Jurnal Bioterdidik: Wahana Ekspresi Ilmiah

Journal Information
ISSN / EISSN : 2302-1276 / 2621-5594
Total articles ≅ 49
Filter:

Latest articles in this journal

Dewi Sartika, Ahmad Yani, Muhammad Nur
Jurnal Bioterdidik: Wahana Ekspresi Ilmiah, Volume 10, pp 54-61; https://doi.org/10.23960/jbt.v10i1.24041

Abstract:
This study aims to identify weeds in the village of Conko as a learning module development material. The method used is descriptive qualitative method. The results showed that there were 8 families that could be found in this study, namely Sonchus Arvensis (Tempuyung), Amaranthus Spinosus (Bayam Duri), Peperomia Pellucida (Suruhan), Aregatum Conyzoides (Bandotan), E.Hirta (Patikan Kebo), Mimosa Pudica (Putri Malu), Phyllanthus Urinaria (Meniran), dan Cyperus Rotundus (Rumput Teki) all of these 8 plants have the potential as medicine that can be used as a contribution to learning materials at school, namely in the form of modules that can be used by students as learning media on biodiversity learning materials in schools class X SMA / MA. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tumbuhan gulma yang ada di desa Congko sebagai bahan pengembangan modul pembelajaran. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian, menunjukkan bahwa Terdapat 8 famili yang dapat ditemukan pada penelitian ini yaitu Sonchus Arvensis (Tempuyung), Amaranthus Spinosus (Bayam Duri), Peperomia Pellucida (Suruhan), Aregatum Conyzoides (Bandotan), E.Hirta (Patikan Kebo), Mimosa Pudica (Putri Malu), Phyllanthus Urinaria (Meniran), dan Cyperus Rotundus (Rumput Teki) yang ke 8 tanaman tersebut semuanya berpotensi sebagai obat yang dapat dijadikan sumbangsih untuk materi pembelajaran di sekolah yaitu berupa modul yang dapat digunakan siswa sebagai media pembelajaran pada materi pembelajaran keanekaragaman hayati di kelas X SMA/MA. Kata kunci: Gulma, Keanekaragaman Hayati, Modul, Obat DOI: http://dx.doi.org/10.23960/jbt.v10i1.24041
Nida Chairul Ummah, Romy Faisal Mustofa, Dea Diella
Jurnal Bioterdidik: Wahana Ekspresi Ilmiah, Volume 10, pp 45-53; https://doi.org/10.23960/jbt.v10i1.23890

Abstract:
This study aims to determine the effect of blended problem based learning based on google classroom on the cognitive load of students in class X MIPA. The sample was taken using a total sampling technique so that the entire population was sampled, while for determining the treatment of the sample used cluster random sampling technique. Class X MIPA 1 as many as 31 students as the experimental class and class X MIPA 2 as many as 30 students as the control class. The data analysis technique used is independent t test. Based on the results of data analysis and hypothesis testing, it can be concluded that there is an effect of blended problem based learning based on google classroom on cognitive load with a significance value of 0.013. The cognitive load of the students showed an average score of 3,233 with the category of low cognitive load. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh blended problem based learning berbasis google classroom terhadap beban kognitif peserta didik di kelas X MIPA. Sampel diambil dengan teknik sampling total sehingga seluruh populasi dijadikan sampel sedangkan untuk penentuan perlakuan pada sampel digunakan teknik cluster random sampling. Kelas X MIPA 1 sebanyak 31 orang peserta didik sebagai kelas eksperimen dan kelas X MIPA 2 sebanyak 30 orang peserta didik sebagai kelas kontrol. Teknik analisis data yang digunakan yaitu uji t independent. Berdasarkan hasil analisis data dan uji hipotesis maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh blended problem based learning berbasis google classroom terhadap beban kognitif dengan nilai signifikansi 0,013. Beban kognitif peserta didik menunjukkan rata-rata skor sebesar 3,233 dengan kategori beban kognitif rendah. Kata kunci:blended problem based learning, beban kognitif, eksperimen DOI: http://dx.doi.org/10.23960/jbt.v10i1.23890
Heni Wansyah, Husnaika Febriani, Rohani Rohani
Jurnal Bioterdidik: Wahana Ekspresi Ilmiah, Volume 10, pp 62-70; https://doi.org/10.23960/jbt.v10i1.23489

Abstract:
The purpose of this study was to identify and determine the barriers of educators to online biology learning in high schools throughout Babalan District. This research is a qualitative research using the case study method with the subject in this study is a biology teacher, and all students of class XI SMA in Babalan District with a total of 135 students. Based on the results of the study, it shows that teachers experience many obstacles during the online biology learning process, including three processes, namely obstacles in planning the learning process an average of 65.1%, obstacles in implementing the learning process an average of 66.4%, and barriers in the assessment process and learning outcomes an average of 63.75%. The three barriers during the process of learning biology are categorized as high barriers. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi dan mengetahui hambatan pendidik dalam perencanaan proses pembelajaran, hambatan dalam pelaksanaan proses pembelajaran dan hasmbatan dalam penilaian hasil pembelajaran pada pembelajaran biologi secara daring di SMA se Kecamatan Babalan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode studi kasus dengan subjek dalam penelitian ini yaitu guru biologi, dan seluruh siswa kelas XI SMA se Kecamatan Babalan dengan jumlah siswa 135 orang. Berdasarkan dari hasil penelitian menunjukkan bahwa guru mengalami banyak hambatan selama proses pembelajaran biologi secara daring, meliputi tiga proses yaitu hambatan dalam perencanaan proses pembelajaran rata-rata sebesar 65,1%, hambatan dalam pelaksaanaan proses pembelajaran rata-rata sebesar 66,4%, dan hambatan dalam penilaian proses dan hasil pembelajaran rata-rata sebesar 63,75%. ketiga hambatan selama proses pembalajaran biologi ini dikategorikan dalam hambatan tinggi. Kata kunci: hambatan, Pandemi COVID-19, pembelajaran daring DOI: http://dx.doi.org/10.23960/jbt.v10i1.23489
Mellisa Mellisa, Sri Amnah, Destry Hardiyanty
Jurnal Bioterdidik: Wahana Ekspresi Ilmiah, Volume 10, pp 30-44; https://doi.org/10.23960/jbt.v10i1.24224

Abstract:
This research on the development of tissue culture poster media using the ADDIE model has three stages, namely, analysis, design, and development. Determination of the sample of this study using the purposive sampling technique. The data collection technique used a validation sheet by material experts and media experts and saw student responses to the poster developed by conducting a limited feasibility test. The data analysis technique used descriptive analysis. The results of this study are in the form of printed products, namely tissue culture posters. The results of validation by material experts indicate that the poster developed is very feasible to use with an average percentage of 95.83%. The results of the validation by media experts showed that the poster developed was very feasible to use with an average percentage of 97.36. The results of student responses from two classes get an average percentage of 95.31% (very feasible). Based on the validation results from the experts, the product in the form of a tissue culture poster is very feasible to be used in the learning process. Penelitian pengembangan media poster kultur jaringan ini menggunakan model ADDIE memiliki tiga tahap yaitu, analisis, perancangan, dan pengembangan. Penentuan sampel penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar validasi oleh ahli materi dan ahli media serta melihat respon mahasiswa terhadap poster yang dikembangkan dengan melakukan uji coba kelayakan terbatas. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian ini adalah berupa produk cetak yaitu poster kultur jaringan. Hasil validasi oleh ahli materi menunjukkan bahwa poster yang dikembangkan sangat layak digunakan ratarata persentase 95,83%. Hasil validasi oleh ahli media menunjukkan bahwa poster yang dikembangkan sangat layak digunakan dengan rata-rata persentase 97,36. Hasil respon mahasiswa dari dua kelas mendapatkan rata-rata persentase 95,31% (sangat layak). Berdasarkan hasil validasi dari para ahli diperoleh produk berupa poster kultur jaringan yang sangat layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran. Kata kunci: kultur jaringan, nibung, penelitian pengembangan, poster DOI: http://dx.doi.org/10.23960/jbt.v10i1.24224
Median Agus Priadi, Tri Jalmo, Dina Maulina, Sudarto Sudarto
Jurnal Bioterdidik: Wahana Ekspresi Ilmiah, Volume 10, pp 18-29; https://doi.org/10.23960/jbt.v10i1.23869

Abstract:
This study aims to find out the level of the materials breadth and depth, and misconceptions in the human circulatory system material in science textbooks for SMP class VIII with basic competencies in the 2013 curriculum. This reseacrh use 4 textbooks as a sample that selected by purposive samplingtechnique. This research is a simple descriptive research. Data collection is done by documentation technique. Data analysis was carried out using descriptive statistical techniques using the percentage formula and described by category level. The results showed that the level of materials breadth in the four textbooks was classified as "very appropriate". The level of misconceptions in the four textbooks is classified as "very low". In book A, 2 misconceptions were found, in book B, C and D, there were no misconceptions. The conclusion of this research, in the four textbooks the level of material breadth is "very appropriate", the level of depth of material is "diverse", and the level of misconception of material is "very low". Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat keluasan, kedalaman, dan miskonsepsi materi sistem peredaran darah manusia pada buku teks IPA SMP kelas VIII dengan kompetensi dasar kurikulum 2013. Sampel penelitian adalah 4 buku teks yang dipilih secara purposive sampling. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif sederhana. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan teknik statistik deskriptif menggunakan rumus persentase dan dideskripsikan berdasarkan tingkat kategori. Hasil penelitian menunjukkan tingkat keluasan materi sistem peredaran darah manusia pada keempat buku teks tergolong “sangat sesuai”. Tingkat miskonsepsi materi sistem peredaran darah manusia keempat buku teks tergolong “sangat rendah”. Pada buku A ditemukan 2 miskonsepsi, buku B, C dan D tidak ditemukan miskonsepsi. Kesimpulan penelitian ini, pada keempat buku teks tingkat keluasan materi “sangat sesuai”, tingkat kedalaman materi “beragam”, dan tingkat miskonsepsi materi “sangat rendah”. Kata kunci: buku teks, keluasan materi, kedalaman materi, miskonsepsi DOI: http://dx.doi.org/10.23960/jbt.v10i1.23869
Vila Delvia, Nurul Fauziah
Jurnal Bioterdidik: Wahana Ekspresi Ilmiah, Volume 10, pp 1-10; https://doi.org/10.23960/jbt.v10i1.23786

Abstract:
This study is a correlation study that aims to determine the relationship between the use of e-learning on UTS cognitive learning outcomes of students. This research is quantitative research with correlation method. The sampling technique in this study used the Simple Random Sampling technique with a total sample of 125 students. Students' cognitive learning outcomes are included in the medium category, which is 53.6%. The results of the data analysis of the correlation coefficient (rcount) of 0.24 with a significance level of 5% have a correlation in the low category. The results of the analysis of the determination of the variable use of e-learning (X) it gave a positive contribution to the learning outcomes (Y) obtained by students was 5.76% while 94.24% was determined by other factors not discussed in this study. The results of this study indicate that there is a relationship between the use of e-learning on students' cognitive learning outcomes with a low category. Penelitian ini adalah penelitian korelasi yang bertujuan untuk mengetahui hubungan penggunaan e-learning terhadap hasil belajar kognitif IPA siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode korelasi. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik Simple Random Sampling dengan jumlah sampel penelitian sebanyak 125 siswa. Hasil belajar kognitif siswa termasuk dalam kategori sedang, yaitu sebesar 53,6%. Hasil analisis data koefisien korelasi diperoleh (rhitung) sebesar 0,24 dengan taraf signifikasi 5% memiliki korelasi dalam kategori rendah. Penggunaan e-learning (X) memberikan sumbangan yang positif terhadap hasil belajar (Y) yang diperoleh siswa sebesar 5,76% sedangkan 94,24% ditentukan oleh faktor lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan penggunaan e-learning terhadap hasil belajar kognitif dengan kategori rendah. Kata kunci: hasil belajar kognitif, penggunaan e-learning, Whatsapp
DOI: http://dx.doi.org/10.23960/jbt.v10i1.23786
Ulyatul Maghfiroh, Sulifah Apriliya Hariani, Pujiastuti Pujiastuti
Jurnal Bioterdidik: Wahana Ekspresi Ilmiah, Volume 10, pp 71-76; https://doi.org/10.23960/jbt.v10i1.23466

Abstract:
Analisis hubungan kekerabatan tanaman mangga dilakukan dengan metode taksimetri dengan menggunakan instrumen penelitian berupa tabel karakteristik yang nantinya akan dikode secara biner. Data yang digunakan berupa data kulitatif yang kemudian diubah menjadi data kuantitatif. Penelitian ini dilakukan di 5 Kecamatan di kabupaten Jember yaitu kecamatan Ambulu, Tempurejo, Panti, Tanggul dan Sumbersari pada bulan November 2020. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan nilai jarak kekerabatan antar tanaman mangga yang diamati. Berdasarkan dari hasil analisis yang telah diperoleh, diketahui bahwa pasangan yang memiliki hubungan kekerabatan paling dekat adalah mangga apel dan mangga endog dengan nilai indeks similaritas 0,898. Sedangkan untuk pasangan yang memiliki hubungan kekerabatan paling jauh adalah mangga gadung dan mangga apel dengan nilai indeks similaritas 0,610. The analysis of the relation of mango plants was carried out by the taxymmetric method using a research instrument in the form of a characteristic table which would later be coded binary. The data used is in the form of qualitative data which is then converted into quantitative data. This research was conducted in 5 sub-districts in Jember district, namely Ambulu, Tempurejo, Panti, Tanggul and Sumbersari sub-districts in November 2020.. This study aims to obtain the value of the distance between the observed mango plants. Based on the results of the analysis that has been obtained, it is known that the pair that has the closest kinship relationship is the apple mango and the endog mango with a similarity index value of 0.898. Meanwhile, the pair that has the most distant kinship relationship is the gadung mango and the apple mango with a similarity index value of 0.610.Keywords: mango, taximetry, similarity index
DOI: http://dx.doi.org/10.23960/jbt.v10i1.23466
Damira Damira, Universitas Negeri Padang, Heffi Alberida
Jurnal Bioterdidik: Wahana Ekspresi Ilmiah, Volume 10, pp 11-17; https://doi.org/10.23960/jbt.v10i1.23860

Abstract:
Measurement of students' creative thinking skills is needed so that teachers as educators can develop steps that can be used to improve students' creative thinking skills. This type of research is descriptive research. The purpose of this study was to determine the creative thinking skills of students. The population in this study were all students of class XI at SMA SDI Silungkang for the academic year 2021/2022. The sample is determined by lottery. The sample in this study was determined by lottery. Data analysis with descriptive analysis. The results showed that the creative thinking ability of students was still very low. This is indicated by the acquisition of the percentage of creative thinking skills T5 (very high) as much as 3.9%, T4 (high) as much as 5.6%, T3 (moderate) as much as 7.5%, T2 (low) as much as 28.6%, and T1 (very low) as much as 54.4% of students. The choice of answers reflects the level of creative thinking skills of students.Efforts that can be made by teachers include varying the learning model that directs students to think creatively. Keterampilan berpikir kreatif merupakan salah satu keterampilan abad 21 yang harus dimiliki peserta didik. Pengukuran terhadap keterampilan berpikir kreatif peserta didik diperlukan agar guru sebagai pendidik dapat menyusun langkah-langkah yang dapat digunakan untuk meningkatkan keterampilan berpikir kreatif peserta didik. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterampilan berpikir kreatif peserta didik di SMA SDI Silungkang. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas XI di SMA SDI Silungkang tahun pelajaran 2021/2022. Sampel ditentukan dengan cara pengundian. Instrumen yang digunakan berupa angket yang telah divalidasi. Analisis data dengan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kreatif peserta didik kelas XI IPA di SMA SDI Silungkang masih sangat rendah. Hal ini ditunjukkan oleh perolehan presentase keterampilan berpikir kreatif T5 (sangat tinggi) sebanyak 3,9%, T4 (tinggi) sebanyak 5,6%, T3 (sedang) sebanyak 7,5%, T2 (rendah) sebanyak 28,6%, dan T1 (sangat rendah) sebanyak 54,4% peserta didik. Pilihan jawaban menjadi cerminan tingkat keterampilan berpikir kreatif peserta didik. Kata kunci: Keterampilan Berpikir Kreatif DOI: http://dx.doi.org/10.23960/jbt.v10i1.23860
Dewi Kresnasari, Indonesia Universitas Nahdlatul Ulama Purwokerto, Arbi Mei Gitarama, Indramayu Institut Teknologi Dan Sains Nahdlatul Ulama Losarang
Jurnal Bioterdidik: Wahana Ekspresi Ilmiah, Volume 9, pp 202-216; https://doi.org/10.23960/jbt.v9i3.23026

Abstract:
In coastal areas, mangrove communities have many functions economically, physically, and ecologically. One of the mangrove forest areas that is experiencing rapid decline in area is the Segara Anakan Lagoon, Cilacap. The purpose of this study was to determine the structure and composition of mangrove vegetation. Vegetation data was collected by purposive sampling method and each station was made 9 sampling plots. The results found that there are 12 species consisting of 4 major mangrove families, 1 minor mangrove family and 2 associated mangrove families. In general, the mangrove tree vegetation in the eastern part of Segara Anakan is dominated by Aegiceras corniculatum with an INP ranging from 38.99-67.23%, the middle part is dominated by Nypa fruticans with an INP ranging from 47.80-70.18% and the western part is dominated by Sonneratia alba with an INP of 56.32%. Environmental quality measures include water temperature, salinity, dissolved oxygen, soil pH, water pH, TSS, total soil N, organic C, soil phosphate still support mangrove life. Pada kawasan pesisir, komunitas mangrove memiliki banyak fungsi secara ekonomi, fisik maupun ekologis. Salah satu kawasan hutan mangrove yang mengalami penurunan luasan dengan cepat adalah Laguna Segara Anakan, Cilacap. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui struktur dan komposisi vegetasi mangrove. Pengambilan data vegetasi dilakukan dengan metode purposive sampling dimana setiap stasiun dibuat 9 plot sampling. Hasil penelitian ditemukan 12 spesies mangrove yang terdiri dari 4 famili mangrove mayor, 1 famili mangrove minor dan 2 famili mangrove asosiasi. Secara umum, vegetasi pohon mangrove pada Segara Anakan bagian timur didominansi oleh Aegiceras corniculatum dengan INP berkisar 38,99-67,23%, bagian tengah didominansi oleh Nypa fruticans dengan INP berkisar 47,80-70,18% dan bagian barat didominansi oleh Sonneratia alba dengan INP 56,32%. Pengukuran kualitas lingkungan meliputi suhu air, salinitas, oksigen terlarut, pH tanah, pH air, TSS, N total tanah, C-organik, Pospat tanah masih mendukung kehidupan mangrove. Kata kunci: mangrove, Indeks Keanekaragaman (H’), Indeks Niai Penting (INP), kerapatan, Segara Anakan DOI: http://dx.doi.org/10.23960/jbt.v9i3.23026
Erreull Isyhadu Putri, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Pendidikan Biologi, Dinda Rizqi, Fenia Alya, Tia Azizah
Jurnal Bioterdidik: Wahana Ekspresi Ilmiah, Volume 9, pp 257-266; https://doi.org/10.23960/jbt.v9i3.23287

Abstract:
This study aims to determine the diversity of rays caught by fishermen in TPI Karangantu Banten. This research uses interview method and literature review. The discussion of the observations includes classification, habitat, characteristics, and conservation status. The results of this study indicate that there is a diversity of rays, namely the results of the families obtained from the observations are Rhinopteridae,Dasyatidae, and Gymnuridae). From the results of the calculation of the species diversity index using the Shannon Wiener formula, it is included in the medium category. This diversity can be used as knowledge and inventory for biodiversity, especially the chondrichthyes class in TPI Karangantu, Serang, Banten. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman pari hasil tangkapan nelayan di TPI Karangantu Banten. Penelitian ini menggunakan metode wawancara dan kajian pustaka. Pembahasan hasil pengamatan meliputi klasifikasi, habitat, karakteristik, dan status konservasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat keragaman pari yakni dari hasil famili yang diperoleh dari hasil pengamatan adalah Rhinopteridae, Dasyatidae, dan Gymnuridae). Dari hasil perhitungan indeks keanekaragaman spesies dengan rumus Shannon wiener termsuk kedalam kategori sedang. Sejumlah keanekaragaman tersebut dapat menjadi pengetahuan dan inventarisasi untuk biodiversitas khususnya kelas chondrichthyes di TPI Karangantu, Serang, Banten. Kata kunci: Chondrichthyes, ikan pari, keragaman spesies, tempat pelelangan ikan Karangantu DOI: http://dx.doi.org/10.23960/jbt.v9i3.23287
Back to Top Top