Teknika: Jurnal Sains dan Teknologi

Journal Information
ISSN / EISSN : 1693-024X / 2654-4113
Total articles ≅ 70
Filter:

Latest articles in this journal

Denni Kartika Sari, Retno Sulistyo Dhamar Lestari
Teknika: Jurnal Sains dan Teknologi, Volume 12; doi:10.36055/tjst.v12i1.2311

Enden Mina, Rama Indera Kusuma, Kiki Ariandhika Muzaky
Teknika: Jurnal Sains dan Teknologi, Volume 16, pp 128-135; doi:10.36055/tjst.v16i1.8261

Abstract:
Fenomena likuifaksi sering terjadi setelah kejadian gempa di beberapa tempat. Likuifaksi pada tanah dapat menyebabkan kerusakan yang parah bagi bangunan yang berada di atasnya, sehingga kerugian yang ditimbulkan sangat besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi likuifaksi di wilayah Bandara Soekarno-Hatta Tangerang terutama wilayah Cross Taxiway Timur. Metode yang digunakan adalah analisis nilai safety factor (SF) yang didapatkan dengan membandingkan nilai cyclic resistance ratio (CRR) dan cyclic stress ratio (CSR) dengan menggunakan parameter tanah yang berasal dari data uji bor standard penetration test (SPT). Suatu tanah akan terlikuifaksi apabila memiliki nilai SF kurang dari satu dan tidak terlikuifaksi apabila nilainya lebih atau sama dengan satu. Berdasarkan hasil analisis likuifaksi dengan mengambil nilai percepatan gempa rata-rata sebesar 0,35g diperoleh hasil bahwa seluruh area cross taxiway timur Bandara Soekarno Hatta memiliki potensi untuk mengalami likuifaksi pada kedalaman rata-rata antara 6 meter sampai 8 meter. Liquefaction phenomenon often occurs after earthquake events in several places. Liquefaction of the soil can cause fatal damage to the building above so that the losses incurred are not small. This study aims to determine the potential liquefaction at Soekarno-Hatta Airport in Tangerang, especially in the East Cross Taxiway area. The method used in this study is the analysis of safety factor values obtained by making a comparison of cyclic resistance ratio (CRR) value with cyclic stress ratio (CSR) value using soil parameters obtained from drill test data of standard penetration test (SPT). The site has the potential of liquefaction when the safety factor less than one and unlicensed to liquefaction when it higher or equal to one. Based on the results of liquefaction analysis by taking an earthquake acceleration value of an average of 0.35 g for Tangerang Area, it can be concluded that the East Cross Taxiway area of the Soekarno Hatta Airport has the potential liquefaction at an average depth between 6 meters to 8 meters.
Budiyono Budiyono
Teknika: Jurnal Sains dan Teknologi, Volume 16, pp 122-126; doi:10.36055/tjst.v16i1.7701

Abstract:
Tingkat pertumbuhan kendaraan roda empat yang sangat tinggi akan menimbulkan dampak polusi udara sangat serius. Emisi gas buang kendaraan bermotor memiliki kontribusi yang paling besar pada polusi udara. Artikel ini menyajikan hasil penelitian tentang pengaruh pemilihan kerenggangan celah busi dan pemilihan jenis busi pada mobil Xenia 1.0 terhadap gas buang. Pengujian dilakukan di Bengkel Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan dengan obyek uji adalah mobil Xenia 1.0 4 tak 1000 cc pada putaran 900 rpm dan 1500 rpm. Masing masing pengujian dilakukan pengulangan 3 kali untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat. Pengujian ini menggunakan dua jenis busi yaitu jenis DENSO K16PR- U11 dan NGK BKR5E-11 dengan variabel pengujian tujuh celah mulai dari 0.6 mm, 0.7 mm, 0.8 mm, 0.9 mm, 1 mm, 1.1 mm, dan 1.2 mm. Sebagai indikator hasil pengujian yaitu menggunakan gas hasil pembakaran, yaitu gas CO dan HC. Pengujian ini menggunakan alat uji emisi gas analyzer tecnotest stargas 898 global diagnostic system. Dari hasil pengujian yang telah dilakukan didapatkan hasil pengaruh celah busi terhadap kadar emisi gas buang baik pada busi dengan DENSO K16PR- U11 maupun NGK BKR5E-11 cukup signifikan. Celah busi yang baik pada 1.0 mm dimana dapat menurunkan kadar CO dan HC. Penggunaan kedua jenis busi dalam menurunkan emisi gas buang hampir sama. The growth rate of four-wheeled vehicles is very high, which has a very serious air pollution impact. Motor vehicle exhaust emissions have the most significant contribution to air pollution. This article presents the results of research on the effect of spark gap selection and plug selection in Xenia 1.0 cars on exhaust gas. The test was carried out at the Mechanical Engineering Workshop of the University of Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan with the test object being the Xenia 1.0 4 stroke 1000 cc at 900 rpm and 1500 rpm. Each test was repeated three times to get more accurate results. This test uses two types of spark plugs, namely DENSO K16PR-U11 and NGK BKR5E-11 types with seven-gap test variants ranging from 0.6 mm, 0.7 mm, 0.8 mm, 0.9 mm, 1 mm, 1.1 mm, and 1.2 mm. As an indicator of the results of testing that uses combustion gases, namely CO and HC. This test uses a tecnotest stargas 898 global diagnostic system emission analyzer. From the results of tests that have been carried out, the influence of the spark plug gap on the level of exhaust emissions in the spark plug with DENSO K16PR-U11 and NGK BKR5E-11, the effect is quite significant. A good spark plug gap at 1.0 mm, which can reduce levels of CO and HC. The use of both types of spark plugs in reducing exhaust gas emissions is almost the same.
Dyah Lintang Trenggonowati, Asep Ridwan, Ade Irman, Ani Umyati
Teknika: Jurnal Sains dan Teknologi, Volume 16, pp 83-96; doi:10.36055/tjst.v16i1.7799

Abstract:
Saat ini cukup banyak pelaku usaha batik di Indonesia khususnya di Banten yang giat untuk meningkatkan daya saingnya. Dalam upaya untuk dapat selalu berada di posisi yang stabil dan dapat terus meningkatkan penjualan diperlukan kinerja yang baik dan tepat di usaha yang dilakukan sehingga dapat mencapai target pasar. UKM Batik Banten Mukarnas Center merupakan salah satu industri kelas menengah yang bergerak di bidang produksi garmen. Dalam memenuhi permintaan, UKM Batik Banten Mukarnas Center belum cukup mampu mengoptimalkan sumber daya pada proses produksinya. Terbukti masih banyak dijumpai pemborosan (waste) dalam hal pemanfaatan sumber daya (terutama bahan baku kain batik) sebagai akibat adanya aktivitas yang kurang efisien dan atau tidak mempunyai nilai tambah (non-value added). Kondisi ini berdampak pada produktivitas dan atau keuntungan menjadi kurang optimal. Penelitian ini menggunakan pendekatan efektivitas dan efisiensi kinerja untuk mengoptimalkan proses produksi di UKM Batik Banten Mukarnas Center. Usulan perbaikan dilakukan dengan membuat pemodelan sistem dan disimulasikan dengan menggunakan software Powersim. Hasilnya, pada kondisi eksisting waktu untuk memproduksi satu kain batik adalah selama 92.5 menit dengan jumlah kain batik yang dihasilkan sebanyak 30.35 kain batik per 7 hari. Setelah dilakukan perbaikan dan disimulasikan pada software Powersim didapatkan usulan ketiga sebagai usulan terbaik, yaitu memodifikasi ukuran cap batik dan menambahkan penggunaan mesin pengering pada proses pengeringan kain batik, dimana waktu untuk memproduksi satu kain batik adalah selama 69.7 menit dengan jumlah kain batik yang dihasilkan sebanyak 61.63 kain batik per 7 hari. At the moment, there are quite a several batik entrepreneurs in Indonesia, especially in Banten, who are active in increasing their competitiveness. To be able always to be able to continue to increase sales a good and appropriate performance is needed in the business carried out to reach the target market. UKM Batik Banten Mukarnas Center is one of the middle-class industries engaged in garment production. In meeting its demands, the UKM Batik Banten Mukarnas Center has not optimized its resources in its production process. There are still much wastes (waste) in terms of resource utilization (mainly raw materials of batik cloth) as a result of activities that are less efficient and or have no added value (non-value added). This condition has an impact on productivity and or profit being less than optimal. This study uses an effectiveness and efficiency approach to optimize the production process at UKM Batik Banten Mukarnas Center. Proposed improvements are made by modeling the system and simulated using Powersim software. As a result, in the existing condition, the time to produce one batik cloth was 92.5 minutes with the amount of batik cloth produced as much as 30.35 batik fabrics per 7 days. After being improved and simulated on the Powersim software, the third proposal was obtained as the best proposal, that is modifying the size of the batik stamp and adding the use of a drying machine in the drying process of batik cloth, where the time to produce one batik cloth was 69.7 minutes with the number of batik cloth produced 61.63 batik cloth per 7 days.
Lasinta Ari Nendra Wibawa
Teknika: Jurnal Sains dan Teknologi, Volume 16, pp 18-24; doi:10.36055/tjst.v16i1.7490

Abstract:
Gantry Crane merupakan salah satu jenis crane yang dapat digunakan di dalam dan di luar ruangan. Di kantor LAPAN Garut, Gantry Crane digunakan untuk proses perakitan roket sebelum dilaksanakan uji statik dan uji terbang. Penelitian ini mengkaji tentang prediksi umur fatik struktur crane menggunakan metode elemen hingga. Desain struktur Gantry Crane menggunakan Autodesk Inventor Professional 2017, sedangkan analisis elemen hingga menggunakan perangkat lunak Ansys Workbench 2019 R3. Struktur Gantry Crane dikenakan beban dengan variasi 7, 8, 9, dan 10 Ton dengan jenis pembebanan fully-reserved. Prediksi umur fatik menggunakan teori tegangan rata-rata Gerber. Struktur Gantry Crane menggunakan material aluminium paduan. Hasil simulasi menunjukkan bahwa struktur Gantry Crane dengan 7, 8, 9, dan 10 Ton memiliki umur kelelahan minimum berturut-turut 11,770 x 106, 2,307 x 106, 1,055 x 10, 0,494 x106 siklus. Sedangkan faktor keamanan struktur Gantry Crane dengan 7, 8, 9, dan 10 Ton memiliki faktor keamanan berturut-turut 1,296; 1,134; 1,008; dan 0.907. Pada pembebanan 10 Ton, umur fatik minimum Gantry Crane kurang dari 1 juta siklus. The gantry crane is one type of crane that can be used indoors and outdoors. In the LAPAN Garut office, Gantry crane is used for the rocket assembly process before static and flight tests are carried out. The study examines the fatigue life prediction of gantry crane structures using the finite element method. Gantry crane structure design uses Autodesk Inventor Professional 2017, while finite element analysis uses Ansys Workbench. Gantry crane structure is subjected to loads with variations of 7 8, 9, and 10 Tons with the fully-reserved type of loading. Fatigue life prediction using Gerber's mean stress theory. Gantry crane structure uses Aluminum alloy material. The simulation results show that the structure of the gantry crane with 7, 8, 9, and 10 ton have a minimum fatigue life of up to 11.770 x 106, 2.307 x 106, 1.055 x 106, 0.494 x 106 cycles, respectively. While the safety factor of the structure of the gantry crane with 7, 8, 9, and 10 ton have a safety factor of 1.296, 1.134, 1.008, and 0.907, respectively.
Mohamad Bima Putera Honorisal, Nurul Huda, Tri Partuti, Amalia Sholehah
Teknika: Jurnal Sains dan Teknologi, Volume 16, pp 1-11; doi:10.36055/tjst.v16i1.7519

Abstract:
Tempurung kelapa termasuk sampah organik, sehingga dapat digunakan sebagai sumber karbon alternatif. Grafit merupakan salah satu alotrop karbon yang memiliki struktur mirip sarang lebah yang terdiri dari banyak lapisan, sedangkan grafena hanya memiliki satu lapisan karbon. Untuk mensintesis grafena dapat menggunakan metode sonikasi dengan ukuran partikel grafit +200#, -200+230#, dan -230# serta waktu proses selama 30 dan 60 menit. Grafit didapatkan dari arang tempurung kelapa yang berwarna coklat dan berasal dari perkebunan kelapa di Banten. Setelah proses sonikasi, grafit masuk ke proses hidrotermal dengan dan tanpa gas nitrogen. Grafena oksida yang dihasilkan dikarakterisasi menggunakan Raman spectroscopy, Fourier transform infrared spectroscopy (FTIR), X-ray diffraction (XRD), dan scanning electron microscopy (SEM). Berdasarkan hasil XRD, sampel yang telah sonikasi masih berbentuk grafit oksida. Hal ini didukung dengan hasil SEM yang memiliki morfologi yang berpori dan belum transparan serta tidak terdeteksinya titik 2D pada karakterisasi Raman. Pada karakterisasi FTIR, terdapat ikatan C=C. Berdasarkan karakterisasi Raman, sampel GV 24 menunjukan rasio iD/iG sebesar 0,84. Pada karakterisasi FTIR terdeteksi ikatan O-H, ikatan C-H, dan ikatan C=C. Morfologi permukaan terlihat lebih transparan dari grafit yang telah disonikasi. Berdasarkan karakterisasi Raman, sampel GH 4 menunjukan rasio iD/iG sebesar 0,84. Pada karakterisasi FTIR terdeteksi ikatan O-H, ikatan C=C, dan ikatan C-O. Morfologi permukaan lebih transparan yang menandakan bahwa grafit telah terkelupas. Hasil penelitian menunjukan bahwa semakin lama proses sonikasi dan ukuran partikel -200# +230# menciptakan lapisan yang transparan dan tipis serta menghasilkan grafena oksida setelah melalui proses hidrotermal. Coconut shell is an organic waste and can be used as an alternative carbon source. Graphite is one of the carbon allotropes which has a honeycomb-like structure consisting of many layers, whereas graphene has only single carbon layer. To synthesize graphene, sonication method used by using graphite particle size +200#, -200# +230# and -230#, and processing time of 30 and 60 minutes. Graphite was obtained from brown coconut shell charcoal and comes from coconut plantations in Banten. After the sonication process, graphite processed by hydrothermal method with and without nitrogen gas. Characterization of graphene oxide was done by Raman spectroscopy, Fourier transform infrared spectroscopy (FTIR), X-ray diffraction (XRD) and scanning electron microscopy (SEM). Based on the XRD results, the sonicated sample is still in the form of graphite oxide. This is supported by SEM results that have porous morphology and are not transparent and 2D peaks are not detected in Raman characterization. In FTIR characterization, there is a C=C bond. Based on Raman characterization, the GV 24 sample shows an iD/iG ratio of 0.84. In FTIR characterization O-H bonds, C-H bonds, and C=C bonds were detected. Surface morphology looks more transparent than graphite that has been sonicated. Based on Raman characterization, the GH 4 sample shows an iD / iG ratio of 0.84. In FTIR characterization O-H bonds, C=C bonds, and C-O bonds were detected. The surface morphology is more transparent which indicates that the graphite has been peeled off. The results showed that the longer the sonication process and particle size -200# +230# creates a transparent and thin layer and produces graphene oxide after going through the hydrothermal process.
Achmad Bahauddin, Devi Wijaya Putri, Hanum Salsa Saufika, Indriani Agustini, Muhammad Ridho Latif
Teknika: Jurnal Sains dan Teknologi, Volume 16, pp 104-112; doi:10.36055/tjst.v16i1.7704

Abstract:
Sistem zonasi sekolah adalah sistem penerimaan peserta didik yang baru diterapkan beberapa tahun terakhir di Indonesia. Sistem zonasi sekolah mengharuskan calon peserta didik untuk menempuh pendidikan di sekolah yang memiliki radius terdekat dari domisilinya. Oleh karena itu, diperlukan pengkajian tentang kemampuan sekolah menampung siswa dengan diterapkannya sistem zonasi ini. Penelitian dilakukan di Kota Cilegon, Banten dengan daya tampung yang dihitung adalah daya tampung sekolah menengah atas negeri (SMAN) yang ada di Kota Cilegon. Penelitian ini menggunakan metode simulasi sistem dinamik. Beberapa alternatif skenario dapat digunakan dalam pengambilan kebijakan menggunakan simulasi. Skenario yang disimulasikan terdiri dari kondisi existing, skenario pertama dengan mengubah peluang jalur zonasi menjadi 85% dan skenario kedua dengan membangun sebuah sekolah baru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan daya tampung SMAN di Kota Cilegon dengan akan diterapkannya penerimaan peserta didik baru dengan sistem zonasi masih belum dapat menampung seluruh total pendaftar untuk tahun 2020 sampai dengan tahun 2023. The school zoning system is a new student admission system that has been implemented in recent years in Indonesia. The school zoning system requires prospective students to register in schools with the closest radius from their domicile. Therefore, an assessment of the school’s ability to accommodate students is needed by implementing this school zoning system. The study was conducted in Cilegon City, Banten with the calculated capacity is the capacity of state senior high school (SMAN) in Cilegon City. This study uses a system dynamics simulation method to solve the problem. Several alternative scenarios are designed that can be used in policymaking. The simulated scenario consists of existing conditions, scenario one by changing the zoning pathway opportunity to 85%, and scenario two by building a new school. The results showed that the capacity of state senior high school in Cilegon City with the adoption of new student admissions using the school zoning system still could not accommodate all total registrants for 2020 to 2023.
Sirajuddin Sirajuddin, Candra Annisa Sari, Hasanuddin Hasanuddin
Teknika: Jurnal Sains dan Teknologi, Volume 16, pp 113-120; doi:10.36055/tjst.v16i1.8042

Abstract:
Karyawan pada perusahaan adalah aset yang perlu diperhatikan. Perusahaan harus terus menjaga kualitas kerja dari karyawan agar target yang telah ditetapkan dapat tercapai. Untuk menjaga kinerja karyawan, perusahaan perlu melakukan pembinaan secara kontinu dan memberikan fasilitas untuk kenyamanan dan kepuasan dalam bekerja, agar SDM yang ada dapat memberikan kontribusi secara optimal untuk mencapai tujuan perusahaan. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengukur tingkat kepuasan karyawan menggunakan metode importance performance analysis (IPA). Penelitian ini dilakukan pada perusahaan jasa reparasi mesin untuk keperluan khusus. Hasil penelitian ini ditemukan bahwa terdapat 24 atribut untuk meningkatkan kepuasan kerja karyawan perusahan reparasi mesin industri. Dari 24 atribut tersebut, prioritas utama yang harus dilakukan perusahaan untuk meningkatkan kepuasan karyawan dalam bekerja adalah melakukan perbaikan terhadap ketersediaan alat kelengkapan kerja yang layak, kondisi lingkungan kerja yang nyaman, pemberian insentif sesuai hasil produksi, dan suasana kerja yang nyaman. Employees at the company are assets that need attention. The company must continue to maintain employees' quality of work so that the targets set can be achieved. To maintain employee performance, companies need to conduct continuous coaching and provide facilities for comfort and satisfaction at work, so that existing human resources can contribute optimally to achieve company goals. The purpose of this research is to measure the level of employee satisfaction using the Importance Performance Analysis (IPA) method. This research was conducted at a machine repair service company for special needs. The results of this study found that there are 24 attributes to increase job satisfaction of industrial machine repair company employees. Of the 24 attributes, the main priority that must be done by the company to improve employee satisfaction at work is to make improvements to the availability of adequate work equipment, comfortable working environment conditions, providing incentives according to production results, and a comfortable working atmosphere.
Kulsum Kulsum, Yusraini Muharni, Mochamad Rifky Mulyawan
Teknika: Jurnal Sains dan Teknologi, Volume 16, pp 45-52; doi:10.36055/tjst.v16i1.7800

Abstract:
Studi kasus dilakukan di bidang produksi air minum dalam kemasan, produk yang diteliti adalah air minum kemasan cup berisi 240 ml. Permasalahan yang cukup sering terjadi di perusahaan ini adalah perusahaan mengalami keterlambatan dalam pengiriman produk ke salah satu DC (distribution center) karena tidak tersedianya produk jadi di dalam gudang pusat yang kosong sehingga pemenuhan permintaan konsumen di salah satu DC terganggu. Permasalahan tersebut ternyata terjadi karena kurang terintegrasinya proses pendistribusian produk ke setiap DC diakibatkan oleh perencanaan dan penjadwalan distribusi produk yang belum tersusun secara sistematis oleh perusahaan. Hal itu mengakibatkan biaya distribusi tambahan yang harus dikeluarkan perusahaan apabila pengiriman yang dilakukan melebihi kapasitas truk yang ada. Tujuan penelitian ini adalah menyelesaikan masalah tersebut menggunakan metode distribution requirement planning atau DRP. DRP sangat efektif diterapkan dalam saluran distribusi bertingkat karena metode tersebut dapat membantu merencanakan stock barang di setiap DC. Pada penelitian ini data diolah dalam beberapa langkah yaitu melakukan peramalan permintaan, menentukan safety stock dan order quantity dengan metode lot sizing LFL (lot for lot) dan EOQ (economic order quantity), serta membuat usulan penjadwalan DRP untuk periode satu tahun mendatang. Didapatkan total biaya distribusi DRP dengan LFL mengalami penurunan sebesar 3.12% dengan frekuensi pengiriman lebih sedikit yaitu 52 kali. The case study was carried out in producing bottled water. The product being investigated was a 240 ml cup of bottled drinking water. The problem that is quite common in this company is the company experiencing delays in sending products to one of the DC (distribution center) due to the unavailability of finished products in an empty central warehouse so that the fulfillment of consumer demand in one of the DCs is disrupted. The problem turned out to occur because of the lack of integration of the product distribution process to each DC caused by planning and scheduling product distribution that the company has not systematically arranged. This problem results in additional distribution costs incurred by the company if the shipments made exceed the capacity of the existing trucks. The purpose of this study is to solve the problem using the distribution requirements planning or DRP method. DRP is very effective in multilevel distribution channels because this method can help plan the stock of goods in each DC. In this study, the data is processed in several steps, namely forecasting demand, determining safety stock and order quantity using the lot sizing method LFL (lot for lot) and EOQ (economic order quantity), and making proposed DRP scheduling for the next one year period. Obtained the total cost of distribution of DRP with LFL decreased by 3.12%, with 52 times fewer delivery frequencies.
Andromeda Dwi Laksono, Lusi Ernawati, Desy Maryanti
Teknika: Jurnal Sains dan Teknologi, Volume 16, pp 12-17; doi:10.36055/tjst.v16i1.7792

Abstract:
PPada penelitian ini, kami melaporkan modifikasi kayu dengan meningkatkan sifat mekanisnya dalam struktur komposit. Kayu yang dibentuk menjadi meja, kursi, lemari, dan lain-lain terdapat sisa-sisa seperti serbuk (sawdust) setelah produksi. Sisa ini yang disebut limbah bila dimanfaatkan dengan baik akan menghasilkan keuntungan tersendiri. Namun, agar limbah kayu bermanfaat menjadi produk baru, perlu diuji kekuatannya. Fokus penelitian ini adalah limbah kayu seperti kayu bangkirai yang perlu ditingkatkan kekuatannya. Teknologi komposit yang berasal dari serat alami dalam kayu adalah solusi untuk menemukan bahan baru yang diharapkan dapat diterapkan pada berbagai aplikasi. Dalam observasi ini, material komposit dibuat menggunakan metode hand lay-up dengan variasi fraksi filler 40% dan 60% serat bangkirai. Bahan asal yang dibentuk kayu bangkirai digunakan sebagai variabel kontrol dalam uji tekuk. Hasil uji tekuk diperoleh rata-rata modulus elastisitas tertinggi yaitu 2,22 GPa dalam fraksi filler 60%. Selain itu ditemukan bahwa pola fraktur dari uji tekuk berdasarkan pengamatan scanning electron microscopy (SEM) menunjukkan bahwa ada kegagalan dalam bentuk rongga. Dari penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi fraksi filler mengakibatkan semakin tinggi nilai modulus elastisitasnya. In this work, we report the modification of the woods by increasing their mechanical properties in a composite structure. Wood that is formed into tables, chairs, cabinets, etc. there are remnants such as powder, sawdust after production. This rest, called waste, if used properly, will produce its benefits. However, for wood waste to be useful as a new product, its strength must be tested. The focus of this research is wood waste, such as bangkirai wood, which needs to be strengthened. The focus of this study is wood waste, such as bangkirai wood that required to be mechanically improved. Composite technology derived from natural fibers in wood is the solution to find new materials that are expected to be applied to various applications. In this observation, the composite materials were made using the hand lay-up method with variations in filler fractions of 40% and 60% of bangkirai fiber. The origin material formed bangkirai wood is used as the control variable in the flexural test. The flexural test results obtained the highest average modulus of elasticity of 2.22 GPa in the 60% filler fraction. It is also found that fracture patterns from flexural tests based on scanning electron microscopy (SEM) observations showed that there was a failure in the form of voids. It concludes that the higher the filler fraction, the higher the modulus of elasticity.
Back to Top Top