Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada

Journal Information
ISSN / EISSN : 2354-6093 / 2654-4563
Published by: Akademi Keperawatan Sandi Karsa (10.35816)
Total articles ≅ 265
Filter:

Latest articles in this journal

Sri Yasa Hasibuan, Benarivo Timothy G, Cindy Amallia P, Mangatas H.P Hutagalung, Suci Erawati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, Volume 10, pp 208-213; doi:10.35816/jiskh.v10i1.582

Abstract:
Pendahuluan; streptococcus mutans merupakan bakteri patogen utama penyebab karies, pengobatan karies dapat dilakukan secara tradisional dengan tanaman obat, antara lain sereh dan jahe. Tujuan; mengetahui perbandingan efektivitas ekstrak daun serai wangi dengan ekstrak jahe terhadap Streptococcus mutans. Metode; penelitian eksperimental metabolik dengan desain posttest-only control group design. Pengumpulan data dengan mengukur diameter zona hambat menggunakan kaliper geser. Data dianalisis dengan menggunakan uji ANOVA satu arah. Hasil; menunjukkan bahwa diameter hambat rata-rata ekstrak serai wangi 20% adalah 12,00 ± 0,23, dan ekstrak jahe 20% adalah 9,00 ± 0,27 dalam menghambat pertumbuhan Streptococcus mutans, sedangkan kontrol negatif (DMSO) tidak terdapat hambatan. Kesimpulan bahwa terdapat perbedaan efektifitas ekstrak serai wangi (Cymbopogon nardus) 20% dan temulawak (Curcuma xanthorrhiza) 20% dalam menghambat pertumbuhan mutan Streptococcus.
Rizky Mulyanti, Member Reni Putra, Dian Soraya Tanjung, Shania Salsabila
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, Volume 10, pp 189-195; doi:10.35816/jiskh.v10i1.578

Abstract:
Pendahuluan; streptococcus mutans adalah bakteri patogen dan penyebab utama karies gigi. Maka diperlukan suatu tindakan pencegahan karies gigi dengan bahan antibakteri alami dengan kumis kucing. Tujuan; mengetahui pengaruh efektivitas antibakteri ekstrak daun kumis kucing terhadap bakteri streptococcus mutans. Metode; penelitian menggunakan eksperimental laboratoris dengan desain posttest only control group in vitro. Pengumpulan data dilakukan dengan mengukur diameter zona hambat menggunakan shear caliper. Kemudian, data dianalisis dengan uji statistik oneway ANOVA dan posthoc LSD. Hasil; bahwa diameter rata-rata zona hambat antibakteri ekstrak daun kumis kucing (Orthosiphon stamineus) dengan konsentrasi 50%, 25%, 12,5%, 6,25%, 3,125% terhadap Streptococcus mutans. bakteri adalah 11,50 ± 0,38 mm, 10,78 ± 0,22 mm, 9,90 ± 0,13 mm, 9,10 ± 0,08 mm dan 8,25 ± 0,25 mm, sedangkan kontrol negatif pada penelitian ini yaitu DMSO tidak memiliki diameter hambat (0 mm). Kesimpulan; bahwa terdapat efektivitas antibakteri ekstrak daun kumis kucing terhadap bakteri Streptococcus mutans.
Lilis Candra Yanti, Annisa Lamaindi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, Volume 10, pp 314-318; doi:10.35816/jiskh.v10i1.596

Abstract:
Pendahuluan; penggunaan kontrasepsi suntik dapat dengan efektif mencegah terjadinya kehamilan hingga 99%-100%, salah satu efek sampingnya adalah timbulnya menstruasi yang tidak teratur. Tujuan; mengetahui pengaruh KB suntik DMPA terhadap gangguan siklus menstruasi pada akseptor KB. Metode; penelitian observasional analitik dengan rancangan cross sectional, pengambilan sampel menggunakan total sampling. Hasil; menunjukkan bahwa terdapat pengaruh lama pemakaian dengan gangguan siklus menstruasi akseptor KB DMPA dengan nilai p = 0,036. Kesimpulan; bahwa terdapat pengaruh lama pemakaian dengan gangguan siklus menstruasi akseptor KB DMPA. Semakin lama penggunaan kontrasepsi KB DMPA maka akan terjadi gangguan siklus menstruasi
Laras Ayu Savira, Octa Reni Setiawati, Ismalia Husna, Woro Pramesti
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, Volume 10, pp 183-188; doi:10.35816/jiskh.v10i1.577

Abstract:
Pendahuluan; Organisasi Kesehatan Dunia mengungkapkan pada 30 Januari 2020 bahwa virus corona menjadi Public Health Emergency of International Concern (PHEIC). Tujuan; mengetahui hubungan stres dengan motivasi belajar. Metodologi; jenis kuantitatif dengan desain analitik dan pendekatan cross sectional. Instrumen pengukuran yang digunakan adalah angket DASS 42 (Depression Anxiety Stress Scales 42), angket motivasi belajar. Hasil; menunjukkan bahwa sebaran variabel stres tertinggi dengan tingkat stres sedang (43,3%) dan variabel motivasi belajar tertinggi dengan tingkat motivasi belajar sedang (48,3%) dan untuk Hasil analisis korelasi terhadap motivasi belajar. variabel dengan stres diperoleh P = 0,000 dan hasil koefisien korelasi r = -0,511. Kesimpulan; bahwa ada hubungan antara stres dengan motivasi belajar
Shelly Indri Yagi, Yesi Nurmalasari, Rakhmi Rafie
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, Volume 10, pp 214-222; doi:10.35816/jiskh.v10i1.586

Abstract:
Pendahuluan; status gizi seseorang selain ditentukan oleh kandungan gizi makanan ini juga ditentukan oleh jumlah dan kualitas asupan gizinya, peningkatan asupan tersebut dapat dipicu oleh peningkatan nafsu makan pada habbatussauda (Nigella sativa.) Tujuan; mengetahui pengaruh Ekstrak Habbatussauda (Nigella sativa) Terhadap Status Gizi. Metode; sebuah studi eksperimental murni sebelum dan sesudah tes dengan desain kelompok kontrol. Sampel yang digunakan sebanyak 24 ekor tikus yang dibagi menjadi 4 kelompok. Hasil; bahwa terdapat peningkatan indeks lee yang signifikan pada kelompok KP 150 KP1 (p = 0,021) dan kelompok dosis 150 KP1 dan kelompok KP positif (0,02) tidak terdapat denyut nadi yang bermakna. penurunan Skor APGAR kelompok KP1 dosis 150 (p = 0,092) dan kelompok dosis 300 (p = 0,327). Kesimpulan; bahwa ada pengaruh pemberian ekstrak habbatussauda (Nigella sativa.) Terhadap Skor APGAR penampilan fisik
Sucy Hasfya, Idamawati Nababan, Suci Erawati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, Volume 10, pp 196-201; doi:10.35816/jiskh.v10i1.579

Abstract:
Pendahuluan; anak-anak usia 6-12 tahun rentan mengalami peralihan usia, karena peralihan usia gigi dengan gigi permanen. Tujuan; mengetahui tingkat pengetahuan dan perilaku kesehatan gigi dan aral pada siswa SD kelas 5 dan 6 yang memiliki klinik kesehatan gigi dan belum memiliki klinik kesehatan gigi. Metode; merupakan penelitian survei analitik dengan desain cross sectional. Uji analisis menggunakan chi square. Hasil; menunjukkan tingkat pengetahuan kesehatan gigi dan mulut siswa SD kelas 5 dan 6 yang tidak memiliki klinik gigi mendapatkan nilai p = 0,023. Perbedaan perilaku menjaga kesehatan gigi dan mulut pada siswa SD kelas 5 dan 6 yang tidak memiliki klinik kesehatan gigi adalah p=0,006. Kesimpulan; bahwa terdapat perbedaan tingkat pengetahuan dan perilaku kesehatan gigi dan mulut antara siswa kelas 5 dan 6 SD yang memiliki klinik kesehatan gigi dengan yang tidak memiliki klinik kesehatan gigi.
Meriem Meisyaroh Syamson, Abd Hayat Fattah, Sulkifli Nurdin
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, Volume 10, pp 177-182; doi:10.35816/jiskh.v10i1.576

Abstract:
Pendahuluan; faktor usia dan kurangnya pengetahuan dapat menjadi penyebab kecemasan dan kekhawatiran, ketakutan berlebihan yang mengganggu dan menurunkan imunitas tubuh manusia sehingga sangat rentan terpapar atau terkena COVID-19. Tujuan; mengetahui Pengaruh pendidikan kesehatan terhadap kecemasan lansia tentang penularan penyakit virus corona (covid 19). Metode; menggunakan desain penelitian quasy eksperimental yaitu one group pretest - posttest, yaitu untuk mengetahui pengaruh kecemasan lansia terhadap penularan Penyakit Virus Corona (COVID 19) sebelum dan sesudah penyuluhan. Hasil; bahwa ada perbedaan yang signifikan antara kecemasan tentang penularan Covid-19 sebelum dan setelah diberikan edukasi dan ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap kecemasan keluarga p (0,013). Kesimpulan; bahwa ada perbedaan signifikan dari frekuensi kecemasan tentang COVID-19 sebelum dilakukan intervensi dan sesudah dilakukan intervensi edukasi kesehatan
Misrawati Misrawati, Marliah Marliah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, Volume 10, pp 48-54; doi:10.35816/jiskh.v10i1.507

Abstract:
Pengantar; pada kehamilan normal disertai dengan peningkatan metabolism dan kebutuhan oksigen tinggi untuk oksigen jaringan yang dapat menghasilkan peningkatan stress oksidatif. Tujuan mengetahui pengaruh pemberianFe dan tepung daun kelor terhadap kadar malondialdehyde pada ibu hamil. Metode; desain percobaan murni dengan rancangan prauji dan pascauji dengan kelompok kontrol. Hasil penelitian menunjukan ada pengaruh tepung daun kelor terhadap kadar malondialdehyde setelah implentasi dengan p value 0,028. Pada kelompok Fe setelah impementasi dengan p value 0,492. Tidak ada pengaruh pemberian Fe terhadap kadar MDA. Setelah implementasi diperoleh rata-rata penurunan kadar malondialdehyde pada kelompok tepung daun kelor sebesar 2,16± 2,21 nmol/ml, kelompok Fe sebesar -0,42± -1,65nmol/ml. Kesimpualn; pemberian tepung daun kelor dapat menurunkan kadar malondialdehyde pada ibu Hamil
Ade Utia Detty, Ika Artini, Vikko Rachmat Yulian
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, Volume 10, pp 12-17; doi:10.35816/jiskh.v10i1.494

Abstract:
Pendahuluan; katarak merupakan salah satu penyebab kebutaan di Indonesia maupun dunia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik faktor risiko katarak. Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif. Sampel berjumlah 83 orang yang diperoleh melalui Simple Random Sampling dan pengambilan data dengan menggunakan data rekam medik. Hasil: menunjukkan penderita katarak pada umur >50 tahun sebanyak 63 orang (75,9%). Jenis kelamin penderita katarak mayoritas berjenis kelamin perempuan sebanyak 48 orang (57,8%). Penderita katarak mayoritas tanpa disertai diabetes mellitus sebanyak 64 orang (75,9%). Penderita katarak mayoritas mempunyai riwayat hipertensi sebanyak 45 orang (54,2%). Penderita katarak mayoritas tidak terdapat riwayat trauma sebanyak 73 orang (88%). Kesimpulan: bahwa usia, jenis kelamin, status diabetes mellitus, tekanan darah, dan status trauma mata merupakan salah satu faktor risiko penyakit katarak pada penderita katarak
Qotrunnada Salsabila, Hendri Busman
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, Volume 10, pp 41-47; doi:10.35816/jiskh.v10i1.502

Abstract:
Pengantar: Inflamasi merupakan serangkaian proses bawaan non-spesifik yang diaktifkan oleh tubuh sebagai respon terhadap invasi asing, kerusakan jaringan, atau keduanya. Tujuan: mengetahui aktivitas anti-inflamasi bawang hitam. Metode: menggunakan studi literatur dari jurnal-jurnal nasional dan internasional dengan meringkas topik diskusi dan membandingkan hasilnya dalam artikel. Hasil: Bawang hitam memiliki aktivitas anti-inflamasi melalui komponen bioaktifnya S-allylcystein, polifenol, dan flavonoid serta dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif agen anti-inflamasi dalam fitofarmaka. Kesimpulan; Proses fermentasi yang dilakukan dengan perlakuan panas pada kelembapan tertentu pada bawang putih akan menghasilkan sebuah produk akhir berupa bawang hitam atau aged black garlic
Back to Top Top