Agrilan : Jurnal Agribisnis Kepulauan

Journal Information
ISSN / EISSN : 2302-5352 / 2549-7677
Published by: Faculty of Law Pattimura University (10.30598)
Total articles ≅ 98
Filter:

Latest articles in this journal

Semuel F Rupilu, August E Pattiselanno, Eddy Ch Papilaya
Agrilan : Jurnal Agribisnis Kepulauan, Volume 10, pp 17-29; https://doi.org/10.30598/agrilan.v10i1.1336

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk merancang strategi pengembangan madu hutan di Desa Hiay Kecamatan Wetar Kabupaten Maluku Barat Daya. Populasi dalam penelitian ini yaitu pemburu madu hutan dengan jumlah sampel sebanyak 31 orang. Analisis yang digunakan adalah analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan total produksi madu dalam 1 tahun di desa Hiay pada 31 responden adalah 3.360 Liter dimana rata – rata produksi per responden dalam 1 tahun adalah 108,39 Liter. Dari sektor pertanian madu memberikan kontribusi pendapatan sebesar 16.26 persen. Mengacu pada Matriks IFAS dan Matriks EFAS serta penentuan grand strategi, diperoleh peta posisi kekuatan pengembangan madu hutan di Desa Hiay Kecamatan Wetar berada pada kuadran I, yaitu kondisi yang sangat baik untuk pengembangan madu hutan dimana kekuatan dengan memanfaatkan peluang yang ada. Strategi yang harus terapkan dalam kondisi ini adalah dengan strategi kekuatan manfaat madu sebagai obat herbal dengan memaksimalkan peluang meningkatnya kebutuhan Madu.
Abednego Suranta Karo Sekali, Indira Natalia Panjaitan
Agrilan : Jurnal Agribisnis Kepulauan, Volume 10, pp 30-41; https://doi.org/10.30598/agrilan.v10i1.1339

Abstract:
Produksi kelapa sawit relatif masih rendah disebabkan penggunaan bahan tanam yang buruk. Faktor pengunaan bahan tanam merupakan peran penting. Untuk meningkatkan produktivitasnya maka dibutuhkan bahan sawit bermutu tinggi seperti tenera. Oleh karena itu petani perlu didorong untuk mengadopsi tenera untuk meningkatkan produktivitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan bibit tenera kelapa sawit pada perkebunan rakyat di Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah SEM-PLS (Structural Equation Modeling). Kesimpulan penelitian antara lain performance expectancy, persepsi harga, dan sikap  tidak berpengaruh signifikan terhadap Niat Beli. Sementara itu norma subjektif dan persepsi kontrol perilaku berpengaruh signifikan terhadap Niat Beli.
Ode Rista Judin, Natelda R Timisela, Maisie T. F. Tuhumury
Agrilan : Jurnal Agribisnis Kepulauan, Volume 10, pp 1-16; https://doi.org/10.30598/agrilan.v10i1.1234

Abstract:
Komoditas hortikultura yang memiliki prospek di masa depan adalah sayuran. Kebutuhan masyarakat terhadap sayuran akan terus meningkat seiring dengan pertambahan penduduk. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis saluran dan marjin pemasaran sayuran komersial serta menganalisis saluran dan marjin pemasaran komoditi cabai. Metode pengambilan sampel ditentukan secara sengaja yaitu petani sebanyak 30 orang, pedagang pengumpul sebanyak lima orang dan pedagang pengecer sebanyak enam orang. Hasil penelitian menunjukkan terdapat dua saluran pemasaran, pertama dari petani ke konsumen akhir, dan kedua dari petani ke pedagang pengumpul, pedagang pengumpul ke pengecer dan pengecer ke konsumen akhir. Marjin saluran pemasaran pertama adalah Rp. 25.000. Marjin pada saluran pemasaran kedua adalah Rp. 5000. Farmer’s share tertinggi pada tingkat petani adalah pada saluran pemasaran I yaitu sebesar 94,5 persen. Farmer’s share untuk saluran pemasaran II adalah sebesar 60 persen. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kedua saluran pemasaran sudah efisien karena efisiensi pemasarannya sudah lebih dari 50 persen.
Dian Galuh Pratita
Agrilan : Jurnal Agribisnis Kepulauan, Volume 10, pp 95-112; https://doi.org/10.30598/agrilan.v10i1.1486

Abstract:
Kopi merupakan komoditas strategi bagi Indonesia sejak puluhan tahun silam. Hadirnya kopi di Indonesia tidak lepas dari peran bangsa asing di masa colonial. Hingga saat ini perdagangan kopi di berbagai negara terus dilakukan. Salah satu pangsa pasar utama kopi Indonesia adalah di USA. Oleh karena itu keragaan atas performa ekspor kopi Indonesia sangat perlu untuk dilakukan. Harga dipandang sebagai salah satu penentu pengambilan keputusan dalam perdagangan kopi. Pada penelitian ini akan dianalisis integrasi harga kopi robusta di Indonesia dengan harga kopi di pasar USA. Metode yang digunakan dalam analisis ini adalah ECM dengan menggunakan data periode 1991 hingga 2019 yang berasal dari ICO, BPS, Kementerian Pertanian Indonesia. Berdasarkan hasil yang diperoleh, diketahui bahwa harga kopi robusta yang berlaku di Indonesia memiliki hubungan yang signifikan dipengaruhi oleh harga kopi robusta di tahun sebelumnya. Selain itu, harga kopi robusta di Indonesia pada periode t juga dipengaruhi secara signifikan oleh harga kopi robusta di pasar USA. Oleh karena itu, melalui penelitian ini dapat dipastikan bahwa pasar USA memiliki peran yang cukup besar dalam penentuan kebijakan kopi di Indonesia.
Sendy Dewi Fifiyanti, Yusuf Muhyidin, I Putu Eka Wijaya
Agrilan : Jurnal Agribisnis Kepulauan, Volume 10, pp 57-73; https://doi.org/10.30598/agrilan.v10i1.1466

Abstract:
Adanya jiwa kewirausahaan dan kemitraan pengurus dan pengelola BUMDes Buana Mekar dapat berupaya mengembangkan dan memajukan secara berkelanjutan potensi lokal Desa Buana Mekar. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh jiwa kewirausahaan dan kemitraan terhadap keberhasilan usaha produksi kopi BUMDes Buana Mekar secara bersama-sama, individu, dan besarnya tingkat jiwa kewirausahaan, kemitraan dan keberhasilan usaha. Penelitian dilaksanakan di BUMDes Buana Mekar Desa Mekarbuana Kecamatan Tegalwaru. Sampel ditetapkan dengan cara disproportionate stratified random sampling total sebanyak 44 responden. Teknik analisis data menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi berganda, uji F, uji T dan MSI. Hasil penelitian ini adalah (1) Terdapat pengaruh jiwa kewirausahaan dan kemitraan terhadap keberhasilan usaha diperoleh Sig. < 0,05 sehingga H1 diterima. (2) Terdapat pengaruh jiwa kewirausahaan terhadap keberhasilan usaha diperoleh Sig. < 0,05 sehingga H2 diterima dan terdapat pengaruh kemitraan terhadap keberhasilan usaha diperoleh Sig. < 0,05 sehingga H2 diterima. (3) Tingkat jiwa kewirausahaan (103,981), kemitraan (70,636) dan keberhasilan usaha produksi kopi milik BUMDes Buana Mekar (27,780) tergolong tinggi.
Abidin Abidin, Marcus J Pattinama, Leunard O Kakisina
Agrilan : Jurnal Agribisnis Kepulauan, Volume 10, pp 42-56; https://doi.org/10.30598/agrilan.v10i1.1363

Abstract:
Kelayakan usaha ternak sapi skala kecil tersebut dan (3) Strategi pengembangannya jika layak dikembangkan. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode purposive sampling dengan memilih empat desa yakni Waenetat, Waekasar, Waekerta dan Waetele di Kecamatan Waeapo. Jumlah responden sebanyak 75 orang dengan item karakteristik umur, tingkat pendidikan, beban tanggungan serta lamanya berusaha ternak. Karakteristik dapat mempengaruhi seseorang dalam hal mengadopsi suatu inovasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha sampingan ternak sapi menguntungkan karena setiap tahun ada peningkatan pendapatan dan layak dikembangkan. Untuk mengembangkan usaha ternak ini diperlukan strategi yang tepat yaitu meningkatkan mutu bibit unggul, menjamin permintaan daging tinggi dan harga sapi tinggi, memperbaiki sistem pemeliharaan (tradisional), memperkuat relasi dengan pedagang, memperluas pemasaran untuk mengantisipasi munculnya persaingan, sekaligus mencegah penjualan sapi illegal, transportasi lancar memudahkan jaringan pasar dan kerjasama antara pedagang dan kelompok peternak, mengatasi tenaga kerja yang tidak terampil. Strategi ini akan mencegah munculnya penyakit sapi dan berkurangnya populasi sapi.
Apliani Mbangi, Elfis Umbu Katongu Retang, Elsa Christin Saragih
Agrilan : Jurnal Agribisnis Kepulauan, Volume 10, pp 74-94; https://doi.org/10.30598/agrilan.v10i1.1483

Abstract:
Rumput laut merupakan salah satu komoditas unggulan dalam sektor perikanan. Distribusi komoditas rumput laut antara produsen dan konsumen tidak bisa dilakukan secara langsung dikarenakan terpencarnya lokasi produsen dan konsumen, maka dibutuhkan lembaga pemasaran untuk menghubungkan petani rumput laut dan konsumen akhir. Oleh karena itu, perlu diketahui sistem pemasaran yang digunakan dilihat dari saluran, margin, dan efisiensi pemasaran. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui saluran, margin, dan efisiensi pemasaran. Penelitian ini dilakukan di Desa Wulla Kecamatan Wulla Waijelu Kabupaten Sumba Timur. Pemilihan lokasi dipilih secara sengaja dengan pertimbangan bahwa DesaWulla merupakan salah satu sentra komoditas rumput laut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode analisis secara deskriptif dan analisis secara kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 3 pola saluran pemasaran di Desa Wulla yaitu: petani-pedagang pengumpul-pedagang besar-pabrik Surabaya, petani-pedagang pengumpul-pabrik (PT Astil), dan petani-pabrik (PT Astil). Adapun nilai margin dan efisiensi pemasaran dari setiap lembaga pemasaran yaitu: saluran pemasaran I nilai margin pemasaran Rp. 3000/kg dengan efisiensi pemasaran 4,78%, saluran pemasaran II nilai margin pemasaran Rp.2000/kg dengan efisiensi pemasaran 2,85% dan saluran III nilai margin pemasaran 0 dengan efisiensi pemasaran 1,66%. Dari perhitungan nilai efisiensi pemasaran saluran pemasaran III merupakan saluran paling efisien dengan nilai margin 0 dan nilai efisiensi 1,66%.
Pieter Melianus Ririmasse, Alex S W Retraubun, Johanis Hiariey, Yoisya Lopulalan
Agrilan : Jurnal Agribisnis Kepulauan, Volume 9, pp 302-319; https://doi.org/10.30598/agrilan.v9i3.1431

Abstract:
Kelompok dalam perkembangannya perlu untuk mengedepankan nilai-nilai social sebagai kekuatan hubungan antar anggotanya dalam melakukan interaksi. Interkasi menunjukan adanya suatu hubungan yang relative stabil yang menunjukan adanya suatu proses pertukuran yang mengarah pada pembentukan modal sosial yang berlangsung dalam kelompok. Tingkat interaksi dapat digambarkan melalui struktur hubungan antar nelayan (aktor) dalam jaringan sosial serta peranan masing-masing aktor, untuk menerima dan berbagi informasi sehingga dapat menunjukan pola hubungan serta pentingnya aktor dalam suatu jaringan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat struktur jaringan social dan peran aktor dalam jaringan sosial nelayan pursein di Negeri Hitu Pulau Ambon. Hasil penelitian menunjukan bahwa struktur jaringan social Kelompok Nelayan Yana dan Kelompok Timinusa berbentuk personal saling mengunci (Interlocking Personal Network). Jaringan yang memiliki sifat saling mengunci adalah jaringan yang memiliki derajat integrasi yang tinggi di dalam kelompok namun memiliki sifat keterbukaan yang rendah di luar kelompok. Aktor BS, HS, SS dan IA adalah aktor yang memiliki peranan dalam jaringan social nelayan purse seine kelompok nelayan di Negeri Hitu, yaitu sebagai; Opinion Leader, Bridge, Gate Keeper dan Cosmopolite.
Elda Iba Slamet, Aphrodite M Sahusilwane, Stephen F. W Thenu
Agrilan : Jurnal Agribisnis Kepulauan, Volume 9, pp 208-221; https://doi.org/10.30598/agrilan.v9i3.1215

Abstract:
Negeri Yaputih Kecamatan Tehoru Kabupaten Maluku Tengah merupakan suatu negeri yang memiliki sumber daya alam yang mampu diusahakan untuk meningkatkan pendapatan ekonomi rumahtangga. Kondisi tersebut tentu akan membuka kesempatan kerja bagi perempuan negeri Yaputih untuk berperan lebih luas disektor publik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran perempuan dan strategi pemberdayaan perempuan pengusaha Babes di Negeri Yaputih Kecamatan Tehoru Kabupaten Maluku Tengah. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa dalam mengusahakan babes para perempuan pengusaha babes dalam melakukan produksi babes masih sangat tradisional dan masih jauh dari apa yang diharapkan. Mencermati hal diatas strategi yang perlu dilakukan adalah : Peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM), adanya dukungan dan penyuluhan dari instansi terkait, pembentukan kelembagaan ekonomi, pembentukan kelompok usaha bersama, menjalin kemitraan, peningkatan pengetahuan tentang manajemen, penggunaan teknologi serta mencari peluang informasi pasar. Hasil penelitian lainnya bahwa kontribusi babes terhadap pendapatan rumahtangga lainnya sebesar 69.5% dengan Total rata - rata nilai R/C Ratio sebesar 2.22 dan total rata – rata nilai B/C Ratio sebesar 1,22 yang artinya diri sisi penerimaan dan pendapatan pengusahaan babes ini layak untuk diusahakan.
Moch Qitfirul Azis, Syarif Imam Hidayat, Indra Tjahaja Amir
Agrilan : Jurnal Agribisnis Kepulauan, Volume 9, pp 267-284; https://doi.org/10.30598/agrilan.v9i3.1300

Abstract:
Ketahanan pangan pada tingkat nasional menjadi sebuah faktor penting dalam menjamin masyarakat memperoleh pangan yang cukup, mutu yang layak dan aman. Tantangan ke depan yakni memenuhi kebutuhan pangan dengan sumber yang mudah didapat, terjangkau, dan memiliki kandungan gizi tinggi. Hal ini dapat diperoleh dari sumber pangan alternatif, yaitu ulat jati, belalang dan sarang lebah. Penelitian ini bertujuan mengetahui persepsi masyarakat terhadap produk makanan yang berbasis ulat jati, belalang dan sarang lebah serta merumuskan strategi pemasaran yang tepat dalam upaya penetrasi pasar untuk meningkatkan volume penjualan. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Tuban dan Mojokerto. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui pengisian kuesioner, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat kurang mengetahui akan produk pangan berbasis ulat jati, belalang dan sarang lebah juga dengan kandungan gizinya. Sedangkan persepsi untuk mengkonsumsi produk pangan tersebut cukup tinggi yaitu sebesar 75%. Strategi pemasaran yang tepat pada produk makanan tersebut yaitu personal selling yang menjadi upaya produk makanan lokal untuk memberikan produk berkualitas kepada masyarakat dalam memenuhi kebutuhan gizinya. Selain itu, upaya penetrasi pasar dilakukan oleh produsen melalui inovasi produk dan menjadi salah satu alternatif oleh-oleh khas daerah Mojokerto dan Tuban
Back to Top Top