Autentik : Jurnal Pengembangan Pendidikan Dasar

Journal Information
ISSN / EISSN : 2548-9119 / 2549-1113
Current Publisher: STKIP PGRI Sumenep (10.36379)
Total articles ≅ 52
Filter:

Latest articles in this journal

Amalia Nurul Azizah
Autentik : Jurnal Pengembangan Pendidikan Dasar, Volume 5, pp 47-60; doi:10.36379/autentik.v5i1.102

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan metode SQ3R terhadap kemampuan membaca pemahaman peserta didik kelas IV SD Negeri Karanglo. Jenis penelitian ini adalah True Experimental Design dengan desain penelitian yang digunakan yaitu Pretest-Posttest Control Group Design. Sedangkan prosedur penelitian yang digunakan yaitu menggunakan model penelitian dari ahli Sugiyono. Teknik pengumpulan data penelitian berupa tes dan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan membaca pemahaman dengan metode SQ3R lebih tinggi daripada kemampuan membaca pemahaman dengan metode diskusi bagi peserta didik kelas IV SD Negeri Karanglo. Hal tersebut dibuktikan dari hasil t-test angket dengan taraf signifikansi 95 % (0,05) diperoleh t hitung (2,575) > t tabel (2,037) serta hasil t-test hasil belajar dengan taraf signifikansi 95 % (0,05) diperoleh t hitung (2,963) > t tabel (2,037). Berdasarkan nilai t hitung tersebut, dapat disimpulkan bahwa metode SQ3R lebih efektif dibandingkan dengan metode diskusi.
Meidawati Suswandari
Autentik : Jurnal Pengembangan Pendidikan Dasar, Volume 5, pp 33-46; doi:10.36379/autentik.v5i1.104

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pembelajaran tematik di SD N Kemasan 1, Polokarto. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Informan dalam penelitian ini adalah guru dan siswa kelas V SD N Kemasan 1 Polokarto. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembelajaran tematik di SD N Kemasan 1 Polokarto meliputi1) berpusat pada peserta didik. 2) memberikan pengalaman langsung pada peserta didik (direct experiences) 3) pemisahan antara mata pelajaran tidak begitu nyata dan jelas. 4) menyajikan suatu konsep dari berbagai mata pelajaran dalam suatu proses pembelajaran 5) fleksibel atau luwes. 6) hasil pembelajaran sesuai dengan minat dan kebutuhan siswa sebab siswa diberikan kesempatan untuk mengoptimalkan potensinya sesuai dengan keinginannya.
Diana Kusumaningrum, Yuli Ika Tanti
Autentik : Jurnal Pengembangan Pendidikan Dasar, Volume 5, pp 73-92; doi:10.36379/autentik.v5i1.97

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui tingkat kevalidan LKS berbasis inkuiri terbimbing untuk memberdayakan literasi lingkungan siswa, (2) mengetahui keterbacaan LKS bebasis inkuiri terbimbing untuk memberdayakan literasi lingkungan siswa, (3) mengetahui LKS bebasis inkuiri terbimbing dapat memberdayakan ketrampilan literasi lingkungan pada siswa. Penelitian ini merupakan penelitian Research and Development (R&D). Model yang digunakan adalah model Borg & Gall. Subjek penelitian adalah siswa kelas V SDN Babadan 5 Kecamatan Ngajum Kabupaten Malang tahun pembelajaran 2019/2020 yang tediri dari 20 siswa. Dalam penelitian ini materi pokok yang digunakan adalah pada mata pelajaran IPA siklus air. Instrumen yang digunakan antara lain soal tes, RPP, angket keterlaksanaan tindakan guru da siswa, respon siswa, validasi RPP, validasi LKS, validasi soal tes, dan penilaian kegiatan motorik siswa. Data yang dihasilkan berupa validasi produk LKS, soal tes, dan RPP, hasil pretest dan postest, respon siswa, self assesment dan peer assesment, dan hasil penilaian kegiatan motorik siswa. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) kualitas LKS berbasis inkuiri terbimbing untuk memberdayakan literasi lingkungan siswa dapat ditinjau dari aspek kelayakan secara keseluruhan baik dan sangat layak digunakan dalam pembelajaran, (2) hasil penggunaan LKS ini dapat dilihat dari angket respon siswa yang memperoleh jumlah skor sebesar 376 dengan rata-rata 18,8 dengan persentase 94 % dikategorikan dengan “sangat baik” dalam penggunaan bahan ajar LKS, (3) kategori penilaian ketrampilan literasi lingkungan pada pengembangan LKS ini juga menunjukkan hasil yang sangat baik dilihat dari hasil penilaian self assesment yang sudah dilakukan oleh peneliti menunjukkan persentase 93 %, sedangangkan penilaian peer assesment menunjukkan persentase sebesar 92 % dengan memiliki kategori yang sangat baik.
Ifa Seftia Rakhma Widiyanti, Saeful Mizan
Autentik : Jurnal Pengembangan Pendidikan Dasar, Volume 5, pp 21-32; doi:10.36379/autentik.v5i1.100

Abstract:
Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menemukan bentuk Buku Penilaian berbasis Literasi Sains (BuPena BeRiSi) dengan tujuan khusus untuk mengetahui kevalidan Buku Penilaian berbasis Literasi Sains(BuPena BeRiSi). Penelitian ini dilaksanakan di Universitas PGRI Ronggolawe Tuban (UNIROW) program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD). Obyek penelitian adalah mahasiswa PGSD UNIROW angkatan 2019. Waktu penelitian dimulai bulan April sampai dengan bulan Agustus tahun 2020. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah model pengembangan Dick and Carey. Desain penelitian ini digunakan karena lebih spesifik dalam pengembangannya. Pada tahap awal penelitian dilaksanakan research yaitu tahapan penelitian atau studi literatur untuk mendapatkan informasi tentang kebutuhan produk yang akan dikembangkan. Tahap-tahap pengembangan yang dilakukan terdiri dari tujuh tahapan yaitu (1) analisis kebutuhan, (2) analisis bentuk BuPena BeRiSi, (3) analisis materi dengan keterampilan yang ingin dicapai, (4) merumuskan tujuan pencapaian keterampilan, (5) mengembangkan BuPena BeRiSi, (6) validasi BuPena BeRiSi, (7) revisi BuPena BeRiSi. Produk BuPena BeRiSi belum diujicobakan secara luas karena terhambat pandemi Covid-19. Hasil validasi menunjukkan bahwa penilaian komponen kesesuaian isi dan kebahasaan mendapatkan kriteria baik. Komponen kegrafikan dan kesesuaian syarat teknis memperoleh kriteria baik sekali. Komponen yang mendapatkan persentase skor tertinggi adalah komponen kegrafikan dengan persentase skor sebesar 91,67 %. Komponen kesesuaian syarat teknis memperoleh skor 90,63 % dengan kriteria baik sekali. Komponen kesuaian isi dan kebahasaan memperoleh skor sebesar 75 % dengan kategori baik.
Elly'S Mersina Mursidik, Veni Ambarwati
Autentik : Jurnal Pengembangan Pendidikan Dasar, Volume 5, pp 61-72; doi:10.36379/autentik.v5i1.107

Abstract:
Tujuan penelitian adalah memberikan solusi alternatif dalam membantu siswa sekolah dasar untuk meningkatkan operasi hitung dasar penjumlahan melalui pembelajaran interaktif menggunakan mathematic finger game. Subjek penelitian adalah siswa kelas rendah sekolah dasar (kelas 1, 2 dan 3). Penelitian pengembangan ini menggunakan metode Dick and Carey dengan tahapan identifikasi tujuan, analisis kebutuhan, identifikasi tingkah laku awal siswa, merumuskan tujuan, pengembangan test acuan kriteria, pengembangan strategi pembelajaran, pengembangan dan memilih media pembelajaran, merancang. Mathematic finger game merupakan perpaduan tiga permainan jari yaitu Hompipah, suit Indonesia dan suit Jepang yang digunakan dalam menentukan pemenang, Kombinasi permainan tersebut dikaitkan dengan operasi hitung dasar penjumlahan. Permainan yang dikemas menjadi pembelajaran interkatif berpendekatan open-ended dengan melibatkan kemampuan berpikir kreatif dalam menjawab permasalahan sesuai kebebasan berpikir yang terarah serta kemampuan berpikir kritis dalam memberi dan menerima masukan atas jawaban penyelesaian masalah yang dapat diterima secara logis
I Ketut Suardika, Heni Heni, La Anse
Autentik : Jurnal Pengembangan Pendidikan Dasar, Volume 5, pp 10-20; doi:10.36379/autentik.v5i1.101

Abstract:
Tujuan dari penelitian ini adalah “untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas VB SD Negeri 51 Kendari melalui penerapan model Project Based Learning (PjBL) pada Tema Peristiwa Dalam Kehidupan. Prosedur penelitian yaitu: (a) perencanaan, (b) pelaksanaan tindakan, (c) observasi dan evaluasi, dan (d) refleksi. Jenis data yaitu data kualitatif dan data kuantitatif. Data kualitatif diperoleh melalui lembar observasise dangkan data kualitatif melalui tes hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang mencapai ketuntasan belajar pada siklus I berjumlah 18 orang dengan persentase sebesar 64,2% sedangkan jumlah siswa yang tidak tuntas sebanyak 10 orang dengan persentase sebesar 35,7% . Rata-rata hasil belajar siswa pada siklus I yaitu 71 sedangkan pada siklus II hasil belajar siswa mengalami peningkatan yang terdiri dari 24 orang siswa mendapat nilai tuntas dengan persentase ketuntasan adalah 85,7%, sedangkan jumlah siswa yang tidak tuntas adalah 4 orang dengan persentase sebesar 14,2%. Nilai rata-rata hasil belajar siswa pada siklus II yaitu 77
Wiputra Cendana, Yonathan Winardi
Autentik : Jurnal Pengembangan Pendidikan Dasar, Volume 5, pp 1-9; doi:10.36379/autentik.v5i1.80

Abstract:
There have been many ways offered as professional development (PD) for language teachers as well as conferences discussing its trends and alternatives. However, the world is facing CoVid19 pandemic that changes the context and media of English language teaching and learning in primary classrooms at present. Therefore, there is a need for novice teachers to be equipped by ways and opportunities in professional development that suit with the existing context and available media to apply PD. A preliminary cross-sectional survey was done in late July 2020 to get feedback on the ways primary English teachers of two private schools in West Jakarta did professional development. Possible solutions and opportunities are offered to assist them having a sustainable and meaningful professional development in the future during home-based learning (HBL) due to CoVid19 pandemic.The conclusion of the research is the primary English teachers have done various PD ways and need internal and external support from the school and local government mainly in the infrastructure, in order to provide the best possibility of the new learning experience with the students in the online classroom.
Rizka Janawati Mita Arsih, Agus Budi Santosa, Nanda William
Autentik : Jurnal Pengembangan Pendidikan Dasar, Volume 4, pp 91-100; doi:10.36379/autentik.v4i2.72

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa pengaruh metode demonstrasi terhadap pemahaman konsep gerak benda pada pembelajaran IPA kelas IV SDN 3 Gandusari semester genap tahun pelajaran 2019/2020. Peneltian ini yang digunakan yaitu kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen. Populasi dalam penelitian ini seluruh siswa kelas IV dengan jumlah 10 siswa. Sedangkan sampel yang diambil pada penelitian ini 10 siswa. Metode pengumpulan data yang digunakan berupa tes. Tes yang digunakan untuk memperoleh data merupakan pretest dan posttest. Bentuk instrumen yang digunakan yaitu pilihan ganda dengan jumlah soal 20 item. Berdasarkan analisis yang telah diperoleh dari uji normalitas dengan menggunakan uji Shapiro-Wilk pretest signifikan sebesar 0,215>0,05. Jadi dapat disimpulkan bahwa hasil tersebut berdistribusi normal. Sedangkan untuk nilai posttest signifikan 0,311>0,05. Jadi dapat disimpulkan bahwa hasil tersebut berdistribusi normal. Sedangkan untuk hasil uji homogenitas diketahui nilai signifikansi Based on Mean 0,206 > 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa varian data pretest dan posttest adalah homogen (sama). Untuk pengujian hipotesis menggunakan uji paired sample test diperoleh nilai sig. (2-tailed) pretest dan posttest 0,000. Sesuai dengan uji pair sample t-test bahwa nilai sig. (2-tailed) < 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan antara hasil belajar siswa pada data pretest dan posttest. Dengan demikian hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh metode demonstrasi terhadap pemahaman konsep gerak benda pada pembelajaran IPA siswa kelas IV SDN 3 Gandusari semester genap tahun pelajaran 2019/2020.
Anita Putri Hardianti, Efi Ika Febriandari, Angga Setiawan
Autentik : Jurnal Pengembangan Pendidikan Dasar, Volume 4, pp 74-80; doi:10.36379/autentik.v4i2.69

Abstract:
Pojok literasi merupakan salah satu kegiatan Gerakan Literasi Sekolah yang melakukan kegitan membaca buku non pelajaran selama 15 menit sebelum jam pelajaran pertama. Pemerintah Indonesia mengembangkan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) yang tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 23 Tahun 2015. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pojok literasi sekolah terhadap pembuatan cerpen siswa kelas IV. Jenis penelitian yang digunakan adalah Kualitatif mengunakan studi kasus. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi mengenai keadaan kelas IV. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV. Wawancara dengan wali kelas IV dan 23 siswa kelas IV. Dokumentasi tentang pembuatan cerpen dan pojok literasi. Hasil penelitian menunjukan dengan adanya pojok literasi siswa menjadi lebih aktif dan kreatif, karena hampir setiap hari mereka dilatih untuk membaca buku cerita. Membuat cerpen dari buku bacaan yang ada di pojok literasi yang membuat siswa lebih kreatif mengarang cerita, sehingga hasil dari mereka rajin membaca di pojok literasi adalah siswa dapa membuat cerpen dengan baik dan kreatif.
Ria Fajrin Rizqy Ana
Autentik : Jurnal Pengembangan Pendidikan Dasar, Volume 4, pp 50-65; doi:10.36379/autentik.v4i2.65

Abstract:
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan: (1) keterampilan mengajar guru dengan menggunakan media visual gambar, (2) kendala yang dialami guru dalam menerapkan keterampilan mengajarnya dengan menggunakan media visual gambar, dan (3) persepsi siswa terhadap keterampilan mengajar guru dengan menggunakan media visual gambar. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif, subjek penelitian adalah siswa kelas III yang berjumlah 20 siswa. Instrumen penelitian menggunakan pedoman observasi, pedoman wawancara dan lembar angket. Analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan . Hasil penelitian menunjukkan guru sudah melaksanakan delapan keterampilan mengajarnya dengan menggunakan media visual gambar. Kendala yang dialami guru yaitu guru kekurangan waktu dalam proses persiapan media. Persepsi siswa terhadap pembelajaran yang dilakukan guru yaitu siswa terlihat antusias dalam mengikuti pembelajaran di kelas. Siswa lebih bersemangat mengikuti pembelajaran, siswa lebih mudah memahami materi pelajaran dan siswa terlihat rajin belajar karena pembelajaran menjadi menyenangkan. Hendaknya guru selalu menerapkan keterampilan mengajarnya dengan menggunakan media visual gambar dalam kegiatan pembelajaran di kelas.
Back to Top Top