Al-Athfaal: Jurnal Ilmiah Pendidikan Anak Usia Dini

Journal Information
ISSN / EISSN : 2622-5484 / 2622-5182
Total articles ≅ 24
Filter:

Latest articles in this journal

Heny Wulandari, Ratna Pangastuti
Al-Athfaal: Jurnal Ilmiah Pendidikan Anak Usia Dini, Volume 3, pp 98-111; doi:10.24042/ajipaud.v3i1.6912

Abstract:
Penelitian bertujuan untuk mengembangkan aplikasi kesehatan berbasis mobile untuk pemantauan deteksi dini tumbuh kembang (DDTK) anak usia 4-6 tahun. Rancangan penelitian mengacu pada modifikasi model pengembangan Borg and Gall. Penelitian ini dilakukan di Taman Kanak-Kanak. Subjek penelitian merupakan anak TK usia 4-6 tahun dan guru. Data dikumpulkan melalui pengisian kuisioner untuk guru TK. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian membuktikan bahwa aplikasi kesehatan berbasis mobile untuk pemantauan deteksi dini tumbuh kembang (DDTK) anak usia 4-6 tahun yang dikembangkan efektif digunakan.
Agus Jatmiko Jatmiko, Eti Hadiati Hadiati, Mia Oktavia Oktavia
Al-Athfaal: Jurnal Ilmiah Pendidikan Anak Usia Dini, Volume 3, pp 83-97; doi:10.24042/ajipaud.v3i1.6875

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lebih lanjut mengenai bagaimana penerapan evaluasi pembelajaran anak usia dini di taman kanak-kanak dharma wanita persatuan bandar lampung. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “Bagaimana Implementasi Evaluasi Pembelajaran Anak Usia Dini di Taman Kanak-kanak Dharma Wanita Persatuan Bandar Lampung”. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data penelitian dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumen analisis. Data dianalisis menggunakan reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam Implementasi Evaluasi Pembelajaran Anak Usia Dini di Taman Kanak-kanak Dharma Wanita Persatuan Bandar Lampung menyatakan bahwa dari lima indikator ada empat indikator yang sudah terpenuhi diantaranya (1) Merumuskan atau menetapkan kegiatan (2) Menyiapkan alat atau teknik penilaian (3) Menetapkan kriteria penilaian (4) Menentukan nilai. Namun, ada satu indikator yang belum terpenuhi yaitu mengumpulkan data. Pendidik kurang untuk mengumpulkan data hasil kegiatan pembelajaran. Seharusnya secara rutin pendidik mengumpulkan data hasil kegiatan pembelajaran pada peserta didik yang telah dilakukan. Hal tersebut dilakukan supaya dalam pelaksanaan rekapitulasi penilaian nantinya pendidik tidak kesulitan untuk mendeskripsikan hasil pembelajaran pada peserta didik.Kata kunci: Evaluasi Pembelajaran AUD, Pendidik, Jurnal Al-Athfal
Trinita Anggraini, Erine Nur Maulidya
Al-Athfaal: Jurnal Ilmiah Pendidikan Anak Usia Dini, Volume 3, pp 45-55; doi:10.24042/ajipaud.v3i1.6546

Abstract:
Pada abad 21, anak usia dini hingga manula sudah terbiasa dengan penggunaan teknologi, bahkan beberapa penelitian menjelaskan bahwa anak usia dua tahun saat ini sudah terbiasa menggunakan gadget untuk bermain game, membuka youtube atau membuka galeri video dengan sangat ahli. Oleh karena itu, artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi tentang kebiasaan penggunaan gadget pada anak usia dini dan kasus-kasus anak usia dini melihat video porno, mencari dampak anak melihat pornografi, dan penyebab anak usia dini terpapar video porno di era digital saat ini. Artikel ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode tinjauan literatur. Data dikumpukan dengan menganalisis beberapa kasus, jurnal, dokumen, data lain baik cetak maupun elektronik yang relevan. Hasil menunjukkan bahwa paparan pornografi pada anak dapat menyebabkan kerusakan otak, rusak kemampuan konsentrasi dan fokus, serta membuat anak kecanduan video porno, mengalami penyimpangan seks, hingga menjadi pelaku pelecehan atau kekerasan seksual di masa mendatang. In the 21st century, children to adults are digital consumers to the use of technology, it even various studies explain that a lot of children in the age of two are now accustomed to using gadgets to play games, open YouTube or watch video from galleries with great expertise. The goal of this article study was to explore the habits of using gadgets in early childhood and cases of early childhood viewing porn videos, to analisys the impact of children watching pornography, and to find the causes of early childhood exposure to pornographic videos in today's digital era. This article contains used qualitative descriptive approach with library research method. The data were collected by analyzing some printed and electronic journals, books, documents, and other sources that related. These results indicated that exposure pornography in children can cause the brain demage, impaired concentration and focus ability, and become addicted to pornographic videos, experience sexual deviations, and become perpetrators of sexual harassment or violence in the future.
Nurfaizah Nurfaizah, Romlah Romlah
Al-Athfaal: Jurnal Ilmiah Pendidikan Anak Usia Dini, Volume 3, pp 56-68; doi:10.24042/ajipaud.v3i1.6654

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mengenai pelaksanaan teknik modelling untuk mengembangkan kemampuan sosial anak usia 5-6 tahun. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan mendeskripsikan teknik modeling yang digunakan untuk mengetahui perkembangan kemampuan sosial. Dalam penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data diantaranya ialah wawancara, observasi dan dokumentasi yang dilaksanakan di TK 'Aisyiyah Bustanul Athfal 1 Bandar Lampung. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa guru/model dikelas B2 menggunakan beberapa tahapan dalam proses modeling, meliputi: perhatian, pemberian stimulus, production, motivasi dan penguatan. Melalui tahapan-tahapan tersebut ternyata memudahkan model/guru untuk mengembangkan sosial kelas B2. Teknik modeling dalam mengembangkan kemampuan sosial peserta didik dikatakan efektif dalam rangka membina, mengembangkan bahkan meningkatkan kualitas kemampuan sosial peserta didik.
Khadijah Khadijah, Nurul Amelia
Al-Athfaal: Jurnal Ilmiah Pendidikan Anak Usia Dini, Volume 3, pp 69-82; doi:10.24042/ajipaud.v3i1.6508

Abstract:
Perkembangan kognitif merupakan proses berfikir anak dan menemukan solusi dari apa yang dipikirkan tersebut.Kognitif juga sering diartikan sebagai kecerdasan daya nalar atau berpikir. Dalam arti luas, kognitif ialah berpikir dan mengamati sehingga muncul tingkah laku yang mengakibatkan orang memperoleh pengetahuan. Kognitif dapat diartikan sebagai pengetahuan yang luas, kreatifitas atau daya cipta, kemampuan berbahasa serta daya ingat. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang dilakukan di RA Al-Hidayah Semanggi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui materi kegiatan dalammengembangkan kognitif anak, mendeskripsikan penerapan teknik asesmen (penilaian), dan hasil/dampak adanya asesmen perkembangan kognitif di RA Al-Hidayah Semanggi. Teknik pengumpulan data yang penulis lakukan adalah observasi kemudian dilanjutkan dengan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perkembangan kognitif anak berkembang sesuai dengan harapan. Hal ini bisa dilihat dari kegiatan mereka sehar-hari. dalam mengembangkan kognitif anak di RA. Al-Hidayah lebih sering menggunakan kegiatan seperti Shalat, Menulis, Membaca, dan Menulis. Asesmen meiliki dampak positif dalam pencapaian perkembangan kognitif, baik untuk guru, anak didik, maupun orang tua.
Sri Widayati, Nurhenti Dorlina Simatupang, Aprianti Aprianti, Rohmatul Maulidiya
Al-Athfaal: Jurnal Ilmiah Pendidikan Anak Usia Dini, Volume 3, pp 30-44; doi:10.24042/ajipaud.v3i1.6544

Abstract:
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih banyaknya anak yang masih memerlukan bantuan dalam melipat kertas satu kali, anak belum mampu dalam menyatukan dua sisi kertas dan menekan kertas dengan kuat sehingga hasil melipat satu menghasilkan lipatan yang tidak sama. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak pada kegiatan melipat kertas bermotif dengan sisi kertas yang berbeda. Jenis penelitian ini yaitu menggunakan jenis penelitian tindakan kelas (action research). Subjek penelitian ini adalah anak usia 5-7 tahun di TK DWPW. Tehnik pengumpulan data dengan lembar observasi. Tehnik pengolahan data menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 47,2% dan siklus II 82,6 % kmampuan anak dalam melipat kertas satu lipatan mengalami peningkatan. Terjadinya peningkatan sebesar 35,47% yang berarti melipat dengan menggunakan kertas bermotif dengan dua sisi berbeda dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak dalam melipat satu kali. Harus dipastikan anak menguasai kegiatan melipat satu dengan baik baru guru dapat memberikan tahap melipat selanjutnya.
Mardi Fitri, Na’Imah Na’Imah
Al-Athfaal: Jurnal Ilmiah Pendidikan Anak Usia Dini, Volume 3, pp 1-15; doi:10.24042/ajipaud.v3i1.6500

Abstract:
Penelitian ini dilaksanakan dengan menganalisis studi kepustakaan dari berbagai buku-buku dan jurnal-jurnal ilmiah. Penelitian yang dilakukan ini bertujuan untuk mencari tahu penyebab yang dapat meningkatkan perkembangan moral anak yang berusia dini. Sedangkan metode penelitian menggunakan library research dan jenisnya berupa penelitian deskriptif. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa perkembangan moralitas anak yang berusia dini memperlihatkan adanya proses perubahan tingkah laku, budi pekerti, akhlak, maupun karakter anak untuk memiliki perkembangan yang baik. Perkembangan perilaku pada anak disebabkan oleh faktor lingkungan terdekat atau sekitarnya. Perkembangan tersebut dapat berupa keadaan situasi lingkungan, konteks individu, atau kepribadian seseorang dalam konteks sosial atau cara berintraksi dengan lingkungan sekitar dalam bermasyarakat. Hal ini membuktikan bahwa perlu adanya peran orang tua atau pendidik dalam membimbing anak yang masih berusia dini, karena hal tersebut akan mempengaruhi perkemban yang terjadi pada diri anak dimasa yang akan datang. Jadi, dapat disimpulkan bahwa pengaruh perkembangan moral pada anak usia dini dipengaruhi oleh faktor keseharian anak dalam lingkungan sekitarnya, sehingga perlu adanya suatu pembelajaran pada anak mengenai nilai-nilai positif yang akan mengajarkan anak baik secara moral maupun sosialemosiaonalnya.
Triana Indrawati, Nabila Aulia Rahmah
Al-Athfaal: Jurnal Ilmiah Pendidikan Anak Usia Dini, Volume 3, pp 16-29; doi:10.24042/ajipaud.v3i1.6539

Abstract:
Chicken Dance Motion is a dance movement with the imagination like being a Chicken who is looking for food, walking, jogging, and so forth. Motion as the main ingredient in dance, is used as a medium to express ideas of what they think and feel. Chicken dance movements can improve the gross motor development of children. Motor Development means the development of controlling physical movements through coordinated nerve center, nerve and muscle activities. This study aims to describe the pre-cycle conditions of chicken dance learning in B1 group children and explain whether the method of chicken dance learning can improve the gross motor development of early childhood. This type of research is a classroom action research conducted collaboratively between researchers and teachers. The study was conducted in two cycles. The research subjects were children of group B1 TKIT Mutiara Hati Petarukan Pemalang. The results showed that there was an increase in children's gross motor development through chicken dance movements in the B1 group TKIT Mutiara Hati Petarukan Pemalang.
Wardah Anggraini, Cahniyo Wijaya Kuswanto
Al-Athfaal: Jurnal Ilmiah Pendidikan Anak Usia Dini, Volume 2, pp 61-70; doi:10.24042/ajipaud.v2i2.5248

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mengenai pelaksanaan teknik ceklis sebagai asesmen untuk mengetahui perkembangan sosial emosional anak usia dini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan mendeskripsikan teknik ceklis sebagai asesmen yang digunakan untuk mengetahui perkembangan sosial emosional. Penelitian ini dengan teknik pengumpulan data diantaranya adalah observasi, wawancara dan dokumentasi yang dilaksanakan di RA Insan Mulia Bambanglipuro, Bantul, Yogyakarta. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan menunjukan bahwa RA Insan Mulia Bambanglipuro melaksanakan teknik asesmen untuk menilai perkembangan anak didiknya dengan menggunakan teknik ceklis, catatan anekdot serta hasil karya. termasuk untuk penilaian perkembangan sosial emosional menggunakan ketiga teknik tersebut, namun salah satu teknik yang paling menonjol untuk digunakan adalah teknik ceklis. Teknik ceklis ini digunakan oleh RA Insan Mulia sesuai dengan Pedoman Penilaian Pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Tahun 2015.Kata Kunci: Teknik Ceklis, Asesmen, Perkembangan Sosial Emosional
Utia Virli Susanti, Neni Mulya
Al-Athfaal: Jurnal Ilmiah Pendidikan Anak Usia Dini, Volume 2, pp 47-60; doi:10.24042/ajipaud.v2i2.5354

Abstract:
Penelitian ini bertujuan terkait pengawasan PKBM terhadap kepala sekolah di TK Sanggar Anak Alam. Terkait dari hasil wawancara disekolah peneliti mengetahui bahwa pihak TK Sanggar anak Alam tidak diberikan pengawasan oleh pihak dinas pendidikan, tetapi pengawasan dari PKBM. Bahwasannya dilembaga TK tersebut berbeda dengan TK lainnya, Mereka memakai kurikulum sendiri, dan mereka mengedepankan belajar melalui minat anak. Sehingga unit bagian PKBM memberikan pengawasan kepala sekolah berupa pertemuan forum dan disana kepala sekolah memberikan hasil kinerja guru selama beberapa minggu dan pihak PKBM akan memberikan saran dan masukan jika ada guru maupun kepala sekolah yang melanggar aturan dari ketetapan di TK Sanggar Anak Alam. Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif, penelitian yang bertujuan untuk menggambarkan secara utuh dan mendalam tentang realitas sosial dan berbagai fenomena yang terjadi dimasyarakat. Metode penelitian yang digunakan studi kasus dengan studi kasus yang akan peneliti tujukan untuk memberikan gambaran yang komprehensif dan sistematis. Proses pengumpulan datanya dilakukan dengan menggunakan dokumentasi, observasi, dan wawancara. Hasil dari penelitian ini ialah pihak PKBM memberikan kebijakan apakah dalam satu semester kinerja guru sesuai dan tercapai dalam mengembangkan minat anak, mengembangkan enam aspek perkembangan dan bagaimana pihak kepala sekolah melihat itu semua. Pihak PKBM memberikan arsip dan dokumentasi dari hasil karya yang anak lakukan dan PKBM memberikan kebijakan jika ada hal yang baru dan bisa menjadi saran dalam melakukan pengawasan kepada pihak kepala sekolah di TK Sanggar Anak Alam.Kata Kunci:pengawasan PKBM, kepala sekolah.
Back to Top Top