Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada

Journal Information
ISSN / EISSN : 23546093 / 26544563
Current Publisher: Akademi Keperawatan Sandi Karsa (10.35816)
Total articles ≅ 27
Filter:

Latest articles in this journal

Sharlene Sabrina Azzahra
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, Volume 10, pp 321-324; doi:10.35816/jiskh.v10i2.180

Abstract:
Obstructive Sleep Apnea (OSA) atau Apnea Tidur Obstruktif merupakan kondisi umum yang ditandai dengan obstruksi saluran nafas bagian atas yang berulang. OSA juga ditandai dengan rasa kantuk di pagi hari, sering bangun saat tidur, mendengkur, penurunan konsentrasi dan gangguan ingatan. Obstruksi saluran nafas bagian atas tersebut dapat berbentuk parsial(hypopnea) atau komplit(apnea). Kondisi ini dapat terjadi karena beberapa faktor, seperti faktor keturunan, faktor kongenital seperti abnormalitas pada struktur anatomi dan faktor umur, jenis kelamin dan berat badan maupun kondisi medis lainnya. OSA berkontribusi dalam berkembangnya penyakit-penyakit kardiovaskular, seperti hipertensi. Hipertensi adalah gangguan pada pembuluh darah yang didefinisikan apabila tekanan darah sistolik ≥140 mmHg dan / atau tekanan darah diastolik ≥90 mmHg. Secara umum, hipertensi akibat OSA dimulai dari keadaan hipoksemia yang dilanjutkan oleh inflamasi sistemik dan stress oksidatif, disfungsi endotel, aktivitas saraf simpatik dan aktivasi sistem renin-angiotensin-aldosteron, dan kurang tidur yang menghasilkan kontriksi pembuluh darah perifer, peningkatan denyut jantung, dan kekakuan pada pembuluh darah arteri.
Muhammad Abiyoso Ramadhan
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, Volume 10, pp 331-335; doi:10.35816/jiskh.v10i2.181

Abstract:
Diabetes melitus adalah penyakit metabolisme dimana terjadi hiperglikemia. Hal ini disebabkan oleh abnormalitas pada produksi insulin atau pada pendistribusiannya. Prevalensi diabetes melitus hingga saat ini terus meningkat di seluruh dunia termasuk di Indonesia. Menurut hasil Riset kesehatan Dasar (Riskesdas), diperoleh bahwa prevalensi diabetes melitus pada Riskesdas 2018 meningkat 2,6% dibandingkan tahun 2013 dan mencapai angka 14 juta jiwa. Diabetes melitus bukanlah hanya masalah kesehatan, namun juga masalah perilaku dan gaya hidup. Diabetes melitus dapat terjadi karena perilaku dan gaya hidup yang tidak sehat. Maka dari itu dibutuhkan pendekatan yang dapat mengubah perilaku dan gaya hidup pasien diabetes melitus. Patient empowerment dan self-management merupakan proses pendekatan yang dapat memperbaiki perilaku dan gaya hidup pasien.
Hartaty Hj, Maria Kurni Menga
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, Volume 7, pp 22-25; doi:10.35816/jiskh.v7i1.66

Abstract:
Tujuan pembangunan kesehatan menuju Indonesia sehat 2020 adalah meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal melalui terciptanya masyarakat bangsa dan negara Indonesia yang ditandai oleh penduduknya hidup dalam lingkungan dan prilaku yang sehat serta memiliki derajat kesehatan yang bermutu secara adil dan merata.Tujuan penelitian, mengetahui gambaran umum tentang pelaksanaan asuhan keperawatan keluarga Tn.”M” dengan Ny.”D” yang mengalami masalah Hipertensi.Metode penelitian, Desain penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif karena berujuan untuk menggambarkan keadaan atau status fenomena. Dalam hal ini peneliti hanya ingin mengetahui hal-hal yang berhubungan dengan keadaan sesuatu.Hasil, dalam pelaksanaan asuhan keperawatan, penulis menggunakan ilmu keperawatan masyarakat serta didukung oleh program masyarakat dari departemen kesehatan. Penulis membina kerjasama yang baik dalam melakukan intervensi yang telah ditetapkan selama tiga hari bersama dengan keluarga untuk memecahkan dan mengatasi masalah dengan membuat perencanaan, melaksanakan kegiatan pemerataan dan mengatasi masalah dengan membuat perencanaan, melaksanakan kegiatan, pemecahan masalah dan evaluasi. Memperoleh pengalaman nyata tentang hasil yang diperoleh. Ada beberapa kesenjangan yang terjadi dan beberapa hambatan yang diperoleh dimana telah di bahas pada bab sebelumnya.Kesimpulan, pada perawatan keluarga hendaknya menggunakan pendekatan yang sistematis untuk mengindentifikasi masalah kesehatan secara tepat. Perlu adanya peningkatan informasi yang diberikan oleh petugas kesehatan guna meningkatkan pemahaman keluarga dan masyarakat terhadap suatu penyakit yang dialami dan masalah kesehatan yang terkait dengan kehidupan orang banyak, melalui preventif, dan promosi kesehatan
Rijal Rijal, Hardianti Hardianti, Fadhia Adliah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, Volume 7, pp 26-29; doi:10.35816/jiskh.v7i1.67

Abstract:
Lansia merupakan suatu tahap lanjut dari proses kehidupan yang ditandai dengan penurunan kemampuan tubuh. Sehingga banyak terjadi perubahan pada anatomis dan fisologis tubuh lansia diantaranya perubahan neurologi, musculoskeletal dan kandung kemih. Hal ini berdampak pada kelemahan otot pelvic floor yang menyebabkan terjadinya inkontinensia urin karena tidak adekuatnya otot sfingter uretra dalam mencegah kebocoran urin. Penangan inkontinensia urin ini dilakukan dengan memberikan latihan melalui pendekatan penguatan otot pelvic floor secara langsung dan otot core secara keseluruhan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi kegel exercise dan bridging excerise terhadap perubahan inkontinensia urin pada lansia. Penelitian ini merupakan penelitian pre-experimental design, dengan pendekatan penelitian one group pretest-posttest design. Populasi penelitian ini adalah seluruh lansia yang ada di Yayasan Batara Hati Mulia, Gowa. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah purposive sampling dengan jumlah sampel 13 orang.Pengumpulan data dilakukan dengan cara pengambilan data primer melalui wawancara dan didasarkan pada skala ordinal frekuensi inkontinensia urin. Penelitian ini dilakukan selama 6 minggu dengan 18 kali pemberian latihan. Uji statistik yang digunakan adalah paired sample t test. Hasil analisis pre test dan post test memperlihatkan penurunan frekuensi inkontinensia urin dengan nilai p < 0,000. Hal tersebut menunjukkan bahwa kombinasi kegel exercise dan bridging exercise berpengaruh terhadap perubahan frekuensi inkontinensia urin pada lansia.
Tri Maya Cahyamulat, Yuriatson Yuriatson
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, Volume 7, pp 9-12; doi:10.35816/jiskh.v7i1.63

Abstract:
Pendahuluan, gambaran masyarakat Indonesia di masa depan yang ingin dicapai melalui pembangunan kesehatan adalah masyarakat, bangsa dan negara yang ditandai oleh penduduk yang hidup dalam lingkungan dan dengan perilaku hidup sehat, memiliki kemampuan untuk menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu secara adil dan merata, serta memiliki derajat kesehatan yang setinggi-tingginya diseluruh wilayah Republik Indonesia.Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi atau gambaran yang nyata tentang pelaksanaan studi kasus pasien dengan Diabetes Mellitus.Metode penelitian ini yang digunakan dengan pendekatan Studi Kasus desain deskriptif dimana akan menjelaskan tentang kasus yang dialami oleh pasien dengan Diabetes Militus. Subyek dari studi kasus ini adalah pasien Tn.”B” dengan Diabtes Militus yang dirawat di instalasi uni gawatdarurat rumah sakit Labuang Baji Makassar.Hasil penelitian ini adalah Pada pengkajian data yang di temukan pada teori tapi tidak ditemukan dikasus yaitu: poliuria (banyak kencing), Diagnosa yang ditemukan dalam kasus tapi tidak ditemukan diteori adalah kelemahan berhubungan dengan energi metabolik. Sedangkan diagnosa keperawatan yang ditemukan diteori tapi tidak ditemukan dikasus yaitu: kelelahan, ketidakberdayaan, dalam rencana asuhan keperawatan yang dikemukakan dalam kasus sesuai dengan kebutuhan klien, sedangkan perencanaan asuhan keperawatan dalam teori tetap memperhatikan kondisi dan respon klien,Implementasi asuhan keperawatan mengacu pada masalah keperawatan yang muncul dengan berpedoman pada teori dan tetap memperhatikan keadaan klien, respon klien serta fasilitas yang ada dan kebijakan dari rumah sakit,Pada evaluasi keperawatan, diagnosa keperawatan yang muncul ada tiga. Dari ketiga diagnosa keperawatan tersebut ada satu diagnosa keperawatan yang belum teratasi. Kesimpulan Pasien dengan Diabetes Mellitus agar selama dalam masa perawatan, selalu melakukan anjuran dari petugas kesehatan, begitupun setelah keluar dari rumah sakit. Agar meningkatkan mutu pelayanan keperawatan perlu ditunjang dengan pengadaan fasilitas-fasilitas yang memadai seperti : alat-alat instrumen, tempat cuci tangan dan handuk sendiri, celemek dan sarung tangan yang dapat dipakai perawat sebagai pelindung bila merawat penderita diabetes millitus
Suprapto Suprapto, Andi Abdul Malik
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, Volume 7, pp 1-8; doi:10.35816/jiskh.v7i1.62

Abstract:
Diskresi birokrasi dalam pemerintahan daerah sebagai salah satu upaya efektivitas pelayanan publik diterbitkannya dalam keadaan mendesak yaitu suatu keadaan yang muncul secara tiba-tiba menyangkut kepentingan umum yang harus diselesaikan dengan cepat, dimana untuk menyelesaikan persoalan tersebut, peraturan perundang-undangan belum mengaturnya.Kendala-kendala di dalam diskresi birokrasi dalam pemerintahan daerah sebagai salah satu upaya efektivitas pelayanan publik adalah biaya yang tidak mencukupi akibat permintaan yang berlebihan dari program diskresi birokrasi, peserta kebijakan yang membengkak tidak sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan misalnya peserta yang sebenarnya tidak dikategorikan miskin tetapi meminta diklasifikasikan sebagai keluarga miskin dan pelayanan administratif yang tidak lancar karena kebijakan diskresi birokrasi lebih merupakan program spontanitas dari pemerintah daerah.Model diskresi yang ideal untuk mengatasi masalah pelimpahan wewenang yang terjadi selama ini adalah memberikan pelatihan kompetensi tambahan tindakan medik kepada perawat dengan tujuan perawat mampu memberikan pelayanan tindakan medik terbatas sesuai dengan tugas dan wewenang yang tercantum dalam UU Keperawatan.Dalam perkembangan ilmu adminsitrasi publik begitu banyak dinamika yang timbul, mulai dari peran dari administrasi publik yang terpisah sama sekali dengan dunia politik. Pemahaman selanjutnya yang kemudian muncul bahwa adminsitrasi itu adalah bagian dari politik. Paradigma yang muncul adalah “when politic ends administration begins”. Pemahaman-pemahaman inilah yang kemudian memunculkan banyak pendapat baik dari kalangan ilmuwan ataupun praktisi untuk menggali kembali esensi dari ilmu administrasi publik.Pemerintah Daerah perlu melakukan tindakan hukum diskresi (freies ermessen) untuk yang berada di daerah terpencil ataupun di pedesaan. Diskresi tersebut merupakan segala aktifitas yang melibatkan proses pembuat kebijakan maupun pengambilan kepututusan atau tindakan atas inisiatif sendiri, tidak terpaku pada ketentuan aturan atau undang-undang dengan berbagai pertimbangan yang matang, konstektual dan dapat dipertanggungjawabkan
Maria Sumaryati, Darmi Arda
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, Volume 7, pp 13-16; doi:10.35816/jiskh.v7i1.64

Abstract:
Terjadinya penyakit diare merupakan salah satu penyakit yang berbasis lingkungan yang masih merupakan masalah kesehatan terbesar di indonesia baik dikarenakan masih buruknya kondisi sanitasi dasar, lingkungan fisik maupun rendahnya perilaku masyarakat untuk hidup bersih dan sehat.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Gambaran Tentang Kejadian Diare di SD Mis Darul Istiqamah,Metode penelitian adalah deskriptif kuantitatif. Dengan menggunakan tehnik random sampling. Besar sampel menggunakan rumus 20% dari jumlah populasi yaitu 20% x 102 = 36,6 atau 30 orang. Dan penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 24 juni-29 juni 2013.Hasil penelitian ini adalah untuk menggambarkan kejadian diare di SD Mis Darul Istiqamah Puce’e kebanyakan responden memiliki pengetahuan dengan kategori Ya. Saran tingkatkan motivasi kepada anak agar menggunakan air dari sumber yang memenuhi syarat kesehatan dan sebaiknya air yang hendak di komsumsi dimasak terlebih dahulu serta menyediakan wadah khusus yang memiliki penutup sebagai tempat untuk menyimpan air agar air tidak terkontaminasi.Kesimpulan, Kepada anak agar menggunakan air dari sumber yang memenuhi syarat kesehatan dan sebaiknya air yang hendak dikonsumsi dimasak terlebih dahulu serta menyediakan wadah khusus yang memiliki penutup sebagai tempat untuk menyimpan air agar air tidak terkontaminsai. Kepada murid agar menggunakan jamban keluarga yang memenuhi syarat kesehatan serta memperhatikan letak jamban agar tidak mengkontaminasi makanan, air dan tanah disekitarnya. Kepada murid agar menjaga personal higyennya secara baik dan benar yakni dengan mencuci tangan sebelum makan, mandi dua kali sehari dan memakai alas kaki kekamar mandi atau kejamban. Untuk pemerintah setempat agar membuat kebijakan dalam mengatasi kejadian diare sebagai bentuk stimulan bagi masyarakat guna membangun atau memperbaiki sarana kesehatan lingkungan dan memberikan penyuluhan yang berkaitan dengan kesehatan lingkungan.
Nur Syamsi, A.Syamsinar Asmi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, Volume 7, pp 17-21; doi:10.35816/jiskh.v7i1.65

Abstract:
Pendahuluan,Indonesia merupakan negara yang memiliki wilayah yang luasdengan jumlah penduduk yang sangat besar. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi tercapainya tujuan pembangunan kesejahteraan melalui Indonesia sehat 2013, yaitu untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal melalui terciptanya masyarakat, bangsa dan negara Indonesia yang ditandai oleh penduduknya hidup dalam lingkungan dan dengan perilaku kesehatan yang optimal.Tujuan penelitian, memperoleh gambaran secara umum tentang tingkat pengetahuan lansia terhadap hipertensi di Puskesmas kampala sinjai.Metode penelitian, Desain penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif karena berujuan untuk menggambarkan keadaan atau status fenomena. Dalam hal ini peneliti hanya ingin mengetahui hal-hal yang berhubungan dengan keadaan sesuatu. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif yang akan mengukur/menilai pengetahuan dan sikap lansia terhadap hipertensi di puskesmas kampala sinjai.Hasil, Diperolehnya gambaran tentang pengetahuan lanjut usia terhadap hipertensi di wilayah kerja puskesmas kampala sebanyak 25 responden didapatkan pengetahuan baik sebanyak 2 orang (8%), pengetahuan cukup 21 orang (84%), pengetahuan kurang 2 orang (8%).Diperolehnya gambaran sikap lanjut usia diwilayah kerja puskesmas kampala sebanyak 25 reponden didapatkan tingkat bersikap baik sebanyak 11 orang ( 44 % ), bersikap buruk sebanyak 13 orang ( 52%).Kesimpulan, meningkatkan keilmuan dan mutu asuhan keperawatan yang di berikan,di harapkan di perhatikan pengembangan informasi khususnya tentang pengetahuan dan sikap yang erat hubungannya terhadap hipertensi.Sehingga baik masyarakat khususnya lansia dan perawat atau pekerja sosial sebagai pemberi pelayanan mendapat kepuasan masing-masing. Pihak Puskesmas agar meningkatkan kemampuan petugas kesehatan, baik itu dokter maupun perawat serta perawat-perawat desa agar kiranya memberikan penyuluhan atau health education tentang pengetahuan dan sikap lansia terhadap hipertensi.
Nurhaedah Nurhaedah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, Volume 9, pp 30-32; doi:10.35816/jiskh.v9i1.97

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Rahmat Panyiwi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, Volume 6, pp 23-32; doi:10.35816/jiskh.v6i2.60

Abstract:
Background: One of the efforts to improve community health status is the existence of environmental health facilities that meet health requirements, including the availability of family toilets. The absence of family latrines, or the unavailability of family toilets that meet the requirements in an area, is caused by several things such as insufficient knowledge of the residents, benefits that will be felt if they have a family toilet that meets the requirements. large funds to make eligible family latrines. Method, this type of research is "descriptive" research to find out the use of family latrines. In this study the sample was the head of the family (KK) or those who were able to respond like their wives or children. The sampling technique in this study was "Random Sampling. Results, the level of knowledge lacked a greater chance of not utilizing family latrines fulfilling the conditions, income lacking greater opportunities not utilizing family latrines fulfilling the conditions, lack of greater opportunity not using family latrines fulfilling the requirements. Conclusion of respondents with a less knowledgeable level of opportunity not utilizing family latrines fulfilling the requirements, namely from 33 respondents with less knowledge 27 who did not use family latrines to meet the requirements, respondents with less opportunities did not use family latrines to meet conditions, namely from 37 respondents with attitudes of less than 25 who do not use family latrines to meet the requirements, respondents with less income have a greater chance of not utilizing family latrines to meet the requirements, namely from 26 responds en with an income of less than 17 who do not use family toilets to meet the requirements.