Autentik : Jurnal Pengembangan Pendidikan Dasar

Journal Information
ISSN / EISSN : 2548-9119 / 2549-1113
Current Publisher: Prodi PGSD STKIP PGRI Sumenep (10.36379)
Total articles ≅ 45
Filter:

Latest articles in this journal

Rizka Janawati Mita Arsih, Agus Budi Santosa, Nanda William
Autentik : Jurnal Pengembangan Pendidikan Dasar, Volume 4, pp 91-100; doi:10.36379/autentik.v4i2.72

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa pengaruh metode demonstrasi terhadap pemahaman konsep gerak benda pada pembelajaran IPA kelas IV SDN 3 Gandusari semester genap tahun pelajaran 2019/2020. Peneltian ini yang digunakan yaitu kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen. Populasi dalam penelitian ini seluruh siswa kelas IV dengan jumlah 10 siswa. Sedangkan sampel yang diambil pada penelitian ini 10 siswa. Metode pengumpulan data yang digunakan berupa tes. Tes yang digunakan untuk memperoleh data merupakan pretest dan posttest. Bentuk instrumen yang digunakan yaitu pilihan ganda dengan jumlah soal 20 item. Berdasarkan analisis yang telah diperoleh dari uji normalitas dengan menggunakan uji Shapiro-Wilk pretest signifikan sebesar 0,215>0,05. Jadi dapat disimpulkan bahwa hasil tersebut berdistribusi normal. Sedangkan untuk nilai posttest signifikan 0,311>0,05. Jadi dapat disimpulkan bahwa hasil tersebut berdistribusi normal. Sedangkan untuk hasil uji homogenitas diketahui nilai signifikansi Based on Mean 0,206 > 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa varian data pretest dan posttest adalah homogen (sama). Untuk pengujian hipotesis menggunakan uji paired sample test diperoleh nilai sig. (2-tailed) pretest dan posttest 0,000. Sesuai dengan uji pair sample t-test bahwa nilai sig. (2-tailed) < 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan antara hasil belajar siswa pada data pretest dan posttest. Dengan demikian hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh metode demonstrasi terhadap pemahaman konsep gerak benda pada pembelajaran IPA siswa kelas IV SDN 3 Gandusari semester genap tahun pelajaran 2019/2020.
Anita Putri Hardianti, Efi Ika Febriandari, Angga Setiawan
Autentik : Jurnal Pengembangan Pendidikan Dasar, Volume 4, pp 74-80; doi:10.36379/autentik.v4i2.69

Abstract:
Pojok literasi merupakan salah satu kegiatan Gerakan Literasi Sekolah yang melakukan kegitan membaca buku non pelajaran selama 15 menit sebelum jam pelajaran pertama. Pemerintah Indonesia mengembangkan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) yang tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 23 Tahun 2015. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pojok literasi sekolah terhadap pembuatan cerpen siswa kelas IV. Jenis penelitian yang digunakan adalah Kualitatif mengunakan studi kasus. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi mengenai keadaan kelas IV. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV. Wawancara dengan wali kelas IV dan 23 siswa kelas IV. Dokumentasi tentang pembuatan cerpen dan pojok literasi. Hasil penelitian menunjukan dengan adanya pojok literasi siswa menjadi lebih aktif dan kreatif, karena hampir setiap hari mereka dilatih untuk membaca buku cerita. Membuat cerpen dari buku bacaan yang ada di pojok literasi yang membuat siswa lebih kreatif mengarang cerita, sehingga hasil dari mereka rajin membaca di pojok literasi adalah siswa dapa membuat cerpen dengan baik dan kreatif.
Ria Fajrin Rizqy Ana
Autentik : Jurnal Pengembangan Pendidikan Dasar, Volume 4, pp 50-65; doi:10.36379/autentik.v4i2.65

Abstract:
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan: (1) keterampilan mengajar guru dengan menggunakan media visual gambar, (2) kendala yang dialami guru dalam menerapkan keterampilan mengajarnya dengan menggunakan media visual gambar, dan (3) persepsi siswa terhadap keterampilan mengajar guru dengan menggunakan media visual gambar. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif, subjek penelitian adalah siswa kelas III yang berjumlah 20 siswa. Instrumen penelitian menggunakan pedoman observasi, pedoman wawancara dan lembar angket. Analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan . Hasil penelitian menunjukkan guru sudah melaksanakan delapan keterampilan mengajarnya dengan menggunakan media visual gambar. Kendala yang dialami guru yaitu guru kekurangan waktu dalam proses persiapan media. Persepsi siswa terhadap pembelajaran yang dilakukan guru yaitu siswa terlihat antusias dalam mengikuti pembelajaran di kelas. Siswa lebih bersemangat mengikuti pembelajaran, siswa lebih mudah memahami materi pelajaran dan siswa terlihat rajin belajar karena pembelajaran menjadi menyenangkan. Hendaknya guru selalu menerapkan keterampilan mengajarnya dengan menggunakan media visual gambar dalam kegiatan pembelajaran di kelas.
Kunthi Zulfa, Agus Budi Santosa, Nanda William
Autentik : Jurnal Pengembangan Pendidikan Dasar, Volume 4, pp 101-111; doi:10.36379/autentik.v4i2.74

Abstract:
Pendidikan bagi setiap manusia menjadi sebuah ke­butuhan yang sangat penting serta akan menjadi penentu berkembang atau tidaknya sua­tu bangsa ataupun negara. Peningkatan kualitas pendidikan dapat dilihat dari beberapa faktor yang menunjang. Salah satu tolak ukur peningkatan kualitas pendidikan yaitu kualitas pembelajaran. Banyak sekali masalah yang terjadi dalam proses pembelajaran misalnya peran seorang guru yang sangat dominan (Teacher Center), dan siswa hanya dijadikan sebagai objek dalam proses pembelajaran sehingga kurang tercapainya tujuan dalam suatu pembelajaran. Guru dalam proses pembelajaran harus mengaitkan materi yang disampaikan dengan kehidupan sehari-hari siswa (Contextual Teaching And Learning) supaya siswa lebih aktif dan dapat lebih mudah memahami materi yang disampaikan oleh guru. Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan pengaruh Contextual Teaching And Learning terhadap hasil belajar siswa pada pembelajaran tematik kelas IV. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan sifat eksperimen dengan menggunakan One-group pretest-posttest design. Untuk mengetahui pengaruh pendekatan Contextual Teaching And Learning dapat dilakukan dengan cara menghitung dan menggunakan uji t (paired sample t test). Hasilnya menunjukkan bahwa nilai sig. (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05, sehingga Ha diterima dan H0 ditolak. Artinya terdapat pengaruh pendekatan Contextual Teaching And Learning Terhadap Hasil Belajar Tematik Siswa Kelas IV SDN 1 Ngepeh Semester Genap Tahun Pelajaran 2019/2020.
Wiputra Cendana
Autentik : Jurnal Pengembangan Pendidikan Dasar, Volume 4, pp 66-73; doi:10.36379/autentik.v4i2.66

Abstract:
The purpose of this classroom action research was to see the significance of self-reflection. This reflection is useful to improve teaching practice of having a character to affect students’ learning. This classroom action research took place in one of the private schools in Makassar, South Sulawesi province. The action research was done within a classroom that consists of 22 grade 4 students. The writer used three cycles to describe the progressive growth of both the writer and the students. For gathering data, the writer used several instruments such as documentation (lesson plans, feedback on lessons, and video recording), the writer’s reflection, students’ grade reports, students’ letters and a practicum portfolio. Through the use of the writer’s self-reflection during this practicum, the writer realized that self-reflection helps the writer to improve his way of thinking and acting in his teaching practice. Keywords:Reflection, Teacher, classroom action research
Mifta Maysaroh Haniffanti, Diana Kusumaningrum
Autentik : Jurnal Pengembangan Pendidikan Dasar, Volume 4, pp 112-121; doi:10.36379/autentik.v4i2.58

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas 4 SD Negeri 02 Rejoyoso Bantur pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dengan penerapan model Problem Based Learning. Berdasarkan observasi tanggal 15 Oktober 2018 di kelas 4 SD Negeri 02 Rejoyoso Bantur Kabupaten Malang, peneliti menemukan fakta bahwa masih banyak siswa yang tidak memperhatikan saat guru menjelaskan materi di dalam kelas saat proses pembelajaran, sehingga mengakibatkan kurangnya nilai hasil belajar yang dimiliki siswa. Sehingga dapat menghambat proses pembelajaran dan perkembangan siswa dalam berinteraksi dan bersosialisasi serta hasil belajar siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas. Instrumen untuk pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu wawancara, observasi, tes, dan dokumentasi. Sedangkan Kriteria Ketuntasan Minimal dari aktivitas siswa yang harus diperoleh yaitu sebesar 80%. Peningkatan aktivitas guru yang diperoleh setelah dilakukannya refleksi pada siklus I mendapatkan nilai dengan rata-rata 94% pada siklus II, kemudian peningkatan pada kegiatan aktivitas siswa siklus II memperoleh nilai dengan rata-rata sebesar 82%. Perbandingan antara nilai aktivitas guru mulai dari siklus I sampai siklus II dengan selisih 12 angka. Berdasarkan hasil penelitian dari siklus I sampai siklus II bahwa terdapat peningkatkan hasil belajar siswa dengan penerapan model Problem Based Learning dalam mata pelajaran IPA materi daur hidup hewan. Pengamatan aktivitas guru yang dilakukan oleh 3 observer pada siklus I mendapatkan nilai sebesar 83% dan pengamatan aktivitas siswa yang dilakukan oleh observer mendapatkan nilai sebesar 55% kurang dari Kriteria Ketuntasan Minimal. Nilai yang diperoleh saat kegiatan pretest siklus I yaitu sebesar 60% sedangkan nilai yang diperoleh saat kegiatan postest siklus I mendapatkan 66%. Maka dari itu, peneliti berupaya untuk terus meningkatkan hasil belajar siswa dengan penerapan model Problem Based Learning dan perbaikan pada siklus II. Keterlaksanaa tindakan siklus II ini mengalami peningkatan yang baik dari kegiatan aktivitas guru dan siswa serta kegiatan pretest dan postest. Kegiatan aktivitas guru dan siswa dalam siklus II mengalami peningkatan nilai sebesar 88% setelah mendapatkan hasil 70% pada tindakan siklus I. Peningkatan hasil dari aktivitas guru dan siswa menjadikan kegiatan pretest dan postest siklus II juga mengalami peningkatan yang baik dibandingkan dengan hasil dari kegiatan pretest dan postest siklu I. Hasil penilaian yang diperoleh dalam kegiatan pretest yaitu sebesar 70% dan mengalami peningkatan sehingga menjadi titik keberhasilan dalam penelitian ini yaitu medapatkan perolehean nilai sebesar 80% yang mampu menempuh Kriteria Ketuntasan Minimal yang sudah ditentukan oleh peneliti.
Ika Restikawati, Agus Budi Santosa, Nanda William
Autentik : Jurnal Pengembangan Pendidikan Dasar, Volume 4, pp 81-90; doi:10.36379/autentik.v4i2.71

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Number Head Together (NHT) terhadap hasil belajar pada pembelajaran tematik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen. Populasinya adalah seluruh siswa kelas IVA dan IVB yang berjumlah 44 siswa. Sampel yang diambil dalam penelitian ini yaitu kelas IV-B yang berjumlah 23 peserta didik. Metode pengumpulan data yang digunakan berupa tes. Tes digunakan berupa pretest dan posttest yang berjumlah 30 item. Berdasarkan analisis data diperoleh dari nilai rata-rata hasil pretest sebesar 63,739 sedangkan nilai rata-rata hasil posttest sebesar 79,086. Artinya terdapat peningkatan terhadap hasil belajar siswa setelah diberi perlakuan dengan penerapan model pembelajaran Number Head Together (NHT) sebesar 15,347. Untuk pengujian hipotesis diperoleh sig. (2-tailed) 0,000 ≤ 0,05, maka Ha diterima dan H0 ditolak. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran Numbered Head Together (NHT) terhadap hasil belajar pada pembelajaran tematik.
Tita Tanjung Sari, Ratna Novita Punggeti
Autentik : Jurnal Pengembangan Pendidikan Dasar, Volume 3, pp 108-125; doi:10.36379/autentik.v3i2.40

Abstract:
Culture-based curriculum innovation in the Al-Wathoniyah Integrated Islamic Elementary School (SDITA) Sumenep includes several objectives, objectives, learning materials, media and infrastructure, learning strategies, learning processes, and evaluation or assessment. The goal of cultural-based curriculum innovation at SDITA is that religiosity, mutual respect, and positive competitive. Teaching materials are adapted to the 2013 revised 2018 curriculum with the development of teaching materials tailored to each grade level and student characteristics. Innovation in learning media is realized in the form of the SAC (Student Advisory Center) room. The learning methods applied at SDITA are three main methods. First, love by giving an example by instilling good values ​​in children. Second, mother tongue, namely the language of affection for children, because SDITA is a parent partner in educating children. Third, joint learning is to utilize the local environment and culture as the widest and most comprehensive laboratory that is the main source of children's learning. And evaluation in every learning is monitored and communicated well with parents as a form of Parenting education. Which is that SDITA applies that the school is a partner of parents in educating and teaching students. Learning evaluation is not only measured through tests but also focuses more on student learning experiences. Keywords: Curriculum Innovation, Local Culture. Abstrak : Inovasi kurikulum berbasis budaya di Sekolah Dasar Islam Terpadu Al – Wathoniyah (SDITA) Sumenep mencakup beberapa yakni tujuan yang ingin dicapai, materi belajar, media dan sarana prasana, strategi pembelajaran, proses pembelajaran, serta evaluasi atau penilaian. Tujuan inovasi kurikulum berbasis budaya di SDITA agar religiusitas, saling menghormati, dan kompetitif positif. Materi ajar disesuaikan dengan kurikulum 2013 revisi 2018 dengan pengembangan materi ajar disesuaikan dengan setiap jenjang kelas dan karakteristik siswa. Inovasi dalam media pembalajaran diwujudkan berupa ruang SAC (Student Advisory Center). Metode pembelajaran yang diterapkan di SDITA adalah tiga metode utama. Pertama, cinta dengan memberikan keteladanan dengan menanamkan nilai-nilai kebaikan pada anak. Kedua, bahasa ibu yakni dengan bahasa kasih saying pada anak, sebab SDITA adalah mitra orang tua dalam mendidik anak. Ketiga, belajar bersama yaitu memanfaatkan lingkungan dan budaya setempat seabagai laboratorium terluas dan terlengkap yang menjadi sumber utama belajar anak. Dan Evaluasi dalam setiap pembelajaran dipantau dan dikomunikasikan dengan baik dengan orang tua siswa sebagai salah satu bentuk Parenting education. Yang bahwasanya SDITA menerapkan bahwa sekolah adalah partner orang tua dalam mendidik dan mengajar siswa. Evaluasi pembelajaran tidak hanya di ukur lewat tes namum juga lebih menitikberatkan pada pengalaman belajar siswa. Kata Kunci: Inovasi Kurikulum, Budaya Lokal.
Lilik Fadlilatin Azizah , Mas'odi Mas'odi
Autentik : Jurnal Pengembangan Pendidikan Dasar, Volume 3, pp 50-61; doi:10.36379/autentik.v3i1.33

Abstract:
Down Syndrome is a condition of underdevelopment of physical and mental development in children caused by chromosomal development abnormalities. At her age which have entered adolescence her mother always serve Subjects in all daily activities. Subjects, in dressing Subject was also still assisted by his mother. After given the handling on the subject, then got satisfactory results. Independence on the subject has begun to develop, the subject at home was not willing to be bathed again, when the bath time the subject will ask for toiletries and then bathed himself, and after bathing, the subject will use his own clothes, but the clothes still need to be prepared before. This research uses research with qualitative of case study. This research data form of interview result, observation result and written sources. The data were collected using interview and observation techniques. The data analysis activity is done by thematic analysis.
Kadarisman Kadarisman
Autentik : Jurnal Pengembangan Pendidikan Dasar, Volume 3, pp 62-72; doi:10.36379/autentik.v3i1.34

Abstract:
The novel is one type of prose literary work in which there are building elements such as plot, character, setting, and of course language. As part of literature, novels also have their own genre. Indonesian literature continues to evolve in accordance with the demands and development of the times, and in accordance with the situation and conditions in the community of writers and readers. In the novel Ciuman Terakhir, the work of Maufiqurrahman Surahman will be found in a portrait of the world of pesantren which is very thick. This indicates that the sociology of the author is very influential in constructing a literary work. This can be seen in the way the author chooses diction, plot, builds character, and creates a certain atmosphere in the novel. On the other hand, there are still some language errors in the novel The Last Kiss of the Father. Therefore understanding of linguistic rules is very important, because literary works use language as a medium of liaison between authors and readers.
Back to Top Top