Molucca Medica

Journal Information
ISSN / EISSN : 1979-6358 / 2597-646X
Published by: Faculty of Law Pattimura University (10.30598)
Total articles ≅ 95
Filter:

Latest articles in this journal

Mohammad Zulkarnain, Amardeep Kaur Kaur Singh, M Fakhri Kurniawan
Abstract:
Kecepatan transmisi Covid-19 dan tingginya angka kematian akibat Covid-19 menyebabkan dibutuhkannya upaya untuk memutus rantai penularan Covid-19. Salah satu strategi yang dapat digunakan untuk menemukan permasalahan yang menyebabkan cepatnya penularan atau transmisi Covid-19 adalah strategi problem tree analysis. Tujuan kajian pustaka ini adalah untuk menjelaskan strategi problem tree analysis dalam upaya menurunkan angka penyebaran dari Covid-19. Problem Tree Analysis merupakan sebuah metode perencanaan berdasarkan kebutuhan. Tiga tahapan dalam proses Problem Tree Analysis ini adalah analisis masalah terkait dengan subjek, analisis tujuan, dan analisis strategi. Hasil utama dari strategi ini berupa diagram berbentuk batang pohon yang mewakili fokus masalah, akar mewakili penyebab masalah dan cabangnya berupa dampak dari masalah tersebut. Menurut Problem Tree Analysis yang telah dirancang dalam penelitian ini, penyebab dari cepatnya penyebaran Covid-19 di Indonesia adalah tingkat kepadatan penduduk yang tinggi, penerapan handhygine yang kurang baik, sanksi bagi pelanggar kebijakan yang belum optimal dan masih banyak aktivitas di luar rumah seperti pasar atau pusat perdagangan. Kesulitan dalam menerapkan PSBB, rendahnya pengetahuan masyarakat akan bahaya Covid-19, pelanggaran pada kebijakan yang ditetapkan pemerintah, sebagian besar masyarakat memiliki ekonomi menengah atau menengah ke bawah diduga merupakan akar dari penyebab masalah cepatnya penyebaran Covid-19 di Indonesia. Diharapkan dengan mengetahui sebab akibat dari cepatnya penyebaran Covid-19 di Indonesia ini dapat membantu untuk menurunkan angka penyebaran dari Covid-19 di Indonesia.
Johan Bension Hutagalung, Alessandra Flowrence Saija, Stazia Noija
Abstract:
Pendahuluan.Academic buoyancy merupakan kemampuan seseorang untuk dapat berhasil menghadapi permasalahan akademis dan tantangan sehari-hari, seperti nilai yang buruk, mengejar deadline, tekanan ketika menghadapi ujian dan tugas-tugas yang sulit. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran mengenai academic buoyancy pada mahasiswa serta perbedaan tingkat Academic Buoyancy pada mahasiswa di Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura. Metode. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Desain penelitian cross sectional, dengan menggunakan instrument penelitian berupa kuesioner dan sampel penelitian sebanyak 394 mahasiwa tahun ajaran 2019/2020. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan tingkat Academic Bouyancy pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura cukup baik dengan persentase sebanyak 61% dari total sampel, dan tidak ditemukan perbedaan yang bermakna antara tingkat Academic Bouyancy berdasarkan jalur masuk (p>0.05). Dengan demikian, hasil penelitian ini secara tidak langsung mengindikasikan bahwa mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura memiliki kemampuan yang cukup baik dalam menghadapi hambatan-hambatan akademis yang dialami dalam proses pendidikan kedokteran. Kata Kunci : Academic buoyancy, perguruan tinggi, gambaran
Rachmat Faisal Syamsu, Mona Nulanda, Hermiaty Hermiaty Nasruddin, Zulfitriani Murfat, Sulfiani Sulfiani
Abstract:
Penyakit Coronavirus 2019 (COVID-19) merupakan penyakit infeksi severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) telah menyebabkan Pandemic Global dan menjadi masalah kesehatan masyarakat serius. Saat virus ini berhasil masuk kedalam tubuh bisa mengakibatkan gangguan sistem imun dan inflamasi sehingga memerlukan tatalaksana yang komprehensif termasuk terapi gizi. Proses infeksi virus dan inflamasi dapat meningkat risiko terjadinya malnutrisi. Untuk mencegahnya diperlukan perhitungan kebutuhan energi yang sesuai. Pada pasien COVID-19 terjadi ketidakseimbangan kebutuhan energi. Pada kondisi ini terjadi peningkatan konsumsi energi. Pemenuhan kebutuhan energi, makronutrien(karbohidrat, protein, lemak), mikronutrie (mineral dan vitamin), cairan, dan zat-zat gizi yang mampu meningkatkan sistem immunomodulator, anti inflamasi, anti oksidan dan probioti . Orang yang perlu melakukan isolasi mandiri adalah siapapun yang memiliki gejala sakit seperti demam, batuk, atau pilek, nyeri tenggorokan, atau gejala penyakit pernafasan lainnya.
Fadilah Amalia Rahman, Vina Z Latuconsina, Indrawanti Kusadhiani, Ingrid Hutagalung, Deny Jolanda, Ony Wibriono Angkejaya
Abstract:
Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus SARS-CoV-2 ke dalam tubuh seseorang, kemudian menimbulkan manifestasi klinis yang beragam sehingga menjadi parameter severitas pasien. Infeksi SARS-CoV-2 menyebabkan terjadinya badai sitokin sehingga mempengaruhi jumlah leukosit sebagai sel imunitas. Jumlah leukosit merupakan salah satu komponen pemeriksaan darah yang menjadi pemeriksaan wajib serta sangat penting untuk dilakukan ketika pasien pertama kali terkonfirmasi, yang berperan penting dalam manajemen pasien hingga penapisan. Penelitian ini membahas mengenai hubungan jumlah leukosit dengan severitas klinis pasien COVID-19 pada dua rumah sakit rujukan COVID-19 di Kota Ambon tahun 2020. Penelitian ini adalah penelitian analitik dengan desain potong lintang serta menggunakan total sampling yang berjumlah 110 sampel dengan berbagai severitas klinis (63 ringan, 33 sedang, 14 berat/kritis). Uji chisquare yang digunakan untuk menganalisis data menyatakan bahwa ada hubungan yang signifikan antara jumlah leukosit dengan severitas klinis pasien COVID-19 di dua rumah sakit rujukan COVID-19 di Kota Ambon tahun 2020 (p = 0,029). Kata Kunci: COVID-19, Leukosit, SARS-CoV-2, Severitas.
Siti Nurbina, Syatirah Jalaluddin, Azizah Nurdin
Abstract:
Perawatan bayi di ruang rawat memicu pemisahan paksa antara ibu dan bayi yang menyebabkan terganggunya perawatan bayi oleh ibunya serta interaksi ibu dan bayi yang tidak optimal. Kurangnya intensitas pertemuan ibu dengan bayi sangat berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan kognitif dari bayi tersebut. Penelitian bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan maternal functioning pada ibu dengan bayi yang membutuhkan perawatan intensif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan rancangan cross sectional. Penelitian dilakukan bulan Januari 2020 di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Ananda Kota Makassar Populasi pada penelitian ini adalah seluruh ibu postpartum yang bayinya dirawat di high care unit RSIA Ananda Kota Makassar. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik non-probability sampling yaitu purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 50 yang memenuhi kriteria. Hasil penelitian mendapatkan lama pendidikan formal, tipe persalinan, paritas ibu serta diagnosis yang menyebabkan bayi yang dirawat di high care unit tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan maternal functioning. Kata Kunci: maternal functioning, high care unit, Barkin index of maternal functioning
Zulfikar Lating, Rislan Soumena
Abstract:
Stres kerja merupakan bagian dari permasalahan umum yang sering dijumpai pada tenaga kerja termasuk perawat. Berdasarkan observasi awal yang dilakukan peneliti di RSUD Namrole terhadap 5 orang dari ruang yang berbeda di Unit Ruang Rawat Inap, didapat oleh peneliti bahwa perawat di ruang rawat inap mempunyai cenderung stres kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan beban kerja, pendidikan terakhir dan masa kerja terhadap stres kerja pada perawat diruang rawat inap RSUD Namrole tahun 2020. Jenis penelitian ini menggunakan studi analitik dengan pendekatan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat di ruang rawat inap RSUD Namrole. Teknik pengambilan sampel yakni purposive sampling jumlah sampel sebanyak 60 responden di pilih sesuai kriteria. Metode analisis data menggunakan uji bivariat dan uji kolerasi Chi-square pada tingkat kepercayaan 95% (α=0,05). Dari hasil penelitian di peroleh bahwa ada hubungan beban kerja dengan stres kerja p = 0,000 (p<α = 0,05). Ada hubungan Pendidikan dengan stres kerja p = 0,000 (p<α = 0,05). Tidak ada hubungan pendidikan terakhir dengan stres kerja p = 0,459 (p>α = 0,05).
Presli Glovrig Siahaya, Jarir At Thobari, Indwiani Astuti, Hari Agus Sanjoto
Abstract:
HIV merupakan permasalah global dengan angka kematian yang tinggi. Pengobatan paling efektif pada ODHIV hanyalah dengan terapi ARV. Tujuan utama dari terapi arv adalah untuk meningkatan kelangsungan hidup bebas penyakit dengan menekan replikasi HIV dan meningkatkan fungsi kekebalan. Ketidakpatuhan terhadap terapi ARV akan membeir dampak pada kegaggalan pengobatan. Kegagalan pengobatan pada ODHIV, menyebabkan penurunan CD4 dan infeksi opurtunitik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaiman factor sosikultural dapat mempengaruhi ketidakpatuhan terapi ARV pada ODHIV di Maluku. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Jumlah informan dalam penelitian ini sebanyak 12 informan, dengan menggunakan in-depth interview untuk memperoleh data. Analisis transkrip wawancara melalui koding, menentukan kategori, sub-tema dan tema. Hasil penelitian yang didapatkan stigma, diskriminasi dan tertutup dengan status HIV merupakan faktorsosial yang mempengaruhi ketidakpatuhan terapi ARV. Faktor prespsi ODHIV, bila HIV merupakan santet, sehingga ODHIV menggunakan cara lain untuk pengobatan. Faktor religious dapat mempengaruhi ketidakpatuhan terapi ARV. Faktor culture dapat mempengaruhi ketidakpatuhan terapi RV. Faktor pengobatan alternative dapat mempengaruhi ketidakpatuhan terapi ARV pada ODHIV. Kesimpulan dari penelitian ini factor sosiokultural yang mempengaruhi ketidakpatuhan teapi ARV yaitu factor social, factor presepsi, factor religious, factor culture dan faktor pengobtan alternative.
Christiana Rialine Titaley, Yuniasih Taihuttu, Johan Bension, Ressita Fannia Iwan, Inayah Dwi Ruray
Abstract:
Latar belakang: Gaya belajar merupakan cara yang lebih disukai seseorang dalam berpikir, memproses dan memahami suatu informasi. Analisis ini bertujuan untuk melihat hubungan pengetahuan mahasiswa tentang gaya belajarnya dengan prestasi akademik mahasiswa semester pertama Tahun Akademik 2020/2021 di Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura (FK UNPATTI). Metode: Analisis ini menggunakan informasi yang berasal dari 169 mahasiswa tahun pertama yang berpartisipasi dalam Survei Gaya Belajar di FK UNPATTI Desember 2020. Variabel terikat adalah prestasi akademik baik yang digambarkan oleh Indeks Prestasi (IP)>3. Variabel bebas adalah pengetahuan mahasiswa tentang gaya belajarnya. Variabel perancu yang disertakan adalah jenis kelamin; lokasi asal Sekolah Menengah Atas (SMA); jalur seleksi masuk, dan tempat tinggal responden. Analisis regresi logisitik digunakan untuk mengetahui hubungan variabel bebas dan terikat dengan mempertimbangkan variabel perancu lainnya. Hasil: Sebanyak 57% mahasiswa tingkat pertama tidak mengetahui jenis gaya belajanya. Odds mendapatkan IP>3 lebih tinggi secara signifikan pada mahasiswa yang mengetahui gaya belajarnya dibandingkan yang tidak (aOR= 2,49; 95%CI: 1,16-5.38) setelah dikontrol dengan faktor perancu. Selain itu, dalam pencapaian IP³3 mahasiswa lulusan SMA di wilayah Sulawesi/Kalimantan/Papua memiliki odds yang lebih tinggi (aOR= 4.04; 95%:1,16-14.06), sedangkan mahasiswa dari kabupaten lain di wilayah Maluku di luar Kota Ambon memiliki odds yang lebih rendah (aOR= 0.36; 95%:0,15-0,85) dibandingkan mahasiswa lulusan SMA Kota Ambon. Odds mendapatkan IP>3 lebih tinggi secara signifikan pada mahasiswa yang berasal dari jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (aOR= 2,56; 95%:1,12-5,87) dan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (aOR= 6,37; 95%:2,06-19,63) dibandingkan jalur Seleksi Mandiri.Kesimpulan: Upaya meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang gaya belajar yang dimilikinya penting untuk dilakukan demi meningkatkan prestasi akademik mahasiswa. Penguatan proses seleksi masuk, pendampingan mahasiswa dari jalur Seleksi Mandiri, dan upaya meningkatkan prestasi akademik mahasiswa dari kabupaten lain di Provinsi Maluku perlu mendapatkan perhatian seluruh pemangku kepentingan.
Ashari Bahar, Muhammad Akbar, Muhammad Iqbal Basri, Andi Israyanti Mawardi
Abstract:
Pendahuluan. Coronavirus 2019 (COVID-19) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2). Komplikasi neurologis, khususnya stroke iskemik terkait dengan COVID-19, semakin banyak dilaporkan. Patofisiolognya masih belum jelas, tetapi penyakit COVID-19 yang berat dapat meningkatkan risiko Large vessel stroke, sehingga penting untuk memiliki pemahaman yang lebih mendalam tentang hubungan tersebut. Metode. Menggunakan dua alat pencarian yaitu Pubmed dan Google Scholar. Penelitian-penelitian yang dikumpulkan adalah yang diterbitkan pada periode Januari - Agustus 2020. Kata kunci yang digunakan adalah COVID-19 atau Coronavirus atau Severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 atau SARS-CoV-2 dan ischemik stroke atau cerebral ischemia atau cerebral infarction atau ischaemic stroke dan vessel occlusion yang melaporkan kejadian large vessel stroke iskemik yang ditinjau secara sistematis menggunakan PRISMA. Hasil. Tinjauan sistematis kami mencakup data 16 artikel:, delapan laporan kasus, lima seri kasus dan tiga studi retrospektif. Umumnya pasien stroke iskemik dengan COVID-19 menunjukkan gambaran neuroimaging suatu large vessel occlusion pada pembuluh darah arteri serebri media dan arteri karotis interna, selain itu juga pada arteri serebri anterior, arteri serebri posterior, arteri serebelaris posterior inferior dan arteri basilaris. Umumnya juga terjadi pada usia dibawah 50 tahun. Faktor komorbid dilaporkan berupa hipertensi, diabetes melitus, hiperlipidemia, atrial fibrilasi, infark miokard, derajat severitas COVID-19 sedang-berat, faktor koagulasi (D-dimer) dan C-Reaktive protein (CRP) meningkat dan mempengaruhi outcome. Kesimpulan. Pengamatan kami menunjukkan bahwa large vesselocclusion dengan infeksi Covid-19 memiliki karakteristik yang berbeda sehingga berimplikasi terhadap diagnosis dan terapi. Kata kunci : Covid-19, Large vessel occlusion, SARS-Co-2, Severity COVID-19, stroke iskemik.
Ian Risaldy Tofure, Laura B S Huwae, Eka Astuty
Abstract:
Penderita Diabetes Mellitus dalam jangka waktu yang lama bisa mengalami neuropati perifer diabetik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien penderita neuropati perifer diabetik di Poliklinik saraf RSUD Dr. M. Haulussy Ambon tahun 2016-2019. Penelitian ini merupakan deskriptif observasional dengan pendekatan cross sectional 28 orang (sampel) yang didapat dengan teknik total sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah penderita penderita neuropati perifer diabetik di Poliklinik Saraf RSUD Dr. M. Haulussy Ambon tahun 2016-2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia pasien neuropati perifer diabetik yang banyak adalah >55 tahun sebanyak 20 pasien (71,43%), jenis kelamin perempuan sebanyak 17 pasien (60,71%), lama menderita DM adalah >5 tahun sebanyak 21 pasien (75%), hasil pengecekan gula darah sewaktu pasien yang paling banyak adalah kadar gula darah 90-199 mg/dL sebanyak 25 pasien (89,29%), semua pasien memiliki riwayat penyakit penyerta dan terapi farmakologi yang banyak diterima oleh pasien adalah Obat Hipoglikemik Oral (OHO) sebanyak 25 pasien (89,29%). Semakin bertambahnya usia maka resiko terjadinya komplikasi neuropati semakin meningkat. Namun, hal ini tidak menutup kemungkinan kejadian neuropati perifer dapat dirasakan penderita diabetes yang masih muda. Kata Kunci: Neuropati Perifer diabetik, gula darah, Diabetes Melitus
Back to Top Top