Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada

Journal Information
ISSN / EISSN : 2354-6093 / 2654-4563
Current Publisher: Akademi Keperawatan Sandi Karsa (10.35816)
Total articles ≅ 192
Filter:

Latest articles in this journal

Farhan Dzaki Alfahri
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, Volume 12, pp 735-740; doi:10.35816/jiskh.v12i2.396

Abstract:
Setiap tahun terdapat 10 juta wanita hamil mengalami preeklampsia dengan jumlah kematian bayi akibat kehamilan dengan preeklampsia mencapai 500.000 bayi per tahun. Terdapat kira-kira 76.000 wanita hamil meninggal akibat preeklampsia dan penyakit terkait hipertensi. Preeklampsia merupakan sindrom spesifik kehamilan berupa berkurangnya perfusiorgan akibat vasospasme dan disfungsi endotel. Peningkatan permeabilitas kapiler, peningkatan faktor koagulasi, peningkatan bahan vasopressor dan penurunan kadar vasodilator seperti nitrit oksida (NO). Salahsatu senyawa yang dapat meningkatkan kadar NO adalah Flavonoid yang banyak ditemukan dalam buah plum. Defisiensi NO pada ibu hamil memiliki peran penting dalam terjadinya preeklampsia. Peningkatan NO pada ibu hamil sedang gencar dilakukan untuk mencegah terjadinya preeclampsia. Kandungan dalam buah plum ini memiliki fungsi berupa peningkatan fungsi endotel dan penurunan tekanan sistolik dan diastolik. Sehingga dengan mengonsumsi buah plumdapat mencegah terjadinya preekslampsia pada kehamilan
Dirga Yudha Prakasa
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, Volume 12, pp 1009-1016; doi:10.35816/jiskh.v12i2.454

Abstract:
Latar belakang. Selain komplikasi makrovaskular dan mikrovaskuler, pasien diabetes mungkin mengalami beberapa komplikasi muskuloskeletal. Dampak komplikasi muskuloskeletal terhadap kualitas hidup penderita diabetes sangat besar. Terdapat banyak data epidemiologi yang mengaitkan komplikasi ini dengan diabetes, tetapi patogenesis dan faktor penyebab belum dijelaskan lebih lanjut. Oleh karena itu, tujuan dari studi literatur ini adalah untuk mengetahui lebih lanjut komplikasi muskuloskeletal pada pasien diabetes melitus. Metode. Studi ini merupakan literature review, dengan sumber pustaka yang digunakan sebanyak 22 pustaka, berasal dari 1 jurnal nasional dan 21 jurnal internasional. Hasil. Beberapa penelitian menunjukkan komplikasi muskuloskeletal yang sering dijumpai pada penderita diabetes melitus antara lain kapsulitis bahu, sindrom mobilitas sendi terbatas (LJM), kontraktur Dupuytren, carpal tunnel syndrome dan trigger finger. Kerusakan pembuluh dan saraf, glikosilasi protein, dan peningkatan kolagen di kulit dan jaringan ikat muskuloskeletal adalah beberapa faktor yang diduga berkontribusi dalam perkembangan gangguan muskuloskeletal pada penderita diabetes. Kesimpulan. Manifestasi muskuloskeletal dari diabetes sering ditemui, dan meskipun tidak mengancam nyawa, ia merupakan penyebab penting dari morbiditas, nyeri dan kecacatan. Kata Kunci: diabetes melitus, komplikasi, muskuloskeletal
Fredy Akbar K, Idawati Ambo Hamsah, Darmiati Darmiati, Mirnawati Mirnawati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, Volume 12, pp 1003-1008; doi:10.35816/jiskh.v12i2.441

Abstract:
Latar belakang; balita adalah kelompok anak yang rentang usia 0-5 tahun. Masa balita merupakan periode penting dalam proses tumbuh kembang manusia dikarenakan tumbuh kembang berlangsung cepat. Metode; desain penelitian menggunakan penelitian kuantitatif cross-sectional, jumlah sampel didapatkan 63 responden balita dari empat posyandu yang ada di desa Rumpa. Penelitian dilakukan tanggal 1 agustus – 5 september 2020 di desa rumpa kecamatan mapilli kabupaten polewali mandar. Hasil; perkembangan balita posyandu dusun 1, 98% normal, 2% meragukan, dusun 2, 82,5% meragukan, 14,5% normal, dusun 3, 65% normal, 35% meragukan, dusun 4, 85% meragukan, 15% normal. Kesimpulan; pertumbuhan dan perkembangan balita yang sering melakukan posyandu terdapat hasil yang normal, sedangkan balita yang kurang atau tidak melakukan posyandu memiliki pertumbuhan dan perkembangan yang tidak normal
A.Syamsinar Asmi, Abdul Haris
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, Volume 12, pp 953-959; doi:10.35816/jiskh.v12i2.447

Abstract:
Latar belakang; pusat kesehatan masyarakat sebagai ujung tombak upaya Kesehatan baik upaya kesehatan masyarakat maupun upaya kesehatan perorangan. Metode; Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan rancangan cross sectional study. Sampel 49 orang dengan teknik total sampling. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji statistic chi square menggunakan SPSS. Hasil; uji statistic hasil pendidikan (p = 0,453), faktor fasilitas (p = 0,265) bahwa tidak ada hubungan dengan mutu pelayanan Kesehatan, sedangkan faktor pengalaman kerja (p=0,003) ada hubungan dengan mutu pelayanan kesehatan. Kesimpulan; bahwa tidak selamanya pendidikan tinggi dan memiliki fasilitas yang baik akan mampu memberikan pelayanan kesehatan kepada pasien dengan baik
Hartaty Hartaty, Abdul Haris
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, Volume 12, pp 976-982; doi:10.35816/jiskh.v12i2.446

Abstract:
Latar belakang; perilaku yang berisiko menimbulkan penyakit konsumsi yang tidak seimbang dan kebiasaan merokok, minum minuman beralkohol dan kurang berolahraga. Metode; penelitian case control dengan pendekatan retrospektif. Jumlah responden 30 orang didapatkan dengan purposive sampling. Analisis data dengan univariat dan bivariat. Hasil; uji statistik menunjukkan merokok (p=0.001), Alkohol (p=0.002), pola makan (p=0.000), olahraga (p=0.000) terdapat hubungan dengan kejadian stroke. Kesimpulan; Pada penderita stroke yang tidak teratur melakukan kontrol berobat kejadian stroke akan meningkat dibanding dengan yang teratur melakukan kontrol berobat. Ketidakpatuhan terhadap program terapi merupakan masalah yang besar pada penderita stroke
Hermin Husaeni, Abdul Haris
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, Volume 12, pp 960-965; doi:10.35816/jiskh.v12i2.445

Abstract:
Latar belakang; Perawat sebagai tenaga kesehatan yang professional mempunyai kesempatan yang paling besar untuk memberikan pelayanan kesehatan khususnya pelayanan/asuhan keperawatan yang komprehensif dengan membantu klien memenuhi kebutuhan dasar yang holistik. Metode; analitik deskriptif metode Cross Sectional dengan teknik pengambilan sampel secara Purposive Sampling. Analisis data yang akan digunakan univariat dan bivariat menggunakan uji statistik dengan tingkat kemaknaan 0,05 dan dan diolah secara elektronik dengan menggunakan program SPSS 21. Hasil; uji statistik diperoleh nilai ρ = 0.034 < α = 0.05, terdapat hubungan penerapan aspek spiritualitas perawat dengan pemenuhan kebutuhan spiritualitas pasien. Kesimpulan; terdapat hubungan penerapan aspek spiritualitas perawat dengan pemenuhan kebutuhan spititualitas terhadap pasien yang dirawat inap. Perlu ada strategi dalam meningkatkan pelayanan kesehatan khususnya dalam penerapan aspeks kebutuhan spiritual pasien.
Hasna Laili Jovita
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, Volume 12, pp 933-939; doi:10.35816/jiskh.v12i2.434

Abstract:
Latar Belakanng: Rhinosinusitis adalah peradangan yang mengenai hidung dan sinus paranasal. Salah satu pengobatan secara medikamentosa yaitu dengan antibiotic. Penggunaan antibiotic tidak rasional menimbulkan permasalahan yang berkembang yaitu resistensi bakteri dan komplikasi. Tujuan: Mengetahui pola kepekaan bakteri terhadap antibiotic pada pasien rhinosinusitis. Metode: Menggunakan studi literatur dengan menelaah berbagai jurnal nasional maupun internasional, membandingkan dan menyatukan hasil temuan dari penelitian yang disajikan dalam artikel. Hasil: Penentuan antibiotic sebagai penatalaksanaan medikamentosa pada rhinosinusitis harus sesuai dan memberikan efektifitas yang maksimal untuk kesembuhan. Kesimpulan: Terdapat beberapa hasil pola kepekaan bakteri terhadap antibiotic sesuai bakteri penyebab rhinosinusitis.
Yuna Trisuci Aprillia, Endang Siti Mawarni, Santi Agustina
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, Volume 12, pp 865-872; doi:10.35816/jiskh.v12i2.427

Abstract:
Ibu mempunyai peranan penting dalam pertumbuhan dan perkembanan Bayi dan Balita, khususnya pengetahuan ibu memiliki pengaruh kepada pola pikir dan tingkat kepedulian untuk memberikan asupan makan yang tepat untuk anaknya. Bayi dan balita masuk dalam kelompok rawan gizi di masyarakat dimana prevalensi gizi kurang tertinggi pada bayi dan balita. Dalam laporan RISKESDAS 2018 balita gizi kurang di Indonesia tercatat sebesar 17.7% masih dibawah taret RJPMN yaitu 17%. Sedangkan permasalahan gagal tumbuh yang ditandai dengan dengan tubuh pendek atau stunting sebesar 30,8%. Besaran prevalensi di Jawa Barat untuk gizi kurang di wilayah Jawa Barat masih di atas 14% dan angka stunting masih diatas angka nasional yaitu 31%. Profil Dinas kesehatan Kota Depok tahun 2017 menyampaikan Jumlah balita gizi lebih 5,57%, balita kurus 2,99% dan balita sangat kurus/gizi buruk sebanyak 0,06%. Masalah tersebut muncul bukan hanya karena kekurangan pangan namun bisa dari faktor lain seperti pemberian MP-ASI yang tidak adekuat tidak sesuai dengan kebutuhan gizi yang ada diusianya dan penyapihan dini. Memburuknya keadaan gizi bayi juga terjadi akibat ketidaktahuan ibu mengenai metode MP-ASI yang tepat sehingga praktik pemberian makanan pada bayi dapat mengakibatkan masalah gizi kurang, stunting serta gizi lebih atau obesitas. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan rancangan Cross Sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Jumlah populasi dan sampel sebanyak 35 responden. Dari hasil analisis univariat didapatkan ibu yang memiliki pengetahuan baik sebanyak 26 orang (74.3%), ibu yang berusia < 20 dan > 35 tahun sebanyak 24 (68.6%), jumlah ibu yang berpendidikan tinggi (SMA-Perguruan Tinggi) sebanyak 20 (57.1%), sebagian ibu baru memiliki anak pertama sebanyak 19 (54.3%), sebagian besar ibu tidak bekerja atau ibu rumah tangga (IRT) sebanyak 26 (74.3%), hampir seluruh reponden memiliki buku KIA sebanyak 34 (97.1%) dan riwayat pemerian ASI Eksklusif sebanyak 23 (65.7%). Hasil dari analisis bivariat didapatkan variabel yang berhubungan adalah variabel umur (nilai p=0,015), pendidikan (nilai p=0,019), paritas (nilai p=0,004), dan riwayat pemberian ASI Eksklusif (0,003). Kesimpulan dari penelitian ini adalah Variabel paritas adalah variabel yang paling dominan atau besar pengaruhnya terhadap pengetahuan ibu tentang makanan pendamping ASI (MPA-ASI) sehingga para ibu sudah diberikan informasi yang tepat sejak kehamilan terkait ASI Eksklusif dan Pemberian MPASI dan bisa mencari informasi menggunakan teknologi atau gawai untuk bisa mengakses informasi pemberian MP-ASI yang tepat.
Dansen Frans Louise Draven Rudyanto
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, Volume 12, pp 897-901; doi:10.35816/jiskh.v12i2.425

Abstract:
Latar Belakang : Epilepsi adalah kondisi gangguan neurologik yang paling sering ditemui. Pada negara berkembang, insidensi epilepsi lebih tinggi dari negara maju. Kejadian kejang pada epilepsi dapat dikurangi dengan pengobatan yang teratur akan tetapi tidak sedikit juga yang mengalami kejadian kejang berulang, hal ini dapat dipengaruhi beberapa faktor selain pengobatan yang tidak teratur. Salah satu faktornya adalah pengaruh dari kualitas tidur. Tujuan : Mengetahui lebih lanjut pengaruh kualitas tidur terhadap kejadian kejang pada epilepsy. Metode : Menggunakan studi literatur dari beberapa jurnal nasional dan internasional. Kesimpulan : Terdapat pengaruh kualitas tidur terhadap kejadian kejang pada pasien epilepsi.
Rizki Arviananta, Syuhada Syuhada, Aditya Aditya
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, Volume 12, pp 686-694; doi:10.35816/jiskh.v12i2.388

Abstract:
Ada saat pengambilan darah donor eritrosit akan mengalami kerusakan, setiap hari viabilitas eritrosit menjadi terus menurun akibat dari penurunan kadar ATP (Adenosin Trifosfat), sehingga apabila kadar ATP menurun maka terjadi kehilangan lipid membran, membran menjadi kaku, dan bentuk dari cakram menjadi sferis (tanpa sentral polar dan ukuran kecil), hal ini menyebabkan kalium keluar dan natrium masuk ke sel. Maka hal ini akan berpengaruh terhadap jumlah eritrosit yang akan ditransfusikan. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui perbedaan jumlah eritrosit antara darah segar dan darah simpan (30 hari). Jenis penelitian yang digunakan adalah Kuantitatif Observasional dengan teknik Non probability sampling. Sampel yang digunakan pada penelitian ini yaitu subjek penelitian yang bersedia mendonorkan darahnya. Analisa data menggunakan rumus Wilcoxon. Berdasarkan hasil pemeriksaan, rerata penurunan jumlah eritrosit selama 30 hari pada laki-laki yaitu 4,624 juta/mm3 (9,3%) dan pada perempuan 3,88 juta/mm3 (8,2%), dimana penurunan tersebut masih dalam batas nilai normal. Diperoleh p-value > 0,05 yang artinya tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada jumlah eritrosit antara darah segar dan darah simpan (30 hari).
Back to Top Top