Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada

Journal Information
ISSN / EISSN : 23546093 / 26544563
Current Publisher: Akademi Keperawatan Sandi Karsa (10.35816)
Total articles ≅ 106
Filter:

Latest articles in this journal

Ahmad Zidane Sagareno, Sutarto Sutarto
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, Volume 11, pp 8-12; doi:10.35816/jiskh.v11i1.197

Abstract:
Proses belajar membutuhkan konsentrasi agar mencapai hasil belajar yang diharapkan. Data dari hasil pengukuran konsentrasi belajar bermanfaat dalam evaluasi pembelajaran. Namun angket pengukuran konsentrasi belajar sangat terbatas sehingga penelitian mengenai konsentrasi belajar pada mahasiswa sangat sulit. Oleh karena itu, diperlukan angket yang valid untuk mengumpulkan data konsentrasi belajar pada mahasiswa. Studi ini bertujuan untuk melakukan uji validitas angket pada subyek mahasiswa. Metode yang digunakan pada uji validitas ini adalah analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Uji statistik yang digunakan adalah uji korelasi Pearson Product Moment dan uji reabilitas dengan internal consistency. Hasil didapatkan seluruh item pada uji validitas angket di atas 0,3 dan uji reabilitas angket nilai cronbach alpha 0,924. Kesimpulan angket SLCQ-I memenuhi syarat validitas dan reabilitas sehingga dinyatakan valid dan reliabel.
Tusy Triwahyuni, Ismalia Husna, Devita Febriani Putri, Miya Medina
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, Volume 11, pp 365-371; doi:10.35816/jiskh.v11i1.291

Abstract:
Latar Belakang: Demam Berdarah Dengue adalah penyakit yang disebabkan oleh virus serotipe 1-4 (DEN-1, DEN-2, DEN-3, DEN-4). Masuknya virus ke dalam tubuh manusia sampai menimbulkan gejala memiliki jangka waktu 3-5 hari. Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan kondisi lingkungan rumah dengan keberadaan jentik nyamuk Ae. aegypti di wilayah kerja puskesmas Way Kandis Bandar Lampung. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain studi cross sectional. Sampel pada penelitian ini sebanyak 100 sampel. Teknik sampling yang digunakan adalah Total sampling. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi dan kuesioner. Analisa data yang digunakan adalah chi-square test. Hasil: Hasil analisis statistik menggunakan uji Chi-square menunjukan variabel yang berhubungan dengan keberadaan jentik Ae.aegypti adalah genangan air (P value = 0,039; OR= 2,729). Variabel yang tidak berhubungan antara lain keberadaan tanaman hias, keberadaan jarak antar rumah, kebiasaan menggantung pakaian, keberadaan kawat kasa. Kesimpulan: Genangan air merupakan kondisi lingkungan rumah yang memiliki hubungan dengan keberadaan jentik Ae. aegypti di kelurahan Way Kandis sedangkan keberadaan tanaman hias, keberadaan jarak antar rumah, kebiasaan menggantung pakaian, keberadaan kawat kasa tidak memiliki hubungan dengan keberadaan jentik Ae. aegypti di kelurahan Way Kandis.
Ade Utia Detty, Neno Fitriyani, Toni Prasetya, Brigita Florentina
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, Volume 11, pp 258-264; doi:10.35816/jiskh.v11i1.261

Abstract:
Diabetes melitus memiliki berbagai macam komplikasi kronik dan yang paling sering ditemui adalah ulkus diabetikum. Insiden ulkus diabetikum setiap tahunnya adalah 2% di antara semua pasien dengan diabetes dan 5 – 7,5% di antara pasien diabetes dengan neuropati perifer. Tujuan : Mengetahui karakteristik ulkus diabetikum pada penderita diabetes melitus pada penderita Diabetes Melitus di RSUD dr.H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung tahun 2018. Metode : Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif. Teknik sampling yang digunakan pada penelitian ini adalah total sampling. Hasil : Dari 119 pasien, pasien ulkus diabetikum paling banyak pada usia lansia akhir sebanyak 55 sampel, berdasarkan jenis kelamin adalah perempuan dengan total 71 sampel, berdasarkan riwayat penyakit keluarga adanya riwayat penyakit keluarga sebanyak 101 sampel, berdasarkan lama rawat inap paling banyak pada 0-5 hari dengan total 94 sampel, berdasarkan terapi paling banyak dengan tindakan bedah dengan total 98 sampel. Simpulan : Karakterisitik ulkus diabetikum didominasi oleh perempuan berusia lansia dan rata-rata pasien ulkus memiliki riwayat keluarga yg memiliki penyakit diabetes melitus, dirawat pada 0-5 hari dan terapi yang digunakan dengan tindakan bedah.
Rita Agustina, Zulhafis Mandala, Ressy Nirmala Indah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, Volume 11, pp 252-257; doi:10.35816/jiskh.v11i1.258

Abstract:
Thalasemia merupakan kelainan darah genetik yang dapat menyebabkan hemolysis pada hemoglobin. Sehingga penderita harus mendapatkan transfusi seumur hidup. Transfusi dilakukan secara terus-menerus, hal ini yang menyebabkan penderita thalasemia β mayor mengalami penumpukan zat besi dalam tubuh. Sehingga kadar Feritin dan enzim SGOT dan SGPT dapat mengalami peningkatan pada penderita thalasemia β mayor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara feritin serum dengan enzim SGOT dan SGPT pada pasien thalasemia β mayor.Penelitian ini menggunakan jenis penelitian analitik dengan pendekatan cross-sectional. Subjek dalam penelitian berjumlah 60 sampel. Teknik pengambilan sampel menggunakan purvosive sampling. Pengumpulan data menggunakan rekam medik pasien.Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat (Chi-square).Hasil analisis statistik menggunakan uji Chi-Square menunjukan p-value sebesar 0,005 (p-value
Agung Assirri
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, Volume 11, pp 585-590; doi:10.35816/jiskh.v11i1.352

Abstract:
Burns are injuries with the highest morbidity and disability in the hospital. Extensive and deep burn injuries are still the main cause of death. Children and parents are at risk for deeper burns because their dermis is thinner. Burns can be caused by touches of heat, electrical current or chemicals that affect the skin, mucosa, and tissues. Prevalence from 1997-2002 there were 17,237 children under 5 years received emergency treatment at 100 hospitals in America. The prevalence of burns in Indonesia is 2.2%. Burns can give fatal complications including shock conditions, infections, electrolyte fluid imbalances and respiratory distress. In addition to physical complications, burns can also cause severe emotional (trauma) and psychological distress due to disability and scars. Effective drugs for treating burns that have been widely known so far, such as silver sulfadiazine, bacitracin and mafenide acetate are anti-microbial agents. Kiwi (Actinidia deliciosa) is a plant that contains many phytochemical compounds such as flavonoids, triterpenoids, and quinone. In addition, kiwifruit has high levels of antioxidants and nutritional value, rich in vitamin C, fiber, calcium, iron, phosphorus and potassium and a higher phenolic content than strawberries, guava, papaya and starfruit which can treat wounds to second degree burns.
Nanang Dismiantoni, Anggunan Anggunan, Nia Triswanti, Rina Kriswiastiny
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, Volume 11, pp 30-36; doi:10.35816/jiskh.v11i1.214

Abstract:
Latar Belakang: Merokok merupakan overt behavior dimana perokok menghisap gulungan tembakau. Dalam hal ini dimaksud bahwa merokok adalah menghisap gulungan tembakau yang dibungkus dengan kertas. Riwayat keturunan adalah apabila kedua orang tua memiliki riwayat penyakit maka keturunannya akan beresiko terkena penyakit tersebut karena pengaruh genetika. Hipertensi merupakan keadaan ketika tekanan darah sistolik ≥ 140 mmHg dan diastolik ≥ 90 mmHg pada dua kali pemeriksaan pengukuran tekanan darah dalam jangka waktu 5 menit dalam keadaan rileks. Metodologi: Jenis penelitian yang digunakan adalah metode analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional menggunakan kuisioner. Populasi penelitian ini adalah seluruh pasien yang di curigai hipertensi di wilayah kerja puskesmas simbarwaringin kecamatan trimurjo lampung tengah tahun 2019, serta pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling, dengan jumlah sample sebanyak 88. Data dianalisis dengan Uji Chi-Square. Hasil: Pada penelitian ini didapatkan dari 42 responden yang memiliki kebiasaan merokok, sebagian besar mengalami kejadian hipertensi sebanyak 36 orang (85.7%). Sama halnya juga dari 59 responden yang memiliki faktor keturunan, sebagian besar mengalami kejadian hipertensi sebanyak 48 orang (81.4%). Dengan menggunakan uji Chi Square menunjukkan p-value = 0.016 dimana kurang dari nilai kemaknaan yaitu 5% (0.05), hal tersebut menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan merokok dengan kejadian hipertensi dan juga terdapat hubungan faktor keturunan dengan kejadian hipertensi Dengan menggunakan uji Chi Square menunjukkan p-value = 0.023 dimana kurang dari nilai kemaknaan yaitu 5% (0.05). Kesimpulan : Ada hubungan antara merokok dan riwayat keturunan terhadap kejadian hipertensi di wilayah kerja puskesmas simbarwaringin kecamatan trimurjo lampung tengah tahun 2019.
Darmi Arda, Hartaty Hartaty, Hasriani Hasriani
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, Volume 11, pp 461-466; doi:10.35816/jiskh.v11i1.324

Abstract:
Diare merupakan penyebab kematian terbanyak pada bayi dan balita. Diare menyebabkan status gizi buruk dan status gizi buruk serta menyebabkan kegagalan dalam pertumbuhan, bahkan kehilangan berat badan yang menetap yang disebabkan oleh kehilangan cairan dan dehidrasi. Masalah yang dirasakan yaitu buang air besar dengan konsistensi lembek atau cair, bahkan dapat berupa air saja dan frekuensinya lebih sering biasanya tiga kali atau lebih dalam satu hari. Studi kasus ini bertujuan untuk melihat asuhan keperawatan yang diberikan pada klien yang menderita Diare. Desain penelitian menggunakan studi kasus, yang bertujuan untuk menggambarkan asuhan keperawatan yang dilaksanakan. Jumlah sampel 2 orang yang observasi selama 3 hari di Rumah sakit. Hasil observasi pada kasus pasien 1 usia 2,5 tahun dengan keluhan diare, muntah dan panas dengan suhu 38,3ºC. Pada kasus pasien 2 usia 3 tahun dengan keluhan diare dan muntah. Diagnosa keperawatan dari kedua kasus yaitu diare berhubungan dengan inflamasi usus. Intervensi yang direncanakan yaitu memanagement diare, memonitor tanda tanda vital, kelola terapi obat. Impikasi dari penelitian dari penelitian ini adalah optimalisasi manajemen diare dalam asuhan keperawatan pada anak usia Toodler dengan diare cair akut dengan dehidrasi ringan sampai sedang.
Ringgo Alfarisi, Yuniastini Yuniastini, Astri Pinilih, Putri Nur Oktavia Jauhari
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, Volume 11, pp 164-169; doi:10.35816/jiskh.v11i1.237

Abstract:
Latar Belakang: Latar Belakang: Energi yang adekuat pada saat sarapan pagi diperlukan untuk menunjang aktivitas belajar khusunya bagi anak sekolah. Energi diperoleh dari makanan atau minuman yang dikonsumsi oleh masing-masing anak. Anak yang seringkali melewatkan sarapan sangat tidak dianjurkan. Melewatkan sarapan membuat anak tidak berenergi karena perut kosong sehingga anak menjadi susah untuk memfokuskan pikiran di sekolah. Hal tersebut sangat tidak mendukung dalam peningkatan prestasi belajar. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui adakah hubungan kebiasaan sarapan pagi dengan prestasi belajar pada siswa-siswi Sekolah Dasar Negeri 01 Rajabasa di Bandar Lampung. Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Analisis bivariat yang digunakan adalah uji Chi Square. Hasil Penelitian: Dengan jumlah sampel sebanyak 60 responden, responden dengan sarapan pagi tidak rutin didapatkan 12 siswa, dimana 8 siswa (66,7%) prestasi belajar dibawah rata-rata dan 4 (33,3%) siswa prestasi belajar diatas rata-rata. Kemudian, responden yang sarapan pagi rutin didapatkan 48 siswa, dimana 6 siswa (12,5%) prestasi belajar dibawah rata-rata, dan 42 siswa (76,0%) prestasi belajar diatas rata-rata. Berdasarkan hasil uji fisher exact test hasil penelitian menunjukkan nilai p value sebesar 0,000 (≤0,05) yang berarti bahwa sarapan pagi dengan rutin mendukung dalam peningkatan prestasi belajar siswa OR = 14. Kesimpulan : Terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan sarapan pagi dengan prestasi belajar siswa-siswi SDN 01 Rajabasa Bandar Lampung. Kata Kunci : Prestasi belajar, Sarapan pagi
Gusti Putu Ananta
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, Volume 11, pp 334-340; doi:10.35816/jiskh.v11i1.283

Abstract:
Luka bakar timbul sebagai respon lokal dari suatu jaringan, dengan atau tanpa respon sistemik terhadap transfer energi dari sumber fisika (mekanik, termal, radiasi, elektrik) maupun sumber kimia. Dampak yang ada, merugikan bagi manusia baik secara psikologis maupun secara fisik. Hal ini dikarenakan luka jenis ini termasuk salah satu trauma dengan bentuk paling parah yang membuat manusia menderita dari periode lampau dan selama bertahun tahun peneliti melakukan uji coba demi mendapatkan perbaikan pada hasil akhir rangkaian perawatan kejadian luka bakar. Saat ini, ragam tanaman di Indonesia belum banyak diketahui memliki khasiat dalam berbagai hal dibidang kesehatan. Pisang (Musa paradisiaca L.) memiliki khasiat dalam menyembuhkan luka. Hasil penelitian sebelumnya menggunakan luka sayat, menunjukan bahwa ekstrak batang pohon pisang mengandung tanin, saponin, dan flavonoid, dimana masing masing zat tersebut mempunyai peran dalam proses menyembuhkan luka. Saponin, senyawa ini memiliki aktivitas antiseptik yang membantu dalam proses penyembuhan luka. Flavonoid dari golongan flavonol, flavon, dan isoflavon memiliki aktivitas anti inflamasi. Tanin adalah senyawa polifenol dari keloimpok flavonoid yang berfungsi sebagai antioksidan kuat dan juga anti inflamasi.
Kinanti Rahmadhita
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, Volume 11, pp 225-229; doi:10.35816/jiskh.v11i1.253

Abstract:
Masalah anak pendek (stunting) adalah salah satu permasalahan gizi yang menjadi fokus Pemerintah Indonesia, Stunting adalah status gizi yang didasarkan pada indeks PB/U atau TB/U dimana dalam standar antropometri penilaian status gizi anak, hasil pengukuran tersebut berada pada ambang batas (Z-Score) <-2 SD sampai dengan -3 SD (pendek) dan <-3 SD (sangat pendek). Stunting yang telah tejadi bila tidak diimbangi dengan catch-up growth (tumbuh kejar) mengakibatkan menurunnya pertumbuhan, masalah stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat yang berhubungan dengan meningkatnya risiko kesakitan, kematian dan hambatan pada pertumbuhan baik motorik maupun mental. Melihat akan bahaya yang ditimbulkan akibat stunting, Pemerintah Indonesia berkomitmen menangani dan menurunkan Prevalensi stunting yang dibahas melalui rapat terbatas tentang Intervensi stunting yang di selenggarakan bersama ketua Tim Nasional Percepatan Penaggulangan Kemiskinan pada tahun 2017, bahwa pada rapat tersebut membahas tentang perlunya memperkuat koordinasi dan memperluas cakupan program yang dilakukan oleh Kementerian/Lembaga (K/L) terkait, untuk memperbaiki kualitas program guna menurunkan angka stunting disetiap wilayah yang sudah masuk kedalam desa prioritas. Dan juga untuk mengkaji kebijakan Fokus Gerakan perbaikan gizi ditujukan kepada kelompok 1000 hari pertama kehidupan, pada tatanan global disebut Scaling Up Nutrition (SUN)
Back to Top Top