JURNAL PENELITIAN SEJARAH DAN BUDAYA

Journal Information
ISSN / EISSN : 2502-6798 / 2655-8254
Total articles ≅ 81
Filter:

Latest articles in this journal

Leni Marpelina, Rahmat Fajar Asrofin
Jurnal Penelitian Sejarah Dan Budaya, Volume 8, pp 45-66; https://doi.org/10.36424/jpsb.v8i1.282

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikanmuseum virtual yang saatini berkembang di Indonesia, baik berupa ruang perlombaan, ruang diskusi, ruangpertunjukan maupun wisata museum virtual. Metode penelitian yang digunakan adalah deskripsi kualitatif dengan pendekatan eksplorasi. Pengumpulan data menggunakan studi literatur dengan menelusuri berbagai laporan, publikasi jurnal, dan situs web. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pandemi covid telah mengakibatkan sebagian besar museum diseluruh dunia ditutup untuk sementara bahkan secara permanen. Penutupan museum tersebut berakibat pada penurunan jumlah pengunjung dan penutupan museum, kendala pada pemeliharaan museum, dan peningkatan layanan digital museum.Dampak lain adalah kerugian finansial secara besar-besaran pada periode covid 19.Agar tetap bertahan, maka hampir seluruh museum mempromosikan museum virtual.Museum virtual dalam segala bentuknya, telah membuka pintu bagi pengunjung yang dapat mengunjungi museum tanpa mengenal batas ruang dan waktu.
Gilang Hasbi Asshidiqi, Irma Agustiana
Jurnal Penelitian Sejarah Dan Budaya, Volume 8, pp 87-104; https://doi.org/10.36424/jpsb.v8i1.290

Abstract:
Budaya merupakan hasil cipta, karya, dan karsa dari masyarakat yang menunjukkan identitas dari masyarakat yang membawanya. Budaya menjadi nilai tawar suatu kelompok, seperti suku Osing. Suku Osing menjadi objek perebutan dan taklukan yang digunakan untuk kepentingan kerajaan disekelilingnya seperti perluasan wilayah, mobilisasi kekuatan, ekonomi, bahkan pengaruh kultural. Salah satu kerajaan yang berupaya untuk menguasainya adalah Kesultanan Mataram. Kesultanan Mataram berupaya menanamkan budaya Jawa dan Islamisasi terhadap masyarakat Blambangan. Sehingga masyarakat Blambangan mengembangkan kebudayaan Osing untuk bertahan dan melawan pengaruh budaya Mataram. Penulisan artikel ini bertujuan untuk mengetahui sejarah perlawanan masyarakat Blambangan dan bagaimana mempertahankan diri dari dominasi budaya Mataram hingga tetap bertahan hingga saat ini. Penulisan artikel ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan menggunakan metode studi pustaka. Metode studi pustaka merupakan metode dengan menghimpun sumber kepustakaan. Melalui pencarian referensi mengenai permasalahan yang ditemukan berupa textbook, jurnal, artikel ilmiah, yang sesuai. Lalu di gunakan langkah-langkah penelitian sejarah meliputi, heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi. Sehingga dapat diketahui perlawanan budaya rakyat Blambangan melalui komunitas Osing berhasil dilakukan dalam menghadapi pengaruh Mataram dan pada akhirnya masyarakat Osing bertahan hingga saat ini sekalipun Islamisasi terjadi tetapi tetap memegang ajaran nenek moyang.
Khairul Nizam Bin Zainal Badri
Jurnal Penelitian Sejarah Dan Budaya, Volume 8, pp 67-86; https://doi.org/10.36424/jpsb.v8i1.287

Abstract:
The 16th century had shown that Western powers so vigorously expanded their influence in the East. Their main goal is to spread the mission of Christianization and reap wealth within the Malay world. Aceh is considered the main rival in the East because of its power as the strongest country in the Malay world and its position as a major center of trade routes. The reign of the 8th Sultan of Aceh, Sultan Alauddin Mansur Shah is regarded as a critical period for the Muslims in the East because at that time the Portuguese and the Spanish conspired to conquer the Muslim countries. The situation is causing Sultan Alauddin Mansur Shah to take steps to defend Islam and the sovereignty of the states in the Malay world. This study uses the qualitative method. The archival approach was chosen to examine the documents relevant to the scope discussed. In order for the study to be more structured, the aspect of historiography based on the sequence of events becomes a consideration. To ensure the accuracy of events within the reign of Sultan Alauddin Mansur Shah, the cross-reference technique of information is done. This technique is very important and relevant given that no thorough research has ever been conducted for the reign of Sultan Alauddin Mansur Shah with respect to the scope of the study. The result of the study indicates that Sultan Alauddin Mansur Shah emphasized the understanding of monotheism-Sufism among the community to develop the spirit of jihad against Western colonialists. Apart from that, he also implemented the constitution based on Islamic law. In order for the sovereignty of states in the Malay reserved, he has built good relations with other states of Pahang and Brunei in particular that each has a great influence within Malaya and Borneo.
Hasbi Marwahid
Jurnal Penelitian Sejarah Dan Budaya, Volume 8, pp 105-134; https://doi.org/10.36424/jpsb.v8i1.309

Abstract:
Yogyakarta merupakan salah satu daerah tujuan wisata terkemuka di Indonesia. Hal ini karena dukungan dari pelbagai faktor seperti sejarah dan kebudayaannya. Pembangunan pariwisata di Yogyakarta sekarang tentu tidak lepas dari upaya-upaya awal pemerintah dalam mengembangkannya pasca kemerdekaan. Pembangunan pariwisata seiring dengan upaya pemerintah memulihkan perekonomian daerah yang rusak pasca perang. Artikel ini berfokus pada strategi dan upaya yang dilakukan oleh pemerintah daerah dalam membangun kembali pariwisata di Yogyakarta. Sumber yang digunakan meliputi arsip pemerintah, koran, dan majalah sezaman. Dengan menggunakan metode sejarah, hasil dari kajian ini menunjukan keterlibatan aktif dari pemerintah telah berhasil membangkitkan kembali pariwisata yang ada di Yogyakarta dengan adanya kebijakan, koordinasi, subsidi dan pendirian sebuah badan yang mengelola.
Ahmad Syahrir, Rifal Rifal, Abdul Rahman, Ahmadin Ahmadin
Jurnal Penelitian Sejarah Dan Budaya, Volume 8, pp 1-22; https://doi.org/10.36424/jpsb.v8i1.214

Abstract:
Pekerjaan menjadi pedagang antar pulau sulit dilakukan oleh banyak orang, selain menggunakan modal yang besar, memiliki pula resiko yang besar. Berbeda halnya dengan pedagang tuju-tuju yang terletak di wilayah Pantai Timur Sulawesi, menjadikan pekerjaan ini menjadi tradisi dari sanak keluarga mereka. Demi mempertahankan penetrasi ekonomi maka diperlukan strategi dalam menjalin hubungan dengan para pedagang yang tidak pernah bertemu secara langsung, adapun strateginya yaitu, lempu (jujur), getteng (nilai keteguhan dan keyakinan) dan materru’ (berani). Inilah yang dipegang teguh para pedagang Tuju-tuju saat bertransaksi dengan pedagang dari Nusa Tenggara Timur dan sekitarnya. Artikel ini bertujuan mengungkap strategi ekonomi pedagang dari tradisi keluarga yang dimiliki, dengan metode kualitatif dengan tipe deskriptif.Teknik pengumpulan data diperoleh dengan penelitian lapangan yang mencakup observasi, dokumentasi dan wawancara.Bahwa strategi ekonomi yang berasal dari tradisi keluarga berupa jujur, keyakinan, dan keberanian, mampu membuat masyarakat yang bekerja sebagai pedagang menjadi sukses. Hal tersebut dapat diukur dari akumulasi modal, kepemilikan barang dan jasa, dan investasi kerja yang terus menaik.
Muhamad Alnoza
Jurnal Penelitian Sejarah Dan Budaya, Volume 8, pp 23-44; https://doi.org/10.36424/jpsb.v8i1.250

Abstract:
Kajian ini secara umum membandingkan nilai dan norma pada prasasti-prasasti Kawali dengan naskah Sanghyang Siksa Kanda Ng Karesian. Masalah utama dalam penelitian ini adalah meninjau pertautan nilai dan norma antara prasasti-prasasti Kawali dengan naskah Siksa Kanda Ng Karesian. Tujuan dari dilakukannya kajian ini adalah untuk mengetahui adanya indikasi keberlanjutan norma dan nilai pada dua sumber tertulis. Penelitian dilakukan dengan menerapkan tiga tahapan yang di antaranya pengumpulan data, analisis dan penafsiran. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, dapat diketahui bahwa terdapat beberapa nilai dan norma yang dilanjutkan dari masa dikeluarkannya prasasti-prasasti Kawali hingga masa ditulisnya naskah Sanghyang Siksa Kanda Ng Karesian. Nilai dan norma yang dilanjutkan di antaranya, anjuran untuk mengabdi pada raja, menjaga alam, berperilaku adil dan tidak berjudi.
Joshua Jolly Sucanta Cakranegara
Jurnal Penelitian Sejarah Dan Budaya, Volume 7, pp 281-311; https://doi.org/10.36424/jpsb.v7i2.274

Abstract:
Artikel ini bertujuan mengkaji upaya pencegahan dan pengendalian penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Indonesia pada awal abad ke-21 (2004-2019) beserta dampaknya. Hal ini menjadi penting sebab DBD dinilai sebagai salah satu ancaman ketika Indonesia sedang melawan pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Selain itu, DBD menjadi salah satu penyakit yang telah berada dalam sejarah panjang Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian sejarah dengan pendekatan sejarah kesehatan masyarakat. Sumber-sumber yang digunakan adalah sumber primer berupa surat kabar dan publikasi resmi pemerintah serta sumber sekunder berupa literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa status DBD yang telah ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) pada 2004 menyebabkan perhatian pemerintah atas DBD makin besar. Pemerintah menetapkan kebijakan kesehatan yang meliputi upaya pencegahan dan pengendalian dengan melibatkan kolaborasi lintas sektor. Meskipun demikian, dampak atas upaya ini adalah jumlah kasus DBD bergerak secara fluktuatif selama lima belas tahun, bahkan meningkat tajam pada 2019.
Irfal Mujaffar
Jurnal Penelitian Sejarah Dan Budaya, Volume 7, pp 194-226; https://doi.org/10.36424/jpsb.v7i2.255

Abstract:
Popularitas Garut sebagai tujuan utama pariwisata pada periode akhir kolonial menarik minat para pelaku usaha akomodasi untuk merintis usaha-usaha mereka di kawasan ini. Semenjak itu Garut berkembang menjadi salah satu episentrum persebaran hotel-hotel pegunungan (berghotel) yang menawarkan akomodasi bagi para wisatawan. Kondisi tersebut memicu terjadinya persaingan di antara mereka. Artikel ini berfokus pada strategi hotel-hotel pegunungan di Garut dalam menjaring lalu lintas wisatawan. Sumber yang digunakan adalah buku-buku, surat kabar, majalah, buku panduan wisata, dan catatan perjalanan sezaman. Dengan menggunakan metode sejarah, hasil dari kajian ini menunjukan bahwa dalam menyiasati tekanan persaingan untuk mendapatkan wisatawan, hotel-hotel pegunungan di Garut menempuh berbagai strategi melalui pengembangan inovasi dan bentuk-bentuk kolaborasi.
Khaerul Amri
Jurnal Penelitian Sejarah Dan Budaya, Volume 7, pp 143-163; https://doi.org/10.36424/jpsb.v7i2.240

Abstract:
Penelitian ini akan membahas tentang Perubahan politik di wilayah Ooster Districten pada masa kekuasaan kolonial. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah metode sejarah, yang menjelaskan persoalan penelitian berdasarkan perspektif sejarah. Prosedurnya meliputi empat tahapan, yaitu pencarian dan pengumpulan sumber (heuristik), kritik sumber (seleksi data), interpretasi (penafsiran), dan penyajian atau penulisan sejarah (historiografi). Hasil kajian ini menunjukkan bahwa kolonialisme telah merubah wajah Tellu Limpoe. Sistem kerajaan serta wilayahnya diubah menjadi lebih modern ala Belanda yang kemudian diikuti dengan hilangnya kedudukan kaum pribumi. Keadaan ini berlangsung hingga berakhirnya kekuasaan Belanda di Sinjai.
Andri Nurjaman, Dadan Rusmana,
Jurnal Penelitian Sejarah Dan Budaya, Volume 7, pp 227-250; https://doi.org/10.36424/jpsb.v7i2.258

Abstract:
Rumah adat merupakan peninggalan kebudayaan masyarakat tradisional yang harus dijaga keberadaannya sebagai cagar budaya oleh masyarakat yang hidup saat ini. Di Indonesia, terdapat banyak terdapat rumah yang ada hingga saat ini. Salah satunya adalah rumah adat yang berada di Desa Neglasari, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat yang dikenal Kampung Naga. Gaya arsitektur rumah adat di Kampung Naga tersebut adalah berupa rumah panggung seperti layaknya rumah tradisional masyarakat Sunda. Karena itu, gayanya yang unik, di sisi rumah adat di Kampung Naga ini juga memiliki filosofi dan nilai-nilai Islam di dalamnya. Tulisan ini bertujuan mengungkap filosofi dan nilai-nilai Islam dalam gaya bangunan rumah adat di Kampung Naga Tasikmalaya. Pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan lapangan, wawancara, dan studi kepustakaan. Teknik analisis data yang digunakan adalah kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan (verifikasi). Hasil penelitian menunjukkan filosofi bangunan rumah adat Kampung Naga dengan bahan alami mencerminkan hubungan baik antara masyarakat adat Kampung Naga dengan alam. Tidak hanya itu, bangunan panggung yang mencerminkan kesederhanaan menunjukan kehidupan masyarakat Kampung Naga. Nilai-nilai Islam dalam bangunan rumah adat Kampung Naga dilihat dari struktur bangunan dan bentuk (model) rumah yang mengandung nilai-nilai hubungan yang harmonis antara manusia, alam dan Tuhan. Dalam Islam disebut dengan istilah habluminallah, habluminanas dan habluminalalam.
Back to Top Top