MOLUCCA MEDICA

Journal Information
ISSN / EISSN : 1979-6358 / 2597-646X
Current Publisher: Faculty of Law Pattimura University (10.30598)
Total articles ≅ 60
Filter:

Latest articles in this journal

Jeanete Ophilia Papilaya
MOLUCCA MEDICA pp 25-33; doi:10.30598/molmed.2019.v12.i2.25

Abstract:
Skizofrenia residual merupakan keadaan kronis dari skizofrenia dengan riwayat sedikitnya satu episode psikotik yang jelas dan gejala-gejala berkembang kearah gejala negative yang lebih menonjol. Seorang perempuan bernama M, berusia 26 tahun, dan menikah. M sering mendapatkan kekerasan dari ayahnya sejak kecil sampai menikah. Kemunduran fungsi psikologis kemudian terjadi. Gejala yang ditunjukkan oleh M yaitu keluyuran ke tetangga dan tidak mau pulang, mencuri barang-barang tetangga, memaki tetangga, berbicara dan tertawa sendiri, telanjang di dalam rumah, dan tidak mandi beberapa hari. Adanya halusinasi visual dan halusinasi auditori yang dialami M. Hasil integrasi tes psikologi menunjukkan tanda-tanda patologis, yaitu perasaan cemas, tidak percaya diri, perasaan tidak mampu, perasaan tertekan, inadekuat ego control. Dinamika psikologi M menujukkan adanya pengalaman traumatic akan kekerasan yang direpres. Konflik yang berkembang dengan ayah sehingga menghasilkan kompleks antara ego alien dan ego ideal. Kata Kunci : skizofrenia residual, diagnosis, ego
Natalia Luturmas
MOLUCCA MEDICA pp 19-24; doi:10.30598/molmed.2019.v12.i2.19

Abstract:
Latar belakang. Tujuan dari pendidikan kesehatan reproduksi remaja tidak hanya untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja, namun lebih lagi agar siswa dapat memiliki perilaku seksual yang bertanggungjawab. Dengan demikian, pemilihan metode pendidikan selain harus mempertimbangkan keterbatasan waktu, biaya, tenaga, sarana serta kondisi peserta pendidikan, harus dilakukan dengan cara yang efektif. Tujuan. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektifitas pemberian edukasi seksual dan kesehatan reproduksi dengan aktivitas kelas menggunakan role play, permainan dan simulasi. Metode. Quasy experiment dengan intervensi dilakukan terhadap 755 siswa dari 2 SMP Negeri di Kota Ambon melalui pemberian edukasi dini mengenai seksualitas pranikah dan kesehatan reproduksi kepada siswa SMP dalam bentuk permainan, role play dan simulasi. Sebelum dan sesudah pemberian edukasi, siswa SMP dinilai pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi dan seksual, juga sikap mereka terhadap seksualitas. Efektifitas pemberian intervensi dinilai dengan perbedaan pre-post test dengan uji McNemar. Hasil: Uji McNemar menunjukan peningkatan signifikan tingkat pengetahuan responden mengenai kesehatan reproduksi dan seksualitas (p = 0,000), juga peningkatan signifikan sikap positif responden (p = 0,000). Kesimpulan. Pemberian edukasi dengan metode permainan, role play dan simulasi untuk pendidikan seks bagi siswa SMPN 4 dan SMPN 10 Ambon efektif meningkatkan pengetahuan dan sikap positif siswa.
Siska Teurupun, Maria Nindatu, Laura B. S. Huwae
MOLUCCA MEDICA pp 12-23; doi:10.30598/molmed.2020.v13.i1.12

Abstract:
Pendahuluan. Gangguan neuromuskular mencakup gangguan pada otak, korda spina, saraf perifer, dan gangguan pada otot. Faktor risiko terhadap keluhan gangguan neuromuskular diantarannya faktor individu, pekerjaan, dan lingkungan. Pekerjaan yang memiliki risiko besar adalah nelayan dan petani. Tatalaksana dapat berupa tatalaksana farmakologi dan nonfarmakologi yang mencakup penggunaan tanaman obat. Tujuan. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penggunaan tanaman obat untuk gangguan neuromuskular pada masyarakat di gugus pulau Banda Neira, pulau Ambon, dan Seram Selatan Kabupaten Maluku Tengah. Metode.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan retrospektif, menggunakan data sekunder survei pola penyakit dan faktor risikonya pada masyarakat pesisir daerah kepulauan di Kabupaten Maluku Tengah Gugus Pulau V, VI, dan VII Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura tahun 2016. Sampel penelitian diambil dari 900 responden. Pengumpulan data didapat dari data sekunder dan dianalisis dengan piranti lunak IBM SPSS Statistics 22. Hasil. penelitian menunjukkan persentase tertinggi gangguan neuromuskular pada seluruh gugus pulau adalah nyeri otot (12,7%), persentase penggunaan tanaman obat untuk berbagai keluhan gangguan neuromuskular pada masyarakat diseluruh gugus pulau sebanyak 16,7%, tertinggi pada gugus pulau V (18,5%) dan jenis tanaman obat yang paling banyak digunakan untuk mengatasi keluhan neuromuskar untuk ketiga gugus pulau yaitu campuran daun-daunan 41,3%, daun kumis kucing 26%, dan daun sambiloto 12%.
Shafira Chairani Chatib, Christiana Rialine Titaley, Ritha Tahitu
MOLUCCA MEDICA pp 1-11; doi:10.30598/molmed.2020.v13.i1.1

Abstract:
Inisiasi menyusu dini (IMD) merupakan suatu proses pemberian ASI segera setelah bayi dilahirkan (biasanya dalam waktu 30 menit sampai dengan satu jam setelah bayi dilahirkan). Dalam pelaksanaan IMD, diperlukan fasilitas pelayanan kesehatan dan petugas kesehatan yang mendukung agar program IMD dapat berjalan dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tempat dan penolong persalinan dengan IMD di Wilayah Kerja Puskesmas Negeri Lima Kabupaten Maluku Tengah Tahun 2018. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain penelitian cross-sectional. Subjek dalam penelitian ini adalah 99 ibu yang memiliki anak usia kurang dari enam bulan yang bertempat tinggal di Wilayah Kerja Puskesmas Negeri Lima yang berada di Pulau Ambon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase bayi yang mendapatkan IMD satu jam pertama adalah 43.4%, persalinan yang dilakukan di non-fasilitas kesehatan (86.9%), dan persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan (54.5%). Hasil penelitian dengan menggunakan Uji Chi-Square menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara tempat persalinan dengan IMD (p = 0.323). Hasil yang sama juga didapatkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara penolong persalinan dengan IMD (p = 0.824). Hal ini menunjukkan bahwa perlunya upaya untuk meningkatkan pelaksanaan IMD dan persepsi tentang pentingnya persalinan di fasilitas kesehatan dan ditolong oleh tenaga kesehatan.
Nerissa Alviana Sutantie, Farah Christiana Noya, Rif'Ah Zafarani Soumena
MOLUCCA MEDICA pp 48-57; doi:10.30598/molmed.2020.v13.i1.48

Abstract:
Efforts to guarantee the quality of medical doctor graduates are major concern in the implementation of problem-based learning in medical education today. Therefore, continuous evaluation in the medical education system is necessary. However, to obtain constructive evaluation results, the instrument that is used must be valid and reliable. This study aimed to validate the learning evaluation questionnaire used at the Faculty of Medicine Pattimura University, so the valid and reliable instrument can be produced for further evaluation. This study used correlative analytic method; with study subject are 102 students that were selected randomly through stratified random sampling technique and had been adjusted to restriction criteria. Pearson bivariate correlation test was performed to obtain the validity coefficient and the reliability coefficient by Alpha method. The results of the initial analysis and the second analysis after modification show that some items have low validity (0.311 and 0.256) and even invalid (- 0.03; < r table 0.1946). However, after item reconstruction, the average validity coefficient raise to >0.5 (moderate category) and >0.9 (very high category) with the overall questionnaire reliability coefficient is >0.9 in two tests (test-retest). Thus, it can be concluded that the learning evaluation questionnaire used at the Faculty of Medicine Pattimura University is valid and reliable.
Wempi Elwuar, Chomsa Dintasari Umi Baszary, Efraim Samson
MOLUCCA MEDICA pp 29-37; doi:10.30598/molmed.2020.v13.i1.29

Abstract:
Kontrasepsi hormonal beresiko terjangkit kanker payudara dan endometriosis. Eksplorasi suatu sumber bahan kontrasepsi dari bahan alami, terutama dari tanaman dapat dijadikan solusi sebagai bahan pengatur fertilitas. Salah satu jenis tanaman yang mengandung senyawa metabolit sekunder yang dapat berpotensi dalam menghambat pertumbuhan fetus adalah Sukun. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi ekstrak etanol akar sukun (Artocarpus altilis) dalam menghambat pertumbuhan fetus mencit (Mus musculus). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan tiga kali ulangan. Mencit betina dikawinkan dengan metode one mating (1 mencit jantan dan 1 mencit betina). Mencit yang sudah mengalami kebuntingan kemudian diberi perlakuan. Setiap induk mencit kontrol hanya diberi aquades dan untuk induk mencit perlakuan diberi ekstak etanol akar sukun dengan dosis 0,4 ml/ekor/hari, dosis II sebanyak 0,6 ml/ekor/hari dan dosis III sebanyak 0,8 ml/ekor/hari mencit pada hari ke 6 sampai ke 15 periode perkembangan embrio (organogenesis). Pada hari ke-21 mencit dibedah untuk diambil fetus mencit, kemudian diukur panjang dan berat fetus. Data hasil penelitian dianalisis dengan ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak etanol akar sukun berpengaruh terhadap perkembangan fetus mencit. Ekstrak etanol akar sukun dosis 0,6 ml/20g BB efektif menghambat perkembangan fetus mencit.
Bertha Jean Que, Christiana Rialine Titaley, Felmi Violita Ingrad De Lima
MOLUCCA MEDICA pp 65-74; doi:10.30598/molmed.2020.v13.i1.65

Abstract:
Pendahuluan Peningkatan penyakit tidak menular (PTM) belakangan ini cukup tinggi. Isu vitamin D kembali muncul sebagai salah satu penyebab utama permasalahan kesehatan masyarakat di dunia. Bukti terakhir menunjukkan bahwa selain menimbulkan gangguan pada tulang, defisiensi vitamin D juga bertanggung jawab atas meningkatnya berbagai penyakit tidak menular. Tujuan: penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan kadar Vitamin D dan kadar kalsium serta hubungan keduanya dengan angka kejadian PTM. Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian dengan menggunakan metode total sampling yang dilaksanakan pada januari 2019 di Puskesmas Kairatu Barat, Kecamatan Seram Bagian Barat. Hasil: Responden perempuan 74%, usia terbanyak 41-50 tahun. Laki-laki 26%, usia terbanyak 51-60 tahun. Kalsium normal ditemukan pada semua sampel (8,3-10,6 mg/dL). Hasil pengukuran kadar 25(OH)D serum, sebagian besar berada di level insufisiensi 69%, diikuti sufisiensi 28%, defisiensi 2% dan toxisitas 1%. Hubungan kadar 25(OH)D dan Tekanan Darah (p = 0,130); 25(OH)D dan Gula Darah Sewaktu (p = 0,367); 25(OH)D dan asam urat (p = 0,598); 25(OH)D dan kadar kolesterol (p = 0,011). Tidak memiliki riwayat penyakit tidak menular sebesar 71%. Kesimpulan: Jika merujuk pada status Vitamin D pada umumnya maka pada uji statistik terdapat hubungan tidak bermakna baik antara Vitamin D dengan Kadar Kalsium dan Vitamin D dengan faktor risiko PTM. Tetapi jika merujuk pada konsensus terbaru dimana level kecukupan/sufisiensi di atas 20 ng/ml maka 97% 25(OH)D berada pada status sufisiensi.
Yoan R. N. Panggabean, Sutarto Wijono, Arianti Ina R. Hunga
MOLUCCA MEDICA pp 82-96; doi:10.30598/molmed.2020.v13.i1.82

Abstract:
Kekerasan dalam ranah personal merupakan salah satu bentuk kekerasan dengan jumlah kedua terbesar di Indonesia. Dari begitu banyak jenis kekerasan yang terjadi dalam ranah personal, KDP merupakan salah satu bentuk kekerasan yang perlu diperhatikan. KDP dianggap penting dikarenakan adanya indikasi kontinuitas perilaku dan tindak kekerasan dari mulai tahap pacarana sampai kepada ranah domestik atau rumah tangga. KDP memberikan dampak yang signifikan terhadap kesehatan mental fisik dan perilaku korban, beberapa dampak tersebut adalah depresi, kecemasan, PTSD (Post-Traumatic Stress Disorder), kelainan pola makan dan putus sekolah. Korban KDP cenderung tertutup dan tidak mampu mengungkapkan perasaan mereka dikarenakan adanya rasa malu. Untuk mengatasi trauma yang dialami oleh korban maka diperlukan penanganan yang cermat, salah satunya yaitu dengan melakukan Expressive Writing Theraphy (Terapi Menulis Ekspresif). Terapi menulis ekspresif merupakan satu metode yang digunakan untuk mengurangi trauma dengan cara mengekspresikan perasaan atau harapannya dengan cara menulis ulang peristiwa traumatis dan emosional yang telah dialaminya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji penerapan terapi menulis ekspresif terhadap korban kekerasan masa pacaran yang dilihat dari penurunan tingkat PTSD. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) yang merupakan penelitian yang dilakukan secara kolaboratif oleh partisipan dalam ilmu sosial dan pendidikan untuk memperbaiki pemahaman dan pelaksanaan pekerjaannya sendiri, dan juga membawa dampak pada lingkungan di sekitarnya. Sebagai kesimpulan pada penelitian ini adalah adanya pengaruh menulis ekspresif terhadap peningkatan mood. Terbukti bahwa terapi menulis pengalaman emosional dapat memberi efek positif dalam fungsi sosial, psikologis, tingkah laku, dan fungsi biologis seseorang.
Johan Bension Hutagalung, Farah Cristina Noya, Stazia Noija, Filda Vionita Irene De Lima, Elpira Asmin
MOLUCCA MEDICA pp 58-64; doi:10.30598/molmed.2020.v13.i1.58

Abstract:
Pendahuluan.Community-based medical education (CBME) atau pembelajaran kedokteran berbasis komunitas merupakan implementasi pendidikan kedokteran yang secara spesifik terkait konteks sosial atau komunitas, dimana mahasiswa kedokteran menjadi bagian dari komunitas sosial dan medis yang saling berperan aktif. Penelitian tentang penerapan CBME telah dikembangkan secara luas, namun belum pernah dilakukan di Maluku. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui capain kompetensi pembelajaran berbasis komunitas pada mahasiswa kedokteran di Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura. Metode. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional, teknik total sampling, dengan menggunakan instrument penelitian berupa kuisioner terhadap 9 orang mahasiswa co-ass bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat. Hasil. Dari penelitian ini menunjukkan capaian kompetensi pembelajaran berbasis komunitas pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura cenderung didominasi pada level kompetensi ‘know’ dan ‘know how’. Kesimpulan. Implementasi dan evaluasi CBME perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk peningkatan kompetensi mahasiswa.
Merlin Margareth Maelissa, Trika Irianta, Hasnawaty Hasnawaty
MOLUCCA MEDICA pp 75-81; doi:10.30598/molmed.2020.v13.i1.75

Abstract:
Latar Belakang: Ahli Obstetri dan Ginekologi dahulu tidak melakukan miomektomi saat seksio sesarea karena kuatir akan terjadi perdarahan hebat akibat peningkatan vaskularisasi pada uterus yang hamil. Sedangkan beberapa penelitian baru yang dipublikasikan dalam beberapa literatur mendukung konsep bahwa seksio sesarea yang dikombinasikan dengan miomektomi dapat dipertimbangkan sebagai suatu prosedur operasi yang aman. Tujuan: Melaporkan satu kasus miomektomi saat seksio sesarea Metode: Laporan kasus Hasil: Dilaporkan satu kasus, G1P0A0 gravid 38 minggu belum inpartu, usia 27 tahun, masuk ke RS Islam Faisal dengan keluhan hamil disertai benjolan di perut. Palpasi abdomen teraba massa padat, mobile, bertepi rata pada abdomen bagian kanan atas, ukuran 15 cm x 10 cm, tinggi fundus uteri 35 cm dan DJJ 140 x/mnt. Pada pemeriksaan USG didapatkan Gravid 38 minggu 4 hari dan Mioma Uteri. Pada hari kedua perawatan, setelah dilengkapi pemeriksaan dilakukan tindakan seksio sesarea dan miomektomi. Lahir bayi perempuan, berat badan 3320 gram, panjang badan, 48 cm, nilai Skor Apgar, 8/10. Didapatkan mioma uteri multipel dengan ukuran 23 cm x 18 cm dan berat 2500 gram. Jumlah perdarahan 250 ml. Diagnosis post operatif adalah G1P0A0 gravid 38 minggu belum inpartu + mioma uteri multipel. Hasil pemeriksaan patologi anatomi adalah Leiomioma uteri. Pada intraoperasi s.d. 24 jam post operasi, pasien diberikan drips oksitosin 20 IU dalam 500 ml RL, 28 tetes per menit. Pada pemantauan 2 jam post operasi, kontraksi baik, perdarahan 50 ml/2 jam. Setelah dirawat sampai hari kelima setelah operasi, keadaan pasien baik, pasien diperbolehkan pulang. Kesimpulan: Miomektomi yang dilakukan pada saat seksio sesarea telah dibuktikan pada kasus ini, aman. Jumlah perdarahan tidak banyak dan kontraksi uterus baik.
Back to Top Top