Al-Hikmah

Journal Information
ISSN / EISSN : 1978-5011 / 2502-8375
Current Publisher: IAIN Pontianak (10.24260)
Total articles ≅ 30
Filter:

Latest articles in this journal

Sari Eka Pratiwi, Fitri Sukmawati
Published: 28 May 2019
Al-Hikmah, Volume 13, pp 169-180; doi:10.24260/al-hikmah.v13i1.1348

Abstract:
Autism Spectrum Disorder (ASD) is a development impairment characterized by cognitive and neurobehavioral deficit, including communication and social problem that need psycology and education intervention for the children and the parents, also nutrition intervention with Gluten-Free Casein-Free (GFCF). This study’s aim is to identify the parenting style and Gluten-Free Casein-Free diet role in ASD’s symptoms modification. This study was start with collecting the references and research publications, and study the relationship of parenting style and GFCF diet to ASD. Flexible Parenting style in ASD is important and need to be adjusted based on the characteristic, development stage and the children’s situation. Diet GFCF can be a complementary therapy to reduce ASD’s symptoms particularly children with gluten allergy and have celiac disease. However, the children without any gastrointestinal symptoms to gluten/casein products need a consideration and advance examination to determine GFCF diet requirement. [Autism Spectrum Disorder (ASD) merupakan suatu kelainan perkembangan saraf yang dicirikan dengan adanya defisit kognitif dan neurobehavioralyang mencakup masalah komunikasi dan perilaku sosial, yang memerlukanintervensi psikologis dan edukasi pada anak dan orang tua, serta intervensi nutrisi dengan pembatasan asupan gluten dan kasein yang dikenal dengan diet Gluten-Free Casein-Free (GFCF). Penulisan telaah jurnal ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pola asuh orang tua dan pembatasan asupan gluten dan kasein terhadap perbaikan gejala ASD. Penulisan telaah literatur dilakukan dengan mengumpulkan berbagai sumber teori dan hasil penelitian kemudian dilakukan telaah terhadap hubungan kedua faktor yaitu pola asuh dan pembatasan asupan gluten dan kasein terhadap ASD. Gaya pengasuhan pada ASD perlu dilakukan secara fleksibel sesuai dengan keunikan karakter anak, tahap perkembangan anak, dan situasi yang sedang dihadapi. Terapi pembatasan asupan gluten/kasein dapat menjadi pilihan terapi pelengkap untuk mengurangi gejala ASD terutama pada anak yang alergi gluten dan mengalami penyakit celiac. Namun, pada anak yang tidak memiliki gejala saluran cerna terhadap produk gluten/kasein perlu pertimbangan dan pemeriksaan lebih lanjut untuk menentukan perlu tidaknya pembatasan gluten/kasein pada makanannya]. Kata Kunci: Autism Spectrum Disorder (ASD), Gluten-Free Casein-Free (GFCF), Pola Asuh Pada ASD, Autisme, Terapi Nutrisi Autism Spectrum Disorder (ASD).
Syarifah Fatimah
Published: 27 May 2019
Al-Hikmah, Volume 13, pp 147-168; doi:10.24260/al-hikmah.v13i1.1122

Abstract:
This study wants to reveal the Islamic thinking of the Darun Naim Pontianak Islamic Boarding School in assessing the existence of the internet. This study seeks to explore and reconstruct the object of research through analyzing the findings of data in the field to obtain critical descriptions of the internet and Darun Naim. Therefore, this research was conducted using descriptive methods and qualitative approaches. The approach is used to express the deepest value of the object of research. The research data was obtained through interviews and fact findings in the field. As a result, Darun Naim considered that the internet as a technology could not be given to santri, because of the potential for mafsadat which could damage their forging process as clerics. In order for global knowledge and insight, the santri were allowed to control the internet. The results of these studies provide knowledge and offer at the same time advanced research related to ICT and Islamic boarding schools in the context of globalization for scientific development and community service. [Penelitian ini ingin mengungkap pemikiran Islam Pondok Pesantren Darun Naim Pontianak dalam menilai keberadaan internet. Penelitian ini berusaha menggali dan merekonstruksi objek penelitian melalui analisis temuan data di lapangan sehingga diperoleh deskripsi kritis tentang internet dan Darun Naim. Oleh sebab itu, penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif dan pendekatan kualitatif. Pendekatan itu digunakan untuk mengungkapkan nilai terdalam dari objek penelitian. Data penelitian diperoleh melalui wawancara dan temuan fakta di lapangan. Sebagai hasilnya bahwa Darun Naim menilai internet sebagai teknologi belum bisa diberikan kepada santri, karena adanya potensi mafsadat yang dapat merusak proses penempaan mereka sebagai ustadz. Dalam rangka untuk pengetahuan dan wawasan global, para santri diizinkan secara terkontrol untuk menggunakan internet. Hasil penelitian tersebut memberikan pengetahuan dan sekaligus menawarkan penelitian lanjutan terkait TIK dan pesantren dalam kontek globalisasi untuk pengembangan keilmuan dan pengabdian kepada masyarakat]. Kata Kunci: Pondok Pesantren Darun Naim, Internet dan Ilmu Pengetahuan
Wajidi Sayadi
Published: 26 May 2019
Al-Hikmah, Volume 13, pp 113-132; doi:10.24260/al-hikmah.v13i1.1335

Abstract:
This research was conducted to find out how the writing and quality of the Hadith of the Prophet Muhammad in the thesis of students of the Department of Islamic Education, Tarbiyah Faculty and Teacher Training of IAIN Pontianak, in academic year 2013/2014. The research methods used includes; First, do takhrij al-hadith; Second, do I’tibar al-hadith; Third, examine the narrators' personalities and methods of transmission by using, among others, the knowledge of al-jarh wa at-ta'dil. Fourth, conclude the results of the study. There are 100 theses studied, only 25 theses (25%) have hadiths in them, and 75 theses (75%) that do not include hadiths. There are two types of hadith writing in student thesis: First, hadith are written in Arabic text and their translations. Second, only the translation of the hadith was written. In writing the hadith of the Arabic text there are several errors. There is even a hadith text that is different from the translation. This happens, because most of the thesis is about improving the reading of the Qur'an in a particular school. The quality of the hadiths in student theses is 66 Sahih hadiths, 7 Hasan hadiths, 8 Daif Hadiths, 2 very daithic hadiths, 1 false hadith, 1 mauquf hadith, and 1 not known quality of hadith. Students' understanding of the hadith writing and the quality of the hadith is still lacking. Thesis supervisors and examiners are negligent in seeing the traditions of the hadith used by students. [Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana penulisan dan kualitas hadis-hadis Nabi Muhammad SAW dalam skripsi mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Pontianak tahun akademik 2013/2014. Adapun metode penelitian yang digunakan antara lain; Pertama, melakukan takhrij al-hadits; Kedua, melakukan I’tibar al-hadits; Ketiga, meneliti pribadi para periwayat dan metode periwayatannya dengan menggunakan antara lain ilmu al-jarh wa at-ta’dil. Keempat, menyimpulkan hasil penelitian. Ada 100 skripsi yang diteliti, hanya 25 skripsi (25 %) yang ada hadis di dalamnya, dan 75 skripsi (75 %) yang tidak mencantumkan hadis. Ada dua macam cara penulisan hadis dalam skripsi mahasiswa: Pertama, hadis ditulis dalam teks Arab dan terjemahannya. Kedua, hanya terjemahan hadisnya yang ditulis. Dalam penulisan hadis teks Arabnya terdapat beberapa kekeliruan. Bahkan ada yang teks hadisnya berbeda dengan terjemahannya. Hal ini terjadi, karena kebanyakan skripsi mengenai upaya peningkatan membaca al-Qur’an di suatu sekolah tertentu. Adapun kualitas hadis-hadis dalam skripsi mahasiswa, adalah 66 hadis Sahih, 7 hadis Hasan, 8 hadis Daif, 2 hadis sangat daif, 1 hadis palsu, 1 hadis mauquf, dan 1 hadis yang belum diketahui kualitasnya. Pemahaman mahasiswa dalam hal penulisan hadis dan kualitas hadis masih sangat kurang. Para pembimbing dan penguji skripsi lalai dalam melihat keshahihan hadis yang digunakan oleh mahasiswa]. Kata Kunci: Hadis, Skripsi, Mahasiswa, Sahih, Da’if, dan...
Nur Thahirah Umajjah Irha
Published: 26 May 2019
Al-Hikmah, Volume 13, pp 133-146; doi:10.24260/al-hikmah.v13i1.1327

Abstract:
IAI Al-Mawaddah Warrahmah Kolaka is one of the PTKIS (private Islamic college) in the Kolaka district, which shows an increase in the number of students each year, so the learning system needs to improve to produce qualified alumni. This study aims to determine the application and results of the IRC3 Modified Research-Based Learning Model (Introduce, Review, Compare, Conclusion, and Creative) in Kolaka's IAI Al-Mawaddah Warrahmah in terms of student responses. This research was conducted for 4 months in the fourth semester students of the PAI Department of learning media courses. The type of research used is descriptive research. The conclusions from the results of this study indicate that the application of IRC3 modification research based learning in Kolaka IAI Al Mawaddah Warrahmah is done in 5 Steps, namely: (Introduce, Review, Compare, Conclusion, Creative) and the final result of implementing this learning model is the student's creative work in the form of research journals. The application of IRC3 modification research based learning models received positive responses from all students. [IAI Al-Mawaddah Warrahmah Kolaka adalah salah satu PTKIS di wilayah kabupaten Kolaka, yang menunjukkan peningkatan jumlah mahasiswa di tiap tahunnya, sehingga sistem pembelajaran perlu diperhitungkan untuk menghasilkan alumni yang unggul dalam kualitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan dan hasil atas Model Pembelajaran Berbasis Riset Modifikasi IRC3 (Introduce, Review, Compare, Conclusion, Creative) di IAI Al-Mawaddah Warrahmah Kolaka ditinjau dari respon mahasiswa. Penelitian ini dilakukan selama 4 bulan pada mahasiswa semester IV Jurusan PAI mata kuliah media pembelajaran. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Kesimpulan dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran berbasis riset modifikasi IRC3 di IAI Al Mawaddah Warrahmah Kolaka dilakukan dengan 5 Langkah yaitu: (Introduce, Review, Compare, Conclusion, Creative) dan hasil akhir dari penerapan model pembelajaran ini adalah karya kreatifitas mahasiswa yang dituangkan dalam bentuk jurnal hasil penelitian. Penerapan model pembelajaran berbasis riset modifikasi IRC3 mendapat tanggapan positif dari seluruh mahasiswa]. Kata Kunci: Pembelajaran berbasis riset; Modifikasi IRC3; IAI Kolaka
Adi Abdullah Muslim
Published: 25 May 2019
Al-Hikmah, Volume 13, pp 91-112; doi:10.24260/al-hikmah.v13i1.1334

Abstract:
This article was inspired by the book of al-Rasul al-Mu'allim by ‘Abd al-Fattah Abu Ghuddah. He mentioned that there were about forty classifications of the Prophet's teaching methods as outlined in the form of hadith. The books are written are characterized by forms of educational values. However, in essence the method of education taught by the Prophet was also the way the Prophet conveyed his preaching to his companions. The time of the Prophet who had not yet known communication theories to convey God's messages, gave the results of the formation of strong characters in sahabat Nabi. So what is discussed in this article is about the method of Prophet's preaching in teaching sahabat Nabi the hadith perspective so as to form theories in da'wah communication and education. [Artikel ini terinspirasi dari kitab al-Rasul al-Mu’allim karya ‘Abd al-Fattah Abu Ghuddah. Ia menyebutkan bahwa ada sekitar empat puluh klasifikasi metode pengajaran Nabi yang dituangkan dalam bentuk hadis. Buku yang dituliskan banyak diwarnai dengan bentuk nilai-nilai pendidikan. Namun, pada hakikatnya metode pendidikan yang diajarkan Nabi juga merupakan cara Nabi menyampaikan dakwahnya kepada para sahabat. Di zaman Nabi yang belum dikenal teori-teori komunikasi untuk menyampaikan pesan-pesan Tuhan, memberikan warna dan hasil pembentukan karakter kuat pada diri sahabat. Maka yang dibahas dalam artikel ini mengenai metode dakwah Nabi dalam mengajarkan kepada sahabat perspektif hadis sehingga membentuk teori dalam komunikasi dakwah dan pendidikan]. Kata kunci: metode, nabi, pengajaran, karakter, sahabat
Evi Hafizah
Published: 24 May 2019
Al-Hikmah, Volume 13, pp 77-90; doi:10.24260/al-hikmah.v13i1.1336

Abstract:
Organizing events / ceremonies has become a part of human daily life related to important events, both with the life of the nation, state, community, organization and family in various types of events for various purposes. During this time the practice of show host was commonly introduced and carried out by adults. Even though for the sake of developing talents, interests and creativity the guidelines for bringing this event are also worthy of being known by children and can be introduced to elementary school age. This will certainly be useful for various activities held by children in their schools and outside schools that require the ability of children to dare to speak in public. The method used is case study. The results and discussion show that the implementation of the Master of Ceremony guidelines for elementary school students includes: MC appearance, MC position, attitudes and ability of MC, use of MC language and MC method closed the event in the success of the event. [Penyelenggaraan acara/upacara sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari manusia yang berhubungan dengan peristiwa-peristiwa penting, baik itu dengan kehidupan berbangsa, bernegara, bermasyarakat, berorganisasi maupun berkeluarga dalam berbagai sifat acara untuk berbagai macam tujuan. Selama ini praktek pembawa acara lazim diperkenalkan dan dilakukan oleh orang dewasa. Padahal bagi kepentingan pengembangan bakat, minat dan kreativitas pedoman membawakan acara ini juga layak diketahui oleh anak-anak dan dapat diperkenalkan pada usia sekolah dasar. Hal ini tentunya akan dapat bermanfaat bagi berbagai kegiatan yang diadakan oleh anak-anak di sekolah mereka maupun diluar sekolah yang memerlukan kemampuan anak-anak untuk berani berbicara di depan publik. Metode yang digunakan studi kasus. Hasil dan pembahasan menunjukkan bahwa implementasi tata laksana pedoman Master of Ceremony bagi siswa/siswi sekolah dasar meliputi : penampilan MC, posisi MC, sikap dan daya mampu MC, penggunaan bahasa MC dan cara MC menutup acara dalam menyukseskan acara]. Kata kunci: Pembawa Acara/MC, Anak-anak, Komunikasi Publik
Patmawati Patmawati
Published: 22 May 2019
Al-Hikmah, Volume 13, pp 61-76; doi:10.24260/al-hikmah.v13i1.1337

Abstract:
Dakwah Management of the Halaqah Khatulistiwa Berbagi is a dakwah activity in a systematic and coordinative manner that starts from planning, organizing, implementing, monitoring and evaluating da'wah activities. Khatulistiwa Berbagi activities are engaged in the field of education by establishing an informal Equator Sharing school. The research method used is qualitative research. Data collected through literature and field studies through observation, participant observation, and interviews. Analysis of the data used an interpretive approach. The focus of this study is how do the Dakwah Management of the Halaqah Khatulistiwa Berbagi? How does the Dakwah Halaqah of Khatulistiwa Berbagi share? Who are the Khatulistiwa Berbagi’s partners? The results of the study illustrate that the management of the Halaqah Da'wah Khatulistiwa Berbagi has applied modern management as seen from the placement of Human Resources in accordance with their respective expertise there has been a clear division of tasks among the administrators and teachers. Da'wah is done by grouping students according to their level of education. Dakwah Khatulistiwa Berbagi’s partners are Munzalan Mubarakan, IAIN Pontianak, STAN, and Pontianak City Health Office. [Manajemen dakwah halaqah Khatulistiwa Berbagi adalah suatu kegiatan dakwah yang dilaksanakan oleh Khatulistiwa Berbagi secara sistematis dan koordinatif yang dimulai dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi kegiatan dakwah. Kegiatan dakwah Khatulistiwa Berbagi bergerak dalam bidang pendidikan dengan mendirikan sekolah informal Khatulistiwa Berbagi. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Pengumpulan data melalui studi pustaka dan lapangan melalui pengamatan, observasi partisipan, dan wawancara. Analisa yang digunakan dengan pendekatan interpretif. Adapun fokus dalam penelitian ini adalah bagaimanakah manajemen dakwah halaqah Khatulistiwa Berbagi? Bagaimanakah dakwah halaqah Khatulistiwa berbagi? Siapa sajakah mitra dakwah Khatulistiwa Berbagi? Hasil penelitian menggambarkan bahwa manajemen dakwah halaqah Khatulistiwa Berbagi sudah menerapkan manajemen modern yang terlihat dari penempatan SDM sesuai dengan keahlian masing-masing, sudah ada pembagian tugas yang jelas di antara pengurus dan guru-guru. Dakwah halaqah dilakukan dengan cara mengelompokkan peserta didik sesuai dengan tingkat pendidikan. Mitra dakwah Khatulistiwa Berbagi adalah Munzalan Mubarakan, IAIN Pontianak, STAN, dan Dinas Kesehatan Kota Pontianak]. Kata Kunci: Manajemen Dakwah, halaqah, Khatulistiwa Berbagi
Ibrahim Ibrahim
Published: 21 May 2019
Al-Hikmah, Volume 13, pp 39-60; doi:10.24260/al-hikmah.v13i1.1328

Abstract:
In recent decades, the issue of ethnicity is an issue of lively chatter, especially regarding issues of social relations and conflicts often occur in many areas of the country, not least in West Kalimantan. In the interior of Kapuas Hulu, precisely in Badau, a form of ethnic communities can coexist in peace and harmony, namely ethnic Iban and Malays. Social history shows that there has been significant conflict between the two ethnics. It seemed to be an exception to some cases of ethnic conflict in the social history in West Kalimantan. Field research is found several factors that the reason for the establishment of good communication and harmonious inter-ethnic Iban and Malays in Badau. In the political aspect showed as shape of togetherness and good political cooperation in the form of "power sharing". In the aspect of social perceptions of his form a positive view of inter-ethnic. In terms of the reality of cultural values and acculturative accommodating culture of mutual understanding, respect and complement each other. In the experience of social interaction is also a manifestation of the form of social relations based on the spirit of togetherness, tolerance and mutual support the creation of a model of communication and relationships of peace and harmony among ethnic Iban and Malays in Badau. [Dalam beberapa dekade terakhir, persoalan etnik menjadi isu yang ramai dibincangkan, terutama menyangkut permasalahan hubungan sosial dan konflik yang kerap terjadi di banyak wilayah di tanah air, tak terkecuali di Kalimantan Barat. Di pedalaman Kapuas Hulu, tepatnya di Badau, wujud masyarakat etnik yang dapat hidup berdampingan dalam damai dan harmonis, yakni etnik Iban dan etnik Melayu. Sejarah sosial menunjukkan bahwa tidak pernah terjadi konflik yang berarti di antara kedua etnik tersebut. Hal ini seakan menjadi pengecualian terhadap beberapa kasus konflik etnik dalam sejarah sosial di Kalimantan Barat. Kajian di lapangan mendapati beberapa faktor yang menjadi alasan terbangunnya komunikasi yang baik dan harmonis antar etnik Iban dan Melayu di Badau. Dari aspek politik misalnya wujud kebersamaan dan kerjasama politik yang baik dalam bentuk ”sharing power”. Dari aspek persepsi sosial wujudnya pandangan yang positif antar etnik. Dari sisi budaya wujudnya nilai-nilai akomodatif dan akulturatif budaya yang saling memahami, menghargai dan mengisi satu sama lain. Dari sisi pengalaman interaksi sosial juga wujud satu bentuk hubungan sosial yang dilandasi pada semangat kebersamaan, toleransi dan saling mendukung terciptanya satu model komunikasi dan hubungan sosial yang damai dan harmonis antar etnik Iban dan Melayu di Badau] Kata kunci: Komunikasi, hubungan sosial, etnik, harmonisasi.
Guntur Cahyono, Nibros Hassani
Published: 20 May 2019
Al-Hikmah, Volume 13, pp 23-38; doi:10.24260/al-hikmah.v13i1.1316

Abstract:
This research describes the development of Social Media YouTube that gives new communication pattern for the preacher and the teacher. YouTube is the most strategic media which containing videos content that spreading the information as an art of communication which envolve the users. The society routine for Revolutional Industry 4.0 has changed the communication pattern to get online information (in the internet). Through certain keywords, YouTube users can get the information that is wanted. Media social platform possess the vary contents including Islamic Da’wah and Islamic Education. YouTube in the context of Islamic Education some certain of da’wah contents can become as learning media or material enrichment that is still limited in text book learning present day. [Penelitian ini mendiskripsikan bahwa perkembangan media sosial YouTube memberikan pola baru komunikasi para pendakwah dan guru. YouTube adalah media paling strategis, yang memuat konten video untuk menyebarkan informasi sebagai seni berkomunikasi dengan melibatkan para pengguna. Kebiasaan masyarakat di era revolusi industri 4.0 mengubah pola komunikasi untuk mendapatkan informasi daring (dalam jaringan). Melalui kata kunci tertentu pengguna YouTube bisa memperoleh informasi yang diinginkan. Platform media sosial memiliki konten yang bermacam-macam termasuk didalamnya adalah dakwah Islam dan pendidikan Islam. YouTube Dalam konteks pendidikan Islam beberapa konten dakwah bisa dijadikan sebagai media pembelajaran atau pengayaan materi yang selama ini masih terbatas pada buku pelajaran]. Kata Kunci : YouTube, Komunikasi Dakwah, Media Pembelajaran
Handes Handes
Published: 23 April 2019
Al-Hikmah, Volume 13, pp 1-22; doi:10.24260/al-hikmah.v13i1.1297

Abstract:
This article is focused on creative planning and marketing communication message development strategies. The results of this study found that creative planning was compiled as a reference in implementing marketing communications campaigns. In a campaign, creative planning is important to produce marketing creativity that is different, unique and interesting compared to competitors. While the message development strategy can be interpreted as a process of finding ways to influence the public or certain goals by persuading or persuasive and motivating the public to participate, so that the message is expected to create certain effects as planned according to a specific theme. The development of messages starts from a big idea to express certain intentions according to needs and benefits which are then constructed into messages that are then conveyed to the target audience. The purpose of developing messages can only be achieved if the audience understands these messages. [Artikel ini difokuskan pada perencanaan kreatif dan strategi pengembangan pesan komunikasi pemasaran. Hasil kajian ini menemukan bahwa perencanaan kreatif disusun sebagai acuan dalam pelaksanaan kampanye komunikasi pemasaran. Dalam sebuah penyelenggaraan kampanye, perencanaan kreatif menjadi penting untuk menghasilkan kreativitas pemasaran yang berbeda, unik dan menarik dibandingkan pesaing. Sedangkan strategi pengembangan pesan dapat diartikan sebagai proses menemukan cara untuk mempengaruhi publik atau sasaran tertentu dengan cara membujuk atau persuasif dan memotivasi publik untuk berpartisipasi, sehingga pesan diharapkan dapat menciptakan efek tertentu seperti yang direncanakan sesuai dengan tema spesifik. Pengembangan pesan berawal dari suatu gagasan (big idea) untuk menyatakan maksud tertentu sesuai dengan kebutuhan dan manfaat yang kemudian di konstruksi menjadi bentuk pesan-pesan yang kemudian disampaikan kepada khalayak sasaran. Tujuan pengembangan pesan hanya dapat dicapai apabila khalayak memahami pesan-pesan tersebut]. Kata Kunci: Creative planning, Strategi Pesan, dan Komunikasi Pemasaran.
Back to Top Top