Suluh: Jurnal Bimbingan dan Konseling

Journal Information
ISSN / EISSN : 24607274 / 26858045
Current Publisher: Universitas Muhammadiyah Palangkaraya (10.33084)
Total articles ≅ 41
Filter:

Latest articles in this journal

Hartatik Hartatik
Suluh: Jurnal Bimbingan dan Konseling, Volume 5, pp 53-59; doi:10.33084/suluh.v5i1.1315

Abstract:
Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya prestasi belajar IPA pada siswa kelas VI SDN 1 Mendawai. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan yang mengharuskan peneliti untuk berpartisipasi dan berkolaborasi antara peneliti dan kelompok sasaran. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VI SDN 1 Mendawai. Instrumen penelitian yaitu silabus, rencana pembelajaran, lembar kegiatan siswa, lembar observasi kegiatan belajar mengajar dan tes formatif. Teknik analisis data menggunakan Teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian siklus I (67,85%), siklus II (78,57%) dan siklus III (89,28%). Penerapan metode pembelajaran penemuan (discovery) mempunyai pengaruh positif.
Esty Aryani Safithry, Indah Sari Dewi
Suluh: Jurnal Bimbingan dan Konseling, Volume 5, pp 40-47; doi:10.33084/suluh.v5i1.1313

Abstract:
Sistem pembelajaran dengan pola full day school membutuhkan kesiapan baik fisik, psikologis, maupun intelektual yang bagus (Basuki 2016). stres di bidang akademik pada anak muncul ketika harapan untuk pencapaian prestasi akademik meningkat, baik dari orang tua, guru ataupun teman sebaya dan harapan tersebut tidak sesuai dengan kemampuannya. Salah satu solusi yang ditawarkan untuk menurunkan tingkat stress pada Peserta didik di sekolah yang menerapkan full days school adalah dengan terapi menulis ekspresif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat stres akademik pada Peserta didik di Sekolah Full Day School sebelum dan sesudah diberikan terapi menulis ekspresif. Dan Untuk mengetahui proses terapi menulis tingkat stres akademik pada Peserta didik di Sekolah Full Day School. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif studi kasus menggunakan rancangan penelitian multiple baseline Penelitian ini dilakukan pada 15 orang subyek berusia 15-17 tahun. Dengan Memenuhi krirteria DSM IV untuk gangguan penyesuaian (stress), belum pernah diberikan terapi menulis sebelumnya dan bersedia bekerjasama dengan terapis dengan menandatangani inform consent. Hasil peneltian menunjukan Adanya penurunan tingkat stress akademik subjek. Berdasarkan hasil dari sesi 1 sampai sesi ke 10, Skor rata-rata sesi pra terapi adalah 84.5 dan Skor rata-rata sesi pascaterapi adalah 56.7 sedangkan perilaku positif yang muncul . adalah subjek dapat mengerjakan tugas tepat waktu, konsentrasi dalam belajar meningkat dan percaya diri atas kemampuan yang dimiliki.
Ade S. Permadi, Rahmani Rahmani
Suluh: Jurnal Bimbingan dan Konseling, Volume 5, pp 48-52; doi:10.33084/suluh.v5i1.1314

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Untuk mengetahui pengaruh Media Pembelajaran Google Apps For Education bagi mahasiswa Pendidikan Teknologi Informasi Semester V (2) Untuk mengetahui respon mahasiswa Pendidikan Teknologi Informasi Semester V terhadap pembelajaran menggunakan media Google Apps for Education. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni sampai Agustus Tahun 2019 yang berlokasi di Universitas Muhammadiyah Palangkaraya. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Kualitatif. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa Google Apps For Education dengan mengunakan Aplikasi Google Classroom dapat diterapkan dalam proses pembelajaran mahasiswa karena dapat membantu mahasiswa dalam mengerjakan tugas serta untuk mempermudah diskusi dalam proses belajar mengajar.
Christina Nanimusiani, Supardi Supardi, Desi Maulia
Suluh: Jurnal Bimbingan dan Konseling, Volume 5, pp 33-39; doi:10.33084/suluh.v5i1.1312

Abstract:
Penelitian ini dilatarbelakangi rendahnya konsep diri siswa di sekolah. Bentuk dari rendahnya konsep diri yaitu memiliki rasa percaya diri yang rendah, merasa tidak diperhatikan oleh keluarga, tidak disukai oleh guru dan teman, mudah putus asa dan bersikap pesimis terhadap kompetisi dalam bersaing dengan orang lain dalam hal prestasi. Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konseling kelompok behavioral terhadap konsep diri ssiwa SMP Mardi Rahayu Ungaran. Jenis penelitian ini adalah penelitian true experimental design ini menggunakan pretest-postest design. Hasil analisis dengan menggunakan Uji-t. Uji validitas instrument penelitian menggunakan rumus Product Moment dan dilanjutkan uji reliabilitas menggunakan rumus Alpha. Hasil uji validitas instrumen diperoleh butir instrumen yang valid 31 butir dan 9 butir tidak valid digugurkan dengan koefisien reliabilitas sebesar 0,906. Berdasarkan hasil analisis data penelitian setelah mendapatkan perlakuan konseling kelompok behavior, menunjukkan adanya peningkatan konsep diri siswa . Dari hasil pengujian hipotesis menggunakan rumus t-test diperoleh thitung > ttabel (2,392 > 2,110) dengan taraf signifikansi 5% (0,05) yang berarti bahwa ada pengaruh konseling kelompok behavioral terhadap konsep diri siswa SMP Mardi Rahayu Ungaran.
Rohi Triyadi, Dini Rakhmawati, Tri Hartini
Suluh: Jurnal Bimbingan dan Konseling, Volume 5, pp 27-32; doi:10.33084/suluh.v5i1.1311

Abstract:
Penelitian ini dilatar belakangi oleh siswa yang sering menunda-nunda tugas, tidak suka pelajaran , berpikiran waktu masih lama sering bermain game, dan bermain media sosial sehinggi mengakibatkan penundaan tugas. Prokrastinasi akan mengakibatkan penurunannya prestasi yang diraih oleh siswa.Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif desain quasi experimental bentuk nonequivalent control group design dengan model pre-test post-test control group design.Populasi penelitian adalah siswa kelas XI MIPA SMA Negeri 3 Pemalang. Sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah Purposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan yakni analisis presentase dengan Uji t (t-test).Hasil analisis skala prokrastinasi kelompok eksperimen dengan menggunakan uji-t hasil post-test menunjukan rata-rata kelompok eksperimen sebesar 65% dan kelompok kontrol 70,75%. Sehingga terjadi penurunan rata-rata pada kelompok eksperimen sebesar 5,75. Pada penghitungan uji-t diperoleh hasil thitung (3,58) > ttabel (2,14), maka hipotesis kerja (Ha) diterima dan hipotesis nihil (Ho) ditolak. Disimpulkan bahwa ada pengaruh layanan konseling kelompok dengan teknik realita untuk mereduksi prokrastinasi akademik siswa kelas XI SMA N 3 Pemalang.
Yeni Putri Dwi Astuti, Supardi Supardi, Gregorius Rohastono Ajie
Suluh: Jurnal Bimbingan dan Konseling, Volume 5, pp 20-26; doi:10.33084/suluh.v5i1.1309

Abstract:
Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya manajemen waktu belajar siswa kelas XI SMA Negeri 1 Gubug yang disebabkan kurangnya kemampuan siswa dalam mengatur belajarnya.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat manajemen waktu belajar siswa kelas XI SMA Negeri 1 Gubug sesudah diberi treatment layanan bimbingan kelompok dengan teknik problem solving. Jenis penelitian ini adalah eksperimen dengan metode penelitian true eksperimental design dengan bentuk pretest-posttest control group design. Sampel yang diambil sebanyak 20 dengan menggunakan multistage sampling yang merupakan kombinasi dua sampling yaitu cluster random sampling dan simple random sampling. Desain penelitian yang digunakan adalah pre-test, treatment, post-test. Hasil uji hipotesis diperoleh thitung = 5,105 dengan ttabel yaitu 2,101. Hal tersebut menunjukan bahwa thitung = 5,105 >ttabel= 2,101, maka dapat disimpulkan bahwa �ada pengaruh layanan bimbingan kelompok dengan teknik problem solving terhadap manajemen waktu belajar siswa kelas XI SMA Negeri 1 Gubug.
Retnaningdyastuti Ma, Primaningrum Dian M
Suluh: Jurnal Bimbingan dan Konseling, Volume 5, pp 11-19; doi:10.33084/suluh.v5i1.1308

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan regulasi diri dalam belajar siswa dengan menggunakan metode problem solving pada siswa kelas XI IPS-1 SMA Kartika III-1 Banyubiru. Metode penelitian ini adalah kuantitatif eksperimen, dengan desain true eksperimental pretest-posttest control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X1 IPS-1 yang berjumlah 184 siswa. Sampel yang digunakan terdiri dari satu kelas yaitu kelas X1 IPA-3 dan kelas X1 IPS-1 28 siswa yang dibagi menjadi dua yaitu 14 kelompok eksperimen dan 14 kelompok kontrol.Teknik yang digunakan yaitu cluster random sampling. Hasil pre-test menunjukkan adanya presentase kelompok eksperimen skor rata-rata 60 dan kelompok kontrol 60,5 sedangkan hasil post-test menunjukkan rata-rata kelompok eksperimen sebesar 72 dan kelompok kontrol sebesar 60,2143. Terjadi peningkatan rata-rata pada kelompok eksperimen sebesar 11,7857. Berdasarkan dari hasil perhitungan pada ttabel dengan dk = n1 + n2 � 2 = 14+ 14-2= 26, a 5% yaitu 2,056 Dari perhitungan di peroleh thitung = 7,166 > 2,056 sehingga H0 ditolak artinya �layanan bimbingan kelompok dengan teknik problem solving efektif dalam meningkatkan regulasi diri dalam belajar siswa kelas XI IPS-1 SMA Kartika III-1 Banyubiru�.
Ajeng Ayuningtyas, Supardi Supardi, Tri Hartini
Suluh: Jurnal Bimbingan dan Konseling, Volume 5, pp 1-10; doi:10.33084/suluh.v5i1.1307

Abstract:
Penelitian ini dilatar belakangi oleh kurangnya motivasi belajar siswa kelas XI IPS SMA Negeri 3 Brebes, maka diperlukan upaya untuk meningkatakan motivasi belajar menggunakan metode bimbingan kelompok dengan teknik diskusi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat motivasi belajar siswa kelas XI IPS SMA Negeri 3 Brebes sesudah diberi treatment layanan bimbingan kelompok dengan teknik diskusi. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperimen dengan desain yang dipakai yaitu true eksperimental design dengan bentuk pretest-posttest control group design. Penelitian ini teknik pengambilan sampelnya menggunakan cluster random sampling dengan jumlah sebanyak 20. Desain penelitian yang digunakan adalah pre-test, treatment, post-test. Hasil uji hipotesis diperoleh thitung = 12,715 dengan ttabel yaitu 2,101. Hal tersebut menunjukan bahwa thitung = 12,715 >ttabel= 2,101, maka dapat disimpulkan bahwa �ada pengaruh layanan bimbingan kelompok dengan teknik diskusi untuk meningkatkan motivasi belajar siswa kelas XI IPS SMA Negeri 3 Brebes.
Utin Tekah
Suluh: Jurnal Bimbingan dan Konseling, Volume 5, pp 25-33; doi:10.33084/suluh.v5i1.1103

Abstract:
Tujuan Penelitian Tindakan Sekolah yang di lakukan pada guru di SDN 4 Madurejo adalah untuk Meningkatkan Motivasi Guru dalam akreditasi sekolah SD Melalui Workshop. dari hasil observasi ada peningkatan skor rata-rata dari pra siklus ke siklus I, dimana hasil skor rata-rata observasi pra siklus hanya mencapai skor 5,2 sementara pada siklus I mencapai 9,04 yang artinya Motivasi Guru dalam akreditasi sekolah SD bagus. Hasil observasi siklus II mencapai skor 11,5 artinya Motivasi Guru dalam akreditasi sekolah SD Bagus sekali. Metode Penelitian yang dilakukan adalah Penelitian Tindakan Sekolah.
Juster Donal Sinaga
Suluh: Jurnal Bimbingan dan Konseling, Volume 5, pp 54-68; doi:10.33084/suluh.v5i1.1108

Abstract:
Tujuan penelitian ini adalah (1) menemukan gambaran empirik pengusaan keterampilan dasar konseling guru Bimbingan dan Konseling (BK)/konselor sekolah peserta Pendidikan Profesi Guru (PPG) Angkatan I Tahun 2019 pada tiga Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) di Yogyakarta; (2) menganalisis keterampilan-keterampilan dasar konseling yang dikuasai oleh guru-guru BK/konselor sekolah peserta PPG Angkatan I Tahun 2019 pada tiga LPTK di Yogyakarta. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif deskriptif dengan metode survei. Populasi penelitian adalah seluruh peserta PPG Dalam Jabatan Angkatan I Tahun 2019 pada tiga LPTK di Yogyakarta yang berjumlah 128 guru. Sampel penelitian berjumlah 32. Teknik analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif dengan teknik persentase kategorisasi, yaitu sangat tinggi, tinggi, sedang, rendah, sangat rendah. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 19 (59,37%) guru BK/konselor sekolah peserta PPG Dalam Jabatan Angkatan I Tahun 2019 pada tiga LPTK di Yogyakarta memiliki pengusaan keterampilan dasar konseling kategori sangat tinggi, 12 (37,5% berada pada kategori tinggi, 1 (3,12%) berada pada kategori sedang, dan dan tidak ada yang berada pada kategori rendah, dan sangat rendah. Ditinjau dari analisis per keterampilan, keterampilan dasar konseling yang paling rendah dikuasai oleh para guru dengan kategori sangat tinggi adalah keterampilan dasar kenseling memberi respon (responding), yaitu sebesar (59,37%), sedangkan keterampilan yang lainnya mencapai 75%-87%.
Back to Top Top