Journal of Nutrition College

Journal Information
ISSN / EISSN : 2337-6236 / 2622-884X
Current Publisher: Diponegoro University (10.14710)
Total articles ≅ 151
Filter:

Latest articles in this journal

Narulita Dyah Permatasari, Banundari Rachmawati, Anugrah Riansari, Edward Kurnia Setiawan Limijadi
Published: 19 November 2020
Journal of Nutrition College, Volume 9, pp 267-272; doi:10.14710/jnc.v9i4.29011

Abstract:
Latar belakang: Diabetes melitus merupakan penyakit inflamasi kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa plasma. Kadar glukosa plasma yang tinggi dalam jangka waktu lama (hiperglikemia kronik), menstimulasi peningkatan kadar C-reactive protein (CRP). Penderita DMT2 dengan obesitas kemungkinan memiliki kadar CRP yang lebih tinggi karena penumpukan sel adiposa juga dapat memicu reaksi inflamasi di dalam tubuh. Mengetahui hubungan antara obesitas, DMT2, dan kadar CRP sangat diperlukan untuk tujuan klinis serta mencegah terjadinya komplikasi penyakit.Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara kadar HbA1c dan CRP pada penderita diabetes melitus tipe 2 dengan obesitas dan tanpa obesitasMetode: Penelitian observasional analitik dengan pendekatan belah lintang dilakukan di Rumah Sakit Nasional Diponegoro dan beberapa klinik pratama di Semarang pada Mei-Juli 2020. Subjek penelitian adalah 30 penderita diabetes melitus tipe 2 dengan obesitas dan 30 penderita diabetes melitus tipe 2 tanpa obesitas usia 35-60 tahun Pengukuran kadar HbA1c dan CRP dilakukan menggunakan alat ichroma metode fluorescence immunoassay (FIA). Analisis statistik untuk menguji normalitas data menggunakan Shapiro wilk test, Independent t test dilakukan untuk mengetahui perbedaan rerata karakteristik antara kelompok obesitas dan non-obesitas, dan Spearman Rank digunakan untuk melihat korelasi antara HbA1c dengan kadar CRP.Hasil: Tidak ada korelasi antara kadar HbA1c dengan CRP pada penderita diabetes melitus tipe 2 dengan obesitas p = 0.420, r = 0,153 dan tanpa obesitas yaitu p= 0,182, r = 0,250.Simpulan: Kadar CRP yang terjadi pada pasien diabetes mellitus tipe 2 dimana inflamasi berjalan kronis tidak dipengaruhi oleh tingginya HbA1c baik pada kondisi obesitas maupun tidak obesitas.
Ahmad Syauqy, Etika Ratna Noer, Alifia Mukti Fajrani, Dewi Marfu’Ah Kurniawati, Rachma Purwanti, Ayu Rahadiyanti, Devi Elvina Rahma
Published: 19 November 2020
Journal of Nutrition College, Volume 9, pp 273-278; doi:10.14710/jnc.v9i4.28674

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Astija Astija, Djaswintari Djaswintari
Published: 19 November 2020
Journal of Nutrition College, Volume 9, pp 241-246; doi:10.14710/jnc.v9i4.27789

Abstract:
Latar belakang: Jantung pisang biasa diolah dalam bentuk abon, namun nilai gizinya masih rendah khususnya lemak. Oleh karena itu maka abon tersebut perlu ditambhakan ikan sidat yang diketahui memiliki cukup kadar lemak.Tujuan: Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menentukan kadar lemak pada abon dari campuran jantung pisang (Musa paradisiaca) dengan ikan sidat (Anguilla marmorata).Metode: Jenis penelitian ini adalah eksperimen yang terdiri atas 5 perlakuan yaitu abon dengan; komposisi 100 gram jantung pisang (P0), komposisi 75 gram jantung pisang dan 25 gram ikan sidat (P1), komposisi 50 gram jantung pisang dan 50 gram ikan sidat (P2), komposisi 25 gram jantung pisang dan 75 gram ikan sidat (P3) dan komposisi 100 gram ikan sidat (P4). Masing-masing perlakuan diulang 3 kali. Kemudian, abon dianalisis mengenai kandungan lemaknya dengan menggunakan metode soxhlet.Hasil: Nilai rata-rata kandungan lemak yang diperoleh pada abon campuran jantung pisang dan ikan sidat adalah P0 (=15,59%) P1 (=17,57%), P2 (=23,12%), P3 (=26,42%) dan P4 (27,23%).Simpulan: Ikan sidat menambah nilai kadar lemak pada abon namun kadar lemaknya masih dibawah standar yang ditentukan oleh Standar Industri Indonesia sehingga abon ini layak dikonsumsi.
Roziana Roziana, Fitriani Fitriani, Yessi Marlina
Published: 19 November 2020
Journal of Nutrition College, Volume 9, pp 285-289; doi:10.14710/jnc.v9i4.28785

Abstract:
Latar Belakang: Pada tahun 2019, sebanyak 290 juta porsi mi instan dikonsumsi setiap hari di seluruh dunia. Mi basah ikan patin merupakan mi basah yang terbuat dari tepung terigu tinggi protein dimodifikasi dengan menambahkan ikan patin dalam proses pembuatannya untuk meningkatkan kandungan protein pada mi. Berbeda dengan mi instan, mi basah tidak mengandung pengawet, pewarna dan penyedap buatan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan intake energi, protein dan berat badan sebelum dan sesudah pemberian mi basah ikan patin. Metode: Penelitian eksperimental dengan desain one group pretest-posttest ini dilakukan pada siswa SDN 147 Pekanbaru dengan metode purposive sampling. Jumlah responden yang terpilih sebanyak 30 siswa dengan status gizi kurang. Intervensi berupa pemberian olahan mi basah ikan patin sebanyak 200 g selama 10 hari berturut-turut. Analisis data menggunakan uji paired t-test dan uji wilcoxon. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum dilakukan intervensi, rata-rata intake energi adalah 1174,50 kkal, intake protein 89,66 g dan berat badan awal 27,16 kg. Setelah dilakukan intervensi, rata-rata intake energi menjadi 1371,11 kkal, intake protein 45,95 g dan berat badan akhir adalah 27,67 kg. Simpulan: Terdapat perbedaan rerata intake protein dan berat badan sebelum dan sesudah dilakukan intervensi (p = 0,02 dan p = 0,001), sedangkan rerata intake energi tidak mengalami perbedaan yang signifikan (p = 0,142).
Vivi Cinthya Rotua Silalahi, Dian Luthfiana Sufyan, Utami Wahyuningsih, Luh Desi Puspareni
Published: 19 November 2020
Journal of Nutrition College, Volume 9, pp 258-266; doi:10.14710/jnc.v9i4.28708

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Wiwid Andari, Tri Siswati, Bunga Astria Paramashanti
Published: 19 November 2020
Journal of Nutrition College, Volume 9, pp 235-240; doi:10.14710/jnc.v9i4.26992

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Rabiatul Addawiah, Oswati Hasanah, Hellena Deli
Published: 19 November 2020
Journal of Nutrition College, Volume 9, pp 228-234; doi:10.14710/jnc.v9i4.28482

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Priska Tamara Taradipa, Ani Margawati, Rachma Purwanti, Aryu Candra
Published: 19 November 2020
Journal of Nutrition College, Volume 9, pp 247-257; doi:10.14710/jnc.v9i4.28445

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Choirun Nissa, Syafira Noor Pratiwi, Siti Majidah, Nadia Rahma, Ratih Paramastuti, Nadhea Alriessyanne Hindarta, Ahmad Syauqy, Hartanti Sandi Wijayanti, Diana Nur Afifah
Published: 19 November 2020
Journal of Nutrition College, Volume 9, pp 290-295; doi:10.14710/jnc.v9i4.29160

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Etika Ratna Noer, Ahmad Syauqy, Ayu Rahardiyanti, Deny Yudi Fitranti, Fitriyono Ayustaningwarno, AlifiaA MuktiM Fajrani
Published: 19 November 2020
Journal of Nutrition College, Volume 9, pp 279-284; doi:10.14710/jnc.v9i4.29147

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Back to Top Top