Edukasi: Jurnal Pendidikan

Journal Information
ISSN / EISSN : 1829-8702 / 2407-1803
Current Publisher: LPPM IKIP PGRI Pontianak (10.31571)
Total articles ≅ 70
Filter:

Latest articles in this journal

Dayat Dayat
Edukasi: Jurnal Pendidikan, Volume 19, pp 150-160; doi:10.31571/edukasi.v19i1.2315

Abstract:
The research aimed to investigate an Indonesian academic writing teacher’s practice on written corrective feedback (WCF) in academic writing class. A case study involving an experienced Indonesian academic writing teacher and teacher students were employed. To gather data, a semi-structured interview was conducted. The data were then analyzed using the content analysis method. The findings indicated that the teacher’s practice on WCF was mediated by her language learning experience. Thus, the teacher provided WCF on her students’ writing drafts by considering the students’ personalities and their level of writing ability. In correcting student writing errors, the teacher used several types of WCF; direct and indirect correction; metalinguistic clues to the errors; and the reformulation of the wrong words. The relevant pedagogical implications for teachers in conceptualizing WCF and in learning and practicing it on their daily instruction based on their knowledge, experience, and reflection-on-practice. AbstrakPenelitian bertujuan untuk mendeskripsikan praktik dosen Indonesia dalam penulisan akademik tentang umpan balik korektif tertulis (WCF) di kelas penulisan akademik. Penelitian termasuk studi kasus yang melibatkan seorang dosen Indonesia dalam menulis akademik yang berpengalaman dan mahasiswa. Untuk mengumpulkan data, dilakukan wawancara semi-terstruktur. Data tersebut kemudian dianalisis dengan menggunakan metode analisis isi. Temuan menunjukkan bahwa praktik dosen pada WCF dimediasi oleh pengalaman belajar bahasanya. Dosen memberikan WCF pada draf tulisan mahasiswanya dengan mempertimbangkan kepribadian mahasiswa dan tingkat kemampuan menulisnya. Dalam mengoreksi kesalahan menulis mahasiswa, dosen menggunakan beberapa jenis WCF; koreksi langsung dan tidak langsung; petunjuk kesalahan metalinguistik; dan perumusan ulang kata yang salah. Implikasi pedagogis yang relevan bagi dosen dalam membuat konsep WCF dan dalam mempelajari serta mempraktikkannya pada instruksi harian berdasarkan pada pengetahuan, pengalaman, dan refleksi pada praktik yang dilaksanakan.
Juliana Sujadi, Fariska Wulandari
Edukasi: Jurnal Pendidikan, Volume 19, pp 90-104; doi:10.31571/edukasi.v19i1.2347

Abstract:
This research aimed to know the students’ vocabulary ability and difficulties in learning vocabulary. The subject of the research was the third-semester students of Food Technology. The method used in this research is descriptive qualitative with questionnaire and interview as the instruments of data collecting. The data was analyzed qualitatively with the process of data collection, data reduction, and data display/conclusion drawing. The result of the research showed the students still have low vocabulary ability and there are some vocabulary difficulties experienced by the students, they have a very limited number of vocabularies; mispronounce English words; spelling English words especially for ‘a’, ‘I’, and ‘e’; do not understand long and complex words such as public health center, expired date, and fish spoilage. The students also have problems with range, connotation, and idiom in English. AbstrakPenelitian bertujuan untuk mengetahui kemampuan kosakata dan kesulitan mahasiswa dalam belajar kosakata bahasa Inggris. Subjek penelitian adalah mahasiswa semester tiga Jurusan Teknologi Pangan. Metode penelitian menggunakan deskriptif kualitatif dengan kuesioner dan wawancara sebagai instrumen pengumpulan data. Data hasil penelitian dianalisis secara kualitatif dengan tahap pengumpulan data, pengurangan data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan mahasiswa semester tiga Jurusan Teknologi Pangan Politeknik Tonggak Equator memiliki kemampuan kosakata bahasa Inggris yang rendah dan terdapat beberapa kesulitan belajar kosakata yang dihadapi yaitu memiliki pembendaharaan kosakata bahasa Inggris yang rendah, memiliki kesulitan dalam pelafalan dan pengejaan ‘a’, ‘I’, dan ‘e’, tidak mengerti kosakata yang panjang dan rumit, memiliki masalah dengan penerjemahan. Mahasiswa juga memiliki masalah dengan penyusunan kata, konotasi, dan idiom dalam Bahasa Inggris.
Rahmat Rasmawan
Edukasi: Jurnal Pendidikan, Volume 19, pp 31-45; doi:10.31571/edukasi.v19i1.2348

Abstract:
Abstrak Penelitian bertujuan untuk mengembangkan instrumen Microteaching berkesesuaian dengan keterampilan abad ke-21 yang valid dan reliabel sehingga layak digunakan. Bentuk penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan mengikuti alur pengembangan ADDIE (Analyze, Design, Develop, Implement, and Evaluate). Subjek penelitian yaitu 30 dosen dan 70 mahasiswa. Validitas instrumen menggunakan Content Validity Index dan Face Validity yang menunjukkan bahwa instrumen dinyatakan valid. Reliabilitas instrumen menggunakan koefisien interkelas korelasi pada merancang dan melaksanakan pembelajaran dan diperoleh nilai koefisien interkelas korelasi dengan kategori sangat reliabel. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa instrumen yang dikembangkan valid dan layak digunakan untuk mengukur keterampilan peserta Microteaching dalam merancang dan melaksanakan proses pembelajaran abad ke-21. AbstractThe aim of this research was to develop Microteaching assessment instrument that are compatible with the 21st-century skill that is valid and reliable so that appropriate to use. The design of this research was Research and Development (R&D) which refers to ADDIE (Analyze, Design, Develop, Implement, and Evaluate). The research subjects were 30 lecturers and 70 students. The validity of the instrument using the Content Validity Index and Face Validity showed that the instrument was valid. Instrument reliability was using the intraclass correlation coefficient in designing and implementing the learning process obtained result as very reliable. It can be concluded that the developed instrument was valid to be used in assessing participant’s Microteaching skills in designing and implementing the 21st-century learning process.
Eka Fajar Rahmani
Edukasi: Jurnal Pendidikan, Volume 19, pp 135-149; doi:10.31571/edukasi.v19i1.2400

Abstract:
AbstrakPenelitian bertujuan untuk mengetahui apakah penerapan teknik collaborative writing dapat mengembangkan kecerdasan emosional mahasiswa. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Alat pengumpul data menggunakan kuesioner berdasarkan pada 5 aspek kecerdasan emosional yang mencakup self-awareness, self-regulation, self-motivation, social awareness, dan social skills. Teknik analisis data dilakukan dengan perhitungan persentase dari butir kuesioner, dilanjutkan dengan interpretasi dan deskripsi data dari persepsi mahasiswa terhadap kecerdasan emosional setelah teknik collaborative writing diterapkan. Subjek penelitian adalah mahasiswa Sekolah Tinggi Bahasa Asing Pontianak yang mengikuti kelas Essay Writing dan Literary Criticism berjumlah 43 orang dan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Berdasarkan hasil analisis data, terjadi peningkatan kecerdasan emosional mahasiswa setelah diterapkannya teknik collaborative writing yang ditunjukkan dengan peningkatan respons pada aspek kecerdasan emosional. AbstractThis research aimed to find out if the implementation of collaborative writing techniques could develop the emotional intelligence of students. This research used descriptive quantitative method. Data collection tools used a questionnaire based on 5 aspects of emotional intelligence which include self-awareness, self-regulation, self-motivation, social awareness, and social skills. The data were analyzed by calculating the percentages of each questionnaire item, then continued to interpret and describe the implementation of collaborative writing technique. The subjects of this research were 43 students of Sekolah Tinggi Bahasa Asing Pontianak who enrolled in Essay Writing and Literary Criticism classes, with a total of 43 students who were selected using purposive sampling technique. The results of the data analysis indicated that there happened improvements towards the emotional intelligence after collaborative technique was implemented shown by the increase of positive responses on emotional intelligence aspects.
Karsoni Berta Dinata
Edukasi: Jurnal Pendidikan, Volume 19, pp 105-119; doi:10.31571/edukasi.v19i1.2499

Abstract:
Abstrak Pandemi COVID-19 menyebabkan terjadinya perubahan proses pembelajaran dari tatap muka langsung menjadi pembelajaran daring yang memerlukan kemampuan literasi digital. Penelitian bertujuan untuk mengetahui bagaimana kemampuan literasi digital mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa semester 7 Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Kotabumi tahun akademik 2020/2021 yang berjumlah 41 orang. Sampel penelitian sebanyak 30 orang yang diperoleh dengan menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan angket kemampuan literasi digital. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden “Sangat Baik” pada kemampuan functional skill and beyond dan “Baik” pada ketujuh aspek literasi digital yang lain. Berdasarkan hasil analisis data, maka disimpulkan bahwa kemampuan literasi digital mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Kotabumi berada pada kategori “Baik”. AbstractThe COVID-19 pandemic has led to a change in the learning process from face-to-face to online learning that requires digital literacy skills. This research aimed to determine how students' digital literacy skills were. The research method used was descriptive quantitative. The population in this study were all students of the Mathematics Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, Muhammadiyah Kotabumi University in the 7th semester of the 2020/2021 academic year, totaling 41 people. The research sample was 30 people who were obtained using simple random sampling technique. Data were collected using a digital literacy ability questionnaire. The data analysis technique used descriptive statistics. The results showed that the respondents were "Very Good" in their functional skills and beyond and "Good" in the other seven aspects of digital literacy. Based on the results of data analysis, it is concluded that the digital literacy skills of students in the Mathematics Education Study Program of the Teacher Training and Education Faculty, Muhammadiyah University of Kotabumi are in the "Good" category.
Yumi Sarassanti
Edukasi: Jurnal Pendidikan, Volume 19, pp 60-74; doi:10.31571/edukasi.v19i1.2311

Abstract:
AbstrakTujuan penelitian untuk mengetahui bagaimana kemampuan representasi matematis mahasiswa STKIP Melawi. Metode penelitian yaitu kualitatif deskriptif dengan bentuk penelitian survei. Subjek penelitian berjumlah 25 orang dari populasi mahasiswa Pendidikan Matematika yaitu 51 orang. Subjek dipilih secara simple random sampling tanpa mengetahui kemampuan awal matematika setiap mahasiswa. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes dan wawancara. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu lembar soal tes kemampuan representasi dan pedoman wawancara. Analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Mahasiswa diwawancarai setelah selesai menjawab soal-soal yang diberikan. Penyajian hasil olah data dalam bentuk deskripsi yang kemudian ditarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa yang menjawab soal sesuai indikator menggunakan representasi visual (gambar) untuk menyelesaikan masalah matematika dikategorikan tinggi dan mahasiswa yang menjawab soal sesuai dengan indikator melakukan translasi dari representasi verbal (tulisan) ke dalam representasi visual (gambar) matematika dengan tulisan dikategorikan rendah. AbstractThe research objective was to determine how the mathematical representation abilities of STKIP Melawi students. The research method was descriptive qualitative with a survey research form. The research subjects were 25 people from the Mathematics Education student population, namely 51 people. Subjects were selected by simple random sampling without knowing the initial mathematical ability of each student. Data collection techniques using test and interview techniques. The research instrument used was a representation ability test question sheet and interview guidelines. The data analysis used was data reduction, data presentation, and conclusion. Students are interviewed after answering the questions given. Presentation of the results of data processing in the form of descriptions which then draw conclusions. The results showed that students who answered questions according to the indicators using visual representations (pictures) to solve math problems were categorized as high and students who answered questions according to the indicators translated from verbal representations (written) into visual representations (pictures) of mathematics with writing categorized as low.
Abdul Haliq, Akmal Hamsa, Sakaria Sakaria
Edukasi: Jurnal Pendidikan, Volume 19, pp 16-30; doi:10.31571/edukasi.v19i1.2325

Abstract:
AbstrakPenelitian bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan, faktor penghambat dan pendukung, serta upaya optimalisasi aplikasi Zotero dalam mengelola referensi karya tulis ilmiah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dan dilakukan pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra, Universitas Negeri Makassar dengan jumlah 40 orang. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, angket, dan wawancara. Analisis data mengadopsi model analisis interaktif yang terdiri atas empat alur kegiatan, yaitu pengumpulan, reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan aplikasi Zotero memudahkan dalam mengelola referensi, memiliki perpustakaan digital, kemudahan sitasi tulisan, dan efisien. Adapun faktor penghambat yaitu mahasiswa tidak terbiasa menggunakan aplikasi, proses instalasi, sinkronisasi file, integrasi, dan penambahan sitasi dengan Microsoft Word. Sedangkan faktor pendukung yaitu keterampilan mengoperasikan komputer, penguasaan teknik penulisan makalah, aplikasi Zotero bersifat nonkomersial, kemudahan menyimpan, mengonversi, dan mengedit metadata. Upaya optimalisasi dilakukan dengan memberikan fasilitas pendukung seperti buku panduan dan video tutorial, buku panduan sitasi, serta WhatsApp group. AbstractThis research aimed to analyze the utilization, inhibiting and supporting factors, and the efforts to optimize the Zotero application in managing references to scientific papers. This research used a qualitative approach and was conducted on 40 students of the Language and Literature Education Study Program, Universitas Negeri Makassar. Data collection was carried out by observation, questionnaire, and interview techniques. Data analysis was carried out by adopting an interactive analysis model consisting of four activity streams, namely data collection, reduction, presentation, and drawing conclusions. The results showed that the use of the Zotero application made it easier to manage references, have a digital library, ease writing citation, and efficient. The inhibiting factors including students are not accustomed to using applications, the installation process, synchronizing files, integrating, and adding citations to Microsoft Word. Furthermore, supporting factors, including computer skills, mastery of paper writing techniques, noncommercial Zotero applications, ease of storing, converting, and editing metadata. Optimization efforts are carried out by providing supporting facilities such guidebooks-video tutorials, citation manuals, and WhatsApp groups.
Popi Fauziati, Nailal Husna, Helmawati Helmawati
Edukasi: Jurnal Pendidikan, Volume 19, pp 46-59; doi:10.31571/edukasi.v19i1.2333

Abstract:
AbstrakPenelitian bertujuan untuk menguji pengaruh pendidikan, kepercayaan (trust), dan kekuasaan pemerintah (power) tehadap kepatuhan pajak pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah di Kota Padang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Populasi penelitian adalah Wajib Pajak Orang Pribadi yang memiliki usaha yang terdaftar di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Padang yang berjumlah 76.236 orang. Sampel penelitian sebanyak 105 orang yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan, trust, dan power secara bersama-sama berpengaruh terhadap kepatuhan pajak. Secara parsial, pendidikan tidak berpengaruh terhadap kepatuhan pajak, sedangkan trust dan power memengaruhi kepatuhan pajak. AbstractThis research aimed to examine the effect of education, trust, and government power on tax compliance in Micro, Small, and Medium Enterprises in the city of Padang. The research method used in this research was the quantitative method. The research population was an individual taxpayer who had a business registered at the Padang Primary Tax Office, amounting to 76,236 people. The research sample was 105 people who were selected using a simple random sampling technique. The data collection tool used a questionnaire. The data obtained were analyzed using a regression test. The results showed that education, trust, and power together have an effect on tax compliance. Partially, education has no effect on tax compliance, while trust and power affect tax compliance.
Suwarno Suwarno, Candra Aeni
Edukasi: Jurnal Pendidikan, Volume 19, pp 161-173; doi:10.31571/edukasi.v19i1.2364

Abstract:
AbstrakPengembangan Kurikulum 2013 berbasis kompetensi diharapkan dapat meningkatkan kualitas peserta didik. Penilaian bertujuan untuk menilai perilaku peserta didik di dalam maupun di luar pembelajaran. Tujuan penulisan artikel untuk menguraikan pentingnya rubrik penilaian dalam pengukuran kejujuran peserta didik di SMA. Apabila efektivitas pengajaran kejujuran dapat dilakukan, maka akan menjadi landasan yang kuat untuk bangsa. Kejujuran merupakan salah satu sikap sosial. Penilaian kejujuran dapat dilakukan menggunakan observasi, penilaian diri, penilaian teman sejawat, serta jurnal. Instrumen yang digunakan pada jurnal berupa catatan pendidik. Sedangkan untuk observasi, penilaian diri, dan penilaian antarpeserta didik menggunakan instrumen berupa daftar cek atau skala penilaian yang disertai rubrik. Rubrik adalah alat penilaian yang memiliki deskripsi kinerja yang diharapkan setiap kriteria untuk mencapai nilai tertentu. Rubrik bisa analitik, holistik maupun keduanya yang dikombinasikan. Rubrik bermanfaat bagi peserta didik dan juga pendidik. AbstractCompetency-based 2013 curriculum development hopes to improve the quality of students, The assessment aims to assess the behavior of students inside and outside of learning. The purpose of this article was to describe the importance of assessment rubrics in measuring the honesty of students in high school. If the effectiveness of teaching honesty can be carried out, it will create a strong foundation for the nation. Honesty is a social attitude. Assessment of honesty can be done using observation, self-assessment, peer assessment, and journals. The instrument used in the journal was in the form of educator notes. As for observation, self-assessment, and assessment among students using instruments in the form of a checklist or rating scale accompanied by a rubric. A rubric is an assessment tool that has a description of the expected performance of each criterion to achieve a certain value. Rubrics can be analytical, holistic, or both. A rubric is useful for students and educators.
Ilham Ilahi, Fahmi Rizal, Dedy Irfan
Edukasi: Jurnal Pendidikan, Volume 19, pp 75-89; doi:10.31571/edukasi.v19i1.2322

Abstract:
Abstrak Tujuan penelitian untuk membuktikan kontribusi kemandirian dan motivasi belajar dalam menggunakan Edmodo terhadap hasil belajar pada mata pelajaran Administrasi Infrastruktur Jaringan di SMK Negeri 4 Payakumbuh. Metode penelitian menggunakan korelasional. Populasi penelitian adalah siswa kelas XII TKJ SMK Negeri 4 Payakumbuh sebanyak 84 orang. Sampel penelitian yang digunakan adalah seluruh populasi. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan instrumen angket untuk melihat kontribusi kemandirian dan motivasi belajar. Analisis data penelitian menggunakan statistik deskriptif, korelasi product moment, dan regresi ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam menggunakan Edmodo, kemandirian belajar berkontribusi positif terhadap hasil belajar; motivasi belajar berkontribusi positif terhadap hasil belajar; kemandirian dan motivasi belajar secara simultan berkontribusi positif terhadap hasil belajar pada mata pelajaran Administrasi Infrastruktur Jaringan di SMK Negeri 4 Payakumbuh. AbstractThe research objective was to prove the contribution of self-regulated learning and learning motivation in using Edmodo to learning outcomes in Network Infrastructure Administration subjects at SMK Negeri 4 Payakumbuh. The research method used correlational. The research population was 84 students of class XII TKJ SMK Negeri 4 Payakumbuh. The research sample used was the entire population. The research data were collected using a questionnaire instrument to see the contribution of independence and learning motivation. Analysis of research data used descriptive statistics, product moment correlation, and multiple regression. The results showed that in using Edmodo, students' self regulated learning contributed positively to learning outcomes; learning motivation contributes positively to learning outcomes; self-regulated learning and learning motivation simultaneously contribute positively to student learning outcomes in Network Infrastructure Administration subjects at SMK Negeri 4 Payakumbuh.
Back to Top Top