Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat

Journal Information
ISSN / EISSN : 2684-9003 / 2685-130X
Current Publisher: Universitas Islam Kadiri (10.32503)
Total articles ≅ 19
Filter:

Latest articles in this journal

Rima Vien Permata Hartanto, Triyanto Triyanto, Erna Yuliandari, Yudi Ariana
Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Volume 2, pp 16-23; doi:10.32503/cendekia.v2i1.677

Abstract:
Ilmu pengetahuan dan teknologi telah mengalami kemajuan yang sangat pesat. Kemajuan yang paling banyak dirasakan menyentuh kehidupan masyarakat saat ini salah satunya adalah kemajuan dalam bidang teknologi komunikasi dan informasi. Perkembangan IPTEK yang begitu pesat, telah membawa perubahan gaya hidup dalam membina hubungan akrab dengan orang lain. Cara berkomunikasi yang paling sering mereka gunakan adalah dengan menggunakan jejaring sosial. Jejaring sosial sebagai salah satu sarana berkomunikasi dalam bentuk maya, berhubungan atau menjalin komunikasi secara verbal melalui seperangkat komputer atau sejenisnya yang dihubungkan melalui suatu jaringan telekomunikasi. Salah satunya ialah facebook yang menempati peringkat pertama. Mayoritas pengguna internet adalah kaum perempuan. Perempuan pengguna internet paling banyak berasal dari kalangan profesional dan diikuti ibu rumah tangga yang memanfaatkan internet dan teknologi informasi untuk membantu produktivitas mereka. Perempuan pengguna internet di Indonesia didominasi penduduk kota besar meskipun sebaran penggunanya sudah meluas. Mengingat besarnya jumlah perempuan yang bermedia sosial, maka dibutuhkan civic literasi tentang bagaimana bermedia sosial yang baik dan benar sehingga menjauhkan perempuan dari berbagai masalah sebagai akibat pengunaan media sosial yang salah.
Dhika Amalia Kurniawan, Fajar Surya Ari A, Lathiefa Rusli, Rahma Yudi A, Apriliana Ika K
Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Volume 2, pp 67-75; doi:10.32503/cendekia.v2i1.1001

Abstract:
Berkembangnya bisnis dengan berbagai keunggulan membuat persaingan semakin ketat sehingga menuntut para pelaku bisnis untuk dapat membuat strategi khusus dalam menghadapi kompetisi bisnis. Suatu bisnis harus mampu bergerak maju dengan potensi yang dimilikinya dan meminimalisir kelemahannya hingga dapat terus berjalan dan mampu bertahan dalam persaingan yang terus berkembang. Permasalahan yang dialami oleh para pelaku usaha skala mikro di Kabupaten Ponorogo adalah lemahnya penyusunan strategi bisnis dan pengoptimalan kemampuan yang dimiliki, para pelaku UMKM merasa bingung untuk mendeskripsikan kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman bisnis mereka yang perlu memerlukan strategi untuk menghadapinya. Dalam hal ini, sebanyak 75 pelaku usaha yang tergabung dalam asosiasi UMKM Ponorogo Jawa Timur. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah membantu para UMKM untuk dapat menyusun dan mengoptimalkan strategi pengembangan usahanya, sehingga perlu dianalisis dengan pendekatan SWOT. Harapan dari program pengabdian ini adalah para UMKM mampu mendeskripsikan dan menganalisis aspek internal dan eksternal agar mampu bertahan dalam persaingan bisnis. Adapun kegiatan yang akan dilakukan melalui 1) pelatihan analisis SWOT dan 2) pelatihan business model canvas (BMC).
Ayu Bandu Retnomurti, Nurmala Hendrawaty
Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Volume 2, pp 1-15; doi:10.32503/cendekia.v2i1.621

Abstract:
The purpose of this community service is how to implement the bottom-up approach is used as a basis for Indonesian-English or English-Indonesian translation learning for teenagers of Jami Baiturrahman Mosque in West Jakarta Even Semester 2018/2019. It focuses on: (1) translation theory must be mastered by students so that learning objectives are achieved and must be adapted to the cultural context of the source language; (2) various basic translation strategies; (3) translation teaching materials are arranged from an easy level to a difficult level in accordance with the school level; (4) learning material is developed with learning media that can motivate students; (5) community service team and youth work together to create conducive learning situations; (6) the use of infrastructure and learning media is sufficiently adjusted to the place of learning; (7) evaluation of translations is based on the accuracy, fairness, and clarity of the text. Based on the evaluation, there are still some students make repeated translation errors in the use of grammar, interpret idioms and look for the equivalent of the language from the source into the target language.
Risal Risal, Renny Wulandari, Jaurino Jaurino
Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Volume 2, pp 49-57; doi:10.32503/cendekia.v2i1.949

Abstract:
Desa Sedahan Jaya adalah salah satu desa yang telah mendirikan Bumdes. Bumdes Sedahan Jaya yang menjadi mitra belum melakukan penyusunan laporan keuangan dengan baik dan belum sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku. Pembukuan yang dilakukan setiap terjadi transaksi, hanya sebatas mencatat kas masuk dan kas keluar tanpa memperhatikan kaidah akuntansi. Hal tersebut disebabkan karena bendahara bumdes tidak memiliki latar belakang pendidikan akuntansi dan belum pernah diadakan pelatihan berkaitan dengan penyusunan laporan keuangan kepada para pengelola Bumdes sehingga menambah kompleksitas dari permasalahan yang dihadapi oleh mitra. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman dalam menyusun laporan keuangan, sehingga dibutuhkan adanya transfer knowledge melalui penyelenggaraan seminar dan pelatihan. Metode pelaksanaa pada kegiatan PKM ini adalah dengan pendekatan pendidikan. Pendekatan pendidikan yang dimaksud adalah dengan memberikan pengetahuan dan pemahaman mengenai pengelolaan Bumdes yang diwujudkan pada kegiatan seminar serta menyelenggarakan kegiatan pelatihan akuntansi yang berkaitan dengan penyusunan laporan keuangan Bumdes. Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat yaitu dengan adanya kegiatan seminar dan pelatihan ini pengelola Bumdes dapat membukukan setiap transaksinya ke dalam laporan keuangan yang sesuai dengan kaidah akuntansi.
Siti Rahmawati Zulaikhah, Farida Rizqi Fauziah, Bambang Rijanto Japutra
Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Volume 2, pp 33-38; doi:10.32503/cendekia.v2i1.730

Abstract:
Kelompok tani Terus Jaya berada di Dusun Cunil Desa Pegalongan Kecamatan Patikraja, Banyumas, Jawa Tengah. Wilayah Desa Pegalongan memiliki bagian wilayah sawah yang luas, dimana hampir 50% didominasi oleh sawah, sehingga pada saat panen padi, banyak tersedia jerami padi. Pada saat musim kemarau, anggota kelompok Tani Terus Jaya ini mengalami kesulitan mencari pakan, sehingga perlu adanya usaha untuk mempersiapkan pakan pada saat musim kemarau. Pembuatan amoniasi jerami merupakan salah satu solusi dalam masalah tersebut. Metode yang dilakukan dalam penyuluhan ini adalah transfer ilmu dan teknologi serta praktek atau demonstrasi pembuatan amoniasi jerami. Kegiatan ini dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu sosialisasi tentang peternakan sapi/kambing, pakan ternak dan pembuatan amoniasi jerami. Kegiatan ini direspon positif dan antusias oleh anggota kelompok dan berhasil memberikan pemahaman tentang solusi kesulitan pakan di musim kemarau.
Kanom Kanom, Randhi Nanang Darmawan, Nurhalimah Nurhalimah
Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Volume 2, pp 24-32; doi:10.32503/cendekia.v2i1.777

Abstract:
Lider adalah salah satu dusun di Desa Sumberarum merupakan salah satu destinasi pariwisata di Banyuwangi dengan daya tarik utama adalah Air Terjun Lider yang merupkan air terjun tertinggi di Banyuwangi, lokasinya lumayan terpencil baik dari akses maupun fasilitas umum yang masih minim dengan jumlah penduduk yang relatif rendah sumber daya manusianya terutama pada bidang pariwisata. Oleh sebab itu tim pelaksana Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Program Studi Manajemen Bisnis Pariwisata (MBP) Politeknik Negeri Banyuwangi bekerja sama dengan mitra yaitu Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Sumberarum dan warga Dusun Bejong dalam bentuk Sosialisasi Penerapan Sapta Pesona Dalam Perencanaan Dan Pengembangan Destinasi Pariwisata Berkelanjutan Di Lider Desa Sumberarum Kecamatan Songgon Kabupaten Banyuwangi. Hasil dari kegiatan PKM ini disambut positif oleh seluruh warga masyarakat dan membuat mitra terbuka pandangan tentang perkembangan dunia pariwisata saat ini. Selain itu hasil kegiatan PKM ini mulai berwujud dengan pembukaan kembali akses rute menuju daya tarik Batu Meja yang berpotensi menjadi daya tarik wisata alam trekking dan petualangan.
Dokman Marulitua Situmorang
Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Volume 2, pp 58-66; doi:10.32503/cendekia.v2i1.953

Abstract:
Ada 122 Desa yang ada di Kabupaten Bengkayang, jumlah ini sangatlah potensial untuk di kembangkan menjadi tempat lapangan kerja bagi masyarakat setempat. Namum permasalahan yang timbul di lapangan, dari total 122 Desa, tidak semua desa sudah membentuk BUMDes bahkan yang sudah terbentuk dan aktif dalam kegiatan bisnis dalam 3 tahun terakhir baru ada sekitar 5 Bumdes, maka hal ini menjadi masalah yang besar dan tugas berat bagi Dinas Pemerintah Desa Kabupaten Bengkayang dalam memacu desa agar memeiliki BUMDes. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk membantu pihak Dinas pemerintah desa dan pihak Bumdes yang sudah terbentuk di kabupaten Bengkayang dalam melakukan tata kelola keuangan yang baik dan sesuai degan akuntansi yang berlaku umum dengan memakai aplikasi akuntansi yang sederhana. Ada pun targetnya adalah pengelolah BUMDes mengerti dan paham tentang sistem pengeloaan keuangan yang baik. Kegiatan ini akan sangat membantu pihak pengelolah BUMDes untuk menjalankan program dan sistem keuangannya. Dana kegiatan yang akan di lakukan adalah sosialisasi dan pelatihan. Hasil dari kegiatan ini menghasilkan suatu produk Ms. Exel untuk membantu Bumdes dalam melakukan pembukuan akuntansi.
Mohtar Rasyid
Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Volume 2, pp 39-48; doi:10.32503/cendekia.v2i1.875

Abstract:
Beberapa desa di Kecamatan Kamal Bangkalan, selama ini masih termasuk sebagai desa yang kurang berkembang meskipun letaknya cukup dekat dengan Kampus Universitas Trunojoyo Madura. Untuk itu, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Trunojoyo Madura berinisiatif melaksanakan Program Laboratorium Desa dengan tujuan untuk meningkatkan kapasitas aparat desa dalam melaksanakan kegiatan yang selama ini telah dilakukan. Kegiatan ini diintegrasikan dengan kurikulum yang ada di Jurusan Ilmu Ekonomi sehingga untuk setiap kelas diharapkan dapat mendampingi satu desa binaan. Dalam tahap pertama, terpilih empat desa di Kecamatan Kamal dengan masing-masing dikoordinasi oleh satu dosen pembimbing. Mahasiswa diharapkan dapat bekerja bersama masyarakat desa untuk memecahkan permasalahan yang ada di tiap-tiap desa. Alokasi waktu pendampingan adalah sebanyak satu semester dan bisa dilanjutkan jika dirasa masih perlu untuk diperpanjang. Sejauh ini kegiatan tersebut telah banyak membantu program desa setempat mulai dari penataan administrasi tata kelola desa, inisiatif desa dalam penyusunan rencana strategis serta meningkatkan kreativitas desa dalam melayani masyarakat setempat.
Indah Yuni Astuti, Muhammad Alfa Niam, Tri Handayani
Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Volume 1, pp 66-74; doi:10.32503/cendekia.v1i2.596

Abstract:
Potensi Desa Bedali dalam aspek pertanian khususnya buah nanas menjadi potensi tersendiri. Mayoritas pekerjaan masyarakat desa Bedali Kecamatan Ngancar sebagai petani yang menghasilkan buah sirsak dan nanas. Melimpahnya buah nanas di desa Bedali menjadi salah satu alasan tujuan pengabdian kepada masyarakat ini. Salah satu produk olahan yang dihasilkan oleh ibu-ibu PKK di desa Bedali yaitu sari buah nanas. Permasalahan yang dihadapi oleh petani nanas di Desa Bedali adalah keterbatasan alat yang dimiliki serta kurangnya pengetahuan dan ketrampilan dalam mengolah buah nanas. Permasalahan lain yang dihadapi yaitu apabila jumlah buah nanas melimpah, sedangkan permintaan pasar rendah, maka buah nanas tidak akan laku, akibatnya buah nanas menjadi busuk dan apabila sudah busuk maka akan dibuang. Hal ini akan menyebabkan kerugian bagi petani. Sehingga, ibu ibu PKK yang juga menjadi petani buah nanas ini perlu mendapatkan perhatian untuk merubah mindset tidak hanya mampu bertani, tetapi juga mampu mengolah hasil pertanian. Metode yang dilaksanakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan pembinaan dan pelatihan dari aspek produksi dan aspek manajemen usaha. Dari program Pengabdian Masyarakat ini adalah pemberian pelatihan pengolahan buah nanas menjadi selai dan kue. Pelatihan pembukuan dan manajemen keuangan kepada ibu-ibu PKK dan pemberian peralatan mesin untuk menunjang produksi olahan minuman sari buah nanas.
Aprilia Dian Evasari, Yudo Bismo Utomo, Diana Ambarwati
Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Volume 1; doi:10.32503/cendekia.v1i2.603

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Back to Top Top