Gorontalo Fisheries Journal

Journal Information
ISSN / EISSN : 26141132 / 26142856
Current Publisher: Universitas Gorontalo (10.32662)
Total articles ≅ 17
Filter:

Latest articles in this journal

Ridha Alamsyah
Published: 21 November 2019
Gorontalo Fisheries Journal, Volume 2; doi:10.32662/gfj.v2i2.724

Abstract:
Kegiatan antropogenik serta perubahan iklim secara global mempengaruhi ekosistem terumbu karang. Diperlukan data dan informasi tentang kondisi ril terumbu karang saat ini untuk mengetahui perubahan yang terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tutupan karang diperairan Pulau Larearea yang akan menjadi dasar dalam kebijakan pengelolaan dan konservasi ekosistem terumbu karang di Kabupaten Sinjai. Pengukuran dilakukan setiap stasiun pengamatan menggunakan metode garis transek (Line Intercept Transect). Standarisasi pengkategorian kondisi terumbu karang mengacu pada Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 04/MENLH/02/2001 tentang Kriteria baku Kerusakan Terumbu Karang. Hasil yang diperoleh, Tutupan karang diperairan Pulau Larearea termasuk dalam kategori sedang. Karang hidup didominasi oleh tipe pertumbuhan massif dan bercabang, sedangkan karang mati didominasi oleh karang mati yang telah ditumbuhi alga.
Ruzkiah Asaf, Admi Athirah, Hasnawi Hasnawi
Gorontalo Fisheries Journal, Volume 2, pp 1-18; doi:10.32662/gfj.v2i1.343

Abstract:
Budidaya tambak di Kabupaten Pati mengalami peningkatan setiap tahun, berdasarkan pola ruang, Kecamatan Tayu merupakan kawasan peruntukan perikanan. Kondisi kualitas perairan tambak berpengaruh terhadap sumber air bagi tambak. Peningkatan jumlah penduduk dan berkembangnya kegiatan manusia berpengaruh terhadap peningkatan jumlah beban limbah yang masuk ke dalam perairan. Adapun jenis limbah yang masuk beraneka ragam, antara lain limbah industri, limbah pemukiman, dan limbah pertanian. Pemasukan limbah yang terus-menerus akan mempengaruhi kualitas lingkungan perairan dan apabila jumlah limbah melebihi daya dukung perairan, maka akan terjadi pencemaran yang berakibat buruk kepada komoditas perikanan, baik yang alami maupun yang dibudidaya. Penelitian kandungan logam pada perairan yang merupakan sumber air untuk kegiatan budidaya sangat penting dilakukan untuk mengetahui kualitas air yang akan berpengaruh terhadap produksi. Pengambilan sampel logam dilakukan pada 18 titik dengan metode pengujian menggunakan AAS untuk K, Na, Ca, Mg, Fe, Mn, Cu, Zn, Pb, Cd, Co, Ni, dan Cr, sedangkan untuk As, Hg, B dan Mo menggunakan metode MP-AES, sampel logam diambil dari air sumur bor, sawah, air sekitar Tempat Pelelangan Ikan (TPI), muara, depan muara, batas laut, laut dan sungai. Hasil penelitian terhadap 17 kandungan logam menunjukkan bahwa kandungan logam Cr, Cu, Zn, B dan Mo berada pada batas normal, sedangkan kandungan logam lainnya yaitu K, Na, Ca, Mg, Fe, Mn, Pb, Co, Ni, As, dan Hg, menunjukkan nilai yang melebihi ambang batas yang ditetapkan oleh Kantor Menteri Negara Lingkungan Hidup 2010 dan Peraturan Pemerintah No. 82 Tahun 2001 pada beberapa titik pengambilan yaitu muara, sungai, laut dan sawah. Hal tersebut menunjukkan bahwa beberapa kegiatan telah berpengaruh terhadap kandungan logam yang telah melebihi ambang batas yang ditetapkan dan dapat memberikan dampak terhadap komoditas yang dipelihara dalam kegiatan budidaya perikanan di Kecamatan Tayu.
Ramin Taib, Sri Yuningsih Noor, Ida Astuti
Gorontalo Fisheries Journal, Volume 2, pp 19-28; doi:10.32662/gfj.v2i1.800

Abstract:
The aim of the study was to determine the rate of hatching of turtle eggs with different substrates in North Gorontalo Regency. The research method is an experiment with a Complete Randomized Design (CRD), which is 3 treatments and 3 repetitions obtained from direct observations in the field will be analyzed quantitatively and qualitatively. The treatment consists of Treatment A (Control ie sand from natural nests), Treatment B (coarse sand with a diameter of 0.50-1.00 mm) and Treatment C (fine sand with a diameter of 0.10-0.21 mm. Based on the results of the research on turtle egg hatching with different substrates in the District of Monano, North Gorontalo Regency, it was shown that the average hatching of turtle eggs was the highest at treatment B which was 78%, then treatment A which was 50% and the lowest was in treatment C namely 39%.
Nurul Auliyah, Muhlis Latjolai
Gorontalo Fisheries Journal, Volume 2, pp 29-36; doi:10.32662/gfj.v2i1.810

Abstract:
The purpose of this research is to analyze suitability salt pond in the Siduwonge Village, Randangan Distric, Pohuwato Regency. This research used spatial analysis and laboratory test to know salt qualities. Result of this research show that salt from Siduwonge Village is quite suitable for use as consumption salt and industrial salt. Spatial analysis of salt ponds found that salt fields area belong to S1 category was ±183 ha, salt fields area belong to S2 category was ±1,109 ha and area belong to N category was 6,652 ha.
Ida Astuti
Gorontalo Fisheries Journal, Volume 1, pp 1-9; doi:10.32662/.v1i2.415

Abstract:
Histamin merupakan senyawa turunan dari asam amino histidin yang banyak terdapat pada ikan. Asam amino ini merupakan salah satu dari sepuluh asam amino esensial yang dibutuhkan oleh anak-anak dan bayi tetapi bukan asam amino essensial bagi orang dewasa. Histamin akan berbahaya jika seseorang mengonsumsi ikan dengan kandungan histamin 50 mg/100 g daging ikan. Tujuan dari Penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun belimbing wuluh terhadap histamin selama penyimpanan. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan menggunakan konsentrasi 0 sebagai control dan 10% sebagai perlakuan ekstrak dengan lama penympanan 4 hari dengan 3 kali ulangan. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap. Berdasarkan hasil pengujian histamin pada semua perlakuan didapatkan hasil kandungan histamin berkisar antara 33,02 - 48,58 mg/100 g. Kandungan histamin pada ikan cakalang fufu masih memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) ikan asap yaitu maksimum 100 mg/100 g.
Ahmad Fahrizal, Ratna Ratna
Gorontalo Fisheries Journal, Volume 1, pp 10-21; doi:10.32662/.v1i2.421

Abstract:
Kegiatan pelelangan ikan di TPI Jembatan Puri atau PPI Klaligi berlangsung setiap hari demikian juga dengan limbah hasil pelelangan ikan sebagai hasil sampingan terbuang ke daerah sekitar PPI. Penelitian ini diharapkan dapat menekan beban lingkungan yang disebabkan oleh limbah yang berasal dari PPI Jembatan Puri, Kota Sorong. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi limbah yang dapat dijadikan sebagai bahan pembuatan tepung ikan yang bersumber dari limbah PPI. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen meliputi pembuatan tepung ikan dan berbahan limbah ikan dari PPI. Berdasarkan hasil identifikasi limbah perikanan di PPI Klaligi ditemukan limbah perikanan berupa limbah ikan tuna yaitu kepala, tulang, sirip, ekor, insang dan isi perut berupa usus. Limbah yang kedua yaitu limbah ikan cakalang berupa sirip, isi perut berupa usus, serta insang. Limbah ikan puri berupa kepala ikan puri, limbah ikan merah berupa sisik, sarta ikan sarden yang memiliki nilai ekonomi rendah. Hasil uji proksimat tepung berbahan limbah ikan pada penelitian ini menunjukkan bahwa tepung berbahan limbah ikan berdasarkan jenis ikan diperoleh kandungan yang berbeda. Dari hasil uji proksimat diperoleh kadar air, abu, lemak, protein, dan karbohidrat. Kandungan sisik ikan laut yang sudah dikeringkan secara umum adalah air 9.81%, abu 25,11%, protein 48,57%, lemak 4,98%, dan karbohidrat 11,46%. Kesimpulan dari hasil penelitian menunjukkan bahwa tepung berbahan limbah ikan berdasarkan jenis ikan tuna, ikan cakalang, ikan teri dan ikan sarden serta sisik ikan kakap merah layak untuk digunakan sebagai bahan pakan berdasarkan kriteria bahan baku meliputi kandungan protein serta ketersediaan bahan untuk pembuatan tepung ikan.
Sri Yuningsih Noor, Meriyanti Ngabito
Gorontalo Fisheries Journal, Volume 1, pp 30-39; doi:10.32662/gfj.v1i2.437

Abstract:
Danau Limboto kini berada pada kondisi yang sangat memperihatinkan karena mengalami proses penyusutan dan pendangkalan akibat sedimentasi dan tempat pembuangan sampah yang mengancam keberadaan ekosistem dimasa yang akan datang. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka dilakukanlah penelitian dengan judul tingkat pencemaran Perairan Danau Limboto Gorontalo. Pengukuran beberapa parameter kualitas air dilakukan secara insitu pada 8 (delapan) stasiun yang dilakukan secara sampling dan analisis laboratorium beberapa parameter kualitas air dilakukan pada Balai Riset dan Standardisasi Industri Manado. Tingkat pencemaran pada perairan Danau Limboto dihitung menggunakan indeks pencemaran Kirchoff 1991 dan indeks pencemaran logam berat menurut KepmenLH No. 115 Tahun 2003. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa tingkat pencemaran stasiun 1, 2, 3, 4 dan 5 tergolong tercemar ringan dengan nilai indeks kimia kirchoff berkisar 59.13-70.64, sedangkan stasiun 6, 7 dan 8 tergolong tercemar sedang dengan nilai indeks kimia kirchoff berkisar 42.58-55.82. Tingkat pencemaran logamberat Pb dan Cd pada perairan Danau Limboto masih berada dalam kondisi normal dengan nilai indeks pencemaran logam 0≤PIj ≤1 yaitu memenuhi baku mutu (kondisi baik). Kata Kunci : Tingkat Pencemaran, Danau Limboto, Indeks Kirchoff
Nurul Auliyah, Yasin Umsini Oli'I
Gorontalo Fisheries Journal, Volume 1, pp 22-29; doi:10.32662/gfj.v1i2.436

Abstract:
Ikan Huluu merupakan salah satu ikan air tawar yang dapat ditemukan di Danau Limboto. Kondisi perairan Danau Limboto yang terus menurun akibat sedimentasi dan limbah domestik. Akibat dari kondisi tersebut berdampak pada habitat organisme perairan termasuk ikan Huluu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat Kematangan Gonad (TKG) dan fekunditas ikan Huluu (Gurius margaritacea) di Danau Limboto. Penelitian dilaksanakan selama 3 bulan. Tingkat Kematangan Gonad diamati secara morfologi dan penentuan fekunditas diamati dengan metode volumetrik dan gravimetrik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada TKG IV didominasi oleh ikan Huluu Betina. Fekunditas tertinggi yaitu 16866,7 butir dan terendah yaitu 1400 butir. Hubungan TKG dan fekunditas berbanding lurus, semakin tinggi TKG maka nilai fekunditas juga semakin tinggi. Kata Kunci : Ikan Huluu, TKG, Fekunditas, Danau Limboto
Henky Manoppo, Steelma Vivera Rantung
Gorontalo Fisheries Journal, Volume 1, pp 40-49; doi:10.32662/gfj.v1i2.458

Abstract:
Tujuan kegiatan program kemitraan masyarakat (PKM) ini adalah untuk meningkatkan produksi dan kualitas produksi kelompok pembudidaya ikan (pokdakan) melalui pemberian pakan berimunostimulan. Metode kegiatan adalah penyuluhan dan pelatihan yang diberikan melalui tahapan penjelasan, diskusi, praktek dan pendampingan. Pelatihan diberikan dalam bentuk praktek 75% sedangkan teori 25% dengan alat bantu berupa laptop, infocus, audio visual, boardmarker. Dalam prtaktek, anggota-anggota pokdakan diajarkan cara membuat pakan dengan penambahan imunostimulan. Setelah empat bulan masa pemeliharaan, ikan yang diberi pakan dengan penambahan imunostimulan memiliki bobot tubuh sekitar 30% lebih besar dari ikan yang tidak diberi imunostimulan. Sebagai kesimpulan, penggunaan pakan dengan penambahan imunostimulan dapat meningkatkan produksi dan kualitas produksi akuakultur.Kata Kunci: Imunostimulan, Ragi Roti, Akuakultur, Pertumbuhan, PKM
Zhulmaydin Chairil Fachrussyah, Roy Bakari, Dadang Siswanto Alim, Jufriyanto Umar
Gorontalo Fisheries Journal, Volume 1, pp 50-59; doi:10.32662/gfj.v1i2.459

Abstract:
Terumbu karang adalah salah satu ekosistem yang paling kompleks dan khas di daerah tropis. Produktivitas dan keanekaragaman hayati yang tinggi merupakan ciri dari ekosistem ini. Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan Oktober 2018. Tujuan dari penelitian ini adalah Menganalisis kondisi terkini terumbu karang yang meliputi; (1) Luas Tutupan terumbu karang hidup, (2) mengidentifikasi jenis terumbu karang di Desa Lowoo Kecamatan Posigadan Kabupaten Bolaanmongondow Selatan. Pengambilan data tutupan karang menggunakan metode line intercept transect (LIT) dan pengambilan data dilakukan pada 3 Stasiun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tutupan karang hidup di 3 Stasiun pengamatan ditemukan secara berurut adalah 39,8%, 49,3% dan 86,5% yang dikategorikan masing-masing stasiun I kategori sedang, StasiunII kategori sedang dan Stasiun III Kategori Sangat Baik. Di lokasi penelitian ditemukan 11 (Sebelas) genus karang yaitu Acropora hyacinthus, Acropora millepora putih, Acropora millepora, Acropora nobilis, Acropora palifera, Diploastrea heliopora, Euphylia cristata, Favia pallida, Poycarpa aurata, Sponge, dan Tubastrea micranatha yang tersebar di stasiun I ditemukan 4 (empat) genus, Stasiun II ditemukan 6 (enam) genus, dan stasiun III ditemukan 4 (empat) genusKata Kunci: Luas Tutupan, Karang, Jenis