CAKRAWALA LINGUISTA

Journal Information
ISSN / EISSN : 2597-9779 / 2597-9787
Published by: STKIP Singkawang (10.26737)
Total articles ≅ 14
Filter:

Latest articles in this journal

Lili Yanti
Published: 23 January 2019
CAKRAWALA LINGUISTA, Volume 1; doi:10.26737/cling.v1i2.879

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif Co-op Co-op terhadap keterampilan menulis teks eksposisi siswa kelas VII B SMP Negeri 1 Singkawang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan One Group Pre-test Post-test Design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 1 Singkawang. Sampel penelitian dengan teknik simpel random sampling, yaitu kelas VII B SMP Negeri 1 Singkawang. Alat pengumpul data yang digunakan berupa lembar tes. Hasil validasi soal tes dalam penelitian ini berkategori tinggi. Reliabilitas instrumen tes diperoleh koefisien reliabilitas sebesar 0,786 dengan kategori cukup dan layak digunakan pada penelitian. Hasil rata-rata nilai pre-test dan post-test masing-masing sebesar 64,24 dan 86,58. Analisis Paired-Sampel T-Test dengan taraf signifikansi 0,05, diperoleh nilai sig (2 tailed) = 0,000, karena sig (2 tailed) < 0,05 maka ditemukan model pembelajaran kooperatif Co-op Co-op memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keterampilan menulis teks eksposisi pada siswa kelas VII B SMP Negeri 1 Singkawang. Model pembelajaran kooperatif Co-op Co-op sebaiknya diterapkan pada materi pelajaran bahasa Indonesia yang lain dan di sekolah lainnya sebagai pembanding hasil temuan.
Susan Neni Triani
Published: 23 January 2019
CAKRAWALA LINGUISTA, Volume 1; doi:10.26737/cling.v1i2.876

Abstract:
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masyarakat yang menjalani kehidupan sehari-hari melalui tindakan sosial yang selalu manusia dituntut untuk berhubungan dengan orang lain. Karena hubungan inilah, maka tingkah laku seseorang sangat rentan untuk dipengaruhi. tujuan pelaksanaan penelitian ini adalah pendeskripsian tindakan tradisional, tindakan afeksi, tindakan instrumental, tindakan rasionalitas nilai dan implementasi terhadap pembelajaran bahasa Indonesia dalam novel Kerumunan Terakhir. Metode penelitian ini adalah metode deskriptif dengan bentuk penelitian kualitatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiologi sastra. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis teks deskriptif. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan teknik Teknik menguji, keabsahan data, membaca kritis, kecukupan referensi, triangulasi. Berdasarkan hasil analisis terhadap novel Kerumunan Terakhir karya Okky Madasari. Maka dapat disimpulkan: (1) Peneliti menemukan 8 kutipan yang berhubungan dengan tindakan tradisional (2) Peneliti menemukan 30 kutipan yang berhubungan dengan tindakan afeksi (3) Peneliti menemukan 28 kutipan yang berhubungan dengan tindakan instrumental (4) Peneliti menemukan 19 kutipan yang berhubungan dengan tindakan rasionalitas nilai (5) Implementasi terhadap pembelajaran adalah pembelajaran tindakan tokoh utama dapat diterapkan pada siswa kelas XII dengan materi menganalisis teks novel baik melalui lisan maupun tulisan dan menggunakan metode tanya jawab dan diskusi.
Mardian Mardian
Published: 23 January 2019
CAKRAWALA LINGUISTA, Volume 1; doi:10.26737/cling.v1i2.878

Abstract:
Penyebab terjadinya interferensi bahasa daerah dalam konteks formal di SMA Kota Singkawang; (2) bentuk interferensi bahasa daerah dalam konteks formal di SMA Kota Singkawang; dan (3) implementasi hasil penelitian terhadap rencana pembelajaran di sekolah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif. Bentuk penelitian ini adalah kualitatif. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas X IPS SMA Negeri 9 Singkawang, siswa kelas X MIA SMA Negeri 6 Singkawang, siswa kelas X MIA 1 SMA Negeri 2 Singkawang, siswa kelas X IPA 2 SMA Negeri 7 Singkawang, dan siswa kelas X IPS 2 MA Ushuluddin Singkawang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode simak khususnya teknik sadap. Alat pengumpul data yang digunakan adalah alat perekam dan kartu data. Teknik analisis data terdiri dari tahap persiapan data dan tahap hasil analisis. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan cara triangulasi. Jadwal penelitian berlangsung selama tiga bulan. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat 123 interferensi yang meliputi 89 interferensi fonologi, 34 interferensi morfologi yang terdiri dari 7 prefiks, 3 konfiks, 23 sufiks, 3 reduplikasi dan 1 abreviasi. Penyebab terjadinya interferensi adalah kedwibahasaan siswa, tipisnya kesetiaan pemakai bahasa penerima, dan terbawanya kebiasaan dalam bahasa ibu. Selanjutnya penelitian ini dapat diimplementasikan pada pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA kelas X semester 1 Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dengan Standar Kompetensi (SK) 2. Mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi melalui kegiatan berkenalan, berdiskusi, bercerita dan Kompetensi Dasar (KD) 2.1. Memperkenalkan diri dan orang lain di dalam forum resmi dengan intonasi yang tepat.
Fitri Fitri
Published: 23 January 2019
CAKRAWALA LINGUISTA, Volume 1; doi:10.26737/cling.v1i2.877

Abstract:
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keinginan penulis untuk mengetahui makna mantra yang digunakan oleh masyarakat Tionghoa, khususnya marga Lay yang berada di Kota Singkawang. Masalah dalam penelitian ini adalah “Bagaimanakah makna dalam Mantra Pengobatan Etnis Tionghoa Marga Lay di Kota Singkawang?” Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan makna dalam mantra pengobatan etnis Tionghoa Marga Lay di Kota Singkawang. Manfaat penelitian ini ialah untuk menambah ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan bidang semantik karya sastra khususnya pada mantra. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini, yakni metode deskriptif. Bentuk penelitian yang digunakan yakni bentuk kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah semua kutipan mantra yang terdapat dalam mantra pengobatan etnis Tionghoa marga Lay di Kota Singkawang. Sumber data dalam penelitian ini adalah mantra pengobatan etnis Tionghoa Marga Lay di Kota Singkawang. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik wawancara dan perekaman. Instrument utama dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri dengan alat bantu yakni kartu pencatat data dari hasil perekaman data yang dilakukan. Teknik pengecekan keabsahan data menggunakan ketekunan pembacaan, kecukupan referensi, dan teknik triangulasi
Debby Alya Pratiwi
Published: 23 January 2019
CAKRAWALA LINGUISTA, Volume 1; doi:10.26737/cling.v1i2.874

Abstract:
The poetry of research by W.S Rendra is aimed to describe social condition of society in Indonesia. Social conditions are in the form of social status, poverty, and arbitrariness of the government. The theory used to examine these poems is the theory of genetic structuralism and uses the sociological approach of the work. The method used in this research is qualitative research. The data source used is 3 poems by W.S Rendra. While the data is a quote from a collection of poems W.S Rendra which contains elements of social criticism. Data collection techniques used in this study is literature study techniques. In this research data collection is by reading the collection of poems by W.S Rendra and look for aspects that contain elements of social criticism in a collection of poems by W.S Rendra. The data research procedure used is reading poetry, collecting data in the form of quotation. Data analysis technique used is content analysis technique. The results of this study indicate that there are several social problems in Indonesia that have been criticized by W.S Rendra into a poem of his creation.
Zulfahita Zulfahita
Published: 23 January 2019
CAKRAWALA LINGUISTA, Volume 1; doi:10.26737/cling.v1i2.875

Abstract:
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ketertarikan untuk mengetahui aktivitas psikis yang terdapat dalam novel Pasung Jiwa. Adapun alasan memilih aktivitas psikis karena dengan mengetahui berbagai aktivitas psikis manusia, maka pembaca dapat melihat gambaran kejiwaan dari masing-masing tokoh yang baik dan yang buruk, tetapi tidak untuk ditiru perbuatan yang merugikan orang lain. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana gejala kognitif tokoh utama, gejala afektif tokoh utama, gejala konatif tokoh utama, gejala campuran tokoh utama, dan implementasi terhadap rencana pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia dalam novel Pasung Jiwa karya Okky Madasari. Tujuan dalam penelitian ini adalah pendeskripsian gejala kognitif tokoh utama, gejala afektif tokoh utama, gejala konatif tokoh utama, gejala campuran tokoh utama. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Data dalam penelitian ini adalah berupa kutipan-kutipan (kata, frasa, dan bentuk kalimat). Dari hasil analisis terhadap novel Pasung Jiwa karya Okky Madasari, maka dapat disimpulkan (1) Gejala kognitif yaitu perhatian, pengamatan, tanggapan, fantasi, ingatan, pikiran, dan intuisi. (2) Gejala afektif yaitu perasaan, affek dan stemming, suasana hati, simpati dan empati. (3) Gejala konatif yaitu refleks, kebiasaan, nafsu, keinginan, kecendrungan. (4) Implementasi terhadap pembelajaran adalah pembelajaran aktivitas psikis tokoh utama dapat diterapkan pada siswa XI dengan materi menganalisis unsur-unsur ekstrinsik dan intrinsik novel Indonesia dan terjemahan dan menggunakan metode Two Stay Two Stray
Febri Irawan
Published: 23 January 2019
CAKRAWALA LINGUISTA, Volume 1; doi:10.26737/cling.v1i2.873

Abstract:
Penelitian ini mengkaji makna simbol dalam Karungut Antang Ngambun menjelaskan tentang (1) petanda (2) Penanda yang mencakup makna simbol-simbol budaya dalam Karungut Antang Ngambun bagi kehidupan suku Dayak Ngaju Kalimantan Tengah yang bertujuan memberi pengetahuan mengenai makna yang terkandung dalam kebudayaan masyarakat Kalimantan pada zaman nenek moyang yang berisi petuah-petuah kehidupan yang sangat berpengaruh bagi kehidupan sosial masyarakat sekarang. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode fenomenologi. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan semiotika Ferdinand De Saussure. Sumber data yang digunakan berupa audio dari informan yang berasal dari suku Dayak Ngaju Kalimantan Tengah. Hasil penelitian yang telah diteliti menjelaskan bahwa banyak sekali simbol makna yang terselubung didalam Karungut Antang Ngambung yang meliputi simbol kelemah lembutan, simbol kasih sayang, simbol sikap pantang menyerah, simbol kepercayaan dan simbol budaya.
La Ino Mbangi, La Ode Sidu Marafad
Published: 29 March 2018
CAKRAWALA LINGUISTA, Volume 1; doi:10.26737/cling.v1i1.496

Abstract:
Language Culambacu spoken by ethnic Culambacu contained in North Konawe district. This language has several dialects such as Lamonae dialect in Wiwirano Subdistrict, Landawe dialect in Oheo Subdistrict of North Konawe Regency, and Torete dialect is on the east coast of Konawe Regency in Waworaha Village. Tolaki language is spoken by ethnic tolaki located in Konawe District. This language has two dialects of Konawe dialect and Mekongga dialect. Based on the results of the analysis using lexicostatistic method found kinship relationship between Culambacu language with Tolaki language quantitatively is 39% vocabulary that is related to error rate 230. Both languages are separated from proto language estimated 3070 ± 230 years ago.
Ariyanti Ariyanti, Umar Fauzan
Published: 29 March 2018
CAKRAWALA LINGUISTA, Volume 1; doi:10.26737/cling.v1i1.494

Abstract:
This study is aimed to explore techniques used by the lecturer in teaching pronunciation to EFL university students. In addition, the students’ preferences towards the techniques used by the lecturer are also pointed out by the use of direct observation to the classroom and semi-structured interview to the students. As a result, Oral Drill and Modeling appear to be the most techniques used by the lecturer and get the students’ preference in 20%. Meanwhile, the use of Real Object only appears once along the researchers’ observation which also takes 20% of the students’ preference. The last result which is obtained by the researchers is that the use of games attracts the students’ attention with 40% of preference. Interestingly, the students promote positive attitudes when the lecturer is applying the games to have them practice their pronunciation. They feel enjoyable and can acquire the pronunciation subject easier. Those findings imply that an evaluative assessment is needed in order to gain better quality of the students’ English pronunciation and reflect what technique seems to give more significant effect to the students’ production in pronunciation.
Titin Setiartin
Published: 29 March 2018
CAKRAWALA LINGUISTA, Volume 1; doi:10.26737/cling.v1i1.491

Abstract:
The DRTA strategy is basically designed for group reading teaching. This strategy has received great attention from language teachers over the last two decades because of its ease and emphasis on developing high-minded processes. In addition, DRTA involves an active understanding and exchange of ideas among learners. Effective also in directing the social dynamics of learning groups of learners. Individual and group predictions about the content of reading are developed on the basis of individual backgrounds and information contained in the text. This strategy requires teachers to create hypotheses and make predictions about the content of the reading. Group dynamics will generate predictions and provide opportunities for learners to link these predictions with reading content. The purpose of this study is to describe the effectiveness of DRTA strategy in reading comprehension learning; describe the improvement of the ability of learners in reading fairy tales. The result of the research can be known based on the gain index of the initial and final test of the experimental class and control class, there is an increasing difference between the learning by using DRTA strategy and the learning using conventional strategy from percentage gain improvement in the experimental class higher than the control class. While the gain index of the experimental class is 0.57 (including the medium category) with the lesson using the DRTA strategy and for the control class with the gain index of 0.45 (including the medium category) with the reading comprehension learning conventional strategy. From the difference of gain, index can be concluded that there is a difference of understanding between learners who learn by using DRTA strategy with students who study conventionally. Between the two experimental classes, the average value of learners who learn to use DRTA is higher than that of learners who learn to use conventional learning. Constructivists view that learning is a process of assimilating and connecting the experience or material learned with the understanding it has for the understanding to develop.
Back to Top Top