Agrilan : Jurnal Agribisnis Kepulauan

Journal Information
ISSN / EISSN : 2302-5352 / 2549-7677
Current Publisher: Faculty of Law Pattimura University (10.30598)
Total articles ≅ 70
Filter:

Latest articles in this journal

Jimmy A Hatusupy, Marcus J Pattinama, Stephen F W Thenu
Agrilan : Jurnal Agribisnis Kepulauan, Volume 8, pp 178-189; doi:10.30598/agrilan.v8i2.976

Abstract:
Perluasan areal dan rehabilitasi tanaman perkebunan merupakan salah satu program prioritas pemerintah untuk usaha peningkatan kesejahteraan petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak rehabilitasi dan penguasaan penerapan teknologi penanganan tanaman pala terhadap pendapatan petani pala di Negeri Hutumuri. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini berupa wawancara, observasi,dan dokumentasi. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 30 responden tanaman pala yang mendapatkan bantuan dari pemerintah. Data yang dikumpulkan selanjutnya dianalisis menggunakan analisis deskriptif untuk mengetahui evaluasi program rehabilitasi areal tanaman pala dengan merujuk pada konsep relevansi, efektifitas, efisiensi, dampak dan keberlanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program rehabilitasi areal tanaman Pala (myristica fragrans) sangat membantu masyarakat dalam pengelolaan tanaman perkebunan pala yang berkelanjutan sehingga masyarakat bisa mendapatkan kesejahteraan.
Edward S Dumatubun, Marcus J Pattinama, Natelda R Timisela
Agrilan : Jurnal Agribisnis Kepulauan, Volume 8, pp 190-206; doi:10.30598/agrilan.v8i2.1046

Abstract:
Pala merupakan salah satu komoditas unggulan di Kota Ambon. Sebagai rempah asli Maluku, Pala diusahakan dalam sistem Dusung yang merupakan warisan turun-temurun. Pemasaran merupakan salah satu persoalan yang menghambat pengembangan komoditas Pala di Kota Ambon. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun strategi pengembangan komoditas Pala di Kota Ambon. Penelitian ini menggunakan analisis SWOT untuk menyusun strategi dan kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alternatif strategi yang perlu dibangun yaitu, peningkatan sarana dan prasarana penunjang terkait mutu dan pemasaran komoditi eksport biji Pala, perluasan areal pertanian, peningkatan standart mutu komoditi eksport biji Pala, penataan kelembagaan petani, pemberdayaan lembaga keuangan dan permodalan, peningkatan kualitas sumberdaya manusia, dan teknologi melalui pelatihan-pelatihan, pembangunan pusat informasi rempah termasuk di dalamnya komoditi Pala, serta perbaikan kebijakan dan kelembagaan, khususnya pembuatan regulasi dan peraturan daerah yang mendukung tata niaga komoditi eksport biji Pala.
Wahyu Tri Utama, Yuliawati Yuliawati
Agrilan : Jurnal Agribisnis Kepulauan, Volume 8, pp 131-148; doi:10.30598/agrilan.v8i2.970

Abstract:
Semakin banyaknya kafe yang menjual minuman kopi membuat pelaku usaha harus melakukan berbagai macam cara untuk mempertahankan konsumen agar tidak beralih ke kafe lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor sosial, faktor pribadi, dan faktor psikologis terhadap keputusan pembelian minuman kopi di Kampoeng Kopi Banaran. Variabel independen meliputi faktor sosial, faktor pribadi, dan faktor psikologis serta variabel dependen yaitu perilaku konsumen dalam keputusan pembelian. Metode pengambilan sampel menggunakan non-probability sampling dengan teknik yang digunakan adalah convenience sampling dengan jumlah sampel yang ditetapkan adalah 50 responden. Pengumpulan data primer dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang dibagikan kepada responden yang meminum minuman kopi dan data sekunder diperoleh dari studi literatur pada buku, internet, skripsi dan jurnal. Teknik analisis data menggunakan regresi linier berganda diolah dengan Sofware EViews 9.0. Hasil penelitian menunjukan dari ketiga variabel independen terdapat dua faktor yang berpengaruh terhadap perilaku konsumen dalam keputusan pembelian yaitu faktor pribadi dan faktor psikologis. Faktor pribadi merupakan faktor yang paling dominan dalam mempengaruhi keputusan pembelian minuman kopi di Kampoeng Kopi Banaran.
Nova M Andini, August E Pattiselanno, Raehana Kaplale
Agrilan : Jurnal Agribisnis Kepulauan, Volume 8, pp 100-116; doi:10.30598/agrilan.v8i2.963

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui resiliensi nafkah petani di Negeri Latuhalat dan mendeskripsikan faktor yang mempengaruhi resiliensi nafkah petani di Negeri Latuhalat. Pengambilan sampel dilakukan secara sengaja dengan mengambil sampel sebanyak 52 responden. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan tabulasi sederhana dan tabulasi silang untuk menganalisis resiliensi nafkah petani dan mendeskripsikan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Hasil penelitian menunjukkan petani di Negeri Latuhalat melakukan strategi nafkah on-farm sebanyak 21,2 persen, strategi nafkah on-farm dan non-farm atau on-farm dan off-farm sebanyak 70,8 persen, strategi nafkah on-farm, non-farm, dan off-farm sebanyak 8 persen. Secara umum, petani di Negeri Latuhalat memiliki strategi nafkah lebih dari satu aktivitas. Tingkat resiliensi nafkah sebagian besar petani responden berada pada kategori sedang (70,8 %). Faktor-faktor yang mempengaruhi resiliensi nafkah petani di Negeri Latuhalat adalah umur, tingkat pendidikan, jumlah anggota keluarga dan luas lahan.
Paulus L A Tanasale, August E Pattiselanno, Wardis Girsang
Agrilan : Jurnal Agribisnis Kepulauan, Volume 8, pp 149-161; doi:10.30598/agrilan.v8i2.972

Abstract:
Kelompok tani penting bagi pengembangan usahatani yang dilakukan dengan bimbingan penyuluh serta dukungan instansi pemerintah. Keberadaan kelompok tani yang berbeda lokasi, mengarahkan perkembangan kelompok yang berbeda pula. Perbedaan tersebut diduga menyebabkan adanya perbedaan modal sosial yang dimiliki masing-masing kelompok tani. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kondisi karakterisitik responden dan modal sosial antara kelompok tani beranggotakan masyarakat lokal, dengan kelompok tani yang beranggotakan penduduk pendatang. Penelitian ini dilakukan pada Kelompok Tani Gunung Nona dan Kelompok Tani Negeri Tawiri, dengan jumlah sampel anggota kelompok tani sebanyak 43 petani sebagai anggota kelompok tani yang aktif di kedua kelompok tani. Analisis data dilakukan menggunakan tabulasi sederhana serta dukungan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan dalam luas lahan, pengalaman berusahatani tani, tingkat pendidikan, dan pendapatan yang menyebabkan respon yang berbeda terhadap proses pelaksanaan kegiatan kelompok.
Paulus M Puttileihalat
Agrilan : Jurnal Agribisnis Kepulauan, Volume 8, pp 117-130; doi:10.30598/agrilan.v8i2.968

Abstract:
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat keterdedahan petani kayu putih terhadap media massa. Penelitian ini dilakukan di Dusun Tirta Mandiri, Kabupaten Seram Bagian Barat, Propinsi Maluku. Populasi dalam penelitian ini adalah petani di Dusun Tirta Mandiri sebanyak 35 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampel jenuh. Data primer diperoleh dari observasi serta penyebaran kusioner, dan data sekunder melalui instansi terkait. Analisa data menggunakan pendekatan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur, pendidikan, dan kosmopolitan berada pada kategori rendah yang menunjukkan bahwa petani dalam melakukan kegiatan usahatani tidak melihat pada status, namun yang terpenting adalah diberikan kemampuan untuk bekerja berdasarkan pengalaman untuk dapat memenuhi kebutuhan pokok. Petani lebih banyak terdedah dengan buku bacaan karena banyak mendapatkan informasi tentang usaha minyak kayu putih.
Nifiati J Kaledupa, Marcus J Pattinama, Marfin Lawalata
Agrilan : Jurnal Agribisnis Kepulauan, Volume 8, pp 162-177; doi:10.30598/agrilan.v8i2.974

Abstract:
Peningkatan produksi dan peningkatan kapasitas petani di Desa Savana Jaya perlu diberdayakan dengan menggunakan pendekatan 7 indikator berdasarkan UU No. 19 Tahun 2013 tentang Perlindungan Pemberdayaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui program pemberdayaan petani padi sawah dalam upaya peningkatan produksi. Sampel yang diambil berjumlah 75 petani. Pengambilan data dilakukan dengan mengunakan kuesioner dan wawancara langsung dengan petani. Alat analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program pemberdayaan yang dilakukan oleh kelompok tani di Desa Savana Jaya berupa penyuluhan dari PPL atau instansi pertanian yang ada di Maluku. Penyuluhan ini memberikan informasi tentang usahatani padi sawah dalam upaya pencapaian pemberdayaan petani dalam rangka peningkatan produktivitas padi sawah melalui indikator pelatihan dan pendampingan.
Leunard O Kakisina
Agrilan : Jurnal Agribisnis Kepulauan, Volume 8, pp 84-99; doi:10.30598/agrilan.v8i1.1048

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi strategi yang ditempuh oleh rumahtanggamiskin untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari, (2) menganalisis tingkat ketahanan pangan rumahtangga miskin(3) merumuskan strategi pengembangan ketahanan pangan rumahtangga miskin yang berbasis potensi sumber daya lokal. Penelitian ini didesain dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif, dan dianalisis dengan SWOT. Sampel terdiri dari 40 rumahtangga miskin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang ditempuh oleh rumahtangga miskin dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari antara lain adalah: (1) ibu rumahtangga membantu suami dalam kegiatan usahatani padi ladang, jagung dan umbi-umbian, (2) kepala rumahtangga bekerja sebagai buruh tani bersama dengan ibu rumahtangga, (3) mengalihkan makanan utama dari campuran "beras dan jagung" ke dominan jagung atau umbi-umbian, (4) meminjam uang atau beras yang dibayar setelah panen dengan pembayaran dua kali lipat. Berdasarkan strategi ini, skor konsumsi pangan rata-rata yang dicapai oleh rumahtangga adalah 4; yang berarti bahwa secara rata-rata rumahtangga miskin berada pada level “tidak tahan pangan”. Strategi pengembangan ketahanan pangan rumahtangga yang dapat direkomendasikan antara lain peningkatan kapasitas ibu rumahtangga melalui pembentukan kelompok wanita tani disertai dengan usaha produktif yang dikelola secara berkelompok serta pelatihan dan pembinaan soft skills.
Anita Agustian Safutri, Tinjung Mary Prihtanti
Agrilan : Jurnal Agribisnis Kepulauan, Volume 8, pp 67-83; doi:10.30598/agrilan.v8i1.961

Abstract:
Keputusan pembelian merupakan pemilihan dari dua atau lebih alternatif pilihan keputusan pembelian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh produk, lokasi, dan kelompok rujukan terhadap keputusan pembelian tempe hygiene di Rumah Kedelai Grobogan (RKG). Penelitian ini dilakukan di Rumah Kedelai Grobogan. Jenis penelitian ini deskriptif dengan pendekatan kuantiatif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik insidental sampling dan jumlah sampel yang digunakan sebanyak 60 responden, yaitu 30 responden untuk konsumen tempe hygiene dan 30 respoden untuk konsumen tempe merk lain. Analisis data yang digunakan adalah analisis regresi logistik. Hasil penelitian ini mengenai keputusan konsumen dalam pembelian tempe hygiene di Rumah Kedelai Grobogan (RKG) menunjukkan bahwa variabel produk dan lokasi berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian tempe hygiene di RKG Grobogan. Sedangkan variabel kelompok rujukan tidak ada pengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian tempe hygiene di RKG Grobogan.
Risye F Hetharion, Inta P. N Damanik, Maisie T. F Tuhumury
Agrilan : Jurnal Agribisnis Kepulauan, Volume 8, pp 40-55; doi:10.30598/agrilan.v8i1.951

Abstract:
Kemandirian kelompok tani merupakan salah satu indikator penting dalam menilai keberhasilan suatu kelompok tani. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kemandirian kelompok tani Spirit dan Mutilu di Negeri Lilibooi. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini berupa data primer dan sekunder. Data primer meliputi partisipasi anggota, aturan kelompok, administrasi kelompok, orientasi pasar dan kerjasama kelompok, yang diperoleh melalui hasil wawancara menggunakan kuesioner yang telah disiapkan serta dokumentasi lapangan. Data sekunder yang dikumpulkan berupa jurnal, skripsi, buku dan data dari intansi-instansi terkait masalah penelitian. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 30 orang dari total 51 orang (kelompok tani Spirit 19 orang dan Mutilu 32). Data yang telah dikumpulkan dianalisis dengan menggunakan skala Likert kemudian dijelaskan secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kemandirian kelompok tani Spirit yakni tergolong mandiri (4,3) dan kelompok tani Mutilu tergolong cukup mandiri (2,6).
Back to Top Top