Journal Educative Journal of Educational Studies

Journal Information
ISSN / EISSN : 2549-4120 / 2549-4139
Current Publisher: IAIN Bukittinggi (10.30983)
Total articles ≅ 40
Current Coverage
DOAJ
Filter:

Latest articles in this journal

Journal Educative Journal of Educational Studies; doi:10.30983/educative

Abstract:
Journal Educative : Journal of Educational Studies
Ige Akindele Matthew
Journal Educative Journal of Educational Studies, Volume 5, pp 100-111; doi:10.30983/educative.v5i1.3122

Abstract:
Mutual school-community relationship is imperative in the educational system due to the associated benefits. One of the purposes of establishing a school is to serve the immediate community. A community also needs to monitor and supervise the schools located within it, attend to their needs, challenges, as well as monitor their progress, so that there will be effective management of the schools while the set objectives can be achieved. In this paper, critical forces pulling schools and communities apart (i.e. centrifugal forces) in Nigeria, such as theft of school properties, encroachment into school’s land/territory, interference in school’s activities, invasion of school by hoodlums, ritual killings, and obstruction of movement of staff, indiscipline of pupils/students and teachers, as well as the apathy of school to community’s activities, are examined. To tackle the forces and achieve mutual school-community relationships, all hands must be on deck, particularly, by the parties to the school and community relationship. In this case, non-apathy of school to community activities, prevention of theft of school properties, non-interference of community members in school affairs, non-interference of parents and community in school affairs, among others, are recommendedHubungan antara sekolah dan masyarakat sangat penting dalam sistem pendidikan karena manfaat yang ada di dalamnya. Salah satu tujuan pendirian sekolah adalah untuk melayani masyarakat yang berada di sekitarnya. Masyarakat juga perlu memantau dan mengawasi sekolah-sekolah yang berada disekelilingnya, memperhatikan kebutuhan mereka, tantangan, serta memantau kemajuan mereka, sehingga akan tercipta manajemen sekolah yang efektif sementara tujuan yang ditetapkan juga dapat tercapai. Tulisan ini menganalisa kekuatan kritis yang memisahkan antara sekolah dan masyarakat (yaitu kekuatan sentrifugal) di Nigeria, seperti pencurian properti sekolah, gangguan lingkungan sekolah, campur tangan dalam kegiatan sekolah, invasi sekolah oleh preman, ritual pembunuhan, gangguan akan aktivitas staf sekolah, ketidakdisiplinan siswa dan guru, serta sikap apatis sekolah terhadap kegiatan masyarakat. Untuk mengatasi kekuatan tersebut dan mencapai hubungan timbal balik sekolah-masyarakat, semua pihak harus bersinergi, terutama pihak-pihak sekolah dan hubungan dalam masyarakat. Sebagai solusi, ada beberapa kegiatan yang direkomendasikan, diantaranya tidak apatisnya sekolah akan kegiatan masyarakat, pencegahan pencurian properti sekolah, tidak adanya campur tangan anggota masyarakat dalam urusan sekolah, tidak adanya campur tangan orang tua dan masyarakat dalam urusan sekolah
Suriadi Suriadi, Triyo Supriyatno, Muhammad Walid
Journal Educative Journal of Educational Studies, Volume 5, pp 84-99; doi:10.30983/educative.v5i1.3181

Abstract:
Artikel ini membahas tentang pembelajaran qur’an hadits dengan pendekatan contextual teaching and learning. Kajian ini difokuskan pada pembelajaran qur’an hadits. Penelitian bertujuan untuk menguraikan pembelajaran contextual teaching and learning pada: a) pelaksanaan pembelajaran Qur’an Hadits di madrasah tsanawiyah Muhammadiyah Sejangkung Kabupaten Sambas, b) Faktor yang menjadi masalah dalam pelaksanaan pembelajaran Qur’an Hadits di pada madrasah tsanawiyah Muhammadiyah Sejangkung Kabupaten Sambas, (c) upaya-upaya yang dilakukan dalam mengatasi masalah dalam pembelajaran Qur’an Hadits madrasah tsanawiyah Muhammadiyah Sejangkung Kabupaten Sambas. Penelitian ini didesain dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian adalah kepala sekolah, pendidik, dan siswa pada Qur’an Hadits di madrasah tsanawiyah Muhammadiyah Sejangkung Kabupaten Sambas Provinsi Kalimantan Barat. Hasil analisis menunjukkan bahwa madrasah tsanawiyah Muhammadiyah Sejangkung dalam penyelenggaraan pembelajaran Hadits, secara falsafi mengikuti langkah-langkah yang didasarkan kepada Al-Quran dan Hadits, sedangkan secara teknis operasional cenderung menggunakan model Mastery Learning dengan pendekatan Contextual Teaching and Learning. Hal ini berarti pola pembelajaran Hadits di Madrasah Tsanawiyah Swasta Sejangkung mendukung model Mastery Learning dengan pendekatan Contextual Teaching and Learning, sebab teri-teori dari kedua konsep ini membuktikan kebenaran al-Qur’an dan dan Keteladan Nabi Muhammad yang jauh lebih dulu lahir sebelum asas-asas yang terdapat dalam model-model pembelajaran pada saat sekarang. Dengan demikian model pembelajaran Mastery Learning dengan pendekatan Contetextual Teaching and Learning berpeluang untuk digunakan dalam pembelajaran Hadits di Madrasah.
Agus Firmansyah
Journal Educative Journal of Educational Studies, Volume 5, pp 57-69; doi:10.30983/educative.v5i1.3225

Abstract:
This research aims to describe life skills education as a social capital that must be possessed by students. This research is a qualitative field research that seeks to describe the data obtained from the field and the literature relating to the discussion. The focus of this research is Condongcatur Muhammadiyah Elementary School. To obtain data, data collection techniques are used through observation, interviews, and documentation. The entire data is analyzed in stages: reducing data, presenting data, and summarizing the results of research. This research produces findings, namely: first, the concept of life skills education is conditional in the form of a life skills education concept with an integrated system. The implementation of life skills education is in three main components of learning activities, namely intracuricular, extracurricular, and school programs and activities. Second, the process of implementing life skills education shaping social capital in Condongcatur Muhammadiyah Elementary School is conditional through two stages, namely the implementation of life skills education to build cooperation in school mosques and the application of life skills education in building student confidence. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pendidikan kecakapan hidup (life skills) sebagai modal sosial yang harus dimiliki peserta didik di SD Muhammadiyah Condongcatur. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field reseach) yang bersifat kualitatif yang berusaha mendeskripsikan data-data yang diperoleh dari lapangan maupun literatur yang berkaitan dengan pembahasan. Fokus penelitian ini adalah SD Muhammadiyah Condongcatur. Untuk mendapatkan data digunakan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Keseluruhan data dianalisis dengan tahapan: mereduksi data, menyajikan data, dan menyimpulkan hasil penelitian. Penelitian ini menyimpulkan, yaitu: pertama, konsep pendidikan kecakapan hidup (life skills) di SD Muhammadiyah condongcatur berupa konsep pendidikan kecakapan hidup dengan sistem terpadu. Pelaksanaan pendidikan life skills ada pada 3 komponen utama kegiatan pembelajaran yaitu intrakurikuler, ekstrakurikuler, dan program dan kegiatan sekolah. Kedua, proses pelaksanaan pendidikan kecakapan hidup (life skills) membentuk modal sosial di SD Muhammadiyah Condongcatur melalui 2 tahapan yaitu pelaksanaan pendidikan kecakapan hidup (life skills) membangun kerjasama di masjid sekolah dan penerapan pendidikan life skills dalam membangun kepercayaan peserta didik
Juni Astuti, Mona Novita, M. Syukri Ismail
Journal Educative Journal of Educational Studies, Volume 5, pp 16-28; doi:10.30983/educative.v5i1.1630

Abstract:
This research was motivated by the low motivation to learn students in class II MIS Raudhatul Mujawwidin on moral subjects. The purpose of this study is to analyze the increase in student motivation in moral subjects with the CTL approach. The research approach is qualitative with the action research method through the Kemmis and Taggart model with two cycles. The results showed that: First, the level of student motivation in moral subjects with the CTL approach in the first cycle increased to 64.69% from the previous only 36.84%. This means that the use of the CTL approach is quite a solution in overcoming the low motivation of student learning, so that it remains used as an action variable for cycle II. Secondly, the level of students' motivation in the subject of morality with the CTL approach in the second cycle increased to 82.89%. Of the six indicators of student motivation to learn, only one indicator that is in the category of "moderately motivated" is the indicator of appreciation in learning. This shows that the application of the CTL approach can increase student motivation in class II MI Raudhatul Mujawwidin on the subject of the morality of the material of faith in God as evidenced from almost all indicators of student motivation to learn in the "highly motivated" category.Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya motivasi belajar siswa di kelas II MIS Raudhatul Mujawwidin pada mata pelajaran akidah akhlak. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis peningkatan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran akidah akhlak dengan pendekatan CTL. Pendekatan penelitian yaitu kualitatif dengan metode action research melalui model Kemmis and Taggart dengan dua siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, tingkat motivasi belajar siswa pada mata pelajaran akidah akhlak dengan pendekatan CTL di siklus I meningkat menjadi 64,69% dari sebelumnya hanya 36,84%. Hal ini berarti bahwa penggunaan pendekatan CTL cukup menjadi solusi dalam mengatasi rendahnya motivasi belajar siswa, sehingga tetap dijadikan sebagai variabel tindakan untuk siklus II. Kedua, tingkat motivasi belajar siswa pada mata pelajaran akidah akhlak dengan pendekatan CTL di siklus II meningkat menjadi 82,89%. Dari keenam indikator motivasi belajar siswa, hanya satu indikator yang berada dikategori “cukup termotivasi”, yaitu indikator penghargaan dalam belajar. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan pendekatan CTL dapat meningkatkan motivasi belajar siswa di kelas II MI Raudhatul Mujawwidin pada mata pelajaran akidah akhlak materi beriman kepada Allah yang dibuktikan dari hampir semua indikator motivasi belajar siswa berada pada kategori “sangat termotivasi”.
Retna Fitri, Supratman Zakir, Sarwo Derta, Gusnita Darmawati
Journal Educative Journal of Educational Studies, Volume 5, pp 1-15; doi:10.30983/educative.v5i1.3071

Abstract:
This research began with obstacles in the Ecology Boarding School of Jama'atul Muslimin in carrying out the activities of tahfiz quran, such as the lack of facilities and infrastructure to support various programs, especially the tahfiz quran program. Desvite having various obstacles, the studens from Islamic boarding school often perform well in every competation. This study aims to evaluate the implementation of qur'an tahfiz in Jama'atul Muslimin Ecology Islamic Boarding School which includes the implementation of the program, the method of tahfiz and the evaluation system used. The research method used is an evaluation research method with the CIPP approach (context, input, process and product). Data collected by observation, interview and documentation. The results showed that: (1) the implementation of the Tahfiz Qur'an was carried out with three levels, namely the first level focused on memorization and tahsin readings. Level two, memorizing and understanding, while at level three is focused so that students memorize and be able to preach. (2) The method used in the Tahfiz Qur'an is; Wahdah, Sima'i, Jama ’methods, Tarki and understanding verses. (3) The evaluation system for the implementation of Tahfizul Qur'an is carried out in two ways namely, internal evaluation and external evaluation. The results of the external evaluation showed that the community was happy and happy with the existence of the qur'an tahfiz program at the Ecology Boarding SchoolPenelitian ini berawal dari adanya kendala di Pondok Pesantren Ekologi Jama’atul Muslimin dalam melaksanakan kegiatan tahfiz qur’an, seperti minimnya sarana dan prasarana untuk mendukung berbagai program khusunya program tahfiz qur’an. Meskipun memiliki berbagai kendala, para santri pondok pesantren ini sering berprestasi dalam setiap perlombaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan tahfiz qur’an di Pondok Pesantren Ekologi Jama’atul Muslimin yang meliputi pelaksanaan program, metode tahfiz dan sistem evaluasi yang digunakan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian evaluasi dengan pendekatan CIPP (context, input, process dan product). Data dikumpulkan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) pelaksanaan tahfiz qur’an dilakukan dengan tiga tingkatan, yaitu tingkat satu difokuskan untuk menghafal dan tahsin bacaan. Tingkat dua, hafal dan paham, sementara pada tingkat tiga difokuskan agar santri hafal dan bisa mendakwahkan. (2) Metode yang digunakan dalam tahfiz qur’an yaitu; metode wahdah, sima’i, jama’, tarki dan memahami ayat. (3) Sistem Evaluasi pelaksanaan tahfizul qur’an dilakukan dengan dua cara yaitu, evaluasi internal dan evaluasi eksternal. Sistem evaluasi internal dilakukan untuk melihat sejauh mana jumlah hafalan santri dengan cara santri menghafal hafannya dihadapan guru. Hasil evaluasi eksternal menunjukkan, bahwa masyarakat merasa bersyukur, gembira dan senang dengan keberadaan program tahfiz qur’an di Pesantren Ekologi ini.
M Imamuddin, Andryadi Andryadi, Zulmuqim Zulmuqim
Journal Educative Journal of Educational Studies, Volume 5, pp 70-83; doi:10.30983/educative.v5i1.3055

Abstract:
Al-Qur'an and Sunnah Rasul are sources of Islamic teachings, thus Islamic education basically cannot be separated from the two sources. In both of sources, education is known by terms which meaning is related to Tarbiyah. In Qur'an, the meaning of education is often found in the surah with different meanings. The various meanings encouraged the researchers to analyze or examine them in order to recognize the educational terms in Quran and the implications for educators. The researchers used library research in collecting data and the results were analyzed based on deductive mindsets. The analysis shows that there are 12 terms which refers to education, such as Tarbiyah, Talm, Da'wah, tazkiyah, al-Tadris, al-tafaqquh, al-taaqqul, al-tadabbur, al-tazkirah, altafakkur, al-intidzar, and al-tigerizah. The implication of the meaning of education is that educators should possess and instill good qualities in themselves and their personalities. The ideal qualities that they should have are Tarbiyah, da'wah, talm, tazkiyah, al-Tadris, al-tafaqquh, al-taaqqul, al-tadabbur, al-tazkirah, altafakkur, al-intidzar, and al-mauizah as the terms mentioned in the Qur'an.Al-Qur'an dan Sunnah Rasul merupakan sumber ajaran Islam, maka pendidikan Islam pada hakekatnya tidak boleh lepas dari kedua sumber itu. Dalam kedua sumber tersebut pendidikan lebih dikenal dengan istilah-istilah yang pengertiannya terkait dengan Tarbiyah. Seperti di Al-quran sendiri makna pendidikan banyak ditemukan pada surat-surat al-Quran yang mempunyai makna-makna yang berbeda. Dengan banyaknya makna-makna pendidikan dalam al-quran, penulis mencoba menganalisis atau mentelaah makna dari istilah-istilah pendidikan yang ada pada al-Quran dengan tujuan untuk mengetahui istilah-istilah pendidikan yang ada pada al-Quran serta menganalisis dampaknya terhadap pendidik. Peneliti menggunakan penelitian pustaka dalam mengumpulkan data-data dan hasilnya dianalisis berdasarkan pola pikir deduktif. Hasil analsis memperlihatkan bahwa terdapat 12 istilah yang mengacu pada Pendidikan, seperti Tarbiyah, talm, dakwah, tazkiyah, al-Tadris, al-tafaqquh, al-taaqqul, al-tadabbur, al-tazkirah, altafakkur, al-intidzar, dan al-mauizah. Implikasi dari makna pendidikan tersebut adalah pendidik hendaknya memiliki dan menanamkan sifat-sifat yang baik dalam diri dan kepribadiannya. Sifat-sifat ideal yang perlu dimiliki pendidik adalah Tarbiyah, dakwah, talm, tazkiyah, al-Tadris, al-tafaqquh, al-taaqqul, al-tadabbur, al-tazkirah, altafakkur, al-intidzar, dan al-mauizah yang merupakan istilah-istilah yang tertera dalam Al-Quran.
Maesaroh Lubis, Nani Widiawati
Journal Educative Journal of Educational Studies, Volume 5, pp 41-56; doi:10.30983/educative.v5i1.3228

Abstract:
Research on the affective domain in Bloom's taxonomy is began with the practical problem of the lack of attention to this domain, especially when it is compared to cognitive. The writer adopted the concept of spiritual education described by Al-Ghazali in Ayyuhal Walad scripture as a perspective and basis for the integration between Bloom's affective taxonomic which has been the source of theory for learning practices in Indonesia and the essence of Al-Ghazali 's spiritual education in this paper. This literature review used Al-Ghazali 's work in Majmu'at Rasa'il scripture as the primary source. This work has Bloom as the theoretical basis of learning designs as explained by Reigeluth in instructional-design theories and models. They recommend that education should be a medium for the opening of divine inspiration which enable to move students in practical action as a reflection of the usefulness of practical knowledge. In collecting the data, the writer used library research with stages: data collection, criticism, interpretation and writing. The finding shows that the integrative-holistic learning proposed by Al-Ghazali is practically illustrated through Bloom's learning design. He exemplifies that the objective of learning is to form the three domains holistically: affective, cognitive, and psychomotorPenelitian mengenai domain afektif dalam taksonomi Bloom diawali dari problem praktis tentang minimnya perhatian peneliti terhadap aspek ini terutama apabila dibandingkan dengan pada aspek kognitif. Dalam tulisan ini, penulis mencoba menjadikan konsep pendidikan spiritual yang dideskripsikan Al-Ghazali dalam kitab Ayyuhal Walad sebagai perspektif dan dasar perlu dilakukannya integrasi antara domain afektif taksonomi Bloom yang selama ini menjadi sumber teori bagi praktik pembelajaran di Indonesia dengan esensi pendidikan spiritual Al-Ghazali . Tulisan ini merupakan hasil penelaahan literatur dengan sumber primer karya Al-Ghazali yang tertuang dalam kitab Majmu’at Rasa’il. Teori B.S.Bloom menjadi dasar teoretik desain pembelajaran yang dijelaskan Reigeluth dalam teori-teori disain pembelajaran dan model-model yang merekomendasikan bahwa seyogyanya pendidikan menjadi media bagi terbukanya inspirasi ilahiyah yang mampu menggerakkan pelajar pada tindakan praktis sebagai refleksi kebermanfaatan ilmu yang ditekuninya. Dalam proses pengumpulan data, metode yang digunakan adalah metode studi pustaka yang terdiri atas beberapa tahapan, yaitu pengumpulan data, kritik, interpretasi dan penulisan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembelajaran integratif-holistik yang diusung Al-Ghazali dalam prakteknya tergambar melalui rekayasa pembelajaran Bloom. Ia menggambarkan bahwa pembelajaran harus ditujukan pada pembentukan ketiga domain secara holistik, yaitu aspek afektif, kognitif dan psikomotik
Liza Efriyanti, Firdaus Annas
Journal Educative Journal of Educational Studies, Volume 5, pp 29-40; doi:10.30983/educative.v5i1.3132

Abstract:
The first to fourth industrial revolution resulted in changes in the learning process today. Learning in a person who was once limited by space and time,with..the..development..of technology, the transition of the learning process that can occur anytime, anywhere. The research objective is to find literature about mobile learning and its..application..in..the learning..process in the 21st century by educators and students and the tools used. The type of research used is a literature review. Research results..obtained..from..the literature found that..the..use..of..mobile..technology has impacted the..development..of mobile learning applications as a..means..of..learning..in..the..21st..century. Mobile learning..applications can be used by educators and students as long..as..they..are..connected..to..the..internet. The development of mobile..applications resulted in educators must have the ability to master their use and vice versa learners can take advantage of this application in building their knowledge of a material needed. The conclusions that researchers get in this study are: Learning by using mobile learning results in changes that occur in educators and students of ways of thinking; How to work; the level of mastery of existing technology and the ability to adapt and survive in the outer environment. Revolusi industri pertama sampai dengan keempat mengakibatkan perubahan pada proses pembelajaran pada zaman sekarang. Pembelajaran pada diri seseorang yang dulunya dibatasi oleh..ruang..dan..waktu, dengan..perkembangan..teknologi terjadinya peralihan proses pembelajaran yang bisa terjadi kapanpun dan dimanapun. Adapun tujuan penelitian berupa mencari literatur tentang mobile learning dan pengaplikasiannya dalam proses pembelajaran di abad 21 oleh pendidik dan peserta didik dan tools yang digunakan. Jenis penelitian yang digunakan berupa literature review. Hasil penelitian yang diperolah dari literature yang didapatkan bahwa penggunaan teknologi mobile berdampak berkembangnya aplikasi mobile learning..sebagai..sarana dalam proses pembelajaran..pada abad 21. Aplikasi mobile learning dapat digunakan oleh pendidik dan peserta didik asalkan terhubung dengan internet. Perkembangan aplikasi mobile mengakibatkan pendidik harus memiliki kemampuan untuk menguasai penggunaannya begitu juga sebaliknya peserta didik dapat memanfaatkan aplikasi ini dalam membangun pengetahuan mereka terhadap suatu materi yang dibutuhkan. Kesimpulan yang peneliti dapatkan pada penelitian ini yaitu: Pembelajaran dengan menggunakan mobile learning mengakibatkan perubahan yang terjadi pada pendidik dan peserta didik terhadap cara berpikir; cara bekerja; tingkat penguasaan teknologi yang ada dan kemampuan untuk beradaptasi dan bertahan hidup pada lingkunngan luar.
Firdaus Annas
Journal Educative Journal of Educational Studies, Volume 4, pp 150-162; doi:10.30983/educative.v4i2.2522

Abstract:
Teknologi informasi dan komunikasi yang semakin berkembang dari waktu ke waktu menyebabkan hampir semua aspek dalam kehidupan sudah memanfaatkan teknologi informasi untuk memudahkan aktifitas yang dilakukan. Salah satunya pada pengarsipan soal-soal yang telah di UN kan setiap tahunnya di SMP Negeri 3 Matur. Aktifitas pengarsipan soal yang relah di UN-kan selama ini mash dilakukan secara menual oleh pihak SMP 3 Matur yang menyebabkan banyak soal-soal yang hilang untuk persiapan siswa untuk UN berikutnya. Sehingga hal inilah yang melatarbelakangi penulis untuk merancang Sistem bank soal Online dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP dan database MySQL. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian dan pengembangan atau Research and Development (R&D). Penelitian ini juga dilakukan dengan memanfaatkan fasilitas komputer dalam perancangan, pengujian, dan pengoptimalan hasil dari penelitian yang telah penulis lakukan. Berdasarkan hasil penelitian yang penulis kemukakan dapat disimpulkan bahwa sistem informasi yang penulis rancang dapat membantu pihak SMP Negeri 3 Matur dalam menghadapi persiapan ujian nasional, sehingga soal-soal latihan untuk persiapan UN pada setiap tahunnya sudah tertata dengan baik.
Back to Top Top