Journal Information
Current Publisher: Fakultas Kedokteran UPN Veteran Jakarta (10.33533)
Current Coverage
DOAJ

Latest articles in this journal

Andam Dewi Pertiwi, Prih Sarnianto, Hesti Utami Ramadaniyati
Jurnal Profesi Medika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan, Volume 13; doi:10.33533/jpm.v13i2.902

Abstract:Prevalensi pasien hipertensi yang tidak terkendali meningkat setiap tahunnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor determinan hipertensi terhadap keterkendalian hipertensi. Penelitian dilakukan secara prospektif observasional selama lima bulan melalui wawancara pasien hipertensi di 3 Puskesmas di Jakarta Pusat (Puskesmas Kecamatan Menteng, Tanah Abang, dan Johar Baru). Hasil wawancara dicocokkan dengan riwayat rujukan pasien selama setahun terakhir. Untuk analisis faktor determinan digunakan 26 faktor yang diuji, meliputi: faktor sosiodemografi, biofisiologis, pola konsumsi, penggunaan kontrasepsi hormonal, aktivitas fisik, dan stres. Pada analisis regresi logistik multivariat menunjukan ada 2 faktor yang berpengaruh signifikan dan saling berkorelasi terhadap kondisi tekanan darah pasien yaitu faktor riwayat penyakit jantung dan rutinitas dalam melakukan aktivitas fisik. Pasien dengan riwayat penyakit jantung berpotensi 10,99 kali lipat untuk dirujuk ke rumah sakit karena tekanan darahnya tidak terkendali dibandingkan dengan pasien yang tidak memiliki riwayat penyakit jantung. Pasien yang rutin melakukan aktivitas fisik minimal 5 hari dengan durasi 150 menit/minggu, memiliki potensi 10,647 kali lipat tekanan darahnya terkendali dibandingkan dengan pasien yang tidak rutin melakukannya.
Yara Cantika, Cut Fauziah, Yuni Setyaningsih
Jurnal Profesi Medika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan, Volume 13; doi:10.33533/jpm.v13i2.780

Abstract:Spermatogenesis dipengaruhi oleh stres oksidatif yang dihasilkan dari peningkatan adipokin pro-inflamasi karena pola makan tinggi lemak. Namun, kerusakan sel-sel spermatogenesis diharapkan dapat dicegah dengan alternatif alami yaitu buah naga merah (Hylocereus polyrhizus). Penelitian bertujuan untuk menganalisa pengaruh pemberian ekstrak Hylocereus polyrhizus terhadap sel-sel spermatogenesis yang diinduksi pakan tinggi lemak. Penelitian berupa true-experiment. 30 ekor tikus dibagi ke dalam 5 kelompok. Kelompok 1 sampai 4 diberikan perlakuan selama 52 hari dan kelompok 5 selama 104 hari. Kelompok 1 kontrol negatif (K1) diberikan pakan standar, kelompok 2 Kontrol positif (K2) diberikan telur puyuh 10ml/kgBB, kelompok 3 Perlakuan 1 (P1) diberikan telur puyuh 10ml/kgBB dan simvastatin 0,72mg/hari, kelompok 4 Perlakuan 2 (P2) diberikan telur puyuh 10ml/kgBB dan ekstrak Hylocereus polyrhizus dosis 60mg/hari selama 52 hari, dan kelompok 5 Perlakuan 3 (P3) diberikan telur puyuh 10ml/kgBB dan ekstrak Hylocereus polyrhizus dosis 60mg/hari selama 104 hari. Analisis data menggunakan uji One Way ANOVA dilanjutkan uji (P-value=0,05) pada perlakuan 52 hari. Kelompok P1 dan P2 memperlihatkan perbaikan dan peningkatanspermatosit dan spermatid bermakna (p.0000,05) pada sel spermatid. Ekstrak Hylocereus polyrhizus selain memiliki mekanisme kerja seperti simvastatin juga memiliki kandungan antioksidan dan perlakuan jangka panjang tidak memberikan pengaruh buruk terhadap sel spermatogenesis. Kesimpulannya, ekstrak Hylocereus polyrhizus dosis 60mg/hari dapat memperbaiki dan meningkatkan sel-sel spermatogenesis yang diinduksi pakan tinggi lemak.
Indira Huvi, Iswinarno Doso Saputro, Dwi Murtiastutik
Jurnal Profesi Medika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan, Volume 13; doi:10.33533/jpm.v13i2.927

Abstract:Decubitus ulcer or known as pressure ulcer is one of the types of chronic wounds that are often found. The incidences of decubitus ulcers are quite high in some countries, including in Indonesia. The main cause of decubitus ulcer is, long term immobilization, as example the total bedrest patients. Decubitus ulcers are associated with some diseases that causes immobilization such as spinal cord injury, lower extremity fracture, stroke, etc. The aim of this research is to identify the data of patients with decubitus ulcer in RSUD Dr. Soetomo period 1 January 2017 – 31 December 2017. This research is a descriptive retrospective by collecting 148 secondary data from the medical records in RSUD Dr. Soetomo period 1 January 2017 – 31 December 2017. Decubitus ulcer mostly be found in elderly (>65 years old) and was dominated by women. The most common disease that associated with decubitus ulcer is trauma (spinal cord injury and lower extremity fracture). The onset of decubitus ulcer in RSUD Dr. Soetomo patients is mostly more than 7 days. The prognosis and outcome of patients with decubitus ulcer are mostly dubia, with 2nd degree of ulcer and in alive condition.
Theopilus Wilhelmus Watuguly, Anik Uniarti, Maria Nindatu
Jurnal Profesi Medika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan, Volume 13; doi:10.33533/jpm.v13i1.691

Abstract:Penderita hiperkolesterolemia umumnya mengkonsumsi obat-obat konvensional dengan menggunakan obat hipolipidemik untuk menurunkan kadar kolesterol. Namun jenis obat seperti ini juga memiliki efek samping. Selain mengkonsumsi obat hipolipidemik, peningkatan kadar kolesterol dapat ditekan dengan pengaturan pola diet dengan mengontrol asupan zat gizi secara seimbang sesuai kebutuhan. Ekstrak kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) yang diaplikasikan pada nata de coco diyakini dapat menurunkan kadar kolesterol karena keduanya mengandung serat yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan diet, dan memperbaiki proses pencernaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aplikasi dan menentukan dosis ekstrak kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) pada nata de coco dalam menurunkan kadar kolesterol total, LDL dan meningkatkan HDL pada mencit (Mus musculus). Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimental dengan menggunakan desain penelitian Pre-Post Test Only Control Group Design yang menggunakan hewan coba mencit sebanyak 18 ekor dengan pemberians dosis yang berbeda yaitu dosis 1:1 dan dosis 1:2. Uji statistik ANOVA pada hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan yang efektif dalam menurunkan kadar kolesterol total, LDL, dan meningkatkan HDL adalah perlakuan ekstrak kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) pada nata de coco dengan dosis 1:2. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi dosis yang diberikan untuk hewan coba mencit maka menunjukan penurunan kadar kolesterol secara signifikan.
Feda Anisah Makkiyah, Erna Harfiani, Anisah Anisah
Jurnal Profesi Medika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan, Volume 13; doi:10.33533/jpm.v13i1.796

Abstract:Banyaknya mahasiswa perempuan dari laki yang memasuki fakultas kedokteran di Indonesia terutama di FK UPNVJ membuat pentingnya perbedaan gender diidentifikasi dan dieliminasi dari metode evaluasi mahasiswa. Studi ini mengeksplorasi perbedaan Indeks Prestasi Kumulatif dalam 6 semester mahasiswa kedokteran dan juga menunjukkan topik yang dianggap sulit dalam kedokteran. Studi ini juga sebagai studi awal evaluasi jangka panjang dari proses pendidikan kedokteran. Metode: Studi kohort deskriptif ini mengeksplorasi skor IPK mahasiswa kedokteran tahun 2015 yang telah menjalani 6 semester. Data dianalisis untuk distribusi normal dan studi non parametrik digunakan sebagai langkah terakhir untuk menganalisis korelasi antara jenis kelamin dan kinerja mahasiswa kedokteran dalam 6 semester. Hasil. Skor IPK tertinggi di semester pertama (3,2) dan skor IPK terendah di semester enam (laki-laki, perempuan:2,7; 2,9). Setelah semester pertama, skor turun di semester kedua dan naik lagi di semester 3 dan 4. Skor kemudian menurun ke titik terendah di semester 5 dan 6. Penelitian ini juga menunjukkan tidak ada perbedaan jenis kelamin pada variasi IPK dalam enam semester (P 0,113) dan siswa perempuan memiliki skor IPK lebih tinggi dari siswa laki-laki di semua enam semester. Kesimpulan. Tidak ada perbedaan jenis kelamin dalam Indeks Prestasi Kumulatif dalam enam semester mahasiswa kedokteran di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta dan semester 5 dan 6 adalah semester dengan IPK rendah .
Ika Nopa
Jurnal Profesi Medika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan, Volume 13; doi:10.33533/jpm.v13i1.757

Abstract:Abstrak: Sustainable Development Goals (SDGs) pada tujuan nomor dua (zero hunger) menargetkan pada tahun 2030 mengakhiri segala bentuk malnutrisi. Di Indonesia sendiri masalah gizi masih menjadi masalah kesehatan masyarakat dan status gizi merupakan salah satu indikator kesehatan. Pada anak usia sekolah diperlukan pemenuhan zat gizi tidak hanya untuk menjamin pertumbuhan dan perkembangan anak tetapi juga untuk mengoptimalkan fisik, mental dan sosialnya sehingga mampu menjadi generasi yang produktif. Ketidakseimbangan gizi dapat menurunkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang pada akhirnya akan menghambat pembangunan nasional. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran status gizi dan distribusi karakteristik orang tua pada siswa dengan perawakan pendek. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional study. Sampel penelitian adalah siswa SD negri 065853 Medan sebanyak 77 orang .Jumlah tersebut ditentukan menggunakan rumus besar sample proporsi untuk satu sampel populasi presisi dan menggunakan teknik proportional stratified random sampling dalam pemilihan sampel. Data status gizi dan karakteristik orangtua didapatkan melalui pengukuran antropometri dan kuesioner. Data yang terkumpul kemudian dianalisis secara univariat.Hasil penelitian didapati status gizi terbanyak pada kategori underweight dan perawakan terbanyak pada kategori normal. Untuk distribusi pada anak perawakan pendek didapati status gizi terbanyak dalam kategori underweight. Distribusi anak perawakan pendek menurut karakteristik orang tua didapati pendidikan ibu terbanyak pada kategori menengah, pengetahuan ibu terbanyak pada kategori baik dan pendapatan orang tua terbanyak pada kategori rendah
Anna Sundari Azhari, Terry Y.R. Pristya
Jurnal Profesi Medika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan, Volume 13; doi:10.33533/jpm.v13i1.779

Abstract:Berdasarkan Profil Kesehatan Indonesia tahun 2017 didapatkan sebesar 46,60% bayi yang mendapatkan ASI eksklusif sampai umur 6 bulan, akan tetapi target pemberian ASI eksklusif secara nasional ialah sebesar 80%. Fasilitas pelayanan kesehatan seperti rumah sakit turut berperan dalam mendukung terwujudnya capaian nasional. Hal ini karena Air Susu Ibu (ASI) eksklusif merupakan makanan yang mengandung nutrisi, hormon, unsur kekebalan pertumbuhan, anti alergi, serta anti inflamasi yang dibutuhkan bagi bayi baru lahir hingga berusia 6 bulan untuk mencukupi seluruh unsur kebutuhan bayi. Tujuan penelitian ialah mengetahui faktor – faktor yang berhubungan dengan pemberian ASI Eksklusif pada ibu Baduta di RSIA Budi Kemuliaan Jakarta. Metode penelitian ialah analitik dengan rancangan cross sectional menggunakan teknik purposive sampling. Subjek penelitian sebanyak 50 responden dengan kriteria ibu yang mempunyai bayi usia 6 – 24 bulan yang merupakan pasien rawat jalan yang berkunjung ke Poliklinik Anak di RSIA Budi Kemuliaan Jakarta. Analisis data dengan menggunakan uji chi-square untuk empat belas variabel independen, dan uji kolmogorov smirnov serta uji regresi logistik untuk satu variabel independen yaitu pengetahuan. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara informasi laktasi dengan nilai p= 0,010 dan OR= 6,781, kondisi kesehatan bayi dengan nilai p= 0,048 dan OR= 5,167, dan dukungan suami dan keluarga dengan nilai p= 0,040 dan OR= 4,571 dengan pemberian ASI eksklusif. Kesimpulan ialah dari lima belas variabel yang di analisis terdapat tiga variabel yang berhubungan yaitu informasi laktasi, kondisi kesehatan bayi, dan dukungan suami dan keluarga.
Diah Ratnawati, Ismi Dyah Astari
Jurnal Profesi Medika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan, Volume 13; doi:10.33533/jpm.v13i1.908

Abstract:Stress is the psychic reaction of the body that arising from the presence of internal and external pressure. Date is an approach period between both opposite sex individuals, which is signed by personal introduction of their strength and weaknesses. Adolescent can not control themselves from pressure will trigger appear stress that can change behavior be like relationship. This study will conducted to see correlation between stress level by behaving dating in Senior High School X. Research was conducted to adolscents boys and girls with criteria ever or while correlation and age between 15-18 years. As the subject research will be sample is 236 students with distribution of male respondents 116 people and female respondents 120 people. Stress level variable was measured by used scale to standard anxiety and stress scale (DASS). While the measuring behavior to correlation of the researcher make a questionnaire with especially do it test the validity before the research. Kind of research was used quantitative research with method approach cross sectional and took sample do with techniq stratified random sampling. Based on research results found that the there is a correlation between stress level with dating behavior inadolescents Senior High School X Cawang. The results of this study is expected adolescents can take a positive value in dating behavior.
Basuki Supartono
Jurnal Profesi Medika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan, Volume 8; doi:10.33533/jpm.v8i2.679

Abstract:Introduction : Research of CD34+ cells intervention to rats is not yet done. This researchis the latest research which investigated the toxic reaction of CD34+ hematopoietic stem cell intervention in non engineered rats.Methods : 3 Sprague Dawley rats, male, 7 months, 285+18,5 g. Rat 1 : received intraartricular injection of human peripheral blood CD34+ cells (105 cells). Rat 2 : received intraartricular injection of human cord blood CD34+ cells (105 cells). Rat 3 : received intraartricular injection of human cord blood CD34+ cells (106 cells), hyaluronic acid and grown factors. All rats were examined hematological, blood chemistry parameters and microscopic of the liver and kidney.Result : All rats showed good condition. There is slight increasing parameter in hematological and blood chemistry but liver and kidney in normal microscopic condition. No hiperacute rejection reaction : edema, systemic bleeding. There is no hyper acute and acute reaction.Conclusion : Human CD34+ cells suspension with or without scaffold and growth factors does not cause toxicity reaction in naïve Sprague Dawley rats.
Farah Zahida, Fatimah Eliana Taufik, Diniwati Muchtar
Jurnal Profesi Medika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan, Volume 12; doi:10.33533/jpm.v12i2.491

Abstract:Health is very important in life. They are many ways for life healthy such as by doing structured physical activity. Physical activity has positive effect to prevent the decrement of muscle mass. Muscle mass is important for energy, performance and metabolism regulation. Therefore, the purpose of this study is to find out the effect of the structured physical activity with the increment of muscle mass percentage on member of gymnastics studio This study is used the one group pretest postest design. The population and the sample are the member of R and K gymnastic studio in Cempaka Putih and Johar Baru with 36 people. The samples are chosen by purposive sampling. The data are collected by measuring the respondent's body with Bioelectrical Impedance Analysis on the begining and the ending of this study. The data is analyzed with t-test used Wilcoxon method. Fourteen respondents (56%) from twenty-five have their muscle mass percentage increased with the p value 0,253. There are no significant effect within the strucured physical activity and the increase of muscle mass percentage on member of gymnastics studio.