Journal of Dedication to Papua Community

Journal Information
ISSN : 26548356
Current Publisher: Universitas Victory Sorong (10.34124)
Total articles ≅ 11
Filter:

Latest articles in this journal

Journal of Dedication to Papua Community; doi:10.34124/jpkm

Abstract:
J-DEPACE (Journal of Dedication to Papua Community)
La Ode Madina, Maya Pattiwael, Fensca Lahallo, Frits Rupilele, Aram Palilu
Journal of Dedication to Papua Community, Volume 2, pp 157-170; doi:10.34124/jpkm.v2i2.47

Abstract:
Penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar secara perlahan telah terkikis oleh adanya kemajuan teknologi yang semakin berkembang, sehingga para kaum muda di zaman sekarang kurang memperdulikan penggunaan bahasa Indonesia yang tepat dan menyebabkan kedudukan bahasa Indonesia semakin tertinggal. Pengabdian masyarakat yang dilakukan di Panti Asuhan Emiyo Dere Keluruhan Kladufu Distrik Sorong Timur berupa pemberian materi dengan metode pembelajaran bagi peserta didik yang berasal dari Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA), bertujuan untuk meningkatkan kesadaran terhadap penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Bahasa Indonesia yang benar adalah bahasa Indonesia yang digunakan sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang berlaku. Kaidah bahasa Indonesia itu meliputi kaidah ejaan, pembentukan kata, kalimat, dan paragraf. Penghematan kata dalam bahasa Indonesia diupayakan agar tidak merusak kaidah bahasa, apalagi menimbulkan salah paham. Kesalahan yang terjadi biasanya dalam pembentukan kata, pemilihan kata, penyusunan kalimat, penerapan ejaan, dan surat menyurat. Hasil akhir dari kegiatan ini berupa penyerahan bantuan kepada anak-anak panti asuhan.
Edwin Zusrony, Ahmad Zainudin, Edy Jogatama Purhita, Agustinus Budi Santoso, Dewi Widyaningsih, Indra Ava Dianta
Journal of Dedication to Papua Community, Volume 2, pp 150-156; doi:10.34124/jpkm.v2i2.46

Abstract:
Perkembangan dunia usaha terjadi begitu masif dan cepat, dimana seorang pengusaha harus selalu belajar cepat menghadapi segala perubahan yang terjadi. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah mengadakan pelatihan terhadap pengelolaan organisasi dalam dunia usaha agar dapat menghadapi tantangan zaman. Pelatihan oleh tim dosen STEKOM Semarang dalam rangka tata kelola organisasi bagi UMKM CV. Bonanza di Kab. Boyolali, Jawa Tengah terkait dengan beberapa materi seperti strategi memperoleh pinjaman modal kerja dari perbankan, teknik pembuatan laporan keuangan bagi UMKM, perancangan website pada UMKM, perancangan promotion content pada UMKM, teknik manajemen periklanan, serta perancangan media periklanan. Pelatihan dan penyuluhan ini menjadi langkah nyata dalam mengaplikasikan ilmu yang dimiliki oleh para dosen untuk pengabdian masyarakat sebagai salah satu dari kegiatan Tridharma Perguruan Tinggi. Dalam melakukan pelatihan dan penyuluhan, kami menggunakan metode presentasi interaktif dan sesi tanya untuk meningkatkan pemahaman terhadap materi yang disampaikan.
Cornelia M. A Wattimena, M Loiwatu, L Pelupessy
Journal of Dedication to Papua Community, Volume 2, pp 127-135; doi:10.34124/jpkm.v2i2.36

Abstract:
ABSTRAKSalah satu hasil hutan non kayu adalah serangga berguna lebah madu diantaranya Lebah Trigona sp. Trigona sp. dikategorikan sebagai kelompok serangga sosial yang memiliki banyak manfaat, dan berkhasiat untuk kesehatan. Sarang lebah Trigona sp di Desa Suli sangat banyak ditemukan pada lubang-lubang goa, kusen-kusen pintu atau jendela milik masyarakat, sehingga untuk memanen madu atau propolis dari lebah Trigona sp, membutuhkan anggaran yang besar karena kusen pintu atau jendela harus dibongkar. Pengabdian ini dilakukan di desa Suli, berupa penyuluhan tentang beternak lebah tanpa sengat (Trigona sp) di dalam sarang ruas bamboo, dengan tujuan untuk menambah wawasan dan pengetahuan masyarakat tentang teknik budidaya lebah Trigon sp menggunakan sarang bambu sebagai tempat berkembang biak atau media yang mudah didapat dengan biaya yang murah. Teknik budidaya lebah Trigona sp di dalam bambu dimulai dari pembuatan rumah lebah dari bambu, menggergaji bambu dan membuat cincin, memindahkan lebah Trigona sp ke dalam bambu, kemudian bambu ditutup dengan selotip dan bambu siap diletakkan pada tempat yang sudah ditentukan atau disekitar tempat tinggal. Produk yang dihasilkan masih berupa produk mentah, sebab madu, propolis dan roti lebah masih bercampur. Agar siap dipasarkan, maka ketiganya harus dipisahkan. ABSTRACTOne of the non-wood forest products is a useful insect honey bee including "Trigona sp" bees. Trigona sp. categorized as a social insect group that has many benefits, and nutritious for health. Trigona sp bee nest in Suli Village is very much found in cave holes, door frames or window belonging to the community, so to harvest honey or propolis from Trigona sp bee, requires a large budget because the door frame or window must be dismantled. This service is carried out in the village of Suli, in the form of counseling about raising bees without stings (Trigona sp) in the bamboo nest, with the aim to increase public knowledge about Trigon sp bee keeping techniques using bamboo nests as a breeding ground or easily accessible media at a low cost. Trigona sp bee cultivation techniques in bamboo starts from making bamboo bee houses, sawing bamboo and making rings, moving Trigona sp bees into bamboo, then the bamboo is covered with masking tape and the bamboo is ready to be placed in a designated place or around the residence. The resulting product is still a raw product, because honey, propolis and bee bread are still mixed. To be ready to be marketed, the three must be separated.
Matheus Supriyanto Rumetna, Tirsa Ninia Lina, Okradi Sanggel, Yulianti Yulianti, Ryan Anugerah, Yulistha Adi, Joseph Eliza Lopulalan
Journal of Dedication to Papua Community, Volume 2, pp 136-149; doi:10.34124/jpkm.v2i2.45

Abstract:
Es kelapa muda menjadi salah satu peluang usaha bagi kalangan menengah, namun keterbatasan sumber daya menjadi salah satu kesulitan yang dihadapi. Banyak usaha penjualan es kelapa muda yang ingin memaksimalkan keuntungan dari penjualan es kelapa muda. Masalah ini dapat diselesaikan dengan perhitungan menggunakan metode simpleks dan juga software POM-QM, karena dapat menjadi acuan bagi pelaku usaha penjual es kelapa muda dalam pengambilan keputusan. Berdasarkan hasil perhitungan, maka hasil keuntungan maksimum dari produksi es kelapa muda untuk setiap harinya yaitu sebesar Rp.171.171,-. Coconut ice is one of the business opportunities for the middle class, but limited resources are one of the difficulties encountered. Many businesses selling coconut ice who want to maximize profits from the sale of coconut ice. This problem can be solved by calculation using the simplex method and also POM-QM software, because it can be a reference for businesses coconut ice seller in decision making. Based on calculations, the results of the maximum profit from the production of coconut ice on a daily basis in the amount IDR 171.171, -.
Chelsy Yesicha, Ismandianto Ismandianto, Hevi Susanti, Ikhma Zurani
Journal of Dedication to Papua Community, Volume 2, pp 112-126; doi:10.34124/jpkm.v2i2.31

Abstract:
Revolusi komunikasi mengiringi industri pariwisata dapat selaras memanfaatkan strategi promosi melalui sarana digital demi kemudahan akses pemenuhan kebutuhan tersier manusia. Tim pengabdian membidik potensi wisata Kecamatan Kuok Kabupaten Kampar layak untuk dikembangkan kearah digital dengan mengutamakan kesiapan pokdarwis khususnya desa belimbing. Kabupaten Kampar merupakan salah satu kabupaten penyumbang utama potensi wisata di Riau. Metode yang digunakan adalah metode ceramah dan diskusi dengan mengundang masyarakat pemilik home industri kuliner dan terutama Pokdarwis. Kesiapan sumber daya manusia dan stimulasi dari terapan e-tourism saat ini ditawarkan agar potensi wisata memberikan efek positif yang menyatu dengan peluang kerja dan peningkatan ekonomi masyarakat tempatan. Kecanggihan aplikasi augmented reality, pembuatan akun media sosial, web desa, dan bekerjasama dengan aplikasi sejalan dengan industri pariwisata baik nasional maupun mancanegara. Tentu saja sinergi dan kontrol antara pokdarwis, masyarakat dan aparatur desa perlu dijaga guna terpeliharanya kemandirian industry pariwisata desa meskipun demikian tetap diperlukan pendampingan bagi desa guna dalam menjalankan publikasi dan pengelolaan industri tersebut.
Matheus Supriyanto Rumetna, Tirsa Ninia Lina, Filemon Filemon, Bryan Siwalette, Andriano Andriano, Rezty Deviana, Razni Paknawan
Journal of Dedication to Papua Community, Volume 2, pp 75-86; doi:10.34124/jpkm.v2i1.17

Abstract:
ABSTRAK Banyak masyarakat Kota Sorong yang menjual buah pinang untuk memenuhi kebutuhan hidup, salah satunya yaitu Mama Desi. Permasalahan yang dihadapi oleh penjual pinang Mama Desi adalah bagaimana menentukan jumlah penjualan yang optimum, sehingga diperoleh keuntungan penjualan yang maksimum. Masalah ini dapat diselesaikan dengan menggunakan Metode Simpleks yang merupakan salah satu bagian dari Program Linier dengan tujuan membantu Mama Desi dalam pengambilan keputusan serta meningkatkan keuntungan penjualan buah pinang. Hasil perhitungan penjualan buah pinang ini, keuntungan maksimum yang dapat diperoleh adalah senilai Rp 1.500.000 setiap bulan.ABSTRACTMany people in Sorong City sell Pinang fruit to fulfill their daily needs; one of them is Mama Desi. The problem faced by the seller of Pinang Mama Desi is how to determine the optimum number of sales so that the maximum sales profit obtained. This problem can solve by using the Simplex Method, which is one part of a linear program to help Mama Desi in making decisions and increasing profits from selling Pinang fruit. Results of calculating the sale of Pinang fruit, the maximum benefit that can obtain is IDR 1,500,000 every month.
Lanny Wattimena, Amatus Turot, Maya Pattiwael, Charliany Hetharia, Yerrynaldo Loppies
Journal of Dedication to Papua Community, Volume 2, pp 103-111; doi:10.34124/jpkm.v2i1.30

Abstract:
ABSTRAKSalah satu langkahyang dilakukan untuk meningkatkan rasa kepedulian terhadap lingkungan adalah dengan melakukan penanamanbibit pohon. Penanaman dilakukan di Taman Wisata Alam (TWA) Sorong.Pemilihan lokasi didasarkan pada kondisi kawasan tersebut yang mengalami kerusakan akibat ulah manusiadiantaranya yaitu alih fungsi lahan menjadi perkebunan bahkan pemukiman masyarakat.Aktivitas tersebut tentu saja memberikan dampak negatif bagi lingkungan sekitar.Kegiatan yang dilaksanakan padatanggal 26 Mei 2018ini melibatkan Civitas Akademika UNVIC Sorong dan pihak Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Papua Baratdengan menanam jenis pohon Agathis, Durian, Rambutan dan Mahoni yang secara keseluruhan berjumlah 200 bibit pohon.Tanggung jawab pemeliharaan dari tanaman ini merupakan tanggung jawab bersama antara Fakultas Ilmu Pertanian dan lingkungan UNVIC Sorong dengan pihak Balai Besar KSDA Papua Barat. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat Kota Sorong akan pentingnya menjaga dan melestarikan hutan khususnya di kawasan Taman Wisata Alam. ABSTRACTOne of the steps taken to increase awareness of the environment is by planting tree seeds. Planting is carried out in the Sorong Nature Tourism Park (TWA). The choice of location based on the condition of the area which has been damaged by human activities, including the conversion of land into plantations and even community settlements. These activities certainly harm the surrounding environment. The event which held on May 26, 2018, involved the UNVIC Academic Community of Sorong and the West Papua Center for Natural Resources Conservation (KSDA) by planting Agathis, Durian, Rambutan and Mahogany trees, totalling 200 tree seedlings. The maintenance responsibility of this plant is a shared responsibility between the Faculty of Agriculture and the environment of UNVIC Sorong with the West Papua Regional Office of the KSDA. This activity is expected to increase the awareness of the people of Sorong City on the importance of maintaining and preserving forests, especially in the Nature Tourism Park area.
Adolfina Putnarubun, Susana Magdalena Welly Muskita, Arce Yulita Ferdinandus, Ratna Rosmauli Pakpahan, Juneth Nelfia Wattimena
Journal of Dedication to Papua Community, Volume 2, pp 95-102; doi:10.34124/jpkm.v2i1.26

Abstract:
ABSTRAK Seiring perkembangan zaman, kepemimpinan secara ilmiah mulai berkembang bersamaan dengan pertumbuhan manajemen ilmiah yang lebih dikenal dengan ilmu tentang memimpin. Hal ini terlihat dari banyaknya literatur yang mengkaji tentang kepemimpinan dengan berbagai sudut pandang atau perspektifnya. Kepemimpinan tidak hanya dilihat dari baik saja, akan tetapi dapat dilihat dari penyiapan sesuatu secara berencana dan dapat melatih calon-calon pemimpin. Para siswa sebagai calon pemimpin masa depan bangsa dan Negara sudah tentu harus mendapatkan perhatian khusus dari kita sebagai pendidik. Dalam hal ini, para siswa sejak dini mungkin dibekali dengan berbagai macam teori dan keterampilan tentang mempin, sehingga para siswa dapat menjadi pemimpin bagi dirinya sendiri maupun pemimpin dalam sebuah kelompok dan organisasi. Seorang pemimpin harus memiliki syarat-syarat yang tidak ringan, karena pemimpin sebagai ujung tombak kelompok. PKM yang kami lakukan berdasarkan munculnya banyak persoalan dikalangan Pelajar yang dapat menarik perhatian Pelajar, sehingga merusak masa depan mereka. Metode yang kami gunakan dalam PKM ini adalah kualitatif deskriptif, dimana hasil PKM ini kedumudian akan dideskripsikan. Dari PKM yang kami lakukan, dapat ditemukan bahwa adanya peningkatan pemahaman dari para Pelajar tentang bagaimana mempersiapkan diri menjadi seorang pemimpin yang baik.ABSTRACT Along with the development of the times, scientific leadership began to develop along with the growth of scientific management, better known as the science of leadership. Can be seen from the many kinds of literature that examine leadership with various perspectives or perspectives. Leadership is not only seen from the good but can be seen from the preparation of something in a plan and can train prospective leaders. The students as candidates for future leaders of the nation and the State certainly need to get special attention from us as educators. In this case, early students may be equipped with a variety of theories and skills about education, so that students can become leaders for themselves and leaders in a group and organisation. A leader must have conditions that are not light because the leader is the spearhead of the group. PKM that we do base on the emergence of many problems among students who can attract the attention of students, thus damaging their future. The method we use in this PKM is descriptive qualitative, where the results of this PKM will later describe. From the PKM that we did, it found that there was an increase in the understanding of the students about how to prepare to be a good leader.
Agustinus Masan
Journal of Dedication to Papua Community, Volume 2, pp 87-94; doi:10.34124/jpkm.v2i1.24

Abstract:
ABSTRAKBahasa Inggris tak akan jauh pergi dari basic grammar karena basic grammarlah yang membantu pemula dalam memahami hal-hal besar dalam Bahasa Inggris. Dia adalah dasar dari pemahaman. Anak-anak SD dan SMP di negeri ini sudah belajar bahasa inggris sejak dini tapi apakah pemahaman yang otentik dari mereka juga terbangun? Sistem pendidikan menjadi problem utama untuk membangunkan karakter belajar anak-anak zaman ini. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah pengajaran Bahasa Inggris.Tahapan pengajaran terdiri dari studi pendahuluan, pemaparan materi, dan evaluasi. Kegiatan pengajaran Bahasa Inggris “building up basic grammar” ditujukan kepada khalayak sasaran.Tingkat keberhasilan pengajaran ini ditentukan oleh adanya perbedaan pemahaman dan pengetahuan mengenai basic grammar yang belum baik dengan sesudah pelaksanaan pengajaran, dimana adanya pemahaman dan pengetahuan yang lebih efektif dan memadai.ABSTRACT English will not leave behind the basic grammar because of basic grammar, which helps the beginner for understanding the bigger case in English. It is as the foundation of understanding. Children of elementary school and junior high school in this country have learned English early but did it build their authentic understanding? The education system becomes the main causative problem for building the children character learning of this era. The method is used in this serving society action is teaching English. Teaching stage consists of: the previous study, presenting the material, and evaluating. English teaching action "building up basic grammar" is to the public concern. The level of success in this teaching is disposed of by there is a distinction between understanding and knowledge toward basic grammar before and after teaching, where there is an effective and a well understanding and knowledge.
Back to Top Top