Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika

Journal Information
EISSN : 26853892
Current Publisher: Universitas PGRI Semarang (10.26877)
Total articles ≅ 88
Filter:

Latest articles in this journal

Aula Aulia Amiruddini, Supandi Supandi, Heni Purwati
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika, Volume 2, pp 167-175; doi:10.26877/imajiner.v2i3.5875

Abstract:
Berpikir kreatif merupakan kebiasaan seseorang menemukan cara-cara baru yang mungkin tidak pernah terpikirkan oleh orang lain. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan kemampuan berpikir kreatif siswa Kelas VII SMP Negeri19 Semarang pada pembelajaran berbasis Pendekatan Realistic MathematicsEducation(RME). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian siswa kelas VII D SMP Negeri 19 Semarang yang terdiri dari 3 siswa dengan rincian 1 siswa dengan tingkat kemampuan berpikir kreatif tinggi, 1 siswa dengan tingkat berpikir kreatif sedang, dang 1 siswa dengan tingkat berpikir kreatif rendah. Teknik pengumpulan data menggunakantes tertulis, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik pemeriksaan keabsahan data dengan menggunakan triangulasi metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembelajaran dengan pendekatan RME berjalan dengan baik, siswa mampu berperan aktif selama proses pembelajaran. Hasil lain dari penelitian ini yaitu dua kategori berpikir kreatif indikator kelancaran tinggi dan sedang memiliki kesamaan yaitu pemahaman terhadap masalah termasuk kategori baik.
Ayu Rahma Amalia, Heni Purwati, Farida Nursyahidah
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika, Volume 2, pp 321-328; doi:10.26877/imajiner.v2i4.5883

Abstract:
Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui validitas media pembelajaran berbasis PMRI untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa SMP. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 03 Mranggen. Sampel penelitian diambil dengan menggunakan teknik Cluster Random Sampling. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini berupa lembar validasi. Lembar validasi tersebut divalidasi oleh enam validator dari Jurusan Pendidikan Matematika Universitas PGRI Semarang dan Guru MatematikaSMPN 3 Mranggen Analisis data berupa analisis kevalidan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan media pembelajaran berbasis PMRI valid untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa SMP. Berdasarkan analisis kevalidan dilakukan oleh validator diperoleh(1)skorrata-ratakelayakanmaterisebesar4,33;(2)skorrata- ratakelayakanbahasasebesar4,60;(3)skorrata-ratakelayakancontoh soal dan latihan soal sebesar 3,87; (4) skor rata-rata kelayakan mediasebesar3,87 ; dan (5) skor rata-rata kelayakan soal sebesar 4,67. Diperoleh skor rata-rata keseluruhan 4,26. Dapat disimpulkan bahwa media macromedia flash yang dikembangkan layak diujicobakan dengan kategori sangat baik menurut pendapat validator
Diajeng Fitria Rachmawati, Agung Handayanto, Rizky Esti Utami
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika, Volume 2, pp 258-265; doi:10.26877/imajiner.v2i3.6121

Abstract:
Penelitian ini dilatar belakangi oleh perangkat pembelajaran yang masih kurang inovatif. Penilitian ini bertujuanuntuk mengetahui keefektifan media pembelajaran berbantuwebsite dengan pendekatan kontekstual terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa SMP. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Mranggen. Sampel penelitian diambil dengan menggunakan teknik Cluster Random Sampling. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini berupa lembar observasi dan post-test. Analisis data menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, uji t, uji regresi linier sederhana, dan uji ketuntasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1)siswa pada kelas eksperimen memenuhi ketuntasan kemampuan berpikir kreatif baik individu maupun klasikal;(2)pembelajaran media berbantu websitedengan pendekatan kontekstual mempunya pengaruh postif yaitu 98%;(3) rata-rata kemampuan berpikir kreatif siswa kelas eksperimen lebih baik daripada kelas kontrol. Dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran berbantu websiteefektif digunakan.
Vifta Devarosary, Nizaruddin Nizaruddin, Noviana Dini Rahmawati
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika, Volume 2, pp 292-300; doi:10.26877/imajiner.v2i4.5880

Abstract:
Penelitian ini bertujaun untuk mengetahui:(1) Perbedaan efektivitas antara model pembelajaran menggunakan model pembelajaran TGT berbantuan Finding My Secret Word,model pembelajaran STADberbantuanFinding My Secret Worddan model pembelajaran konvensionalterhadap kemampuan pemecahan masalah matematis;(2) Modelpembelajaran TGTberbantuan Finding My Secret Wordmempunyai hasil lebih baikdarimodel pembelajaran konvensionalterhadap kemampuan pemecahan masalah matematis;(3)ModelpembelajaranSTADberbantuan Finding My Secret Wordmempunyai hasil lebih baik dari model pembelajaran konvensionalterhadap kemampuan pemecahan masalah matematis;(4)Efektivitas antara model pembelajaran matematika menggunakan model pembelajaran TGTberbantuan Finding My Secret Wordsama baiknya dengan model pembelajaran STADberbantuan Finding My Secret Wordterhadap kemampuan pemecahan masalah matematis;(5)Pengaruh aktifitas belajar siswa terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa yang menggunkan model pembelajaran TGTberbantuan Finding My Secret Word, dan model pembelajaran STADberbantuanFinding My Secret Word;(6)Kemampuanpemecahan masalah siswa menggunakan model pembelajaran TGTberbantuan Finding My Secret Worddanmodel pembelajaran STADberbantuan Finding My Secret Wordmencapaiketuntasan secara individual maupun klasikal. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan metode dokumentasi, tes, dan observasi. Hasil penelitian menunjukan:(1)Terdapat perbedaan efektivitas antara model pembelajaran menggunakan model pembelajaran TGTberbantu Finding My Secret Word,model pembelajaran STADberbantuFinding My Secret Word dan model pembelajaran konvensional terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis;(2) Pembelajaran TGTberbantuFinding My Secret Wordmempunyai hasil lebih baik dari model pembelajaran konvensional terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis;(3)Pembelajaran STADberbantu Finding My Secret Wordmempunyai hasil lebih baik dari model pembelajaran konvensional terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis;(4)Efektivitas antara model pembelajaran matematika menggunakan model pembelajaran TGTberbantu Finding My Secret Wordsama baiknya dengan model pembelajaran STADberbantu Finding My Secret Wordterhadap kemampuan pemecahan masalah matematis;(5)Terdapat pengaruh aktifitas belajar siswa terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa yang menggunkn model pembelajaran TGT berbantu Finding My Secret Worddanmodel pembelajaran STADberbantu Finding My Secret Word;(6)Kemampuan pemecahan masalah siswa menggunakan model pembelajaran TGTberbantu Finding My Secret Word dan model pembelajaran STADberbantu Finding My Secret Word mencapai ketuntasan secara individual maupun klasikal.
Desti Hana Windarti, Noviana Dini Rahmawati, Muhtarom Muhtarom
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika, Volume 2, pp 224-236; doi:10.26877/imajiner.v2i3.6117

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas model pembelajaran MMP dan model pembelajaran STAD berbantuan Lectora terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif. Populasi penelitian adalah seluruh kelas X SMK Teuku Umar Semarang. Sampel penelitian menggunakan teknik cluster random sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode dokumentasi, tes, dan observasi. Teknik analisis data penelitian ini adalah Uji Normalitas Distribusi, Uji Homogenitas, Uji Anava, Uji Pasca Anava (Metode Scheffe’), Uji Persamaan Regresi Linear Sederhana, dan Uji Ketuntasan Individual Klasikal. Kesimpulan hasil analisis tersebut diperoleh: (1) ada perbedaan efektivitas antara model pembelajaran MMPberbantu Lectora, STAD berbantu Lectora,model pembelajaran konvesional terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis, (2) kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang menggunakan model pembelajaran MMPberbantu Lectora lebih baik dari model pembelajaran konvesional, (3) kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang menggunakan model pembelajaran STAD berbantu Lectoralebih baik dari pada model konvensional, (4) kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang menggunakan model pembelajaran MMPberbantu Lectora sama baiknya dengan model pembelajaran STADberbantu Lectora, (5) ada pengaruh keaktifan siswa pada model pembelajaran MMP dan STAD berbantu Lectoraterhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa, (6) kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang mendapatkan model pembelajaran MMP dan STAD berbantuan Lectora mencapai KKM.
Asiva Cahya Kusuma, Sunandar Sunandar, Dewi Wulandari
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika, Volume 2, pp 245-257; doi:10.26877/imajiner.v2i3.6120

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan berpikir visual siswa kelas VIII dalam pemecahan masalah matematis ditinjau dari media pembelajaran di SMP N 9 Semarang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP N 9 Semarang Tahun Ajaran 2018/2019. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling yaitu pengambilan sampel berdasarkan pertimbangan tertentu. Sehingga ada 6 siswa yang memiliki kemampuan berpikir visual sedang dan tinggi dalam media pembelajaran berupa video pembelajaran, power point, dan alat peraga. Penentuan kemampuan berpikir visual tersebut didapat dari angket yang diisi oleh siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan metode tertulis dan wawancara. Keabsahan data menggunakan triangulasi dengan membandingkan data tertulis dan wawancara yang diperoleh di waktu yang berbeda. Teknik analisis data dilakukan dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penatikan kesimpulan. Kerangka analisis dikembangkan oleh peneliti berdasarkan indikator berpikir visual menurut Bolton dan tahapan pemecahan masalah menurut Polya. Hasil dari penelitian ini adalah (1) Media pembelajaran berupa video pembelajaran berperan paling baik dibanding power pointdan alat peraga dalam menunjang proses berpikir visual siswa, (2) Representasi visual sangat berperan dalam proses pemecahan masalah matematis, terutama pada tahap merencanakan pemecahan, (3) Pada video pembelajaran, siswa berkemampuan berpikir visual sedang dan tinggi memiliki perbedaan pada tahap merencanakan pemecahan. Sedangkan pada power point, siswa berkemampuan berpikir visual sedang dan tinggi memiliki perbedaan pada tahap merencanakan pemecahan dan memeriksa kembali jawaban yang diperoleh. Sementara itu, pada alat peraga, siswa berkemampuan berpikir visual sedang dan tinggi hanya memiliki kesamaan pada tahap memahami masalah.
Moch Galuh Widiantoro, Sudargo Sudargo, Aryo Andri Nugroho
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika, Volume 2, pp 184-190; doi:10.26877/imajiner.v2i3.5877

Abstract:
Tujuan penelitian ini, untuk mengetahui keefektifan model pembelajaran Problem Based Learningdan Pair Checksberbantuan Prezi yang ditinjau dari hasil belajar peserta didik. Teknik cluster random samplingdiambil dua kelas eksperimen dan satu kelas kontrol. Satu kelas uji coba sebagai penelitian soal. Variabel penelitian ini yaitu keaktifan (X) sebagai variabel bebas dan hasilbelajarpeserta didik (Y) sebagai variabel terikat. Teknik pengumpulan data menggunakan tes untuk mengukur hasilbelajarpeserta didik dan lembar observasi untuk mengukur keaktifan peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran menggunakan Problem Based Learningdan Pair Checksberbantuan Preziefektif dalam pembelajaran, ditunjukkan dengan tercapainya tiga indikator keefektifan pembelajaran yaitu tercapainya ketuntasan belajar pada kelas eksperimen dengan persentase ketuntasan sebesar 80,95%pada kelas eksperimen I dan 81,82%pada kelas eksperimen II, adanya pengaruh positif antara keaktifan terhadap hasilbelajarpeserta didik pada kelas eksperimen I dan eksperimen II sebesar 79% dan 75% serta nilai rata-rata kelas eksperimen lebih tinggi dibanding kelas kontrol dengan rata-rata kelas eksperimen I sebesar 84,95 dan rata-rata kelas kontrol sebesar 77,04, sedangkan rata-rata kelas eksperimen II sebesar 86,45dan rata-rata kelas kontrol sebesar 77,04.
Amalia Handayani, Sunandar Sunandar, Sutrisno Sutrisno
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika, Volume 2, pp 286-291; doi:10.26877/imajiner.v2i4.6124

Abstract:
Penelitian ini di latar belakangi dengan pentingnya motivasi belajar dan kemampuan spasial siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Mengetahui apakah kemampuan spasial siswa menggunakan model Problem Based Learningberbantu geogebra lebih baik daripada kemampuan spasial siswa menggunakan model konvensional pada materi dimensi tiga; (2) Mengetahui pada katagori motivasi belajar siswa manakah yang lebih baik antara tinggi, sedang dan rendah; (3) Mengetahui apakah terdapat interaksi antara model pembelajaran dengan motivasi belajar; (4) Mengetahui pada model Problem Based Learningmanakah yang lebih baik antara motivasi belajar tinggi, sedang dan rendah; (5) Mengetahui apakah terdapat pengaruh model pembelajaran terhadap motivasi belajar siswa pada materi dimensi tiga; (6) Mengetahui apakah pada motivasi belajar tinggi, kemampuan spasial siswa dengan model Problem Based Learning lebih baik daripadamodel model pembelajaran konvensional; (7) Mengetahui apakah pada motivasi belajar sedang, kemampuan spasial siswa dengan model Problem Based Learning lebih baik daripadamodel model pembelajaran konvensional; (8) Mengetahui apakah pada motivasi belajar rendah, kemampuan spasial siswa dengan model Problem Based Learning lebih baik daripadamodel model pembelajaran konvensional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XII. Melalui cluster random samplingterpilih sampel penelitian yaitu X MM sebagai kelas eksperimen dan kelas XII TKR sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan metode dokumentasi, tes, dan angket. Hasil penelitian menunjukkan (1) Tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada kemampuan spasial menggunakan model Problem Bassed Learning ataupun model Konvensional. (2) Tidak ada perbedaan yang signifikan pada kategori motivasi belajar siswa dengan menggunakan model Problem Bassed Learning ataupun model Konvensional terhadap kemampuan spasial. (3) Tidak terdapat interaksi antara model pembelajaran dengan motivasi belajar. Sehingga dengan model pembelajaran dan kategori motivasi manapun sama baiknya.
Farich Akbar, Sudargo Sudargo, Dewi Wulandari
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika, Volume 2, pp 276-285; doi:10.26877/imajiner.v2i4.6123

Abstract:
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif survey yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh Gaya Belajar, Waktu Pembelajaran dan Suasana Kelas terhadap Motivasi Belajar Matematika Siswa di SMA Semarang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Stuctural Equation Modeling. Variabel laten dalam penelitian ini adalah Gaya Belajar (X1), Waktu Pembelajaran (X2), Suasana Kelas (X3) dan Motivasi Belajar Matematika Siswa (Y1) sedangkan variabel teramati dalam penelitian ini adalah semua indikator dari masing-masing variabel laten. Penentuan sampel menggunakan tekanik purposive samplingi yang melibatkan 351 siswa sebagai sampel. Dalam penelitian diperoleh model yang baik dengan menghapus 23 variabel teramati dan melakukan penambahan kovarian diantara dua variabel teramati. Estimasi dilakukan sebanyak 4 kali yang dapat disimpulkan bahwa gaya belajar dan suasana kelas tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap motivasi belajar matematika siswa sedangkan waktu pembelajaran memiliki pengaruh yang signifikan terhadap motivasi belajar matematika siswa. Model menunjukkan parameter koefisien pengaruh sebesar -0,09 untuk gaya belajar terhadap motivasi belajar matematika siswa, 0,22 untuk waktu pembelajaran terhadap motivasi belajar matematika siswa dan 0,12 untuk suasana kelas terhadap motivasi belajar matematika siswa. Dari hasil estimasi juga dapat disimpulkan bahwa gaya belajar, waktu pembelajaran dan suasana kelas memiliki pengaruh yang sigifikan sebesar 8,8% terhadap motivasi belajar matematika siswa.
Puspandaru Aryani Syafitri, Aurora Nur Aini
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika, Volume 2, pp 237-244; doi:10.26877/imajiner.v2i3.6118

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran Concept Attainment dan Mind Mapping berbantuAdobe Flash CS6 terhadap pemahaman konsep siswa pada mata pelajaran matematika SMK. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas XI SMK Negeri 2 Semarang tahun pelajran 2019/2020. Pengambilan sampel menggunakan teknik Cluster Random Sampling sehingga didapat tiga kelas secara acak. Data diperoleh melalui hasil tes soal uraian kemudian diolah dan diuji dengan uji ANAVA, uji Scheffe’, uji ketuntasan belajar, dan uji regresi linear sederhana. Data hasil analisis menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan kemampuan pemahaman konsep antara siswa yang menggunakan model pembelajaran Concept Attainment,Mind Mapping berbantu Adobe Flash CS6, dan model Konvensional,(2) kemampuan pemahaman konsep siswa yang menggunakan model Concept Attainment berbantu Adobe Flash CS6lebih baik dari siswa yang menggunakan model Konvensional, (3) kemampuan pemahaman konsep siswa yang menggunakan model Mind Mapping berbantu Adobe Flash CS6lebih baik dari siswa yang menggunakan model Konvensional, (4) tidak terdapat perbedaan kemampuan pemahaman konsep antara siswa yang menggunakan modelConcept Attainmentberbantu Adobe Flash CS6dengan model Mind Mapping berbantu Adobe Flash CS6, (5) kemampuan pemahaman konsep siswa yang menggunakan modelConcept Attainmentberbantu Adobe Flash CS6dan Mind Mapping berbantu Adobe Flash CS6 mencapai KKM, (6) terdapat pengaruh keaktifan siswa terhadap kemampuan pemahaman konsep siswa yang menggunakan model Concept Attainmentberbantu Adobe Flash CS6dan model Mind Mapping berbantu Adobe Flash CS6.
Back to Top Top