Bulletin of Applied Animal Research

Journal Information
ISSN / EISSN : 2714-5395 / 2684-8007
Published by: Universitas Perjuangan Tasikmalaya (10.36423)
Total articles ≅ 41
Filter:

Latest articles in this journal

S.A.C. Luthfi Luthfi, R. Fitria, N. Hindratiningrum
Bulletin of Applied Animal Research, Volume 3, pp 67-70; https://doi.org/10.36423/baar.v3i2.808

Abstract:
The problem faced by the "Sida Maju 1" and "Tangkas Farmers" in Binangun Village is the handling of waste that is not handled properly because the maintenance process is only piled up and of course causes environmental pollution. The purpose of this activity is to utilize the business waste belonging to the group members into a renewable energy source in the form of biogas. The method used is a consultation method that begins with an approach, then is given counseling, training and coaching and finally continuous evaluation and monitoring from the program implementer. The results of this activity are (1) knowledge, attitudes and skills to become livestock in terms of utilizing bio gas dung which can be seen from the increase in the post test value compared to the pretest by 81%; (2) the biogas produced can light the stove for 7 minutes. The conclusion of this activity is the skills of farmers in utilizing waste into useful materials. Suggestions that can be submitted is to increase the population of goats owned by members so that the volume of gas produced is greater so that its utilization is more optimal. Â Keywords: goat manure, bio gas
Devanzara Febya Yusman Devan, Edi Suryanto, Jamhari Jamhari
Bulletin of Applied Animal Research, Volume 3, pp 61-66; https://doi.org/10.36423/baar.v3i2.809

Abstract:
This study aim to determine the effect of angkak addition, storage time and interaction on total bacteria, chemical (water, protein and fat) and sensory (color, taste, aroma, texture, touchness and acceptability) qualities of broiler chicken kebabs. The addition level of angkak consists of: 0, 1 and 2 percent. Total bacteria was tested at 0, 4, 8 and 12 hours. Chemical and sensory qualities were tested at 0 and 12 hours. Total bacteria and chemical data were analyzed by Completely Randomized Design (CRD) factorial pattern while sensory quality data was analyzed by Friedman Analysis. If there was differences in result would be tested by Duncan's Multiple Range Test. The results showed that angkak addition was significant on total bacteria, color, texture and acceptability of broiler chicken kebabs. Storage time was significant on total bacteria, color, texture and acceptability and significant on water, protein and fat of broiler chicken kebabs. Interaction of angkak addition and storage time was significant on total bacteria, color, texture and acceptability and significant on water and protein of broiler chicken kebabs. Angkak addition increase on water, protein, color, texture and acceptability of broiler chicken kebabs during 12 hours of storage. Total bacteria decreased by 2 percent angkak addition within acceptable limits during 12 hours of storage. The best percentage of angkak was 2 percent. Keywords: angkak, antibakteri, kebab, kebab daging ayam, kebab daging ayam broiler
Hilman Fathul Hakim Hilman, Novia Rahayu Novia, Putri Dian Wulansari Putri
Bulletin of Applied Animal Research, Volume 3, pp 47-53; https://doi.org/10.36423/baar.v3i2.798

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan infusa kapulaga sebagai antibakteri alami dengan kefir susu sapi ditinjau dari karakteristik kimia dan properti fisik. Parameter yang diukur pada karakteristik kimia diantaranya nilai pH, kadar air, dan total padatan. Untuk properti fisik parameter yang diukur yaitu warna, aroma, rasa, dan tekstur. Jenis penelitian ini adalah eksperimental dengan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan enam kali ulangan, dengan konsentrasi infusa kapulaga sebanyak 5%, 10% dan 15%. Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan infusa kapulaga pada kefir susu sapi berpengaruh terhadap nilai pH, dengan sampel tanpa penambahan infusa kapulaga memiliki nilai pH 4,68 sedangkan kefir yang ditambahkan infusa kapulaga sebanyak 5%, 10% dan 15% memiliki nilai melebihi standar. Terhadap kadar air dan total padatan, penambahan infusa kapulaga berpengaruh dengan masing masing memiliki rerata 88,79% dan 11,20%. Penambahan infusa kapulaga pada kefir berpengaruh terhadap warna, aroma, rasa dan tekstrur yakni semakin tinggi konsentrasi infusa kapulaga yang diberikan maka warna kefir semakin putih kecoklatan, aroma semakin beraroma kapulaga, serta tektstur semakin kental. Kata kunci : kefir, kapulaga, pH, kadar air, total padatan
Rita Purwasih, Enceng Sobari, Sri Puri Andani
Bulletin of Applied Animal Research, Volume 3, pp 71-78; https://doi.org/10.36423/baar.v3i2.689

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan pemberian ekstrak nanas terhadap kualitas tahu susu. Manfaat dari Penelitian ini adalah dapat mengetahui pengaruh perbedaan pemberian ekstrak nanas terhadap kualitas tahu susu. Desain percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 3 kali ulangan, dengan perlakuan T0 penambahan asam cuka 35 ml, T1 penambahan ekstrak nanas Queen 70 ml, T2 penambahan ekstrak nanas Cayenne 70 ml. Parameter yang diamati adalah rendemen, kadar protein, serta uji hedonik yaitu warna, rasa, aroma, dan tekstur. Data yang dihasilkan dianalisis dengan Analysis of Variance (ANOVA) dengan taraf siginifikasi 5%. Data uji hedonik dianalisis menggunakan Kruskal wallis. Apabila terdapat pengaruh yang nyata, dilanjut dengan uji Duncan. Hasil yang diperoleh yaitu terdapat perbedaan pemberian ekstrak nanas terhadap rasa dan tekstur tahu susu. Tahu susu dengan penambahan ekstrak nanas Queen sebanyak 70 ml (T1) merupakan perlakuan terbaik.
Nunur Nuraeni Nunur
Bulletin of Applied Animal Research, Volume 3, pp 41-46; https://doi.org/10.36423/baar.v3i2.797

Abstract:
Tujuan dari penelitian ini adalah : 1) mengetahui besarnya pendapatan dan efisiensi ekonomi serta perbedaannya usaha ternak itik pada KTTI Maju Jaya dengan KTTI Sumber Pangan, 2) Mengetahui besarnya pengaruh produktivitas ternak, curahan jam kerja, biaya pakan dan kepadatan kandang pada Kelompok Tani Ternak Itik Maju Jaya dan Sumber Pangan. Sasaran penelitian adalah peternak itik pada KTTI Maju Jaya sebanyak 27 orang dan KTTI Sumber Pangan sebanyak 14 orang. Penelitian berlokasi di Kelurahan Limbangan Wetan dan Kelurahan Gandasuli Kecamatan Brebes Kabupaten Brebes. Penelitian dilakukan dengan metode survei yaitu melakukan wawancara dengan menggunakan daftar pertanyaan berstruktur terhadap responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pendapatan dan efisiensi ekonomi pada KTTI Maju Jaya adalah Rp. 49.682,04/ekor/tahun dan 1,39, sedangkan pada KTTI Sumber Pangan adalah Rp. 39.820,46/ekor/tahun dan 1,28. Tidak terdapat perbedaan pendapatan dan efisiensi ekonomi pada kedua KTTI dan analisis regresi berganda menunjukan bahwa produktivitas dan biaya pakan menentukan besarnya efisiensi ekonomi pada KTTI Maju Jaya dan KTTI Sumber Pangan, baik masing-masing maupun secara keseluruhan. Curahan jam kerja, kepadatan kandang dan sistem pemeliharaan tidak menentukan besarnya efisiensi ekonomi pada KTTI Maju Jaya dan KTTI Sumber Pangan, baik masing-masing maupun secara keseluruhan. Kata kunci: itik, KTTI, Pendapatan, Efisiensi Ekonomi
Ulfa Indah Laela Rahmah Ulfa, Bambang Nugraha, Lili Adam Yuliandri
Bulletin of Applied Animal Research, Volume 3, pp 54-60; https://doi.org/10.36423/baar.v3i2.807

Abstract:
The research was conducted in Kabupaten Tasikmalaya from May 20 to June 20, 2021. The purpose of this study was to determine the supply chain management pattern of Cihateup Duck Breeders and to analyze marketing margins and added value in the value chain in the Cihateup Duck supply chain. The object of the research is the business actors of Cihateup Duck husbandry including Breeders, Dealers or Collectors, Slaughterhouses, and culinary businesses. The research method used is the descriptive qualitative analysis method using the survey method. Determination of the sample in this study using a snowball sampling technique as many as 7 people involved in the Cihateup Duck supply chain. The variables analyzed in this study, namely the Cihateup Duck supply chain channel, cost structure, selling price, purchase price, and trading costs. The analysis used to determine the marketing value chain uses Value Chain Analysis (VCA) analysis. The results showed that the supply chain of cihateup ducks only went through one core channel from breeders to collectors and then to slaughterhouses and processed by culinary businesses until finally in the hands of final consumers. Migration of ducks from one supply chain member to another has increased costs and different marketing margins because it is influenced by maintenance costs, transportation costs, changes in live ducks into carcasses, and carcasses into finished products ready for consumption. The marketing margin of the Cihateup Duck supply chain is Rp. 12,000 for breeders, Rp. for collectors. 3,000, a slaughterhouse Rp. 10,000 and a culinary business Rp. 22,000. Keywords: Cihateup duck supply chain, cost structure, selling price, purchase price, trading costs and marketing margin
Mochamad Dwi Pratama, Putri Dian Wulansari, Nurul Frasiska
Bulletin of Applied Animal Research, Volume 3, pp 1-6; https://doi.org/10.36423/baar.v3i1.675

Abstract:
Kefir susu kambing dengan penambahan seduhan kopi robusta (SKR) dimungkinkan dapat meningkatkan kualitas fungsional, karena kandungan antioksidan yang dimilikinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan SKR pada kefir susu kambing dan menentukan level persentase pemberian SKR yang maksimal. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 5 perlakuan dan 5 ualangan. Level penambahan SKR pada pembuatan kefir sebanyak 0; 5; 10; 15 dan 20 %. Parameter yang dianalisis meliputi pH diukur menggunakan pH meter, kadarpolifenol total menggunakan reagen Folin-Ciocalceu, dan aktivitas antioksdian ditetentukan dengan metode DPPH. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji ANOVA, dan jika berpengaruh nyata atau siginifikan dilanjut menggunakan uji beda Tukey. Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan SKR terhadap nilai pH sangat berpengaruh nyata (P<0.05),kadarpolifenol total dan aktivitas antioksidan mengalami peningktan dibandingkan perlakuan P0 atau kontrol. Semakin tinggi penambahan SKR dalam pembuatan kefir maka semakin tinggi pula nilai pH yang dihasilkan. Penambahan SKR sebanyak 20% menghasilkan kefir dengan kadar pH 4.35, nilai pH ini masih masuk standar pH susu fermentasi untuk susu fermentasi. Kadar polifenol total pada penelitian ini semakin meningkat dengan semakin banyaknya penambahan SKR. Penambahan SKR sebanyak 20% menghasilkan kadar polifenol total sebesar 684.4686 mg/L lebih tinggi 70% dibandingkan control. Sampel kefir yang diperkaya 20% SKR menunjukan nilai aktivitas antioksdian paling tinggi DPPH IC50 sebesar 554.3444. Kesimpulan penelitian ini bahwa penambahan SKR efektif meningkatkan aktivitas antioksdian, kadar fenolat total, dan pH kefir sesuai standar susu fermentasi.
Putri Awaliya Dughita, Adib Norma Respati, Andri Haryono Awalokta Kusuma, Abdul Hakim
Bulletin of Applied Animal Research, Volume 3, pp 7-10; https://doi.org/10.36423/baar.v3i1.676

Abstract:
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh beda metode pemasakan terhadap kandungan nutrien tepung limbah ikan nila merah. Metode pemasakan yang digunakan pada penelitian yaitu T0 : Tepung limbah ikan nila merah tanpa perlakuan (kontrol) , T1 : Tepung limbah ikan nila merah dengan perlakuan perebusan, T2 : Tepung limbah ikan nila merah tanpa perlakuan pengukusan. Uji yang dilakukan menggunakan uji proksimat dengan variabel yang diamati yaitu kadar air, kadar abu, kadar protein dan kadar lemak. Hasil penelitian diperoleh nilai rata-rata uji proksimat tepung limbah ikan nila merah dengan metode pemasakan T0, T1 dan T2 berturut-turut adalah kadar air 6.42%, 8,38%, 8,70%, kadar abu 9,62%, 5,22%, 3,52%, kadar protein 60,10%, 55,30%, 58,80%, dan kadar lemak 14,60%, 9,45%, 5,80%. Kesimpulan bahwa tepung limbah ikan nila merah dengan metoda pemasakan T2 yaitu dengan metoda pemasakan pengukusan memiliki kandungan protein terbanyak.
Muhammad Rayhan, Caribu Hadi Prayitno, Yusuf Subagyo
Bulletin of Applied Animal Research, Volume 3, pp 11-16; https://doi.org/10.36423/baar.v3i1.679

Abstract:
Pengaruh pemberian mineral organik dan tepung kulit bawang putih yang mengandung polifenol salah satunya adalah allisin dapat menghambat kerja enzim HMG-CoA pada bakteri Archea rumen, sehingga terjadi H2 untuk pembentukan gas methan dialihkan kearah pembentukan propionat. Propionat sebagai prekusor pembentuk glukosa darah. Peningkatan propionat memberikan efek pada penurunan asetat. Asetat merupakan prekusor pembentuk kolesterol darah. Allisin juga dapat menghambat superoksidasi, sehingga tidak terjadi kerusakan membran sel dan dapat mempertahankan hemoglobin dalam darah. Keseimbangan terjadi terhadap kadar glukosa darah dan recovery tubuh ternak akan membaik. Pada ternak yang sedang bunting sering terjadi negative energy balance. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pemberian mineral organik dan tepung kulit bawang putih pada pakan kambing perah terhadap glukosa darah dan recovery tubuh. Materi yang digunakan dalam penelitian adalah kambing Jawa Randu induk bunting laktasi kedua sebanyak 15 ekor. Perlakuan yang diberikan yaitu penambahan tepung kulit bawang putih 30 ppm; Cr organik 1,5 ppm; Se organik 0,3 ppm dan Zn lisinat 40 ppm. Perlakuan yang diujicobakan yaitu R0 terdiri atas Pakan kontrol (Hijauan dan Konsentrat perbandingan 70:30). R1 terdiri ataspakan R0 + Tepung kulit bawang putih (Allium sativum) 30 ppm. R2 terdiri atas pakan R1 + Mineral Organik ( Se 0,3 ppm, Cr 1,5 ppm, Zn 40 ppm). Data dianalisis menggunakan analisis variansi dan dilanjutkan uji LSD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suplementasi tepung kulit bawang putih dan mineral organik pada pakan kambing perah tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap kadar glukosa darah dan recovery tubuh.
Ahimsa Kandi Sariri, Sri Sukaryani
Bulletin of Applied Animal Research, Volume 3, pp 17-22; https://doi.org/10.36423/baar.v3i1.680

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari konsentrasi penambahan asam formiat pada silase yang paling efektif dalam meningkatkan nilai nutritif silase Pennisetum purpureum. Asam formiat yang digunakan dalam bentuk cair yang terbagi dalam perlakuan 0; 0,15; 0,3 dan 0,45 % berat hijauan kemudian hijauan yang telah dipotong-potong kemudian dibagi-bagi dalam perlakuan T0 = pemberian asam formiat 0% berat hijauan, T1 = pemberian asam formiat 0,15% berat hijauan, T2 = pemberian asam formiat 0,3% berat hijauan, T3 = pemberian asam formiat 0,45% berat hijauan. Masing-masing perlakuan diulang 4 kali. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok pola searah. Analisis yang dilakukan meliputi kadar air, kandungan protein kasar dan kandungan serat kasar silase. Penelitian ini dapat disimpulkan Penambahan asam formiat 0,15% pada pembuatan silase hijauan Pennisetum purpureum memberikan kandungan nutritif dan performa terbaik yaitu kandungan air 52.15%, PK 12.28%, serat kasar 9,51% dan performa yang menarik yaitu berwarna segar, hangat dan beraroma asam, penambahan asam formiat 0,3% pada pembuatan silase hijauan Pennisetum purpureum memberikan kandungan nutritif tidak berbeda nyata dengan kontrol dan penambahan asam formiat 0,45% pada pembuatan silase hijauan Pennisetum purpureum memberikan kandungan nutritif yang berbeda nyata (P<0,05) dengan kontrol tetapi performanya rendah dan mudah rusak.
Back to Top Top