Jurnal Ilmiah KORPUS

Journal Information
EISSN : 26146614
Current Publisher: UNIB Press (10.33369)
Total articles ≅ 84
Filter:

Latest articles in this journal

Riyansa Riyansa, Ria Ariesta, Padi Utomo
Published: 31 August 2019
Jurnal Ilmiah KORPUS, Volume 1, pp 107-117; doi:10.33369/jik.v1i1.3286

Abstract:
The purpose of this study is to describe the implementation of the core competencies one and two Curriculum 2013 in learning Indonesian students class VIII SMPN 1 Kecamatan Pondok Kelapa Central Bengkulu District Lessons 2016/2017. The method used in this research is descriptive qualitative method. The subject of this research is one Indonesian teacher who teaches in class VIII SMPN 1 Kecamatan Pondok Kelapa, Central Bengkulu Regency. Technique of collecting data using observation and interview. Data analysis techniques used are Miles and Huberman which includes data collection, data reduction, data presentation, and data verification. Test the validity of the data using credibility test conducted by triangulation. The results showed that the teacher has implemented the core competence of one / spiritual attitude through the activity of saying and responding greetings, praying together, performing the prayers at school and keeping the environment around the school. While the two core competencies / social attitudes are integrated through group learning activities, not cheating or plagiarism, speaking honestly, working on and collecting tasks on time, obeying school rules, performing individual duties well, daring to perform in class, be responsible and accept The risks of action, respect for the elderly, not forcing opinions, helping each other to achieve mutual success, taking an active role, asking, answering, not despairing, daring to accept others politely and politely fellow.
Novita Linda Sari, Emi Agustina, Bustanuddin Lubis
Published: 30 April 2019
Jurnal Ilmiah KORPUS, Volume 3, pp 55-65; doi:10.33369/jik.v3i1.7346

Abstract:
Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan nilai-nilai sosial yang terdapat dalam Novel Tentang Kamu karya Tere Liye. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan sosiologi sastra. Penelitian ini untuk mendeskripsikan nilai-nilai sosial dalam novel Tentang Kamu karya Tere Liye. Hasil pembahasan dalam penelitian ini yaitu didapatkan fakta cerita yang berkaitan dengan nilai sosialnya yakni kekerasan, memulai usaha, marketing produk, peristiwa malari (malapetaka 15 Januari), pertemanan, dan pengkhianatan. Sedangkan nilai sosial yang terdapat dalam novel Tentang Kamu karya Tere Liye antara lain: sabar, patuh, pemaaf, membantu orang lain, peduli orang lain, bekerja keras, kesetiaan, saling percaya antar teman, tolong-menolong antar teman, dan jujur. Kata kunci: Nilai sosial, tentang kamu, sosiologi sastra.
Reza Ertika, Dian Eka Chandra W., Irma Diani
Published: 30 April 2019
Jurnal Ilmiah KORPUS, Volume 3, pp 84-91; doi:10.33369/jik.v3i1.7349

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk kosakata bahasa gaul dan konteks penggunaan bahasa gaul kalangan remaja di kota Bengkulu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif, yaitu metode penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini, yaitu (1) Observasi, (2) Rekaman, (3) Wawancara. Untuk pengolahan data digunakan langkah-langkah berikut (1) Transkripsi Data, (2) Identifikasi Data, (3) Klasifikasi Data, (4) Interpretasi Data, dan (5) Simpulan. Dari hasil penelitian yang dilakukan, diperoleh gambaran bahwa bentuk kosakata bahasa gaul yang digunakan kalangan remaja di kota Bengkulu berupa (1) Nasalisasi –ng, –a, -da, -na, -se, -es, -ra, -s, dan –ong, (2) sisipan –ok, (3) metatesis atau walikan, (4) reduplikasi, (5) Bahasa Inggris, dan (6) pola acak. Kosakata bahasa gaul remaja digunakan untuk menyampaikan gagasan, ide, dan pendapat kepada sesama remaja. Pengguna kosakata gaul ini adalah kalangan remaja di kota Bengkulu yakni mahasiswa hingga remaja yang sudah bekerja yang berusia 15 tahun sampai 24 tahun. Konteks yang digunakan remaja tersebut adalah pada saat situasi santai dan akrab, dan ketika sedang berkumpul membicarakan seputar kehidupan atau lingkungan sosial mereka melalui media bahasa lisan. Konteks situasi dalam penggunaan kosakata bahasa gaul yaitu saat sedang berkumpul di kos-kosan, di rumah, di kampus, dan tempat–tempat yang tidak terduga.Kata kunci : Ragam bahasa, bahasa gaul, remaja.
Ferny Rohmayanti, Didi Yulistio, Padi Utomo
Published: 30 April 2019
Jurnal Ilmiah KORPUS, Volume 3, pp 21-32; doi:10.33369/jik.v3i1.7343

Abstract:
Tujuan penelitian ini mendeskripsikan proses pembelajaran kelompok kecil dan perorangan pada mata pelajaran Bahasa Indonesia siswa kelas X di SMA Negeri 8 Kota Bengkulu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah guru bahasa Indonesia kelas X SMA Negeri 8 Kota Bengkulu. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi.Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar observasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah menerapkan keterampilan mengajar kelompok kecil dan perorangan dengan cukup baik.Pelaksanaan belajar mengajar guru harusnya lebih kreatif untuk penggunaan keterampilan kelompok kecil dan perorangan dan hendaknya terbiasa menggunakan keterampilan kelompok kecil dan perorangan dengan prosedur atau langkah-langkah yang ada pada keterampilan kelompok kecil dan perorangan. Kata kunci: bahasa Indonesia, kelompok kecil, dan perorangan.
Rudi Hartono, Sarwit Sarwono, Agus Joko Purwadi
Published: 30 April 2019
Jurnal Ilmiah KORPUS, Volume 3, pp 92-99; doi:10.33369/jik.v3i1.7350

Abstract:
Tujuan penelitian ini adalah mengelompokkan prosa dan puisi rakyat yang ada di Kecamatan Muara Kemumu Kabupaten Kepahiang. Metode penelitian yang digunakan, yaitu metode etnografi. Data dalam penelitian ini berupa prosa dan puisi rakyat suku Rejang Kecamatan Muara Kemumu Kabupaten Kepahiang. Data dianalisis mengikuti prinsip alih ide dengan bukan menerjemahkan kata demi kata. Hasil penelitian menunjukkan terdapat tujuh prosa rakyat dan 13 puisi rakyat di Kecamatan Muara Kemumu Kabupaten Kepahiang. Prosa rakyat yang terdapat di Kecamatan Muara Kemumu yaitu: (1) Asal Mula Batu Kalung, (2) Hantu WakWir, (3) Benuang Sakti, (4) Bloloi, (5) Asal Usul Rejang Pat Petulai, (6) Asal Usul Buah Jagung, (7) Kancil Ingkar Janji. Puisi rakyat yang terdapat di Kecamatan Muara Kemumu adalah berupa: pantun, ungkapan tradisional (peribahasa), dan mantera yang telah penulis kelompokkan sesuai panduan Danadjaja. Kata kunci: Prosa, puisi rakyat, suku Rejang, Kepahiang.
DeviA Oktari, Agus Joko Purwadi, Amrizal Amrizal
Published: 30 April 2019
Jurnal Ilmiah KORPUS, Volume 3, pp 1-8; doi:10.33369/jik.v3i1.7341

Abstract:
Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan kemampuan menulis teks naskah drama siswa kelas VIII SMP Negeri 18 Kota Bengkulu. Kemampuan menulis teks naskah drama siswa kelas VIII ini akan dinilai dari enam aspek, yaitu: plot atau kerangka cerita, penokohan dan perwatakan, dialog dan teks samping, setting/latar, tema, dan amanat. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik random sampling (sampel acak). Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian yaitu statistik sederhana dengan menghitung nilai rata-rata dari setiap aspek, serta mencari skor akhir. Hasil penelitian ini dapat dikemukakan bahwa: 1). Rata-rata kemampuan menulis teks naskah drama siswa yang dilihat dari aspek plot atau kerangka cerita adalah 19,46 berkategori (baik). 2). Rata-rata kemampuan menulis teks naskah drama siswa dilihat dari aspek penokohan dan perwatakan adalah 11,77 berkategori (baik). 3). Rata-rata kemampuan menulis teks naskah drama siswa dilihat dari aspek dialog dan teks samping adalah 18,6 berkategori (baik). 4). Rata-rata kemampuan menulis teks naskah drama siswa dilihat dari aspek setting/latar adalah 8 berkategori (baik). 5). Rata-rata kemampuan menulis teks naskah drama siswa dilihat dari aspek tema atau nada dasar adalah 7,97 berkategori (baik). 6). Rata-rata kemampuan menulis teks naskah drama siswa dilihat dari aspek amanat adalah 10,8 berkategori (baik). 7). Rata-rata nilai akhir kemampuan menulis teks naskah drama siswa kelas VIII SMP Negeri 18 Kota Bengkulu adalah 76,6 tergolong berkategori (baik). Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa siswa kelas VIII SMP Negeri 18 Kota Bengkulu telah dapat menulis teks naskah drama dengan baik. Meskipun masih ada beberapa siswa dalam menulis dinyatakan cukup, namun secara keseluruhan para siswa sudah dapat menulis teks naskah drama dengan baik.Kata kunci: kemampuan, menulis, naskah drama.
Purnama Sari Vidya Dharma, Ria Ariesta, Agus Joko Purwadi
Published: 30 April 2019
Jurnal Ilmiah KORPUS, Volume 3, pp 66-74; doi:10.33369/jik.v3i1.7347

Abstract:
Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran berbasis teks di kelas XI IPS dan IPA di SMA Negeri 1 Bengkulu Tengah pada pembelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode deskripsi dengan pendekatan kualitatif. Sumber data adalah dua guru Bahasa Indonesia yang mengajar di kelas XI IPS 4, IPS 5, IPA 3, IPA 4, dan siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan validasi data. Instrumen yang digunakan berupa lembar observasi perencanaan, dan pelaksanaan. Guru mambuat rancangan pembelajaran sebelum pelaksanaan pembelajaran berlangsung, yaitu RPP. Hasil penelitian tentang perencanaan pembelajaran berbasis teks dari dua RPP yang dibuat guru, keduanya sudah mengambarkan langkah pembelajaran berbasis teks dengan kegiatan pembelajaran. Hasil pelaksanaan pembelajaran berbasis teks menunjukkan bahwa dari keempat tahap pembelajaran berbasis teks, satu tahap tidak dilaksanakan yaitu langkah membangun teks secara mandiri. Alokasi waktu perencanaan pembelajaran kurang sesuai dengan alokasi waktu pelaksanaan pembelajaran berbasis teks. Jam belajar yang singkat dan adanya kegiatan sekolah berdampak pada pelaksanaan pembelajaran berbasis teks dilaksanakan kurang efektif. Hasil penilaian guru terhadap siswa menunjukkan selama proses implementasi pembelajaran berbasis teks yang dilakukan tercapai. Kata kunci : implementasi, pembelajaran, berbasis teks.
Nia Yuniarti, M. Arifin, Padi Utomo
Published: 30 April 2019
Jurnal Ilmiah KORPUS, Volume 3, pp 33-41; doi:10.33369/jik.v3i1.7344

Abstract:
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pertanyaan bacaan yang terdapat di dalam buku teks Bahasa Indonesia jenjang SMP menggunakan dimensi kognitif Taksonomi Bloom dan berdasarkan ciri pertanyaan yang baik. Penelitian ini menggunakan metode deksriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Pertanyaan bacaan yang terdapat di dalam buku teks bahasa Indonesia jenjang SMP pada tingkat kognitif memahami (C2) mendominasi dengan proporsi persentase yang jauh lebih besar dibandingkan tingkat kognitif lainnya. Kemudian, hasil tersebut belum memenuhi proporsi soal yang baik, yaitu 30% untuk C1 dan C2, 40% untuk C3 dan C4, 30% untuk C5 dan C6. (2) Pertanyaan bacaan yang terdapat di dalam buku teks bahasa Indonesia jenjang SMP masih ada kategori yang belum memenuhi ciri pertanyaan yang baik yaitu terdapat di dalam ciri nomor (3) Pertanyaan hanya untuk satu masalah, nomor (5) Jawaban bukan sekadar ya atau tidak. Kata kunci: Pertanyaan bacaan.
Teza Dwi Putri, Dian Eka Chandra Wardhana, Suryadi Suryadi
Published: 30 April 2019
Jurnal Ilmiah KORPUS, Volume 3, pp 108-122; doi:10.33369/jik.v3i1.7352

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis dan fungsi tindak tutur direktif pada novel Bidadari-Bidadari Surga karya Tere Liye. Metode penelitian adalah deskriptif. Teknik pengumpulan data penelitian adalah dokumentasi. Langkah-langkah analisis data dalam penelitian ini: (1) pengumpulan data, (2) mereduksi data, (3) menyajikan data, (4) menyimpulkan dan memverifikasi data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam novel Bidadari-Bidadari Surga karya Tere Liye terdapat delapan tindak tutur direktif yaitu; a. Memesan atau meminta (ordering) memiliki fungsi meminta, memberi pesan, memohon, menekan, dan mendorong. b. Memerintah (commanding) memiliki fungsi memerintah, menghendaki, mengkomando, menuntut, menginstruksikan, menyuruh, mengharuskan, memaksa, dan menyilakan. c. Memohon (requesting) memiliki fungsi memohon, mengharap, menawarkan, dan melarang. d. Menasihati (advising) memiliki fungsi menasihati, memperingatkan, dan mengingatkan. e. Merekomendasi atau menganjurkan (recommending) memiliki fungsi menganjurkan. f. Bertanya (questions) memiliki fungsi bertanya, menginterogasi, meminta, menghina, dan membujuk. g. Melarang (prohibitives) memiliki fungsi direktif melarang dan mencegah. dan h. Mengizinkan (permissives) memiliki fungsi membolehkan dan mengizinkan. Kedelapan jenis tindak tutur direktif di atas menambah ragam variasi bahasa dalam membuat pengaruh mitra tutur untuk melakukan suatu tindakan atau aktivitas.Kata kunci: Tindak tutur, tindak tutur direktif, novel Bidadari-Bidadari Surga.
Puspita Intan Purnama N., Agus Trianto, Gumono Gumono
Published: 30 April 2019
Jurnal Ilmiah KORPUS, Volume 3, pp 75-83; doi:10.33369/jik.v3i1.7348

Abstract:
Literesi merupakan kemampuan mengakses informasi, memahami, mengidentifikasi, mengekspresikan, mengkomunikasikan, dan menciptakan suatu karya. Oleh karena itu, berbagai upaya untuk meningkatkan penguasaan literasi sangat diperlukan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi literasi dalam buku ajar Bahasa Indonesia kelas VII Karya Titik Harsiati, Agus Trianto, dan E. Kosasih. Penerbit buku ialah Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemdikbud. Literasi membaca berdasarkan aspek pemahaman yang meliputi, (a) mengakses dan mengambil informasi dari teks; (b) mengintegrasikan dan menafsirkan; (c) merefleksikan dan mengevaluasi teks dari bacaan buku ajar Bahasa Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian dari keseluruhan isi buku ajar bahasa Indonesia kelas VII yang dianalisis menunjukkan bahwa data literasi telah tersaji dengan lengkap di dalam buku sesuai dengan KI dan KD Kurikulum 2013. Sedangkan pada aspek 3 masih ada data yang tidak terdapat yaitu indikator menyajikan tugas kepada pembaca untuk menilai informasi teks dalam buku ajar dengan sumber lain berdasarkan pengalaman pembaca. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa literasi buku ajar Bahasa Indonesia kelas VII Karya Titik Harsiati, Agus Trianto, dan E. Kosasih yang dianalisis lebih menekankan pada aspek 1 dan 2 yakni menyajikan informasi teks, ide pokok, stuktur, bahasa yang digunakan, pertanyaan yang berkaitan dengan teks, dan pertanyaan yang berkaitan dengan pendapat pribadi siswa.Kata kunci: Buku ajar, literasi.
Back to Top Top