Journal Information
ISSN / EISSN : 02169495 / 25025325
Current Publisher: Universitas Trunojoyo Madura (10.21107)
Total articles ≅ 66
Current Coverage
DOAJ
Filter:

Latest articles in this journal

Deny Nusyirwan, Aldo Guntara, Prasetya Perwira Putra Perdana
Published: 26 March 2020
Rekayasa, Volume 13, pp 88-96; doi:10.21107/rekayasa.v13i1.5414

Abstract:
Anak sekolah dasar kurang ingin memainkan sebuah permaianan yang menurutnya membosankan dan tertuju pada pemikiran yang menguras fikiran mereka, sebagai contohnya yaitu permainan hitung dan soal jawaban sebagai simulasi kecerdasan mereka, namun dari solusi tersebut ketertarikan mereka menurun, disebabkan karena belum adanya jawaban dari permasalahan yang membuat mereka tertarik akan permainan ilmu pengetahuan. Pada penelitian yang dilakukan oleh Samuel Gandang Gunanto seorang Mahasiswa Institut Seni Indonesia Yogyakarta, yang di terbitkan oleh Journal of animation and games studies pada Oktober 2016. Penciptaan karya ini dikembangkan segi imersif dari sebuah game yang nyata. Pembelajaran pendidikan karakter, secara khusus tentang sikap kepedulian terhadap kebersihan lingkungan. Dengan inovasi sebelumna, maka dapat dibandingkan dengan inovasi permaianan ular tangga, yang dikembangkan melalui permaianan manual berbasis digital. Cara kerjanya menggunakan RFID sebagai sarana pendeteksi jawaban jenis tanaman yang akan meningkatkan ilmu pengetahuan tentang tanaman. Penelitian dimulai dengan pendekatan Double Diamand yang diperkenalkan oleh British Design Council, yaitu memulai proses perancangan dengan social research yang di integrasikan dengan design thinking untuk dapat menghasilkan inovasi berbasis teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat setempat. Setelah mendapatkan solusi utama, maka akan dilanjutkan dengan pembuatan sederhana yang akan dipergunakan untuk uji fungsi dan manfaat bersama calon pengguna.
Vani Maharani Nasution, Graha Prakarsa
Published: 25 March 2020
Rekayasa, Volume 13, pp 82-87; doi:10.21107/rekayasa.v13i1.5893

Abstract:
The availability of a production item is still difficult to monitor by the company, because the system used still relies on manual calculations from employees of the company. Assisting the company in predicting the availability of production goods effectively then used the fuzzy logic calculations. During this time the availability of production goods in Salman Collection is seen from customer's request. This makes the company not get the maximum profit because there is no planning the amount of production of goods, if the number of products manufactured by the company is less than the number of requests then the company will lose the opportunity to Gain maximum profit. Conversely, if the number of products produced is much more than the number of requests then the company will suffer losses. Application of goods production optimization using Fuzzy logic Mamdani method is an application intended to solve the problem of goods production in Salman Collection is uncertain. Implementing Fuzzy logic on solving the problem of production goods can help the company to optimize the production of goods. The construction of this application the company can determine the amount of production that corresponds to consumer demand and by applying Fuzzy logic Mamdani methods Most of the demand in Salman Collection is fulfilled and more optimal than With the old system or the amount in production by the company.
Millatul Ulya, Nadiyah Ferah Aronika, Khoirul Hidayat
Published: 25 March 2020
Rekayasa, Volume 13, pp 77-81; doi:10.21107/rekayasa.v13i1.5385

Abstract:
Minuman herbal cabe jamu cair merupakan inovasi produk baru yang masih perlu dikaji tentang metode pengawetannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan konsentrasi natrium benzoat dan suhu penyimpanan terhadap mutu minuman herbal cabe jamu cair. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 faktor yaitu pengaruh konsentrasi natrium benzoat (0 ppm, 200 ppm, 300 ppm) dan suhu penyimpanan (35 dan 45 °C). Hasil analysis of variance menunjukkan konsentrasi natrium benzoat berpengaruh nyata (P kurang dari 0,05) terhadap total padatan terlarut (TPT), warna dan total mikroba. Suhu penyimpanan berpengaruh nyata (Pkurang dari 0,05) terhadap total padatan terlarut (TPT), warna, dan total mikroba. Interaksi antara konsentrasi natrium benzoat dan suhu penyimpanan berpengaruh nyata (P kurang dari 0,05) terhadap total padatan terlarut (TPT).Kata Kunci: Cabe jamu, natrium benzoat, suhu penyimpanan, mutuEffect of Sodium Benzonate Addition and Storage Temperature on Quality of Piper Retrofractum Vahl Liquid Herbal DrinkABSTRACTPiper retrofractum vahl liquid herbal drink is an innovation of new products need to research about the method. This research aims to determine the effect of sodium benzoate addition and storage temperature on quality of piper retrofractum vahl liquid herbal drink. The design used in this study was a completely randomized design (CRD) with 2 factors, namely the effect of sodium benzoate concentration (0 ppm, 200 ppm, 300 ppm) and storage temperature (35°C and 45°C). The results analysis of variance shows that the concentration of sodium benzoate has a significant effect (P less than 0.05) on total dissolved solids (TDS), color and total microbes. Storage temperature has a significant effect (P less than 0.05) on total dissolved solids (TDS), color and total microbes. The interaction between sodium benzoate concentration and storage temperature was a significant effect (P less than 0.05) to total dissolved solids (TDS).Keywords: piper retrofractum vahl, sodium benzoate, storage temperature, quality .
Devi Sartika, Yupianti Yupianti
Published: 24 March 2020
Rekayasa, Volume 13, pp 71-76; doi:10.21107/rekayasa.v13i1.5912

Abstract:
Tiroid adalah merupakan salah satu bagian tubuh yang sangat penting bagi manusia, tiroid berbentuk kelenjar dan letaknya di bawah jakun pada leher. Penyakit gondok disebabkan oleh gangguan pada kelenjar tiroid. Berdasarkan data histori penderita yang disebabkan oleh kelenjar tiroid dapat dibuat rekomendasi prediksi penyakit tiroid yang membantu tenaga kesehatan. Klasifikasi merupakansalah satu teknik dari data mining yang dapat digunakan untuk membuat prediksi. Klasifikasi dapat dilakukan dengan decision tree salah satunya dengan algoritma C4.5. Penelitian ini bertujuan membuat klasifikasi data penyakait yang disebabkan oleh gejala kelenjar tiroid dan menerapkannya dalam pembangunan sistem. Implementasi sistem menggunakan bahasa pemrograman Visual Basic 2010 dan metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode waterfall.metode waterfall mampu melakukan analisa kebutuhan yang digunakan untuk mengetahui dari kelemahan sistem yang lama, kemudian membuat desain dari rancangan tersebut dan dilanjutkan dengan pembuatan rancangan sistem baru. Hasil dari penelitian adalah menghasilkan rule yang dapat membantu tenaga kesehatan di RSUD Hasanuddin Damrah Manna dalam mendiagnosa penyakit yang disebabkan oleh kelenjar tiroid.
Iffan Maflahah, Asfan Asfan, Vina Istianah
Published: 22 March 2020
Rekayasa, Volume 13, pp 67-70; doi:10.21107/rekayasa.v13i1.5745

Abstract:
Beras ketan putih disebut dengan (Oryza sativa glutinosa) merupakan salah satu varietas padi yang termasuk dalam family Graminae. Rengginang merupakan makan ringan yang berbahan baku beras ketan namun memiliki bermacam-macm bahan tambahan contohnya rengginang ikan teri, rengginang kerang dan rengginang lorjuk Dengan adanya bahan tambahan tersebut juga akan memberikan nilai tambah terhadap produk olahan beras ketan menjadi rengginang tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai tambah dari pengolahan beras ketan menjadi rengginang menggunakan Metode Hayami. Penelitian ini menggunakan metode Hayami. Penelitian ini menghitung nilai tambah dari rengginang ketan, rengginang teri, rengginang kerang dan rengginang lorjuk. Hasil analisis nilai tambah dari produk di UD. Praktis memiliki nilai tambah pada produk rengginang ketan yaitu Rp 5.400, rengginang teri sebesar Rp 9.400, rengginang lorjuk yaitu Rp 30.600 dan rengginang kerang adalah Rp 15.200. Dan untuk rengginang ketan memiliki rasio nilai tambah yaitu 18,9% rengginang teri yaitu 24% , rengginang kerang adalah 38,75% ketiga rengginang tersebut termasuk kategori sedang karena berada diantara 15%-40% dan rengginang lorjuk yaitu 47% termasuk kategori tinggi karena memiliki rasio nilai tambah lebih besar sama dengan 40%.Added Value Analysis at Processing Of Glutinous Rice to be RengginangThe white glutinous rice (Oryza sativa glutinosa) is the one of rice variety which is included in the Graminae family. Rengginang is a kind of snack that is made from glutinous rice, but it has a variety of additional ingredients such as anchovy, scallop rengginang and rengginang lorjuk. By the existence of additional ingredients, it will give added value to the processed product of glutinous rice becomes rengginang. This research aims to find out the added value from the processing of glutinous rice becomes rengginang by using the Hayami method. This research uses a Hayami method. This research counts the added value from glutinous rengginang, anchovy rengginang, scallop rengginang, and rengginang lorjuk. The results of the added value from the product in UD, practically it has added values at the product of glutinous rengginang is Rp. 5.400, anchovy rengginang is the amount of Rp 9.400, lorjuk rengginang is Rp 30.600, and scallop rengginang is Rp 15.200. And also for glutinous rengginang has the ratio of added value 18,9% anchovy rengginang 24%, scallop rengginang 38,75%, these three rengginang are included in the moderate category because they are between 15%-40% and rengginang lorjuk is 47% including the high category because it has the ratio of added value amount of more than 40%
Iska Desmawati, Aldyra Ameivia, Leny Brilyan Ardayanti
Published: 21 March 2020
Rekayasa, Volume 13, pp 61-66; doi:10.21107/rekayasa.v13i1.5918

Abstract:
Perairan darat merupakan salah satu ekosistem yang memunculkan interaksi antara organisme didalamnya dengan kualitas perairan itu sendiri. Baik buruknya parameter kualitas air sangat mempengaruhi keanekaragaman dan struktur komunitas. Plankton merupakan organisme perairan yang keberadaannya dapat menjadi indikator perubahan kualitas biologi perairan dan produktivitas primer perairan sungai. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui kelimpahan plankton di perairan darat yang di wakili oleh sungai di dataran rendah Surabaya dan dataran tinggi di sungai Pujon dan Waduk Selorejo. Hasil penelitian identifikasi plankton yang diambil pada 3 tempat yang berbeda, spesies fitoplankton yang melimpah yaitu spesies Melosira sp, Oscillatoria sp, Tabellaria sp, Nitzshia sp dan Spirogyra sp. Sedangkan, untuk spesies zooplankton sendiri yang paling melimpah dari ketiga tempat tersebut yaitu spesies Cyclopoida sp, Mysit sp dan Brachionus sp. Data tersebut dapat di haraokan daoat menjadi data pendahuluan mengenai studi plankton di perairan darat baik di dataran rendah maupun di dataran tinggi.
Anita Intan Diana, Subaidillah Fansuri
Published: 21 March 2020
Rekayasa, Volume 13, pp 55-60; doi:10.21107/rekayasa.v13i1.5886

Abstract:
Sampah plastik merupakan salah satu jenis sampah non organik yang tidak mudah terurai, sehingga keberadaannya sangat mengganggu lingkungan. Atas dasar ini dibutuhkan alternatif dalam pemanfaatannya. Material lainnya yang dapat di substitusi sebagai bahan campuran paving blok adalah fly ash. Fly ash merupakan hasil pembakaran batu bara pada tungku pembangkit listrik tenaga uap. Berdasarkan latarbelakang diatas rumusan penelitian ini “bagaimana pengaruh penambahan limbah botol plastik dan variasi penambahan abu terbang (fly ash) terhadap penyerapan paving blok ramah lingkungan”. Penelitian ini menggunakan perbandingan 1Pc : 4 Ps dengan variasi fly ash 10%, 20%, 30%, 40%, 50% dari berat semen dan limbah plastik sebesar 0,5% dari total campuran. Hasil pengujian di laboratorium menunjukan bahwa ada pengaruh secara simultan penambahan variasi fly ash terhadap penyerapan paving block. Secara berurutan hasil penyerapan yaitu 8.62%, 9.46%, 7.26%, 10.33%, 11.86%, dan 11.66%. Model persamaan regresi yang diperoleh Y = 8,047 + 0,073 X. Dengan demikian mutu paving block dalam penelitian ini masuk ke dalam mutu D diperuntukan untuk taman kota.
Irwan Tri Yunianto, Eka Wahyu Ardhi, Desy Anggraini
Published: 12 February 2020
Rekayasa, Volume 13, pp 22-30; doi:10.21107/rekayasa.v13i1.5930

Abstract:
Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berada pada rata rata 5,8% per tahun tidak hanya berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat secara umum tetapi juga peningkatan kebutuhan tenaga listrik. PT PLN (Persero) telah mengantisipasi peningkatan permintaan tenaga listrik dengan membuat rencana pengembangan pembangkit listrik. Studi ini bertujuan untuk menentukan model transportasi terpadu angkutan gas alam cair (Liquid Natural Gas (LNG)) untuk pembangkit di Kawasan Timur Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode optimasi untuk mendapatkan tipe kapal yang sesuai pada rute terpilih yang memberikan biaya satuan minimum. Hasil optimasi menunjukkan bahwa distribusi gas alam cair ke pembangkit listrik di Indonesia bagian timur adalah dengan suplai langsung dari Kilang Tangguh ke pembangkit listrik di Sorong dengan unit biaya sebesar Rp230.000/m³, 6 pembangkit listrik disuplai melalui Hub Ambon dengan biaya satuan sebesar Rp280.000/ m³, 7 pembangkit listrik disuplai melalui Hub Ternate dengan unit biaya satuan terendah adalah tujuan Tidore sebesar Rp230.000/ m³ dan 5 sisanya akan disuplai melalui Hub Manokwari dengan biaya satuan terendah adalah tujuan Biak sebesar Rp340.000/ m³.
Lestari Hetalesi Saputri, Romi Sukmawan
Published: 22 January 2020
Rekayasa, Volume 13, pp 15-21; doi:10.21107/rekayasa.v13i1.6180

Abstract:
Batang kelapa sawit (BKS) hasil dari kegiatan replanting merupakan limbah bagi lingkungan apabila dibiarkan begitu saja di areal perkebunan. Padahal limbah ini mengandung selulosa cukup tinggi yang senyawa turunannya dapat diolah lebih lanjut, salah satunya menjadi bahan baku bioplastik yaitu selulosa asetat. Selulosa dapat diisolasi melalui tahapan proses chemis (ekstraksi) dan mekanis (misalnya blending dan ultrasonikasi). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh masing-masing tahapan proses tersebut, terutama proses blending dan ultrasonikasi terhadap perubahan sifat morfologi serat limbah BKS. Proses ekstraksi menggunakan NaOH dan H2O2 5%, proses blending menggunakan PHILIPS HR2096 kecepatan 21.000 rpm dan proses sonikasi menggunakan ultrasonic cell crusher. Hasil analisa FTIR setelah proses ekstraksi menunjukkan bahwa terdapat adanya ikatan O-H, C-H dan C-O pada puncak gelombang 3410,15; 2908,65 dan 1033,85 cm-1 yang merupakan ikatan penyusun gugus utama senyawa selulosa. Hasil XRD memperlihatkan terjadi penurunan derajat kristalin sebelum dan setelah proses blending yaitu sebesar 18,26%. Namun setelah proses ultrasonikasi terjadi kenaikan kembali nilai derajat kristalin dari 21,09% menjadi 30%. Karakterisasi morfologi menunjukkan bahwa proses blending dapat memisahkan struktur amorf dari serat selulosa dan proses ultrasonikasi dapat memecah serat selulosa menjadi lebih kecil. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa proses blending dan ultrasonikasi mempengaruhi perubahan struktur dan morfologi serat selulosa hasil ekstrak limbah BKS, namun penelitian ini masih perlu dikembangkan untuk mengetahui kondisi proses yang tepat untuk menghasilkan serat nanoselulosa yang lebih banyak. Kondisi proses tersebut terutama yang berkaitan dengan kecepatan putar dan waktu tinggal selama proses.The Effect of Blending and Ultrasonication Processes on The Morphological Structure of Palm Oil Trunk Extracts for Raw Material of Bioplastic (Cellulose Acetate)Oil Palm Trunks (OPT) is waste generated from replanting activities that if left in the environment can pollute the plantation area. However, this waste has high cellulose content including its derivative compounds which can be further processed into new products, one of which is a bioplastic raw material, cellulose acetate. Cellulose can be isolated through two processes, which consist of chemical (by extraction) and mechanical (by blending and ultrasonication) processes. This research studies the effects of each stage process, especially the main effects of the blending and ultrasonication processes on the morphological characteristics of palm oil trunk wastes. The extraction process uses NaOH 5% and H2O2 5%, the blending uses PHILIPS HR 2096 with a speed of 21,000 rpm and the sonication process uses an ultrasonic cell crusher. The results of FTIR analysis after the extraction process showed O-H, C-H and C-O bonds at the wave peak of 3410.15; 2908.65 and 1033.85 cm-1, which are the main constituent groups of cellulose compounds. The results of XRD analysis showed a decrease in the degree of crystalline of 18.26% after the blending process. However, after the ultrasonication process, the degree of crystalline increased from 21.09% to 30%. Morphological characterization shows that blending can separate the amorphous structure of cellulose fibers and the ultrasonication process can break down cellulose fibers into smaller sizes. This research still needs to be developed in determining the exact operating conditions to produce nanocellulose fibers, especially those related to rotational speed and residence time during the process.Keywords: The degree of crystalline, extraction, nanocellulose, cellulose
Ahmadi Ahmadi, Didit Herdiawan, Okol Sri Suharyo
Published: 12 January 2020
Rekayasa, Volume 13, pp 38-44; doi:10.21107/rekayasa.v13i1.5873

Abstract:
Strategi pemberdayaan komponen maritim merupakan salah satu tugas pokok TNI AL, sebagai komponen perkuatan pertahanan dan keamanan di Laut. Salah satu case study yang bisa diangkat dalam pemberdayaan komponen maritim adalah pemberdayaan Selat Lombok. Selat Lombok merupakan salah satu pintu gerbang masuk jalur pelayaran Internasional yang mendapatkan prioritas keamanan maritim (maritime security) dan keselamatan maritim (maritime safety). Pemerintah Indonesia memberikan tugas untuk menjaga keamanan dan keselamatan maritim di Selat Lombok kepada komponen maritim antara lain TNI Angkatan Laut, Bakamla, Polairud, Dishubla, KSOP, Pemda serta institusi lain sebagainya. Untuk melaksanakan tugas tersebut, Pimpinan Angkatan Laut menginginkan agar Lanal di Selat Lombok dapat melaksanakan tugas dan fungsinya dengan optimal ditengah keterbatasan kemampuan yang dimiliki. Maka diperlukan strategi tentang pemberdayaan komponen maritim agar mendukung operasi keamanan laut di Selat Lombok. Penulisan paper ini bertujuan mengidentifikasi dan menentukan strategi pemberdayaan komponen maritim dalam mendukung operasi keamanan laut di Selat Lombok dengan metode pendekatan AHP-SWOT. Hasil analisa mengidentifikasi 26 kriteria dari 4 aspek yaitu Politik, Keamanan, Sosial-Ekonomi dan Teknis. Faktor pemenuhan informasi intelijen, peningkatan kekuatan kapal patroli, peningkatan fasilitas pelabuhan dan fasilitas dukungan administrasi menjadi faktor penentu keberhasilan operasi keamanan laut di Selat Lombok. Dengan segala keterbatasan Pangkalan Angkatan Laut maka strategi W-T (Defensif) menjadi strategi terbaik pada proses sinergitas komponen maritim. Meningkatkan kemampuan informasi intelijen (W-T4) menjadi prioritas rumusan strategi dengan bobot 21% dan skornya adalah 1,557. Secara keseluruhan sinergitas komponen maritim dalam mendukung operasi keamanan laut di Selat Lombok diharapkan dapat meningkatkan stabilitas keamanan maritim di wilayah teritorial Selat Lombok.Kata Kunci: Strategi Pemberdayaan, Komponen Maritim, SWOT.
Back to Top Top