Jurnal Ilmiah Farmasi Farmasyifa

Journal Information
ISSN / EISSN : 2599-0047 / 2598-6376
Current Publisher: Universitas Islam Bandung (10.29313)
Total articles ≅ 35
Filter:

Latest articles in this journal

Febri Hidayat, Ekadipta Ekadipta, Adinda Riskia Indriani Putri
Jurnal Ilmiah Farmasi Farmasyifa, Volume 3, pp 74-83; doi:10.29313/jiff.v3i2.5894

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk menemukan mikroba potensial penghasil enzim glukoamilase. Enzim glukoamilase bekerja menghidrolisis amilum atau pati menjadi glukosa. Dalam industri glukoamilase dipakai pada proses produksi sirup glukosa dan sirup fruktosa. Dengan demikian, pengolahan hasil alam indonesia yang mengandung amilum atau pati misalnya beras, singkong, dll dapat dilakukan secara optimal. Adapun cara penapisan mikroba, dilakukan dengan cara membiakan mikroba yang terdapat pada tanah tumpukan limbah pada media Nutrien Agar (NA)-Pati dan Potato Dextrose Agar (PDA)-Pati. Pada meda yang ditumbuhi koloni diberi larutan lugol. Adanya daerah bening disekitar koloni menandakan bahwa koloni mikroba tersebut menghasilkan enzim amilase. Koloni kemudian diisolasi dan dimurnikan dengan cara goresan. Adanya glukosa pada media menandakan bahwa mikroba menghasilkan enzim glukoamilase. identifikasi glukosa pada media dilakukan dengan uji fehling dan metode Kromatografi lapis tipis. Hasil menunjukkan bahwa Pada tanah limbah penggilinggan padi didaerah Jati Mauk Tangerang dengan menggunakan metode ini tidak ditemukan bakteri yang positif dapat menjadi mikroba penghasil enzim glukoamilase. Namun ditemukan dua jenis jamur yang potensial penghasil enzim glukoamilase.
Hajar Sugihantoro
Jurnal Ilmiah Farmasi Farmasyifa, Volume 3, pp 102-112; doi:10.29313/jiff.v3i2.5655

Abstract:
ABSTRAKKetidaktepatan penggunaan antibiotik banyak ditemukan di masyarakat luas. Hal ini dapat menjadi penyebab terjadinya resiko buruk seperti resistensi antibiotik. Studi awal yang dilakukan pada 15 warga Kecamatan Glagah menunjukkan sebanyak 73% menggunakan antibiotik untuk penyakit non infeksi atau membelinya tanpa resep dokter. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan perilaku penggunaan antibiotik serta meneliti hubungan antara pengetahuan dan perilaku penggunaan antibiotik. Penelitian ini merupakan penelitian dalam bentuk survey dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling. Alat ukur yang digunakan berupa kuesioner tertutup. Analisis data dilakukan dengan analisis Spearman. Penelitian dilakukan pada 96 konsumen Apotek-apotek di Kecamatan Glagah Kabupaten Lamongan. Hasil yang didapat yakni mayoritas responden berjenis kelamin perempuan (64%), berusia antara 18-40 tahun (75%). Pendidikan terakhir mayoritas responden adalah SMA (55%). Mayoritas responden adalah ibu rumah tangga (32%). Antibiotik yang banyak digunakan oleh responden adalah amoxicillin (63%). Tingkat pengetahuan responden dengan kategori pengetahuan baik sebanyak 8%, kategori cukup sebanyak 35%, dan kategori kurang sebanyak 57%. Adapun kategori perilaku baik sebanyak 22%, kategori cukup sebanyak 66%, dan kategori kurang sebanyak 12%. Hasil uji spearman didapatkan nilai sig. 0,000, nilai koefisien korelasi sebesar 0,431, dan arah korelasi positif (+). Penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara pengetahuan dan perilaku penggunaan antibiotik pada konsumen Apotek-apotek Kecamatan Glagah Kabupaten Lamongan.
Muhammad Dzakwan
Jurnal Ilmiah Farmasi Farmasyifa, Volume 3, pp 121-131; doi:10.29313/jiff.v3i2.6062

Abstract:
Pendahuluan : Morin (3,5,7, 2,4’- pentahidroksiflavone) adalah senyawa flavonoid golongan flavonol yang poten sebagai antioksidan, antikanker, antiinflamasi dan sebagai antidiabetes. Morin bersifat lipofil, tidak larut dalam air sehingga ketersediaan hayati dan aplikasi klinis menjadi terbatas. Nanosuspensi adalah sistem dispersi koloidal, 100% mengandung bahan obat dengan ukuran 10-1000 nm, tidak mengandung bahan pembawa apapun kecuali sebagai bahan penstabil. Tujuan : Penelitian ini bertujuan membuat nanosuspensi morin yang stabil dengan metode sonopresipitasi. Karakterisasi nanosuspensi meliputi ukuran partikel, indeks polidispersitas, zeta potensial, morfologi nanosuspensi dan aktivitas antioksidan. Metode : Nanosuspensi morin dibuat dengan metode sonopresipitasi dengan frekuensi 50 kHz selama 8 menit dengan variasi bahan penstabil jenis surfaktan, polimer dan kombinasi keduanya. Karakterisasi nanosuspensi meliputi ukuran partikel, indeks polidispersitas, zeta potensial, morfologi partikel (TEM), stabilitas fisik dan aktivitas antioksidan. Kesimpulan : Morin berhasil dikembangkan menjadi nanosuspensi dengan metode sonopresipitasi. Formula 7 dengan stabilizer SLS-Pluronic F68 (0,5:1) merupakan formula terpilih dengan ukuran partikel terkecil sebesar 182,7 nm, ukuran partikel seragam (PI : 0,210), stabil setelah penyimpanan 8 minggu dengan nilai zeta potensial -37,8 mV. Aktivitas antioksidan nanosuspensi morin meningkat sebesar 2-3 kali
Taufik Muhammad Fakih, Mentari Luthfika Dewi
Jurnal Ilmiah Farmasi Farmasyifa, Volume 3, pp 84-91; doi:10.29313/jiff.v3i2.5913

Abstract:
Protease utama (Mpro) merupakan bagian utama pembentuk karakteristik coronavirus (SARS-CoV dan SARS-CoV-2). Kemajuan teknologi telah membuka peluang untuk menemukan kandidat senyawa inhibitor baru yang mampu mencegah dan mengendalikan infeksi COVID-19 melalui penghambatan Mpro SARS-CoV-2. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengeksplorasi struktur makromolekul Mpro dari kedua coronavirus tersebut secara in silico. Makromolekul Mpro terlebih dahulu dilakukan preparasi dengan menggunakan perangkat lunak BIOVIA Discovery Studio 2020. Konformasi tiga dimensi dan sekuensing dari struktur makromolekul yang telah dipreparasi kemudian diamati dan dibandingkan dengan menggunakan perangkat lunak Chimera 1.14 dan Notepad ++. Bagian sisi aktif dari makromolekul Mpro kemudian diidentifikasi dengan menggunakan perangkat lunak BIOVIA Discovery Studio 2020. Prediksi molekul inhibitor makromolekul Mpro dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak MGLTools 1.5.6 yang dilengkapi dengan AutoDock 4.2. Berdasarkan hasil identifikasi terhadap makromolekul Mpro diperoleh hasil bahwa terdapat kemiripan struktur dan situs aktif pengikatan dari kedua makromolekul tersebut. Diprediksi bentuk molekul inhibitor dari kedua makromolekul Mpro juga identik. Dengan demikian, beberapa referensi tersebut dapat digunakan sebagai acuan dalam pengembangan kandidat inhibitor kompetitif Mpro SARS-CoV-2 untuk pengobatan penyakit infeksi COVID-19.
Indra Topik Maulana, Rizka Wulan Sari, Rinda Sri Partina, Isnaeni Nur Azizah
Jurnal Ilmiah Farmasi Farmasyifa, Volume 3, pp 92-101; doi:10.29313/jiff.v3i2.5977

Abstract:
Penelitian terkait telaah kandungan asam lemak esensial dari empat jenis minyak ikan konsumsi di Jawa Barat telah selesai dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data ilmiah terkait kandungan asam lemak esensial didalam empat jenis ikan konsumsi. Bahan ikan yang digunakan adalah ikan mujair (Oreochromis mossambicus), ikan nila (Oreochromis niloticus), ikan gurami (Osphronemus goramy), dan ikan Bandeng (Chanos chanos). Minyak dari setiap jenis ikan diekstraksi dengan metode ekstraksi sinambung. Selanjutnya minyak ditransesterifikasi menjadi FAME kemudian dianalisis dengan menggunakan Kromatografi Gas-Spektroskopi Massa. Data hasil penelitian menunjukkan ikan mujair memiliki rendemen paling tinggi yaitu 8,57 + 0,06 % dari total bahan kering tanpa kepala dan ekor. Ikan nila mengandung minyak paling rendah yaitu 0,28 + 0,09 %. Berdasarkan penggolongan asam lemak, Minyak ikan mujaer mengandung SFA 35,36 + 4,86 %, MUFA 31,55 + 1,79 %, PUFA 19,15 + 2,05 %. Minyak ikan bandeng mengandung SFA 38,12 + 4,86 %, MUFA 36,64 + 2,21 % dan PUFA 18,4 + 2,02 %. Minyak Ikan gurami mengandung SFA 41,65 + 2,35 %, MUFA 40,29 + 1,13 %. Minyak Ikan Nila mengandung SFA 34,11 + 1,73%, MUFA 27,47 + 2,11 %, dan PUFA 38,43 + 2,81 %. Asam lemak esensial utama yang ditemukan pada penelitian ini diantaranya adalah ARA(ω-6), EPA(ω-3), dan DHA(ω-6).
Fitrianti Darusman
Jurnal Ilmiah Farmasi Farmasyifa, Volume 3, pp 64-73; doi:10.29313/jiff.v3i2.5812

Abstract:
Ibuprofen merupakan turunan asam propionat bersifat analgetik yang mempunyai daya antiinflamasi dan termasuk ke dalam Biopharmaceutic Classification Systems (BCS) kelas II yang mempunyai kelarutan praktis tidak larut dalam air dimana laju pelepasan ibuprofen menjadi penentu absorbsi obat. Salah satu upaya untuk meningkatkan kelarutan ibuprofen yaitu dengan pembentukan kompleks inklusi menggunakan β-siklodekstrin. β-siklodekstrin merupakan turunan siklodekstrin yang paling ekonomis dan non toksik saat diberikan secara oral serta ukuran rongganya sesuai untuk banyak obat. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan parameter termodinamika (ΔH, ΔG dan ΔS) dan pengaruh konsentrasi β-siklodekstrin terhadap kelarutan ibuprofen berdasarkan harga tetapan stabilitas kompleks pada proses pembentukan kompleks inklusi ibuprofen-β-siklodekstrin. Pembentukan kompleks inklusi antara ibuprofen dengan β-siklodekstrin dilakukan pada 2 kondisi pH yaitu dapar sitrat pH 5,2 dan dapar fosfat pH 7,2 serta 3 kondisi suhu yaitu 32°, 37°, dan 42°C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibuprofen dapat berinteraksi dengan β-siklodekstrin membentuk kompleks inklusi. Interaksi yang terjadi pada pH 5,2 dan 7,2 berlangsung secara eksotermik (ΔH
Keni Idacahyati
Jurnal Ilmiah Farmasi Farmasyifa, Volume 3, pp 113-120; doi:10.29313/jiff.v3i2.5797

Abstract:
Stroke merupakan penyebab kematian dan penyebab kecacatan diseluruh dunia. Dalam waktu dekat penyakit serebrovaskular akan meningkat karena penuaan dan perubahan gaya hidup yang merugikan di seluruh dunia. Pengobatan antiplatelet dapat mengurangi volume otak yang rusak oleh iskemia dan mengurangi risiko awal kematian. Penyakit stroke mewakili beban keuangan yang besar pada sistem perawatan kesehatan, serta pada pasien, keluarga, dan masyarakat. Analisis minimisasi biaya adalah metode penghitungan biaya obat untuk melihat obat yang paling murah atau modalitas terapeutik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pasien dengan aspirin memiliki rata-rata total biaya antiplatelet yang lebih kecil (Rp2.168.900,57) dibandingkan dengan clopidogrel (Rp.2.618.655,00) (p = 0,052) dan aspirin lebih cost effectif dibandingkan clopidogrel sebagai antiplatelet pada pasien stroke.
Lia Kusmita
Jurnal Ilmiah Farmasi Farmasyifa, Volume 3, pp 26-34; doi:10.29313/jiff.v3i1.4595

Abstract:
Mycobacterium tuberculosis telah menginfeksi sepertiga penduduk dunia. Diperkirakan terdapat 8 juta penduduk dunia diserang tuberkulosis dengan kematian 3 juta orang pertahun. .Pengobatan tuberkulosis saat ini ternyata tidak memberikan efektivitas yang tinggi karena munculnya strain MDR Mycobacterium tuberculosis. Oleh karenanya, diperlukan bahan aktif baru guna mengatasi masalah tersebut. Bakteri simbion karang lunak merupakan salah satu sumber yang menjanjikan. Hal ini karena bakteri simbion karang lunak memiliki senyawa bioaktif yang sama dengan inangnya. Bakteri simbion diisolasi dari karang lunak yang diisolasi dari Pulau Panjang. Pada penelitian ini dilakukan pengujian bakteri simbion karang lunak terhadap pertumbuhan Multi drug resistant Mycobacterium tuberculosis (strain rifampicin dan SIRE). Dari 25 bakteri simbion yang diisolasi, ada 4 bakteri yang memiliki aktivitas dalam menghambat pertumbuhan bakteri MDR TB strain SIRE dan Rifampicin. Hasil identifikasi molekuler dilakukan dengan menggunakan PCR 16S DNA, dimana bakteri P.S2 1, P.Sa 1, P.Lo 2, dan P.Lo 3 memiliki kekerabatan terdekat dengan Ponticoccus gilvus, Janibacter indicus, Virgibacillus marismortui dan Brachybacterium canglomeratum
Syafika Alaydrus
Jurnal Ilmiah Farmasi Farmasyifa, Volume 3, pp 51-61; doi:10.29313/jiff.v3i1.4540

Abstract:
Penyakit paru obstruksi kronik menduduki peringkat ke empat setelah penyakit jantung, kanker, dan penyakit serebro vaskuler sebagai penyebab kematian, biaya yang dikeluarkan untuk penyakit ini mencapai $24 milyar pertahunnya. INA-CBG merupakan paket pembiayaan kesehatan berbaris kasus dengan mengelompokkan berbagai jenis pelayanan menjadi satu kesatuan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pola pengobatan PPOK, biaya rata-rata pengobatan, kesesuaian biaya riil dengan biaya paket INA-CBG, serta factor-faktor yang berpengaruh terhadap biaya total pengobatan PPOK di RSUD Sukoharjo. Jenis penelitian ini adalah observasional dengan rancangan penelitian cross sectional menurut perspektif rumah sakit. Metode pengambilan data secara retrospektif. Subyek penelitian adalah pasien rawat inap yang menderita PPOK dengan faktor risiko dan komplikasi. Variable penelitian meliputi karakteristik pasien meliputi umur dan jenis kelamin, faktor resiko dan komplikasi, dan biaya yang digunakan (medical cost dan non medical cost). Analisis data diuji menggunakan uji one sample T-Tes, Anova, Kruskal-wallis tes dan korelasi bivariat. Hasil penelitian menunjukkan usia > 60 tahun dengan jenis kelamin laki-laki paling banyak menderita PPOK (76,2%). Faktor resiko dan komplikasi terbanyak adalah cor pulmonale (42,8%) dan lama rawat inap paling banyak adalah < 4 hari (58,8%). Pola pengobatan kurang sesuai dengan alogaritma terapi menurut GOLD. Factor yang berhubungan dengan total biaya adalah lama rawat inap dan tingkat keparahan. Rata-rata biaya PPOK untuk tingkat keparahan berat sebesar Rp. 1.349.671 untuk ketiga jenis pembiayaan, untuk tingkat keparahan sangat berat dengan jenis pembiayaan umum, jamkesmas dan jamkesda berturut-turut adalah Rp. 1.051.955,5, Rp. 1.815.859 dan Rp. 1.589.706,5. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata biaya pengobatan riil PPOK lebih rendah dan berbeda bermakna dengan biaya paket INA-CBG dengan nilai P 0,000.
Marita - Kaniawati
Jurnal Ilmiah Farmasi Farmasyifa, Volume 3, pp 35-43; doi:10.29313/jiff.v3i1.5118

Abstract:
Obesitas dapat diartikan sebagai jumlah lemak yang berlebih dalam tubuh. Obesitas merupakan salah satu faktor bagi timbulnya penyakit lain seperti dislipidemia, stroke, penyakit jantung koroner dan lain-lain. Salah satu prediktor yang spesifik untuk menilai risiko terjadinya Penyakit Jantung Koroner (PJK) adalah Indeks Aterogenik Plasma (IAP). IAP dihitung dengan menggunakan rumus Log(TG/HDL). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara obesitas dengan profil High Density Lipoprotein (HDL), trigliserida (TG) dan IAP serta melihat risiko terjadinya PJK berdasarkan Indeks Aterogenik Plasma. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain cross sectional. Subjek penelitian adalah wanita dewasa muda yang obes dan non obes dengan teknik pengambilan subjek menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara lingkar perut dengan kadar TG, HDL dan IAP (p
Back to Top Top