Intek Akuakultur

Journal Information
EISSN : 2579-6291
Published by: Jurnal Akuatiklestari (10.31629)
Total articles ≅ 47
Filter:

Latest articles in this journal

Angga Reni
Published: 11 October 2020
Intek Akuakultur, Volume 4, pp 1-5; https://doi.org/10.31629/intek.v4i2.2310

Abstract:
Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Barru Provinsi Sulawesi Selatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk megetahui keuntungan usaha budidaya udang di Kabupeten Barru. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Pemilihan lokasi penelitian dipilih secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha budidaya udang di Kabupaten Barru mendapatkan keuntungan rata-rata sebesar Rp 12.300.000,- hingga Rp 247.469.350,- pertahunnya. Hasil analisis menunjukkan bahwa usaha budidaya udang di Kabupaten Barru layak diusahakan yaitu dengan R/C lebih dari 1. Saluran pemasaran usaha budidaya udang ada 2 pola yaitu Saluran Pemasaran I: Pembudiaya udang langsung menjual kepada pedagang pengumpul dan sebagaian pedagang pengumpul biasanya akan mendatangi tambak pembudidaya. Saluran Pemasaran II: industri coldstorage atau perusahaan besar dari Kabupaten Barru, langsung mendatangi tambak pembudidaya di desa.
Alwin Johan Alwin, Wiwin Kusuma Atmaja Putra, Shavika Miranti
Published: 11 October 2020
Intek Akuakultur, Volume 4, pp 19-34; https://doi.org/10.31629/intek.v4i2.2026

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh rGH dan dosis rGH yang terbaik terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan Kakap Putih. Penelitian ini dilakukan pada bulan September sampai November 2019 selama 43 hari yang bertempat di Dinas pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Bintan Kepulauan Riau. Metode yang digunakan ialah eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Menggunakan analisis data dengan One-Way ANOVA menunjukkan bahwa hormon rGH memberi pengaruhnya terhadap benih ikan Kakap Putih dimana perlakuan terbaik adalah perlakuan C dengan dosis 10 mg/kg pakan dengan nilai pertumbuhan bobot mutlak 27,74 g, laju pertumbuhan bobot harian 0,55 g, pertumbuhan panjang mutlak 2,47 cm, laju pertumbuhan panjang harian 0,05 cm , Kelangsungan Hidup 95,55 %, FCR 3,64, dan efisiensi pakan 31,40% %.
Sedarman Hati Halawa, Wiwin Kusuma Atmaja Putra, Tri Yulianto
Published: 11 October 2020
Intek Akuakultur, Volume 4, pp 35-42; https://doi.org/10.31629/intek.v4i2.2412

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perlakuan pada pertumbuhan benih ikan bawal bintang (Trachinotus blochii) dengan pemberian enzim papain dan hormon rGH pada pakan buatan. Penelitian ini dilakukan pada bulan april - Juni 2019 selama 42 hari di Kelompok Budidaya Maju Mandiri, Kota tanjung Pinang, Provinsi Kepulauan Riau. Metode yang digunakan ialah eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan. Menggunakan analisis data dengan One-Way ANOVA menunjukkan bahwa pemberian enzim papain (3,72 g) atau perlakuan A, merupakan hasil terbaik dibanding dengan pemberian hormon rGH dan Kombinasi, dimana hasil yang didapatkan pada pertumbuhan bobot mutlak (8,90±0,70 g) dan rasio konversi pakan (feed convertion ratio / FCR) sebesar (3,59±0,57 g).
Safrizal Safri, Wiwin Kusuma Atmaja Putra, Henky Irawan
Published: 11 October 2020
Intek Akuakultur, Volume 4, pp 6-18; https://doi.org/10.31629/intek.v4i2.2032

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh salinitas yang berbeda terhadap waktu penyerapan kuning telur larva ikan bawal bintang (Tranchinotus blochii).Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 3 perlakuan, yaitu A (26 ppt), B (28 ppt), C (30 ppt) dengan 3 kali ulangan pada tiap perlakuan. Hasil penelitian didapatkan bahwa perlakuan C (30 ppt) memiliki waktu penyerapan kuning telur terbaik yaitu 48,05 jam, volume kuning telur 9.185.681 um3, laju penyerapan kuning telur 687.962 um3/jam. Kesimpulan penelitian adalah perlakuan C (salinitas 30 ppt) dapat mempercepat waktu penyerapan kuning telur larva ikan bawal bintang (48,05 jam) dan pembentukan organ tubuh (awal terbentuk jam ke 0 dan sempurna jam ke 42)
Suhaili, Wiwin Kusuma Atmaja Putra, Tri Yulianto
Published: 11 October 2020
Intek Akuakultur, Volume 4, pp 43-51; https://doi.org/10.31629/intek.v4i2.2397

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dosis pemberian enzim papain dalam meningkatkan efisiensi pakan dan pertumbuhan ikan kerapu cantang Epinephelus fuscoguttatus x Epinephelus lanceolatus. Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober 2019 selama 42 hari di Hatchery Skala Rumah Tangga Koperasi Marin Agri Sejahtera, Kota Tanjungpinang Kepulaun Riau. Metode yang digunakan ialah eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan dimana perlakuan K (tanpa pemberian enzim papain), perlakuan A (dosis enzim papain 2,75%), perlakuan B (dosis enzim papain 3,75%), perlakuan C (enzim papain 4,75%). Hasil penelitian melalui analisis statistik, pemberian dosis enzim papain mampu memberikan pengaruh yang signifikan (P<0.05). Dosis yang terbaik didapatkan pada perlakuan A dengan pemberian dosis enzim papain sebanyak 2,75% dimana hasil yang didapatkan pada parameter efisiensi pakan (69.66±1.32%) dan pertumbuhan bobot mutlak sebesar (18.47±0.03 g).
Sigit Priosembodo Sigit, Henky Irawan, Wiwin Kusuma Atmaja Putra
Published: 10 September 2020
Intek Akuakultur, Volume 4, pp 74-83; https://doi.org/10.31629/intek.v4i1.2031

Abstract:
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rancangan acak lengkap dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan. Pencahayaan yang digunakan adalah control (cahaya alami), B (LED putih), C (LED merah), D (LED hijau) dan E (LED biru). Hasil penelitian yang terbaik terdapat pada perlakuan C dengan pemberian pencahayaan menggunakan lampu LED merah dengan nilai RGB perminggu pada kepala merah (21,78), badan merah (24,89) dan ekor merah 23. Parameter nilai RGB warna merah perperlakuan pada bagian kepala, badan dan ekor ikan sumatra nilai terbaik terdapat pada perlakuan C dengan nilai sebesar kepala (21,78), badan (24,89) dan ekor (23).
Syarifah Fitriana Syarifah, Wiwin Kusuma Atmaja Putra, Shavika Miranti
Published: 10 September 2020
Intek Akuakultur, Volume 4, pp 37-43; https://doi.org/10.31629/intek.v4i1.2021

Abstract:
Kepiting bakau (S. serrata) merupakan jenis kepiting yang paling popular sebagai bahan makanan dan mempunyai harga jual yang cukup mahal. Penelitian ini berjudul Tingkat Kematangan Gonad Kepiting Bakau (S. serrata) yang di Induksi Hormon Oodev (Oocyte Development). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kematangan gonad kepiting bakau (S. serrata) dan dosis terbaik untuk meransang kematangan gonad dengan di induksi hormon Oodev. Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober 2019 selama 30 hari di Desa Tanjung Lanjut. Penelitian ini dilakukan dengan rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan, perlakuan K (Tanpa hormon), perlakuan A (0.5ml/kg bobot tubuh), perlakuan B (1ml/kg bobot tubuh) dan perlakuan C (1.5ml/kg bobot tubuh). Hasil penelitian menunjukkan hormon dengan dosis terbaik yaitu pada perlakuan B (1ml/kg bobot tubuh) dapat meningkatkan kematangan gonad mencapai TKG IV dengan nilai persentase kematangan gonad sebesar 100%, nilai Gonadosomatik indeks sebesar 6.27%, nilai Hepatosomatik indeks sebesar 0.27%, nilai diameter telur sebesar 0.215mm, nilai parameter pertumbuhan bobot mutlak yang terbaik terdapat pada perlakuan C sebesar 6.50g.
Baref Agung, Sefti Heza Dwinanti, Purnomo Hadi
Published: 10 September 2020
Intek Akuakultur, Volume 4, pp 12-23; https://doi.org/10.31629/intek.v4i1.1536

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun pepaya (Carica papaya L) dalam menekan populasi bakteri Vibrio sp. koloni hijau pada media pemelihara dan tubuh udang vaname (Litopenaeus vannamei). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli-Agustus 2018 di PT. SyAqua Indonesia Serang, Banten. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan terdiri dari konsentrasi ekstrak daun pepaya yaitu 30 mg/L, 45 mg/L dan 0 mg/L sebagai kontrol. Parameter yang diamati selama penelitian adalah kelangsungan hidup udang, kualitas air (pH, suhu, salinitas, amonia dan alkalinitas), profil kepadatan bakteri yang terdiri dari total bakteri Vibrio sp., total koloni hijau, total koloni kuning dan rasio koloni hijau terhadap total bakteri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak daun pepaya mampu menekan populasi bakteri lebih baik dibandingkan dengan kontrol. Konsentrasi tertinggi, 45 mg/L memberikan nilai proteksi terbaik terhadap vibriosis dengan nilai kelangsungan hidup mencapai 22,5% sedangkan kontrol hanya 9,5% dan P1 18,6%. Parameter kualitas air selama pemeliharaan masih dalam kondisi kisaran optimum.
Fauzannadi Nadi, Henky Irawan, Tri Yulianto
Published: 10 September 2020
Intek Akuakultur, Volume 4, pp 24-36; https://doi.org/10.31629/intek.v4i1.2027

Abstract:
Perkembangan bioteknologi akuakultur telah banyak mendukung berbagai temuan baru seperti ikan-ikan hasil hibrid sebagai contohnya ikan kerapu cantang dan juga untuk memanipulasi pertumbuhan ikan, seperti melalui pakan dengan jumlah protein tertentu dan pemberian hormon seperti prolaktin, insulin dan hormon pertumbuhan rekombinan (recombinant Growth Hormone /rGH). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis terbaik dan pengaruh hormon rGH terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan kerapu cantang. Penelitian ini dilakukan pada bulan September 2018 selama 45 hari di Hachery Skala Rumah Tangga Desa Pangkil, Kabupaten Bintan, Kepulaun Riau. Metode yang digunakan ialah eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 4 ulangan yaitu perlakuan kontrol (tanpa hormon), perlakuan A hormon rGH dengan dosis 12 mg/L, dan perlakuan B hormon rGH dengan dosis 24 mg/L. Menggunakan analisis data dengan One-Way ANOVA menunjukkan bahwa pemberian hormon rGH memberikan hasil terbaik pada perlakuan B yaitu pemberian hormon rGH dengan dosis 24 mg/ ℓ, dimana pertumbuhan bobot mutlak (25,34±10,04g), pertumbuhan bobot harian (0,38±0,06g/hari), pertumbuhan panjang mutlak (3,80±1,23cm), pertumbuhan panjang harian (0,06±0,01cm/hari), kelangsungan hidup (98,33±2,89%), rasio konversi pakan (3,12±0,48) dan tingkat efesiensi pakan (35,23±4,19%).
Shavika Miranti
Published: 10 September 2020
Intek Akuakultur, Volume 4, pp 84-93; https://doi.org/10.31629/intek.v4i1.1769

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pakan buatan berprotein rendah yang sudah komersil dan murah untuk di-repelleting dengan penambahan tepung ikan tamban/lemuru sehingga nutriennya menjadi lebih baik dan sesuai dengan kebutuhan nutrisi ikan kerapu cantang. Pada penelitian ini dilakukan substitusi dengan menambahkan tepung ikan tamban/lemuru sebanyak 10%, 20%, dan 30% per kg pakan berprotein rendah untuk di-repelleting. Pakan hasil repelleting tersebut diujikan pada kerapu cantang ukuran 8±0.5 cm yang dipeliharan pada bubu plastik modifikasi berdiameter 60 cm. Pengaruh pakan terhadap pertumbuhan ikan diukur melalui parameter laju pertumbuhan harian, rasio konversi pakan dan tingkat kelangsungan hidup. Pakan repelleting yang memberikan pertumbuhan terbaik akan diuji proksimat dan hasilnya dapat digunakan pada kemasan produk pakan repelleting. Hasil penelitian menunjukkan pakan dengan subtitusi tepung tulang ikan sebanyak 30% memberikan pertumbuhan yang terbaik pada ikan kerapu cantang.
Back to Top Top