Journal Information
ISSN / EISSN : 2599302X / 25993038
Current Publisher: STKIP Singkawang (10.26737)
Total articles ≅ 21
Filter:

Latest articles in this journal

Rulli Purnama, Citra Utami, Nindy Citroresmi Prihatiningtyas
Published: 30 April 2020
Variabel, Volume 3, pp 36-48; doi:10.26737/var.v3i1.1307

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi etnomatematika yang terdapat pada motif tenun kain Lunggi Sambas Kalimantan Barat dan implikasinya terhadap pembelajaran matematika. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dalam desain etnografi. Subjek pada penelitian ini adalah para pengrajin kain tenun desa Sumber Harapan dusun Semberang kabupaten Sambas Kalimantan Barat dengan narasumber sebanyak 4 orang yang dipilih melalui teknik snowball sampling. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, studi dokumentasi dan studi pustaka yang kemudian dianalisis dengan teknik reduksi data, penyajian data dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) etnomatematika dalam proses pembuatan motif tenun kain Lunggi adalah transformasi (transformasi dari objek nyata menjadi bentuk motif tenun, konsep geometri, refleksi, dan skala), pengukuran (estimasi), ketepatan (akurasi) serta kesetaraan; 2) etnomatematika dalam motif tenun kain Lunggi adalah geometri dimensi satu berupa garis dan titik, geometri dimensi dua berupa bidang persegi panjang, segitiga, jajar genjang, segi banyak dan belah ketupat, serta geometri transformasi meliputi refleksi, rotasi, transalasi, dilatasi; dan 3) implikasi dari penelitian ini adalah etnomatematika yang ditemukan dapat dijadikan perangkat pembelajaran matematika di sekolah contohnya berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) berbasis etnomatematika pada materi geometri transformasi.
Tri Ani Setiorini
Published: 30 April 2020
Variabel, Volume 3, pp 12-19; doi:10.26737/var.v3i1.1715

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan keaktifan belajar dan hasil belajar siswa pada penggunaan model Problem-Based Learning. Metode penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap, yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan tindakan, tahap observasi dan tahap refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI MIPA 3 Semester 2 SMA Negeri 1 Wirosari. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes tertulis. Validitas penelitian ini menggunakan validitas isi dan validitas konstruk. Data dianalisis secara persentase deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keaktifan belajar siswa mengalami peningkatan yang signifikan dari siklus I sebesar 62,2% menjadi 77,0% pada siklus II. Hasil belajar siswa juga mengalami peningkatan yang signifikan dari prasiklus dengan rata-rata 67,2 dan persentase ketuntasan 36% menjadi 72,3 (67%) pada siklus I dan meningkat kembali mencapai rata-rata 80,5 (83%) pada siklus II. Kesimpulan hasil penelitian ini adalah penggunaan model Problem-Based Learning dapat meningkatan keaktifan belajar dan hasil belajar siswa.
Muhammad Sidiq Nur, Nindy Citroresmi Prihatiningtyas, Rosmaiyadi Rosmaiyadi
Published: 30 April 2020
Variabel, Volume 3, pp 26-35; doi:10.26737/var.v3i1.1317

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui peningkatan kemampuan representasi matematis siswa yang mendapatkan model Learning Cycle 7E dan model Problem Based Learning; (2) mengetahui perbedaan peningkatan kemampuan representasi matematis siswa yang diajar dengan menggunakan model Learning Cycle 7E dan Problem Based Learning; (3) mengetahui motivasi belajar siswa yang diajar menggunakan model Problem Based Learning apakah lebih baik daripada model Learning Cycle 7E. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan bentuk two group pretest-posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Singkawang yang terdiri dari kelas eksperimen 1 dan kelas eksperimen 2. Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu tes kemampuan representasi matematis dan angket motivasi. Teknik analisis data untuk mengetahui peningkatan kemampuan representasi matematis siswa menggunakan n-gain, untuk mengetahui perbedaan peningkatan kemampuan representasi matematis siswa menggunakan Man Whitney U-test, dan untuk mengetahui motivasi belajar siswa menggunakan Man Whitney U-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kemampuan representasi matematis siswa yang mendapatkan model Learning Cycle 7E dan model Problem Based Learning sama-sama berada pada interpretasi gain score tinggi dengan nilai n-gain sebesar 0,744 dan 0,735; (2) hasil Man Whitney U-test sampel diperoleh Zhitung = –0,037 ≥ –Ztabel = –1,96 yang menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan peningkatan kemampuan representasi matematis siswa yang mendapatkan model Learning Cycle 7E dan model Problem Based Learning; (3) hasil Man Whitney U-test sampel diperoleh Zhitung = –1,5 ≥ –Ztabel = –1,96 yang menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa pada kelas yang menggunakan model Problem Based Learning tidak lebih baik daripada kelas yang menggunakan model Learning Cycle 7E. Secara umum dapat disimpulkan bahwa model Learning Cycle 7E dan Problem Based Learning dapat meningkatkan kemampuan representasi matematis siswa SMP pada materi statistika.
Haryanti Tri Wahyuni
Published: 30 April 2020
Variabel, Volume 3, pp 1-4; doi:10.26737/var.v3i1.1714

Abstract:
Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui peningkatan pemahaman dan aktivitas siswa dalam menyusun rumus dan memberi nama senyawa kimia dengan model Project Based Learning. Metode penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dalam dua siklus pembelajaran dengan tahapan: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X MIPA 4 SMA Negeri 1 Wirosari. Data dikumpulkan melalui teknik tes berupa tes hasil belajar siswa dan teknik non tes berupa observasi dan wawancara. Data dianalisis secara persentase deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan ketuntasan belajar siswa dari 13,89% siswa yang tuntas pada prasiklus menjadi 19,44% pada siklus-1 dan mengalami kenaikan yang signifikan pada siklus-2 menjadi 80,56% dan terdapat peningkatan aktivitas siswa dimana saat pembelajaran siswa lebih aktif. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penerapan model Project Based Learning (PjBL) dapat meningkatkan pemahaman siswa pada materi rumus senyawa dan tata nama senyawa kimia.
Nuri Nuri, Bijanto Bijanto, Ellen Proborini, Eko Hari Racmawanto
Published: 30 April 2020
Variabel, Volume 3, pp 5-11; doi:10.26737/var.v3i1.1735

Abstract:
Jenis muatan sel darah merah penting untuk diketahui guna mengetahui pengaruhnya terhadap induksi megnet yang dihasilkan oleh alat-alat eketronika di sekitar kita. Dalam penelitian ini telah didapatkan jenis muatan sel darah merah dengan metode dielektroforesis dengan bantuan mikroskop cahaya perbesaran 1000 kali. Sumber tegangan DC digunakan sebagai pembangkit medan listrik pada kedua elektroda tak sejenis. Besarnya nilai mobilitas didapatkan melalui pendekatan teoretis dan pengamatan menggunakan mikroskop. Tegangan elektroda diperankan sebagai variabel bebas dalam satuan (volt), dan kecepatan sel sebagai variabel terikat dalam satuan (m/s). Berdasarkan data eksperimen didapatkan bahwa pada rentang 4V-12V sel melaju dengan kecepatan (198 – 1584) x 10-4 m/s. Berdasarkan semua data menunjukkan bahwa sel darah merah menuju arah anoda bermuatan positif. Sehingga dapat disimpulkan bahwa sel darah merah merupakan partikel bermuatan negatif dengan kelajuan bertambah seiring pertambahan nilai tegangan.
Retno Ari Utami
Published: 30 April 2020
Variabel, Volume 3, pp 20-25; doi:10.26737/var.v3i1.1716

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui pengaruh model Role Playing terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa, (2) mengetahui aktivitas belajar siswa terhadap model Role Playing, (3) mengetahui motivasi belajar siswa terhadap model Role Playing. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Wirosari. Adapun populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas XI yang terdiri dari XI IPA 3, XI IPA 4 dan XI IPA 5. Sampel dalam penelitian ini yaitu kelas XI IPA3 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI IPA4 sebagai kelas kontrol. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain posttest-only control group design. Soal yang diberikan berupa essay terdiri dari 3 soal yang memuat indikator kemampuan komunikasi matematis siswa yang telah diujicobakan terlebih dahulu dengan validitas, reliabilitas, daya pembeda dan tingkat kesukaran. Teknik analisis data yang digunakan untuk melihat pengaruh model Role Playing terhadap kemampuan komunikasi menggunakan rumus Effect Size, untuk mengetahui aktivitas belajar siswa dengan menghitung persentase indikator aktivitas belajar siswa, dan untuk mengetahui motivasi belajar siswa menggunakan rumus rata-rata indikator motivasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pengaruh model Role Playing terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa didapatkan hasil yaitu 0,29% dengan kategori sedang, (2) aktivitas belajar siswa dengan diterapkan model Role Playing mencapai 77,91% dengan kategori aktivitas belajar siswa tinggi, dan (3) motivasi belajar siswa diperoleh 3,98 dengan kategori motivasi belajar siswa tinggi. Secara umum dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang positif model pembelajaran Role Playing terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa pada materi limit.
Nindy Citroresmi Prihatiningtyas, Rika Wahyuni, Rani Milantika
Published: 31 October 2019
Variabel, Volume 2, pp 83-89; doi:10.26737/var.v2i2.1819

Abstract:
Penelitian ini bertujuan: (1) Untuk mengetahui perbedaan peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa terhadap model pembelajaran Cooperative Script pada materi aljabar; (2) Untuk mengetahui keterlaksanaan model pembelajaran Cooperative Script terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa pada materi aljabar; (3) Untuk mengetahui motivasi belajar siswa setelah diterapkannya model pembelajaran Cooperative Script pada materi aljabar; Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode Quasi Eksperimental Design dengan bentuk Non Equivalent Control Group Design. Instrumen yang digunakan adalah tes kemampuan pemecahan masalah matematis siswa, lembar keterlaksanaan pembelajaran dan angket motivasi belajar siswa. Hasil analisis data menunjukkan bahwa: (1) Terdapat perbedaan peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa; (2) Keterlaksanaan pembelajaran menggunakan model pembelajaran Cooperative Script berada pada kriteria baik; (3) Motivasi belajar siswa setelah diajarkan dengan model Cooperative Script tergolong sangat tinggi.
Rambu Ririnsia Harra Hau, Nuri Nuri
Published: 31 October 2019
Variabel, Volume 2, pp 56-61; doi:10.26737/var.v2i2.1815

Abstract:
Salah satu kompetensi inti pelajaran fisika adalah siswa diharapkan memiliki kemampuan memahami konsep fisika, menjelaskan keterkaitan antarkonsep dan mengaplikasikan konsep secara luwes, akurat, efisien, dan tepat, dalam memecahkan masalah. Terdapat banyak siswa yang setelah belajar fisika, tidak mampu memahami bahkan pada bagian yang paling sederhana sekalipun, banyak konsep yang dipahami secara keliru sehingga fisika dianggap sebagai ilmu yang sukar, ruwet, dan sulit. Pemahaman konsep merupakan bagian yang paling penting dalam pembelajaran fisika salah satunya pada materi hukum I Newton, peningkatan pemahaman konsep hukum I Newton perlu diupayakan demi keberhasilan siswa dalam belajar. Penulisan artikel ini bertujuan.untuk mendapatkan gambaran tentang pemahaman siswa terhadap konsep hukum I Newton. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah metode studi pustaka yang diperoleh dari literatur-literatur terkait seperti buku-buku pelajaran fisika, jurnal ilmiah, dan artikel-artikel di media internet. Hasil penelitian menunjukkan pemahaman siswa terhadap konsep hukum I Newton mengalami miskonsepsi dalam menganalisis hubungan antara massa, gaya dan gerak benda. Untuk mengatasi miskonsepsi siswa ini menggunakan strategi pembelajaran aktif dan pembelajaran bermakna yang dapat melibatkan siswa secara aktif dalam mencari hubungan antara pengetahuan yang ada sebelumnya dan pengetahuan baru, salah satunya menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw berbantuan booklet dan penggunaan media pembelajaran pada materi hukum I Newton dalam kegiatan pembelajaran efektif mengatasi kesulitan siswa dalam memahami konsep hokum I Newton.
Devi Sasmita, Citra Utami, Nindy Citroresmi Prihatiningtyas
Published: 31 October 2019
Variabel, Volume 2, pp 62-68; doi:10.26737/var.v2i2.1816

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran generatif berbantuan alat peraga puzzle Pythagoras terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis siswa pada materi teorema Pythagoras di kelas VIII SMP Negeri 8 Singkawang. Penelitian ini menggunakan desain Quasi Eksperimental.Populasi dalam penelitian ini adalah semua kelas VIII yang terdiri dari empat kelas yang berjumlah 111 siswa. Sampel diambil dengan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa tes kemampuan pemahaman konsep matematis siswa (posttest) dan lembar angket motivasi belajar. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji Independent Sample T-Test, uji Effect Size dan menghitung rata-rata skor motivasi belajar seluruh siswa pada setiap indikator motivasi. Hasil penelitian menunjukkan: (1) terdapat perbedaan peningkatan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa antara kelas yang menggunakan model pembelajaran generatif berbantuan alat peraga puzzle pythagoras dengan kelas yang menggunakan model pembelajaran langsung; (2) pengaruh model pembelajaran generatif berbantuan alat peraga puzzle pythagoras terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis siswa tergolong tinggi; (3) motivasi belajar siswa tergolong tinggi.
Nur Gustika, Rosmaiyadi Rosmaiyadi, Buyung Buyung
Published: 31 October 2019
Variabel, Volume 2, pp 46-55; doi:10.26737/var.v2i2.1719

Abstract:
Kemampuan literasi matematis siswa berperan penting dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan literasi matematis siswa dengan menggunakan model pembelajaran quantum teaching. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen. Sampel penelitian berjumlah 25 orang untuk kelas eksperimen dan 22 orang untuk kelas kontrol. Instrumen penelitian menggunakan tes kemampuan literasi matematis siswa dan angket motivasi belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat peningkatan kemampuan literasi matematis siswa antara kelas yang menggunakan model pembelajaran quantum teaching dan kelas yang menggunakan model pembelajaran langsung dengan nilai thitung = 5,43 > ttabel = 1,68, (2) Kemampuan literasi matematis siswa mencapai ketuntasan individu dengan nilai thitung = 10,34 > ttabel = 1,71 bahwa rata-rata mencapai KKM ≥ 65, selanjutnya untuk ketuntasan klasikal yaitu Zhitung = 3,33 ≥ Ztabel = 1,64 disimpulkan bahwa ketuntasan klasikal siswa mencapai 70%, dan (3) Hasil rata-rata motivasi belajar siswa diperoleh sebesar 59,71 dengan kategori baik.
Back to Top Top