KINESTETIK

Journal Information
ISSN / EISSN : 2477331X / 26856514
Current Publisher: UNIB Press (10.33369)
Total articles ≅ 69
Filter:

Latest articles in this journal

Jumaking Jumaking
Published: 29 March 2020
KINESTETIK, Volume 4, pp 122-131; doi:10.33369/jk.v4i1.10526

Abstract:
Penelitian Ini adalah jenis pe nelitian Ex Post Facto yang menggunakan rancangan penelitian analisis jalur. Populasi adalah seluruh siswa SMAN 2 KOLAKA yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler dengan jumlah sampel yaitu 30 siswa. Teknik penentuan sampel adalah total populasi atau sampel jenuh. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, uji persyaratan, analisis jalur melalui program SPSS 20.00 pada taraf siginifikan 95% atau ? 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ; (1) Ada pengaruh langsung daya ledak tungkai terhadap percaya diri pada siswa SMAN 2 KOLAKA dengan nilai beta yaitu 0,500 dengan tingkat signifikan 0,000 < ?0,05; (2) Ada pengaruh langsung koordinasi mata kaki terhadap percaya diri pada siswa SMAN 2 KOLAKA dengan nilai beta yaitu 0,505 dengan tingkat signifikan 0,000 < ?0,05; (3) Ada pengaruh langsung daya ledak tungkai terhadap kemampuan shooting ke gawang dalam permainan sepakbola pada siswa SMAN 2 KOLAKA dengan nilai beta yaitu 0,419 dengan tingkat signifikan 0,001 < ?0,05 (4) Ada pengaruh langsung koordinasi mata kaki terhadap kemampuan shooting ke gawang dalam permainan sepakbola pada siswa SMAN 2 KOLAKA dengan nilai beta yaitu 0,227 dengan tingkat signifikan 0,044 < ?0,05; (5) Ada pengaruh langsung percaya diri terhadap kemampuan shooting ke gawang dalam permainan sepakbola pada siswa SMAN 2 KOLAKA dengan nilai beta yaitu 0,359 dengan tingkat signifikan 0,035 < ?0,05; (6) Ada pengaruh daya ledak tungkai melalui percaya diri terhadap kemampuan shooting ke gawang dalam permainan sepakbola pada siswa SMAN 2 KOLAKA dengan nilai beta yaitu 0,260 (0,260 > 0,233); (7) Ada pengaruh koordinasi mata kaki melalui percaya diri terhadap kemampuan shooting ke gawang dalam permainan sepakbola pada siswa SMAN 2 KOLAKA dengan nilai beta yaitu 0,280 (0,280 > 0,232).
Jan Bobby Nesra Barus
Published: 23 March 2020
KINESTETIK, Volume 4, pp 108-116; doi:10.33369/jk.v4i1.10649

Abstract:
Daya tahan aerobik yang berkaitan dengan sistem kardioraspiratori dapat dilihat hasilnya dengan melihat VO2Max atau kapasitas oksigen maksimal yaitu kemampuan seseorang dalam konsumsi oksigen secara maksimal dalam melakukan aktivitas kerja fisik.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat tingkat VO2Max siswa ekstrakurikuler gulat di SMA Negeri 1 Barusjahe Tahun 2020. Jenis penelitian ini adalah survei,Teknik penarikan sampel menggunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi wawancara, dan tes pengukuran Daya tahan kardiorespiratori dengan menggunakan tes dari Kenett H Coppert yaitu Cooper Test 2.4 km khusus untuk usia dibawah 30 tahun. Populasi penelitian yaitu seluruh siswa ekstrakulikuler gulat di SMA Negeri 1 Barusjahe.Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini yaitu dengan melalui tes VO2Max. Hasil penelitian diperoleh bahwa daya tahan aerobik (Vo2 Max) siswa ekstrakulikuler gulat di SMA Negeri 1 Barusjahe Kabupaten Karo termasuk dalam kategori sedang sebanyak 9 orang siswa atau 60%, pada kategori baik sebanyak 3 orang siswa atau 20% dan dikategori kurang sebanyak 3 orang siswa atau 20%.Sehingga disimpulkan bahwa tingkat Vo2Maxpada siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakulikuler gulat di SMA Negeri 1 Barusjahe Kabupaten Karo yaitu sedang.
Martinus Martinus, Selvi Atesya Kesumawati
Published: 23 March 2020
KINESTETIK, Volume 4, pp 117-121; doi:10.33369/jk.v4i1.10574

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterampilan gerak dasar manipulatif melalui aktivitas bermain pada peserta didik kelas 2 SDLB Tunagrahita di Kota Palembang. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 21 orang peserta didik Tunagrahita kelas 2 SDLB dan 3 orang guru yang melayani anak tunagrahita (ATG) di kota Palembang. Instrumen yang digunakan rubrik penilaian aktivitas bermain gerak dasar manipulatif. Hasil penelitian menunjukkan 16 orang (76,19 %) peserta didik rata-rata dalam kategori baik.
Yarmani Yarmani, Syafrial Syafrial, Arwin Arwin
Published: 17 March 2020
KINESTETIK, Volume 4, pp 99-107; doi:10.33369/jk.v4i1.10564

Abstract:
This study aims to apply the hanging ball exercise to improving kedeng smash ability in sepak takraw learning. This research method uses applied research, one of the studies uses a classroom action research approach. The sample used in this study is 33 students of Physical Education’s soccer takraw course. The research procedure is cycle form. Each cycle consists of four stages including: planning, implementing actions, observing and reflecting. Data collection technique through observation and test. This data collection uses observation sheets instruments of student and lecturers' performance in the learning process, to determine the quality of student learning outcomes used an evaluation or test sheet. The results showed that the application of hanging ball exercises in improving the ability to kedeng smash in sepak takraw learning can improve student learning outcomes in sepaktakraw courses from an average pre-cycle value of 10 points (50%), to 15 points (80%) in cycle 1 and the average value of 12 points prasiklus (60%), to 16 points (85%) in cycle 2.
Rahmat Hermawan, Imam Safei, Dimas Duta Putra Utama
Published: 17 March 2020
KINESTETIK, Volume 4, pp 90-98; doi:10.33369/jk.v4i1.10488

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tentang kompetisi guru SD, SMP, SMA/SMK se-Kabupaten Lampung Barat. Tentang kompetisi Pedagogik, Keperibadian, Sosial, dan Profesional. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan Deskriptif Kualitatif. Data dikumpulkan memalui wawancara, pengamatan, dokumentasi, dan angket. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa (1) Profil guru penjas bertugas di Kabupaten Lampung Barat dari faktor usia relatif tua, masa tugas cukup lama, (2) Aspek Kompetisi pedagogik guru penjas sudah menjalankan dengan sesuai karena sebagian besar sudah mendapatkan PNS dan berstatus sertifikasi, (3) Aspek Kompetisi Kepribadian memiliki prilaku yang dapat di teladani dan dicontoh, (4) secara kompetisi sosial guru penjas mampu berkomunikasi dengan efektif ke beberapa pihak baik di sekolah ataupun pada lingkungan sekitar tempat tinggal, (5) secara kompetisi profesional guru penjas mampu meningkatkan kemampuan individu dengan mengikuti PLPG dan PPG serrta penataran yang dilaksanakan di provinsi maupun nasional.
Nurjamal Nurjamal, Muh Taufiq Hidayat, Muh Ramli Buhari, Muchamad Samsul Huda
Published: 16 March 2020
KINESTETIK, Volume 4, pp 73-78; doi:10.33369/jk.v4i1.10412

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh aktivitas olahraga tradisional terhadap kecepatan lari 40 meter pada siswa kelas V SD Negeri 029 Loa Janan. Jenis penelitian ini adalah eksperimen lapangan dengan melibatkan dua variable bebas yaitu olahraga tradisional polisi vs maling dan olahraga tradisional bentengan dan variable terikat yaitu lari 40 meter Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa/i SD Negeri 029 Loa Janan yang berjumlah 13 orang Teknik analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif dan statistic inferensial dengan menggunakan teknik uji t-test. Berdasarkan analisis data diperoleh hasil : (1) Nilai t-hitung > nilai t-tabel, 9.354 > 1.943 atau ada pengaruh aktivitas olahraga tradisional polisi vs maling terhadap kecepatan lari 40 meter terhadap kecepatan lari 40 meter pada siswa kelas V SD Negeri 029 Loa Janan. (2) Nilai t-hitung > nilai t-tabel, 7.348 > 2.015 atau ada pengaruh aktivitas olahraga tradisional bentengan terhadap kecepatan lari 40 meter pada siswa kelas V SD Negeri 029 Loa Janan. (3) Nilai t-tabel > nilai t-hitung,1.796 > 0.070 atau tidak ada perbedaan pengaruh antara aktivitas olahraga tradisional polisi vs maling dan bentengan terhadap kecepatan lari 40 meter pada siswa kelas V SD Negeri 029 Loa Janan,.Dengan demikian aktivitas olahraga tradisional polisi vs maling dan aktivitas olahraga tradisional bentengan saling memiliki pengaruh yang baik terhadap kecepatan lari 40 meter pada siswa kelas V SD negeri 029 Loa Janan.
Nurkadri Nurkadri, Rizka Hayati
Published: 16 March 2020
KINESTETIK, Volume 4, pp 79-84; doi:10.33369/jk.v4i1.10411

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kebugaran jasmani pada mahasiswa pendidikan kepelatihan olahraga Universitas Negeri Manado. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Ukuran sampel menggunakan sistematic random sampling, sebanyak 30 Mahasiswa. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskrptif dengan prosentase. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan tingkat kebugaran jasmani mahasiswa dalam tiga kategori yaitu kategori baik 14 mahasiswa (46,67%), kategori sedang yaitu 9 mahasiswa (30%) serta serta kategori kurang yaitu 7 mahasiswa (23,33%).
Sugarwanto Sugarwanto, Ardo Okilanda
Published: 16 March 2020
KINESTETIK, Volume 4, pp 85-89; doi:10.33369/jk.v4i1.10472

Abstract:
Dalam artikel ini latihan Single Leg Hops dapat meningkatkan kemampuan Lompat jangkit, sehingga setelah diberikan latihan Single Leg Hops siswa bisa meningkatkan kemampuan Lompat jangkit. Siswa dapat melakukan teknik lompat jangkit dengan baik, sehingga memudahkan siswa melakukan Lompat jangkit. Tujuan artikel ini adalah mengetahui pengaruh signifikan latihan Single leg Hops terhadap hasil Lompat jangkit pada siswa putra kelas IX SMP Negeri 1 sungai lilin Indonesia. Metode yang dipakai adalah pre-experimental designs (non designs) teknik pengumpulan data dilakukan dengan instrumen tes lompat jangkit. Sampel diberi latihan single leg hops selama 6 minggu dengan frekuensi 3 kali seminggu. Analisis data menggunakan statistik uji t. Hasil analisis data didapatkan bahwa rata-rata tes awal lompat jangkit sebelum diberikan latihan single leg hops adalah sebesar 3,061 meter. Sedangkan rata-rata tes akhir lompat jangkit setelah diberikan latihan single leg hops sebesar 3,180 meter. Kesimpulan dari artikel ini bahwa ada pengaruh latihan single leg hops terhadap hasil lompat jangkit pada siswa putra kelas IX SMP Negeri 1 sungai lilin dan latihan yang diberikan hendaknya mengarah kepada gerakan seperti pada pertandingan lompat jangkit.
Tono Sugihartono, Ari Sutisyana, Sugiyanto Sugiyanto
Published: 13 March 2020
KINESTETIK, Volume 4, pp 63-72; doi:10.33369/jk.v4i1.10407

Abstract:
Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan Model Pembelajaran Projeck Base Learning (PjBL) terhadap peningkatan produk Lembar Kerja Peserta Dididk (LKPD) pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan (PJOK) pada mata kuliah Perencanaan Pengajaran Penjas dan olahraga. Metode dan prosedur penelitian menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) berkolaborasi (collaborative classroom action research), subjek penelitian adalah mahasiswa semester V Program studi Penjas FKIP Unib, pada materi Media pembelajaran LKPD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Projek Base Learning dalam pembelajaran perencanaan media LKPD mampu memberikan motivasi dan sistem belajar mahasiswa dalam kelompok dalam merencanakan dan membuat produk LKPD, dan mampu memecahkan masalah dalam kelompok secara efektif dan efisien sehingga penguasaan serta keterampilan membuat LKPD dengan ketuntasan mencapai 77,4%. LKPD yang memenuhi kelayakan isi yang terdiri dari indikator materi pembelajaran, materi sesuai dengan kebutuhan belajar dan ketercakupan belajar dengan peningkatan sebesar 20%. Kesesuaian penyajian LKPD yang meliputi sistematika petunjuk LKPD dengan tugas gerak PJOK, dan isi dengan tugas gerak PJOK, dengan peningkatan sebesar 37,8%. Kesesuaian dengan syarat didaktis yang memenuhi kebutuhan peserta didik dan pengembangan diri peserta didik, meningkat sebesar 30%. Kesesuaian dengan syarat konstruksi (kebahasaan) yang memenuhi kesuaian Penggunaan bahasa dan kalimat, meningkat sebesar 51%, sedangkan kesesuain LKPD dengan syarat teknis (grafis) yang memenuhi indikator tulisan dan gambar dalam LKPD serta desain /penampilan LKPD, meningkat sebesar 10,7%.
Bayu Hardiyono
Published: 10 March 2020
KINESTETIK, Volume 4, pp 47-54; doi:10.33369/jk.v4i1.10399

Abstract:
Penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui Tingkat Kecemasan dan Percaya Diri Atlet Panjat Tebing Sumatera Selatan sebelum pertandingan . Sampel pada penelitian ini berjumlah 30 atlet daerah. Metode yang digunakan adalah survei dengan angket sebagai intrumen pengambilan data. Analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif dengan persentase. Hasil penelitian tingkat kecemasan dan percaya diri atlet pelatda cabang olahraga Panjat tebing sebelum menghadapi pertandingan dan pada saat bertanding, pada faktor intrinsik dan ekstrinsik, Untuk hasil analisis kecemasan faktor intrinsik dalam kategori rendah 14.78%, hal ini berarti kecemasan atlet panjat tebing sebelum menghadapi pertandingan dipengaruhi oleh faktor intrinsik. sedangkan untuk hasil analisis kecemasan faktor ekstrinsik dalam kategori tinggi 85.22%, hal ini berarti kecemasan atlet panjat tebing sebelum menghadapi pertandingan sangat dipengaruhi oleh faktor ekstrinsik. Sedangkan hasil Untuk hasil analisis percaya diri faktor intrinsik dalam kategori tinggi 80.245% hal ini berarti percaya diri atlet panjat tebing pada saat pertandingan dipengaruhi oleh faktor intrinsik. Untuk Hasil analisis faktor ekstrinsik dalam kategori tinggi 19.755%. hal ini berarti percaya diri atlet panjat tebing pada saat pertandingan sangat dipengaruhi oleh faktor ekstrinsik.