Musamus Journal of Primary Education

Journal Information
ISSN / EISSN : 26227819 / 26227800
Total articles ≅ 20
Filter:

Latest articles in this journal

Rikardus Kristian Sarang, Basilius Redan Werang, Okto Irianto
Musamus Journal of Primary Education pp 24-31; doi:10.35724/musjpe.v2i1.1586

Abstract:Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan hubungan kepemimpinan kepala sekolah dengan kepuasan kerja guru sekolah dasar (SD) di kabupaten Merauke, Papua. Untuk mencapai tujuan tersebut peneliti menerapkan pendekatan kuantitatif dengan rancangan penelitian survey. Data diperoleh melalui penyebaran dua angket kuantitatif kepada 258 guru yang diambil secara insidental dari 1300 guru sekolah dasar yang ada di kabupaten Merauke. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah memiliki hubungan yang positif dan signifikan dengan kepuasan kerja guru SD di kabupaten Merauke, Papua. Hasil penelitian ini mendemonstrasikan pentingnya peningkatan kepuasan kerja guru melalui berbagai program perbaikan kepemimpinan kepala sekolah.
Fredy Fredy, Yonarlianto Tembang, Ratna Purwanty
Musamus Journal of Primary Education pp 59-66; doi:10.35724/musjpe.v2i1.1874

Abstract:Analisis kualitas pelayanan pendidikan didasarkan pada tingkat kepuasan pengguna layanan pendidikan terhadap pelayanan yang diberikan oleh lembaga penyelenggara pendidikan yaitu sekolah. Melalui penelitian ini diharapkan dapat mengetahui persepsi masyarakat, yaitu siswa dan orangtua siswa terhadap kualitas pelayanan pendidikan dasar di beberapa kabupaten di Sulawesi Tenggara. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan survey. Lokasi penelitian ini adalah tujuh kabupaten/kota yang ada di Sulawesi Tenggara yaitu kota Bau-bau, kabupaten Kolaka, kabupaten Kolaka Timur, kabupaten Konawe, kabupaten Muna, kabupaten Muna Barat dan kabupaten Wakatobi. Tingkat kepuasan siswa dan orangtua siswa terhadap pelayanan pendidikan ditetapkan melalui indeks kepuasan masyarakat (IKM). Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan pada masing-masing daerah yang dilihat dari indikator sebagai berikut: tangibles, reliability, competence, understanding the customer, communication, responsiveness, courtesy, security, dan access.
Itsna Oktaviyanti, Setiani Novitasari
Musamus Journal of Primary Education pp 50-58; doi:10.35724/musjpe.v2i1.1945

Abstract:Penelitian ini dilatarbelakangi proses perkuliahan IPS yang kurang bermakna, hal tersebut dikarenakan metode yang digunakan hanya sekedar ceramah dan presentasi. Penggunaan metode tersebut tidak dapat mencapai tujuan dari pendidikan IPS. Model pembelajaran yang dirasa sesuai dengan tujuan IPS adalah Problem Based Learning (PBL). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui optimalisasi penerapan PBL pada mata kuliah pendidikan IPS SD di program studi PGSD Universitas Mataram. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Teknik pengumpulan data penelitian ini meliputi angket, studi dokumenter, dan observasi. Teknik pemeriksaan yang digunakan untuk menguji keabsahan data pada penelitian ini adalah triangulasi sumber dan triangulasi metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa merasakan dampak positif setelah diberlakukannya model PBL, yaitu maningkatkan keterampilan berpikir kritis dengan memecahkan masalah sosial. Selain itu, pemahaman mahasiswa mengenai ilmu sosial lebih baik karena dikaitkan dengan masalah sosial yang benar-benar terjadi. Selanjutnya proses perkuliahan menggunakan PBL menjadi lebih bermakna karena mahasiswa lebih memahami IPS tidak hanya terfokus pada materi melainkan kontekstual. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan Problem Based Learning sudah dilaksanakan secara optimal pada mata kuliah Pendidikan IPS SD.
Bayu Purbha Sakti
Musamus Journal of Primary Education pp 38-49; doi:10.35724/musjpe.v2i1.1959

Abstract:Penurunan jumlah siswa yang mendaftar Program Studi PGSD Unwidha Klaten adalah latar belakang penelitian ini. Informasi mahasiswa terhadap kegiatan perkuliahan PGSD FKIP Universitas Widya Dharma Klaten adalah fokus dalam penelitian ini. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuisioner. Pengeditan, penjelasan informasi, tabel, dan persentase penjelasan adalah beberapa cara yang digunakan dalam mengolah data penelitian. Mahasiswa PGSD Unwidha Klaten kelas 2017 memiliki informasi keluarga seperti harus berjuang untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang ijazah sarjana, pegawai negeri, guru swasta, mencintai saudara mereka, memberi contoh, dan memberi contoh yang baik dalam keluarga. Mayoritas siswa kelas PGSD Unwidha Klaten 2017 memiliki informasi kesehatan seperti dapat mempertahankan berat badan, tinggi badan, kesehatan mata, kesehatan pendengaran, tidak boleh arogan karena mereka tidak memiliki penyakit berulang dan masalah kecelakaan. Mayoritas mahasiswa kelas PGSD Unwidha Klaten 2017 memiliki informasi pendidikan seperti lulusan sekolah dasar, sekolah menengah pertama, dan sekolah menengah atas / kejuruan pada tahun 2011, 2014, dan 2017 yang masih menerapkan kurikulum dari pemerintah.
Agustinus Kia Wolomasi, Basilius Redan Werang, Henie Poerwandar Asmaningrum
Musamus Journal of Primary Education pp 13-23; doi:10.35724/musjpe.v2i1.1572

Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh komitmen kerja terhadap semangat dan kepuasan kerja guru SD di distrik Mindiptana, Papua. Untuk mencapai tujuan tersebut, peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan penelitian survey. Dua rumusan masalah yang menuntun pelaksanaan penelitian ini adalah: (a) apakah komitmen kerja guru berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap semangat kerja guru SD di distrik Mindiptana, Papua?, dan (b) apakah komitmen kerja guru berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja guru SD di distrik Mindiptana, Papua? Data penelitian di analisis secara kuantitatif menggunakan teknik analisis regresi linear sederhana. Hasil analisis data menunjukkan bahwa komitmen kerja guru berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap semangat kerja dan kepuasan kerja guru SD di distrik Mindiptana, Papua. Hasil penelitian ini mendemonstrasikan perlunya meningkatkan semangat dan kepuasan kerja guru, Papua, melalui usaha serius dari para kepala sekolah, penyelia sekolah, dan pengambilan kebijakan pendidikan pada level pemerintah daerah untuk meningkatkan komitmen kerja guru.
Nurlayli Hasanah, Diah Harmawati, Afif Khoirul Hidayat
Musamus Journal of Primary Education pp 32-37; doi:10.35724/musjpe.v2i1.2046

Abstract:Penelitian ini memiliki tujuan untuk meningkatkan kemampuan berbicara pada anak TK kelompok B melalui bercerita berbantu media finger puppet di TK Negeri Pembina Merauke. Jenis penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas secara kolaborasi. Model penelitian yang digunakan model Kemmis dan Mc. Taggart. Subjek penelitian ini yaitu anak kelompok B1 di TK Negeri Pembina Merauke, sejumlah 26 anak. Metode pengumpulan data dilakukan melalui tes berbicara (lisan), observasi, dan dokumentasi. Data penelitian dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Kemampuan berbicara dikatakan berhasil apabila 80% dari 26 jumlah anak telah mencapai indikator kemampuan berbicara pada kriteria berkembang sesuai harapan (BSH). Kegiatan bercerita berbantu media finger puppet dapat meningkatkan kemampuan berbicara pada anak kelompok B di TK Negeri Pembina Merauke. Hal ini ditunjukkan dari presentase kemampuan berbicara pada siklus I meningkat sebesar 35% dari kondisi awal 38% meningkat menjadi 73%. Kemampuan berbicara pada siklus II meningkat sebesar 12% dari siklus I 73% meningkat menjadi 85%.
Heri Setiawan, Tumardi Tumardi
Musamus Journal of Primary Education pp 1-12; doi:10.35724/musjpe.v2i1.1944

Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen asesmen kompetensi pada ranah afektif yang valid, reliabel, serta praktis. Instrumen yang dikembangkan berbentuk pedoman observasi untuk guru. Muatan nilai sikap yang dikembangkan yaitu kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, kepedulian sosial, percaya diri, cinta tanah air, kemandirian, dan toleransi. Model pengembangan yang digunakan yaitu model yang dirancang oleh Borg dan Gall dengan langkah sebagai berikut: (1) identifikasi masalah berkaitan dengan produk yang akan dikembangkan; (2) perancangan produk awal; (3) validasi ahli terhadap rancangan produk; (4) revisi produk berdasarkan penilaian dan masukan ahli; (5) uji coba skala terbatas; (6) revisi produk berdasarkan hasil uji coba terbatas; (7) uji coba produk skala luas; dan (8) produk final berdasarkan revisi dari uji coba skala luas,. Subjek coba dalam penelitian ini yaitu ahli asesmen, ahli pendidikan karakter, dan guru kelas III, IV, dan V sekolah dasar. Data penelitian berupa data validasi ahli asesmen, ahli pendidikan karakter, serta data hasil ujicoba pengguna dan uji coba lapangan. Hasil validasi ahli, uji keraktisan produk, dan uji coba lapangan terhadap instrumen asesmen ranah afektif yang dikembangkan masuk kategori sangat valid, reliabel, dan praktis sehingga layak digunakan untuk mendata kompetensi pada ranah afektif siswa sekolah dasar.
Basilius Redan Werang, Okto Irianto, Henie Poerwandar Asmaningrum
Musamus Journal of Primary Education pp 093-103; doi:10.35724/musjpe.v1i2.1467

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Karlina Wong Lieung
Musamus Journal of Primary Education pp 073-082; doi:10.35724/musjpe.v1i2.1465

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Andreas Au Hurit, Diah Harmawati
Musamus Journal of Primary Education pp 116-123; doi:10.35724/musjpe.v1i2.1469

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.