Musamus Journal of Primary Education

Journal Information
ISSN / EISSN : 2622-7819 / 2622-7800
Total articles ≅ 55
Filter:

Latest articles in this journal

Ndaru Mukti Oktaviani, Isnaini Wulandari
Musamus Journal of Primary Education, Volume 4, pp 77-86; https://doi.org/10.35724/musjpe.v4i1.3892

Abstract:
Implementasi kurikulum 2013 di sekolah dasar masih menghadapi tantangan bagi guru. Hasil diskusi dengan guru sekolah dasar di daerah Kuningan, Jawa Barat, diketahui bahwa guru masih mengalami kesulitan melakukan penilaian hasil belajar, tetapi belum diketahui secara persis bagaimana kondisi sebenarnya. Itu harus dipecahkan untuk memastikan peningkatan kualitas pendidikan. Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan masalah yang dihadapi oleh guru untuk standar penilaian dalam implementasi Kurikulum 2013 di sekolah dasar, (2) menjelaskan faktor-faktor yang menyebabkan masalah standar penilaian dalam penerapan Kurikulum 2013 di sekolah dasar. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Desain penelitian menggunakan langkah-langkah deskriptif studi kasus. Subjek penelitian adalah guru dan siswa sekolah dasar di SDN 1 Manis Lor, Kecamatan Jalaksana, SDN 1 Purwawinangun, Kecamatan Kuningan dan SDN Dukuhdalem, Kecamatan Japara, Kabupaten Kuningan. Teknik pengumpulan data digunakan dengan menggunakan observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Analisis data yang digunakan mengacu pada analisis data penelitian kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yang menyebabkan guru kesulitan menjalankan standar penilaian dalam kurikulum 2013 adalah banyaknya aspek yang harus dinilai dan sistem penilaian yang terkesan rumit. Faktor penyebab kesulitan guru dalam melaksanakan penilaian dari kurikulum 2013 adalah masih rendahnya pemahaman dan keterbatasan waktu dalam membuat instrumen penilaian yang sesuai dengan kondisi.
Karlina Wong Lieung, Dewi Puji Rahayu, Agus Kichi Hermansyah
Musamus Journal of Primary Education, Volume 4, pp 69-76; https://doi.org/10.35724/musjpe.v4i1.3910

Abstract:
Setiap anak berhak mengenyam pendidikan dasar tanpa terkecuali. Sekolah dasar wajib menyediakan layanan bagi seluruh anak, baik yang normal secara umum maupun anak berkebutuhan khusus. Argumen tersebut diperkuat dengan adanya Convention on the Rights of Persons with Disabilities yang menyerukan bahwa pendidikan inklusi sangat penting untuk diberlakukan. Kenyataannya, banyak sekolah dasar yang belum mampu memberikan layanan bagi anak berkebutuhan khusus. Guru merasa tidak mampu memberikan layanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus yang masuk di sekolah reguler. Penelitian ini bertujuan untuk menggali informasi mengenai pemahaman guru terhadap anak berkebutuhan khusus serta jenis-jenisnya. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara memalui media google form dan melalui aplikasi whatsapp dengan triangulasi sumber. Partisipan yakni 28 guru dari empat sekolah di kota Merauke. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 92.9% guru sudah mengetahui informasi mengenai apa itu anak berkebutuhan khusus secara umum. Tetapi, sebagian besar partisipan belum mampu memberdayakan karakteristik pada setiap jenis ABK dengan baik. Hal itu menyebabkan guru mengalami kesulitan dalam memberikan layanan pendidikan yang sesuai.
Marlina Marlina, Siti Mariam, Asni Deselia Khairunnisa
Musamus Journal of Primary Education, Volume 4, pp 29-37; https://doi.org/10.35724/musjpe.v4i1.3729

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar muatan IPA melalui model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing pada siswa kelas IV SDN Bakambat. Penelitian ini dilaksanakan selama dua siklus menggunakan desain kemmis dan Mc. Taggart. Adapun tahap penelitian terdiri perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data dikumpulkan menggunakan observasi dan tes. Analisis data menggunakan data kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif yaitu hasil observasi aktivitas guru dan siswa, data kuantitatif yaitu hasil tes siswa. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa aktivitas guru pada silus I sebesar 50% dan meningkat pada siklus II menjadi 90%. Aktivitas siswa pada siklus I sebesar 57% dan meningkat pada siklus II menjadi 80%. Hasil belajar siswa pada siklus I sebesar 52% dan meningkat pada siklus II menjadi 84%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan model pembelajaran inkuiri terbimbing dalam pembelajaran muatan IPA dapat meningkatkan hasil belajar muatan IPA siswa.
Nur Aisa, Ratna Purwanty, Dewi Puji Rahayu
Musamus Journal of Primary Education, Volume 4, pp 53-58; https://doi.org/10.35724/musjpe.v4i1.3859

Abstract:
Tujuan penelitian ini yaitu: (1) mendeskripsikan peran guru dalam melakukan penanaman karakter religius bagi siswa penyandang Autis, (2) mendeskripsikan faktor pendukung dan penghambat penanaman karakter religius bagi siswa penyandang Autis, (3) mendeskripsikan ciri-ciri karakter anak Autis. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif, dilaksanakan di SLB Negeri Anim Ha Merauke. Teknik dan instrumen pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi. Analisis data memakai triangulasi sumber dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru dalam penanaman karakter religius bagi siswa penyandang Autis di SLB Negerti Anim Ha Merauke terlihat pada kegiatan guru dalam melakukan penanaman karakter religius di sekolah melalui kegiatan pembelajaran dengan memberikan pemahaman, mengajarkan kebiasaan-kebiasaan baik, hingga guru menjadi contoh bagi siswa untuk berprilaku agar siswa memiliki karakter yang patuh terhadap perintah Tuhannya, sopan, memiliki rasa toleransi yang tinggi, ramah dan mampu berinteraksi dengan lingkungannya sehingga siswa dapat diterima oleh masyarakat sekitar.
Asfi Manzilatu Rohmah, Ida Putriani, Desy Dwi Riana
Musamus Journal of Primary Education, Volume 4, pp 20-28; https://doi.org/10.35724/musjpe.v4i1.3522

Abstract:
Pembelajaran matematika di sekolah dasar memiliki banyakkekurangan dalam hal sumber belajar sehingga diperlukan sumber belajar yang efektif digunakan untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan produk pembelajaran yang layak. Penelitian dan pegembangan ini menggunakan model Borg n Gall dengan 7 langkah pengembangan yang telah diadaptasi yaitu: potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi desain, revisi desain, uji coba produk, revisi produk. Hasil persentase validasi dari ke 3 validator yaitu: (1) 90,5% dari ahli materi (2) 85% dari ahli bahasa 82% dari ahli materi. Hasil angket keterbacaan siswa menunjukan, buku suplemen layak digunakan dengan perolehan persentase bacaan sebesar 94% dan respon positif siswa terhadap buku tersebut, angket keterbacaan guru menunjukan persentase bacaan sebesar 90% layak untuk digunakan. Maka, buku suplemen matematika yang dikembangkan dapat digunakan dalam proses pembelajaran.
Noor Baiti, Anwar Zain, Ikhwatun Hasanah
Musamus Journal of Primary Education, Volume 4, pp 59-68; https://doi.org/10.35724/musjpe.v4i1.3878

Abstract:
Children's literacy skills are related to language skills in writing and reading. During pandemic times parents are required to meet facilities and guide children at home. The education and economics of parents play a role in this situation. The purpose of this study is to find out the educational and economic influence of parents on children's literacy skills. This research used quantitative research. This research used a questionnaire instrument, observation, and interviews in data collection. The results of this study indicate: (1) the influence of parental education on the literacy ability of early childhood, (2) the influence of the economy of parents on the literacy ability of early childhood, and (3) the influence of parents' education and economy on early childhood literacy skills.
Rivaldo Paul Telussa, Selmyni H J Telussa, Cristiana Normalita de Lima
Musamus Journal of Primary Education, Volume 4, pp 46-52; https://doi.org/10.35724/musjpe.v4i1.3815

Abstract:
Penelitian ini didasari oleh observasi awal yang ditemukan dilapangan bahwa rendahnya nilai penguasaan konsep IPS. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui penguasaan konsep materi perkembangan teknologi di masyarakat dengan menggunakan model pembelajaran picture and picture berbantuan media audiovisual. Penelitian ini dilakukan di SD Inpres Nakupia dan sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV yang berjumlah 19 orang. Pengumpulan data yang dilakukan adalah menggunakan tes dalam bentuk pilihan ganda, setelah data dikumpulkan, selanjutnya dianalisis deskriptif dengan menggunakan Uji Normalisasi Gain untuk melihat peningkatan. Hasil penilitian diperoleh bahwa dengan menggunakan model pembelajaran picture and picture berbantuan media audiovisual menunjukkan adanya peningkatan penguasaan konsep yang terlihat pada siswa dengan skor tertinggi 100 dan skor terendah 90 serta uji N-Gain diperoleh 1.00 dengan kategori tinggi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran picture and picture berbantuan media audiovisual menujukkan adanya peningkatan penguasaan konsep perkembangan teknologi di masyarakat pada siswa kelas IV SD Inpres Nakupia.
Arfi Nofianggy Hidayat, Fredy Fredy, Ratna Purwanty
Musamus Journal of Primary Education, Volume 4, pp 38-45; https://doi.org/10.35724/musjpe.v4i1.3762

Abstract:
Pembelajaran jarak jauh yang saat ini dilakukan oleh beberapa sekolah memiliki suatu permasalahan, yakni media pembelajaran yang dapat digunakan oleh setiap siswa di rumah masing-masing. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan produk berupa media powerpoint interaktif berbasis android untuk pembelajaran matematika yang valid dan praktis. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan model 4D, yaitu define, design, dan development. Instrument pengumpulan data yang digunakan adalah lembar penilaian yang diberikan kepada ahli materi, ahli media dan siswa. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV MI Integral Al-Hikmah Hidayatullah Merauke. Hasil penelitian menunjukkan penilaian ahli materi pada produk yang dikembangkan sebelum direvisi memiliki nilai rata-rata sebesar 51,5 dengan kategori Baik. Setelah direvisi mengalami peningkatan rata-rata menjadi 66 dengan kategori sangat baik. Berbeda dengan hasil penilaian ahli media sebelum direvisi memiliki nilai rata-rata sebesr 61,5 dengan kategori cukup. Namun setelah direvisi dengan mengikuti masukan dari ahli mengalami peningkatan nilai rata-rata menjadi 108 dengan kategori sangat baik. Penilaian siswa kelas IV memiliki persentase keparaktisan sebesar 91%. Produk yang dikembangkan telah memenuhi standar penilaian dari ahli media, ahli materi dan siswa.
La'Bati Nur Aqrimna, Ida Putriani, Sripit Widiastuti
Musamus Journal of Primary Education, Volume 4, pp 12-19; https://doi.org/10.35724/musjpe.v4i1.3507

Abstract:
Thematic learning in elementary school has obstacles in its implementation, one of which is related to the media. The results of the observation show that students need pictorial media. The purpose of this research is to develop learning media in the form of pictorial modules to support learning. The researchers used research development or Research and Development (R&D), according to Borg and Gall. The data collection technique used a questionnaire. Based on the results of material expert validation, it was 89%, linguist validation was 88%, and media expert validation was 84%. The results of the student readability questionnaire were 88%, and the teacher's readability questionnaire was 92%. The conclusion is the thematic module of the development of transportation technology for elementary students was developed suitable for use in learning.
Efrata Gee, Darmawan Harefa
Musamus Journal of Primary Education, Volume 4, pp 1-11; https://doi.org/10.35724/musjpe.v4i1.3475

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan koneksi dan pemahaman konsep matematika siswa khususnya pada materi kubus dan balok. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan penelitian kualitatif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa: sebagian siswa masih memiliki kesulitan dalam memahami konsep materi kubus dan balok, siswa masih kebingungan dalam memilih prosedur (rumus) apa yang digunakan dalam menyelesaikan soal tes, siswa masih kesulitan mengaplikasikan konsep kubus dan balok dalam menyelesaikan soal pemecahan masalah. Selanjutnya, untuk kemampuan koneksi matematika, siswa belum memahami hubungan konsep kubus dan balok. Hal ini dikarenakan siswa belum memahami soal tes serta menguasai materi prasyarat sebelumnya yang dikaitkan dengan soal. Sehingga ketelitian siswa dalam melakukan operasi hitung sering melakukan kesalahan perhitungan. Maka dapat disimpulkan bahwa kemampuan koneksi dan pemahaman konsep matematika siswa masih rendah.
Back to Top Top