Jurnal Kalibrasi

Journal Information
ISSN / EISSN : 1412-3614 / 2302-7320
Published by: Institut Teknologi Garut (10.33364)
Total articles ≅ 125
Filter:

Latest articles in this journal

, Firman Hari Subagja
Published: 1 May 2022
Journal: Jurnal Kalibrasi
Jurnal Kalibrasi, Volume 20, pp 1-10; https://doi.org/10.33364/kalibrasi/v.19-2.1022

Abstract:
Setiap proses kegiatan yang memiliki hubungan dengan aktivitas kegiatan dengan pihak lain selalu memiliki risiko terhadap pencapain kinerja dari kegiatan tersebut sehingga diperlukan upaya untuk mengenali setiap risiko yang muncul sehingga dapat dilakukan upaya mitigasi dari setiap risiko tersebut melalui identifikasi risiko dan mitigasi pasa stiap rantai pasok kegiatan usaha. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi risiko rantai pasok susu sapi perah beserta rancangan mitigasi risiko rantai pasoknya sehingga diharapkan dapat memberikan informasi memberikan data dan informasi mengenai risiko pada aktifitas rantai pasok susu sapi perah dan strategi mitigasi risiko dalam upaya mengurangi atau meminimalkan dampak risiko yang ditimbulkan. Metode penelitian yang digunakan pada kegiatan ini dilakukan secara deskriptif melalui aktivitas pengumpulan data yang dilakukan dengan wawancara, kuisioner, dan dokumentasi kepada pihak yang berkaitan dengan aliran rantai pasok susu sapi perah, selanjutnya metode pengolahan data menggunakan Model Supply-Chain Operations Reference dan House of Risk yang terdiri dari 2 fase. Pengguaan Model Supply-Chain Operations Reference dilakukan untuk memudahkan dalam mengidentifikasi risiko pada setiap aktifitas rantai pasok susu sapi perah yang kemudian menjadi input bagi House of Risk fase 1, selanjutnya dilakukan pengukuran tingkat keparahan (Severity), tingkat kemunculan (Occurance) serta perhitungan nilai Agregate Risk Potential. House of Risk fase 2 yaitu penanganan/ mitigasi risiko. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan hasil bahwa terdapat 12 kejadian risiko dan 19 agen risiko pada supplier, 11 kejadian risiko dan 12 agen risiko pada proses manufactur. Terdapat 10 aksi mitigasi risiko pada pihak supplier dan 6 aksi mitigasi pada pihak manufactur yang dapat digunakan sehingga diharapkan dapat membantu proses mitigasi risiko pada rantai pasok susu sapi perah.
Hilmi Aulawi, Dewi Rahmawati, Robiyatul Adawiyah Isni Putri
Published: 28 February 2022
Journal: Jurnal Kalibrasi
Jurnal Kalibrasi, Volume 19, pp 146-151; https://doi.org/10.33364/kalibrasi/v.19-2.1095

Abstract:
Silegar lemon merupakan usaha kecil, mikro dan menegah (UMKM) di kabupaten Garut yang bergerak di bidang minuman. Lokasi silegar lemon berada jalan Cibuluh-Cikajang, Garut Jawa Barat. Minuman Silegar Lemon dikelola oleh bapak Ade dengan sistem penjualan langsung dirumah dan online. Oleh karena, itu penelitian ini bertujuan untuk membantu pemilik UMKM merancang strategi baru untuk mengembangkan model bisnisnya dengan pendekatan Busines Model Canvas (BMC) dan analisis SWOT. Pada tahap awal dilakukan pemetaan model bisnis dengan BMC terhadap strategi yang di jalankan pemilik usaha, kemudian dilakukan pengolahaan dengan analisis SWOT untuk menentukan faktor internal dan faktor eksternal. Hasil dari penelitian di Silegar lemon yaitu terindikasi dalam matrik IFAS dengan total 4.09 dan EFAS dengan total skor 3,78. Letak titik pada matrik SPACE berapa pada titik 0,39; 0,28 berapa pada kuadran 1 dengan prioritas diversifikasi. Strategi yang disarankan berdasarkan matrik SWOT dan diagram SWOT adalah langkah yang tepat untuk mengatasi ancaman dan membangun kembali kekuatan yang terdapat UMKM Silegar Lemon dengan merombak beberapa strategi, seperti menambah variasi produk untuk melengkapi produk yang ada (diversifikasi konsentris), memperluas jangkauan produk bagi pelanggan baru (diversifikasi horizontal) atau menambahkan variasi produk baru untuk konsumen baru (diversifikasi konglomerat),. Tahap akhir dari penelitian ini yaitu perancangan BMC baru berdasarkan hasil analisis SWOT yaitu dengan menambahkan alternatif strategi pada 9 element BMC untuk meningkatkan penjualan Silemon Legar
Irma Rosmayati, Eliya Fatma Harahap, Hani Siti Hanifah
Published: 28 February 2022
Journal: Jurnal Kalibrasi
Jurnal Kalibrasi, Volume 19, pp 138-145; https://doi.org/10.33364/kalibrasi/v.19-2.1091

Abstract:
Pembangunan kegiatan ekonomi, adanya persaingan bisnis antara subjek bisnis satu sama lain adalah hal biasa. Persaingan bisnis yang sehat akan memiliki konsekuensi positif bagi pengusaha yang bersaing atau bersaing, karena itu dapat menyebabkan upaya untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan kualitas produk. Di sisi lain, konsumen juga mendapat manfaat dari persaingan yang sehat, yang membawa kepada penurunan harga dan menjamin kualitas produk. Di sisi lain, jika persaingan yang muncul tidak sehat, itu akan merusak ekonomi negara, yang akan merusak masyarakat. Dinamik dunia industri, yang berlangsung sangat cepat di tingkat nasional dan internasional, juga mempromosikan kemunculan hak harta intelektual sebagai istilah umum untuk berbagai jenis harta intelektual, termasuk merek. Hak atas kekayaan intelektual (HAKI) erat kaitannya dengan monopoli, namun masih terdapat berbagai perdebatan hukum tentang bisnis apa yang boleh atau tidak boleh dilakukan sebagai monopoli dalam produksi. Namun, mengingat kerugian yang diderita masyarakat, monopoli semacam itu tidak boleh dilanjutkan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui pendekatan sosiologi hukum. Temuan menunjukkan bahwa persaingan usaha tidak sehat dapat dilihat dari cara pelaku usaha bersaing dengan pelaku usaha lainnya. Arbitrase dapat menjadi alternatif penyelesaian sengketa kekayaan intelektual atas pelanggaran merek dagang.
Dody Chandrahadinata, Dedi Sa’Dudin Taptajani, Muhlis Sa’Bani
Published: 28 February 2022
Journal: Jurnal Kalibrasi
Jurnal Kalibrasi, Volume 19, pp 110-117; https://doi.org/10.33364/kalibrasi/v.19-2.1067

Abstract:
Produk karet Ribbed Smoked Sheet (RSS) yang dihasilkan oleh PTPN VIII Kebun Mira Mare memiliki cacat produk pada proses penyaringan busa yang berupa cacat hasil karet menggelembung. Tingkat kecacatan yang ditoleransi adalah 1% sedangkan pada prosesnya melebihi batas yang telah ditentukan sehingga perlu diperbaiki agar tingkat kecacatatannya dapat menurun. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor penyebab terjadinya cacat produk sehingga dapat menurunkan tingkat kecacatan pada proses penyarinang busa dengan memberikan usulan perbaikan dengan cara mereduksikan kecacatan dari proses penyaringan busa. Adapun pada penelitian ini menggunakan Statistical Quality Control (SQC) menggunakan 6 tahap antara lain check sheet, stratifikasi, histogram, pareto, peta proses operasi. Dan fishbone. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi tingkat kecacatan pada proses penyaringan busa yaitu: mesin, material, manusia dan metode. Fault Mode and Effect Analysis (FMEA) dilakukan untuk memberikan usulan perbaikan dan memfokuskan evaluasi dalam proses penyaringan busa di PTPN VIII kebun Mira Mare. Dangan adanya penelitian ini, diharapkan dapat menyelesaikan permasalahan tersebut serta dapat menentukan usulan perbaikan sehingga bisa membantu pihak perusahaan untuk menurunkan tingkat cacat pada saat proses penyaringan busa.
, Chika Ajeng Maessa
Published: 28 February 2022
Journal: Jurnal Kalibrasi
Jurnal Kalibrasi, Volume 19, pp 118-129; https://doi.org/10.33364/kalibrasi/v.19-2.1097

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi postur tubuh saat belajar online yang berpengaruh terhadap keluhan muskuloskeletal dan merekomendasikan perbaikan untuk mengurangi keluhan tersebut. Identifikasi permasalahan dilakukan atas dasar postur tubuh yang sering dilakukan dan keluhan yang dialami mahasiswa itu sendiri. Metode yang digunakan dalam mengidentifikasi masalah ini yaitu metode kuesioner Nordic Body Map, dan metode REBA (Rapid Entire Body Assessment). Metode kuesioner Nordic Body Map bertujuan untuk mengetahui keluhan muskuloskeletal yang dialami, sedangkan metode REBA bertujuan untuk mengetahui tingkat bahaya dari postur tubuh yang sering dilakukan. Rekomendasi perbaikan dilakukan dengan metode pengukuran antropometri bertujuan untuk merencanakan alat bantu sebagai alternatif untuk mengurangi keluhan-keluhan tersebut. Hasil dari penelitian ini diperoleh sebanyak 34% postur tubuhnya yaitu lesehan dengan posisi punggung tegak dan tidak ada sandaran, 21% duduk dikursi dengan kaki sila dan leher yang menekuk, 10% dan dari 80 mahasiswa mengalami sakit pada bagian bawah leher, atas leher, punggung, pinggang dan bagian pantat. Hasil dari perbaikan dalam pembuatan alat bantu yaitu meja yang dapat diatur ketinggiannya dari posisi duduk lesehan, duduk dikursi dan saat berdiri. Meja tersebut harus memiliki dua dudukan, yang pertama untuk sandaran tangan dan yang kedua untuk penyimpanan laptop agar dapat mengurangi keluhan-keluhan muskuloskeletal.
Dody Chandrahadinata, Dudi Kusuma
Published: 28 February 2022
Journal: Jurnal Kalibrasi
Jurnal Kalibrasi, Volume 19, pp 130-137; https://doi.org/10.33364/kalibrasi/v.19-2.1074

Abstract:
Tujuan penelitian ini dilakukan yaitu untuk bisa mengetahui bagaimana meningkatkan kualitas yang dibutuhkan dalam pengolahan teh hitam orthodoks, mengetahui faktor penyebab paling dominan terhadap kecacatan pada proses produksi teh hitam orthodoks. Pendekatan permasalahan yang akan digunakan adalah metode Six Sigma yaitu dengan melalui lima tahap analisis, yaitu, define, measure, analyze, improve, dan control (DMAIC). Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa tiga jenis kecacatan telah di identifikasi selama proses pengolahan teh hitam ortodoks, yaitu cacat teh nyeupan, teh over pelayuan dan teh terkontaminasi. Hasil berdasarkan dari metode borda, telah di dapatkan beberapa faktor penyebab yang sangat besar pengaruhnya terhadap terjadinya kecacatan teh terkontaminasi adalah disebabkan oleh faktor manusia dan faktor mesin. Sehingga penyebab cacat dapat diprioritaskan dengan pendekatan menggunakan alat bantu yaitu metode failure mode and effect analysis (FMEA). FMEA digunakan agar dapat menentukan nilai RPN (Risk Priority Number) yaitu berdasarkan kejadian defect, pengaruh defect, dan tingkat terdeteksinya defect. Sebagai hasil akar dari permasalahan ini, usulan rekomendasi perbaikan dan peningkatan dapat diidentifikasi untuk membantu suatu perusahaan dalam mengurangi risiko kecacatan dalam proses produksi.
Published: 31 August 2021
Journal: Jurnal Kalibrasi
Jurnal Kalibrasi, Volume 19, pp 1-6; https://doi.org/10.33364/kalibrasi/v.19-1.1002

Abstract:
Vehicle Routing Problem (VRP) merupakan suatu permasalahan yang berkaitan dengan bagaimana menentukan rute yang dianggap optimal dan melibatkan lebih dari satu alat angkut demi memperhatikan beberapa kendala dalam melayani sejumlah tempat layanan sesuai dengan permintaan. Salah satu varian dari VRP adalah capacitated vehicle routing problem with time window (CVRPTW) varian ini menambahkan kendala kapasitas alat angkut sebagai salah satu pertimbangan didalam mengangkut ke masing masing tujuan dan kemudian memberikan jendela waktu didalam proses pengangkutannya. Tujuan dari penulisan ini adalah menjelaskan pembentukan model dari CVRPTW untuk permasalahan rute pengangkutan sampah dari tiap rumah Sampai Ke Tempat Pembuangan Akhir, dengan pertimbangan waktu yang tersedia dan kapasitas angkut alat angkut yang tersedia, Sedangkan Penyelesaiannya yaitu dengan menggunakan pendekatan algoritma sweep. Algoritma Ini merupakan algoritma yang terdiri dari dua tahap, pada tahapan pertama yaitu clustering dari masing masing rumah dan tahap selanjurtnya yaitu membentuk rute pengiriman untuk masing-masing cluster dengan metode Nearest Neighbour, kemudian dilanjutkan dengan menentukan kapasitas alat angkut terhadap waktu yang diperlukan untuk menentukan kapan sampah ini akan di angkut ke tempat pembuangan akhir. Studi ini sangat penting dilakukan dalam rangka menerapkan dasar untuk memahami kemungkinan meningkatkan tingkat layanan pada proses pengangkutan sampah di tingkat desa.
Shintya Oktaviani, Yusuf Mauluddin
Published: 31 August 2021
Journal: Jurnal Kalibrasi
Jurnal Kalibrasi, Volume 19, pp 99-109; https://doi.org/10.33364/kalibrasi/v.19-1.1084

Abstract:
Tujuan penelitian ini adalah untuk merancang alat pemotong adonan kerupuk untuk meningkatkan kapasitas produksi UMKM Samawi. Metode yang digunakan untuk penelitian ini adalah metode Nigel Cross atau metode rasional. Setelah desain direalisasikan dan diimplementasikan pada produk UMKM mala terdapat beberapa temuan dalam penelitian ini diantaranya mesin pengerak beroperasi namun kecepatan putaran perlu dikurangi karena berpengaruh pada kualitas hasil potongan. Mata pisau dipasang pada piringan pisau dengan jumlah 2 buah, ketajaman mata pisau sangat baik dan dapat memotong adonan dengan baik. Material kerangka utama terbuat dari besi siku 3cmx3cm, kerangka mesin cukup kuat untuk menopang namun ketika mesin dioperasikan kaki mesin tidak cukup kuat untuk meredam getaran yang dihasilkan mesin penggerak. Tersedia tempat untuk meletakkan adonan dan sudah berfungsi dengan baik. Ring plat setebal 1 mm sudah dipasang, ketebalan hasil potong tidak seragam dan tidak rapi. Sehingga penulis merekomendasikan beberapa hal sebagai berikut: menggunakan mesin penggerak dengan kekuatan lebih besar, memasang pengatur kecepatan pada mesin dan mengolesi adonan yang akan dipotong menggunakan minyak goreng.
Yeni Pertiwi, Kamal Mahmudi, Rino Ferdian Surakusumah, Nur Hadziqoh, Icha Fatwasauri
Published: 31 August 2021
Journal: Jurnal Kalibrasi
Jurnal Kalibrasi, Volume 19, pp 23-30; https://doi.org/10.33364/kalibrasi/v.19-1.942

Abstract:
Penjaminan mutu merupakan hal terpenting dalam pengujian dan atau kalibrasi, khususnya pada berbagai alat kesehatan. Semua lembaga pengujian dan atau kalibrasi alat kesehatan harus memiliki referensi yang sama agar hasilnya dapat dipertanggungjawabkan. Acuan yang digunakan di Indonesia untuk menjamin sistem manajemen mutu laboratorium adalah SNI ISO 17025: 2017. Oleh karena itu, setiap personil yang bekerja di laboratorium harus memahami dan menerapkan persyaratan yang diatur pada SNI tersebut. PT. XYZ merupakan lembaga pengujian dan atau kalibrasi alat kesehatan yang baru beroperasi dan akan mengadopsi sistem SNI ISO 17025 sebagai kebijakan perusahaan untuk meningkatkan kualitas hasil laboratoriumnya. Semua Personel PT. XYZ pernah mendapatkan sosialisasi tentang persyaratan standar tersebut yang dilakukan oleh manajer mutu dengan menggunakan metode ceramah, namun terdapat beberapa keluhan dari beberapa personel yang tidak memahami standar tersebut. Sehingga penelitian ini bertujuan meningkatkan pemahaman personel PT XYZ terhadap persyaratan SNI ISO 17025: 2017 dengan menerapkan metode pembelajaran kooperatif JIGSAW. Penilaian peningkatan pemahaman personeldilakukan dengan analisis uji-t dan uji skala likert. Hasil studi awal menunjukkan bahwa penerapan metode JIGSAW dalam meningkatkan pemahaman personil memberikan perbedaan yang signifikan terhadap peningkatan personel. Peningkatan pemahaman personel setelah pelatihan dengan metode ini meningkat sebesar 35%. Uji skala likert juga menunjukkan bahwa penilaian peserta pelatihan terhadap pelatih berada pada kategori Baik dan penilaian peserta terhadap pelaksanaan kegiatan sangat sesuai sehingga dapat disimpulkan bahwa pelatihan interpretasi pemahaman personel SNI ISO 17025: 2017 menggunakan metode JIGSAW efektif.
, Wahyu Andreas Kurniawan, Kustian Arisandi Fajar
Published: 31 August 2021
Journal: Jurnal Kalibrasi
Jurnal Kalibrasi, Volume 19, pp 74-81; https://doi.org/10.33364/kalibrasi/v.19-1.1058

Abstract:
Astro merupakan perusahaan rumah makan yang memiliki rasa khas dan tema restoran yang unik. Setelah adanya pandemi covid-19 masuk ke Indonesia, Astro mengalami penurunan yang signifikan yaitu 50 persen sampai 70 persen dan Astro mengalami penutupan selama 2 bulan yaitu bulan Februari dan Maret. Tujuan penelitian ini yaitu merancang strategi untuk meningkatkan perusahaan Asep Stroberi dalam menghadapi pandemi Covid-19. Adapun metode yang digunakan yaitu Scenario Planning, metode ini digunakan untuk mencari strategi-strategi yang cocok diterapkan dalam berbagai dinamika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang dapat digunakan yaitu dengan melakukan pelatihan bagi pegawai untuk memulai bisnis online, menentukan hal intangible atau hal yang dapat memberikan nuasa restoran mempunyai perbedaan yang unik, menerapkan konsep makanan atau menu yang baru, dan upgradeting tempat rumah makan astro.
Back to Top Top