Journal Information
Current Publisher: Fakultas Kedokteran UPN Veteran Jakarta (10.33533)

Latest articles in this journal

Theopilus Wilhelmus Watuguly, Anik Uniarti, Maria Nindatu
Jurnal Profesi Medika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan, Volume 13; doi:10.33533/jpm.v13i1.691

Abstract:Penderita hiperkolesterolemia umumnya mengkonsumsi obat-obat konvensional dengan menggunakan obat hipolipidemik untuk menurunkan kadar kolesterol. Namun jenis obat seperti ini juga memiliki efek samping. Selain mengkonsumsi obat hipolipidemik, peningkatan kadar kolesterol dapat ditekan dengan pengaturan pola diet dengan mengontrol asupan zat gizi secara seimbang sesuai kebutuhan. Ekstrak kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) yang diaplikasikan pada nata de coco diyakini dapat menurunkan kadar kolesterol karena keduanya mengandung serat yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan diet, dan memperbaiki proses pencernaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aplikasi dan menentukan dosis ekstrak kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) pada nata de coco dalam menurunkan kadar kolesterol total, LDL dan meningkatkan HDL pada mencit (Mus musculus). Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimental dengan menggunakan desain penelitian Pre-Post Test Only Control Group Design yang menggunakan hewan coba mencit sebanyak 18 ekor dengan pemberians dosis yang berbeda yaitu dosis 1:1 dan dosis 1:2. Uji statistik ANOVA pada hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan yang efektif dalam menurunkan kadar kolesterol total, LDL, dan meningkatkan HDL adalah perlakuan ekstrak kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) pada nata de coco dengan dosis 1:2. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi dosis yang diberikan untuk hewan coba mencit maka menunjukan penurunan kadar kolesterol secara signifikan.
Feda Anisah Makkiyah, Erna Harfiani, Anisah Anisah
Jurnal Profesi Medika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan, Volume 13; doi:10.33533/jpm.v13i1.796

Abstract:Banyaknya mahasiswa perempuan dari laki yang memasuki fakultas kedokteran di Indonesia terutama di FK UPNVJ membuat pentingnya perbedaan gender diidentifikasi dan dieliminasi dari metode evaluasi mahasiswa. Studi ini mengeksplorasi perbedaan Indeks Prestasi Kumulatif dalam 6 semester mahasiswa kedokteran dan juga menunjukkan topik yang dianggap sulit dalam kedokteran. Studi ini juga sebagai studi awal evaluasi jangka panjang dari proses pendidikan kedokteran. Metode: Studi kohort deskriptif ini mengeksplorasi skor IPK mahasiswa kedokteran tahun 2015 yang telah menjalani 6 semester. Data dianalisis untuk distribusi normal dan studi non parametrik digunakan sebagai langkah terakhir untuk menganalisis korelasi antara jenis kelamin dan kinerja mahasiswa kedokteran dalam 6 semester. Hasil. Skor IPK tertinggi di semester pertama (3,2) dan skor IPK terendah di semester enam (laki-laki, perempuan:2,7; 2,9). Setelah semester pertama, skor turun di semester kedua dan naik lagi di semester 3 dan 4. Skor kemudian menurun ke titik terendah di semester 5 dan 6. Penelitian ini juga menunjukkan tidak ada perbedaan jenis kelamin pada variasi IPK dalam enam semester (P 0,113) dan siswa perempuan memiliki skor IPK lebih tinggi dari siswa laki-laki di semua enam semester. Kesimpulan. Tidak ada perbedaan jenis kelamin dalam Indeks Prestasi Kumulatif dalam enam semester mahasiswa kedokteran di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta dan semester 5 dan 6 adalah semester dengan IPK rendah .
Ika Nopa
Jurnal Profesi Medika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan, Volume 13; doi:10.33533/jpm.v13i1.757

Abstract:Abstrak: Sustainable Development Goals (SDGs) pada tujuan nomor dua (zero hunger) menargetkan pada tahun 2030 mengakhiri segala bentuk malnutrisi. Di Indonesia sendiri masalah gizi masih menjadi masalah kesehatan masyarakat dan status gizi merupakan salah satu indikator kesehatan. Pada anak usia sekolah diperlukan pemenuhan zat gizi tidak hanya untuk menjamin pertumbuhan dan perkembangan anak tetapi juga untuk mengoptimalkan fisik, mental dan sosialnya sehingga mampu menjadi generasi yang produktif. Ketidakseimbangan gizi dapat menurunkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang pada akhirnya akan menghambat pembangunan nasional. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran status gizi dan distribusi karakteristik orang tua pada siswa dengan perawakan pendek. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional study. Sampel penelitian adalah siswa SD negri 065853 Medan sebanyak 77 orang .Jumlah tersebut ditentukan menggunakan rumus besar sample proporsi untuk satu sampel populasi presisi dan menggunakan teknik proportional stratified random sampling dalam pemilihan sampel. Data status gizi dan karakteristik orangtua didapatkan melalui pengukuran antropometri dan kuesioner. Data yang terkumpul kemudian dianalisis secara univariat.Hasil penelitian didapati status gizi terbanyak pada kategori underweight dan perawakan terbanyak pada kategori normal. Untuk distribusi pada anak perawakan pendek didapati status gizi terbanyak dalam kategori underweight. Distribusi anak perawakan pendek menurut karakteristik orang tua didapati pendidikan ibu terbanyak pada kategori menengah, pengetahuan ibu terbanyak pada kategori baik dan pendapatan orang tua terbanyak pada kategori rendah
Anna Sundari Azhari, Terry Y.R. Pristya
Jurnal Profesi Medika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan, Volume 13; doi:10.33533/jpm.v13i1.779

Abstract:Berdasarkan Profil Kesehatan Indonesia tahun 2017 didapatkan sebesar 46,60% bayi yang mendapatkan ASI eksklusif sampai umur 6 bulan, akan tetapi target pemberian ASI eksklusif secara nasional ialah sebesar 80%. Fasilitas pelayanan kesehatan seperti rumah sakit turut berperan dalam mendukung terwujudnya capaian nasional. Hal ini karena Air Susu Ibu (ASI) eksklusif merupakan makanan yang mengandung nutrisi, hormon, unsur kekebalan pertumbuhan, anti alergi, serta anti inflamasi yang dibutuhkan bagi bayi baru lahir hingga berusia 6 bulan untuk mencukupi seluruh unsur kebutuhan bayi. Tujuan penelitian ialah mengetahui faktor – faktor yang berhubungan dengan pemberian ASI Eksklusif pada ibu Baduta di RSIA Budi Kemuliaan Jakarta. Metode penelitian ialah analitik dengan rancangan cross sectional menggunakan teknik purposive sampling. Subjek penelitian sebanyak 50 responden dengan kriteria ibu yang mempunyai bayi usia 6 – 24 bulan yang merupakan pasien rawat jalan yang berkunjung ke Poliklinik Anak di RSIA Budi Kemuliaan Jakarta. Analisis data dengan menggunakan uji chi-square untuk empat belas variabel independen, dan uji kolmogorov smirnov serta uji regresi logistik untuk satu variabel independen yaitu pengetahuan. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara informasi laktasi dengan nilai p= 0,010 dan OR= 6,781, kondisi kesehatan bayi dengan nilai p= 0,048 dan OR= 5,167, dan dukungan suami dan keluarga dengan nilai p= 0,040 dan OR= 4,571 dengan pemberian ASI eksklusif. Kesimpulan ialah dari lima belas variabel yang di analisis terdapat tiga variabel yang berhubungan yaitu informasi laktasi, kondisi kesehatan bayi, dan dukungan suami dan keluarga.
Diah Ratnawati, Ismi Dyah Astari
Jurnal Profesi Medika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan, Volume 13; doi:10.33533/jpm.v13i1.908

Abstract:Stress is the psychic reaction of the body that arising from the presence of internal and external pressure. Date is an approach period between both opposite sex individuals, which is signed by personal introduction of their strength and weaknesses. Adolescent can not control themselves from pressure will trigger appear stress that can change behavior be like relationship. This study will conducted to see correlation between stress level by behaving dating in Senior High School X. Research was conducted to adolscents boys and girls with criteria ever or while correlation and age between 15-18 years. As the subject research will be sample is 236 students with distribution of male respondents 116 people and female respondents 120 people. Stress level variable was measured by used scale to standard anxiety and stress scale (DASS). While the measuring behavior to correlation of the researcher make a questionnaire with especially do it test the validity before the research. Kind of research was used quantitative research with method approach cross sectional and took sample do with techniq stratified random sampling. Based on research results found that the there is a correlation between stress level with dating behavior inadolescents Senior High School X Cawang. The results of this study is expected adolescents can take a positive value in dating behavior.
Basuki Supartono
Jurnal Profesi Medika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan, Volume 8; doi:10.33533/jpm.v8i2.679

Abstract:Introduction : Research of CD34+ cells intervention to rats is not yet done. This researchis the latest research which investigated the toxic reaction of CD34+ hematopoietic stem cell intervention in non engineered rats.Methods : 3 Sprague Dawley rats, male, 7 months, 285+18,5 g. Rat 1 : received intraartricular injection of human peripheral blood CD34+ cells (105 cells). Rat 2 : received intraartricular injection of human cord blood CD34+ cells (105 cells). Rat 3 : received intraartricular injection of human cord blood CD34+ cells (106 cells), hyaluronic acid and grown factors. All rats were examined hematological, blood chemistry parameters and microscopic of the liver and kidney.Result : All rats showed good condition. There is slight increasing parameter in hematological and blood chemistry but liver and kidney in normal microscopic condition. No hiperacute rejection reaction : edema, systemic bleeding. There is no hyper acute and acute reaction.Conclusion : Human CD34+ cells suspension with or without scaffold and growth factors does not cause toxicity reaction in naïve Sprague Dawley rats.
Farah Zahida, Fatimah Eliana Taufik, Diniwati Muchtar
Jurnal Profesi Medika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan, Volume 12; doi:10.33533/jpm.v12i2.491

Abstract:Health is very important in life. They are many ways for life healthy such as by doing structured physical activity. Physical activity has positive effect to prevent the decrement of muscle mass. Muscle mass is important for energy, performance and metabolism regulation. Therefore, the purpose of this study is to find out the effect of the structured physical activity with the increment of muscle mass percentage on member of gymnastics studio This study is used the one group pretest postest design. The population and the sample are the member of R and K gymnastic studio in Cempaka Putih and Johar Baru with 36 people. The samples are chosen by purposive sampling. The data are collected by measuring the respondent's body with Bioelectrical Impedance Analysis on the begining and the ending of this study. The data is analyzed with t-test used Wilcoxon method. Fourteen respondents (56%) from twenty-five have their muscle mass percentage increased with the p value 0,253. There are no significant effect within the strucured physical activity and the increase of muscle mass percentage on member of gymnastics studio.
Nurul Amalia Utami, Insan Sosiawan A Tunru, Yusnita Yusnita
Jurnal Profesi Medika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan, Volume 12; doi:10.33533/jpm.v12i2.262

Abstract:Tuberculosis (TB) is a contagious disease caused by the group of Mycobacterium bacteria, Mycobacterium tuberculosis. There are six countries with the highest number of TB incidents in the world, including Indonesia with a prevalence of 1,020 per 100,000 inhabitants located second after India. Based on the results of monitoring and evaluation of Tuberculosis External Monitoring Mission Team in 2008, the success of treatment is still low. Many factors that influence the success of tuberculosis treatment one of them is the level of knowledge. This study aims to see and prove whether there is a relationship of knowledge level to the success of treatment in patients with tuberculosis and done cross-sectional. The result of the research shows that there are 45 respondents (80,4%) and the knowledge level of the respondent has good knowledge, 22 people (39,3%) from 56 samples. From the results of statistical tests using Chi-Square test obtained P value> 0.05 is 0.069.
Dimas Farhan Wibawanto, Salman Paris, Maria Selvester Thadeus
Jurnal Profesi Medika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan, Volume 12; doi:10.33533/jpm.v12i2.296

Abstract:Dyslipidemia is a common complication of chronic kidney disease. Dyslipidemia itself is a common risk for a cardiovascular disease, which is the leading cause of death in chronic kidney disease. This study aims to identify the relationship of chronic kidney disease stage 4 and 5 with the incidence of dyslipidemia at Fatmawati General Hospital in the period of 2016. Design cross-sectional with simple random sampling technique. Data were collected by looking at the patient's medical records. Respondents are 80 people. The study population were all patients diagnosed with chronic kidney disease at Fatmawati Central General Hospital in 2016. The results showed that most chronic kidney disease stage 4 has normal level of low density lipoprotein as many 22 people (73.33%) while at stage 5 most have high level of low density lipoprotein high as many 36 people (72%). High density lipoprotein obtained in patients with chronic kidney disease stage 4 mostly had normal level as many 20 people (66.67%) for stage 5 mostly had low level as many 33 people (66%). Mean lipid values of triglyceride X̄ = 152,36, high density lipoprotein X̄ = 39,36 and low density lipoprotein X̄ = 145,01. Result of bivariate analysis with chi square test showed significant relationship of chronic kidney disease stage 4 and 5 with incidence of dyslipidemia (p = 0,002).
Zulha Annisa Ichwan, Bambang Poerwantoro, Zuhroni Zuhroni
Jurnal Profesi Medika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan, Volume 12; doi:10.33533/jpm.v12i1.273

Abstract:Currently Indonesia has a drug emergency status. Drug users in Indonesia was recorded as many as 5.1 million people. Every year, about 15 thousand people die from drug use. To overcome all these circumstances the government through the Regulation of the Minister of Health, apply Methadone Maintenance Therapy program. Methadone is not a cure for opiate dependency: during methadone use, the user remains dependent on opiates physically. Participants of methadone maintenance therapy often feel themselves healthy enough to get out of the therapy program (drop out). This study aims to determine the number of dropout in the use of methadone maintenance therapy at Puskesmas Senen, Puskesmas Gambir and Puskesmas Kemayoran Central Jakarta from 2014 to 2016 and overview in Islamic views. Method: This research method used descriptive survey with retrospective data using secondary data in the form of data Drop Out on Methadone Usage at Puskesmas Senen, Puskesmas Gambir and Puskesmas Kemayoran Central Jakarta in 2014-2016. Result: The results of this study indicate the number of patients dropped out on methadone maintenance therapy at Puskesmas Senen, Puskesmas Gambir and Puskesmas Kemayoran in 3 years. At Puskesmas Senen, the highest drop out rate occurred in 2015 with 16 patients from 239 registered patients (6.7%). At Puskesmas Gambir, the highest drop out rate occurred in 2015 with 34 patients from 98 registered patients (34.7%). And at Puskesmas Kemayoran, the highest drop out rate occurred in 2015 with 11 patients from 55 patients who registered (20%). Patients dropping out on methadone maintenance therapy in both Puskesmas Senen and Kemayoran were mostly male and most dropped out at 25 to 49 years with 24 patients out of 25 drop out patients (96%). Conclusion: The highest drop out rate in all three puskesmas occurred in 2015. Patients drop out most of the male and most occur in the age group of 25-49 years. In the view of Islam drug abuse is illegal but if used for medical purposes and not excessive is allowed. This is a state of emergency and the circumstances are still allowed to remember the method often raised by scholars, "The state of emergency allows forbidden things". To reduce the rate of drop out and recurrence, the principle that must be applied of treatment for drug addicts patients are treated and repented, with integrated methods of medical therapy, psychological, social and religious.