Journal of Civic Education

Journal Information
EISSN : 2622-237X
Total articles ≅ 107
Filter:

Latest articles in this journal

Nova Hardyanti, Isnarmi Isnarmi
Journal of Civic Education, Volume 3, pp 339-349; doi:10.24036/jce.v3i3.363

Abstract:
Penelitian ini mengungkapkan Keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran PPKn di SMP Negeri 3 Bukittingggi, sering ditemukan kurangnya keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran yang meliputi; kurangnya perhatian,dan rasa menyenangi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif, adapun data informan dalam penelitian ini adalah; sepuluh siswa kelas VIII.6, guru PPKn dan kepala sekolah. Data yang dibutuhkan adalah data primer dan sekunder yang didapatkan dari observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Uji keabsahan data dilakukan melalui teknik triangulasi, kemudian analisis dengan cara reduksi data, penyajian data, dan selanjutnya disimpulkan untuk penulisan. Hasil Penelitian menunjukan bahwa keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran PPkn di SMP Negeri 3 Bukittinggi, menyangkut: a) suasana kelas belum sepenuhnya dalam keadaan kondusif dari setiap pelaksanaan proses pemebelajaran; b) belum seluruh siswa memperhatian penjelasan guru dengan baik; c) sebagian besar siswa kurang menyenangi pembelajaran PPKn; d) sebagian besar siswa sudah terlibat aktif dalam proses pembelajaran; e) kejelasan penyampaian materi pelajaran oleh guru belum dimengerti sebagaian siswa, dan; f) penggunaan metode dan media dalam proses pembelajaran telah meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Upaya-upaya guru dalam proses pembelajaran PPKn: a) guru telah memberikan dorongan agar siswa dapat termotivasi dalam proses pembelajran PPKn; b) guru memberikan pertanyaan dan kesimpulan akhir dalam proses pembelajaran, serta memberikan metode dan media yang bervariasi dalam menyampaikan materi pelajaran PPKn agar matei yang di sampaikan dapat dimengerti siswa.
Zola Oktavia, Hasrul Hasrul
Journal of Civic Education, Volume 3, pp 295-305; doi:10.24036/jce.v3i3.392

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi mahasiswa terhadap pelayanan program studi PPKn FIS UNP dilihat dari aspek berwujud (tangible), keandalan (reliability), daya tanggap (responsivenese), kepastian (assurance), dan empati (emphaty) guna dijadikan gambaran atau pedoman untuk pelayanan program studi PPKn FIS UNP lebih baik lagi kedepannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini dilakukakn dengan menyebar angket kepada mahasiswa melalui google form. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 37 mahasiswa. Jenis data yang digunakan yaitu data primer dan sumber datanya mahasiswa program studi PPKn FIS UNP angkatan 2017, 2018, dan 2019 yang dijadikan sampel. Instrumen penelitian yang digunakan adalah angket dengan skala likert menggunakan alternatif jawaban Sangat Baik (SB), Baik (B), Cukup Baik (CB), dan Kurang Baik (KB). Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi mahasiswa terhadap pelayanan akademik dikategorikan baik dengan persentase 83,25% dan pelayanan administrasi dikategorikan baik dengan persentase yang sama yaitu 83,25%. Sehungga dapat diketahui bahwa persepsi mahasiswa terhadap program studi PPKn FIS UNP dikategorikan baik dengan rata-rata persentase 83,25%.
Arieska Dwi Asmil, Hasrul Hasrul
Journal of Civic Education, Volume 3, pp 350-359; doi:10.24036/jce.v3i3.385

Abstract:
Tujuan penelitian ini untuk memperoleh gambaran terkait implementasi, permasalahan internal-eksternal, dan upaya-upaya yang dilakukan dalam penerapan keterampilan membuka dan menutup pelajaran oleh guru pada pembelajaran PPKn di SMP N 25 Padang. Penelitian ini didasari akibat kesalahan guru dalam memaknai keterampilan membuka dan menutup pelajaran yang berdampak pada kurang efektifnya proses pembelajaran. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif menggunakan pendekatan deskriptif. Lokasi penelitian berada di SMP N 25 Padang dengan informan penelitian terdiri atas 10 orang yang dipilih dengan purposive sampling. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Untuk memastikan data yang diperoleh valid, dilakukan pengujian data melalui triangulasi sumber. Selanjutnya, data dianalisis menggunakan teknik analisis data berupa reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan kurang optimalnya guru PPKn dalam menerapkan keterampilan membuka dan menutup pelajaran. Terlihat dari banyaknya komponen maupun indikator penting yang terabaikan.
Winda Kumala Sari, Maria Montessori
Journal of Civic Education, Volume 3, pp 306-319; doi:10.24036/jce.v3i3.379

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan dari program bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS) terhadap rumah tidak layak huni (RTLH) di Kenagarian Koto VIII Pelangai Kecamatan Ranah Pesisir Kabupaten Pesisir Selatan, serta mengidentifikasi hambatan/kendala yang dihadapi dalam implementasi program bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS) terhadap rumah tidak layak huni (RTLH) di Kenagarian Koto VIII Pelangai Kecamatan Ranah Pesisir Kabupaten Pesisir Selatan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pegumpulan data secara observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Sedangkan, sumber data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Informan dalam penelitian ini adalah 15 orang masyarakat penerima bantuan program BSPS, 1 orang Wali Nagari Koto VIII Pelangai, 1 Orang Aparat Pelaksana Lapangan, 1 Orang Tokoh Masyarakat, 1 Orang Tokoh Adat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan program BSPS di Kenagarian Koto VIII Pelangai dilaksanakan dalam 6 tahap yaitu dimulai dari pendataan, sosialisasi, penyeleksian calon penerima bantuan, pengumuman penerima, pencairan dana, dan pelaksanaan pembangunan. Adapun kendala yang dihadapi selama pelaksanaan program ini yaitu tidak mampunya masyarakat menyediakan dana pendamping, kurangnya pengarahan dari tim fasilitator dilapangan rendahnya kesadaran masyarakat dalam memahami dana stimulan.
Nia Cahya Ningsih, Nurman Nurman
Journal of Civic Education, Volume 3, pp 320-330; doi:10.24036/jce.v3i4.376

Abstract:
Dalam rangka mewujudkan tercapainya tujuan pembangunan nasional pemerintah Indonesia terus mengusahakan pembangunan dengan memanfaatkan sumber daya alam yang ada salah satunya panas bumi. Pembangunan merupakan proses multidimensi dalam perubahan-perubahan seperti struktur sosial, sikap rakyat dan lembaga-lembaga nasional. Oleh karena itu dalam penelitian ini penulis akan meneliti tentang persepsi masyarakat terhadap rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Gunung Talang di Nagari Batu Bajanjang, Kecamatan Lembang Jaya, Kabupaten Solok. Alasan penulis mengambil topik ini karena di nagari tersebut akan dibangun PLTP. Jenis penelitian ini ialah kualitatif dengan metode deskriptif. Purposive sampling digunakan sebagai teknik dalam penentuan informan penelitian. Data dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara dan dokumentasi, sedangkan teknik analisis data pada penelitian ini digunakan teknik Miles dan Hurben (1984) dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukan bahwa.rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Gunung Talang yang akan dilakukan oleh PT Hitay Daya Energi menimbulkan berbagai pandangan atau persepsi dari masyarakat Nagari Batu Bajanjang sehingga terdapat dua kelompok persepsi masyarakat yaitu menerima (setuju) dan menolak (tidak setuju), persepsi masyarakat ini dipengaruhi oleh pemahaman masyarakat terhadap PLTP dan dampak yang ditimbulkan (dampak sosial, ekonomi dan lingkungan). Selain itu untuk meningkatkan pemahan masyarakat pemerintah dan PT melakukan sosialisasi kepada masyarakat namun tidak berjalan optimal.
Febi Afriani, Alia Azmi
Journal of Civic Education, Volume 3, pp 331-338; doi:10.24036/jce.v3i3.372

Abstract:
Penelitian ini dilatar belakangi oleh pentingnya penerapan etika komunikasi di media sosial WhatsApp oleh mahasiswa. Etika komunikasi di media sosial ini terbagi atas tiga poin penting yang harus diterapkan oleh setiap penggunanya termasuk mahasiswa. Tujuan penelitian untuk menganalisis bagaimana penerapan etika komunikasi mahasiswa di media sosial WhatsApp. Penelian ini menggunakan metode analisis isi kualitatif dengan menggunakan teknik observasi dan dokumentasi. Objek penelitian adalah semua postingan mahasiswa mahasiswa PPKn Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang tahun masuk 2016 pada media sosial whatsapp grup angkatan 2016 yaitu grup ISP 16, yang meliputi semua teks, audio, video, gambar dan dokumen yang diposting selama bulan maret 2020. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa: 1) Penerapan etika berkomunikasi yang santun dalam menggunakan media sosial dimedia sosial WhatsApps grup oleh mahasiswa PPKN tahun masuk 2016 sudah sangat baik, hal ini dibuktikan berdasarkan hasil analisis terlihat ketika menyampaikan salam atau sapaan ketika memulai pembicaraan, mengucapkan kata terimakasih setelah mendapatkan informasi dan memberikan respon ketika bertanya. 2) Penerapan etika memberikan informasi secara bijak sangat baik ini hal ini terbukti dari memberikan informasi dari sumber terpercaya, tidak menyebarkan konten yang bersifat pornografi, memberikan informasi positif, tidak mmberikan informasi yang memicu terjadinya konflik, tidak menyebarkan informasi yang bersifat SARA, serta tidak adanya plagiat atas hak kekayan intelektual orang lain. 3) Penerapan etika menghargai privasiorang lain sangat baik penerapanya hal ini dibuktikan tidak adanya menuduh dan menyerang secara pribadi dalam grup, tidak menyebarkan informasi yang sivatnya privasi dan tidak adanya bullying dalam grup.
Dina Ekawiyani, Nurman Nurman
Journal of Civic Education, Volume 3, pp 211-217; doi:10.24036/jce.v3i3.375

Abstract:
Artikel ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab terjadinya perkawinan sasuku di wilayah Kenagarian Sago Salido Kecamatan IV Jurai Kabupaten Pesisir Selatan. Akibat dari perkawinan sasuku di wilayah ini dan pelaksanaan sanksi adat terhadap pelaku perkawinan sasuku. Hal tersebut dilatarbelakangi oleh faktor saling cinta, faktor hamil diluar nikah dan faktor kurangnya pengetahuan yang menyebabkan perkawinan sasuku terjadi di Wilayah Kenagarian Sago Salido Kecamatan IV Jurai Kabupaten Pesisir Selatan. Metode penelitian dilakukan melalui metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Informan penelitian adalah Ketua KUA, Ketua KAN, Niniak Mamak, Bundo Kanduang, Pasangan yang melakukan kawin sasuku, Orang tua dari pasangan yang melakukan kawin sasuku, Pemuda-pemudi dan Orang-orang yang tidak melakukan kawin sasuku di Wilayah Kenagarian Sago Salido. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Uji keabsahan data menggunakan teknik triangulasi data. Teknik analisis melalui empat alur yaitu: proses pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan pemeriksaan kesimpulan atau verifikasi
Riva Dila Yarsiah, Alia Azmi
Journal of Civic Education, Volume 3, pp 250-256; doi:10.24036/jce.v3i3.367

Abstract:
This study aims to describe the phenomenon of the double burden endured by female farm workers in Jorong Limpato Nagari Kajai and the impact of the double burden on family and social activities in the community and to identify the involvement of the female farmworker's husband in domestic work. This research is a qualitative research with descriptive method conducted in Jorong Limpato Nagari Kajai Talamau District, West Pasaman Regency. The informants in this study were determined using purposive sampling technique. The type of data in this study consisted of primary and secondary data obtained through observation, interviews, and documentation studies. The results of the study show the phenomenon of the double burden faced by women farm workers can be seen from their productive, reproductive, and social roles in society. The positive impact of a double burden on the family is to increase the husband's income in meeting family needs, while the negative impact is the time to gather with the family and educate and supervise children is limited and the difficulty in allocating time to carry out their role creates pressure for farm laborers. The positive impact of a double burden on social activities in the community is women active in social activities in the community that are informal as at weddings and deaths, while the negative impact is the lack of interaction between women farm workers and community members, in addition to social activities held during the day women farm workers are rarely attended because to attend they are forced to leave their jobs. The involvement of the female farm worker husband in domestic work is very low due to the construction of community thought in Jorong Limpato which results in gender injustice against the female farm worker. interviews, and documentation studies. The results of the study show the phenomenon of the double burden faced by women farm workers can be seen from their productive, reproductive, and social roles in society. The positive impact of a double burden on the family is to increase the husband's income in meeting family needs, while the negative impact is the time to gather with the family and educate and supervise children is limited and the difficulty in allocating time to carry out their role creates pressure for farm laborers. The positive impact of a double burden on social activities in the community is women active in social activities in the community that are informal as at weddings and deaths, while the negative impact is the lack of interaction between women farm workers and community members, in addition to social activities held during the day women farm workers are rarely attended because to attend they are forced to leave their jobs. The involvement of the female farm worker husband in domestic work is very low due to the construction of community thought in Jorong Limpato which results in gender injustice against the female farm worker.
Barqah Nosi Helpia, Henni Muchtar
Journal of Civic Education, Volume 3, pp 287-294; doi:10.24036/jce.v3i3.365

Abstract:
Artikel ini bertujuan untuk mengetahui apa saja kendala yang terjadi dalam pelaksanaan peraturan kepala desa no.4 tahun 2019 mengenai ketetapan uang adat di Desa Koto Mudik Kec. Air Hangat Barat Kab. Kerinci. Metode penelitian dilakukan melalui metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Informan penelitian sebanyak 29 orang yaitu terdiri dari kepala desa, sekretaris desa, pemangku adat, ketua BPD, pelaku pelanggaran dan masyarakat Desa Koto Mudik. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Uji keabsahan data menggunakan teknik triangulasi data dan selanjutnya data yang diperoleh akan analisis melalui tahap reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa pelaksanaan peraturan kepala desa no.4 tahun 2019 tentang uang adat pada pelaksanaanya masih belum efektif. Terdapat beberapa kendala dalam pelaksanaan peraturan kepala desa no.4 tahun 2019 tentang uang adat di Desa Koto Mudik yaitu masalah perekonomian masyarakat, adanya perlakuan yang tidak adil dari pemangku adat, tidak tegasnya perangkat desa dan pemangku adat dalam penetapan denda uang adat, juga kurangnya pemahaman dan pengetahuan masyarakat mengenai peraturan yang berlaku di Desa Koto Mudik.
Nurhayati Putri, Fatmariza Fatmariza
Journal of Civic Education, Volume 3, pp 267-276; doi:10.24036/jce.v3i3.378

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perempuan dan kepemimpinan di organisasi mahasiswa Universitas Negeri Padang. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah mix method model Sequential Ekplanatory Design yaitu menggabungkan metode penelitian kuantitatif dan kualitatif secara berurutan, dimana pada tahap pertama penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian kuantitatif melalui Angket, kemudian didukung oleh metode kualitatif melalui Wawancara dan Studi Dokumentasi. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Representasi perempuan dalam kepemimpinan di Organisasi mahasiswa rendah. Hal ini dibuktikan dengan pemimpin perempuan hanya 5,88% perempuan yang menjadi pemimpin di Ormawa sejak tahun 2015-2020. Penyebab rendahnya kepemimpinan perempuan di Oganisasi mahasiswa Universitas Negeri Padang adalah : Perempuan tidak memiliki pengetahuan yang cukup dalam menjadi pemimpin dengan persentase sebesar 65%. Perempuan dianggap kurang paham dalam mengambil kebijakan yang mempengaruhi orang banyak dengan persentase sebesar 62%. Perempuan tidak percaya diri untuk menjadi pemimpin dengan persentase sebesar 47%. ketidakyakinan kepada perempuan untuk memenuhi tanggung jawab menjadi pemimpin dengan persentase sebesar 44%. Budaya patriarki melekat dalam lingkungan organisasi dengan persentase sebesar 59%. tidak mampu mendisiplinkan orang dewasa terkhusus lakilaki dengan persentase sebesar 54%. Perempuan tidak memiliki relasi yang kuat dalam memperoleh suara untuk memimpin dengan persentase sebesar 50%. Sehingga hal tersebut membuat perempuan sangat sulit untuk menjadi pemimpin.
Back to Top Top