga pengurangan. Dalam proses belajar matematika siswa sering mengalami kesulitan seperti pada materi operasi hitung bilagan bulat serta relasi dua bilangan. Seperti yang ditulis dalam Armindha (2015) mengenai penelitiannya terhadap kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal operasi hitung, yaitu sebanyak 35% siswa mengalami kesalahan dalam melakukan penjumlahan dan 36,58% siswa mengalami kesalahan dalam melakukan pengurangan. Permainan yang bisa diberikan kepada siswa dan memberikan dampak positif bagi siswa baik dari segi pelajaran maupun keasikannya yaitu bermain KOTAKU (Kartu Operasi KABATAKU). Permainan KOTAKU adalah permainan yang melibatkan kartu angka dan kartu bertanda operasi dengan peraturan tim yang memiliki hasil pengoperasian satu kartu angka dan satu kartu bertanda yang paling tinggi akan menang. Melalui permainan kartu ini siswa dapat meningkatkan pemahaman mereka terhadap materi operasi hitung bilanga bulat dan relasi dua bilangan. KOTAKU merupakan kartu yang terdiri dari 14 kartu angka dan 14 kartu bertanda operasi hitung (penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian). 14 kartu angka terdiri dari angka 1, 2, 3, 3, 4, 4, 5, 5, 6, 6, 7, 7, 8 dan 9. 14 kartu bertanda operasi hitung terdiri dari kartu bertanda +0, +1, +2, +3, -1, -2, -3, x0, x1, x2, x3, :1, :2 dan :3. Setiap tim akan diberikan 7 kartu angka dan 7 kartu bertanda operasi hitung. Permainan ini dilakukan dengan sistem 1 lawan 1 dari perwakilan tim masing-masing. Setiap pemain akan mengeluarkan 1 kartu angka dan 1 kartu bertanda operasi hitung, pemain yang mendapatkan hasil operasi hitung tertinggi ialah pemenangnya.
Annisa Bunga Pertiwi
Jurnal Equation: Teori dan Penelitian Pendidikan Matematika, Volume 2, pp 60-78; doi:10.29300/equation.v2i1.2312

Abstract:
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu quasi eksperimen. desain penelitian yang digunakan yaitu one group pretest-postest design. populasi dari penelitian ini adalah siswa kelas V SDN 8 Rejang Lebong. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah sampling jenuh. Uji coba instrument yang digunakan adalah uji validitas dan uji reliabilitas. Analisa data menggunakan uji prasyarat yaitu uji normalitas dan uji homogenitas dan uji hipotesis menggunakan uji t. Dalam pelaksanaan pembelajaran menggunakan Kartu Remi Berhitung (Karetung) pada operasi hitung terdapat pengaruh yang signifikan antara penggunaan Karetung terhadap kemampuan berhitung siswa SDN 8 Kabupaten Rejang Lebong dengan nilai thit = 48,66 dan thitung ≥ ttabel yaitu 48,66 ≥ 1,68 sehingga H0 ditolak yang artinya H1 diterima. Adapun hasil observasi pada pertemuan I menunjukkan bahwa siswa masih kurang memperhatikan penjelasan guru tentang materi, siswa masih melakukan kecurangan pada permainan math games seperti mencabut kartu sebanyak dua kali, masih salah berhitung dalam bermain yaitu disebabkan karena masih kurangnya kemampuan siswa dalam berhitung sehingga menyebabkannya kesulitan dalam menurunkan kartu remi saat gilirannya memberikan kartu dan membutuhkan waktu yang cukup lama dalam bermain (lembar observasi terlampir). Adapun hasil observasi pada pertemuan II telah menunjukkan hasil yang lebih baik daripada pertemuan I dimana siswa lebih cepat bermain karena telah terbiasa dengan operasi hitung yang diberikan.
Yuliana Widiani
Jurnal Equation: Teori dan Penelitian Pendidikan Matematika, Volume 2, pp 39-45; doi:10.29300/equation.v2i1.2309

Abstract:
Tujuan penulisan karya tulis ilmiah ini adalah mengajak pembaca untuk memahami kegunaan dan manfaat matematika sebagai dasar atau pedoman dalam melakukan aktivitas pertanian. Adapun yang menjadi latar belakang penulisan ini adalah, kebanyakan petani di Indonesia menyepelekan matematika sebagai dasar dalam melakukan aktifitas pertanian, misalnya jarak tanam, kadar pupuk, usia tanaman, tinggi tanaman, umur tanaman dan sebagainya. Petani di Indonesia beranggapan bahwa matematika tidak terlalu penting dalam melakukan kegiatan pertanian, mereka lebih percaya akan logika mereka sendiri atau tradisi mereka yang telah mereka jalankan selama bertahun-tahun. Mereka tidak tahu bahwa bisa saja jika mereka mengikuti aturan atau perhitungan matematika mereka akan mendapatkan hasil yang maksimal. Misalnya saja pada penanaman kelapa sawit terdapat penggunaan rumus seitiga sama sisi yang bertujuan untuk mengatur jarak tanam, agar tanaman saat tumbuh dewasa atau tumbuh besar tidak terlalu berhimpitan. Maka dari itu penulis mengajak pembaca untuk mulai menggunakan atau menerapkan matematika dalam kegiatan pertaniannnya.
Saprida Yani Harahap
Jurnal Equation: Teori dan Penelitian Pendidikan Matematika, Volume 2, pp 46-59; doi:10.29300/equation.v2i1.2310

Abstract:
Kendala yang paling sering ditemukan dalam pembelajaran matematika adalah materinya yang abstraksehingga susah untuk dipahami pelajar padahal sebenarnya erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari.Mengaitkan matematika dengan masalah kehidupan sehari-hari dapat mempermudah pelajar dalammemahami matematika terutama jika disampaikan dengan objek yang sarat dengan latar belakang budayapelajarnya. Matematika dihubungkan dengan budaya akan menghasilkan suatu pembelajaran yangmenyenangkan dan mudah dipahami dikenal dengan “etnomatematika”, perpaduan antara matematikadan budaya mengasilkan perubahan baru dalam matematika, selain itu etnomatematika dapat membuatpelajar mengetahui kebudayaan mereka lebih dalam sehingga kebudayaan akan tetap terlestarikan danmenumbuhkan rasa cinta akan budaya dan sejarah. Perubahan pola pikir matematika dari yang susahmenjadi mudah dan menyenangkan tentu dapat meningkatkan kualitas pemahaman akan materimatematika itu sendiri. Maka kami menghadirkan solusi berupa vlog etnomatematika (LOGIKA) yaknimedia pembelajaran modern berupa video mengenai pembelajaran metematika dengan etnomatematikayang diselipkan budaya terutama budaya Bengkulu dan memanfaatkan gaya belajar audio dan visualpelajar sehingga mudah untuk dipahami baik siswa maupun mahasiswa.
Irma Rachmawati
Jurnal Equation: Teori dan Penelitian Pendidikan Matematika, Volume 2, pp 94-104; doi:10.29300/equation.v2i2.2314

Abstract:
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kemampuan pemahaman matematik siswa SMP yang rendah. Padahal kemampuan pemahaman matematik ini sangatlah penting dalam matematika, dengan pemahaman matematik akan dapat menumbuhkan kemampuan siswa dengan baik dan benar pada setiap permasalahan matematika yang muncul. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan kemampuan tersebut. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah menggunakan metode pembelajaran Teknik Scaffolding. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan pemahaman matematik siswa dan untuk mengetahui sikap siswa terhadap pembelajaran dengan menggunakan metode teknik scaffolding. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kelompok kontrol pretes-postes. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII di salah satu MTs di Kabupaten Bandung Barat tahun ajaran 2018/2019. Sampel yang diambil secara acak dua kelas yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. instrumen yang digunakan adalah instrument tes kemampuan pemahaman matematik, angket, serta lembar observasi. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh kesimpulan bahwa: 1). Peningkatan kemampuan pemahaman matematika siswa yang menggunakan teknik scaffolding lebih baik daripada siswa yang pembelajarannya menggunakan pembelajaran konvensional, 2) Kualitas peningkatan kemampuan pemahaman matematik siswa dengan menggunakan teknik scaffolding berada pada kategori sedang, 3) Sikap siswa terhadap pembelajaran matematika dengan teknik scaffolding adalah seluruh siswa memberikan sikap yang positif.
Oci Yulinasari
Jurnal Equation: Teori dan Penelitian Pendidikan Matematika, Volume 1, pp 134-144; doi:10.29300/equation.v1i2.2291

Abstract:
Penelitian ini merupakan sebuah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang bertujuan: 1) meningkatkan aktivitas siswa kelas XI IPS dengan menerapkan model Problem Based Instruction (PBI), 2) respon, kendala, dan cara mengatasi model Problem Based Instruction (PBI) di Kelas XI IPS, dan 3) meningkatkan hasil belajar siswa Kelas XI IPS dengan penerapan model Problem Based Instruction (PBI). Penelitian dilaksanakan sebanyak tiga siklus dengan subyek penelitian siswa kelas XI IPS 3 SMA N 3 Kota Bengkulu. Setiap siklus melalui empat tahap PTK yang meliputi, perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Instrumen penelitian ini adalah lembar observasi aktivitas, pedoman wawancara berbasis tugas, dan lembar tes tertulis. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan: 1) Penerapan model PBI di kelas XI IPS dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa dengan cara, menjelaskan masalah, mengorganisasikan siswa untuk berdiskusi dengan bantuan LKS, membimbing kegiatan diskusi, memberi kesempatan siswa untuk mempresentasikan hasil dan berpendapat, dan mengevaluasi hasil kegiatan dengan tanya jawab, 2) Respon dalam memecahkan masalah baik dan respon siswa dengan penerapan PBI positif. Selain itu ditemukan kendala untuk kegiatan presentasi karena siswa kurang percaya diri untuk ikut aktif dalam kegiatan ini. Pembiasaan kegiatan ini dan motivasi merupakan cara yang baik untuk meningkatkan keaktifan siswa, 3) Penerapan model PBI dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Nilai rata-rata hasil belajar siswa di siklus I adalah 70,63 dan ketuntasan belajar klasikal 74,07%. Di siklus II mengalami peningkatan menjadi 77,78 dan ketuntasan belajar klasikal menjadi 81,48%. Peningkatan terjadi lagi di siklus III yakni sebesar 82,34 dan ketuntasan belajar klasikal 89,29%.
Back to Top Top