Jurnal Ilmiah Farmasi Farmasyifa

Journal Information
ISSN / EISSN : 2599-0047 / 2598-6376
Published by: Universitas Islam Bandung (Unisba) (10.29313)
Total articles ≅ 57
Filter:

Latest articles in this journal

Ummul Khair Salma
Jurnal Ilmiah Farmasi Farmasyifa, Volume 4, pp 6-16; doi:10.29313/jiff.v4i1.6768

Abstract:
Atorvastatin merupakan antihiperlipidemia golongan statin dan termasuk BCS (Biopharmaceutical Class System) kelas II yang memiliki permeabilitas tinggi dan kelarutan yang rendah. Kelarutan zat aktif dalam air yang rendah menghasilkan laju disolusi dan bioavailabilitas yang rendah sehingga berpengaruh pada efektifitas terapinya. Oleh karena itu, kelarutan merupakan parameter yang penting bagi industri farmasi dalam mendesain sediaan yang bermutu, aman, dan berefikasi. Metode dispersi padat telah digunakan secara luas untuk meningkatkan karakteristik kelarutan dan disolusi obat atorvastatin, dapat ditingkatkan kelarutan dan laju disolusinya dengan berbagai metode pembuatan dispersi padat seperti Solvent Evaporation, Fusion Method, Kneading, Lyophilization Technique, Spray Drying Co-grinding, Dropping Method. Berbagai polimer pembawa yang dapat digunakan dalam pembuatan dispersi padat juga direview dalam artikel ini. Hasil review artikel menunjukkan bahwa atorvastatin dapat ditingkatkan kelarutan dan laju disolusinya dengan metode dispersi padat dibandingkan dengan atorvastatin murni.
Kinasih Cahyono, Sumardi Sumardi, Bambang Irawan, Sri Wahyuningsih, Endang Nurcahyani
Jurnal Ilmiah Farmasi Farmasyifa, Volume 4, pp 33-40; doi:10.29313/jiff.v4i1.6372

Abstract:
Lactobacillus sp merupakan salah satu spesies yang sering digunakan sebagai probiotik, namun kelemahan dari bakteri tersebut adalah tidak toleran terhadap pH rendah (asam), di cairan empedu, serta pada suhu yang tinggi. Bakteri probiotik harus tetap hidup sejak mereka dikonsumsi hingga menetap di usus. Hal ini sulit karena bakteri harus melewati pH asam ekstrim di saluran pencernaan. Tujuan dalam penelitian ini adalah meningkatkan viabilitas BAL dalam kondisi simulasi asam lambung (pH=2) dan garam empedu (ox bile 0,5%) yang diimobiliasi dengan zeolite-natrium alginat. Enkapsulasi bakteri probiotik adalah alternatif yang memberikan perlindungan bagi sel-sel hidup yang berada pada kondisi yang merugikan. Berdasarkan hasil uraian di atas maka bertujuan untuk meningkatkan jumlah kelangsungan hidup bakteri Lactobacillus sp dalam kondisi simulasi asam lambung dan garam empedu bakteri probiotik dengan menggunakan imobilisasi natrium alginat-zeolit serta mengetahui gen penghasil antibiotik pada bakteri asam laktat. Metode yang digunakan dalam imobilisasi bakteri adalah ekstrusi. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwan Imobilisasi dengan penyalut natrium alginate-zeolit mampu meningkatkan viabilitas bakteri asam laktat. Dalam kondisi simulasi lambung dan garam empedu. Bakteri asam laktat (BAL) menghasilkan bakteriosin yang dapat berfungsi untuk menghambat bakteri Gram positif dan Gram negatif berasal dari gen penghasil antimikroba yaitu terdapat gen plantaricin, casseicin, acidocin, lactacin B, helviticin Kata Kunci : Imobilisasi, Natrium Alginat, Bakteri Asam Laktat, Zeolit, Gen Antimikroba
Jurnal Ilmiah Farmasi Farmasyifa, Volume 4, pp 76-86; doi:10.29313/jiff.v4i1.6679

Abstract:
Kerontokan rambut yang sering diakhiri dengan kebotakan merupakan problema estetis yang sangat dikhawatirkan setiap orang. Rambut sehat mempunyai siklus pertumbuhan rambut yang panjang dan kelembaban yang cukup dimana pertumbuhan rambut terjadi karena sel-sel daerah matriks atau umbi rambut secara terus menerus membelah. Bahan alam yang diperkirakan berpotensi dalam pertumbuhan rambut adalah daun kecombrang (Etlingera elatior (Jack) R.M.Sm). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas ekstrak etanol daun kecombrang (Etlingera elatior (Jack) R.M. Sm) terhadap pertumbuhan rambut kelinci putih jantan dan konsentrasi mana yang memiliki aktivitas paling baik. Dalam penelitian ini dilakukan 6 perlakuan yaitu kontrol normal, kontrol negatif, kontrol positif, ekstrak etanol daun kecombrang konsentrasi 2,5%, konsentrasi 5% dan konsentrasi 10%. Perlakuan dilakukan setiap hari dengan volume pengolesan 1 ml setiap konsentrasi selama 28 hari. Pengukuran panjang rambut dilakukan pada hari ke 7, 14, 21 dan 28 menggunakan jangka sorong dan pengukuran bobot rambut dilakukan pada hari ke 28 dengan cara mencukur rambut yang tumbuh kemudian ditimbang. Data yang diperoleh diolah secara statistik dengan metode Anova. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak etanol daun kecombrang memiliki aktivitas sebagai penyubur rambut pada konsentrasi 10% serta konsentrasi yang paling baik adalah konsentrasi 10% yaitu 1,40 cm sebagai pertumbuhan rambut dalam 28 hari. Dan konsentrasi 10% memiliki bobot rambut terbesar yaitu 0,11 gram dalam 28 hari.
Mulyadi Tanjung
Jurnal Ilmiah Farmasi Farmasyifa, Volume 4, pp 25-32; doi:10.29313/jiff.v4i1.6246

Abstract:
Melicope incana is one of the plant species that belongs to family Rutaceae. Melicope produces phenolic compounds, including alkaloids, acylphloroglucinol, flavonoids, and coumarins. This study aims to isolate the acyl phloroglucinol derivatives found in M. incana seeds. Extraction of acylphloroglucinol derivatives with methanol using the maceration method at room temperature. Separation and purification using a combination of gravity column chromatography, and radial chromatography. Two acylphloroglucinol compounds have been isolated, namely 3'-geranyl-2',4',6'-trihydroxy acetophenone (1) and 3'-isoprenyl-2',4',6'-trihydroxy acetophenone (2). The structure of the two compounds was determined based on UV, IR, 1D, and 2D NMR spectroscopic analysis. Anticancer activity of compounds 1-2 against breast cancer cells MCF-7 showed IC50 values of 48.98 and 4.30 µg /mL, respectively.
Jurnal Ilmiah Farmasi Farmasyifa, Volume 4, pp 87-97; doi:10.29313/jiff.v4i1.6794

Abstract:
Kesadaran dan Pengetahuan tentang penyakit hipertensi masih sangat rendah, padahal angka kejadian hipertensi cukup tinggi. Kepatuhan dan ketidak patuhan dapat digunakan sebagai parameter tingkat pengetahuan pasien hipertensi. Kepatuhan minum obat sangatlah penting karena dengan patuh tekanan darah dapat dikontrol. Ketidak patuhan diakibatkan adanya ketidak pahaman dalam menjalankan terapi merupakan salah satu penyebab kegagalan terapi. Hal ini sering disebabkan kurangnya pengetahuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan kepatuhan pasien hipertensi di Rumah Sakit Anwar Medika. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif cross-sectional. Jumlah sampel pada penelitian ini yaitu 106 dengan menggunakan Teknik pengambilan sampel yaitu teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan pada bulan februari sampai maret 2020 dengan menggunakan kuisioner. Penelitian ini mendapatkan hasil persentase tingkat pengetahuan yaitu pengetahuan rendah 24%, pengetahuan sedang 46% dan pengetahuan tinggi 30%. Hasil persentase tingkat kepatuhan yaitu kepatuhan rendah 8%, kepatuhan sedang 63%, dan kepatuhan tinggi 28%. Berdasarkan analisis Chi Square antara pendidikan dengan pengetahuan didapatkan p value = 0,000 (
Anjar Hermadi Saputro, Riri Fauziyya
Jurnal Ilmiah Farmasi Farmasyifa, Volume 4, pp 67-75; doi:10.29313/jiff.v4i1.7067

Abstract:
Bakso dan mi basah merupakan makanan yang mudah ditemui di Indonesia. Tak heran apabila hampir disetiap pusat keramaian dan sepanjang jalan utama disetiap daerah terdapat warung makan yang menyajikan bakso dan makanan berbahan dasar mi basah. Boraks merupakan zat aditif berbahaya yang sering digunakan sebagai pengawet dan memperbaiki tekstur bakso, akan tetapi penggunaan boraks sebagai pengawet makanan dilarang di Indonesia karena dapat menyebabkan berbagai macam penyakit seperti gangguan syaraf pusat hingga gangguan pada hati. Kota Bandar Lampung merupakan Ibukota Provinsi Lampung, berdasakan Badan Pusat Statistik Kota Bandar Lampung Kecamatan Sukarame, Sukabumi dan Wayhalim menjadi 3 dari 5 besar kecamatan dengan jumlah penduduk tertinggi tahun 2020 di Kota Bandar Lampung. Penilitian ini bertujuan untuk menganalisis ada tidak nya kandungan boraks pada bakso dan mi basah yang dijual di Kecamatan Sukarame, Sukabumi dan Wayhalim di Kota Bandar Lampung. Metode pengambilan sampel pada penelitian ini adalah random sample dimana terdapat total 30 sampel bakso dan 30 sampel mi basah yang diuji. Hasil uji kualitatif kandungan boraks pada seluruh sampel menunjukkan tidak ada kandungan boraks pada bakso dan mi basah yang dianalisis (100% negatif boraks).
Ratih Aryani, Aulia Fikri Hidayat, Atika Zulfa Karimah
Jurnal Ilmiah Farmasi Farmasyifa, Volume 4, pp 41-48; doi:10.29313/jiff.v4i1.7151

Abstract:
Daun teh hijau (Camellia sinensis) mengandung senyawa polifenol katekin yang mempunyai aktivitas antioksidan. Senyawa turunan katekin terbesar di dalam teh hijau adalah EGCG (epigallocatechin gallate). Sistem penghantaran NLC (Nanostructured Lipid Carriers) dapat memperbaiki stabilitas dan ketersediaan hayati EGCG. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh formula NLC ekstrak etanol daun teh hijau berdasarkan karakteristik ukuran partikel, indeks polidispersitas dan potensial zeta. Desain dan optimasi formula dibuat dengan variasi lipid, terdiri atas lipid padat (gliseril monostearat, setil alkohol, setil palmitat, precirol ATO5, dan gelucire), lipid cair (labrafac), serta surfaktan (poloxamer 188 dan tegocare) menggunakan metode homogenisasi kecepatan tinggi dan ultrasonikasi. Formula terbaik terdiri atas 0,1% ekstrak etanol daun teh hijau, 4% lipid, dengan perbandingan lipid padat (precirol ATO 5: gelucire (4:1)) dan lipid cair (labrafac) 9:1, serta 1% poloxamer 188. Karakteristik formula NLC yang diperoleh memiliki tampilan visual koloid kehijauan, ukuran partikel 359,6 nm, indeks polidispersitas 0,296, dan zeta potensial -0,17 mV.
Retty Handayani
Jurnal Ilmiah Farmasi Farmasyifa, Volume 4, pp 105-111; doi:10.29313/jiff.v4i1.6497

Abstract:
Lipbalm preparations are a decorative cosmetic dosage form for moisturizing lips. One of the most important components of lipbalm preparations is an emollient. Emollients work by covering the damaged skin with beads of fat so that the skin of the lips becomes softer and moisturized. Arabica coffee beans (Coffea arabica L.) java preanger contain linoleic acid which functions as an emollient. This study aims to make a lipbalm formulation containing extracts of Arabica coffee beans (Coffea Arabica L). Lipbalm preparations made with variations in the concentration of coffee extract 3%, 6% and 9%. The resulting formula is then evaluated for its physical stability. The irritation test is carried out using the patch test method, testing the effectiveness of emollients using a skin analyzer. The results showed that variations in the extract of coffee used (3%, 6% and 9%) showed that the concentration of 9% was more stable. The irritation test results show that all three formulas are safe to use. Based on the results of the effectiveness test shows that the formula with a concentration of 9% gives a good emollient effect after use based on statistical tests the paired samples T-test method.Keywords : emollients, coffee bean extracts, formulation, lipbalm.
Muhammad Agus Ulil Albab
Jurnal Ilmiah Farmasi Farmasyifa, Volume 4, pp 49-56; doi:10.29313/jiff.v4i1.6542

Abstract:
Antibiotik adalah salah satu terapi yang digunakan dalam menangani infeksi, akan tetapi penggunaan antibiotik sudah menjadi resistensi akibat penggunaan yang tidak tepat. Oleh karena itu, diperlukan adanya terapi alternatif dari tumbuhan yang berpotensi tinggi sebagai antibakteri. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui aktivitas antibakteri gel ekstrak batang pepaya terhadap Staphylococcus aureus ATCC 25923 menggunakan metode difusi agar. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental. Sampel batang papaya diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan etanol 70%. Kontrol positif yang digunakan adalah gel klindamisin dan kontrol negatif adalah basis gel tanpa ekstrak. Ekstrak batang pepaya dibuat menjadi sediaan gel dengan konsentrasi 5%, 10%, dan 20%. Sediaan gel dilakukan evaluasi mencakup uji organoleptis, pH, homogenitas, daya sebar, daya lekat, dan daya proteksi selama 10 hari. Analisa statistik dilakukan dengan uji Normalitas data, Kruskal-Wallis, dan Mann-Whitney. Hasil pengujian aktivitas antibakteri gel ekstrak batang pepaya menunjukkan gel ekstrak batang pepaya mempunyai aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus ATCC 25923. Gel ekstrak batang pepaya dengan konsentrasi 5%; 10%; dan 20% secara berurutan memiliki rata-rata zona hambat sebesar 19,7±0,721 mm; 21,9±1,625 mm; dan 23,6±1,629 mm. Aktivitas antibakteri diduga berasal dari aktivitas senyawa flavonoid, tanin dan saponin dalam ekstrak batang pepaya. Gel ekstrak batang pepaya memiliki daya hambat lebih kecil dibanding dengan gel klindamisin yang memiliki rata-rata zona hambat sebesar 28±0,577 mm. Gel esktrak batang pepaya memenuhi syarat uji organoleptis, homogentis, pH, daya sebar, daya lekat, dan daya proteksi serta stabil dalam masa penyimpanan.
Risa Apriani Hilyah, Fetri Lestari, Lanny Mulqie
Jurnal Ilmiah Farmasi Farmasyifa, Volume 4, pp 1-5; doi:10.29313/jiff.v4i1.6649

Abstract:
ABSTRAKKebiasaan merokok merupakan salah satu gaya hidup yang dapat menimbulkan masalah kesehatan terutama penyakit kardiovaskular karena rokok mengandung bahan kimia beracun, salah satu diantaranya adalah gas CO. CO yang terhirup akan berikatan dengan hemoglobin sehingga kemampuan darah dalam mensuplai O2 ke jaringan menjadi berkurang. Pengukuran kadar CO menggunakan smokerlyzer menjadi metode alternatif untuk pendeteksian dini gangguan kesehatan akibat rokok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan merokok dengan kadar CO perokok di wilayah Puskesmas Antapani Kota Bandung. Penelitian bersifat observasional dengan desain case control study yang dilakukan di wilayah Puskesmas Antapani Kota Bandung. Sampel penelitian berjumlah 10 orang perokok yang diambil secara convenience sampling. Pengukuran kadar CO dilakukan dengan menggunakan smokerlyzer. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan antara kebiasaan merokok dengan kadar CO perokok di wilayah Puskesmas Antapani Kota Bandung. Jumlah rokok perhari dan lama merokok memiliki korelasi bermakna dengan kadar CO dengan nilai r=0.698) dan (r=0.755). ABSTRACTSmoking is one of habits that can cause much more health problems than cardiovascular disease because in every cigarette contain toxic chemicals, one of them CO. The inhaled carbon monoxide will be bound to the haemoglobin in blood reducing its ability to transport O2 to body tissues. CO measurement using smokerlyzer is an alternative method for early detection of a health disorder caused by smoking. This study aims to find out the correlation between smoking habits and CO levels of in a district in the city of Bandung. The study is a observasional research in design of case control study in Antapani Public Health Centre Bandung City. The samples were taken from 10 people using convenience sampling technique. The measurement of CO levels was done using smokerlyzer. The result shows that there is a correlation beetwen smoking habits and CO levels of smokers study in Antapani Public Health Centre Bandung City. The number of cigarettes a day and along time smoking is correlated with a meaningful CO levels r=0.698) and (r=0.755).
Back to Top Top