Journal Information
ISSN / EISSN : 0852-2626 / 2615-8698
Published by: Universitas Sam Ratulangi (10.35792)
Total articles ≅ 478
Filter:

Latest articles in this journal

M F Darimin, M A.V Manese, E Wantasen
Published: 11 January 2022
ZOOTEC, Volume 42, pp 33-39; https://doi.org/10.35792/zot.42.1.2022.39120

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan daging babi pada rumah makan di Kota Tomohon. Penelitian ini dilaksankan di kota Tomohon pada bulan Juni 2021 sampai dengan bulan Juli 2021. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara pada responden pemilik rumah makan dengan menggunakan kuisioner yang telah disiapkan. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data primer dan data sekunder. Penentuan sampel menggunakan metode purposive sampling berdasarkan pertimbangan bahwa Kota Tomohon merupakan salah satu daerah yang memiliki usaha rumah makan yang menjual daging babi, jumlah rumah makan yang menjual menu daging babi di Kota Tomohon sebesar 32 unit. Model analisis yang digunakan adalah analisis linier berganda yaitu untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah permintaan daging babi. Hasil analisis regresi linier berganda yang berpengaruh sangat nyata terhadap permintaan daging babi pada rumah makan yaitu alokasi pengeluaran untuk membeli daging babi dengan koefisien regresi 0,957 dan berpengaruh nyata yaitu jumlah menu daging babi dengan koefisien regresi 0,075, jumlah pelanggan dengan koefisien regresi 0,085 dan dummy menjual sate dan menjual selain sate dengan koefisien regresi 0,035.
Y D Sipayung, E Wantasen, L S Kalangi
Published: 11 January 2022
ZOOTEC, Volume 42, pp 40-51; https://doi.org/10.35792/zot.42.1.2022.39121

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan pedagang daging babi di Pasar Tradisional Kota Pematangsiantar pada masa pandemi Covid-19. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Penentuan lokasi sampel di Pasar Horas dan Pasar Parluasan menggunakan metode Purposive Sampling. Jumlah pedagang di kedua pasar yaitu 40 pedagang, dimana 17 pedagang dari Pasar Horas dan 23 pedagang dari Pasar Parluasan. Seluruh pedagang daging babi di kedua pasar ini dipilih menjadi responden (Total Sampling). Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif serta menggunakan analisis regresi data panel. Pendapatan pedagang daging babi mengalami penurunan sebesar 36 % pada saat pandemi Covid-19. Berdasarkan hasil analisis regresi dapat disimpulkan bahwa biaya pemasaran, jumlah pembeli dan dummy covid-19 berpengaruh signifikan terhadap pendapatan pedagang sedangkan curahan waktu kerja tidak memberikan pengaruh yang singnifikan terhadap pendapatan pedagang daging babi di Pasar Tradisional Kota Pematangsiantar.  
C M Danupoyo, B Rorimpandey, F H Elly
Published: 11 January 2022
ZOOTEC, Volume 42, pp 15-24; https://doi.org/10.35792/zot.42.1.2022.38914

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis besar pendapatan peternak sapi dan pengaruh variabel-variabel (jumlah kepemilikan ternak, biaya pakan, biaya tenaga kerja dan pengalaman beternak) terhadap pendapatan peternak sapi di Desa Saleo Kecamatan Bolangitang Timur Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Saleo dengan waktu penelitian selama satu bulan yaitu dari bulan Januari – Februari 2021. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara pada responden peternak sapi dengan menggunakan kuisioner yang telah disiapkan. Penentuan sampel adalah purposive sampling yaitu teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu sesuai dengan tujuan penelitian, atas dasar pertimbangan bahwa petani peternak memiliki minimal 2 ekor ternak sapi dan minimal sudah 3 tahun beternak. Jumlah pendapatan petani peternak sapi di Desa Saleo Kecamatan Bolangitang Timur Kabupaten Bolaang Mongondow Utara rata-rata dalam setahun sebesar Rp. 23.573.167. Secara simultan variabel jumlah ternak sapi, variabel biaya pakan, variabel biaya tenaga kerja serta variabel pengalaman beternak berpengaruh nyata terhadap pendapatan peternak sapi sedangkan secara parsial variabel biaya pakan dan pengalaman beternak tidak nyata berpengaruh terhadap pendapatan.  
C J Masengie, T. F.D Lumy, I D.R Lumenta
Published: 11 January 2022
ZOOTEC, Volume 42, pp 59-67; https://doi.org/10.35792/zot.42.1.2022.40515

Abstract:
BENEFITS ANALYSIS OF BAT TRADERS IN TOMOHON CITY TRADITIONAL FAITH MARKETS. This study aims to determine how much profit bat traders get at the Tomohon Traditional Faith Market. This research was conducted at the Tomohon City Faith Traditional Market in December 2020 – March 2021 with a total of 10 bat traders as respondents. This study uses the Total Sampling method using primary and secondary data. This study is to analyze the profits of bat traders and find out what factors affect the profits of bat traders by using profit analysis and panel data regression analysis. Based on the results of this study indicate that the profit of bat traders for 6 months from a total of 10 respondents is Rp.134.929.333 with an average profit per month of Rp.2.248.822 for each respondent while for the factors that influence the the advantages of bat traders in the Tomohon City Faith Traditional Market are the number of bats sold and the selling price of the bats.
T.A. Ransaleleh, F.A. Kristi, M.M.H. Kawatu, M.J. Nangoy
Published: 11 January 2022
ZOOTEC, Volume 42, pp 52-58; https://doi.org/10.35792/zot.42.1.2022.39303

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari serta mengetahui preferensi pakan yang dikonsumsi Pteropus alecto di penangkaran/ex-situ. Pakan yang diberikan selama penelitian adalah buah pepaya, pisang dan mangga yang sudah matang, Materi penelitian yang digunakan yaitu sembilan ekor kelelawar Pteropus alecto yang terdiri dari empat ekor jantan dan lima ekor betina yang dipelihara dalam kandang dengan menggunakan metode observasi. Hasil penelitian diperoleh: a. total konsumsi pakan sebanyak 7530 g/hari, b. persentase konsumsi buah pisang (26,07 %), buah pepaya (22,36 %) dan buah mangga (18,47%), c. preferensi buah pisang (0.782), buah pepaya (0.670) dan buah mangga (0.554), d. buah yang pertama kali dipilih kelelawar Pteropus alecto untuk di konsumsi pada minggu pertama yaitu buah pepaya, minggu kedua sampai ke empat terjadi perubahan dimana kelelawar Pteropus alecto lebih memilih buah pisang untuk dikonsumsi pertama kali. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa preferensi pakan kelelawar pemakan buah (Pteropus alecto) di penangkaran/ex-situ secara berurutan adalah buah pisang, pepaya dan mangga. Kata kunci : Preferensi pakan, Pteropus alecto, Penangkaran/ex-situ
S. Mandjurungi, D.B.J. Rumondor, M.R. Tinangon, E.H.B. Sondakh
Published: 11 January 2022
ZOOTEC, Volume 42, pp 9-14; https://doi.org/10.35792/zot.42.1.2022.38517

Abstract:
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui level penggunaan santan terhadap sifat kimia dari produk abon berbahan baku daging ayam pelur afkir. Materi penelitian terdiri dari daging ayam petelur afkir, santan kelapa, bumbu pembuatan abon. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan perakuan penambahan santan kelapa yang terdiri dari p1 150 mL, p2 200 ml, p3 250 mL, dan p4 300 mL dengan komposisi daging untuk setiap perlakuan sebanyak 300 g. Setiap perlakuan masing-masing diulang sebanyak 4 kali. Variabel yang diamati adalah kadar air, protein, lemak dan kolestrol. Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan santan kelapa memberikan pengaruh yang berbeda tidak nyata (P>0,05) terhadap nilai kadar air, protein dan kolestrol, tetapi terhadap nilai lemak menunjukan pengaruh yang berbeda nyata (P<0,05). Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa penggunaan santan kelapa sampai pada 150 - 300 mL dengan komposis daging 300 g sudah dapat mempertahankan kandungan nutrien terdiri dari kadar air, protein, lemak dan kolestrol produk ayam petelur afkir. Kata Kunci : abon, daging ayam afkir, santan kelapa.
G.V.E. Pelealu, M.J. Nangoy, D. Tarore
Published: 11 January 2022
ZOOTEC, Volume 42, pp 25-32; https://doi.org/10.35792/zot.42.1.2022.39008

Abstract:
Capung merupakan kelompok serangga yang termasuk dalam filum arthropoda dan tergolong dalam ordo odonata. Keanekaragaman capung dalam ekosistem memiliki peranan yang besar seperti: sebagai salah satu komponen keanekaragaman hayati yang memegang peranan penting dalam rantai makanan, sebagai musuh alami, dan sebagai indikator kualitas lingkungan perairan. Sungai Rayow merupakan salah satu habitat capung. Sungai ini terletak di desa Kembes, Kabupaten minahasa, Provinsi Sulawesi Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis keanekaragaman jenis capung di sungai Rayow, Kembes, Minahasa. Prosedur penelitian yang digunakan meliputi survey lokasi penelitian, menentukan titik pengambilan sampel, pengambilan sampel, dan identifikasi di laboratorium dengan menggunakan buku identifikasi. Penelitian dilapangan menggunakan metode purposive random sampling. Analisis data meliputi kelimpahan (N), indeks kekayaan jenis (R), indeks Keanekaragaman jenis (H’), dan indeks kemerataan (E). indeks keanekaragaman jenis menggunakan indeks Shanon-wienner. Hasil penelitian ditemukan kelimpahan capung yang ditemukan di sungai Rayow sebanyak 1002 individu, yang terdiri dari 2 sub ordo, 6 familli, 13 genus, dan 21 jenis capung. Indeks keanekaragaman jenis capung tertinggi ditemukan di sungai Kawasan hutan sekunder sebesar 2,67 selanjutnya diikuti sungai area perkebunan 2,57, dan indeks keanekaragaman terendah ditemukan disungai Kawasan pemukiman 2,28. Kesimpulan berdasarkan penelitian capung yang ditemukan di sungai Rayow, Kembes, Minahasa terdiri dari 21 jenis capung. Indeks keanekaragaman capung tertinggi ditemukan pada stasiun 1 yaitu di sungai ekosistem hutan sekunder 2,67 kemudian diikuti oleh sungai Kawasan perkebunan 2,57 dan yang terendah ditemukan di sungai area pemukiman 2,28. Indeks keanekaragaman jenis capung di sungai Rayow, Kembes, Minahasa dikategorikan keanekaragaman sedang. Kata kunci: Capung, Indeks keanekaragaman, Sungai Rayow
E.S. Umboh, C.I.J. Sumolang, M.M. Telleng
Published: 11 January 2022
Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaan agronomi sorgum varietas Pahat fase soft doughyang ditanam dengan kepadatan tanam benih dalam lubang berbeda. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 5 ulangan sehingga diperoleh 20 satuan percobaan. Perlakuan yang diberikan yaitu tingkat kepadatan tanam yang terdiri dari KT1 = 1 benih/lubang, KT2 = 2 benih/lubang, KT3 = 3 benih/lubang, dan KT4 = 4 benih/lubang. Variabel yang diukur terdiri dari tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, lebar daun, dan panjang daun. Hasil analisis keragaman menunjukkan bahwa perlakuan memberikan pengaruh berbeda sangat nyata (P<0,01) terhadap tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, lebar daun, dan panjang daun. Uji lanjut BNJ menunjukkan bahwa tingkat kerapatan tanam KT2 memiliki tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, lebar daun, dan panjang daun yang sangat nyata (P0,05) dengan KT3. Dari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa tingkat kerapatan tanam KT2 (2 benih/lubang) memberikan hasil terbaik pada karakter agronomi sorgum varietas Pahat fase soft dough.Kata Kunci : karakter agronomi, sorgum Pahat, Kerapatan tanam, 
H.J. Kiroh, E.H.B. Sondakh, S.C. Rimbing
Published: 9 July 2021
ZOOTEC, Volume 41, pp 550-560; https://doi.org/10.35792/zot.41.2.2021.37224

Abstract:
REFLECTION OF INTEREST OF THE TUMINTING VILLAGE COMMUNITY TOWARDS THE DEVELOPMENT OF QUAIL BUSINESS AS A SOLUTION TO SUPPORT THE FAMILY ECONOMY IN THE NEW NORMAL. The purpose of the study was to explore the level of interest of the Tuminting Village community towards the development of quail business as a solution to support the family economy and to find an overview of the basic understandings that the Tuminting Village community had known if their quail farming business would be developed with simple technology. The variables measured in the community were: level of education, community work and income, community interest in quail business, understanding of village officials on quail farming. The data or information collected was analyzed simply by calculating the percentage and then presented in the form of a bar chart, while the results of other observations would be described descriptively, including describing things that were seen and received directly from the community as the object under study. The results of the research on public interest in quail business showed that there were around 32.02% interested in developing quail cultivation in the New Normal Covid-19 period. The level of basic understanding of the Tuminting Village community towards quail development efforts from the results of the study was shown to be 51.09%. Meanwhile, the understanding of village officials in supporting quail farming by the community illustrated that more than 56.25% did not understand, but they strongly support the development of quail cultivation and the value was around 84.75%. The conclusion was that although the number of people who did not understand was still very high, they still have a high interest in participating and in developing the quail farming business as a support for the family economy during the New Normal Covid-19 period. Keywords: Community interest, village officials, quail, new normal covid-19
S. M. Sembor, H. Liwe, N.N. Lontaan, M.R. Imbar
Published: 9 July 2021
ZOOTEC, Volume 41, pp 379-388; https://doi.org/10.35792/zot.41.2.2021.35545

Abstract:
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kualitas fisik dan kimia produk salami ayam petelur afkir menggunakan tepung sorgum (Sorghum bicolor L.) sebagai bahan pengisi dalam pengolahan salami. Penelitian dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan P0 (0%), P1(2,5%), P2 (5%), P3 (7,5%) dan P4 (10%) setiap perlakuan diulang 4 kali. Parameter yang diukur sifat fisik meliputi daya mengikat air, susut masak dan keempukan; pengujian kimia/proksimat yang terdiri dari kadar air, kadar protein, kadar lemak, dan karbohidrat. Data hasil penelitian diolah menggunakan analisis sidik ragam dan dilanjutkan dengan Uji Tukey. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa mutu kimia seperti kadar air 46,56%, protein 16,08%, lemak 22,03% dan karbohidrat 13,89%; mutu fisik seperti susut masak menurun dari 24,77% - 19,63%; DIA meningkat dari 26,03 % - 36,44%; keempukan meningkat dari 136,75% - 181,75%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penggunaan tepung sorgum (Sorghum bicolor L.) sebagai bahan pengisi pembuatan salami ayam petelur afkir sebanyak 10%, bakteri asam laktat 2% dan yeast 2%. Kata kunci: Tepung sorgum, ayam petelur afkir, salami
Back to Top Top