Jurnal Ilmiah Farmasi Farmasyifa

Journal Information
ISSN / EISSN : 2599-0047 / 2598-6376
Current Publisher: Universitas Islam Bandung (Unisba) (10.29313)
Total articles ≅ 49
Filter:

Latest articles in this journal

Risa Apriani Hilyah, Fetri Lestari, Lanny Mulqie
Jurnal Ilmiah Farmasi Farmasyifa, Volume 4, pp 1-5; doi:10.29313/jiff.v4i1.6649

Abstract:
ABSTRAKKebiasaan merokok merupakan salah satu gaya hidup yang dapat menimbulkan masalah kesehatan terutama penyakit kardiovaskular karena rokok mengandung bahan kimia beracun, salah satu diantaranya adalah gas CO. CO yang terhirup akan berikatan dengan hemoglobin sehingga kemampuan darah dalam mensuplai O2 ke jaringan menjadi berkurang. Pengukuran kadar CO menggunakan smokerlyzer menjadi metode alternatif untuk pendeteksian dini gangguan kesehatan akibat rokok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan merokok dengan kadar CO perokok di wilayah Puskesmas Antapani Kota Bandung. Penelitian bersifat observasional dengan desain case control study yang dilakukan di wilayah Puskesmas Antapani Kota Bandung. Sampel penelitian berjumlah 10 orang perokok yang diambil secara convenience sampling. Pengukuran kadar CO dilakukan dengan menggunakan smokerlyzer. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan antara kebiasaan merokok dengan kadar CO perokok di wilayah Puskesmas Antapani Kota Bandung. Jumlah rokok perhari dan lama merokok memiliki korelasi bermakna dengan kadar CO dengan nilai r=0.698) dan (r=0.755). ABSTRACTSmoking is one of habits that can cause much more health problems than cardiovascular disease because in every cigarette contain toxic chemicals, one of them CO. The inhaled carbon monoxide will be bound to the haemoglobin in blood reducing its ability to transport O2 to body tissues. CO measurement using smokerlyzer is an alternative method for early detection of a health disorder caused by smoking. This study aims to find out the correlation between smoking habits and CO levels of in a district in the city of Bandung. The study is a observasional research in design of case control study in Antapani Public Health Centre Bandung City. The samples were taken from 10 people using convenience sampling technique. The measurement of CO levels was done using smokerlyzer. The result shows that there is a correlation beetwen smoking habits and CO levels of smokers study in Antapani Public Health Centre Bandung City. The number of cigarettes a day and along time smoking is correlated with a meaningful CO levels r=0.698) and (r=0.755).
Taufik Muhammad Fakih, Nurfadillah Hazar, Mentari Luthfika Dewi, Tanisa Maghfira Syarza, Anggi Arumsari
Jurnal Ilmiah Farmasi Farmasyifa, Volume 4, pp 57-66; doi:10.29313/jiff.v4i1.6784

Abstract:
Sindrom pernapasan akut parah coronavirus-2 (SARS-CoV-2) yang menyebabkan pandemi penyakit infeksi COVID-19 menggunakan protein spike untuk dapat berikatan dengan reseptor angiotensin-converting enzyme 2 (ACE2) dalam sel inang. Beberapa kandidat obat yang diprediksi dapat digunakan dalam terapi COVID-19 seperti, tegobuvir, sonidegib, siramesine, antrafenine, bemcentinib, itacitinib, dan ftalosianina secara farmakologis mampu menghambat penempelan SARS-CoV-2 pada reseptor ACE2. Akan tetapi menariknya terapi fotodinamika dengan memanfaatkan senyawa ftalosianina berlabel logam saat ini dapat menjadi pilihan alternatif untuk terapi COVID-19 karena lebih efektif dan spesifik terhadap target.Melalui penelitian ini akan dilakukan identifikasi, evaluasi, dan eksplorasi afinitas serta interaksi molekular yang mampu menggambarkan mekanisme aksi dari struktur senyawa turunan ftalosianina berlabel logam secara in silico. Simulasi penambatan molekular ligan-protein antara besi ftalosianina (Fe-Pc) dan galium ftalosianina (Ga-Pc) terhadap protein spike SARS-CoV-2 dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak PatchDock. Berdasarkan simulasi penambatan molekular ligan-protein diperoleh hasil bahwa senyawa galium ftalosianina (Ga-Pc) memiliki afinitas yang lebih baik dibandingkan besi ftalosianina (Fe-Pc) terhadap protein spike SARS-CoV-2, dengan nilai masing-masing sebesar −2366,68 kJ/mol dan −2225,55 kJ/mol. Dari hasil tersebut dapat diprediksi perbedaan struktur molekul senyawa turunan ftalosianina berlabel logam terbukti mampu mempengaruhi mekanisme aksi terhadap protein target. Dengan demikian, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam mendesain struktur senyawa turunan ftalosianina berlabel logam sebagai kandidat fotosensitizer dalam terapi fotodinamika untuk penyakit infeksi COVID-19.
Widyastuti Widyastuti, Najmi Hilaliyati
Jurnal Ilmiah Farmasi Farmasyifa, Volume 4, pp 112-119; doi:10.29313/jiff.v4i1.6716

Abstract:
AbstrakPenggunaan herbal saat ini semakin berkembang sebagai nutrifood, obat-obatan dan kosmetik. Syzigium cumini atau jambu jamblang mengandung senyawa yang mempunyai aktivitas sebagai antioksidan. Disamping itu adanya senyawa fenol didalam buah jambu jamblang diduga memiliki aktivitas tabir surya. Peelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan dan tabir surya pada buah jambu jamblang (Syzigium cumini (L.) Skeel) dengan menggunakan pelarut yang berbeda, sehingga dapat dilihat potensi ekstrak sebagai antioksidan dan tabir surya.Ekstraksi buah jambu jamblang secara maserasi menggunakan pelarut etanol, etil asetat dan n-heksan. Ekstrak yang didapat dilakukan pemeriksaan kandungan senyawa metabolit sekunder. Pengujian aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH. Aktivitas tabir surya dilakukan secara metode spektrofotometri. Dari penelitian yag dilakukan didapatkan hasil ekstrak etanol mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, fenolik,dan terpenoid. Ekstrak etil asetat mengandung senyawa alkaloid dan terpenoid. Ekstrak n-heksan mengandung senyawa alkaloid. Nilai IC50 ekstrak etanol, etil asetat dan n-heksan masing-masing 4441,6 ppm, 1754,2 ppm dan 16964,6 ppm. Nilai Sun Protecting Factor (SPF) dari ekstrak etanol, etil asetat dan n-heksan pada kadar 1000 ppm masing-masing 6,324; 38,018 dan 3,872. Ekstrak etil asetat memiliki potensi sebagai antioksidan dan tabir surya yang lebih baik dibanding ekstrak etanol dan n-heksan.Abstract The use of herbs is now growing as nutrifood, medicine and cosmetics. Syzigium cumini or guava contains compounds that have antioxidant activity. In addition, the presence of phenolic compounds in guava fruit is thought to have sunscreen activity. This study aims to determine the antioxidant and sunscreen activity of jamblang guava (Syzigium cumini (L.) Skeel) using different solvents, so that it can be seen the potential of the extract as an antioxidant and sunscreen. Maceration of guava fruit extraction using ethanol solvent, ethyl acetate and n-hexane. The extract obtained was examined for the content of secondary metabolite compounds. Antioxidant activity testing used the DPPH method. Sunscreen activity was carried out using the spectrophotometric method. From the research conducted, it was found that the ethanol extract contained alkaloid, flavonoid, phenolic, and terpenoid compounds. Ethyl acetate extract contains alkaloid and terpenoid compounds. N-hexane extract contains alkaloid compounds. The IC50 values of ethanol, ethyl acetate and n-hexane extract were respectively 4441.6 ppm, 1754.2 ppm and 16964.6 ppm. Sun Protecting Factor (SPF) values of ethanol, ethyl acetate and n-hexane extract at levels of 1000 ppm were 6.324 each; 38,018 and 3,872. Ethyl acetate extract has better potential as an antioxidant and sunscreen than ethanol and n-hexane extracts.
Sani Ega Priani, Taufik Muhammad Fakih
Jurnal Ilmiah Farmasi Farmasyifa, Volume 4, pp 17-24; doi:10.29313/jiff.v4i1.6788

Abstract:
Kulit buah jeruk merupakan salah satu limbah yang belum banyak dimanfaatkan. Kulit buah jeruk diketahui mengandung banyak senyawa berkhasiat diantaranya adalah nobiletin dan hesperidin. Senyawa tersebut termasuk golongan senyawa flavonoid yang diketahui berpotensi menginhibisi enzim tyrosinase, suatu enzim yang mengkatalisis sintesis melanin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalis secara in silico, interaksi molekular antara senyawa flavonoid utama dari kulit buah jeruk yakni hesperidin dan nobiletin dengan enzim tirosinase dilihat dari parameter energi ikatan dan jenis ikatan yang terjadi. Penelitian ini dilakukan secara in silico dengan diawali preparasi makromolekul enzim tyrosinase dan penetapan sisi aktifnya menggunakan tirosin sebagai substrat atau ligan alaminya. Selanjutnya dilakukan studi interaksi molekular antara senyawa nobiletin dan hesperidin terhadap sisi aktif enzim tirosinase dengan metode molecular docking. Hasil uji menunjukkan bahwa nobiletin dan hesperidin memiliki kemampuan untuk berikatan dengan sisi aktif enzim tirosinase dengan besar energi ikatan berturut-turut -6,24 dan -6,73 kkal/mol. Energi ikatan tersebut lebih kuat dibandingkan dengan energi ikatan antara substrat alami (tirosin) dengan sisi aktif enzim, yaitu sebesar -4,91 kkal/mol. Hesperidin dan nobiletin beinteraksi dengan sisi aktif enzim dengan ikatan hidrogen dan intearaksi hidrofobik. Nobiletin juga mampu berikatan dengan logam Cu yang ada pada sisi aktif enzim. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa senyawa nobiletin dan hesperidin berpotensi menjadi inhibitor kompetitif enzim tirosinase berdasarkan studi in silico.
Lanny Mulqie
Jurnal Ilmiah Farmasi Farmasyifa, Volume 4, pp 98-104; doi:10.29313/jiff.v4i1.6818

Abstract:
Penyakit infeksi memiliki peranan yang cukup besar untuk terjadinya morbiditas dan mortalitas baik di negara berkembang maupun di negara maju. Penerimaan masyarakat terhadap penggunaan obat tradisional untuk menangani penyakit mencapai 58%. Salah satu tanaman yang dapat digunakan sebagai bahan obat tradisional yaitu daun jambu air. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antibakteri daun jambu air terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli melalui penetapan konsentrasi hambat minimum (KHM) dan tipe kerja fraksi air daun jambu air. Fraksinasi dilakukan dengan cara ekstraksi cair-cair menggunakan pelarut n-heksana, etil asetat, dan air. Penetapan KHM dilakukan dengan metode difusi agar menggunakan teknik sumur. Penentuan tipe kerja dilakukan dengan metode turbidimetri. Hasil pengujian menunjukkan bahwa fraksi air daun jambu air memiliki aktivitas antibakteri dengan nilai KHM 0,78%. Tipe kerja fraksi air daun jambu air adalah bakterisid primer.
Ummul Khair Salma
Jurnal Ilmiah Farmasi Farmasyifa, Volume 4, pp 6-16; doi:10.29313/jiff.v4i1.6768

Abstract:
Atorvastatin merupakan antihiperlipidemia golongan statin dan termasuk BCS (Biopharmaceutical Class System) kelas II yang memiliki permeabilitas tinggi dan kelarutan yang rendah. Kelarutan zat aktif dalam air yang rendah menghasilkan laju disolusi dan bioavailabilitas yang rendah sehingga berpengaruh pada efektifitas terapinya. Oleh karena itu, kelarutan merupakan parameter yang penting bagi industri farmasi dalam mendesain sediaan yang bermutu, aman, dan berefikasi. Metode dispersi padat telah digunakan secara luas untuk meningkatkan karakteristik kelarutan dan disolusi obat atorvastatin, dapat ditingkatkan kelarutan dan laju disolusinya dengan berbagai metode pembuatan dispersi padat seperti Solvent Evaporation, Fusion Method, Kneading, Lyophilization Technique, Spray Drying Co-grinding, Dropping Method. Berbagai polimer pembawa yang dapat digunakan dalam pembuatan dispersi padat juga direview dalam artikel ini. Hasil review artikel menunjukkan bahwa atorvastatin dapat ditingkatkan kelarutan dan laju disolusinya dengan metode dispersi padat dibandingkan dengan atorvastatin murni.
Kinasih Cahyono, Sumardi Sumardi, Bambang Irawan, Sri Wahyuningsih, Endang Nurcahyani
Jurnal Ilmiah Farmasi Farmasyifa, Volume 4, pp 33-40; doi:10.29313/jiff.v4i1.6372

Abstract:
Lactobacillus sp merupakan salah satu spesies yang sering digunakan sebagai probiotik, namun kelemahan dari bakteri tersebut adalah tidak toleran terhadap pH rendah (asam), di cairan empedu, serta pada suhu yang tinggi. Bakteri probiotik harus tetap hidup sejak mereka dikonsumsi hingga menetap di usus. Hal ini sulit karena bakteri harus melewati pH asam ekstrim di saluran pencernaan. Tujuan dalam penelitian ini adalah meningkatkan viabilitas BAL dalam kondisi simulasi asam lambung (pH=2) dan garam empedu (ox bile 0,5%) yang diimobiliasi dengan zeolite-natrium alginat. Enkapsulasi bakteri probiotik adalah alternatif yang memberikan perlindungan bagi sel-sel hidup yang berada pada kondisi yang merugikan. Berdasarkan hasil uraian di atas maka bertujuan untuk meningkatkan jumlah kelangsungan hidup bakteri Lactobacillus sp dalam kondisi simulasi asam lambung dan garam empedu bakteri probiotik dengan menggunakan imobilisasi natrium alginat-zeolit serta mengetahui gen penghasil antibiotik pada bakteri asam laktat. Metode yang digunakan dalam imobilisasi bakteri adalah ekstrusi. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwan Imobilisasi dengan penyalut natrium alginate-zeolit mampu meningkatkan viabilitas bakteri asam laktat. Dalam kondisi simulasi lambung dan garam empedu. Bakteri asam laktat (BAL) menghasilkan bakteriosin yang dapat berfungsi untuk menghambat bakteri Gram positif dan Gram negatif berasal dari gen penghasil antimikroba yaitu terdapat gen plantaricin, casseicin, acidocin, lactacin B, helviticin Kata Kunci : Imobilisasi, Natrium Alginat, Bakteri Asam Laktat, Zeolit, Gen Antimikroba
Jurnal Ilmiah Farmasi Farmasyifa, Volume 4, pp 76-86; doi:10.29313/jiff.v4i1.6679

Abstract:
Kerontokan rambut yang sering diakhiri dengan kebotakan merupakan problema estetis yang sangat dikhawatirkan setiap orang. Rambut sehat mempunyai siklus pertumbuhan rambut yang panjang dan kelembaban yang cukup dimana pertumbuhan rambut terjadi karena sel-sel daerah matriks atau umbi rambut secara terus menerus membelah. Bahan alam yang diperkirakan berpotensi dalam pertumbuhan rambut adalah daun kecombrang (Etlingera elatior (Jack) R.M.Sm). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas ekstrak etanol daun kecombrang (Etlingera elatior (Jack) R.M. Sm) terhadap pertumbuhan rambut kelinci putih jantan dan konsentrasi mana yang memiliki aktivitas paling baik. Dalam penelitian ini dilakukan 6 perlakuan yaitu kontrol normal, kontrol negatif, kontrol positif, ekstrak etanol daun kecombrang konsentrasi 2,5%, konsentrasi 5% dan konsentrasi 10%. Perlakuan dilakukan setiap hari dengan volume pengolesan 1 ml setiap konsentrasi selama 28 hari. Pengukuran panjang rambut dilakukan pada hari ke 7, 14, 21 dan 28 menggunakan jangka sorong dan pengukuran bobot rambut dilakukan pada hari ke 28 dengan cara mencukur rambut yang tumbuh kemudian ditimbang. Data yang diperoleh diolah secara statistik dengan metode Anova. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak etanol daun kecombrang memiliki aktivitas sebagai penyubur rambut pada konsentrasi 10% serta konsentrasi yang paling baik adalah konsentrasi 10% yaitu 1,40 cm sebagai pertumbuhan rambut dalam 28 hari. Dan konsentrasi 10% memiliki bobot rambut terbesar yaitu 0,11 gram dalam 28 hari.
Mulyadi Tanjung
Jurnal Ilmiah Farmasi Farmasyifa, Volume 4, pp 25-32; doi:10.29313/jiff.v4i1.6246

Abstract:
Melicope incana is one of the plant species that belongs to family Rutaceae. Melicope produces phenolic compounds, including alkaloids, acylphloroglucinol, flavonoids, and coumarins. This study aims to isolate the acyl phloroglucinol derivatives found in M. incana seeds. Extraction of acylphloroglucinol derivatives with methanol using the maceration method at room temperature. Separation and purification using a combination of gravity column chromatography, and radial chromatography. Two acylphloroglucinol compounds have been isolated, namely 3'-geranyl-2',4',6'-trihydroxy acetophenone (1) and 3'-isoprenyl-2',4',6'-trihydroxy acetophenone (2). The structure of the two compounds was determined based on UV, IR, 1D, and 2D NMR spectroscopic analysis. Anticancer activity of compounds 1-2 against breast cancer cells MCF-7 showed IC50 values of 48.98 and 4.30 µg /mL, respectively.
Khurin In Wahyuni
Jurnal Ilmiah Farmasi Farmasyifa, Volume 4, pp 87-97; doi:10.29313/jiff.v4i1.6794

Abstract:
Kesadaran dan Pengetahuan tentang penyakit hipertensi masih sangat rendah, padahal angka kejadian hipertensi cukup tinggi. Kepatuhan dan ketidak patuhan dapat digunakan sebagai parameter tingkat pengetahuan pasien hipertensi. Kepatuhan minum obat sangatlah penting karena dengan patuh tekanan darah dapat dikontrol. Ketidak patuhan diakibatkan adanya ketidak pahaman dalam menjalankan terapi merupakan salah satu penyebab kegagalan terapi. Hal ini sering disebabkan kurangnya pengetahuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan kepatuhan pasien hipertensi di Rumah Sakit Anwar Medika. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif cross-sectional. Jumlah sampel pada penelitian ini yaitu 106 dengan menggunakan Teknik pengambilan sampel yaitu teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan pada bulan februari sampai maret 2020 dengan menggunakan kuisioner. Penelitian ini mendapatkan hasil persentase tingkat pengetahuan yaitu pengetahuan rendah 24%, pengetahuan sedang 46% dan pengetahuan tinggi 30%. Hasil persentase tingkat kepatuhan yaitu kepatuhan rendah 8%, kepatuhan sedang 63%, dan kepatuhan tinggi 28%. Berdasarkan analisis Chi Square antara pendidikan dengan pengetahuan didapatkan p value = 0,000 (
Back to Top Top