Jurnal Perspektif

Journal Information
EISSN : 2622-1748
Total articles ≅ 58
Filter:

Latest articles in this journal

Ferdinand Okta Anpersya, Wirdanengsih Wirdanengsih
Jurnal Perspektif, Volume 3; doi:10.24036/perspektif.v3i3.296

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Marti Nia Lestari, Desri Nora An
Jurnal Perspektif, Volume 3; doi:10.24036/perspektif.v3i3.300

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Melvia Melvia, Zikri Alhadi
Jurnal Perspektif, Volume 3; doi:10.24036/perspektif.v3i3.288

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Jurnal Perspektif, Volume 3, pp 356-363; doi:10.24036/perspektif.v3i2.263

Abstract:
Penelitian ini di latarbelakangi oleh fenomena konflik antara peternak itik dengan pemilik sawah dan masyarakat Kecamatan Bayang Kabupaten Pesisir Selatan. Tujuan dalam penelitian adalah untuk menjelaskan proses resolusi konflik peternak itik dengan pemilik sawah dan masyarakat di Kecamatan Bayang Kabupaten Pesisir Selatan. Penelitian ini di analisis menggunakan teori Konflik Sosial yang di kemukakan oleh Lewis A. Coser. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif, teknik pemilihan informan purposive sampling dengan jumlah informan 14 orang. Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini observasi, wawancara, dan dokumentasi, teknik triangulasi data. Teknik analisis data menggunakan konsep Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan: proses resolusi konflik antara peternak itik dengan pemilik sawah dan masyarakat di Kecamatan Bayang Kabupaten Pesisir Selatan. Proses resolusi konflik antara peternak itik dengan pemilik sawah dan masyarakat ada tiga tahapan yaitu negosiasi antara peternak itik dengan pemilik sawah dan masyarakat, mediasi dengan Datuak, dan albitrasi dengan Wali Nagari.
Jurnal Perspektif, Volume 3, pp 316-325; doi:10.24036/perspektif.v3i2.260

Abstract:
Kehidupan masa tua sering kali dipersepsikan secara negatif sebagai beban keluarga. Kehidupan lansia memang mengalami perubahan kondisi fisik dan seharusnya kehidupannya lebih diperhatikan oleh keluarga dan lingkungan di sekitarnya. Salah satu wadah yang sangat berpengaruh terhadap terciptanya kesuksesan hidup pada lansia adalah keluarga. Secara informal, keluarga memainkan peran sebagai motivator, edukator, dan fasilitator bagi lansia. Penelitian ini merupakan penelitian tentang sosiologi keluarga, yang menfokuskan pada peran keluarga bagi kualitas hidup lansia. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan dan lain-lain secara holistik, dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan Bahasa. Hasil penelitian ini mengungkapkan. Bentuk dukungan yang diberikan oleh keluarga adalah; (1) dukungan emosional, seperti memberikan rasa kepedulian terhadap orang tua. (2) dukungan penghargaan, seperti memberikan perayaan ulang tahun atau memberikan mereka pujia. (3) dukungan informasi seperti selalu menginggatkan dan menasehati mereka. (4) dan dukungan instrumental seperti melengkapi fasilitas kebutuhan kepada mereka.
Jurnal Perspektif, Volume 3, pp 295-301; doi:10.24036/perspektif.v3i2.254

Abstract:
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh modalitas yang dimilki oleh kandidat dalam pemilu legislatif untuk medapatkan dukungan masyarakat pada pemilu legislatif DPRD Kabupaten Pesisir Selatan, dimana penelitian ini beranjak dari sedikitnya perolehan suara yang diperoleh kandidat di daerah basis suaranya padahal memiliki akumulasi modal yang besar. Teori yang peneliti gunakan adalah teori modalitas Pierre Bourdieu. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif tipe studi kasus. Teknik pemilihan informan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Hasil penelitian yang dilakukan ini menunjukkan terjadinya defisit dalam perolehan suara yang diperoleh kandidat di daerah basisnya. Hal tersebut disebabkan adanya politik uang yang dilakukan kandidat luar, adanya kecemburuan sosial, pecahnya suara masyarakat golongan tua dengan golongan muda dan latar belakang partai yang mengusung kandidat. Oleh karena itu pentingnya penyadaran masyarakat untuk menjadi pemilih yang rasional.
Jurnal Perspektif, Volume 3, pp 279-286; doi:10.24036/perspektif.v3i2.239

Abstract:
Revolusi industri 4.0 yang ditandai dengan pesatnya perkembangan teknologi, informasi dan komunikasi membawa perubahan sosial dalam masyarakat. Menyikapi hal itu institusi pendidikan mengambil langkah inovasi dengan melahirkan pendidikan abad 21. pendidikan abad 21 mengharuskan siswa menguasai 4c (communication, collaboration, critical thingking, dan creativity), pengetahuan dan kemampuan literasi digital, literasi informasi, literasi media, dan menguasai teknologi informasi dan komunikasi. Penciri dari pembelajaran abad 21 adalah pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam pembelajaran. Salah satu pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran yaitu dengan memanfaatkan smartphone sebagai media pembelajaran yang bisa memunculkan berbagai informasi yang dapat menyeimbangi tuntuntan pembelajaran abad21. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat sejauh mana Efektivitas Peraturan Sekolah Terhadap Larangan Siswa Membawa Smartphone di SMA Negeri 7 Padang, apakah aturan tersebut sudah berjalan dengan semestinya ataupun sebaliknya. Untuk menganalisis permasalahan penelitian ini, penulis penggunakan teori difusi inovasi yang dikemukakan oleh Everett M. Rogers. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan tipe studi kasus, dengan teknik pemilihan informannya yaitu purposive sampling. Dalam pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dokementasi dengan penelitian ini, peneliti menggunakan teknik analisis data dari Miles dan Huberman. Adapun hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa peraturan tentang larangan siswa membawa smartphone di SMA Negeri 7 Padang belum sepenuhnya efektif diterapkan. Karena masih siswa masih banyak yang melanggar aturan tersebut.
Jurnal Perspektif, Volume 3, pp 262-271; doi:10.24036/perspektif.v3i2.249

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk melihat dampak stereotipe masyarakat terhadap perempuan penyandang disabilitas daksa. Teori yang digunakan untuk menganalisis penelitian ini adalah teori konstruksi oleh Peter L.Berger dan Thomas Lukmann dengan menggunakan perspektif gender. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif dan dalam pemilihan informan menggunakan teknik snowball sampling. Data diperoleh dari observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi dengan teknik analisis data dari Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan dampak dari stereotipe terhadap perempuan penyandang disabilitas daksa yaitu dampak positif dan dampak negatif. Dampak positif yaitu sebagai: (a) motivasi, sedangkan dampak negatif yaitu terdiri dari: (a) sulit memperoleh pekerjaan, (b) tidak dapat ikut serta dalam kegiatan di lingkungan masyarakat, (c) sulit mengikuti pendidikan formal (d) korban kekerasan seksual (e) korban bullying, (f) tertutup, (g) subjektif dan pembatasan dalam pergaulan, (h) tidak percaya diri atau minder dan (i) sulit mendapatkan dan mempertahankan pasangan.
Rica Sandra, Erianjoni Erianjoni
Jurnal Perspektif, Volume 3, pp 246-254; doi:10.24036/perspektif.v3i2.231

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk melihat konstruksi masyarakat terhadap suami yang tidak bekerja dalam keluarga. Teori yang digunakan untuk menganalisis penelitian ini yaitu teori konstruksi sosial dari Peter dan Luckman. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah pendekatan kualitatif dengan tipe studi kasus serta teknik pemeilihan informan purposive sampling. Dalam pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dokumentasi menggunakan teknik analisis data dari Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini menunjukkan konstruksi masyarakat terhadap suami yang tidak bekerja terdiri dari (1). Dianggap sebagai suami yang pemalas; (2) Dipandang sebagai suami yang tidak bertanggungjawab; (3) Suami yang dianggap urang sumando lapiak buruak; (4) Dimaknai sebagai suami tak tau diuntuang.
Back to Top Top