Diklabio: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Biologi

Journal Information
ISSN / EISSN : 25989634 / 25989669
Current Publisher: UNIB Press (10.33369)
Total articles ≅ 59
Filter:

Latest articles in this journal

Nurlaely Sabaniah, Endang Widi Winarni, Dewi Jumiarni
Diklabio: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Biologi, Volume 3, pp 230-239; doi:10.33369/diklabio.3.2.230-239

Abstract:
AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengembangkan LKPD Biologi berbasis creative problem solving pada materi pencemaran lingkungan dalam upaya meningkatkan kemampuan berpikir kreatif peserta didik kelas X SMA. Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan. Metode penelitian mengadopsi model Dick and Carey terdiri dari 8 tahapan, kemudian akan diuji kelayakan dan efektifitasnya menggunakan penelitian desain R&D menurut (Borg and Gall,1998) terdiri dari 4 tahapan. Subjek penelitian adalah 27 orang peserta didik kelas X MIPA 3 SMA Negeri 1 Bengkulu Tengah. Terdapat 2 variabel yaitu variabel bebas adalah LKPD berbasis creative problem solving, dan variabel terikat adalah kemampuan berpikir kreatif. Instrument yang digunakan untuk mengukur kemampuan berpikir kreatif berupa tes tertulis. Hasil dari pengembangan LKPD berbasis creative problem solving terdiri 5 unsur kerangka umum dan 8 unsur kerangka inti. Hasil penilaian validasi keseluruhan aspek bahan ajar LKPD yang dikembangkan memiliki kelayakan sangat baik dengan persentase 89,50%. Hasil posttest peserta didik setelah belajar menggunakan semua LKPD menunjukkan keberhasilan ditunjukkan oleh nilai rata-rata yaitu 81,25 dan telah mencapai KKM, dan perolehan ketuntasan kelas sebesar 85,18%. Dapat disimpulkan bahwa LKPD biologi berbasis creative problem solving layak dan efektif untuk digunakan pada pembelajaran di kelas X SMA.Kata Kunci : LKPD, berpikir kreatif, creative problem solving.
Mega Selpiya, Aceng Ruyani, Irwandi Ansori
Diklabio: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Biologi, Volume 3, pp 202-211; doi:10.33369/diklabio.3.2.202-211

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang dikembangkan berdasarkan inventarisasi jenis ordo Anura di lingkungan Universitas Bengkulu (UNIB). Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas X MIPA 2 Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 4 Kota Bengkulu. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah angket (kuisioner). Instrumen yang digunakan adalah lembar angket untuk tiga orang validator (dua orang Dosen Program Studi Pendidikan Biologi dan guru Biologi SMA kelas X), dan lembar keterbacaan untuk peserta didik. Berdasarkan hasil validasi oleh validator, LKPD yang disusun dinilai sangat layak digunakan dengan nilai rata-rata 91,25%. Hasil uji keterbacaan oleh peserta didik juga memperoleh predikat sangat layak dengan nilai rata-rata 93%. Berdasarkan hasil uji validitas dan keterbacaan tersebut, LKPD yang dikembangkan ini sangat layak digunakan sebagai bahan ajar materi keanekaragaman hayatil, subtopik keanekaragaman hayati tingkat jenis pada kelas X SMA.Kata kunci: inventarisasi, Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), ordo Anura
Alrevi Octavia Br. Sitorus, Kasrina Kasrina, Irwandi Ansori
Diklabio: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Biologi, Volume 3, pp 185-194; doi:10.33369/diklabio.3.2.185-194

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk (1) untuk mengetahui tumbuhan obat yang dimanfaatkan oleh masyarakat suku pekal kecamatan putri hijau kabupaten Bengkulu utara (2) untuk mengembangkan LKPD pada materi keanekaragaman hayati kalas x SMA berdasarkan eksplorasi tanaman obat suku pekal kecamatan putri hijau kabupaten Bengkulu utara. Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (Research and development). Hasil studi eksplorasi tanaman obat di desa pasar seblat didapatkan 36 enis tanaman dari 24 famili, family yang paling banyak digunakan adalah family Astraceae, Curcubitaceae , Lamiaceae dan Zingeberaceae. Hasil eksplorasi ini kemudian dikembangkan menjadi bahan ajar berupa LKPD yang divali dasi oleh 3 validator menunjukkan persentase keseluruhan 84,3% dengan kriteria sangat valid. LKPD diuji keterbacaan oleh 15 peserta didik kelas x. Hasil uji kerterbacaan menunjukkan persentase 90% dengan kriteria sangat valid. Berdasarkan persentase validasi oleh ahli dan ui keterbacaan peserta didik dapat disimpulkan bahwa LKPD yang dikembangkan sangat valid dan baik untuk digunakan sebagai bahan ajar di sekolah pada sub materi keanekaragaman tingkat jenis kelas X SMA.
Meti Herlina, Isti Yesti Rahayu, Diningsih Wiksya
Diklabio: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Biologi, Volume 3, pp 142-152; doi:10.33369/diklabio.3.2.142-152

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Group Investigation (GI) terhadap berpikir kritis dan keterampilan sosial siswa di SMAN 2 Argamakmur. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Dengan menggunakan rancangan penelitian Randomized control-group Pretest-Posttest Design. Sampel penelitian ini siswa dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok eskperimen dan kelompok kontrol. Adapun teknik analisis data yang digunakan untuk menguji hipotesis dalam penelitian ini adalah menggunakan uji-t. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh hasil berpikir krtitis dan keterampilan sosial siswa pada materi Tumbuhan (plantae) antara model pembelajaran Group Investigation (GI) dan pembelajaran konvensional. Hasil berpikir kritis siswa pada kelas eksperimen lebih tinggi dari kelas kontrol, nilai rata- rata berpikir kritis siswa pada kelas eksperimen adalah 76,82 sedangkan pada kelas kontrol adalah 48,94. Sedangkan rata-rata keterampilan sosial siswa kelas eksperimen 120,83, dan nilai rata-rata keterampilan sosial kelas kontrol 101,84. Berdasarkan hipotesis dapat disimpulkan bahwa penggunaan model Group Investigation (GI) pada kelas eksperimen secara signifikan berpengaruh terhadap berpikir kritis siswa dan keterampilan sosial siswa.
Alif Yanuar Zukmadini, Umie Lestari, Murni Sapta Sari
Diklabio: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Biologi, Volume 3; doi:10.33369/diklabio.3.2.153-165

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk 1) menghasilkan modul berbasis penelitian analisis aktivitas fosforilasi protein membran spermatozoa kambing; 2) untuk mengetahui aktivitas fosforilasi protein membran spermatozoa kambing PE dan Boer. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang menggunakan model pengembangan Borg & Gall (1983) yang dibatasi sampai lima tahap yaitu, research and information collecting, planning, develop preliminary form of product, preliminary field testing, dan main product revision. Analisis aktivitas fosforilasi protein membran spermatozoa dilakukan dengan beberapa prosedur laboratorium yaitu, isolasi protein, elektroforesis, elektroelusi protein 43 kDa, dan uji aktivitas fosforilasi. Metode penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif yang menggunakan instrumen berupa lembar validasi. Hasil validasi menunjukkan bahwa persentase kevalidan modul dari ahli materi sebesar 95,40%, dari ahli bahan ajar sebesar 99,49% dan dari uji coba kelompok kecil sebesar 86,35%. Keseluruhan persentase yang diperoleh termasuk ke dalam kategori valid. Hasil penelitian mengenai aktivitas fosforilasi protein 43 kDa menunjukkan bahwa jumlah ATP yang difosforilasi pada protein membran spermatozoa kambing PE sebesar 179 ppm, sedangkan pada kambing Boer sebesar 159,5 ppm. Unit aktivitas fosforilasi protein 43 kDa pada kambing PE sebesar 69,29 x 10-2 µmol/mL.menit, sedangkan pada kambing Boer sebesar 61,61 x 10-2µmol/mL.menit.Keywords : Modul berbasis penelitian, aktivitas fosforilasi, teknik analisis biologi molekuler
Haryani Oktricia, Ariefa Primair Yani, Irwandi Ansori
Diklabio: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Biologi, Volume 3, pp 166-173; doi:10.33369/diklabio.3.2.166-173

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan LKPD identifikasi jenis-jenis bambu di Desa Harapan Makmur Kabupaten Bengkulu Tengah pada materi klasifikasi tumbuhan terhadap hasil belajar peserta didik di SMP Negeri 01 Bengkulu Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Quasi Experiment dengan pretest-posttest control group design dan teknik pengambilan sampel adalah tak acak dengan convenience sampling. Penelitian dilakukan pada kelas VII A sebagai kelompok II dengan perlakuan II dan kelas VII B sebagai kelompok I dengan perlakuan I. Instrumen yang digunakan adalah lembar tes objektif sebanyak 20 butir soal sebagai soal pretest dan posttest yang setelah dilakukan uji validitas dan reliabilitas diperoleh 10 butir soal valid dan reliabel yang digunakan pada kelompok I dan kelompok II. Data yang diperoleh dan dianalisis menggunakan uji-t dengan taraf signifikan 0,05 didapat hasil thitung (2,04) > tTabel (1,99) sehingga H0 ditolak dan H­­1 diterima. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan LKPD identifikasi jenis-jenis bambu di Desa Harapan Makmur Kabupaten Bengkulu Tengah pada materi klasifikasi tumbuhan berpengaruh terhadap hasil belajar peserta didik di SMP Negeri 01 Bengkulu Utara.
Muhammad Nanang Burhannuddin, Dewi Jumiarni, Sri Irawati
Diklabio: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Biologi, Volume 3, pp 222-229; doi:10.33369/diklabio.3.2.222-229

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan hasil belajar peserta didik dalam proses pembelajaran materi ekosistem dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) pada kelas X MIPA 4 SMAN 4 Kota Bengkulu. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (classroom action research) yang dilakukan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Subjek dalam penelitian ini yaitu guru dan seluruh peserta didik kelas X MIPA 4 SMAN 4 Kota Bengkulu. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan tes.. Instrumen penelitian yang digunakan adalah adalah lembar observasi dan lembar dan lembar tes. Hasil belajar ranah kognitif siklus I mendapatkan persentase 74,19 % (belum tuntas), sedangkan pada siklus II menjadi 87,5 % (tuntas). Hasil belajar psikomotor peserta didik dengan persentase 64,51 % di siklus I berkriteria belum tuntas dan meningkat di siklus II dengan kriteria tuntas dengan persentase 83,87 %. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa model pembelajran kooperatif tipe Student Team-AchievementDivision (STAD) dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas X MIPA4 SMAN 4 Kota Bengkulu.
Yeri Yunita, Sri Irawati, Irdam Idrus
Diklabio: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Biologi, Volume 3, pp 250-257; doi:10.33369/diklabio.3.2.250-257

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sikap ilmiah peserta didik dan penerapan model discovery learning di kelas VIII6 SMPN 04 Kota Bengkulu. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan metode deskriptif, penelitian ini terdiri dari dua siklus dengan setiap siklusnya terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subyek penelitian adalah guru dan seluruh peserta didik kelas VIII6 SMPN 04 Kota Bengkulu tahun ajaran 2017/2018. Variabel penelitian ini adalah model pembelajaran discovery learning dan sikap ilmiah peserta didik. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu observasi dan angket dengan instrumen berupa lembar observasi dan lembar angket. Hasil analisis data aktivitas guru siklus I diperoleh skor rata-rata yaitu 23 (Baik), dan pada siklus II skor rata-rata aktivitas guru menjadi 29 (Baik). Selanjutnya data sikap ilmiah peserta didik pada siklus I diperoleh skor rata-rata 20,63 (Kurang) dan pada siklus II sikap ilmiah peserta didik mengalami peningkatan skor rata-rata yaitu 28,58 (Cukup). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Discovery Learning dapat meningkatkan sikap ilmiah peserta didik kelas VIII6 SMPN 04 Kota Bengkulu.
Neni Murniati, Ance Villa Lestari, Irwandi Irwandi
Diklabio: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Biologi, Volume 3, pp 132-141; doi:10.33369/diklabio.3.2.132-141

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa pada pembelajaran biologi dengan menggunakan model pembelajaran Student Team Achievement Divisions (STAD) dan Number Head Together (NHT) pada kelas yang berbeda SMPN 3 Kota Bengkulu. Penelitian ini dilakukan dengan metode Kausal Komparatif. Design penelitian ini menggunakan design Nonequivalen Control Group Design. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII yang diambil 2 kelas yang ditetapkan secara acak (random sampling). Kelas pertama dengan menggunakan pembelajaran STAD dan kelas kedua dengan NHT. Pengumpulan data penelitian menggunakan instrumen berupa soal kemampuan hasil belajar kognitif. Analisis data menggunakan Uji t (uji hipotesis). Data hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata hasil belajar biologi siswa menggunakan model pembelajaran STAD (84,44) lebih tinggi dibandingkan nilai rata-rata hasil belajar siswa menggunakan model NHT (78,51).
Fitri Yanti, Sri Irawati, Irdam Idrus
Diklabio: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Biologi, Volume 3, pp 240-249; doi:10.33369/diklabio.3.2.240-249

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterampilan proses IPA dan siswa menggunakan model discovery learning dan meningkatkan keterampilan proses dasar siswa kelas VII2 SMPN 8 Kota Bengkulu. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam dua siklus. Setiap siklus penelitian ini terdiri atas empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, refleksi. Pembelajaran IPA biologi yang menggunakan model discovery learning pada penelitian ini yaitu kegiatan guru pada tahapan pemberian rangsangan, identifikasi masalah, pengumpulan data, pengelolaan data, pembuktian, dan menarik kesimpulan yang diukur menggunakan lembar observasi. Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa pembelajaran dikategorikan baik dari siklus I dengan rerata skor 20,5 (baik) dan di siklus II dengan rerata skor 23,5 (baik). Kegiatan guru yang belum optimal pada siklus I telah dilakukan perbaikan pada siklus II akan tetapi masih ada kegiatan yang belum optimal di siklus II yaitu membimbing siswa untuk mendiskusikan hasil pengamatan (pengelolaan data). Keterampilan proses dasar siswa yang di teliti berdasarkan keterampilan kelompok siswa dalam melakukan penyelidikan, tahap yang dilakukan adalah pengamatan, mengklasifikasikan, menginferensi dan mengkomunikasikan. Keterampilan proses dasar siswa pada pembelajaran yang teleh dilakukan siklus I dikategorikan baik dengan rerata skor 15,5 (baik) dan meningkat pada siklus II dengan rerata skor 17,5 (baik). Kesimpulannya bahwa dengan menggunakan model discovery learning maka dapat meningkatkan keterampilan proses dasar siswa.