TARBAWI : Jurnal Pendidikan Agama Islam

Journal Information
ISSN / EISSN : 25274082 / 2622920X
Total articles ≅ 18
Filter:

Latest articles in this journal

Muhammad Warif
TARBAWI : Jurnal Pendidikan Agama Islam, Volume 4, pp 38-55; doi:10.26618/jtw.v4i01.2130

Abstract:
Abstrak Guru merupakan seseorang yang tugasnya mengajar, membimbing dan mengarahkan anak untuk belajar. Guru adalah merupakan suatu jabatan khusus dalam dunia pendidikan, dia termasuk salah satu sumber belajar yang utama karena dari sanalah siswa/peserta didik memperoleh bimbingan, pengajaran dan pelatihan. Profesionalisme seorang guru di peroleh lewat pendidikan khusus keguruan atau latihan dan pengalaman. Kemudian menurut Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Guru adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru, dosen, konselor, pamong praja, widyaiswara, tutor, instruktur, serta berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan. Sejalan dengan itu guru menurut Undang-Undang tentang guru ditegaskan bahwa :Guru adalah pendidik prefesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi siswa pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.(Undang-Undang RI, 2003;2).Profil guru ideal adalah sosok yang mengabdikan diri berdasarkan panggilan jiwa, panggilan hati nurani, bukan karena tuntutan uang belaka tidak membatasi tugas dan tanggung jawabnya tidak sebatas dinding sekolah.Masyarakat juga jangan hanya menuntut pengabdian guru, tetapi kesejahteraan guru pun perlu diperhatikan. Guru dengan kemuliaannya dalam menjalankan tugas tidak mengenal lelah, hujan dan panas bukan rintangan bagi guru yang penuh dedikasi dan loyalitas untuk turun ke sekolah agar dapat bersatu jiwa dalam perpisahan raga dengan siswa. Raga guru dan siswa boleh berpisah, tapi jiwa keduanya tidak dapat dipisahkan (dwitunggal). Oleh karena itu dalam benak guru hanya ada satu kiat bagaimana mendidik siswa agar menjadi manusia dewasa susila yang cakap dan berguna bagi agama, nusa dan bangsa di masa yang akan datang.(Djam’an dkk, 2007).Kompetensi kepribadian adalah kompetensi yang berkaitan dengan tingkah laku pribadi guru itu sendiri yang kelak harus memiliki nilai-nilai luhur sehingga terpantul dalam perilaku sehari-hari. Kata Kunci: Strategi, Guru, Peserta Didik, Malas, Belajar Abstract The teacher is someone whose job is teaching, guiding and directing children to learn. The teacher is a special position in the world of education, he is one of the main learning resources because from there students / students receive guidance, teaching and training. The professionalism of a teacher is obtained through special teacher training or training and experience. Then according to the National Education System Law Teachers are qualified teaching staff as teachers, lecturers, counselors, civil service, widyaiswara, tutors, instructors, and participate in organizing education. In line with that the teacher according to the Law on Teachers emphasized that: The teacher is a professional educator with the main task of educating, teaching, guiding, directing, training, evaluating, and evaluating students in early childhood education, formal education, basic education, and...
Ahmad Abdullah
TARBAWI : Jurnal Pendidikan Agama Islam, Volume 4, pp 56-71; doi:10.26618/jtw.v4i01.2131

Abstract:
Abstrak Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Penelitian deskriptif merupakan penelitian yang bertujuan menggambarkan kedudukan akal dalam islam. Sedangkan sumbernya diambil dari beberapa buku-buku ilmiah yang diterbitkan dengan maksud dijadikan sumber referensi Adapun Tekhnik pengumpulan data dalam penelitian ini ialah Studi Kepustakaan, Wawancara dan Observasi.Salah satu aspek paling penting dari perkembangan emosi anak adalah pembentukan konsep diri, atau identitasnya, yaitu perasaannya tentang siapa dirinya dan apa hubungannya dengan orang lain. Kecenderungan paling mencolok pada anak-anak, kesadaran diri yang berkembang adalah pergeseran dari atribut fisik konkret ke karakteristik yang lebih abstrak. Pergeseran ini jelas dalam karakteristik yang ditekankan anak-anak ketika diminta untuk menggambarkan diri mereka sendiri Kata Kunci: Sosio-emosional dan Anak Abstract The method used in this study is a qualitative descriptive method. Descriptive research is a study that aims to describe the position of reason in Islam. While the source is taken from several scientific books published with the intention of being used as a source of reference. The data collection techniques in this study are Literature Studies, Interviews and Observations. One of the most important aspects of the child,s emotional development is the formation of his self-conscet, or identity-namely, his senseof who he is and what his relation to other people is. The most conspicuous trend in children,s growing self-awareness is a shift from concrete physical attributes to more abstract characteristic. This shift is apparent in those characteristics children emphasize when asked to describe themselves Keywords: Sosio-emosional and Child
Rusli Malli
TARBAWI : Jurnal Pendidikan Agama Islam, Volume 4, pp 86-99; doi:10.26618/jtw.v4i01.2133

Abstract:
AbstrakMetode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Penelitian deskriptif merupakan penelitian yang bertujuan menggambarkan kedudukan akal dalam islam. Sedangkan sumbernya diambil dari beberapa buku-buku ilmiah yang diterbitkan dengan maksud dijadikan sumber referensi Adapun Tekhnik pengumpulan data dalam penelitian ini ialah Studi Kepustakaan, Wawancara dan Observasi. Pembahasan di dalam ontologi di mulai tanpa asumsi dasar, melainkan mengandalkan kreativitas akal yaitu inspirasi, intuisi, dan ilham. Metode abstraksi digunakan ontologi untuk mencari kejelasaan tentang dunia fakta seluruhnya sampai pada pengertian fundamental. Pengetahuan fundamental yang dihasilkan oleh ontologi dapat dijadikan dasar untuk membahas kembali asumsi dasar yang oleh ilmu pengetahuan telah dianggap mapan kebenarannya.Kata Kunci: Ontologi dan Ilmu PengetahuanAbstract The method used in this study is a qualitative descriptive method. Descriptive research is a study that aims to describe the position of reason in Islam. While the source is taken from several scientific books published with the intention of being used as a source of reference. The data collection techniques in this study are Literature Studies, Interviews and Observations. The discussion in ontology starts without basic assumptions, but relies on resourceful creativity, namely inspiration, intuition, and inspiration. Abstraction methods are used ontologies to find clarity about the world of facts all arrive at a fundamental understanding. Fundamental knowledge produced by ontology can be used as a basis for revisiting the basic assumptions that science has assumed are established. Keywords: Ontology and Science
Ferdinan Ferdinan, Nurhayati Nurhayati
TARBAWI : Jurnal Pendidikan Agama Islam, Volume 4, pp 1-19; doi:10.26618/jtw.v4i01.2126

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Abdul Azis Muslimin, Mutakallim Mutakallim
TARBAWI : Jurnal Pendidikan Agama Islam, Volume 4, pp 72-85; doi:10.26618/jtw.v4i01.2132

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Wahyuni Wahyuni
TARBAWI : Jurnal Pendidikan Agama Islam, Volume 4, pp 20-37; doi:10.26618/jtw.v4i01.2129

Abstract:
AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peristiwa yang terjadi dilapangan mengenai pengaplikasian serta efektivitas model pembelajaran Kooperatif Tipe Round Club (Keliling Kelompok) khususnya pada mata pelajan pendidikan Agama yang di laksanakan di SMP Negeri 20 Antang Makassar. Jenis penelitian ini adalan PTK deskriptif ( Penelitian Tindakan Kelas) yang terdiri dari perencanaan (planning), pelaksanaan (acting), pengamatan (observing) dan refleksi (reflecting) yang dilakukan dengan tiga siklus. Data-data yang diperlukan dikumpulkan dengan menggunakan tekhnik observasi, wawancara dan dokumentati. Hasil `penelitian dianalisis dengan menggunakan teknik analisis data yaitu dengan cara mengumpulkan data, mereduksi data, dan menarik kesimpulan.Dari hasil penelitian diperoleh Pada pra siklus, evaluasi hasil awal yang dicapai oleh siswa masih rendah yaitu 6,6% dengan rata-rata 50,95. Kemudian pada siklus I pencapaian ketuntasan belajar siswa secara klasikal sebesar 36,6% dengan rata-rata 65,33, sedangkan pada siklus II pencapaian ketuntasan belajar sebesar 50% dengan rata-rata 70,33. dan pada akhir siklus III pencapaian ketuntasan belajar sebesar 77% dengan rata-rata 78, Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran tipe round club (keliling kelompok) dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar PAI sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas VIII A di SMP Negeri 20 Antang Makassar, ternyata mampu meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII A di SMP Negeri 20 Antang Makassar. Kata Kunci: Pembelajaran Kooperatif Round Club, Motivasi, dan Hasil BelajarAbstrackThis thesis examines the implementation of cooperative learning model round club to increased motivation and learning outcomes of students in class VIII A of subject PAI in SMP Negri 20 Antang Makassar. In this thesis discussed about how the teacher becomes a facilitator in exercising their round type of learning model cooperative on the subjects of religious education.The purpose of this research is describe the events that occurred in the field of the application as well as the efectivity of learning models cooperative round –type club, especially on the subjects of religious education in SMP Negri 20 Antang Makassar.The method of research is using descriptive PTK method (penelitian tindakan kelas) , consisted of planning, acting, observing, and reflecting performed with three cycles. The data collected by using the techniques of observation, interviews and documentation. The results of research using data analysis techniques by collecting data, reducing the data and take conclusions. The results obtained by pre-cycle evaluation of the results achieved by students is still low at 6.6% with average score 50.9, then in the first cycle students achievement in classical learning completeness of 36.6% with an average score 65.33, in the second cycle their mastery learning achievement of 50% with an average score 70.33, and...
Amirah Mawardi, Syarifuddin Ondeng, Muh. Sain Hanafy, Muhammad Yaumi
TARBAWI : Jurnal Pendidikan Agama Islam, Volume 3, pp 93-110; doi:10.26618/jtw.v3i02.1596

Abstract:
AbstrakJenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan metodologis bercorak positivistic dan pendekatan ilmiah yang meliputi pendekatan pedagogis, psikologis, dan sosiologis. Responden dalam penelitian ini adalah dosen unismuh Makassar yang berjumlah 83 orang dengan teknik pengambilan sampel secara purposive(Purposive Sampling) Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, dokumentasi dan koesioner. Teknik pengolahan data dilakukan melalui analisis deskriptik dan analisis linear berganda. Hasil penelitian yang diperoleh adalah : 1) Tingkat Kualifikasi akademik Dosen di Unismuh Makassar berkategori baik dengan indicator jenjang pendidikan (74,7%), penguasaan materi (79,55), metode (73,1%), media dan sumber belajar (92,8%), dan kemampuan interaksi edukasi dalam proses belajar mengajar (98,8%) 2) Tingkat Prestasi Akademik Dosen di Unismuh Makassar berdasarkan indikator. kemampuan lisan, kemampuan tulisan, keterampilan , dan kemampuan pemecahan masalah berada pada kategori sedang. 3) Mutu Pembelajaran di Unismuh Makassar berdasarkan indicator input, proses, out put dan outcome berada pada kategori tinggi. 4) Tidak terdapat pengaruh yang signifikan kualifikasi akademik terhadap mutu pembelajaran di unismuh Makassar terbukti dari nilai signifikansi 0, 502 1,66 yang artinya H1 ditolak dan H0 diterimah. 5) terdapat pengaruh yang signifikan prestasi akademik dosen terhadap mutu pembelajaran dengan nilai 0,003 0,05 yang berarti H0 ditolak dan H1 diterimah.dengan demikian terdapat pengaruh antara 2 (dua) variable. 6) Terdapat pengaruh antara kualifikasi Akademik dan Prestasi akademik Dosen secara bersama sama terhada mutu pembelajaran di Unismuh Makassar . hal ini terlihat dari F hitung yang diperoleh sebesar 6, 130 sedang F tabel sebesar 3,11. Ini menyatakan bahwa F hitungF tabel, berarti nilai signifikan lebih kecil dari nilai probabilitas (0,03 0, 05) yang berarti bahwa kualifikasi akademik dan perstasi akademik Dosen secara simultan berpengaruh signifikan terhadap mutu pembelajaran di Unismuh Makassar. Kata Kunci: Pengaruh kualifikasi, Prestasi Akademik, Mutu PembelajaranAbstractThe type of this study is quantitative research with a positivistic methodological and scientific approach that includes pedagogical, psycological, and sociological approaches. The respondents of this study consisted of 83 Unismuh Makassar Lecturers. The sample was taken by purposive sampling technique. The data collection methods used were observation, documentation and questionnaires. The data was analyzed by using descriptive and multiple linear analysis. The result of the study showed: 1) the academic qualification level of lecturers in UNISMUH Makassar in good category with education level indicators (74.7%), mastery of material (79.55), teaching method (73.1%), media and learning resources (92.8%), and educational interaction skills in the teaching and learning process (98.8%). 2) The Academic Achievement of lecturers in Unismuh...
Sumiati Sumiati
TARBAWI : Jurnal Pendidikan Agama Islam, Volume 3, pp 145-164; doi:10.26618/jtw.v3i02.1599

Abstract:
AbstrakGuru memiliki tugas yang beragam yang berimplementasi dalam bentuk pengabdian. Tugas tersebut meliputi bidang profesi, bidang kemanusiaan dan bidang kemasyarakatan. Tugas guru sebagai profesi meliputi mendidik, mengajar dan melatih. Mendidik berarti meneruskan dan mengembangkan nilai-nilai hidup dan kehidupan. Mengajar berarti meneruskan dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sedangkan melatih berarti mengembangkan keterampilan-keterampilan pada siswa. Syarat yang berhubungan dengan pelajaran adalah guru hendaknya mengajarkan pelajaran yang sesuai dengan keahlian, guru hendaknya memiliki amanah ilmiah, guru hendaknya bersikap bijak dalam proses pembelajaran, guru hendaknya berpakaian bersih dan rapi. Syarat yang berkenaan dengan peserta didik maksudnya adalah guru hendaknya bersikap adil terhadap peserta didik, guru sebaiknya motivator bagi peserta didiknya dalam mencari ilmu pengetahuan, guru hendaknya memperhatikan tingkat perkembangan peserta didiknya, guru hendaknya melakukan evaluasi tehadap peserta didiknya. Menurut Undang-undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional adalah Bab I, pasal I, Ayat 4 dinyatakan bahwa : “Peserta didik adalah Anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran yang tersedia pada jalur, jenjang dan jenis pendidikan tertentu.( UU RI, No.20 Tahun 2003 , 2003; 3). Untuk itu peserta didik harus dipandang secara filosofis menerima keadaan dan keberadaannya. Inilah prinsif dasar pendidikan untuk peserta didik sehingga proses pendidikan dapat berjalan dengan baik. Ada empat sifat anak didik yang harus dimiliki antara lain : 1)Seorang anak didik harus membersihkan hatinya dari kotoran dan penyakit jiwa sebelum menuntut ilmu, 2)Seorang anak didik harus mempunyai tujuan menuntut ilmu, 3) Seorang anak didik harus tabah dalam menimbah ilmu pengetahuan, 4)Seorang anak didik harus menghormati guru. Oleh sebab itu tugas seorang guru tidaklah mudah, mereka yg berprofesi guru harus mampu melaksanakan segala peranannya dalam memberikan motivasi kepada peserta didik agar meningkat dan berkembang. Kata Kunci : Peranan, guru, Motivasi, Belajar, SiswaAbstractTeachers have a variety of tasks that implement in a dedication. The task covers the fields of profession, humanity and social affairs. Teacher’s task as a profession includes educating, teaching and training. Educating means continuing and developing the values of living and life. Teaching means continuing and developing science and technology, while training means developing in student skills. The terms related to the lesson are that the teacher should teach lessons that are appropriate to the expertise, the teacher should have a scientific mandate, the teacher should be wise in the learning process, the teacher should dress clean and neat. The terms relating to students mean that teachers should be fair to students, the teacher should be a motivator for students in seeking knowledge, teachers should...
Mursyid Fikri
TARBAWI : Jurnal Pendidikan Agama Islam, Volume 3, pp 128-144; doi:10.26618/jtw.v3i02.1598

Abstract:
Abstrak Peneitian ini bertujuan mengupas tentang paham rasionalisme yang dicetuskan Rene Descartes dan Implikasinya terhadap Pemikiran Pebaharuan Islam Muhammad Abduh. Rasionalisme Rene Descartes merupakan paham yang muncul ditengah kungkungan gereja Kristiani yang dikenal dengan masa skolastik. Paham ini lebih menekankan pada penggunaan akal (rasio) untuk memperoleh sebuah pengetahuan. Tentunya sebagai hasil filsafat, paham rasionalisme sangat berperan penting pada perkembangan ilmu-ilmu pengetahuan lain. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif, Penulis mencoba mengaitkan dan menampilkan Implikasi antara pemikiran Rasionalisme descartes dan pemikiran pembaharuan dalam islam. Adapun hasil penelitian ini penulis melihat adanya benang merah antara dasar rasionalisme descartes dan pemikiran muhammad abduh bahwa keduanya menjadikan akal sebagai alat untuk melakukan penalaran terhadap suatu kebenaran. Kata kunci : Rasionalisme Descartes, Implikasinya, Pemikiran Pembaharuan Muhammad Abduh AbsractThis study aims to explore the understanding of rationalism triggered by Rene Descartes and its implications for Islamic Reformation Muhammad Abduh. Rene's Reneisme Descartes is an understanding that emerged amidst the confines of the Christian church known as the scholastic period. This emphasis is more on the use of reason (ratio) to gain a knowledge. Certainly as a result of philosophy, the notion of rationalism is very important role in the development of other sciences. The method used in this research is descriptive qualitative method, the author tries to link and display the implication between Rationalism thinking descartes and thinking of renewal in Islam. The results of this study the authors see the existence of a common thread between the foundations of descartes rationalism and thought muhammad abduh that both make sense as a tool to make reasoning against a truth. Keywords: Rationalism Descartes, Implication, Thinking Renewal Muhammad Abduh
Munirah Munirah
TARBAWI : Jurnal Pendidikan Agama Islam, Volume 3, pp 111-127; doi:10.26618/jtw.v3i02.1597

Abstract:
AbstrakDalam proses pembelajaran di sekolah baik guru maupun siswa, pasti mengharapkan agar mencapai hasil yang sebaik-baiknya. Guru mengharapkan agar siswa berhasil dalam belajarnya, dan siswa mengharapkan guru dapat mengajar dengan baik, sehingga mereka memperoleh hasil belajar yang memuaskan. Dalam kenyataan, harapan itu tidak selalu terwujud, masih banyak siswa yang tidak memperoleh hasil yang memuaskan. Kesulitan dalam belajar siswa merupakan suatu gejala yang selalu dihadapi oleh guru, karena guru bertanggung jawab untuk mengatasinya, kesulitan belajar ialah suatu keadaan dimana siswa kurang mampu menghadapi tuntutan-tuntutan yang harus dilakukan dalam proses pembelajaran sehingga proses dan hasilnya kurang memuaskan. Ini terjadi karena kemampuan siswa untuk melakukan tugas yang tidak seimbang dengan tuntunan pembelajaran. Ada siswa yang mendapatkan nilai tinggi dan rendah, bahkan ada pula siswa yang gagal dalam mencapai tujuan pembelajaran. Kenyataan ini, menunjukkan bahwa masih banyak guru yang menghadapi sejumlah hambatan dalam proses pembelajaran di kelas. Kesulitan dalam belajar merupakan suatu bentuk gangguan faktor fisik dan psikis yang mendasar yang meliputi pemahaman atau gangguan bahasa, lisan atau tulisan yang dengan sendirinya muncul berbagai kemampuan tidak sempurna untuk mendengarkan, berpikir, berbicara, membaca, menulis atau membuat perhitungan matematika. Termasuk juga kelemahan motorik ringan, gangguan emosional akibat keadaan ekonomi, budaya atau lingkungan yang tidak menguntungkan. Selanjutnya untuk mengetahui kesulitan belajar yang dialami oleh siswa madrasah ibtidaiyah negeri (MIN) maka digunakan metode wawancara dengan guru yang terkait dengan permasalahan yang ada. Adapun kesulitan belajar yang dialami siswa MIN Turikale Kabupaten Maros yang merupakan hasil pengamantan dan hasil wawancara dengan beberapa guru yang ada di sekolah tersebut adalah kesulitan dalam mata pelajaran matematika yaitu berhitung, kemudian kesulitan memahami soal yang diberikan baik itu soal tertulis maupun soal pertanyaan yang ditanyakan langsung oleh guru dan kesulitan yang lainnya adalah terkadang siswa masih sangat sulit untuk mengeluarkan pendapatnya sendiri.Kata Kunci: Peranan, Guru, Mengatasi ,Kesulitan, Belajar AbstractIn the learning process at schools both teachears and students , surely expect to achieve the best results. The teacher expects that the students succeed in their learning, and students expect the teacher to be able to teach well, in order to they obtain satisfying learning outcame. In reality, the hope is not always realized. There are still many students who don’t get satisfactory result. The difficulties in student learning is a symptom that is always faced by the teacher because the teacher is responsible for dealing with it. The learning difficulties are a situation where students are less able to face the demands that must be made in the learning process, in order that the process and results are less...
Back to Top Top