Journal of Renewable Energy & Mechanics (REM)

Journal Information
ISSN / EISSN : 2714-6219 / 2614-8315
Current Publisher: UIR Law Review (10.25299)
Total articles ≅ 20
Current Coverage
DOAJ
Filter:

Latest articles in this journal

Journal of Renewable Energy & Mechanics (REM), Volume 3, pp 6-21; doi:10.25299/rem.2020.vol3.no01.4238

Abstract:
Kendaraan bermotor dan mobil adalah satu wujud barang sebagai Salah satu jenis alat transportasi yang sangat banyak digunakan oleh masyarakat yang semakin hari semakin meningkat jumlahnya serta bahan bakar yang penting karna sebagai sumber tenaga untuk mesin dapat bergerak. Knocking pada mesin adalah efek dari pembakaran yang tidak sempurna didalam ruang bakar pada mesin dan sangat berpengaruh terhadap efisiensi Unjuk kerja dan meningkatkan Emisi gas buang. Knocking terjadi dikarenakan mutu dari bahan bakar yang rendah. Salah satu caranya meningkatkan kualitas pada bahan bakar bisa dengan cara mencampurkan bahan bakar bensin dengan Naftalena. Dimana Naftalena dapat menambah angka oktan sehingga proses pembakaran semakin sempurna. Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan pengaruh campuran Naftalena dengan bahan bakar Pertalite terhadap Unjuk Kerja dan Emisi gas buang dari sepeda motor serta untuk mendapatkan campuran Naftalena dengan bahan bakar Pertalite yang memiliki Unjuk kerja dan Emisi gas buang yang paling baik. Penelitian ini dilakukan dengan memakai pada empat variasi bahan bakar yaitu Pertalite murni 1 liter dan Pertalite murni 1 liter dengan Naftalena 1 gram, 2 gram dan 3 gram di kondisi putaran mesin 5000 rpm serta melakukan pengujian Unjuk kerja dengan alat Dynamometer dan Emisi gas buang dengan alat Gas Analyzer. Dari hasil pengujian bahwa penggunaan campuran Naftalena dengan bahan bakar Pertalite memiliki pengaruh yang lebih baik terhadap Unjuk Kerja dan Emisi gas buang dari Pertalite murni, Unjuk kerja dan Emisi gas buang yang terbaik pada penggunaan campuran Naftalena dengan bahan bakar Pertalite 1 liter pada penambahan 2 gram yang memiliki Torsi tertinggi sebesar 6,46 Nm dan Daya tertinggi sebesar 4,58 kW serta menghasilkan Emisi gas buang yang di keluarkan memiliki gas CO terrendah sebesar 1,89 % dan nilai HC terrendah 1036 ppm.
Journal of Renewable Energy & Mechanics (REM), Volume 3, pp 22-31; doi:10.25299/rem.2020.vol3.no01.4263

Abstract:
PEMANFAATAN LIMBAH SERAT POHON SAGU UNTUK PEMBUATAN BIO KOMPOSIT Agus Syahputra dan Dody yulianto Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Riau Jl. Kaharuddin Nasution No. 133 Perhentian Marpoyan, Pekanbaru Email : [email protected] ABSTRAK Bio komposit adalah gabungan suatu bahan yang terdiri lebih dari dua bahan, dan digabungkan membentuk suatu bahan yang mempunyai sifat berbeda dengan bahan aslinya. Dengan melimpahnya serat sagu di Kabupaten Meranti, hal ini tentu dapat dimanfaatkan terutama di bagian kulit sagu yang sering dibuang dan menyebabkan limbah. Sehingga kulit ini dapat dipakai untuk pembuatan komposit, dengan menggabungkan serat kulit pohon sagu dengan resin polyester. Untuk mengetahui sifat mekanik maka diperlukan pengujian komposit terhadap kekuatan bending dan ketangguhan impact. Dengan variasi volume 80% resin + 20% serat, 70% resin + 30% serat dan 60% resin + 40% serat. Dengan harapan untuk mendapatkan komposisi yang tepat, dan meningkatkan kegunaan dari limbah pohon sagu, untuk menjadi material yang baru. Tahapan ini dimulai dengan pemilihan serat, dan pencampuran resin polyester. Pembuatan spesimen dan prosedur pengujian mengacu pada, ASTM D790 untuk Bending dan ASTM D6110 untuk Impact. Hasil dari pengujian impact dan bending menunjukan kekuatan dari uji bending terbesar adalah 22,39 N/mm2, untuk fraksi volume 60% resin + 40% serat. Sedangkan kekuatan terendah untuk uji bending adalah 8,85 N/mm2, untuk fraksi volume 80% + 20%. Dan ketangguhan impact terbesar adalah 47,173 J untuk fraksi volume 60% resin + 40% serat, sedangkan kekuatan impact terendah adalah 37,674 J, untuk fraksi volume 80% resin + 20% serat. Dapat disimpulkan jika di spesimen fraksi seratnya besar, maka akan memiliki kekuatan dan ketangguhan spesimen yang lebih baik. Kata kunci : Komposit, Serat, material, kekuatan Bending, polyester
U.S. Okorie , Ubong Robert, Ubong Iboh, Grace Umoren
Journal of Renewable Energy & Mechanics (REM), Volume 3, pp 32-38; doi:10.25299/rem.2020.vol3.no01.4417

Abstract:
In this work, the properties of the composite produced from waste carton with various tiger nut fibre contents having cassava starch slurry as binder were investigated. The results obtained showed the ranges of the mean thermal conductivity, bulk density, specific heat capacity, thermal diffusivity, thermal absorptivity, nailability, flexural strength and compressive strength values to be (0.0447 – 0.0603) Wm-1K-1, (683.62 – 746.32) kgm-3, (1439.811 – 1840.554) J/kg/K, (5.612 - 3.553) 10-8 m2s-1, (25.456 – 31.993) m-1, (23.9 – 100)%, (1.58 – 1.86) MPa and (2.16 – 2.78) MPa respectively between 8.3% and 43.1% of the fibre content. It was generally observed that with a choice variation in the fibre content, the performance of the developed board can be optimized for structural applications. Hence, instead of discarding the fibre as waste, recycling it can help to provide raw material for the production of cost effective and environmentally friendly materials. This will in turn reduce health risk caused by environmental pollution due to improper waste disposal practice of such material.
Journal of Renewable Energy & Mechanics (REM), Volume 3, pp 1-5; doi:10.25299/rem.2020.vol3.no01.3912

Abstract:
The kinetic energy was produced by a moving vehicle can be used to generate power by using a speed breaker. The kinetic energy is converted into mechanical energy by altering a reciprocating connecting rod into rotation of flywheel, then it is transmitted to the generator in order to produce electrical energy. The purpose of this study was to determine the electrical energy generated from the crankshaft type speed breaker. Speed breaker used has 3 ramps with a maximum ramp height of 10 cm. the load and speed of vehicles passing the ramp are varied 72 kg, 82.5 kg, 88.7 kg at speeds of 5 km/h, 10 km/h, 15 km/h. The result of the study shows that a vehicle with the mass of 88,7 kg was able to generate a 19 V of electric voltage, 32 A of electric current and 486,4 Watts. That power is stored in a 12 V and 3 Ah batteries that needed 0.094 hour for charging. Keywords: Flywheel, Generator, Kinetic energy, Speed breaker ABSTRAK Energi kinetik yang dihasilkan oleh kendaraan yang bergerak dapat digunakan untuk menghasilkan daya dengan menggunakan speed breaker. Energi kinetik diubah menjadi energi mekanik dengan mengubah batang penghubung bolak-balik menjadi rotasi roda gila, kemudian ditransmisikan ke generator untuk menghasilkan energi listrik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui energi listrik yang dihasilkan dari speed breaker tipe poros engkol. speed breaker yang digunakan memiliki 3 ramp dengan tinggi maksimum ramp 10 cm. beban dan kecepatan kendaraan yang melewati ramp di variasikan masing - masing 72 kg, 82,5 kg, 88,7 kg dengan kecepatan 5 km/h, 10 km/h, 15km/h. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kendaraan dengan massa 88,7 kg mampu menghasilkan tegangan listrik 19 V, arus listrik 32 A, dan 486,4 Watt. Daya itu disimpan dalam baterai 12 V dan 3 Ah yang membutuhkan 0,094 jam untuk diisi daya. Kata kunci: Energi kinetik, Generator, Roda gila, Speed breaker
Rieza Zulrian Aldio , Zainol Mustafa
Journal of Renewable Energy & Mechanics (REM), Volume 3, pp 39-43; doi:10.25299/rem.2020.vol3.no01.4597

Abstract:
Drilling process is one of the most common machning process in industrial sector. More than half of the metal-cutting processes are conducted by the drilling process. Drill bit has influenced the results of the drilling process. Therefore, selection of the suitable drill bit becomes a critical factor in the drilling process. This is because the use of the suitable drill bit could fulfill the determined specification value of the hole. Six Sigma and Failure Mode Effect Analysis (FMEA) methods are used to identify factors that have influenced the results of the drilling process. Then by using the Design of Experiment, selection of the best drill bit could be done. In this study, 2 factors that influenced the result are the drill bit type and the drill point angle. Significance test using nested design through MINITAB 14 application has shown that both factors have significant influence over the hole diameter size.. Then by using the plot from the MINITAB 14 application, HPMT 1 became the best drill bit because it could fulfill the specification value. As for the best point angle in this study is 139.72º. Process capability calculation of HPMT 1 has shown that the process is in control. The conclusion is that drill bit HPMT 1 with point angle 139.72º became the best option in this study.
Journal of Renewable Energy & Mechanics (REM), Volume 2, pp 51-60; doi:10.25299/rem.2019.vol2.no02.3088

Abstract:
Destilator surya adalah alat yang digunakan untuk mendapatkan air bersih. Pada dasarnya cara kerja destilator surya ialah radiasi surya menembus kaca penutup dan mengenai permukaan dari plat penyerap, maka plat penyerap akan panas dan energy panas dari plat penyerap akan memanasi air laut yang ada didalam basin. Air tersebut akan menguap dan berkumpul dibawah permukaan kaca penutup, cairan yang melekat di kaca penutup akan mengalir mengikuti kemiringan kaca penutup disebabkan karena berat air sudah melebihi batas dan meneruskannya kekanal penampungan tempat air bersih. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan tinggi air optimum dalam basin destilator surya yang menghasilkan kuantitas air hasil terbanyak dan untuk mendapatkan tinggi air optimum yang menghasilkan unjuk kerja terbaik. Analisa ini menggunakan variasi tinggi air 20 mm, 30 mm, 40 mm, 50 mm dan 60 mm. Pada setiap tinggi air memiliki kuantitas air hasil yang berbeda, hal ini disebabkan karena semakin tinggi air yang ada di dalam basin maka jumlah volumenya semakin banyak. Setelah dilakukan perhitungan didapat bahwa tinggi air 20 mm yang memiliki jumlah air hasil dan unjuk kerja yang paling baik dengan kuantitas air hasil sebesar 1.464 ml dan pada laju energi saat pengembunan sebesar 108,26 Watt, dengan laju destilasi dalam proses destilasi sebesar 0,0000451 kg/s, efisiensi produk sebesar 7,12 %, efisiensi system destilasisebesar 18,72 %.
Roni Andika Andika
Journal of Renewable Energy & Mechanics (REM), Volume 2, pp 81-91; doi:10.25299/rem.2019.vol2.no02.2423

Abstract:
Saat ini pengecoran aluminium pada industri kecil banyak memanfaatkan bahan dasar aluminium bekas. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan bahan dasar aluminium bekas sepatu rem. Variasi penambahan mangan(Mn) dilakukan pada saat peleburan (remelting). Mangan ditambahkan dengan 3 komposisi berbeda yaitu 0,5%Wt, 1%Wt,dan 1,2%Wt. Material hasil remelting diuji kekerasan dan dilakukan pengamatan struktur mikro untuk mengetahui pengaruh penambahan mangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan mangan hingga 1%Wt menurunkan kekerasan, namun penambahan kembali meningkatkan meningkat pada penambahan mangan 1,2%Wt. Pada material hasil remelting memperlihat kan adanya porositas yang di sebabkan oleh karena mangan tidak mengisi ruang-ruang kosong dalam struktur mikro.
Arya Sutrisna, Syawaldi Kamaharudin, Dedikarni Panuh, Jarot Raharjo
Journal of Renewable Energy & Mechanics (REM), Volume 2, pp 66-80; doi:10.25299/rem.2019.vol2.no02.3532

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Eddy Elfiano, Muhammad Cendekia Fadhilah, Mohd Shahbudin Masdar
Journal of Renewable Energy & Mechanics (REM), Volume 2, pp 92-98; doi:10.25299/rem.2019.vol2.no02.3650

Abstract:
Bioenergy development is very important as a source of energy supply in the future. One of the bioenergy that can be developed to be used in the household is biogas energy. Biogas production process through anaerobic degradation of organic materials such as livestock is one of the technological solutions to produce alternative energy. The objective of this study is to obtain a simple household biogas system design with quail manure waste material. The method used in this study is an experimental method by measuring differences in manometer height, biogas pressure, gas volume development, gas volume, biogas production, and flame test. This study used quail and water manure with a ratio of 1: 1 at a digester capacity of 0.121 m3. Data collection was carried out for 50 days. In this research, the household scale biogas system constructed of a fiber glass drum with 44 cm diameter and 80 cm height. The results show that pressure generated for 50 days is 104,895 N / m2, with the development of the volume of gas per day an average of 0.047 m3, the volume of biogas produced for 50 days is 1.82 m3, and produces a flame on the stove for 1 hour 36 minutes.
Richa Melysa, Ali Musnal
Journal of Renewable Energy & Mechanics (REM), Volume 2, pp 61-65; doi:10.25299/rem.2019.vol2.no02.3542

Abstract:
ABSTRAK Sumur IR-01 menggunakan sucker rod pump sebagai metode pengangkatan buatan dalam memproduksikan minyak. Data riwayat sumur pada tahun 2017 menunjukkan bahwa sering sekali mengalami permasalahan sucker rod putus, sehingga perlu dilakukan upaya pemecahan masalah. Analisis yang digunakan untuk mengetahui penyebab kerusakan rangkaian sucker rod pada sumur IR-01 adalah dengan melakukan perhitungan beban pada polished rod dan kinerja SRP secara teori, serta menggunakan interpretasi data hasil dynamometer test guna mendapatkan data aktual beban polished rod khususnya tingkat stress sucker rod di lapangan. Setelah dianalisis penyebab permasalahan maka dapat dilakukan upaya penanganan masalah dengan memberikan rekomendasi perencanaan ulang untuk mengatasi permasalahan sucker rod pada sumur IR-01.
Back to Top Top