Jurnal Ilmiah Farmasi Farmasyifa

Journal Information
ISSN / EISSN : 2599-0047 / 2598-6376
Published by: Universitas Islam Bandung (10.29313)
Total articles ≅ 66
Filter:

Latest articles in this journal

Sintya Suherlan, Rohayah Rohayah,
Jurnal Ilmiah Farmasi Farmasyifa, Volume 4, pp 39-50; https://doi.org/10.29313/jiff.v4i2.7784

Abstract:
Kanker payudara merupakan suatu keadaan dimana sel telah kehilangan pengendalian dan mekanisme normalnya, sehingga terjadi pertumbuhan yang tidak normal, cepat, dan tidak terkendali pada jaringan payudara. Kanker payudara dapat menyebabkan kematian pada kaum wanita. Andrographolide merupakan salah satu senyawa antikanker yang terkandung pada tanaman sambiloto (Andrographis Paniculata (Burm F) Ness.). Adapun reseptor Human Epidermal Growth Factor Receptor 2 (HER-2) merupakan resepor yang memiliki peranan penting pada kanker payudara. Tujuan pada peneitian ini adalah untuk mengetahui afinitas dan interaksi antara senyawa Andrographolide dan Dendronpholide G dengan reseptor HER-2 secara in silico. Pada penelitian ini dilakukan identifikasi sifat fisikokimia senyawa Andrographolide dan Dendronpholide G dengan menggunakan server swiss-ADME. Kemudian senyawa tersebut dioptimasi menggunakan software Avogadro. Setelah mendapatkan konformasi senyawa uji terbaik kemudian dilakukan tahap selanjutnya yaitu simulasi molecular docking menggunakan reseptor HER-2 terhadap senyawa uji menggunakan software MGL Tools 1.5.6 yang dilengkapi Autodock Tools 4.2. Adapun hasil penelitian yang diperoleh yaitu interaksi yang terjadi pada senyawa uji Andrographolide menghasilkan energi bebas ikatan sebesar −5,42 Kcal/mol dan nilai konstanta inhibisi 105,72 nM, sedangkan Dendranpholide G menghasilkan energi bebas ikatan sebesar −3,67 Kcal/mol dan nilai konstanta inhibisi 2,05 µM. Interaksi pada senyawa Andrographolide dan Dendranpholide G dengan reseptor HER-2 yaitu 1 ikatan hidrogen (MET801) dan terdapat 4 interaksi hidrofobik (MET801, LEU726, ALA751, LEU852). Hasil dari simulasi molecular docking dapat diprediksi bahwa senyawa Andrographolide memiliki afinitas yang baik dibandingkan senyawa Dendranpholide G maka dapat dinyatakan sebagai kandidat antikanker payudara.
Hendy Suhendy
Jurnal Ilmiah Farmasi Farmasyifa, Volume 4, pp 79-86; https://doi.org/10.29313/jiff.v4i2.7617

Abstract:
Prevalensi kasus Covid-19 di Indonesia sangat tinggi dan salah satu faktor mortalitasnya adalah penyakit komorbid yang diakibatkan karena tingginya radikal bebas didalam tubuh. Antioksidan dari luar diperlukan sebagai asupan untuk menghambat radikal bebas. Jahe merah merupakan sumber antioksidan alami yang sering digunakan dalam campuran minuman karena memiliki rasa pedas. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan formulasi dan mengevaluasi aktivitas antioksidan produk minuman herbal jahe merah. Tahap pertama penelitian adalah preparasi simplisia, karakterisasi simplisia, ekstraksi simplisia jahe merah dan penapisan fitokimia ekstrak. Tahap kedua adalah formulasi minuman herbal, evaluasi produk dan evaluasi antioksidan produk menggunakan metode DPPH. Komposisi minuman herbal adalah 14,23 mL sari jahe , 57 mL susu UHT, 35,7 gram gula dan 143,07 mL air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara organoleptik produk stabil selama satu hari, sedangkan nilai pH 5,8; viskositas 16 cp (100 rpm); homogen dan cukup baik untuk uji hedonik. Evaluasi antikoksidan menunjukkan nilai IC50 asam askorbat dan produk minuman berturut-turut sebesar 6,39 μg/mL dan 8,44 μg/mL. Minuman herbal jahe merah memenuhi semua parameter standar dan minuman ini memiliki aktivitas antioksidan sangat kuat.
Amanda Marselin, Fajar A.D Hartanto, Maria P.S Utami
Jurnal Ilmiah Farmasi Farmasyifa, Volume 4, pp 51-58; https://doi.org/10.29313/jiff.v4i2.7961

Abstract:
Provinsi D.I. Yogyakarta merupakan salah satu wilayah dengan prevalensi tertinggi diabetes mellitus (DM) di Indonesia. Salah satu komplikasi yang banyak dialami pasien DM ialah terjadinya ulkus diabetik pada kaki. Dengan adanya peningkatan prevalensi diabetes menyebabkan adanya peningkatan kasus amputasi kaki karena komplikasinya. Pasien DM membutuhkan terapi farmakologis berupa obat antidiabetes oral yang harus dikonsumsi dalam jangka waktu yang lama. Kepatuhan pasien pada semua aspek dalam tata laksana terapi DM sangat penting untuk mencapai hasil terapi yang optimal, terlebih jika pasien mengalami komplikasi ulkus diabetik. Terapi farmakologi memiliki peranan untuk menjaga kadar gula darah tetap terkontrol selama pasien menjalani perawatan luka sehingga tahapan dan proses penyembuhan luka yang dialami pasien bisa berjalan optimal. Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat kepatuhan minum obat pada pasien ulkus diabetikum.Jenis penelitian termasuk penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan mix method. Tempat penelitian pada lima klinik perawatan luka di wilayah DIY. Jumlah responden 31 orang dengan teknik accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner kepatuhan obat. Berdasarkan karakteristik responden diketahui 51.6% berjenis kelamin perempuan dengan rentang usia terbanyak antara 51-60 tahun (51.6%). Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan minum obat pasien DM dengan ulkus diabetikum di wilayah DIY sebesar 45,2%. Tingkat kepatuhan minum obat pasien ulkus diabetikum di Propinsi DIY masih tergolong kurang. Hal tersebut menunjukkan perlu dilakukan intervensi mengenai kepatuhan minum obat untuk meminimalkan komplikasi lainnya.
Nandhy Agustian Luca Pratama, Annisa Meilani,
Jurnal Ilmiah Farmasi Farmasyifa, Volume 4, pp 29-38; https://doi.org/10.29313/jiff.v4i2.7783

Abstract:
Kanker merupakan pertumbuhan sel abnormal yang tidak terkendali di dalam tubuh dan dapat merusak sel normal. Keganasan yang paling sering didiagnosis akibat kanker pada pria ialah kanker prostat. Senyawa turunan kurkuminoid (kurkumin, demestoksikurkumin, dan bisdemetoksikurkumin) diketahui memiliki kemampuan dalam menghambat reseptor androgen. Reseptor androgen ini berperan penting dalam pertumbuhan sel kanker prostat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui afinitas senyawa turunan kurkuminoid yang paling baik terhadap reseptor androgen secara in silico. Penelitian ini menggunakan metode molecular docking dengan tahap awal identifikasi sifat fisikokimia menggunakan server Swiss-ADME, selanjutnya prediksi toksisitas menggunakan perangkat lunak Toxtree versi 3.1.0, optimasi geometri menggunakan perangkat lunak Avogadro versi 1.1.0, validasi dan simulasi molecular docking menggunakan perangkat lunak MGL Tools versi 1.5.6 yang dilengkapi AutoDock Tools versi 4.2, dan pada tahap akhir yaitu analisis hasil molecular docking menggunakan perangkat lunak BIOVIA Discovery Studio Visualizer 2019. Berdasarkan hasil penelitian ini telah berhasil dilakukan uji in silicosenyawa turunan kurkuminoid terhadap reseptor androgen. Berdasarkan hasil simulasi molecular docking, senyawa bisdemetoksikurkumin merupakan senyawa yang memiliki afinitas paling baik dibandingkan dengan senyawa lainnya, secara kuantitatif dari hasil docking didapat ikatan energi bebas (∆G) dan konstanta inhibisi (Ki) yang lebih kecil.
Indra Topik Maulana
Jurnal Ilmiah Farmasi Farmasyifa, Volume 4, pp 66-78; https://doi.org/10.29313/jiff.v4i2.7971

Abstract:
Dunaliella salina merupakan mikroalga halotolerant yang mampu bertahan dan tumbuh pada kondisi lingkungan yang ekstrim. Upaya Dunaliella salina untuk bertahan adalah dengan meningkatkan produksi senyawa karotenoid serta senyawa lainnya. Tingkat salinitas yang tinggi, defisiensi Nitrogen, serta pengaruh suhu dan pencahayaan terbukti memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan Dunaliella salina serta meningkatkan produksi β-karoten. Tingginya kadar β-karoten memiliki hubungan erat terhadap peningkatan aktivitas sitotoksik Dunaliella salina terhadap sel kanker. Beberapa penelitian telah membuktikan (baik melalui uji invitro maupun invivo) bahwa Dunaliella salina baik yang dikultur pada media normal maupun hasil modifikasi mampu menghambat pertumbuhan sel kanker melalui beragam mekanisme. 9-Cis- β-Carotene (9CβC) merupakan jenis β-karoten yang banyak diproduksi secara alami oleh Dunaliella salina dan terbukti memiliki aktivitas sitotoksik lebih baik dibandingkan dengan β-karoten sintetik yang memiliki bentuk geometri All Trans β-Carotene (ATβC). Meskipun memiliki aktivitas sitotoksik, namun Dunaliella salina tetap aman dan selektif dalam menghambat pertumbuhan sel.
Fitrianti Darusman
Jurnal Ilmiah Farmasi Farmasyifa, Volume 4, pp 12-21; https://doi.org/10.29313/jiff.v4i2.7535

Abstract:
Ibuprofen sebagai obat antipiretik, analgesik, dan antiinflamasi termasuk dalam obat Biopharmaceutical Classification System (BCS) kelas II yang memiliki sifat kelarutan praktis tidak larut air. Untuk meningkatkan kelarutannya, dibentuk kompleks inklusi dengan senyawa β-siklodekstrin yang merupakan senyawa oligosakarida siklik yang memiliki gugus hidrofobik pada bagian dalam rongga dan gugus hidrofilik pada permukaan luarnya. Pembentukan kompleks inklusi dibuat dalam perbandingan mol1:1, 1:2 dan 2:1 dengan metode kopresipitasi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pembentukan kompleks inklusi ibuprofen-β-siklodekstrin terhadap kelarutan dan laju disolusi dalam dapar HCl 0,2 M pH 1,2 dan dapar fosfat 0,01 M pH 7,4. Pembentukan kompleks inklusi ibuprofen-β-siklodekstrin dengan metode kopresipitasi pada perbandingan mol 1:1, 1:2 dan 2:1 terbukti dapat meningkatkan kelarutan dan laju disolusi ibuprofen yang dibandingkan terhadap ibuprofen murni dan campuran fisik keduanya. Namun yang signifikan terjadi pada kompleks inklusi ibuprofen-β-siklodekstrin perbandingan mol 2:1 dengan nilai efisiensi disolusi pada menit ke-60 yaitu sebesar 80,708%.
Azlaini Yus Nasution
Jurnal Ilmiah Farmasi Farmasyifa, Volume 4, pp 22-28; https://doi.org/10.29313/jiff.v4i2.6915

Abstract:
Ikan patin merupakan salah satu komoditas unggulan ikan air tawar yang mudah dibudidayakan dan mempunyai kandungan minyak yang cukup banyak sehingga mempunyai potensi untuk diekstrak sebagai sumber asam lemak. Kerusakan minyak yang sering terjadi adalah ketengikan yang disebabkan oleh proses oksidasi. Untuk mencegah terjadinya oksidasi perlu ditambahkan antioksidan. Antioksidan yang digunakan adalah ekstrak kunyit sebagai antioksidan alami. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh hasil evaluasi minyak ikan patin (Pangasius hypophthalmus) yaitu angka peroksida dan kadar asam lemak bebas dengan penambahan ekstrak kunyit sebagai antioksidan alami. Angka peroksida minyak ikan patin berturut–turut dengan waktu penyimpanan 0 dan 7 hari pada kontrol yaitu 2,06 meq/kg; dan 3,57 meq/kg, dan pada larutan uji yaitu 1,78 meq/kg; dan 3,22 meq/kg. Hasil pengujian kadar asam lemak bebas berturut–turut dengan waktu penyimpanan 0 dan 7 hari pada kontrol yaitu 3,05%; dan 3,32%, dan pada larutan uji sebesar 1,44%; dan 2,33%. Angka peroksida dan kadar asam lemak bebas pada minyak ikan patin yang ditambahkan antioksidan ekstrak kunyit rata-rata lebih rendah dibandingkan minyak ikan patin tanpa penambahan antioksidan.
Ika Kartikasari
Jurnal Ilmiah Farmasi Farmasyifa, Volume 4, pp 1-11; https://doi.org/10.29313/jiff.v4i2.6819

Abstract:
Depresi merupakan penyakit gangguan mental yang ditandai dengan perasaan tertekan secara terus-menerus yang dapat mempengaruhi mood, perilaku maupun kesehatan fisiknya. Menurunnya produktivitas kerja, ketergantungan narkotika dan psikotropika, gangguan dalam hubungan sosisal bahkan sampai bunuh diri merupakan dampak yang ditimbulkan akibat depresi. Obat-obat depresi yang biasa digunakan adalah obat-obat sintetik dimana obat-obat antidepresan ini menimbulkan beberapa efek samping diantaranya hipotensi, kejang, mulut kering, mual muntah serta penglihatan kabur. Untuk menghindari kondisi tersebut dapat digunakan pengobatan alternatif dari tanaman, salah satunya famili Rubiaceae yang berpotensi sebagai antidepresan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tanaman-tanaman yang berpotensi sebagai antidepresan dari famili Rubiaceae. Metode yang digunakan yaitu dengan melakukan studi pustaka terkait dengan tanaman famili Rubiaceae yang memiliki aktivitas antidepresan yang terdapat pada jurnal yang bertaraf nasional maupun internasional yang diterbitkan dalam 10 tahun terakhir. Dari hasil penelitian terdapat 7 tanaman famili Rubiaceae yang memiliki potensi sebagai antidepresan diantaranya tanaman Morinda citrifolia Linn, Coffea sp, Uncaria rhynchophylla, Uncaria lanosa Wallich var. appendiculata Ridsd, Mitragyna speciosa Korth, hamelia patents, dan Nuclea latifolia Smith. Tanaman yang memiliki aktivitas antidepresan yang paling tinggi adalah tanaman Coffea sp, Uncaria rhynchophylla dan Mitragyna speciosa Korth dengan dosis 10 mg/kg.
Fajar Ira Juwita, Yuda Jatnika
Jurnal Ilmiah Farmasi Farmasyifa, Volume 4, pp 59-65; https://doi.org/10.29313/jiff.v4i2.8120

Abstract:
Pengetahuan seputar gangguan saat haid atau menstruasi pada wanita adalah salah satu hal yang dibutuhkan dalam keputusan memilih untuk mengunjungi layanan kesehatan atau mengkonsumsi obat tradisional contohnya jamu kunyit asam. Pada masyarakat terdapat persepsi yang beragam tentang penggunaan sediaan jamu kunyit asam bermerek yang sudah berlabel halal. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan hasil signifikan mengenai persepsi pengambilan keputusan terhadap jamu kunyit asam sebagai sediaan halal ditengah penerapan Undang-Undang Jaminan Produk Halal. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kuantitatif menggunakan kuesioner dan skala likert kepada seluruh civitas akademika (mahasiswa, karyawan dan dosen) di STIKES Notokusumo Yogyakarta. Hasil yang didapat dari penelitian ini adalah responden umumnya mengalami gangguan saat menstruasi dan menggunakan jamu kunyit asam sebagai alternatif terapinya. Responden memiliki persepsi yang baik dalam proses produksi jamu kunyit asam yang halal namun memiliki sikap yang netral terhadap keputusan pembelian jamu kunyit asam yang belum berlabel halal
Retty Handayani
Jurnal Ilmiah Farmasi Farmasyifa, Volume 4, pp 105-111; https://doi.org/10.29313/jiff.v4i1.6497

Abstract:
Lipbalm preparations are a decorative cosmetic dosage form for moisturizing lips. One of the most important components of lipbalm preparations is an emollient. Emollients work by covering the damaged skin with beads of fat so that the skin of the lips becomes softer and moisturized. Arabica coffee beans (Coffea arabica L.) java preanger contain linoleic acid which functions as an emollient. This study aims to make a lipbalm formulation containing extracts of Arabica coffee beans (Coffea Arabica L). Lipbalm preparations made with variations in the concentration of coffee extract 3%, 6% and 9%. The resulting formula is then evaluated for its physical stability. The irritation test is carried out using the patch test method, testing the effectiveness of emollients using a skin analyzer. The results showed that variations in the extract of coffee used (3%, 6% and 9%) showed that the concentration of 9% was more stable. The irritation test results show that all three formulas are safe to use. Based on the results of the effectiveness test shows that the formula with a concentration of 9% gives a good emollient effect after use based on statistical tests the paired samples T-test method.Keywords : emollients, coffee bean extracts, formulation, lipbalm.
Back to Top Top