ACADEMICS IN ACTION Journal of Community Empowerment

Journal Information
ISSN / EISSN : 2685-7820 / 2685-9025
Published by: President University (10.33021)
Total articles ≅ 35
Filter:

Latest articles in this journal

Sylvia Kartika Dhamayanti
ACADEMICS IN ACTION Journal of Community Empowerment, Volume 3, pp 95-103; https://doi.org/10.33021/aia.v3i2.3578

Abstract:
This community service focuses on counselling the extended family of Group C Paspampres Lawang Gintung, Bogor, West Java. It was carried out to optimize the use of Google meet and Zoom cloud meetings in official activities, organizational activities for the wives of Paspampres members, and distance education for the sons and daughters of Paspampres members. This community service is expected to be able to contribute in the form of benefits, namely the opening of an understanding of the use of the Google meet and Zoom cloud meetings applications about how the Zoom cloud meetings and Google meet applications can be optimally used in activities both formally and informally without having to meet face to face during the Covid-19 pandemic. The specific goal of this community is to train the participants so that they can transfer the ability to their children. This community service is aimed at representatives of Paspampres members, civil servants, and wives of Paspampres members in the Paspampres Group C environment to be able to operate the Google meet and Zoom cloud meeting applications optimally so that they can be adapted to their individual needs. To be able to answer the goals of community service, this community service activity was carried out for one face-to-face and demo. The meetings were more focused on limited discussions to gather information about current conditions and expectations in the future, followed by demos using Google meet and Zoom cloud meetings.
Yuviani Kusumawardhani
ACADEMICS IN ACTION Journal of Community Empowerment, Volume 3, pp 88-94; https://doi.org/10.33021/aia.v3i2.1690

Abstract:
Tourism development can stimulate an increase in the number of tourist visits to tourist destinations. The benefits and advantages of tourism development can be felt from an economic, socio-cultural and environmental perspective as well as an alternative to poverty alleviation. Tourism village is a tourism product with cultural value by considering carrying capacity factor. Tourist villages with the principle of carrying capacity are considered.  Tourist villages with the principle of carrying capacity are considered suitable to meet tourism needs during the pandemic. Sukajadi Village is one of the villages located in Bogor Regency. Sukajadi Village has natural potential and strong cultural elements. In addition to local uniqueness, tourist villages must be able to adapt quickly to global developments, especially during a pandemic like today. Tourism villages with the CHSE principle are able to accommodate health protocols so that tourists can feel safe when visiting. The Sukajadi Tourism Village community does not yet have the competence, knowledge, awareness, and motivation to go to a CHSE-based tourism village. Based on these facts, the socialization of the implementation of CHSE in the Sukajadi Tourism Village was given to the village community and Pokdarwis. The outcome of this activity is to increase the competence, knowledge, awareness, and motivation of the village community to jointly coordinate, integrate, and synchronize through a commitment to involvement, communication, and leadership in building a CHSE-based tourism
Mia Galina
ACADEMICS IN ACTION Journal of Community Empowerment, Volume 3, pp 58-70; https://doi.org/10.33021/aia.v3i2.3373

Abstract:
Evolusi teknologi mengubah dinamika bisnis dan industri, memunculkan berbagai teknologi baru yang memungkinkan bisnis dapat berjalan lebih efektif, efisien, dan mampu menjawab tantangan masa depan. Teknologi berbasis control system dan Internet of Things (IoT) didukung jaringan komunikasi wireless memungkinkan sensor dan perangkat saling terkoneksi satu sama lain. Data-data hasil pengukuran setiap sensor dan perangkatpun dapat dikumpulkan, diolah, diproses dengan menggunakan konsep machine learning, serta dapat ditransfer dari satu titik ke titik lainnya. Hal ini memungkinkan data-data tersebut dapat digunakan perusahaan untuk melakukan monitoring operasional, melakukan troubleshoot secara remote, serta membuat keputusan bisnis. Dari sisi evolusi Industri 4.0 dan transformasi teknologi, kondisi ini memunculkan beberapa domain keilmuan dan keterampilan profesional baru. Tujuan pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk memberikan informasi dan membantu siswa/i yang akan segera memasuki perguruan tinggi, mengenal pilihan jurusan dan keilmuan di bidang teknologi yang sesuai dengan kebutuhan industri saat ini. Selain itu informasi ini juga bermanfaat bagi kepala sekolah dan jajaran pimpinan, serta guru-guru dalam mengembangkan materi pembelajaran ataupun kegiatan extra kurikuler, agar sejalan dengan kebutuhan kompetensi yang dibutuhkan saat ini. Kegiatan dilaksanakan dengan sesi pemaparan materi, dilengkapi pembahasan beberapa contoh model kasus yang mudah dipahami oleh siswa/i tingkat SMA. Selain itu juga ada sesi demo perangkat yang disampaikan oleh mahasiswa Teknik Elektro Universitas Presiden. Melalui sesi demo ini, siswa/i diperkenalkan dan diberikan penjelasan project-project perangkat berbasis IoT dan kontrol yang dikembangkan mahasiswa. Hasil kegiatan PKM ini mendapat tanggapan positif dari peserta kegiatan dan menambah wawasan peserta mengenai keterampilan baru yang saat ini dibutuhkan industri.
Iman Permana, Liswandi Liswandi, Aulia Azzahra, Bunga A.B Tampubolon, Evita Liana, Kentaro Victor Oeripan, Lila Nur Haliza, Lyanni Felichia, Nyayu Tiara Berlian Anjeli, Pooja Maulaya Putri, et al.
ACADEMICS IN ACTION Journal of Community Empowerment, Volume 3, pp 81-87; https://doi.org/10.33021/aia.v3i2.1691

Abstract:
Defending the State of Indonesia is the attitude and behavior of Indonesian citizens who are imbued with their love for the Unitary State of the Republic of Indonesia (NKRI) based on Pancasila and the 1945 Constitution. Socialization of defending the State is an effort to embed the values of defending the State towards the individuals of the Indonesian society. This socialization activity to embed the awareness of defending the State is directly aimed to the school-aged children to embed the importance of defending the State since early age. The socialization that has been carried out through online and offline methods is expected to be one of the key steps aimed at making the next generations love their own nation since early age, so they become individuals who love NKRI when they grow up in the future.
Dhanik Puspita Sari
ACADEMICS IN ACTION Journal of Community Empowerment, Volume 3, pp 71-80; https://doi.org/10.33021/aia.v3i2.1709

Abstract:
Pada era digitalisasi sekarang ini, berbisnis semakin mudah. Potensi desa Wisata yg harus terus didorong salah satunya adalah UMKM. Produk jadi yg dihasilkan harus dapat di terima dalam keadaan baik tidak kurang suatu apapun, oleh karena itu pengemasan barang memegang peranan kunci dalam rangka mewujudkan kepuasan konsumen. Tentunya tidak semua barang dapat dikemas dengab asal, beberapa malah harus di berikan perlakuan khusus Dan dilengkapi dokumen. Hal ini berlaku pula untuk barang yang akan dikemas dan dikirimkan sebagai jenis barang yang mudah pecah ataupun rusak (fragile goods). Proses pengemasan paket barang kiriman yang sesuai dengan ketentuan akan mengurangi resiko dari kerusakan barang yang dikirimkan. Pengunaan material kemasan, cara mengemas dan juga pemberian tanda dan label menjadi hal penting yang harus diperhatikan. Oleh karena itu diperlukan pelatihan akan pengemasan paket barang kiriman untuk barang pecah belah, sehingga dapat meminimalisasi resiko kerugian dan juga keluhan akan kualitas barang yang diterima oleh konsumenPada era digitalisasi sekarang ini, berbisnis semakin mudah. Potensi desa Wisata yg harus terus didorong salah satunya adalah UMKM. Produk jadi yg dihasilkan harus dapat di terima dalam keadaan baik tidak kurang suatu apapun, oleh karena itu pengemasan barang memegang peranan kunci dalam rangka mewujudkan kepuasan konsumen. Tentunya tidak semua barang dapat dikemas dengab asal, beberapa malah harus di berikan perlakuan khusus Dan dilengkapi dokumen. Hal ini berlaku pula untuk barang yang akan dikemas dan dikirimkan sebagai jenis barang yang mudah pecah ataupun rusak (fragile goods). Proses pengemasan paket barang kiriman yang sesuai dengan ketentuan akan mengurangi resiko dari kerusakan barang yang dikirimkan. Pengunaan material kemasan, cara mengemas dan juga pemberian tanda dan label menjadi hal penting yang harus diperhatikan. Oleh karena itu diperlukan pelatihan akan pengemasan paket barang kiriman untuk barang pecah belah, sehingga dapat meminimalisasi resiko kerugian dan juga keluhan akan kualitas barang yang diterima oleh konsumen.
Filson Maratur Sidjabat
ACADEMICS IN ACTION Journal of Community Empowerment, Volume 3, pp 1-10; https://doi.org/10.33021/aia.v3i1.1106

Abstract:
Permasalahan lingkungan besar yang dihadapi dunia, khususnya di Indonesia adalah isu pencemaran plastik, mikroplastik, dan pencemaran laut. Permasalahan mikroplastik dan pencemaran lautan ini menjadi pekerjaan rumah yang besar bagi berbagai pihak termasuk dunia pendidikan sebagai agen perubahan. Peserta PKM ini adalah para Duta Lingkungan yang terlibat dalam kegiatan ekstrakurikuler di SMA Negeri 1 Cikarang Pusat, peraih Sekolah Adiwiyata Tingkat Nasional. Metode yang digunakan adalah pendidikan lingkungan memberikan wawasan terkait (a) mikroplastik dan pencemaran lautan, (b) bagaimana solusi pengolahan dan pengelolaan yang bisa dilakukan dalam skala rumah tangga, dan (c) bagaimana agar peserta mau merubah perilaku dan peduli terhadap permasalahan lingkungan ini. Kegiatan pengabdian masyarakat ini terdiri dari 2 kegiatan yaitu: Pendidikan Lingkungan (presentasi dan diskusi) dan Lomba Poster Kreatif. Pendidikan lingkungan ini dibutuhkan sejak usia remaja supaya kesadaran akan masalah ini dapat tertanam sejak usia muda. Kegiatan ekstrakurikuler dalam rangka Adiwiyata, seperti Duta Lingkungan, merupakan kegiatan yang dapat menjadi pusat pembelajaran mengenai lingkungan hidup yang baik di sekolah, juga menimbulkan banyak perubahan positif bagi perilaku bermasyarakat. AbstractNowadays, the world, especially Indonesia are facing the three biggest environmental problems, which are plastic pollution issue, microplastic, and marine pollution. Microplastic and marine pollution problems are becoming a major homework for many stakeholders, including education sector, as an agent of change. The participants of this community empowerment project are Environmental Agents, who actively engage in extracurricular activities in SMA Negeri 1 Cikarang Pusat, an Adiwiyata Green Schools national award winner. The method that been used is environmental education, that giving knowledge about (a) microplastic and marine pollution, (b) how to treat and manage the solution in household scale, and (c) how the participants became active in changing their behaviors, and increasing careness in this problems. The activities are divided into 2 type: Environmental Education (Presentation and Sharing) and Creative Poster Competition. This event are needed for young leaders to increase their awareness and plant wisdom in since they are young. The extracurriculer activities in Adiwiyata Green Schools, like Environmental Agent are becoming a great education center for environmental issue in schools, and also can contribute to positive changing of society behaviors.
Setyarini Santosa, Ika Pratiwi Simbolon, Vita Elisa Fitriana
ACADEMICS IN ACTION Journal of Community Empowerment, Volume 3, pp 23-30; https://doi.org/10.33021/aia.v3i1.1510

Abstract:
Technological developments have a major impact on world businesses, such as technology-based companies. These changes also encourage for several adjustment in accounting scope. Therefore, educators are expected to be able to convey accounting knowledge in terms of its application concept in company business processes. To help delivering accounting skills, educators can use management methods in the form of active learning that focuses class activities in the active participation of each student. The purpose of this activity is for training educators to be able to apply appropriate active learning methods in accounting learning materials at SMA/SMK. When the training was conducted, each participant is invited to discuss and try to apply active learning methods. In addition, presenter also explain the data about effectiveness of active learning implementation which is shown through increasing students' understanding of the material being taught. At the end, discussions and trainings of active learning methods could provide new ideas for participants to deliver more varied subject matter.
Riani Prihatini Ishak, Maidar Simanihuruk
ACADEMICS IN ACTION Journal of Community Empowerment, Volume 3, pp 11-22; https://doi.org/10.33021/aia.v3i1.1600

Abstract:
Adanya peningkatan minat wisatawan baik lokal maupun mancanegara terhadap desa wisata perlu dibarengi dengan adanya peningkatan sumber daya manusia dalam hal berkomunikasi, khususnya komunikasi dalam Bahasa Inggris sebagai Bahasa yang paling banyak digunakan sebagai penghubung antara wisatawan dengan para pelaku wisata. Masyarakat sebagai tuan rumah di desa wisata harus diperlengkapi dengan keampuan berbahasa Inggris yang baik. Tujuan dari kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini adalah memberikan pelatihan untuk membantu kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Desa Sukajadi di Kecamatan Tamansari Bogor dalam meningkatkan kemampuan komunikasi Bahasa Inggris khusus untuk wisata. Berdasarkan wawancara yang dilakukan sebelum program ini dimulai, masyarakat Desa Sukajadi secara keseluruhan masih belum memiliki kemampuan yang baik dalam menggunakan Bahasa Inggris untuk kepentingan wisata. Untuk memecahkan masalah tersebut salah satu solusi tercepat adalah melalui metode pelatihan atau kursus menggunakan Bahasa Inggris praktis, yakni dengan berlatih / praktek langsung keterampilan menggunakan bahasa Inggris dalam berinteraksi dengan tamu, menjelaskan potensi wisata alam atau pertanian, menjelaskan akomodasi, dan fasilitas pelengkap pariwisata. Secara umum berdasarkan analis hasil kuesioner yang diberikan kepada peserta pelatihan, tidak ada kendala maupun kesulitan yang dihadapi dalam mengikuti pelatihan ini, pokdarwis dan kepala desa merasa sangat terbantu dengan adanya pelatihan ini dan sebagian besar peserta dapat memahami semua materi yang telah diberikan dengan baik. Peserta juga menyadari akan pentingnya memperdalam kemampuan berbahasa Inggris terutama keterampilan berbicara (speaking skill).
Tony Sitinjak, Budi Berlinton Sitorus, Martha Ayerza Esra, Elis Sondang Dasawaty, Farida Komalasari
ACADEMICS IN ACTION Journal of Community Empowerment, Volume 3, pp 38-45; https://doi.org/10.33021/aia.v3i1.1624

Abstract:
Currently mastery of digital marketing has become a must for business people. However, there arestill many parties who have not mastered it. In order to provide briefing and enrichment on digitalmarketing strategy, this community service activity (PKM) was carried out in collaboration withDekopinda - North Jakarta. Starting with the formulation of the problem, followed by the formulation ofthe material and the determination of the form of activity, this PKM was carried out on June 26, 2021using an online platform, because it took place in the midst of the Covid-19 Pandemic and theimplementation of the PPKM Mikro in DKI Jakarta. This activity was attended by 35 participants whoare the Managements and Members of Dekopinda – North Jakarta. The material presented includesthe understanding of digital marketing, digital marketing channels, internet marketing and its mainchannels, how to start digital marketing, strategies for choosing social media as a promotional tool,and how to choose a marketplace for beginners. After participating in this activity, participants feltgreat benefits and suggested similar activities with different topics. The proposed topics areleadership and identification of business opportunities during a pandemic.
Enoh Enoh, Huriah Rachmah, Masnipal Masnipal, Nurul Afrianti
ACADEMICS IN ACTION Journal of Community Empowerment, Volume 3, pp 31-37; https://doi.org/10.33021/aia.v3i1.1614

Abstract:
Hasil pengamatan dan wawancara dengan guru, kepala sekolah serta Ketua HIMPAUDI Kecamatan Bandung Wetan terungkap bahwa persoalan belum adanya aplikasi yang membantu kinerja guru dalam membuat rencana pembelajaran dan pelatihan tentang teknologi khususnya komputer menyebabkan guru-guru tidak memahami konten yang perlu dimasukkan ke dalam rencana pembelajaran dan cara memanfaatkan teknologi. Pengisian angket terhadap 10 guru PAUD menunjukkan data permasalahan terkait, diantaranya: (1) 90 % guru belum membuat rencana pembelajaran secara rutin atau teratur, (2) 80 % guru belum paham dalam membuat rencana pembelajaran, (3) 90 % guru belum memanfaatkan teknologi komputer (manual) untuk mempermudah pembuatan rencana pembelajaran (4) 100 % guru belum mempunyai aplikasi rencana pembelajaran berbasis komputer. Solusi yang diberikan antara lain: peningkatan kemampuan guru-guru PAUD dalam membuat rencana pembelajaran secara rutin atau teratur dengan menggunakan aplikasi pada setiap tahun ajaran agar guru selalu siap saat mengajar tidak terkendala dengan kegiatan pembelajaran yang akan diberikan kepada peserta didiknya serta pelatihan dalam menyusun rencana pembelajaran. Kegiatan pelatihan guru PAUD Non formal ini dilaksanakan pada tanggal 18 Maret 2021 yang dihadiri oleh 16 orang guru PAUD di wilayah Kecamatan Bandung Wetan. Evaluasi pelatihan dilakukan melalui uji t-Paired. Dari hasil perhitungan didapat p-value sebesar 0.006. Dengan derajat kepercayaan 95%, karena p-value kurang dari 0,05, hal ini berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara pengetahuan peserta sebelum dan sesudah pelatihan.
Back to Top Top