Edukasi: Jurnal Pendidikan

Journal Information
ISSN / EISSN : 18298702 / 24071803
Current Publisher: LPPM IKIP PGRI Pontianak (10.31571)
Total articles ≅ 47
Filter:

Latest articles in this journal

Rifdarmon Rifdarmon, Ambiyar Ambiyar, Wakhinuddin Wakhinuddin
Edukasi: Jurnal Pendidikan, Volume 18; doi:10.31571/edukasi.v18i1.1600

Abstract:
AbstrakTujuan penelitian untuk menganalisis hubungan kompetensi dosen dalam mengajar terhadap hasil belajar mahasiswa. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan jenis penelitian ex post facto. Responden penelitian sebanyak 38 orang. Penelitian menggunakan teknik pengumpulan data berupa angket yang disebar kepada mahasiswa yang mengikuti mata kuliah Listrik dan Elektronika Otomotif. Alat pengumpul data adalah Google document. Teknik analisis data menggunakan korelasi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kompetensi dosen dalam mengajar dan hasil belajar mahasiswa. AbstractThe purpose of this research was to analyze the relationship between lecturers' competences in teaching and student learning outcomes. The method used a quantitative with the type of ex post facto research. Research respondents were 38 people. The study used a data collection technique in the form of a questionnaire distributed to students who took the Electrical and Automotive Electronics course. Data collection tool was Google document. Data analysis techniques used multiple correlation. The results showed that there was a relationship between lecturers’ competences in teaching and student learning outcomes.
Rina Novalinda, Ambiyar Ambiyar, Fahmi Rizal
Edukasi: Jurnal Pendidikan, Volume 18; doi:10.31571/edukasi.v18i1.1644

Abstract:
AbstrakBeragam model yang diterapkan guna menyurvei program maupun kegiatan di berbagai bidang, seperti bidang hukum, pollitik, budaya, pendidikan, serta ekonomi. Evaluasi program pendidikan ialah prosedur penggambaran, menghimpun data/fakta serta penyajian informasi untuk pengambil kesimpulan selanjutnya akan digunakan untuk mempertimbangakan program tersebut, perlukah dibenahi, disudahi ataupun diteruskan. Menurut pandangan Ralph W Tyler, evaluasi sebagai suatu proses untuk memastikan sampai terealisasi atau tidaknya suatu goals. Penetapan terealisasi atau tidaknya goals, dirumuskan dalam tujuh tahap/langkah evaluasi berorientasi tujuan oleh Tyler. Tujuan penulisan artikel adalah untuk menggambarkan konsep/ide, tahap serta goals dari evaluasi menurut Ralph W Tyler. Evaluasi merupakan kegiatan penelaahan petunjuk secara terstruktur untuk memberikan sebuah keputusan atau nilai, telah atau belum tercapainya tujuan yang diharapkan. AbstractThere are many models applied to enlarge programs/activities in various fields, both in the fields of law, politics, culture, economics, and education. Evaluation of educational programs about the process of drawing, gathering facts / data and presenting data / information to gather conclusions which will then be used as an consideration of the program, should be fixed, ended or continued. Ralph W Tyler from one of the most popular educational figures. In his view, evaluation is a process to decide whether realisation the goal or not. Determination of whether realization or not a goal, formulate in seven firm / goal-oriented evaluation steps by Tyler. The purpose of reading this article is to explain the concepts, steps and goals of the assessment according to Ralph W Tyler.
Eryd Saputra, Ambiyar Ambiyar, Wakhinuddin Wakhinuddin
Edukasi: Jurnal Pendidikan, Volume 18; doi:10.31571/edukasi.v18i1.1650

Abstract:
AbstrakTujuan penelitian adalah mengetahui persepsi mahasiswa terhadap mata kuliah pembelajaran Operasional Tata Boga terkait materi perkuliahan dan kompetensi dosen (pedagogik, profesional, kepribadian, dan sosial). Jenis penelitian adalah deskriptif dengan sampel sebanyak 30 mahasiswa angkatan 2019/2020. Penetapan sampel menggunakan purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan angket tertutup. Teknik analisis data mengunakan deskriptif kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa: (1) Berdasarkan persepsi mahasiswa, konstruksi materi telah sesuai dengan kebutuhan dan bermanfaat untuk meningkatkan keterampilan mahasiswa, meskipun ada beberapa materi yang cukup sulit untuk dipahami; dan (2) Kompetensi dosen pengampu mata kuliah Operasional Tata Boga sangat baik dan dapat dikategorikan sebagai seorang dosen profesional, namun tetap harus ada perbaikan atau peningkatan pada beberapa aspek. AbstractThe purpose of this research was to determine students' perceptions of the courses in Operasional Tata Boga related lecture material and lecturer competencies (pedagogic, professional, personality, and social). This type of research was descriptive with a sample of 30 students class of 2019/2020. Determination of the sample used purposive sampling. The research instrument used a closed questionnaire. Data analysis techniques used quantitative descriptive. Based on the results of the research it was concluded that: (1) Based on students' perceptions, the construction of the material was in accordance with the needs and was useful for improving student skills, although there were some materials that were quite difficult to understand; and (2) The competence of lecturers in the Operasional Tata Boga course is very good and can be categorized as a professional lecturer, but there must still be improvements in several aspects.
Wilda Susanti, Rangga Rahmadian Yuliendi, Ambiyar Ambiyar, Wakhinuddin Wakhinuddin
Edukasi: Jurnal Pendidikan, Volume 18; doi:10.31571/edukasi.v18i1.1601

Abstract:
AbstrakTujuan penelitian adalah merancang aplikasi pembelajaran e-learning bahasa Inggris berbasis multimedia dengan menggabungkan konsep yang terdiri dari teks, gambar, animasi, dan video. Subjek penelitian adalah siswa SMA kelas X. Dalam mengimplementasikan aplikasi pembelajaran, peneliti menggunakan Moodle. Metode pengembangan sistem menggunakan System Development Live Cycle (SDLC). Untuk analisis dan perancangan sistem menggunakan metode Unified Modelling Language (UML). Peneliti berhasil merancang aplikasi pembelajaran yang dapat dijadikan sebagai media pembelajaran Bahasa Inggris untuk tingkat pemula dengan tema learning by doing. Aplikasi pembelajaran yang dirancang diharapkan dapat membantu meningkatkan proses belajar bahasa Inggris terutama dalam membaca, menghapal, dan mengucapkan kosakata. AbstractThe purpose of the research was to design the e-learning of English multimedia-based application by combining concepts consisting of text, images, animation, and video. The research subjects were high school students in class X. In implementing the learning application, researchers used Moodle. The system development method uses the System Development Live Cycle (SDLC). For system analysis and design using the Unified Modeling Language (UML) method. Researchers succeeded in designing learning applications that can be used as a medium of learning English for the beginner level with the theme of learning by doing. Learning applications that are designed are expected to help improve the process of learning English, especially in reading, memorizing, and speaking vocabulary.
Febrianto Sabirin, Dewi Sulistiyarini
Edukasi: Jurnal Pendidikan, Volume 18; doi:10.31571/edukasi.v18i1.1630

Abstract:
AbstrakPenelitian bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan komunikasi mahasiswa setelah melaksanakan proyek pembuatan desain website menggunakan model pembelajaran Blended Learning (BL) dan pembelajaran tatap muka/face-to-face (F2F). Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan bentuk penelitian adalah kuasi eksperimen. Populasi penelitian berjumlah 696 mahasiswa dan sampel penelitian berjumlah 63 mahasiswa yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Sampel penelitian dibagi menjadi dua kelas, yaitu kelas yang melaksanakan BL dan kelas yang melaksanakan pembelajaran F2F. Alat pengumpul data dalam penelitian ini berupa portofolio dan lembar observasi. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dan analisis multivariat. Hasil analisis menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi mahasiswa berada dalam kategori baik dan terdapat perbedaan kemampuan komunikasi pada proyek desain website antara kelompok yang melaksanakan BL dan F2F. AbstractThe research aimed to determine differences in student communication skills after implementing a website design project using Blended Learning (BL) learning model and face-to-face learning (F2F). The research method used an experimental method with the form of research was quasi-experimental. The study population numbered 696 students and the study sample numbered 63 students taken using purposive sampling techniques. The research sample divided into two classes, namely classes that carry out BL and classes that carry out F2F learning. Data collection tools were in the form of portfolios and observation sheets. Data analysis techniques using descriptive analysis and multivariate analysis. The analysis showed that the communication skills of students are in good category and there are differences in communication skills in website design projects between groups implementing BL and F2F.
Popi Fauziati, Karmila Suryani
Edukasi: Jurnal Pendidikan, Volume 18, pp 76-85; doi:10.31571/edukasi.v18i1.1682

Abstract:
AbstrakTujuan penelitian untuk membuktikan pengaruh pendidikan kewirausahaan dan lingkungan keluarga terhadap niat mahasiswa untuk berwirausaha di Universitas Bung Hatta, Padang. Metode penelitian adalah metode kuantitatif yang didasarkan pada filsafat positivisme untuk menggambarkan dan menguji hipotesis penelitian. Populasi penelitian adalah mahasiswa aktif yang terdaftar tahun 2019 di Universitas Bung Hatta dan metode penyampelan yang dilakukan adalah purposive sampling. Data penelitian dikumpulkan menggunakan google form dan jumlah responden yang berpartisipasi dalam penelitian sebanyak 140 orang mahasiswa. Pembuktian hipotesis dilakukan dengan regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan kewirausahaan dan lingkungan keluarga berpengaruh terhadap niat berwirausaha. AbstractThe purpose of this research was to prove the effect of entrepreneurship education and family environment on students' intention to become entrepreneurs at Bung Hatta University, Padang. The research method was a quantitative based on the philosophy of positivism to describe and test research hypotheses. The research population was active students enrolled in 2019 at Bung Hatta University and the sampling method used purposive sampling. Research data were collected using Google Form and the number of respondents who participated in the study were 140 students. Proof of hypothesis is carried out by multiple regression. The results showed that entrepreneurship education and family environment influence entrepreneurial intentions.
Sukasman Sukasman
Edukasi: Jurnal Pendidikan, Volume 18; doi:10.31571/edukasi.v18i1.1752

Abstract:
AbstrakTujuan penelitian untuk menganalisis supervisi berkelanjutan yang dapat meningkatkan kompetensi pedagogik guru dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Metode penelitian menggunakan Penelitian Tindakan Sekolah (PTS). Penelitian dilakukan di SMP Negeri 8 Sungai Kakap dengan subjek penelitian yaitu para guru. Instrumen penelitian menggunakan studi dokumentasi, observasi, dan wawancara. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, terlihat bahwa supervisi secara berkelanjutan terbukti secara ilmiah dapat meningkatkan kompetensi pedagogik guru dalam menyusun RPP di SMP Negeri 8 Sungai Kakap. AbstractThe purpose of the research was to analyzing ongoing supervision can improve teachers pedagogic competency of in preparing the learning implementation plan. The research method used School Action Research (SAR). The study was conducted at SMP Negeri 8 Sungai Kakap with the teachers as the research subjects. The research instrument used the study of documentation, observation, and interviews. Data analysis techniques using descriptive analysis. Based on the results of the study, it appears that ongoing supervision is scientifically proven to be able to improve the pedagogic competence of teachers in preparing RPP in SMP Negeri 8 Sungai Kakap.
Khairudin Khairudin
Edukasi: Jurnal Pendidikan, Volume 18; doi:10.31571/edukasi.v18i1.1679

Abstract:
AbstrakPenelitian bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat kemampuan awal Kalkulus mahasiswa Pendidikan Matematika FKIP Universitas Bung Hatta tahun pertama. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif. Subjek penelitian adalah mahasiswa yang mengambil mata kuliah Kalkulus Diferensial pada semester kedua. Instrumen penelitian menggunakan tes diagnostic yang dikembangkan oleh Stewart dengan materi aljabar, Geometri, Trigonometri, dan Fungsi serta wawancara terhadap peserta. Tenik analisis data menggunakan analisis dekriptif. Berdasarkan hasil penelitian, terlihat bahwa kemampuan awal mahasiswa berada pada tingkat sangat rendah, yaitu 8,6%. Hasil wawancara terhadap 6 orang mahasiswa yang mempunyai kemampuan skor tinggi, sedang, dan rendah menyatakan bahwa mahasiswa memerlukan tambahan pengetahuan tentang konsep bilangan serta sifat-sifatnya, operasi aljabar, visualisasi dengan teknologi serta konsep fungsi. Berdasarkan hasil tersebut, diperlukan strategi pembelajaran pada mata kuliah Kalkulus yang berbasis teknologi untuk memberi pemahaman konsep Kalkulus. AbstractThe research aimed to describe the initial ability level of Mathematics Education in the first year of the Mathematics Education Faculty of Bung Hatta University. The research method used descriptive. The research subjects were students who took Differential Calculus courses in the second semester. The research instrument used diagnostic tests developed by Stewart with algebraic material, Geometry, Trigonometry, and Functions as well as interviews with participants. Data analysis techniques used descriptive analysis. Based on the results of the research, it appeared that the initial ability of students is at a very low level, which is 8.6%. The results of interviews with 6 students who have the ability to score high, medium, and low stated that students need additional knowledge about the concept of numbers and their properties, algebraic operations, visualization with technology and the concept of functions. Based on these results, a learning strategy for technology-based Calculus is needed to provide an understanding of the Calculus concept.
Nur Wakhidah, Muslimin Ibrahim, Rudiana Agustini, Erman Erman
Edukasi: Jurnal Pendidikan, Volume 18; doi:10.31571/edukasi.v18i1.1714

Abstract:
AbstrakPendekatan saintifik merupakan salah satu pendekatan yang disarankan dalam Kurikulum 2013. Tujuan penelitian adalah untuk menguji validitas dan reliabilitas strategi scaffolding pada pendekatan saintifik. Metode penelitian adalah deskriptif melalui focus group discussion (FGD). FGD dilakukan dalam rangka memvalidasi strategi scaffolding oleh 3 orang pakar pendidikan (dengan kualifikasi minimal doktor) untuk membahas, memberi masukan, dan memberi penilaian terhadap strategi scaffolding IMWR yang dikembangkan. Proses penilaian menggunakan instrumen validasi. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dengan cara menghitung skor dari validator untuk mengetahui validitas dan reliabilitas strategi scaffolding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi scaffolding IMWR sangat valid (dengan skor 3,79) dan reliabel (dengan skor 0,93) sehingga dapat digunakan untuk membantu menerapkan pendekatan saintifik dalam pembelajaran. AbstractThe scientific approach is one of the approaches suggested in the 2013 Curriculum. The purpose of the research was to test the validity and reliability of scaffolding strategies in the scientific approach. The research method is descriptive through focus group discussions (FGD). The FGD was conducted in order to validate the scaffolding strategy by 3 education experts (with a minimum doctoral qualification) to discuss, provide input, and provide an assessment of the IMWR scaffolding strategy developed. The assessment process used a validation instrument. Data analysis used descriptive analysis by calculating the score of the validator to determine the validity and reliability of the scaffolding strategy. The results showed that the IMWR scaffolding strategy was very valid (with a score of 3.79) and reliable (with a score of 0.93) so that it could be used to help apply a scientific approach to learning.
Amelia Purwaningsih, Laili Fitri Yeni, Titin Titin
Edukasi: Jurnal Pendidikan, Volume 18; doi:10.31571/edukasi.v18i1.1675

Abstract:
Abstrak Penelitian bertujuan untuk mengetahui penerapan model pembelajaran Make A Match berbantuan Biocard terhadap hasil belajar dan keterampilan argumentasi siswa pada materi Klasifikasi Makhluk Hidup kelas VII SMP Kemala Bhayangkari. Bentuk penelitian adalah Quasy Experimental Design dengan rancangan penelitian Nonequivalent Control Group Design. Sampel penelitian terdiri dari 2 kelas, yaitu kelas VII B sebagai kelas kontrol dan VII C sebagai kelas eksperimen. Teknik pengumpulan data menggunakan soal tes. Analisis data menggunakan Effect Size. Hasil penelitian menunjukkan skor rata-rata hasil belajar kelas eksperimen sebesar 16,04 sedangkan pada kelas kontrol 13,74. Hal ini menunjukkan model make a match berbantuan biocard memiliki pengaruh signifikan terhadap hasil belajar siswa. Keterampilan argumentasi pada penelitian ini menggunakan argumentasi Toulmin yaitu menilai aspek data,claim,warrant dan backing. Hasil penelitian keterampilan argumentasi kelas eksperimen menunjukkan kriteria baik (70,82%), sedangkan pada kelas kontrol dengan kriteria cukup (68,40%). Dapat disimpulkan model make a match berbantuan biocard berpengaruh terhadap keterampilan argumentasi siswa. Abstract The research aimed to determine the application of the Biocard-aided Make A Match learning model to the learning outcomes and students' argumentation skills in the Classification of Living Class VII material of Kemala Bhayangkari Middle School. The form of research was Quasy Experimental Design with Nonequivalent Control Group Design research design. The research sample consisted of 2 classes, VII B as a control class and VII C as an experimental class. Data collection techniques used test questions. Data analysis used Effect Size. The results showed the average score of the experimental class learning outcomes was 16.04 while that of the control class was 13.74. This shows the biocard-aided make a match model has a significant influence on student learning outcomes. Argumentation skills in this study use Toulmin's argumentation, namely assessing aspects of data, claims, warrant and backing. The results of the experimental class argumentation skills showed good criteria (70.82%), whereas in the control class with sufficient criteria (68.40%). It can be concluded that the make a match model aided by biocard affects the student's argumentation skills.
Back to Top Top