Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK

Journal Information
ISSN / EISSN : 1978-2306 / 2655-6618
Total articles ≅ 98
Filter:

Latest articles in this journal

Zuly Daima Ulfa, Yuli Setyaningsih
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK, Volume 16, pp 15-28; doi:10.33658/jl.v16i1.145

Abstract:
ENGLISHStress on maternal can inhibit breastmilk production so that it disrupts lactation. Stress occurs in the first month after birth delivery as the adaptation of new roles. This condition causes mother give up on breastfeeding early and it affects the sustainibility of exclusive breastfeeding as ideal nutrition for infant. The aim of the study was to analyze the relationship between stress levels of breastfeeding mothers and behavior of giving the breast milk in the first month. This study used a cross sectional approach which was carried out in the working area of Community Health Center of Tayu I. The sampling technique was purposive sampling. The results showed that breastfeeding mothers who suffered from stress in the first month were as many as 42.5%, consisting of 25% mild stress, 15% moderate stress and 2.5% severe stress. Breastfeeding in the first month was as many as 75%, carried out by mothers not sufferring stress and those suffering mild and moderate stress. The results of chi square analysis obtained ρ 0.041 which means that there was a correlation between stress levels of breastfeeding mothers in the first month. The Odds Ratio (OR) was as many as 9,33 (95% Cl= 1,38,63,20) which means that mothers who suffered from moderate-high level of stress had as many as 9,33 times of possibility not to breastfeeding in the first month. Breastfeeding mothers who did not suffer from stress and suffer mild level of stress were more likely to keep breastfeeding in the first month. INDONESIAStres pada ibu dapat menghambat pengeluaran ASI. Stres sering dialami pada bulan pertama setelah persalinan sebagai adaptasi menjalankan peran baru. Keadaan tersebut dapat membuat ibu berhenti menyusui lebih awal yang berpengaruh pada keberlangsungan pemberian ASI Eksklusif sementara ASI adalah nutrisi terbaik bagi bayi. Tujuan penelitian untuk menganalisis hubungan tingkat stres ibu menyusui dengan pemberian ASI pada bulan pertama. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional, dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Tayu I. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara sampling purposive. Hasil penelitian menunjukkan ibu menyusui pada bulan pertama yang mengalami stres sebanyak 42,5%; terdiri stres ringan 25%; stres sedang 15%; dan stres berat 2,5%. Pemberian ASI pada bulan pertama sebesar 75%, dilakukan oleh ibu yang tidak mengalami stres maupun ibu yang mengalami stres ringan dan sedang. Berdasarkan analisis chi square didapatkan ρ 0,041; yang berarti ada hubungan tingkat stres ibu menyusui dengan pemberian ASI pada bulan pertama. Odds Ratio (OR) sebesar 9,33 (95% CI=1,38, 63,20) yang berarti ibu dengan tingkat stres sedang-berat mempunyai kemungkinan 9,33 lebih besar untuk tidak memberikan ASI pada bulan pertama. Ibu menyusui yang tidak mengalami stres atau mengalami stres dalam fase ringan mempunyai kemungkinan lebih besar untuk tetap melakukan pemberian ASI pada bulan pertama.
Edi Siswanto, Ani Margawati, Antono Suryoputro
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK, Volume 16, pp 1-14; doi:10.33658/jl.v16i1.190

Abstract:
ENGLISHSamin Society is located in the area of Baturejo Village, Sukolilo District, Pati Regency. The initial data of 79 children consist of 2 to 5 years old that have status immunization 1 child completely immunized and 78 children uncompletely immunized. The purpose of this study is to determine the factors that affect the immunization rejection of Samin community in Baturejo Village, Sukolillo District, Pati Regency. This study uses a qualitative approach with a cross sectional observation. Techniques of collecting data included indepth interviews, field-event observation and document-observation. The technique for determining informants used purposive sampling. The results of this study were: 1) perception that it is not susceptible to the disease due to not immunized, 2) the perception that the disease due to not immunized is not harmful, 3) perception that immunization is no benefit, 4) the perception that the loss or greater obstacles in immunizing their children and 5) cues to act is not conducive to behave immunizing their children. INDONESIAMasyarakat Samin berada di wilayah Desa Baturejo Kecamatan Sukolilo Kabupaten Pati. Data awal menunjukkan sebanyak 79 anak umur 2 sampai dengan 5 tahun. 1 anak berstatus imunisasi dasar lengkap, sedangkan 78 anak berstatus tidak imunisasi dasar lengkap. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi penolakan imunisasi di masyarakat Samin Desa Baturejo Kecamatan Sukolillo Kabupaten Pati. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan crosssectional dilakukan dengan observasional. Teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan observasi dokumen. Teknik penentuan informan dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian ini adalah: 1) persepsi bahwa tidak rentan terhadap penyakit akibat tidak imunisasi, 2) persepsi bahwa penyakit akibat tidak imunisasi tidak membahayakan, 3) persepsi bahwa imunisasi tidak ada manfaatnya, 4) persepsi bahwa kerugian atau hambatan lebih besar dalam mengimunisasi anaknya, dan 5) isyarat untuk bertindak tidak mendukung untuk berperilaku mengimunisasi anaknya.
Munari Kustanto, Fitriyatus Sholihah
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK, Volume 16, pp 63-76; doi:10.33658/jl.v16i1.164

Abstract:
ENGLISHIn the period 2010-2019, the poverty rate in East Java Province was always above the national achievements. The other, in the same period of time there was a poverty disparity between rural and urban areas in East Java Province. This study aims to formulate a strategy to overcome poverty disparity in East Java. This study used a descriptive quantitative approach. This study uses secondary data namely poverty, disparity and urbanization data. The analysis shows that urbanization which occurred in East Java pushed migration of the quality human resources in the village. This can be traced from the increasing urbanization of intellectuals and migrants of productive age in East Java in the period 2010-2015. Overcoming poverty inequality between villages and cities is difficult to realize when villages are shortage of human resources to carry out development. Reserve brain is a solution for efforts to restore the village human resources as a capital to carry out development. INDONESIAAngka kemiskinan Provinsi Jawa Timur selalu berada di atas capaian nasional dalam kurun waktu 2010-2019. Dalam kurun waktu yang sama, terjadi disparitas kemiskinan antara daerah perdesaan dan perkotaan di Provinsi Jawa Timur. Studi ini bertujuan untuk merumuskan strategi mengatasi disparitas kemiskinan di Jawa Timur. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa data kemiskinan, disparitas, dan urbanisasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa urbanisasi yang terjadi di Jawa Timur menyedot sumber daya manusia berkualitas di desa. Hal ini terlihat dari meningkatnya urbanisasi intelektual dan migran usia produktif di Jawa Timur dalam kurun waktu tahun 2010-2015. Upaya mengatasi ketimpangan kemiskinan antara desa dan kota sulit terwujud manakala desa semakin kekurangan sumber daya manusia untuk melakukan pembangunan. Reserve brain menjadi sebuah solusi bagi upaya mengembalikan sumber daya manusia desa sebagai salah satu modal untuk melakukan pembangunan.
Herna Octivia Damayanti
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK, Volume 16, pp 29-46; doi:10.33658/jl.v16i1.166

Abstract:
ENGLISHPurse Seine net was one of the fishing gear with dominant catch results in Pati Regency. The catch results affected the business productivity of the purse seine net. The purpose of this research was to analyze the business productivity of the Purse Seine net fisheries in Pati Regency. The research was a descriptive study with a quantitative approach. The research was conducted in November 2018 until April 2019 with locations in Bajomulyo and Bendar Village, Juwana District, Pati Regency. The research sampling consisted of 56 samples. Data analysis with partial productivity calculation including productivity per trip, productivity per PK, productivity per crew and productivity per GT. The results showed that (1) the productivity of purse seine boat has exceeded the legalized regulations (1.30 tons/GT), (2) productivity per trip / per PK / per GT showed that the proxy of productivity (per trip, per PK, per GT) was not linearly proportional to the number of trip / PK engine / GT boat, (3) productivity per crew showed how much productivity per crew produced was not linearly proportional to the number of crews departed. INDONESIAJaring Purse Seine merupakan salah satu alat tangkap dengan hasil tangkapan dominan di Kabupaten Pati. Hasil tangkapan berpengaruh terhadap produktivitas usaha jaring Purse Seine. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis produktivitas usaha perikanan jaring Purse Seine di Kabupaten Pati. Penelitian merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Waktu penelitian bulan November 2018 sampai dengan April 2019 dengan lokasi di Desa Bajomulyo dan Desa Bendar Kecamatan Juwana Kabupaten Pati. Sampel penelitian berjumlah 56 sampel. Analisis data dengan perhitungan produktivitas parsial yaitu produktivitas per trip, produktivitas per PK, produktivitas per ABK dan produktivitas per GT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) produktivitas kapal purse seine telah melebihi peraturan yang ditetapkan (1,30 ton/GT), (2) produktivitas per trip/per PK/per GT menunjukkan bahwa besar kecilnya produktivitas (per trip, per PK, per GT) tidak berbanding lurus dengan banyak sedikitnya jumlah trip/PK mesin/GT kapal, (3) produktivitas per ABK menunjukkan banyak sedikitnya produktivitas per ABK yang dihasilkan tidak berbanding lurus dengan banyak sedikitnya ABK yang diberangkatkan.
Suroso - Suroso
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK, Volume 16, pp 47-62; doi:10.33658/jl.v16i1.167

Abstract:
ENGLISHUnder-developed villages are challenges for local government development so the under-developed villages become developing ones . The objectives of this study are (1) to identify the existence of under-developed villages in term of IDM and local potential; and (2) to analyze the development needs for under- developed villages based on IDM and local potential in the study area. This study used a descriptive-quantitative approach. This study was conducted in Pati Regency. The research used primary and secondary data. The secondary data were collected by observing related documents. The primary data were obtained through interviews with competent informants. The study used descriptive analysis. The results showed that in Pati Regency there are 15 under- developed villages spread out in 7 districts which have different characterictics in term of IKS, IKE and IKL. The under-developed villages based on IDM mainly need economic development (IKE) and environmental one (IKL). In order to get better achievement, the development for the under-developed villages become developing or developed villages, it should be based on local potentials of the villages. Moreover the development for the under-developed villages become developing or developed villages, it can be realized soon if there are supports from stakeholders including related agencies. INDONESIADesa tertinggal merupakan tantangan pembangunan daerah sehingga desa tersebut bisa menjadi desa berkembang. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengidentifikasi eksistensi desa tertinggal dari perspektif IDM dan potensi lokal; dan (2) menganalisis kebutuhan pembangunan desa tertinggal berbasis pada IDM dan potensi lokal di area studi. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif-kuantitatif. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Pati. Penelitian menggunakan data primer dan data sekunder. Pengumpulan data sekunder dilakukan dengan observasi dokumen terkait. Pengumpulan data primer dilakukan dengan wawancara dengan informan yang kompeten. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Kabupaten Pati desa tertinggal sebanyak 15 desa yang tersebar di 7 kecamatan, dengan karakteristik IDM yang bervariasi pada IKS, IKE dan IKL. Pembangunan desa tertinggal berdasarkan IDM lebih membutuhkan pembangunan ekonomi (IKE) dan pembangunan lingkungan (IKL). Guna memperoleh hasil yang lebih baik, pembangunan desa tertinggal menuju desa berkembang dan desa maju perlu memperhatikan potensi lokal desa. Selain itu pembangunan desa tertinggal menuju desa berkembang atau maju bisa segera terwujud bila ada dukungan stakeholder termasuk dinas terkait.
Zumrotus Sholichah, Tri Wijayanti, Jarohman Raharjo, Dyah Widiastuti, Dewi Puspita Ningsih, Dwi Priyanto, Agung Puja Kesuma
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK, Volume 16, pp 129-138; doi:10.33658/jl.v16i2.162

Abstract:
ENGLISHThe presence of rats and direct contact with rat is a risk factor of Leptospirosis. Rats play an important role in the transmission of Leptospira to humans. Rats are able to adapt in all habitats from the coast to the highlands. The purpose of this paper is to describe rats as Leptospira reservoirs in the lowlands and highlands as a picture of rats confirmed by the source of Leptospira transmission for animals, humans and their environment and serovar circulating in the lowlands and highlands. This research uses deskriptif approach with a cross-sectional design, carried out around the latest leptospirosis cases in Mojolawaran Village, Gabus District and Tajungsari Village, Tlogowungu District, Pati Regency. Data collection was carried out in April-May 2011. The Results of the research showed that the number of rats caught is higher in the lowlands with almost the same number of species between the lowlands and highlands with trap success 15,33%. Rats infected with Leptospira in the lowlands are Rattus tanezumi while in the highlands are Rattus tanezumi and Suncus murinus so that R. tanezumi and S. murinus act as reservoirs of Leptospira and sources of transmission at the survey sites with serovars infected are Hardjo, Autumnalis and Sejroe. INDONESIAKeberadaan tikus dan kontak dengan tikus merupakan salah satu faktor risiko terjadinya leptospirosis. Tikus berperan penting dalam menularkan Leptospira kepada manusia serta mampu beradaptasi di segala habitat dari daerah pantai hingga dataran tinggi. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan tikus sebagai reservoir Leptospira di dataran rendah dan dataran tinggi sebagai gambaran jenis tikus yang terkonfirmasi sumber penularan Leptospira bagi hewan, manusia, dan lingkungannya serta serovar yang bersirkulasi di dataran rendah dan dataran tinggi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan rancangan potong lintang. Penelitian dilakukan di sekitar kasus leptospirosis terbaru di Desa Mojolawaran Kecamatan Gabus dan Desa Tajungsari Kecamatan Tlogowungu Kabupaten Pati. Pengumpulan data dilakukan pada April-Mei 2011. Hasil penelitian menunjukkan jumlah tikus tertangkap lebih banyak di dataran rendah dengan jumlah spesies yang hampir sama antara dataran rendah dan tinggi dengan keberhasilan penangkapan 15,33%. Spesies tikus yang terinfeksi Leptospira di dataran rendah adalah Rattus tanezumi, sedangkan di dataran tinggi adalah Rattus tanezumi dan Suncus murinus. R. tanezumi dan S. murinus berperan sebagai reservoir Leptospira dan sumber penularan di lokasi survei dengan serovar yang menginfeksi adalah Hardjo, Autumnalis dan Sejroe.
Aeda Ernawati
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK, Volume 16, pp 77-94; doi:10.33658/jl.v16i2.194

Abstract:
ENGLISHStunting is still one of the health problems faced by Pati Regency. There are 12 Stunting Locus Villages in Pati District. The research objective was to describe the causes of stunting in the stunting locus village, Pati Regency. The research was conducted with a quantitative descriptive approach. The research was conducted in March-August 2020. The study population was all stunting toddlers in 12 Locus Stunting Villages. The research sample was all stunting toddlers in 10 stunting locus villages totaling 69 toddlers. The data used are secondary data from the Puskesmas. Data were analyzed descriptively. The results showed that the causes of stunting in the locus of stunting villages in Pati District were: 1) inadequate intake; 2) inadequate parenting; 3) low parental height; 4) not getting exclusive breastfeeding; 5) not getting early initiation of breastfeeding; 6) lack of environmental sanitation; 7) LBW; 8) Mother during pregnancy has anemia. Stunting was not caused by a single factor, but a combination of several causes. Therefore, all components of society should cooperate in order to reduce stunting cases. INDONESIAStunting masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang dihadapi Kabupaten Pati. Ada 12 Desa lokus Stunting di Kabupaten Pati. Tujuan penelitian untuk menggambarkan penyebab stunting di desa lokus stunting Kabupaten Pati. Penelitian dilakukan dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Penelitian dilaksanakan bulan Maret-Agustus 2020. Populasi penelitian adalah semua balita stunting di 12 Desa Lokus Stunting. Sampel penelitian adalah semua balita stunting di 10 desa lokus stunting berjumlah 69 balita. Data yang digunakan yaitu data sekunder dari Puskesmas. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitan menunjukkan bahwa penyebab stunting di desa lokus stunting di Kabupaten Pati adalah adalah: 1) kurangnya asupan makanan; 2) pola asuh yang kurang memadai; 3) keturunan pendek; 4) tidak mendapatkan ASI eksklusif; 5) tidak mendapatkan IMD; 6) sanitasi lingkungan yang kurang; 7) BBLR; 8) ibu saat hamil mengalami anemia. Penyebab stunting umumnya tidak berdiri sendiri, tetapi kombinasi dari beberapa penyebab stunting. Diperlukan kerja sama semua komponen masyarakat dalam upaya penurunan stunting.
Arieyanti Dwi Astuti, Jatmiko Wahyudi, Aeda Ernawati, Siti Qorrotu Aini
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK, Volume 16, pp 95-112; doi:10.33658/jl.v16i2.204

Abstract:
ENGLISHEstablishment of a company which recycles plastic waste into plastic pellet not only benefits for eliminating waste but also for driving circular economy. Recycling plastic waste in particular low density polyethylene (LDPE) can be conducted in a small-scale industry with simple technology and low investment. This study aims to analyze the feasibility of a plastics pellet business from both financial and non-financial perspectives. Financial perspective encompasses net present value (NPV), internal rate of return (IRR) and payback period (PP) while non-financial perspective includes market, technical, socio-economic and environmental aspects. The result shows that according to both financial and non-financial aspects, the establishment of recycling company is feasible. The recycling business has the NPV= IDR 10,631,879,342; IRR = 15.38%; and PP = 2 years 1 months 26 days. As main raw material, LDPE is abundant and the demand for plastic pellet continues to grow. Technically, the company will be situated close to landfill considering many factors in order to comply with the regulation. From socio-economic aspect, the company will create jobs and generates local taxes. Environmentally, utilizing 3.6 tons of LDPE daily from landfill enables the company to lengthen life span of landfill and to eliminate plastic waste. INDONESIAPendirian perusahaan daur ulang yang memproses sampah plastik menjadi biji plastik memberikan manfaat tidak hanya untuk mengurangi timbulan sampah namun juga dapat untuk menggerakkan perputaran ekonomi. Daur ulang sampah plastik khususnya plastik jenis Low Density Poly Ethylene (LDPE) dapat dijalankan oleh perusahaan berskala kecil dengan menggunakan teknologi sederhana dan modal yang tidak terlalu tinggi. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kelayakan usaha biji plastik ditinjau dari aspek finansial dan non finansial. Analisis data menggunakan pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha daur ulang sampah plastik jenis LDPE menjadi biji plastik layak untuk dijalankan. Berdasarkan aspek finansial, usaha ini memiliki nilai NPV = Rp10.631.879.342; IRR = 15,38%; PP = 2 tahun 1 bulan 26 hari. Bahan baku sampah plastik LDPE tersedia melimpah dan belum banyak didaur ulang. Selain itu permintaan terhadap produk biji plastik terus mengalami peningkatan. Lokasi perusahaan direncanakan terletak tidak jauh dari Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sukoharjo Kabupaten Pati dengan pertimbangan lokasi tersebut memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan. Pendirian usaha daur ulang berpotensi membuka lapangan kerja dan memberikan pajak daerah. Ditinjau dari aspek lingkungan, kemampuan perusahaan untuk mendaur ulang 3,6 ton sampah plastik LDPE per hari berkontribusi untuk memperpanjang usia pakai TPA dan dapat mengurangi timbulan sampah plastik.
Rubangi Al Hasan, Dodik Ridho Nurrohmat
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK, Volume 16, pp 139-152; doi:10.33658/jl.v16i2.158

Abstract:
ENGLISHThis study aims to obtain information on farmers livelihood changesafter the HKm program. This research was conducted in four villages in Central Lombok Regency. The data was collected using in-depth interviews, focused discussion, and document studies. This research found that there was an important transformation in the livelihoods of farmers. First, changes of the livelihoods of the people who previously worked as laborers (agricultural and non-agricultural) then switched to cultivating HKm land. Second, land tenure changed from
Jatmiko Wahyudi, Siti Qorrotu Aini
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK, Volume 16, pp 113-128; doi:10.33658/jl.v16i2.198

Abstract:
ENGLISHThis study aims to analyze the performance of a village unit cooperative (KUD) as a business entity using the balanced scorecard instrument. The research was conducted in July 2020 with KUD Bahagia, one of rural cooperatives in Pati Regency, as research object. This research used a quantitative and qualitative approach (mix method). Primary data were obtained by interviewing KUD administrators and field observations, while secondary data were derived from the annual report of the KUD Bahagia in 2020 fiscal year. Data were analyzed using a balanced scorecard to determine the performance of KUD from four perspectives namely financial perspective, customer perspective, internal business process perspective, and learning development perspective. The results showed that from balanced scorecard point of view, in general KUD Bahagia showed well performance. Few indicators show lower performance and the management of KUD Bahagia should pay attention for the indicators.The number of KUD members tends to decrease and the use of information technology in managing administration and running a business need to be boosted. INDONESIAPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja badan usaha berbentuk Koperasi Unit Desa (KUD) dengan menggunakan instrumen balanced scorecard. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli 2020 dengan objek penelitian KUD Bahagia di Kabupaten Pati. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif secara bersama (mix method). Data primer diperoleh dengan cara wawancara dengan pengurus KUD dan observasi lapangan sedangkan data sekunder diperoleh dari laporan rapat anggota tahunan Koperasi Unit Desa (KUD) Bahagia Tahun 2020. Data dianalisis dengan menggunakan balanced scorecard untuk mengetahui kinerja KUD dari perspektif keuangan, perspektif pelanggan, perspektif proses bisnis internal, serta perspektif pembelajaran dan pertumbuhan. Hasil penelitian menunjukan bahwa ditinjau dari analisis balanced scorecard, Koperasi Unit Desa (KUD) Bahagia secara umum menunjukkan kinerja yang baik. Beberapa indikator kinerja yang perlu mendapat perhatian dari pengelola KUD Bahagia adalah penurunan jumlah anggota KUD dan masih perlu dioptimalkan penggunaan teknologi informasi dalam mengelola administrasi maupun menjalankan usaha.
Back to Top Top