Jurnal Golden Age

Journal Information
ISSN / EISSN : 2549-7367 / 2549-7367
Current Publisher: Universitas Hamzanwadi (10.29408)
Total articles ≅ 54
Filter:

Latest articles in this journal

Syahria Anggita Sakti, Universitas Pgri Yogyakarta
Published: 31 December 2020
Jurnal Golden Age, Volume 4, pp 238-249; doi:10.29408/jga.v4i02.2019

Abstract:
This study aims to analyze the extent of the implementation of inclusive education in early childhood education institutions in Indonesia. Inclusive education at an early age begins by accommodating the needs of children, identifying the special needs of children, and mapping the development potential and barriers of children now and in the future. Inclusive education provides opportunities for children with special needs to get an equal education. The practice of the inclusive education system implemented at the level of early childhood education still leaves problems, the implementation of inclusive education which is apparently still not inclusive. The issue of educators, supporting facilities, and inclusive education curricula in early childhood education institutions is also not yet capable Inclusive education in Indonesia must involve parents, teachers and the environment, the implementation of inclusive education in Indonesia leads to the goal of inclusive learning that provides the broadest opportunities- breadth to all children including children with special needs to get proper education in accordance with their needs.
Yasa Griya Sejati, Indah Wati, Nur Fajriyah
Published: 31 December 2020
Jurnal Golden Age, Volume 4, pp 282-289; doi:10.29408/jga.v4i02.2396

Abstract:
Tujuan penelitian ini dilakukan adalah untuk melihat seberapa jauh pemahaman orangtua dan anak tentang pandemi Covid-19 yang terjadi. Seberapa mampu peran orangtua dalam memberikan pemahaman dan pengertian pada anak tentang pandemi Covid-19 yang membuat mereka harus menjalani aktivitas di rumah. Secara teoritis, penelitian ini diharapkan juga mampu menambah pengetahuan para orang tua untuk bisa lebih baik dalam menyikapi tentang permasalahan yang dialami oleh anak usia dini dalam menghadapi pandemi. Orangtua juga diharuskan memiliki rasa empati dan lebih memperhatikan emosional anak, karena peran orangtua juga sangat berpengaruh terhadap kualitas emosi dan mental anak. Penelitian ini menggunakan metode wawancara yang diberikan kepada peserta Webinar "Bincang Asyik" yang mengangkat tema tentang Menjaga Stabilitas Mental Anak Bagi Orangtua Selama Masa Pandemi Covid-19, yang dilaksanakan oleh Prodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini di Universitas Muhammadiyah Gresik dengan pembicara Yasa Griya Sejati, M.pd selaku dosen di prodi tersebut. Dalam proses penelitian ini dilakukan terhadap 30 orang peserta dengan diberikan 20 pertanyaan yang harus mereka isi di kuisioner yang telah di sediakan. Hasil dari penelitian tersebut mengungkap beberapa hal berikut : 1. Anak merasa aktivitasnya dibatasi karena harus terus berada di rumah selama pandemi. 2. Beberapa anak mengeluh ingin pergi ke sekolah dan kembali belajar dengan teman-teman sebayanya. 3. Orangtua merasa sedikit kesulitan karena harus menyediakan kegiatan yang kreatif dan menyenangkan untuk membuat anak tetap bisa belajar di rumah dengan baik.
Sry Anita Rachman
Published: 31 December 2020
Jurnal Golden Age, Volume 4, pp 322-331; doi:10.29408/jga.v4i02.2520

Abstract:
Nowadays, Education in family becomes an attention in COVID-19 pandemic. Parent’s role is being tested in covid-19 pandemic that surge this country, still giving the early age right for education. Strengthening parent’s role is needed to give understanding to early age about pandemic that being epidemics today, importance to stay at home in order to be save and not to be contracted and contract the virus. Besides need in education, there is another thing that parent must be pay attention that is health factor, need for child’s food and drink, psychological serenity, child’s comfortable when study and play at home. Through descriptive study approach with ten parent who have child age 4-6 years old as respondents through questionnaire and interview by applying protocol in new normal, got the results: 1. there were two of ten parent who can adapt with the role as educator for their children an able to make comfort when giving lesson to child at home. 2. two of ten parent are able to make good communication among father, mother and teacher at school while learning from home. 3. The ten parent are agree with online long distance learning for the sake of break of chain transmitting of covid-19.
Yubaedi Siron, Mutriani Mula Putri Mama, Fillia Tri Utari
Published: 31 December 2020
Jurnal Golden Age, Volume 4, pp 267-281; doi:10.29408/jga.v4i02.2385

Abstract:
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyajikan perspektif guru tentang konten engineering di tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan enam sampel guru yang sudah mempraktikkan konten engineering di PAUD. Pengumpulan data dilakukan dengan purpossive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara semi terstruktur dan data dianalisis dengan menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa konten engineering di PAUD adalah proses belajar dan bermain yang anak-anak dapat mengembangkan kemampuan mereka untuk memecahkan masalah, berpikir kritis, berpikir kreatif, dan berkomunikasi dengan baik. Guru menerapkan konten engineering berdasarkan pada tahap perkembangan anak, kemudian menggabungkan semua rencana pelajaran yang sesuai, metode pengajaran, media, dan proses penilaian. Konsep konten engineering terkait dengan keterlibatan orang tua dan dapat mengarahkan guru untuk berpikir lebih kreatif dan inovatif.
Aldila Rahma
Published: 31 December 2020
Jurnal Golden Age, Volume 4, pp 250-260; doi:10.29408/jga.v4i02.2124

Abstract:
Children are one of the most disaster-prone community members due to their limited experience, knowledge, and physical. Therefore, children must be introduced as early as possible about disaster knowledge through education at school. Teaching and learning of disaster material can be done through science learning activities. This article aims to describe various methods and science learning activities, which are fun and attractive to convey disaster knowledge comprehend by children. This paper using a qualitative method approach with document study research types. An introduction of disaster knowledge to children in schools is a part of nonstructural mitigation efforts through education
Mulianah Khaironi
Published: 31 December 2020
Jurnal Golden Age, Volume 4, pp 261-266; doi:10.29408/jga.v4i02.2272

Abstract:
Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kognitif anak kelompok B melalui penggunaan media bahan alam. Sampel dalam penelitian ini adalah 8 orang peserta didik yang berusia 5-6 tahun. Dalam penelitian ini, data diperoleh melalui pengamatan menggunakan lembar observasi. Analisis data menggunakan analisis data kuantitatif secara deskriptif. Hasil penelitian pada siklus 1 pertemuan 1 rata-rata perkembangan kognitif anak mencapai 60%, dan pada pertemuan ke-2 mencapai 66%. Pada siklus 2, yaitu pada pertemuan ke-1 memperoleh persentase rata-rata 80% dan rata-rata 87% pada pertemuan ke-2. Selain mengembangkan kognitif, penggunaan bahan alam dapat meningkatkan interaksi peserta didik dengan alam, sehingga peserta didik dapat mengeksplor alam untuk mengembangkan kognitifnya. Hal tersebut menunjukkan bahwa terdapat pengembangan kognitif anak kelompok B melalui penggunaan media bahan alam
Dwi Nurhayati Adhani, Fikri Nazarullail
Published: 31 December 2020
Jurnal Golden Age, Volume 4, pp 369-378; doi:10.29408/jga.v4i02.2625

Abstract:
This research is located at the Early Childhood Education Unit (Roudlotul Athfal) in Bangkalan Regency by examining traditional games that use natural ingredients. Traditional games are games that use traditional tools and are characteristic of certain regions or have become a distinctive feature in Indonesia. Traditional games use simple tools derived from simple materials and natural materials available in the environment. The purpose of this study was to describe traditional games using natural materials in Bangkalan. Researchers used a qualitative research approach with a type of case study. The data collection methods used by researchers were interviews and observations and the stages of data analysis used an interactive model. The results of this study indicate that the tools used to play traditional games are very dependent on the area where they are played, namely when playing traditional games in coastal areas, the tools used come from the sea such as shells, small corals, tamarind seeds that grow near the beach , and if you play traditional games located near rice fields and plantations, the game tools used use leaves and bamboo trees. Traditional games using natural materials can optimize children's development, such as communication skills, creativity, fine and gross motives.
Fitri Ayu Fatmawati
Published: 31 December 2020
Jurnal Golden Age, Volume 4, pp 407-412; doi:10.29408/jga.v4i02.2427

Abstract:
Karakter anak harus dibentuk sejak anak usia dini. Tujuannya dari pembentukan karakter ini agar anak memiliki kepribadian yang baik sehingga ketika anak sudah menginjak dewasa maka ia akan menjadi anak yang shaleh maupun shalehah sehingga akan bisa memberikan manfaat yang untuk sesama. Tanpa proses pemberian pengasuhan dan pendidikan yang benar, mustahil untuk mencetak anak yang berkarakter. Dengan pembentukan karakter anak sejak dini diharapkan dapat memecahkan permasalahan-permasalahan penyimpangan perilaku pada anak, terlebih di era modern ini media-media yang dapat menimbulkan permasalahan penyimpangan pada anak semakin banyak. Rumusan masalah ini adalah pendidikan karakter yang di implementasikan kepada anak usia dini khususnya bagi orangtua yang bekerja. Penelitian ini bertujuan yaitu Untuk mengetahui pendidikan karakter anak yang orangtuanya bekerja. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian lapangan (field research) dan dianalisis dengan deskriptif kualitatif. Kesimpulan penelitian ini adalah implementasi pendidikan karakkter anak yang orangtuanya bekerja dapat terlaksana dengan baik, dengan penanaman akhlakul karimah, seperti horm
Narendradewi Kusumastuti
Published: 31 December 2020
Jurnal Golden Age, Volume 4, pp 333-342; doi:10.29408/jga.v4i02.2525

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang implementasi pilar-pilar karakter di TK ABA 2 Bojonegoro, meliputi: (1) perencanaan pembelajaran; (2) pelaksanaan pembelajaran; (3) evaluasi; (4) faktor pendukung dan penghambat. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif jenis studi kasus. Subjek penelitian yaitu kepala sekolah, guru, dan anak. Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian yaitu (1) Perencanaan pembelajaran implementasi nilai-nilai karakter yaitu guru menyiapkan program semester, RPPM, dan RPPH, buku pilar karakter, media yang digunakan; (2) Pelaksanaan pembelajaran dalam mengimplementasikan 18 nilai-nilai karakter terintegrasi dalam setiap kegiatan pembelajaran, (a) nilai-nilai karakter yang diimplementasikan adalah religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat/ komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, dan tanggungjawab; (b) Metode pembelajaran implementasi pilar-pilar karakter yaitu metode keteladanan, metode pembiasaan, metode bercerita, metode karyawisata, dan metode bermain; (3) Evaluasi pembelajaran dalam implementasi 18 nilai karakter yaitu observasi, percakapan, unjuk kerja, dan catatan anekdot; (4) Faktor pendukung yaitu anak sangat antusias saat kegiatan pembelajaran karakter, media yang digunakan bervariatif, orangtua sangat mendukung adanya pendidikan karakter yang diterapkan di sekolah; (5) Faktor penghambat kurangnya waktu dalam pembelajaran nilai-nilai karakter.
Ayunda S.Ifadah
Published: 31 December 2020
Jurnal Golden Age, Volume 4, pp 290-296; doi:10.29408/jga.v4i02.2419

Abstract:
Pada masa usia dini adalah masa kritis dalam perkembangan seorang anak. Segala aspek kehidupan anak berkembang dengan pesat termasuk dalam bidang literasi. Pemberian rangsangan pendidikan dapat membantu pertumbuhan dan perkembangan anak untuk kesiapan dalam memasuki kehidupannya dimasa mendatang, penanaman budaya literasi yang dipupuk sejak dini akan memberikan dampak yang positif pada anak salah satu bentuk dari literasi yaitu baca-tulis . Dengan adanya Gerakan Literasi Nasional yang dibuat oleh pemerintah merupakan gambaran nyata betapa pentingnya literasi dalam kehidupan. Sebagai calon pendidik sudah seharusnya memiliki pemahaman yang luas tentang literasi baca-tulis anak usia dini karena hal tersebut merupakan modal dari salah satu kompetensi yang dimiliki oleh calon pendidik anak usia dini. Pada penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan kuesioner, observasi,dan dokumentasi dan teknik analisis data menggunakan skala guttman. Hasil penelitian diperoleh bahwa secara umum pemahaman literasi baca tulis anak usia termasuk dalam kategori paham dengan skor nilai 75 dan persentase 93,75%.
Back to Top Top