Agroteknika

Journal Information
ISSN / EISSN : 2685-3353 / 2685-3450
Published by: Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh (10.32530)
Total articles ≅ 38
Current Coverage
DOAJ
Filter:

Latest articles in this journal

Dina Lare Dunensa, I Nyoman Gede Ustriyana, Gede Mekse Korri Arisena
Agroteknika, Volume 4, pp 30-42; https://doi.org/10.32530/agroteknika.v4i1.97

Abstract:
Angka pengguna internet semakin berkembang pada era revolusi industry 4.0. Hal ini dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan bisnis secara lebih luas, salah satunya dapat memanfaatkan berbagai media pemasaran online yang tersedia seperti marketplace. Sektor pertanian berpotensi untuk diterapkan pemasaran produk secara online yang mengadopsi konsep marketplace. Namun, berbagai tantangan muncul seiring dengan lahirnya berbagai marketplace di Indonesia, khususnya berkaitan dengan kemudahan penggunaan marketplace produk pertanian, mengingat pengguna internet di Indonesia beranjak dari berbagai rentang usia dan latar belakang. Artikel ini bertujuan membangun perancangan marketplace pertanian dengan menerapkan kualitas pelayanan marketplace yang baik dengan memperhatikan nilai user experience (UX), tingkat efektivitas serta tingkat efisiensi untuk pengguna. Metode yang digunakan dalam perancangan marketplace ini adalah metode five plane user experience elements yang terdiri dari lima tahapan antaralain Strategy Plane, Scope Plane, Structure Plane, Skeleton Plane, Surface Plane yang memiliki keterkaitan antar lapisnya. Adapun hasil penelitian ini menunjukkan bahwa responden membutuhkan suatu aplikasi yang lebih menarik dalam segi tampilan seperti memberikan detail produk yang lengkap dengan hasil gambar yang nyata, juga menampilkan gambar dari sudut pandang yang berbeda – beda serta pemilihan huruf (font) dan tema warna yang sesuai. Sedangkan perancangan prototipe HiTani sebagai hasil dari adaptasi terhadap karakteristik dan kebutuhan konsumen menunjukkan hasil perhitungan Success Rate yang diperoleh pada pengujian tingkat efektifitas sebesar 85,6% dengan tingkat pencapaian sangat efektif, dan pengukuran terhadap tingkat efisiensi pada prototype ini nilai efisiensinya dalah 84,74% maka dapat disimpulkan bahwa prototype marketplace HiTani ini sudah efisien dari segi efisiensi waktu penggunaannya.
Melbi Mahardika, Mochamad Asrofi, Afril Priyanto, Yuni Hermawan, Salahuddin Junus, Santoso Mulyadi, Sujito Sujito, Devita Amelia
Agroteknika, Volume 4, pp 43-52; https://doi.org/10.32530/agroteknika.v4i1.103

Abstract:
Pemanfaatan serat alam Muntingia calabura sebagai pengisi bahan biokomposit belum dimanfaatkan secara optimal. Penggunaan serat alam ini memiliki potensi yang baik sebagai bahan pengisi biokomposit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh volume fraksi serat terhadap kekuatan tarik dan permukaan patahan biokomposit Polivinil Alkohol (PVA) dan Muntingia calabura. Volume fraksi serat di dalam PVA divariasikan 0%, 2%, 4%, 6% dan 8% (dari berat kering PVA). Pembuatan biokomposit menggunakan metode penuangan larutan gelatin. Biokomposit dikeringkan dalam suhu 70 ᵒC selama 12 jam. Setelah itu, spesimen biokomposit dipotong sesuai standar American Society for Testing and Materials (ASTM) D882-18. Hasil pengujian tarik menunjukkan bahwa peningkatan volume fraksi serat di dalam PVA mengakibatkan penurunan kekuatan tarik. Nilai kuat tarik tertinggi terdapat pada spesimen film PVA murni adalah 6,8 MPa. Penambahan serat sebesar 2% menyebabkan penurunan sebesar 14,7% dari nilai kuat tarik film PVA. Fenomena tersebut juga terjadi pada penambahan serat 4 – 8% di dalam matriks PVA. Hal tersebut didukung oleh pengataman Scanning Electron Microscope (SEM) yang menunjukkan adanya penggumpalan serat di dalam matriks.
Ingrid Ovie Yosephine, Hari Gunawan, Rahmad Kurniawan
Agroteknika, Volume 4, pp 1-10; https://doi.org/10.32530/agroteknika.v4i1.74

Abstract:
Pengaplikasian tempurung kelapa sawit, sekam padi, tongkol jagung serta batok kelapa memberikan hasil reaksi perkembangan yang nampak pada perkembangan vegetatif tanaman kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) sesi pembibitan utama. Tujuan riset ini merupakan mengenali pengaruh aplikasi biochar tempurung kelapa sawit, sekam padi, tongkol jagung, serta batok kelapa dan memperoleh dosis biochar yang sesuai pada perkembangan tanaman kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di pembibitan utama. Rancangan yang digunakan dalam riset tersebut merupakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial dengan 3 pengulangan. Ada pula aspek perlakuan yang digunakan merupakan B0 (pupuk majemuk), B1 Biochar sekam padi (50 gr/polybag), B2 Biochar tempurung kelapa sawit (50 gr/polybag), B3 Biochar tongkol jagung (50 gr/polybag), B4 Biochar batok kelapa (50 gr/polybag). Parameter yang diamati merupakan tinggi tanaman (cm), diameter batang (cm), jumlah daun (helai), berat basah akar (gr), berat kering akar (gr), serta analisis pH, hara P, serta hara K pada tanah. Hasil menampilkan kalau perlakuan biochar cangkang kelapa sawit, sekam padi, tongkol jagung serta batok kelapa tidak mempengaruhi nyata terhadap parameter yang diamati semacam tinggi tanaman (cm), diameter batang (cm), jumlah daun (helai), berat basah pangkal (gr) dan berat kering pangkal (gr). Sebaliknya pada analisis tanah, perlakuam biochar bisa menaikkan pH, hara P, serta hara K tetapi hanya sedikit.
Asep Yusuf, Wahyu Kristian Sugandi, Zaida Zaida
Agroteknika, Volume 4, pp 20-29; https://doi.org/10.32530/agroteknika.v4i1.79

Abstract:
Kebutuhan pangan akan terus meningkat seiring dengan laju pertumbuhan jumlah penduduk yang terus naik. Pemenuhan kebutuhan pangan di Indonesia selama ini tergantung pada beras dan terigu, disamping bahan pangan lainnya seperti ubi kayu, jagung, dan sagu. Pengalihan fungsi lahan pertanian secara masal menjadi area pemukiman dan industri menghambat upaya peningkatan produksi beras. Oleh karena itu, perlu dikembangkan bahan pangan alternatif, salah satunya yaitu hanjeli. Hanjeli memiliki kandungan karbohidrat,protein dan kalsium yang sangat baik untuk dijadikan sebagai bahan pangan. Selain itu, hanjeli mudah dibudidayakan, di Jawa Barat, banyak ditemukan di daerah Garut, Ciamis, Sukabumi, Indramayu, dan Cirebon. Tujuan dari penelitian ini yaitu menguji karateristik fisik mekanik beberapa varietas hanjeli sebagai dasar dalam perancangan mesin penyosoh hanjeli. Metode penelitian yang digunakan adalah metode analisis deskriptif yaitu melakukan pengamatan, pengukuran, serta perhitungan terhadap karateristik fisik hanjeli. Penelitian ini dilaksakan di Laboratorium Pascapanen, Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Industri Pertanian Unpad. Secara umum varietas hanjeli yang diuji karakteristik fisiknya yaitu variets pulut dan Batu. Sedangkan parameter yang diuji meliputi: kadar air, kebulatan, densitas kamba, sudut repos, kekerasan dan nisbah hanjeli. Hasil Pengujian menunjukan bahwa hanjeli varietas batu hitam memiliki densitas, tingkat kekerasan, dan sudut repos yang paling tinggi dibandingkan dengan varietas yang lainnya. Sedangkan nisbah paling besar yaitu variets pulut paling tinggi dibandingkan dengan varietas yang lainnya. Sedangkan nisbah paling besar yaitu varietas pulut.
Agriananta Fahmi Hidayat, Hary Kurniawan, Rucitra Widyasari
Agroteknika, Volume 4, pp 11-19; https://doi.org/10.32530/agroteknika.v4i1.75

Abstract:
Salah satu agroindustri unggulan di Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat yaitu kerupuk kulit yang sebagian besar manajerialnya merupakan Usaha Kecil, Mikro, Menengah (UMKM). UMKM tersebut rentan terhadap perubahan ekonomi dan berdampak besar terhadap keuangan industri tersebut. Analisis kelayakan usaha sangat dibutuhkan untuk mempertimbangkan perubahan nilai mata uang (NPV), tingkat suku bunga (IRR), serta melihat perbandingan rasio biaya yang dikeluarkan dengan jumlah manfaat yang akan diperoleh (b/c ratio) serta perhitungan nilai investasi bila usaha ini akan dikembangkan (PP) dan analisis sensitivitas. Analisis dilakukan menggunakan metode eksperimental dan wawancara terhadap pelaku usaha. Metode eksperimental dilakukan dengan melihat perubahan produktivitas dari usaha kerupuk kulit yang mulanya enggan menggunakan mesin peniris, sedangkan perubahan ekonomi dilihat dari wawancara terhadap pelaku usaha terhadap penambahan mesin untuk produksi. Hasil penelitian diperoleh nilai NPV lebih besar dari 0 yaitu Rp. 3.942.875.937. PP terhitung 2 tahun dibawah periode usaha. Rasio B/C lebih dari 1 yaitu 4,34 Hasil analisis diatas menunjukkan bahwa agroindustri kerupuk kulit dengan mesin peniris layak dijalankan. Analisis sensitivitas menunjukkan bahwa dengan inflasi 7,26% tidak berdampak signifikan terhadap usaha kerupuk kulit.
Sri Aulia Novita, Santosa Santosa, Nofialdi Nofialdi, Andasuryani Andasuryani, Ahmad Fudholi
Agroteknika, Volume 4, pp 53-67; https://doi.org/10.32530/agroteknika.v4i1.105

Abstract:
Artikel ini menjelaskan definisi pirolisis dan pentingnya proses pirolisis dalam konversi termokimia biomassa menjadi bahan bakar. Teknologi pirolisis berpotensi untuk dikembangkan karena ketersediaan sumber bahan biomassa yang sangat melimpah, teknologinya mudah untuk dikembangkan, bersifat ramah lingkungan dan menguntungkan secara ekonomi. Dalam teknik pirolisis, beberapa parameter yang mempengaruhi proses pirolisis adalah perlakuan awal biomassa, kadar air dan ukuran partikel bahan, komposisi senyawa biomassa, suhu, laju pemanasan, laju alir gas, waktu tinggal, jenis pirolisis, jenis reaktor pirolisis dan final produk pirolisis. Reaktor pirolisis adalah alat pengurai senyawa-senyawa organik yang dilakukan dengan proses pemanasan tanpa berhubungan langsung dengan udara luar dengan suhu 300-6000C. Beberapa jenis reaktor pirolisis yang sering digunakan adalah Fixed-Bed Pyrolyzer, Bubbling Fluidized-Bed Reactors, Circulating Fluidized Bed, Ultra–Rapid Pyrolyzer, Rotating Cone, Ablative Pyrolyzer dan Vacuum Pyrolyzer. Teknik pirolisis menghasilkan tiga macam produk akhir, yaitu bio-oil, arang (biochar) dan gas.
Muhammad Anwar, Aldi Pratama, Rio Andria Saputra, Nur Kholilah, Naufal Alfayyadh, Muhammad Riza Nurtam, Indra Laksmana
Published: 29 December 2020
Agroteknika, Volume 3, pp 109-119; https://doi.org/10.32530/agroteknika.v3i2.46

Abstract:
Proses pemisahan biji dan kulit kacang tanah dapat dilakukan secara tradisional atau menggunakan mesin. Pengupasan kacang tanah secara tradisional dilakukan dengan menggunakan tangan (tanpa alat bantu) atau tongkat. Pengupasan kacang secara tradisional ini tanah dengan menggunakan tangan membutuhkan banyak tenaga dan waktu walaupun hasil pengupasan sangat bagus. Sedangkan pengupasan kacang tanah dengan menggunakan tongkat membuat kualitas kacang tanah hasil kupasan buruk dengan kapasitas kupasan kacang tanah yang juga kecil. Penelitian ini bertujuan membuat mesin pengupas kulit kacang tanah untuk skala industri rumah tangga dan melakukan analisis kinerja serta analisis ekonomi. Metode penelitian dimulai dari identifikasi masalah, penyempurnaan ide rancangan, dilakukan pembuatan alat, uji fungsional, uji kinerja dan terakhir dilakukan analisis ekonomi. Hasil uji kinerja mesin pengupas kulit kacang tanah tipe silinder horizontal diperoleh kapasitas alat 15,22 kg/jam, persentase kacang tidak terkupas 50%, rendemen 33,5%, dan persentase kerusakan hasil 2,15%. Hasil analisis ekonomi teknik diperoleh biaya tetap Rp. 1.654.853,36/tahun, biaya tidak tetap Rp. 27.648,13/jam, biaya pokok Rp. 1.879,48/kg, dan BEP sebanyak 1.732,03 kg/tahun. Mesin ini sangat cocok untuk skala industri rumah tangga karena mempunyai kapasitas 15,22 kg/jam dengan biaya listrik yang kecil sebesar Rp. 272,91/jam.
Sumiyati Tuhuteru, Inrianti, Maulidiyah, Muhammad Nurdin
Published: 28 December 2020
Agroteknika, Volume 3, pp 85-98; https://doi.org/10.32530/agroteknika.v3i2.78

Abstract:
Pupuk organik cair NASA ialah pupuk organik natural dari ekstrak bahan organik limbah ternak serta unggas, limbah sebagian tumbuhan tertentu dan zat-zat natural yang lain yang diproses dengan teknologi ramah lingkungan. Percobaan ini memiliki tujuan agar dapat mengetahui konsentrasi POC NASA yang pas bagi 5 varietas bawang merah yang ditanam di Wamena. Penelitian disusun dalam bentuk rancangan acak kelompok dua faktor. Faktor 1 berupa 5 varietas bawang merah, seperti Crok, Tiron, super Biru dan Bima serta satu varietas lokal Wamena sebagai pembanding. Sedangkan faktor 2 terdiri atas 3 taraf konsentrasi POC NASA yakni: 0 ml, 150 ml dan 250 ml. Informasi hasil penelitian dianalisis memakai ANOVA taraf 5 %. Apabila berpengaruh nyata, maka pengujian dianalisis lanjut dengan tes jarak berganda Duncan Multiple Range Test (DMRT) 5%. Hasil percobaan membuktikan bahwa produktivitas tanaman bawang merah dipengaruhi oleh interaksi antara konsentrasi POC NASA dengan varietas bawang merah. Hasil penelitian memperlihatkan adanya interaksi nyata oleh perlakuan POC NASA 150 ml dengan varietas Super Biru pada parameter tinggi tanaman dan bobot segar akar, kemudian perlakuan POC NASA 250 ml dengan varietas Lokal Wamena pada parameter bobot kering daun, selanjutnya perlakuan POC NASA 250 ml dengan varietas Bima pada pengamatan kandungan klorofil a dan jumlah daun.
Nasrudin Nasrudin, Arrin Rosmala
Published: 28 December 2020
Agroteknika, Volume 3, pp 75-84; https://doi.org/10.32530/agroteknika.v3i2.71

Abstract:
Analisis pertumbuhan padi penting diketahui untuk menggambarkan kondisi tumbuh kembang tanaman sehingga dapat berproduksi secara optimal utamanya pada kondisi sub-optimal. Tujuan penelitian yaitu mengetahui proses fisiologi dan produksi biomasa padi lokal aksesi PH 1 pada kondisi salin dengan penambahan pupuk silika padat. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan dua faktor. Faktor pertama tingkat cekaman salinitas dengan empat taraf yaitu non salin, 4 dS m-1, 8 dS m-1, dan 12 dS m-1. Faktor kedua penambahan dosis silika padat per kg tanah dengan tiga taraf yaitu 300 mg, 450 mg, dan 600 mg. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi cekaman salinitas dengan dosis silika yang mempengaruhi luas daun 4 minggu setelah tanam. Dosis silika berpengaruh nyata terhadap bobot segar akar 4 minggu setelah tanam, biomassa 4 minggu setelah tanam, dan laju asimilasi bersih. Cekaman salinitas berpengaruh nyata terhadap biomassa 4 minggu setelah tanam. Peningkatan cekaman salinitas sampai 8 dS m-1 akan menurunkan luas daun dan biomasa tanaman sedangkan peningkatan cekaman salinitas sampai 12 dS m-1 dikombinasikan dengan dosis silika memperbaiki luas daun dan biomasa tanaman. Dosis optimum silika pada kondisi cekaman salinitas adalah 450 mg karena mampu meningkatkan biomasa dan laju asimilasi bersih. Sebaliknya peningkatan dosis silika sampai 600 mg menyebabkan penurunan biomasa dan laju asimilasi bersih, tetapi dapat meningkatkan bobot segar akar.
Yuda Hadiwijaya, Kusumiyati Kusumiyati, Agus Arip Munawar
Published: 28 December 2020
Agroteknika, Volume 3, pp 67-74; https://doi.org/10.32530/agroteknika.v3i2.83

Abstract:
Kadar air merupakan salah satu atribut kualitas yang penting pada komoditas hortikultura. Penetapan kadar air buah melon dengan metode konvensional memakan waktu yang lama dan perlu merusak sampel buah. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi kadar air buah melon golden menggunakan teknologi visible-near infrared spectroscopy (Vis-NIRS). Metode koreksi spektra orthogonal signal correction (OSC) diterapkan pada spektra original untuk meningkatkan kehandalan model kalibrasi. Partial least squares regression (PLSR) digunakan sebagai metode pendekatan regresi untuk mengekstraksi data spektra Vis-NIRS. Hasil penelitian membuktikan bahwa Vis-NIRS dapat diandalkan untuk memprediksi kadar air buah melon golden. Metode koreksi spektra OSC mampu memperkecil jumlah principal component (PC) pada spektra original. Linieritas pada model kalibrasi menggunakan spektra OSC tercatat memperoleh nilai tertinggi sebesar 0,92. Ratio of performance to deviation (RPD) pada spektra OSC menampilkan nilai tertinggi pula yaitu 3,63. Model kalibrasi yang diperoleh pada penelitian ini dapat ditransfer ke dalam spektrometer Vis-NIRS untuk prediksi kadar air melon golden secara cepat dan simultan.
Back to Top Top