Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Journal Information
ISSN / EISSN : 2086-0609 / 2614-7718
Published by: University of Kuningan (10.25134)
Total articles ≅ 107
Filter:

Latest articles in this journal

Selfiani Selfiani, Mayong Maman, Usman Usman
Fon : Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, Volume 17, pp 146-158; https://doi.org/10.25134/fon.v17i2.4430

Abstract:
       ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk merepresentasikan bentuk-bentuk pertarungan simbolik aspek eufemisasi dan aspek sensorisasi dalam slogan pilkada Sulawesi Selatan tahun 2020. Fokus penelitian ini yaitu slogan pilkada Sulawesi Selatan tahun 2020. Jenis penelitian deskriptif yang digunakan dalam penelitian ini mengacu pada pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik dokumentasi, teknik baca, dan teknik catat. Data dalam penelitian ini adalah kata, frasa, klausa, dan kalimat yang memuat slogan pilkada Sulawesi Selatan tahun 2020.Sumber data dalam penelitian ini adalah media cetak berupa spanduk, banner, baliho dan stiker kampanye kandidat pilkada Sulawesi Selatan tahun 2020. Teori yang digunakan sebagai acuan untuk menganalisis bentuk pertarungan simbolik adalah teori analisis wacana kritis Pierre Bourdieu.Hasil dalam penelitian ini ditemukan 14 bentuk pertarungan simbolik dalam slogan pilkada Sulawesi Selatan Tahun 2020. Pertarungan simbolik aspek eufemisasi yang ditemukan terdiri atas bentuk perubahan, kebangkitan, keren, harapan, lanjutkan, kebersamaan, persatuan, kesejahteraan, kebaruan, identitas, dan merakyat. Pertarungan simbolik yang menggunakan aspek sensorisasi terdiri atas bentuk sindiran, kejujuran dan kesantunan. KATA KUNCI: Pertarungan Simbolik, Eufemisasi, Sensorisasi, Pilkada >ANALYSIS OF LANGUAGED CRIMES IN SOCIAL MEDIA(FORENSIC LINGUISTIC)ABSTRACT: The study aims to represent the symbolic forms of euphemism and censorship aspects in regional election slogans in South Sulawesi in 2020. The focus of the study is the regional election slogans in South Sulawesi in 2020. The type of descriptive research used in this study refers to a qualitative approach. Data collection techniques used were documentation, reading, and note-taking techniques. The data in this study were words, phrases, clauses, and sentences that contained slogans for the regional elections in South Sulawesi in 2020. The data sources in this study were printed media in the forms of banners, billboards, and campaign stickers for the regional election candidates campaign in South Sulawesi in 2020. The reference for analyzing the form of symbolic battles employed Pierre Bourdieu's theory of critical discourse analysis. The results of the study discovered 14 forms of symbolic battles in regional elections slogans in South Sulawesi in 2020. The symbolic battles of euphemism aspects which were discosvered consisted of the forms of change, revival, coolness, hope, continue, togetherness, unity, prosperity, novelty, identity, and populist. The symbolic battles that used censorship aspect consisted of satire, honesty, and politeness.KEYWORDS: Symbolic Battle, Euphemism, Censorship, Regional Elections.
Lisa Nur Asmillah, Nensilianti Nensilianti, Syamsudduha Syamsudduha
Fon : Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, Volume 17, pp 178-192; https://doi.org/10.25134/fon.v17i2.4433

Abstract:
ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk mekanisme pertahanan ego sebagai pengaruh dari budaya patriarki yang dialami oleh tokoh sentral perempuan, yakni Kim Ji-young. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif-kualitatif dengan menggunakan pendekatan psikologi sastra berdasarkan teori Sigmund Freud mengenai mekanisme pertahanan ego. Sumber data yang digunakan berasal dari dialog film Kim Ji-young, Born 1982 dengan bentuk data tulisan berupa kata, frasa, klausa, atau kalimat. Hasil penelitian ini menunjukkan ada 8 bentuk mekanisme pertahanan ego yang terdiri atas 11 data. Bentuk mekanisme pertahanan ego yang paling sering digunakan adalah introjeksi sebanyak 4 data. Sementara untuk 7 bentuk lainnya yakni: (1) represi, (2) pengingkaran, (3) pengalihan, (4) formasi reaksi, (5) pembalikan, (6) agresi, (7) rasionalisasi, masing-masing terdiri atas 1 data. KATA KUNCI:mekanisme pertahanan ego, patriarki, film > CENTRAL FIGURE'S EGO DEFENSE MECHANISM AS A PATRIARCHIC CULTURAL INFLUENCE IN THE MOVIE OF KIM JI-YOUNG, BORN 1982ABSTRACT: The purpose of this study is to describe the form of ego defense mechanism as the effects of patriarchal culture experienced by the female central figure, namely Kim Ji-young. This type of research is qualitative descriptive research used a literary pshychology approach based on Sigmund Freud’s theory of ego defense mechanism. The data source used comes from the dialogue of Kim Ji-young, Born 1982’s film with written data in the form or words, phrases, clauses, or sentences. The results of this study indicate that there are 8 forms of ego defense mechanism which most often used is introjection. Meanwhile, the other 7 forms are: (1) repression; (2) denial; (3) displacement; (4) reacrion-formation; (5) reversal; (6) aggression; and (7) rationalization, each consisting of 1 data. Keywords: ego defense mechanism, patriarchy, movie.
Reski Amaliah, Mahmudah Mahmudah, Mayong Mayong
Fon : Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, Volume 17, pp 203-215; https://doi.org/10.25134/fon.v17i2.4439

Abstract:
ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengungkap ciri ideologi eksklusi pemberitaan Covid-19 mengenai tindak kejahatan dalam media daring SINDOnews.com dan Fajar.co.id model Theo van Leeuwen; (2) mengungkap ciri ideologi inklusi pemberitaan Covid-19 mengenai tindak kejahatan dalam media daring SINDOnews.com dan Fajar.co.id model Theo van Leeuwen; (3) mengindentifikasi perbedaan strategi eksklusi dan inklusi media daring SINDOnews.com dan Fajar.co.id pada pemberitaan Covid-19 mengenai tindak kejahatan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan paradigma kritis, sehingga metode pengumpulan data yang digunakan, yaitu teknik dokumentasi, teknik baca simak dan teknik pencatatan. Selain itu, teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penyimpulan data. Sumber data dalam penelitian ini adalah media daring SINDOnews.com, cetakan Juli-September 2020. Ciri ideologi eksklusi dalam media daring SINDOnews.com dan Fajar.co.id, ditemukan adanya strategi wacana pasivasi dan nominalisasi. Ciri ideologi inklusi dalam media daring SINDOnews.com dan Fajar.co.id, ditemukan adanya strategi wacana objektivasi, nominasi, identifikasi, determinasi, indeterminasi, asimilasi dan individualisasi. Selain itu, terdapat tiga perbedaan pada strategi eksklusi dan inklusi dalam media daring SINDOnews.com dan Fajar.co.id.Kata Kunci: Analisis Wacana Kritis; Fajar.co.id; SINDOnews.com; Teks Berita Covid-19 REVEAL THE IDEOLOGY OF COVID-19 TEXTBASED ON CRITICAL DISCOURSE APPROACH BYTHEO VAN LEEUWEN This research was aimed to (1) reveal the characteristic of the exclusion ideology of covid-19 reporting about crime in online media of SINDOnews.com and Fajar.co.id Theo Van Leeuwen model; (2) ) reveal the characteristic of the inclusion ideology of covid-19 reporting about crime in online media of SINDOnews.com and Fajar.co.id Theo Van Leeuwen model; (3) identify the difference strategy of exclusion and inclusion online media of SINDOnews.com and Fajar.co.id at covid-19 reporting about crime. This research was quantitative research by using critical paradigm approach so that, data collection method used was documentation technique, reading-seeing technique, and recording technique. Besides that, the analysis data technique which was used in this research was data reduction, data presentation, and data inference. The source of data in this research was online media of SINDOnews.com, July-September 2020 printing. Characteristic of exclusion ideology in online media of SINDOnews.com and Fajar.co.id, found there were passivation discourse strategy and nominalization. Characteristic of inclusion ideology in online media of SINDOnews.com and Fajar.co.id, found there were objectivation discourse strategy, nominations, identification, determination, indetermination, assimilation, and individualization. Besides that, there were three differences in exclusion and inclusion strategy in online media of SINDOnews.com and Fajar.co.id.KEYWORDS: Covid-19 news text; critical discourse analysis; SINDOnews.com; Fajar.co.id
Hadi Prasetyo
Fon : Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, Volume 17, pp 122-134; https://doi.org/10.25134/fon.v17i2.4329

Abstract:
ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan strategi kritik cerpen “Telinga” karya Seno Gumira Ajidarma (SGA) terhadap rezim Orde Baru (Orba) Indonesia. Hal tersebut akan dijelaskan dengan cara meninjau struktur produksi dan ideologi teks cerpen “Telinga” karya SGA. Untuk menjelaskannya, penelitian ini menggunakan teori kritik sastra materialistis Terry Eagleton. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode dialektika. Metode ini memungkinkan peneliti untuk menjelaskan ideologi teks sebagai produk pengolahan estetik atas struktur produksi pada masa Orba. Hasil penelitian menunjukkan sebagai berikut. Pertama, cerpen “Telinga” sebagai kritik hadir dengan cara menerobos struktur produksi pada masa Orba yang selalu diatur oleh pemerintah. Struktur produksi pada masa Orba yang berkaitan dengan corak produksi umum didominasi oleh pemerintah. Segala bentuk produksi diatur sehingga muncul ideologi umum represif yang berada dalam naungan ideologi Pancasila. Hal tersebut memengaruhi corak produksi sastra yang dituntut untuk pro-pemerintah. Namun, ideologi kepengarangan SGA justru hadir sebagai bentuk resistensi kepada pemerintah sehingga ideologi estetik dalam cerpen “Telinga” berbentuk kontradiksi dengan ideologi umum pada masa Orba. Kedua, kritik cerpen “Telinga” diartikulasikan dengan ideologi teks yang hadir melalui simbol-simbol. Dalam manifestasinya, cerpen “Telinga” berhasil mengkritik Orba dengan cara menyampaikan fakta realitas tanpa harus digugat oleh pemerintah. Kritik tersebut pada gilirannya juga memanfaatkan narasi satire. Dengan demikian, cerpen “Telinga” sebagai kritik dinaturalisasikan melalui ruang estetik untuk mengungkap fakta yang dibungkam pada masa Orba.KATA KUNCI: Struktur produksi; estetik; ideologi teks; Orde Baru (Orba); Terry Eagleton “TELINGA” SHORT STORY CRITICISM STRATEGY TOWARDS THE ORBA: REVIEWING PRODUCTION STRUCTURE AND IDEOLOGY OF THE TEXT This research aims to explain the strategy of “Telinga” short story by Seno Gumira Ajidarma (SGA) towards the Indonesian New Order (Orba) regime. It will be explained by reviewing the production structure and ideology of the text of “Telinga” short story by SGA. This research uses Terry Eagleton’s literature’s materialistic criticism theory. The method used in this research is the dialectical method. This method allows the researcher to explain the ideology of the text as a product of aesthetic processing of the production structure during the Orba era. The results showed the following. First, “Telinga” short story as a criticism comes by breaking through the production structure during the Orba era which was always regulated by the government. The production structure during the Orba era related to the general mode of production was dominated by the government. All forms of production are regulated in order that a repressive general ideology emerges under the auspices of the Pancasila ideology. This affected the literary mode of production which was demanded to support the government. However, the SGA’s authorship ideology actually exists as a form of resistance againts the government in order that the aesthetic ideology in “Telinga” short story contradicts the general ideology during the Orba era. Second, “Telinga” short story criticism is articulated with the ideology of the text which is present through symbols. In its manifestation, “Telinga” short story successfully criticizes the Orba regime by delivering reality-based fact without any accusation by government. The critic on its turn also applies satire narracy. Therefore, “Telinga” short story as criticism naturalized through an aesthetic space to reveal silenced fact during the Orba era.KEYWORDS: Production structure; aesthetic; ideology of the text; New Order (Orba); Terry Eagleton
Prabawati Nurhabibah, Fikriyah Fikriyah, Komala Dewi
Fon : Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, Volume 17, pp 255-264; https://doi.org/10.25134/fon.v17i2.4652

Abstract:
ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) langkah-langkah pengembangan evaluasi pembelajaran interaktif berbasis WebsiteEducandy, (2) kelayakan dari pengembangkan evaluasi pembelajaran interaktif berbasis WebsiteEducandy. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model penelitian dan pengembangan Thiagarajan, juga dikenal sebagai model pengembangan 4-D. Tahap definisi, tahap desain, tahap pengembangan, dan tahap diseminasi adalah empat tahap Produk yang telah dikembangkan secara efektif sebagai hasil dari penelitian ini. Penelitian ini menghasilkan produk evaluasi pembelajaran interaktif untuk pembelajaran bahasa di Kelas V. Berdasarkan uji kelayakannya oleh ahli media dan materi, validasi kelayakan dari validator ahli media diperoleh persentase validitas sebesar 86,67 persen, sedangkan kriteria sangat layak termasuk dalam hasil validasi kelayakan dari ahli materi I yang diperoleh persentase validitas sebesar 93,33 persen, dan kriteria sangat layak termasuk dalam hasil validasi kelayakan ahli materi II diperoleh persentase validitas sebesar 93,33 persen. KATA KUNCI:Evaluasi Pembelajaran Interaktif, Website Educandy >DEVELOPMENT OF THE EDUCANDY WEBSITE AS A TOOL OF EVALUATION IN INDONESIAN LEARNING FOR CLASS V STUDENTSABSTRACT: This study aims to determine (1) the steps for developing an interactive learning evaluation based on the Educandy Website, (2) the feasibility of developing an interactive learning evaluation based on the Educandy Website. The development model used in this study is the Thiagarajan research and development model, also known as the 4-D development model. The definition stage, the design stage, the development stage, and the dissemination stage are the four product stages that have been developed effectively as a result of this research. This study resulted in an interactive learning evaluation product for language learning in Class V. Based on the feasibility test by media and materials experts, the validation of the feasibility of the media expert validator obtained a validity percentage of 86.67 percent, while the very feasible criteria were included in the feasibility validation results from the material expert. I obtained a validity percentage of 93.33 percent, and very feasible criteria included in the results of the validation of the feasibility of material experts II obtained a validity percentage of 93.33 percent.KEYWORDS: Interactive Learning Evaluation, Educandy Website
Yusida Gloriani, Tri Pujiatna, Maya D. Kurnia
Fon : Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, Volume 17, pp 234-246; https://doi.org/10.25134/fon.v17i2.4502

Abstract:
ABSTRAK: Cerita rakyat merupakan salah satu bentuk karya sastra lama, yaitu cerita dari zaman dahulu yang hidup di kalangan rakyat dan diwariskan secara lisan. Nilai-nilai luhur yang terkandung dalam cerita rakyat berguna bagi kehidupan masyarakat sekarang ,di antaranya sebagai pembelajaran nilai-nilai karakter dan sebuah kekayaan budaya. Cerita rakyat pada masyarakat Cirebon sangat beragam, ada yang berkaitan dengan nama tempat atau disebut juga legenda, berkaitan dengan kepercayaan atau mite, berkaitan dengan sejarah, maupun berkaitan dengan kehidupan hewan atau fabel, dan lain-lain. Pesan-pesan dalam cerita rakyat ini jika dikaji dengan pendekatan sosiologi sastra akan terungkap misteri sejarah dan nilai-nilai kemasyarakatan yang terkandung dalam cerita rakyat tersebut. Cerita rakyat Cirebon merupakan cerita yang tumbuh pada masyarakat Cirebon. Cirebon berada di pesisir utara Pulau Jawa atau yang dikenal dengan jalur pantura yang menghubungkan Jakarta – Cirebon – Semarang – Surabaya. Masyarakat Cirebon memiliki pandangan hidup yang didasari dari implementasi adat istiadat yang didasarkan pada penjabaran hadis dan al-qur'an, di antara pandangan-pandangan hidup yang dipegang erat oleh masyarakat adat suku Cirebon yaitu "petatah-petitih" (pesan) dari Syekh Syarief Hidayatullah (Sunan GunungJati).Kata Kunci: cerita rakyat; sosiologi sastra PHENOMENCES AND SOCIAL-CULTURAL REALITY AND VALUES IN THE STORY OF THE CIREBON PEOPLE Folklore is one form of old literary work, namely stories from ancient times that lived among the people and were passed down orally. The noble values contained in folklore are useful for the life of today's society, including learning character values and a cultural wealth. Folklore in Cirebon society is very diverse, some are related to place names or also called legends, related to beliefs or myths, related to history, or to the life of animals or fables, and others. The messages in this folklore, if studied with a sociological literary approach, will reveal the historical mysteries and social values contained in these folk tales. Cirebon folklore is a story that grows in Cirebon society. Cirebon is on the north coast of Java Island or what is known as the Pantura route that connects Jakarta - Cirebon - Semarang - Surabaya. The Cirebon people have a view of life which is based on the implementation of customs which is based on the translation of hadiths and the al-qur'an, among the views of life that are closely held by the Cirebon tribal people, namely "petatah-petitih" (message) from Syekh Syarief Hidayatullah (Sunan GunungJati). Keywords: folklore; sociology of literature
Fitria Aprilia
Fon : Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, Volume 17, pp 247-254; https://doi.org/10.25134/fon.v17i2.4555

Abstract:
ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan akuisisi/pemerolehan bahasa pada anak usia 20 bulan (1.8 tahun) ditinjau dari aspek fonologi yang meliputi pemerolehan fonem konsonan, vokal, dan diftong. Studi ini dilakukan di Palembang pada bulan Juli 2021. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif melalui pendekatan studi kasus. Data dalam penelitian ini diperoleh dari seorang anak laki-laki dengan inisial MDA sebagai responden. Teknik pengumpulan data dalam studi ini yaitu berupa vobservasi dan rekam. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa responden telah mampu menghasilkan beberapa bunyi atau fonem yang ada dalam bahasa Indonesia. Fonem-fonem yang diproduksi terdiri dari fonem konsonan yang sudah muncul sebanyak 9 fonem yaitu /p/, /b/, /t/, /d/, /m/, /n/, /ŋ/, /w/, /y/. Responden juga telah mampu menghasilkan fonem vokal /a/, /i/, /u/, /e/, dan /o/. Bunyi vokal rangkap (diftong) seperti /au/, /ai/, /ue/, dan /ua/ juga telah dikuasai oleh responden. KATA KUNCIfonem (konsonan, vokal, dan diftong), fonologi, pemerolehan bahasa PHONOLOGY AQUISITION OF A 20 MONTHS BABY IN DAILY CONVERSATION CONTEXT : A PSYCHOLINGUISTICS STUDYABSTRACTThe aim of this research is to describe the language acquisition of a child by the age of 20 months / 1.8 years old, seen from the phonological aspects such as phonemes of consonants, vowels, and diphthongs. This research was conducted in Palembang, on July 2021. The method used in this research was qualitative method through case study approach. The data were obtained from a young boy namely MDA as the respondent. The techniques of collecting the data in this research were through observation and recording. The results of the analyses show that the respondent has mastered various phonemes exist in Bahasa Indonesia. These phonemes consist of 9 consonants which are /p/, /b/, /t/, /d/, /m/, /n/, /ŋ/, /w/, /y/. The respondent also has been able to produce the vowel phonemes such as /a/, /i/, /u/, /e/, and /o/. Besides that, it was also found some kinds of diphthongs which are /au /, /ai/, /ue/, and /ua/. KEYWORDS: phonemes (consonants, vocals, diphthongs), phonology, language acquisition
Nurmaya Sari, Anshari Anshari, Usman Usman
Fon : Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, Volume 17, pp 135-145; https://doi.org/10.25134/fon.v17i2.4429

Abstract:
ABSTRAK: Penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif. Data yang diperoleh disajikan dalam bentuk deskripsi yang dianalisis dengan cara pandang teori Semiotika Charles Sanders Peirce.Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data-data yang dimaksud tersebut berupa kata, frasa, atau klausa yang mengandung ikon, indeks, dan simbol dalam novel Tarian Bumi karya Oka Rusmini. Fokus dalam penelitian ini adalah analisis novel Tarian Bumi karya Oka Rusmini dengan menggunakan kajian semiotika melalui deskripsi makna ikon, indeks, dan simbol. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik dokumentasi, teknik baca, dan teknik catat. Analisis data yang akan dilakukan pada penelitian ini mengikuti tiga tahap, yaitu: reduksi data, penyajian data, penyimpulan dan verifikasi data. Hasil pada penelitian ini ditemukan bentuk ikon, indeks, dan simbol pada novel Tarian Bumi karya Oka Rusmini dengan menggunakan kajian semiotika Charles Sanders Pierce. Pertama, bentuk ikon ditemukan tokoh Luh Sekar sebagai ikon perempuan ambisius, tokoh Telaga sebagai ikon perempuan keras, dan tokoh Sagra sebagai ikon perempuan yang tegas. Kedua, bentuk indeks ditemukan indeks penderitaan tokoh Luh Sekar dan indeks malangnya nasib tokoh Telaga. Ketiga, Simbol yang ditemukan dari penelitian ini adalah simbol budaya Bali. Kata Kunci: Ikon, Indeks, Semiotika, dan Simbol, >EARTH DANCE NOVEL BY OKA RUSMINI (SEMIOTIC STUDIES OF CHARLES SANDERS PEIRCE)ABSTRACT: This type of research is qualitative research. The data obtained was presented in the form of a description analyzed by the semiotics theory of Charles Sanders Peirce. The design used in this study is descriptive qualitative. The data in question are words, phrases, or clauses containing icons, indexes, and symbols in the novel Dance of the Earth by Oka Rusmini. The focus of this study is the analysis of the novel Dance of the Earth by Oka Rusmini using semiotic studies through descriptions of the meaning of icons, indexes, and symbols. The data collection techniques used in this study are documentation techniques, reading techniques, and record techniques. The data analysis that will be conducted in this study follows three stages, namely: data reduction, data presentation, data collection and verification. The results in this study found the shape of icons, indexes, and symbols in the novel Earth Dance by Oka Rusmini using the semiotic study of Charles Sanders Pierce. First, the iconic shape was found by Luh Sekar as an ambitious female icon, Telaga figure as a hard female icon, and Sagra figure as a stern female icon. Second, the form of index found the suffering index of Luh Sekar figures and the unfortunate index of the fate of Telaga figures. Third, the symbol found in this study is a symbol of Balinese culture. Keywords: Icons, Indexes, Semiotics, and Symbols.
Dedi Heryadi
Fon : Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, Volume 17, pp 193-202; https://doi.org/10.25134/fon.v17i2.4436

Abstract:
ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan teknik pembelajaran in Stage Guidance dalam menumbuhkan kemampuan menulis akademik mahasiswa.Dalam menguji keefetifan teknikpembelajaran tersebut, dikaji dengan menggunakan metode Penelitian dan Pengembangan (Rsearch Development)pada mahasiswa semester lima di Universitas Siliwangi tahu akademik 2018/2019. Prosedur penelitian yang ditempuh melalui tahapan (1) pemmbentukan model awal/konseptual, (2) pengujan lapangan model awal, (3) revisi model awal, (4) Pengujian lapangan model hasil revisi, (5) validasi model, (6) diseminasi model baik melalui forum ilmiah seperti seminar, maupun melalui publikasi ilmiah. Melalui tahapan tersebut diketahui bahwa model pembelajaran menulis akademik berbasis in stages guidance teruji keefetifannya dalam menumbuhkan kemampuan menulis akademik para mahasiswa. Peneliti merekomendasikan kepada para dosen unuk mencoba menggunakan teknik pembelajaran ini sebagai upaya mengkaji lebih dalam tentang keterujian keefektifannya. Kata Kunci : menulis akademik, in stages guidance, mahasiswa ABSTRACTThis research aimed to determine the effectiveness of in-Stage Guidance Learning Techniques in improving students' academic writing skills. Testing of the effectiveness regarding learning technique used the Research and Development method on fifth-semester students at Siliwangi University academic year 2018/2019. The research procedure was carried out through the stages (1) formation of the initial/conceptual model, (2) field testing of the initial model, (3) revision of the initial model, (4) field testing of the revised model, (5) model validation, (6) model dissemination either through scientific forums such as seminars or through scientific publications. Throughout these stages, it would be known that the in-stage guidance-based academic writing learning model has proven its effectiveness in improving students' academic writing skills. Therefore, the researcher recommended that lecturers try to use this learning technique to examine its effectiveness in depth.Key words: academic writing; in stage guidance; students
Tania Intan
Fon : Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, Volume 17, pp 108-121; https://doi.org/10.25134/fon.v17i2.4209

Abstract:
ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap adanya objektifikasi dan resiliensi perempuan di dalam novel Perempuan Bayangan karya Netty Virgiantini. Penelitian ini dilakukan pada bulan April 2021. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dengan pendekatan kritik sastra feminis. Data berupa kata, frasa, dan kalimat dari objek penelitian dipilih dengan teknik simak-catat setelah melalui pembacaan tertutup. Data kemudian diklasifikasi, diinterpretasi, dan dikaji dengan teori yang relevan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perempuan rentan mengalami objektifikasi, sebagaimana yang dialami oleh tokoh utama perempuan, Ningrum. Objektifikasi tersebut dilakukan oleh orangtua yang memaksanya untuk menikah, kedua calon mertuanya yang menolaknya karena tidak dapat memberikan keturunan, Satria yang memanfaatkannya untuk menghilangkan kesepian dan melampiaskan hasrat seksual, dan arwah Utari yang mengharapkannya menjadi istri pengganti. Tokoh perempuan tersebut menyikapi objektifikasi dengan resiliensi secara verbal dan juga dalam bentuk tindakan aktif. KATA KUNCI: kritik sastra feminis; Netty Virgiantini, objektifikasi; perempuan; resiliensi >OBJECTIVES AND WOMEN'S RESILIENCE IN NETTY VIRGIANTINI's NOVEL PEREMPUAN BAYANGANABSTRACT: This study aims to reveal the objectification and resilience of women in the novel Perempuan Bayangan by Netty Virgiantini. This research was conducted in April 2021. The method used in this research is descriptive qualitative, with a feminist literary criticism approach. Data in the form of words, phrases, and sentences from the research object were selected using the note-taking technique after going through closed reading. The data are then classified, interpreted, and reviewed with relevant theories. The results of this study indicate that women are prone to objectification, as experienced by the main female character, Ningrum. The objectification was carried out by her parents (who forced her to marry), her two prospective parents-in-law (who rejected her because she was unable to give offspring), Satria (who used her to get rid of loneliness and indulge sexual desires), and the spirit of Utari (who expected her to become a substitute wife). The female character responds to objectification with resilience verbally and also in the form of active action.KEYWORDS: feminist literary criticism; Netty Virgiantini, objectification; resilience; women
Back to Top Top