Jurnal MIPA

Journal Information
EISSN : 2302-3899
Published by: Universitas Sam Ratulangi (10.35799)
Total articles ≅ 294
Filter:

Latest articles in this journal

Fantry Nurhayati Kadir, Max Revolta Jhon Runtuwene, Vanda Silvana Kamu
Published: 22 March 2021
Jurnal MIPA, Volume 10, pp 45-50; https://doi.org/10.35799/jmuo.10.2.2021.33592

Abstract:
Telah dilakukan penelitian mengenai kandungan total fenolik, flavonoid dan tanin terkondensasi dari hasil pemisahan kromatografi kolom dan uji aktivitas antibakteri fraksi daun sesewanua terhadap bakteri Streptococcus mutans dan escherecia coli. Pemisahan kromatografi kolom dimulai dengan proses ekstraksi maserasi menggunakan pelarut metanol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan total fenolik tertinggi pada fraksi metanol yaitu 135,497 mg/g, kandungan total flavonoid tertinggi pada fraksi etil asetat yaitu 102,647 mg/g dan kandungan total tanin terkondensasi tertinggi pada fraksi metanol yaitu 53,543 mg/g. Uji aktivitas antibakteri menggunakan konsentrasi fraksi 40%, 60% dan 80% dilakukan sebanyak tiga kali pengulangan. Larutan DMSO 10% digunakan sebagai kontrol negatif dan kloramfenikol sebagai kontrol positif. Hasil menunjukkan bahwa fraksi n-heksana tidak memiliki zona hambat sedangkan fraksi etil asetat dan fraksi metanol daun sesewanua dapat menghambat bakteri Streptococcus mutans dan Escherecia coli. Konsentrasi fraksi 80% menunjukkan zona hambat yang paling besarResearch has been conducted on the total content of phenolics, flavonoids and condensed tannins from the results of column chromatography separation. Antibacterial activity test of leaf fractions was also performed against Streptococcus mutans and Escherecia coli. The separation of column chromatography was initialized with the process of maceration using methanol as solvents. The highest total phenolic content obtained in the methanol fraction was 135.497 mg/g, the highest total flavonoid content obtained in the ethyl acetate fraction was 102.647 mg/g and the highest total condensed tannin content in the methanol fraction was 53.543 mg/g. Antibacterial activity test was done triplicates using the 40%, 60% and 80% fraction. DMSO 10% was apllied as the negative control and chloramphenicol as the positive control. The results showed that the n-hexane fraction did not have an inhibition zone while the ethyl acetate fraction and the methanol fraction of the leaves can inhibit Streptococcus mutans and Escherecia coli. Moreover, 80% fraction showed the largest inhibition zone.
Yolanda Margareta Ambarita, John Socrates Kekenusa, Luther Alexander Latumakulita
Published: 4 August 2020
Jurnal MIPA, Volume 10, pp 5-9; https://doi.org/10.35799/jmuo.10.1.2021.30538

Abstract:
Pendidikan merupakan komponen yang penting dalam pembangunan suatu negara. Dalam upaya pembangunan pendidikan diperlukan kebijakan yang disesuaikan dengan karakteristik suatu wilayah. Tujuan penelitian ini adalah memetakan Kabupaten/Kota yang memiliki kemiripan berdasarkan beberapa variabel pendidikan juga mengetahui korelasi antar variabel pendidikan dengan menggunakan analisis biplot. Data yang digunakan adalah data sekunder tahun 2018 yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Utara dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Hasil dari analisis biplot penelitian ini menunjukkan bahwa Kabupaten/Kota yang memiliki karakteristik pendidikan yang relatif sama yaitu Kepulauan Sangihe, Kabupaten Minahasa Tenggara, dan Kabupaten Siau Tagulandang Biaro. Dimana keragaman yang terbesar terjadi pada jumlah SMP/sederajat, dan keunggulan dari suatu objek terdapat pada Kabupaten Bolaang Mongondow Utara memiliki nilai tertinggi pada variabel Angka Partisipasi Kasar (APK) SMP/sederajat. Kemudian variabel - variabel yang memiliki korelasi positif yaitu Angka Partisipasi Kasar (APK) SD/sederajat dan Angka Partisipasi Murni (APM) SD/sederajat yang artinya jika nilai Angka Partisipasi Kasar (APK) SD/sederajat bertambah, maka bertambah pula nilai Angka Partisipasi Murni (APM) SD/sederajat begitu juga sebaliknyaMathematics is one of the subjects that is taught in every educational stage, yet the fact shows that mathematics remains the one subject feared by students, and this condition can affect the students’ learning outcome. One of the factors which affects the learning outcome is the teacher’s teaching skill, which does not only involve their skill in a particular field, but also their creativity in developing that occupied field as well as their readiness to learn, where this will form the first step in initiating the teaching and learning activity. So this study was conducted to find out the relationship of the teacher’s teaching skill and readiness to learn with the mathematics learning outcome in class X IPS SMAN 7 Manado, using the Chi-Square test. The Chi-Square test is used to determine the relationship of a dependent variable with an independent variable, depending on a nominal or ordinal scale. This research has shown that there is no significant relationship between the teacher’s teaching skill and readiness to learn with the students’ learning outcome (p < 0,05)
Widya Astuty Lolo, Weny Indayany Widodo, Deby Afriani Mpila
Published: 4 August 2020
Jurnal MIPA, Volume 10, pp 10-14; https://doi.org/10.35799/jmuo.10.1.2021.30639

Abstract:
Perencanaan dan pengadaan obat merupakan salah satu fungsi penting dalam tahapan manajemen logistik obat, termasuk obat antibiotik. Sistem pengelolaan yang baik akan menjamin tersedianya obat sesuai dengan kebutuhan pasien. Analisis ABC Indeks Kritis dapat digunakan untuk menentukan prioritas obat yang akan diadakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perencanaan dan pengadaan obat antibiotik di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Advent Manado menggunakan analisis ABC Indeks Kritis. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Data primer diperoleh dari 8 orang responden yang mengisi kuesioner dan data sekunder diperoleh dari Instalasi Farmasi, Bagian Logistik dan Bagian Keuangan. Data yang diperoleh dianalisis dengan metode ABC Indeks Kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari total 63 item obat antibiotik, 6 item merupakan kelompok A (9,52%), 29 item merupakan kelompok B (46,03%), dan 28 item merupakan kelompok C (44,44%). Metode ABC Indeks Kritis dapat membantu rumah sakit dalam melakukan perencanaan dan pengadaan obat secara efisien dengan mempertimbangkan nilai pakai, nilai investasi dan nilai kritis obat.Drug planning and procurement is one of the most important function in steps of logistics management, include antibiotic drugs. A good management system will ensure the medical availability of drugs according to patient needs. The ABC critical index analysis can be used to prioritize drug procurement. This study aim to analyze the planning and procurement of antibiotic drugs in Pharmacy Installation at Manado Adventist Hospital by using ABC critical index analysis. The design of this research was quantitative descriptive study. Primary data were obtained from 8 respondents who filled the questionnaires; and secondary data were obtained from Pharmacy Installation, Logistic Division and Finance Division. Data were analyzed with ABC critical index method. The result of ABC critical index analysis showed that 63 antibiotic drug items were found, respectively, amounting for 6 (9.52%), 29 (46.03%) and 28 (44.44%) of drug items were found to be category A, B and C items. ABC critical index method can help hospital drug management in order to planning and procurement the drug efficiently by considering the use value, investment value, and critical value of drug.
Meyffi Merrylin Jacobus, Julius Pontoh, Audy Denny Wuntu
Published: 4 August 2020
Jurnal MIPA, Volume 10, pp 15-18; https://doi.org/10.35799/jmuo.10.1.2021.31201

Abstract:
Telah dilakukan penelitian pengaruh metode transesterifikasi minyak kepala ikan tuna (Thunnus albacares) menggunakan pereaksi metanol dan etanol. Tujuan penelitian ini untuk menentukan pengaruh pereaksi metanol dan etanol pada proses transesterifikasi. Metodologi penelitian yang digunakan pada transesterifikasi minyak ikan tuna yaitu dengan menggunakan dua reaktan sumber alkil yaitu metanol dan etanol. Alkil ester asam lemaknya dianalisa dengan kromatografi gas. Transesterifikasi menggunakan pereaksi metanol dilakukan dengan katalis asam BF3 dan pereaksi etanol dilakukan dengan katalis basa NaOH dan KOH. Hasil penelitian menunjukan bahwa kandungan asam lemak utama dalam minyak ikan pada kepala tuna adalah DHA, palmitat dan linoleat. Transesterifikasi minyak ikan dengan metode asam ( BF3 dan metanol ) dan basa ( NaOH dan etanol ) menghasilkan komposisi beberapa asam lemak yang berbeda. Asam lemak DHA memiliki nilai tertinggi pada pereaksi etanol dengan katalis KOH yaitu 33.55%. Asam lemak palmitat 23,09% lebih tinggi pada pereaksi etanol dengan katalis NaOH. Asam lemak linolelaidat lebih tingi pada transesterifikasi menggunakan pereaksi metanol dengan katalis BF3 yaitu 20,98%Research on the effect of the transesterification method of tuna fish head oil (Thunnus albacares) using methanol and ethanol reagent has been carried out. The purpose of this study was to determine the effect of methanol and ethanol reagents on the transesterification process. The research methodology used in the transesterification of tuna fish oil (Thunnus albacares) is by using two alkyl source reactants, namely methanol and ethanol where the fatty acid alkyl esters were analyzed by gas chromatography. Transesterification using methanol reagent was carried out with BF3 acid catalyst and ethanol reagent was carried out with alkaline NaOH and KOH catalysts. The results showed that the main fatty acid content in fish oil in tuna's head was DHA, palmitate and linoleic. Transesterification of fish oil using acid (BF3 and methanol) and alkaline (NaOH and ethanol) methods resulted in the slightly different of fatty acid composition. DHA fatty acid has the highest content in ethanol reagent with KOH catalyst, namely (33.55%). Palmitic fatty acid (23.09%) was higher in the ethanol reagent with NaOH catalyst. And linolelaidic fatty acid was higher in transesterification using methanol reagent with BF3 catalyst, namely (20.98%).
As'ari As'Ari, Seni Herlina Juita Tongkukut, Sarmaria Panjaitan, Iftita Anugraini Akasi, Meidy Rosalie Pulu
Published: 4 August 2020
Jurnal MIPA, Volume 10, pp 41-44; https://doi.org/10.35799/jmuo.10.1.2021.31483

Abstract:
Daerah sumber gempa bumi biasanya terdapat pada patahan-patahan yang aktif dan daerah batas lempeng. Data sumber gempa dibutuhkan sebagai bahan evaluasi potensi bencana alam gempa bumi. Sulawesi Utara merupakan daerah yang mempunyai posisi dekat dengan pertemuan tiga lempeng, yaitu Lempeng Pasifik, Lempeng Eurasia dan Lempeng Indo Australia. Patahan Manado merupakan satu patahan yang terdapat di Sulawesi Utara melewati Kota Manado. Keberadaan patahan di pesisir Kota Manado memerlukan identifikasi lebih lanjut menggunakan survei geofisika bawah permukaan. Penelitian bertujuan mengidentifikasi parameter fisis patahan di Pesisir pantai Kota Manado. Eksplorasi dilakukan menggunakan metode geolistrik tahanan jenis konfigurasi dipol-dipol. Data diolah dengan menggunakan perangkat lunak Res2dinv, dan dihasilkan tampang lintang resistivitas 2 dimensi bawah permukaan bumi. Pada lintasan 1 yang terletak di reklamasi pantai, Patahan Manado diidentifikasi sebagai rekahan dengan nilai resistivitas ρ ≤ 20 Ωm, lebar patahan 10-60 m dan kedalaman sampai 20 m. Pada lintasan 2 yang terletak di daratan rekahan dengan nilai resistivitas ≤ 128 Ωm, lebar patahan 10-40 m dan kedalaman sampai 20 m. Rekahan pada lintasan 1 terisi material yang mengandung air laut, sedang rekahan pada lintasan 2 terisi material yang mengandung air tawar. Akuifer air tawar di daratan pesisir pada jalur patahan tidak terintrusi oleh air lautThe source areas for earthquakes are usually at active faults and plate boundary areas. Earthquake source data are needed as material for evaluate the potentiation of earthquake natural disaster. North Sulawesi is an area that has a position close to the meeting point of three plates, namely the Pacific Plate, Eurasian Plate and the Indo-Australian Plate. The Manado Fault is a fault located in North Sulawesi through the city of Manado. The existence of the fault on the coast of Manado City requires further identification using subsurface geophysical surveys. This study aims to identify the physical parameters of the fault on the coast of Manado City. Exploration is carried out using the geoelectric resistivity method of dipole-dipole configuration. The data is processed using Res2dinv software, and the result is a 2-dimensional resistivity cross section of the earth subsurface. On line 1 which is located at beach reclamation, the Manado Fault is identified as a fracture with a resistivity value of ρ ≤ 20 Ωm, a fault width of 10-60 m and a depth of up to 20 m. On line 2 which is located on the fracture land with a resistivity value ρ ≤ 128 Ωm, the fault width is 10-40 m and a depth of up to 20 m. The fracture on track 1 is filled with material containing sea water, while the fracture on line 2 is filled with material containing fresh water. Freshwater aquifers in coastal land on the fault line are not intruded by sea water
Jainer Pasca Siampa, Julianri Sari Lebang, Irma Antasionasti, Nurmiati Nurmiati
Published: 4 August 2020
Jurnal MIPA, Volume 10, pp 19-24; https://doi.org/10.35799/jmuo.10.1.2021.31146

Abstract:
Paparan sinar matahari dengan kandungan radiasi UV merupakan salah satu faktor pencetus radikal bebas penyebab penuaan dini (Photoaging), yang ditandai dengan hiperpigmentasi, kerutan, dan menurunnya elastisitas kulit. Solusi permasalahan ini adalah penggunaan antioksidan yang dapat menangkal terbentuknya radikal bebas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat formula krim antioksidan dari ekstrak perikarpium kulit manggis dengan perbedaan penetration enhancer untuk mendapatkan persentase penetrasi dan retensi terbaik di kulit. Ekstrak perikarpium buah manggis dibuat dengan metode maserasi menggunakan etanol 70% kemudian diukur aktivitas antioksidannya dan kandungan fenoliknya, selanjutnya digunakan sebagai bahan aktif dalam formula krim. Formula F1-F3 dibuat kemudian dievaluasi karakteristik fisiknya dan dilakukan pengujian penetrasi secara in vitro. Pengujian penetrasi secara in vitro dilakukan terhadap F2 dan F3 yang mengandung ekstrak. Hasil IC50 ekstrak terhadap DPPH sebesar 7,514 µg/mL dan kandungan fenolik sebesar 112,70 ± 0,80 mgGAE/g. Nilai persentase penetrasi, persentase retensi, dan nilai flux secara berturut-turut untuk F2 sebesar 9,96% ± 0,075%; 37,951% ± 0,103%; 3,037 ± 0,023 µg/cm2.jam dan F3 sebesar 7,872% ± 0,078% ; 33,874% ± 0,259%; 2,400 ± 0,024 µg/cm2.jam. Dari hasil analisis statistik, disimpulkan bahwa F2 adalah formula terbaik dengan karakteristik fisik yang homogen, memiliki warna kekuningan, tipe emulsi m/a, pH sediaan 6, daya lekat 11,05 ± 0,87 detik, dan diameter daya sebar 6,20 ± 0,10 cm.Sun exposure with UV radiation is one of the triggers for free radicals that cause premature aging (photoaging), characterized by hyperpigmentation, wrinkles, and decreased skin elasticity. The solution to this problem is the use of antioxidants that can prevent the formation of free radicals. The purpose of this study was to formulate an antioxidant cream dosage form from pericarpium extract of mangosteen pericarpium with different penetration enhancers to obtain the best percentage of penetration and retention in the skin. Pericarpium extract of mangosteen fruit was prepared by maceration method using 70% ethanol, then the antioxidant activity and the phenolic content were measured and were used as an active ingredient in the cream formula. Formula F1-F3 were made, their physical characteristics were evaluated, and in vitro penetration testing was carried out. In vitro penetration testing was carried out on F2 and F3 containing extracts. The IC50 value of the extract against DPPH was found to be 7.514 µg/mL and the phenolic content was found to be 112,70 ± 0,80 mgGAE/g. The percentage of penetration, retention percentage, and flux value were 9.96% ± 0.075%, 37.951% ± 0.103%, 3.037 ± 0.023 µg/cm2.hour respectively for F2 and 7.872% ± 0.078% , 33.874% ± 0.259%, 2.400 ± 0.024 µg/cm2.hour, respectively for F3. From the results of statistical analysis, it was concluded that F2 was the best formula with homogeneous physical characteristics, had a yellowish color, emulsion type w/o, pH value of 6, adhesion of 11.05 ± 0.87 seconds, and diameter of spreadability of 6.20 ± 0.10 cm.
Regina Octavia Marta Pogalin, Charles Eferain Mongi, Nelson Nainggolan
Published: 4 August 2020
Jurnal MIPA, Volume 10, pp 1-4; https://doi.org/10.35799/jmuo.10.1.2021.30416

Abstract:
Pendidikan merupakan komponen yang penting dalam pembangunan suatu negara. Dalam upaya pembangunan pendidikan diperlukan kebijakan yang disesuaikan dengan karakteristik suatu wilayah. Tujuan penelitian ini adalah memetakan Kabupaten/Kota yang memiliki kemiripan berdasarkan beberapa variabel pendidikan juga mengetahui korelasi antar variabel pendidikan dengan menggunakan analisis biplot. Data yang digunakan adalah data sekunder tahun 2018 yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Utara dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Hasil dari analisis biplot penelitian ini menunjukkan bahwa Kabupaten/Kota yang memiliki karakteristik pendidikan yang relatif sama yaitu Kepulauan Sangihe, Kabupaten Minahasa Tenggara, dan Kabupaten Siau Tagulandang Biaro. Dimana keragaman yang terbesar terjadi pada jumlah SMP/sederajat, dan keunggulan dari suatu objek terdapat pada Kabupaten Bolaang Mongondow Utara memiliki nilai tertinggi pada variabel Angka Partisipasi Kasar (APK) SMP/sederajat. Kemudian variabel - variabel yang memiliki korelasi positif yaitu Angka Partisipasi Kasar (APK) SD/sederajat dan Angka Partisipasi Murni (APM) SD/sederajat yang artinya jika nilai Angka Partisipasi Kasar (APK) SD/sederajat bertambah, maka bertambah pula nilai Angka Partisipasi Murni (APM) SD/sederajat begitu juga sebaliknyaEducation is an important component of country development. To educational development, the regulation which is adaptable to characteristics of a region is required. The purposes of this research are to implement the biplot analysis method to mapping Districts that have similar characteristics based on the educational variable and knowing the correlation between educational variables. This research used secondary data obtained from the North Sulawesi Central Statistics Agency (BPS) and the Ministry of Education and Culture. The results from biplot analysis showed that Sangihe Island Regency, Southeast Minahasa Regency, Siau Tagulandang Biaro Regency has similar characteristics, the number of junior high school has the biggest variance, Bolaang Mongondow Utara has the biggest value in Gross Enrollment Ratio (GER) Junior High School, Gross Enrollment Ratio (GER) Elementary School and Net Enrollment Ratio (NER) Elementary School has positive correlations, it means when one variable decreases as the other variable decreases or one variable increases while the other increases
Yusnita Usman, Rahmatullah Muin
Published: 4 August 2020
Jurnal MIPA, Volume 10, pp 25-30; https://doi.org/10.35799/jmuo.10.1.2021.31188

Abstract:
Potensi limbah cangkang telur (CT) ayam ras di Indonesia cukup besar yakni dihasilkan + 133.703 ton per tahunnya. Penyusun utama dari cangkang tersebut adalah kalsium karbonat (CaCO3) sebesar + 98% dapat berfungsi memblok sinar ultraviolet yang akan terpapar pada kulit. Penelitian ini bertujuan untuk membuat formula dan penentuan nilai sun protecting factor (SPF) secara in vitro krim dari limbah cangkang telur ayam ras. Formula dibuat dengan perbedaan konsentrasi cangkang telur F1(10%) dan F2 (15%). Kemudian dilakukan evaluasi karakteristik fisik yang meliputi uji organoleptis, tipe emulsi, kriming, viskositas dan pH serta inversi fase sebelum dan setelah kondisi dipercepat selama 10 siklus. Selanjutnya ditentukan nilai SPF menggunakan spektrofotometer UV-VIS pada panjang gelombang 290-320 nm dan hasil pengukurannya dihitung menggunakan rumus SPF. Data hasil evaluasi kestabilan fisik krim dianalisis menggunakan SPSS dengan uji T parsial dengan tingkat kepercayaan 95% dan signifikansi dianggap bermakna jika P<0,05. Sedangkan nilai SPF dianalisis berdasarkan kategori proteksi tabir surya. Hasil penelitian menunjukkan F1 dan F2 memiliki stabilitas fisik yang memadai. Hasil uji nilai SPF baik CT 7500; CT 9000, F1 dan F2 menunjukkan tidak ada perbedaan kategori proteksi UV. Semua kelompok menunjukkan aktivitas uv protektif dengan kategori ekstra.The potential of chicken eggshell waste in Indonesia is quite large, which is produced + 133.703 every years. The main constituent of this shell is 98% of calcium carbonate (CaCO3) which functions to block ultraviolet light that will be exposed to the skin. This study aims to make a formula and determine the sun protecting factor (SPF) by in vitro test of cream from waste of this eggshells. The formula was made with difference concetration of this eggshell F1 (10%) and F2 (15%). Then the evaluation of physical characteristics includes organoleptic test, emulsion type, creaming, viscosity and pH as well as phase inversion before and after the accelerated condition for 10 cycles. Furthermore, the SPF was determined using a UV-VIS spectrophotometer at a wavelength of 290-320 nm and the measurement results were calculated using the SPF formula. The data from the evaluation of the physical stability of the cream were analyzed using SPSS with a partial T test with a confidence level of 95% and the significance was considered significant if P <0.05. Meanwhile, the SPF value was analyzed based on the sunscreen protection category. The results showed that F1 and F2 had adequate physical stability. The SPF value test results are CT 7500; CT 9000, F1 and F2 showed no difference in the UV protection category. All groups showed extra category protective UV activity.
Pience Veralyn Maabuat, Marnix Langoy
Published: 4 August 2020
Jurnal MIPA, Volume 10, pp 31-35; https://doi.org/10.35799/jmuo.10.1.2021.31297

Abstract:
Kabupaten Kepulauan Talaud Merupakan salah satu daerah administratif Propinsi Sulawesi Utara yang sedang giat-giatnya melakukan pembangunan hampir di semua bidang, terutama pariwisata. Daerah yang merupakan gugusan pulau-pulau besar yaitu pulau Karakelang, Salibabu, Nanusa dan Mangaran ini menyimpan potensi tinggi menyangkut keanekaragaman hayati, terutama biota laut. Salah satu contoh yaitu keberadaan jenis lamun yang mendukung secara biologis dan ekologis di pesisir pantai hampir diseluruh pulau, namun informasi menyangkut jenis dari lamun yang ada di Talaud belum sepenuhnya terdata dan masih sedikit. Untuk itu penelitian ini dilakukan untuk mengetahui jenis lamun, yang tersebar di pesisir Pulau Karakelang. Penelitian ini juga penting untuk dilakukan selain untuk memberikan informasi sebagai data base, juga dapat dijadikan dasar untuk pengambilan keputusan sebagai salah satu upaya untuk konservasi sumberdaya dan perairan laut. Metode yang digunakan yaitu metode transek kuadrat dan setiap lamun dalam plot kuadrat 1m x 1m akan diidentifikasi menggunakan buku identifikasi lamun. Analisis data keanekaragaman menggunakan rumus Shannon-wienner. Hasil penelitian diperoleh 7 (tujuh) jenis lamun yaitu Enhalus acoroides, Thalassia hemprichii, Cymodocea rotundata, Cymodocea serrulata, Syringodium isoetifolium, Halodule pinifolia, Halophila ovalis. Analisis keanekaragaman H’ = 1.29 menunjukkan keanekaragaman di lokasi penelitian sedangTalaud Islands Regency is one of the administrative areas of North Sulawesi Province which is actively carrying out development in almost all fields, especially tourism. The area, which is a cluster of large islands, namely the islands of Karakelang, Salibabu, Nanusa and Mangaran, has high potential regarding biodiversity, especially marine biota. One example is the existence of biologically and ecologically supported types of seagrass on the coasts of almost all islands, however information regarding the types of seagrass in Talaud has not been fully recorded and is still scanty. For this reason, this study was conducted to determine the types of seagrass that are scattered on the coast of Karakelang Island. This research is also important to do in addition to providing information as a data base, it can also be used as a basis for decision making as an effort to conserve marine resources and waters. The method used is the quadratic transect method and each seagrass in the 1m x 1m square plot will be identified using a seagrass identification book. Diversity data analysis used the Shannon-wienner formula. The results obtained 7 (seven) types of seagrass, namely
Rirchard Christian Telleng, Verna Albert Suoth, Hesky Stevy Kolibu
Published: 4 August 2020
Jurnal MIPA, Volume 10, pp 36-40; https://doi.org/10.35799/jmuo.10.1.2021.31387

Abstract:
Lampu adalah sumber cahaya buatan yang digunakan untuk membantu aktivitas manusia dan merupakan salah satu alat yang mengkonsumsi daya listrik terbanyak. Pencahayaan lampu pada saat ini hanya dikontrol secara manual dengan dua keadaan yang tentunya kurang efisien. Pengontrolan intensitas cahaya secara otomatis mampu meningkatkan efisiensi penggunaan lampu dari segi energi maupun pada pencahayaan agar mengikuti standar. Penelitian ini menggunakan sensor LDR sebagai pendeteksi cahaya, sensor ultrasonik (HC-SR04) sebagai pendeteksi jarak dan IC LM317 untuk mengatur tegangan. Logika fuzzy digunakan sebagai pengontrol intensitas cahaya yang diprogram ke modul Arduino Uno R3. Komponen ini disatukan dalam ruangan kecil yang berukuran 30 x 30 x 30 cm sebagai prototipe. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem mampu mengatur pencahayaan ruangan sesuai SNI 03-6575-2001 dan dapat mendeteksi keluar-masuknya orang di ruangan. Perbandingan konsumsi daya selama 4 jam antara lampu dengan sistem dan yang tidak adalah sebesar 0.008027 kWH atau sekitar 57.21% dari daya yang dikonsumsi secara keseluruhan.Lamp is an light source that is used to assist humans and its one of the device that consumes a lot of electric power. Lighting lamps at this time only controlled manually with two conditions which is certainly less efficient. Controlling the intensity of the light automatically can increase the efficiency of used energy and lighting to follow the standards. This research uses the LDR sensor as a light detector, ultrasonic sensor (HC-SR04) as a proximity sensor and LM317 IC to regulate the voltage. Fuzzy logic is used to control the light intensity which programmed into the Arduino Uno R3 module. These components are put together in a small room with a length = 30, width = 30 and height = 30 cm as a prototype. The results show that the system is able to regulate room lighting according to SNI 03-6575-2001 and can detect if people moving in and out of the room. The comparison of power consumption for 4 hours between lights that are connected with the system and without connection is equal to 0.008027 kWH or about 57.21% of the total power consuming.
Back to Top Top