Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS)

Journal Information
ISSN / EISSN : 2654-282X / 2621-783X
Total articles ≅ 127
Filter:

Latest articles in this journal

Nuhyal Ulia, Rida Fironika Kusumadewi, Mohamad Hariyono
Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS), Volume 5, pp 343-354; https://doi.org/10.33474/jipemas.v5i2.14415

Abstract:
Model Pembelajaran CORONA (Collaborative, Rolling, and Narrative) merupakan model pembelajaran yang mengkombinasikan pendekatan Collaborative, Rolling, dan Narrative. Model Pembelajaran CORONA diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif dalam inovasi pembelajaran. Pembelajaran bersifat kelompok. Pembelajaran daring yang sudah dilaksanakan semenjak adanya pandemi, membuat perlunya inovasi pembelajaran secara daring. Online learning menjadi alternatif dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar agar dapat berjalan dengan baik. Model Pembelajaran CORONA juga dapat diterapkan pada online learning. Perlunya guru mempunyai pengetahuan dan keterampilan terkait inovasi pada pembelajaran daring akan menjadikan siswa termotivasi dalam belajar meskipun tidak tatap muka. Pelatihan dan pendampingan guru sangat diperlukan dalam mengenal dan menerapkan model pembelajaran CORONA  pada pembelajaran daring. Pelaksanaan pengabdian dilakukan di Sekolah Dasar yang berada di Kabupaten Kudus. Metode yang dilaksanakan pada pengabdian ini dibagi menjadi 5 tahapan yaitu sosialisasi, pelatihan, terapan teknologi, pendampingan dan keberlanjutan. Diharapkan dapat menjadi alternatif model pembelajaran yang inovatif pada online learning di Sekolah Dasar.
Diah Merdekawati, Ani Astuti, Mefrie Puspita
Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS), Volume 5, pp 331-342; https://doi.org/10.33474/jipemas.v5i2.14617

Abstract:
Peningkatan kualitas kesehatan masyarakat dapat diaplikasikan melalui dengan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Salah satu masalah yang ditemukan yaitu kondisi dan lingkungan mitra (Rumah Yatim YMAJU) kurang memadai serta belum ada penerapan PHBS. Untuk itu, Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan mitra dalam menerapkan PHBS. Solusi yang diberikan berupa edukasi tentang PHBS. Tujuan PHBS menjadikan peningkatan kualitas perilaku hidup bersih dan sehat pada sebagian besar masyarakat. Melalui PHBS tiap individu menjadi sadar dan ikut serta dalam menerapkan perilaku di kehidupan sehari-hari. Sasaran penyuluhan PHBS ini adalah anak yatim dibawah binaan Yayasan Mutiara Abadi Jariah Umat. Peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dilakukan dengan drill method berupa penyuluhan PHBS, demonstrasi dan simulasi mencuci tangan. Tahap evaluasi diperoleh hasil peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta tentang PHBS dan mencuci tangan. Pengetahuan dan keterampilan PHBS yang baik akan menjadi dasar bagi peserta terhindar dari penularan COVID-19.
Affan Al Maududi, Ilham Budi Prasojo, Lintang Pakerti Esa Wahyu Aji, Septa Katmawanti
Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS), Volume 5, pp 179-188; https://doi.org/10.33474/jipemas.v5i2.13813

Abstract:
Pengetahuan terkait pemenuhan gizi keluarga yang kurang, budaya sosial terkait konsumsi makanan sehari-hari tanpa nilai gizi yang cukup masih menjadi suatu permasalahan di Desa Tumpang. Pemberian ASI Eksklusif yang belum diikuti dengan intensitas rutin serta pengetahuan terkait pentingnya pemberian ASI yang kurang masih menjadi suatu hal yang diabaikan, dikhawatirkan jika terus menerus diabaikan maka anak berpotensi mengalami kejadian stunting. Kegiatan pengabdian masyarakat berjudul “Manajemen ASI Eksklusif dan MP-ASI kepada masyarakat Desa Tumpang Kabupaten Malang” bertujuan untuk memberikan edukasi terkait pentingnya pemberian ASI Ekslusif dan peningkatan keterampilan ibu dalam mengkreasikan menu MP-ASI untuk bayi dan balita dan bagaimana cara pengolahannya yang benar. Kami juga memberikan penyuluhan terkait tumbuh kembang anak yang ditunjukkan melalui perilaku, perubahan fisik serta naluriah anak yang mungkin masih asing bagi para ibu muda. Metode yang kami pakai adalah sosialisasi yang diikuti dengan praktek untuk mengembangkan keterampilan peserta sasaran, kami juga membagikan kuesioner sebagai tolak ukur pemahaman sasaran saat sebelum dan sesudah mendapatkan penyuluhan. Hasilnya, pengetahuan dan keterampilan peserta sasaran terkait ASI dan MP-ASI telah bertambah. Harapannya, para Ibu tetap konsisten dalam melakukan penerapan ASI Eksklusif dan MP-ASI dengan baik untuk menunjang kesehatan bayi dan balita.
Shelly Kusumarini R, Chandra Luki Annadhifa, Farida Puspita Zuhria, Frida Ayu Salsana Billa, Putri Dwi Lestari
Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS), Volume 5, pp 234-243; https://doi.org/10.33474/jipemas.v5i2.13955

Abstract:
Tikus adalah urban animal sekaligus sumber patogen dan reservoir berbagai penyakit yang berbahaya bagi Kesehatan masyarakat. Bentuk penularan penyakit melalui tikus dapat terjadi secara direct maupun indirect. Masyarakat desa Pucakwangi Kabupaten Lamongan umumnya memiliki mata pencaharian sebagai petani dan peternak. Berdasarkan hasil survei permasalahan yang terjadi di desa tersebut adalah intensitas masyarakat untuk bertemu tikus sangat tinggi yaitu 65% khususnya di sawah dan rumah. Disisi lain, tingkat pengetahuan masyarakat terhadap penyakit zoonosis dan Rodent-borne disease masih rendah. Oleh karena itu, pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat penting untuk dilakukan berfokus terhadap pengetahuan dan sikap masyarakat dalam menghadapi potensi dan resiko bahaya yang ditimbulkan oleh Tikus. Hasil dari kegiatan ini antara lain mampu meningkatkan pemahaman masyarakat sebesar 100%. Kegiatan ini juga dapat mengetahui upaya yang dilakukan masyarakat selama ini dalam menghadapi tikus diantaranya dengan penggunaan racun tikus, lem tikus, jebakan tikus, dipukul dan ditembak. Kegiatan ini merupakan bagian dari pendekatan sistem One health demi terwujudnya Kesehatan masyarakat yang lebih baik. Lebih lanjut, perlu peningkatan partisipasi aktif masyarakat dengan kegiatan pendampingan agar terbentuk sikap kepedulian terhadap penyakit zoonosis.
Shanti Veronica Br Siahaan, Friska Debi, Helminus Mardi, Novelni Clara
Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS), Volume 5, pp 280-291; https://doi.org/10.33474/jipemas.v5i2.14183

Abstract:
Pelatihan peningkatan kemampuan membuat laporan keuangan dengan menggunakan aplikasi berbasis android ini bertujuan untuk membantu pengurus BUM Desa Panyanggar dan pengelola unit wisata BUM Desa yaitu Pokdarwis Sepadang Hill dan Pokdarwis Riam Palayo di Desa Cipta Karya, Bengkayang dalam pembuatan laporan keuangan agar lebih cepat dan lebih mudah di akses oleh berbagai pihak yang berkepentingan. Metode pelatihan yang digunakan adalah metode ceramah, diskusi dan simulasi yang bertujuan untuk mengetahui dan memberi solusi terhadap permasalahan yang dihadapi peserta dalam kegiatan pembuatan laporan keuangan menggunakan aplikasi. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat yang diikuti oleh enam orang ini menunjukkan peserta dapat menggunakan aplikasi Akuntansi UKM dan aplikasi Catatan Keuangan dengan baik sehingga dapat menghilangkan perulangan pencatatan dan perhitungan yang dilakukan secara manual. pada periode harian, mingguan dan bulanan laporan keuangan yang selama ini dilakukan menjadi hanya satu kali input dan dapat diunduh serta dibagikan ke pengguna lainnya berdasarkan periode yang diinginkan serta penghematan waktu pengerjaan. Agar dapat mengikuti program pelatihan penggunaan SIA BUM Desa selanjutnya, diharapkan BUM Desa memiliki perangkat computer atau laptop yang sesuai dengan spesifikasi yang diperlukan disertai dengan kemauan untuk berdisiplin dalam melakukan penginputan data laporan keuangan disertai bukti yang benar dan dapat dipertanggung jawabkan.
Muhammad Yanis, Al Antoni Akhmad, Barlin Barlin, Aneka Firdaus, Nova Yuliasari
Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS), Volume 5, pp 199-209; https://doi.org/10.33474/jipemas.v5i2.13957

Abstract:
Kualitas pemesinan dan umur pahat dapat ditingkatkan dengan menggunakan cairan pemotongan. Pada saat ini industri manufaktur mengarah pada kebutuhan akan proses pemesinan yang ramah lingkungan. Salah satu upaya ini dapat dicapai dengan menggunakan cairan pemotongan seminimum mungkin selama pemesinan. Metode ini disebut Minimum Quantity Lubrication (MQL). Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah penerapan peralatan MQL di bengkel mesin perkakas mitra. Hal ini untuk mengedukasi masyarakat industri kecil mesin perkakas khususnya bengkel mitra tentang proses pemesinan yang ramah lingkungan. Metode pelaksanaan kegiatan ini adalah pendampingan kepada bengkel mesin perkakas mitra. Pelaksanaannya meliputi sosialisasi (paparan dan diskusi), demonstrasi penggunaan peralatan MQL, dan monitoring. Pada kegiatan sosialisasi selain mitra, peserta undangan lainnya dan mahasiswa juga ikut berpartisipasi. Kegiatan telah berjalan dengan baik meskipun jumlah peserta terbatas akibat tingginya penyebaran Covid-19. Peserta lebih memahami tentang penting pemesinan yang ramah lingkungan. Begitu juga dalam kegiatan monitoring, mitra sudah dapat menggunakan peralatan yang diberikan dengan baik. Pemilik bengkel mitra mengharapkan kegiatan yang berkelanjutan atau topik baru yang dapat memberikan perkembangan positif bagi bengkelnya.
Sri Indra Maiyanti, , Sugandi Yahdin, Erwin Erwin, Desty Rodiah, Muhammad Naufal Rachmatullah, Dite Geovanni, Muhammad Akmal Shidqi, Muhammad Gibran Al-Filambany
Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS), Volume 5, pp 305-317; https://doi.org/10.33474/jipemas.v5i2.14356

Abstract:
Desa Burai merupakan salah satu desa yang terletak di Provinsi Sumatera Selatan. Masyarakat Desa Burai mayoritas memiliki mata pencaharian sebagai pengrajin songket dan pengrajin anyaman purun. Usaha rumah tangga ini mengalami kendala pada masalah pemasaran yang terbatas. Kegiatan pelatihan dan penyuluhan aplikasi daring seperti WhatsApp Business dan marketplace dapat menjadi alternatif dalam meningkatkan hasil kerajinan songket dan purun. Selama ini pemasaran yang dilakukan oleh pengrajin songket dan kerajinan anyaman purun masih dengan cara manual tanpa bantuan aplikasi daring. Tim memberdayaan penggunaan apliaksi daring yaitu media sosial WhatsApp Business dan marketplace Shopee bagi para perajin songket dan anyaman purun. Kegiatan pendampingan dilakukan dengan cara memberikan penyuluhan berupa paparan meteri dan pelatihan. Untuk mengukur keberhasilan kegiatan dilakukan pre-test sebelum kegiatan pendampingan dimulai da post-test setelah kegiatan dilaksanakan. Dari uji yang dilakukan menunjukkan adanya perubahan yang signifikan dari peserta pada saat sebelum diberikan pendampingan dan setelah dilakukan pendampingan. Dari hasil pre-test dan post-test menunjukan adanya peningkatan lebih dari 20% setelah dilakukannya kegiatan. Hal menyimpulkan bahawa para perajin telah mampu menggunakan aplikasi daring untuk memasarkan produk mereka secara lebih luas.
Alfi Sahrina, Sumarmi Sumarmi, Fatiya Rosyida, Ninik Sri Indayani, Muhammad Sainul Fadlan, Mohammad Ainul Labib, Ika Zutiasari
Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS), Volume 5, pp 244-255; https://doi.org/10.33474/jipemas.v5i2.13949

Abstract:
Pada masa pandemi COVID-19 masyarakat miskin dan rentan miskin yang ada di Desa Srimulyo memiliki dampak ekonomi yang cukup berat. Untuk mengatasi hal tersebut, salah satu upaya yang dilakukan dengan melakukan pendampingan budidaya jamur tiram terhadap anggota Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan (KPM PKH) dengan tujuan meningkatkan ketahanan pangan. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah sosialisasi dan pendampingan pada anggota KPM PKH dalam melakukan budidaya dan pengemasan jamur tiram. Hasil dari pendampingan ini yaitu terbentuknya kelompok-kelompok yang mengelola budidaya jamur tiram, terbentuknya dua kumbung sebagai lokasi budidaya jamur tiram, dan meningkatnya soft skills dan hard skills dalam menjalankan usaha khususnya budidaya jamur tiram sehingga dapat bertahan di masa pandemi COVID-19. Dengan adanya kelompok-kelompok dalam mengelola budidaya jamur tiram akan menambah lapangan kerja baru dan membantu perekonomian bagi anggota KPM PKH di Desa Srimulyo, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang.
A’Am Rifaldi Khunaifi, Arif Supriyadi, Dedy Setyawan
Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS), Volume 5, pp 189-198; https://doi.org/10.33474/jipemas.v5i2.13978

Abstract:
Guru SMAN 1 Pandih Batu belum menggunakan Learning Management System (LMS) secara maksimal sehingga membutuhkan pelatihan dalam menggunakan aplikasi ini.  Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman guru mengenai LSM khususnya menggunakan Sevima Edlink.  Metode yang digunakan dalam pelatihan ini adalah demonstrasi, praktek, dan diskusi. Peserta pada kegiatan ini adalah 30 orang guru di SMAN 1 Pandih Batu.  Target pelatihan ini yaitu guru mampu menggunakan Sevima Edlink, pembuatan topik materi,  invite  siswa,  pengunggahan materi pelajaran, dan kuis daring. Hasil dari kegiatan ini menunjukan terjadi peningkatan kemampuan berdasarkan hasil pretest dengan nilai 62,3 meningkat pada hasil postest dengan nilai 80,5. Hasil skor N-Gain menunjukan terjadi peningkatan kemampuan guru sebesar 0,48 dengan kategori sedang. Peserta menilai bahwa pelatihan ini dapat memberikan manfaat berupa peningkatan pengetahuan dan keterampilan diri bagi peserta dengan metode ceramah maupun kegiatan demonstrasi dan peserta juga menilai bahwa pemateri baik ceramah maupun praktek sangat baik dalam penguasaan metode dan materi.
Toto Supartono, Ilham Adhya, Iing Nasihin, Alifah Sari, Galang Aulia Prasetya
Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS), Volume 5, pp 256-267; https://doi.org/10.33474/jipemas.v5i2.14114

Abstract:
Produksi sampah dapur masih menjadi permasalahan di banyak tempat. Banyak pihak yang masih menganggap bahwa sampah dapur merupakan barang yang tidak berguna. Oleh karena itu, perlu ada upaya untuk merubah pemahaman tersebut guna membantu dalam mengatasi permasalahan tersebut. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai pemanfaatan sampah dapur menjadi pupuk organik, baik padat maupun cair, dengan lokasi kegiatan di Desa Tundagan, Kecamatan Hantara, Kabupaten Kuningan. Kegiatan dilakukan dengan penyuluhan yang disertai peragaan, dengan masyarakat sasaran adalah kelompok PKK dan KWT desa. Masyarakat sasaran sebelum ada kegiatan ini tidak mengetahui kedua teknik pemanfaatan sampah dapur sebagaimana yang disampaikan. Masyarakat tertarik terhadap materi teknik pemanfaatan sampah dapur dan dapat memahaminya. Kegiatan ini telah memberikan dampak pada peningkatan pengetahuan masyarakat dalam pemanfaatan sampah dapur. Penanganan sampah dengan metode lain juga perlu dilakukan pada program berikutnya, termasuk penanganan sampah non organik agar permasalahan lingkungan akibat sampah dapat dikurangi.
Back to Top Top