Journal Information
ISSN / EISSN : 1412-1948 / 2655-3422
Published by: Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh (10.32530)
Total articles ≅ 38
Filter:

Latest articles in this journal

Neni Trimedona, Rahzarni Rahzarni, Yenni Muchrida
Published: 28 February 2021
LUMBUNG, Volume 20, pp 44-54; doi:10.32530/lumbung.v20i1.335

Abstract:
Kulit buah naga merah kaya akan kandungan komponen aktif yang bermanfaat bagi kesehatan seperti vitamin, mineral, senyawa fenolik dan kandungan pigmen betasianin. Potensi ini dapat dikembangkan dengan mengolahnya menjadi produk pangan yang berkhasiat untuk kesehatan seperti minuman serbuk effervescent. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan persentase penambahan effervescent mix (campuran asam sitrat, asam tartarat dan natrium bikarbonat) yang menghasilkan minuman effervescent dengan karakteristik yang paling baik. Kulit buah naga merah diekstrak dengan pelarut air yang diasamkan, kemudian dijadikan serbuk instan dengan metode pengeringan busa. Serbuk instan yang diperoleh dikombinasikan dengan effervescent mix dengan penambahan sebanyak 40%, 50%, dan 60% dari berat serbuk instan kulit buah naga yang digunakan. Sifat fisikokimia yang diamati adalah pH, waktu larut, kadar air, kandungan total fenol dan kadar betasianin. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa pH serbuk effervescent berkisar antara 4,98-5,03 dengan waktu larut serbuk berkisar antara 99 - 109 detik. Kadar air terendah diperoleh pada perlakuan penambahan 50% effervescent mix yaitu sebesar 9,02%, dan kandungan total fenol tertinggi adalah 95,57 mg GAE/100g serbuk untuk perlakuan yang sama. Kadar betasianin serbuk effervescent mengalami penurunan seiring peningkatan jumlah penambahan effervescent mix.
Eka Susila, Jonni Jonni
Published: 28 February 2021
LUMBUNG, Volume 20, pp 32-43; doi:10.32530/lumbung.v20i1.331

Abstract:
Bunga krisan merupakan salah satu jenis tanaman hias yang banyak diburu oleh para pecinta bunga. Perlu peningkatan kualitas bunga yang baik, sehingga keindahan dan kesegaran bunga potong krisan dapat dinikmati lebih lama dalam bentuk segar. Untuk kesegaran lebih lama digunakan tambahan zat penyegar diantaranya gula dan larutan elektrolit pada air rendaman. Tujuan penelitian untuk mengetahui tingkat kesegaran bunga krisan potong yang direndam dalam larutan gula dengan penambahan larutan elektrolit dengan konsentrasi berbeda dan mengetahui medium perendaman terbaik dalam mempertahankan tingkat kesegaran bunga krisan potong. Tempat pelaksanan di Laboratorium Hortikultura Politeknik Pertanian selama 6 bulan. Metode Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 4 perlakuan dan 8 ulangan; A (air + gula 5 g) sebagai control, B ( air + gula 5 g + larutan elektrolit 5 ml), C ( air + gula 5 g + larutan elektrolit 10 ml), dan D (air + gula 5g + larutan elektrolit 15 ml). Variabel yang diamati lama kesegeran bunga, panjang tangkai bunga potong yang busuk, jumlah bunga yang masih mekar, layu, dan rontok. Data kuantitatif yang berbeda nyata diuji lanjut dengan LSD 5%. Terdapat perbedaan tingkat kesegaran bunga krisan potong yang direndam dalam larutan gula dengan penambahan larutan elektrolit pada konsentrasi yang berbeda terhadap parameter (lama kesegaran bunga, panjang tangkai bunga yang busuk, jumlah bunga yang masih mekar, layu, dan rontok. Semakin tinggi konsentrasi larutan elektrolit yang diberikan, semakin memberikan tingkat kesegaran bunga yang lebih lama. Larutan gula yang ditambahkan larutan elektrolit 15 ml merupakan konsentrasi terbaik dalam mempertahankan tingkat kesegaran bunga krisan potong.
Alfikri Alfikri, Darnetti Darnetti, Raeza Firsta Wisra
Published: 28 February 2021
LUMBUNG, Volume 20, pp 14-31; doi:10.32530/lumbung.v20i1.319

Abstract:
Perkembangan pasar moderen di Kota Payakumbuh tidak terlepas dari respon konsumen yang tinggi, walaupun demikian peran strategi retail mix yang di laksanakan oleh manajemen masing-masing pasar moderen dapat menentukan keberlangsungan usaha tersebut, maka penelitian ini akan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen untuk berbelanja di pasar moderen dengan variabel bebas yaitu: location (X1), marcandise assortments (X2), pricing (X3), costomer service (X4), store design and display (X5), dan communication mix (X6). Uji instrumen penelitian menggunakan 30 responden, dari uji Validitas didapatkan 1 item tidak valid (LKS-2 pada variabel X1) maka dikeluarkan dan uji realibilitas didapatkan nilai cronbach's alpha sebesar 0,953, maka instrumen penelitian dianggap realib karena nilainya lebih besar dari 0,60. dari hasil uji instrumen ini maka penelitian ini dapat menggunakan instrumen ini pada kondisi yang sebenarnya sesuai dengan tujuan penelitian. Hasil analisis dari 118 responden didapatkan bahwa koefisien determinasi sebesar 51,4%, sedangkan uji hipotesis didapatkan 4 variabel tidak signifikasn yaitu location (X1), marcandise assortments (X2), pricing (X3), costomer service (X4). kemudian dua variabel signifikan yaitu store design and display (X5), dan communication mix (X6). signifikan. Rekomendasi responden untuk memilih minimarket juga terpengaruhi oleh bentuk dan layout minimatket yang memberikan kenyamanan dan tampilan beserta promisi yang dilakukan oleh minimarket berupa plang merek dan iklan-iklan yang dibuat minimarket.
Sudarti Sudarti, Sherly Nur Laili
Published: 28 February 2021
LUMBUNG, Volume 20, pp 55-62; doi:10.32530/lumbung.v20i1.349

Abstract:
Keberadaan lahan kosong di Desa Wringin Putih tergolong cukup luas, namun belum ada upaya dari pemerintah maupun masyarakat untuk emberdayakannya. Semantara 40% jumlah kemiskinan di Desa tersebut. Sebagai solusi, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji “Model pemberdayan lahan kosong untuk pengentasan kemiskinan di Desa Wringin Putih Kecamatan Muncar Kabupaten Banyuwangi”. Model pemberdayaan ini bertujuan untuk pengentaskan kemiskinan warga kurang mampu dengan sintakmatik: 1) Persiapan, 2) Perencanan, 3) Pelaksanaan, 4) Evaluasi. Hasil survey menunjukkan bahwa di Desa Wringinputih terdapat lahan kosong seluas 15 hektar. Hasil validasi model yang di lakukan oleh 3 orang perangkat Desa menyatakan bahwa model tersebut sangat sesuai untuk mengentaskan kemiskinan warganya. Hasil Uji coba model terhadap 50 warga kurang mampu di RT 01 membuktikan bahwa seluruh merasakan keuntungan dengan cara menanam tanaman jagung, ubi jalar, dan sayuran pada lahan kosong tanpa di bebani biaya sewa lahan. Kesimpulan: Model pemberdayaan lahan kosong sesuai untuk program pengentasan kemiskinan.
Ayu Kurnia Illahi, Yusniwati Yusniwati, Etti Swasti
Published: 28 February 2021
LUMBUNG, Volume 20, pp 1-13; doi:10.32530/lumbung.v20i1.245

Abstract:
Hanjeli (Coix lacryma –jobi L) adalah tanaman serealia yang dapat dimanfaatkan sebagai pangan dan pakan. Penelitian eksplorasi dan karakterisasi hanjeli bertujuan untuk mendapatkan informasi karakter fenotipik hanjeli di Kabupaten Limapuluh Kota sebagai data awal dan untuk pelestarian plasma nutfah hanjeli. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari sampai bulan April 2016, diawali dengan eksplorasi dan dilanjutkan dengan karakterisasi morfologi hanjeli. Data dari setiap sampel dianalisis secara statistik kemudian dibandingkan dengan sampel lainnya. Data morfologi ditampilkan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan pada 74 aksesi yang diperoleh dari delapan kecamatan di Kabupaten Lima Puluh Kota memiliki bentuk batang bulat dengan permukaan licin dan arah tumbuh tegak, daun tanaman hanjeli merupakan daun lengkap, bunga hanjeli merupakan bunga sempurna tidak lengkap karena tidak memiliki bagian calix dan carolla.
Fri Maulina, Muflihayati Muflihayati
Published: 31 August 2020
LUMBUNG, Volume 19, pp 58-66; doi:10.32530/lumbung.v19i2.206

Abstract:
Pemberdayaan musuh alami hama seperti parasitoid Ooencyrtus malayensis sebagai pengendali hayati walang sangit dapat meminimalisir penggunaan insektisida kimia dan memiliki nilai positif yaitu mengendalikan hama pada stadia awal perkembangannya. Tujuan penelitian adalah: menentukan distribusi populasi parasitoid pada topografi Sumatera Barat yang berbeda, dan menentukan tingkat parasitisasi, dominansi dan mortalitas parasitoid tersebut. Pengambilan sampel telur walang sangit terparasit di lokasi padi sawah dengan metode stratifield sampling pada tiga ketinggian tempat yaitu: Sungai Sapih Kota Padang, Rendah (20 m dpl ), Tanjung Pati Kabupaten Limapuluh Kota, Sedang (500 m dpl), dan Kubang Putih Kabupaten Agam, Tinggi (975 m dpl). Sampel telur diamati di laboratorium untuk mengetahui telur yang terparasit oleh O. malayensis dan selanjutnya data dianalisis. Hasil penelitian membuktikan bahwa distribusi parasitoid O. malayensis lebih dominan pada lokasi lokasi dataran rendah selanjutnya dataran sedang sedangkan pada dataran tinggi tidak ditemukan. Tingkat parasitisasi pada dataran rendah dan tinggi adalah 13% dan 6%. Sedangkan nilai mortalitas parasitoid O. malayensis pada dataran rendah dan tinggi adalah 17 % dan 33 %. Dari penemuan ini disimpulkan bahwa parasitoid O. malayensis menyukai lokasi dengan ketinggian rendah dri permukaan laut dan dapat memparasitisasi telur walang sangit dengan tingkat serangan yang cukup tinggi.
Isna Tustiyani, Triyani Nurhayati, Jenal Mutakin
Published: 31 August 2020
LUMBUNG, Volume 19, pp 112-119; doi:10.32530/lumbung.v19i2.240

Abstract:
Bunga matahari (Helianthus annuus L.) merupakan salah satu tanaman hias. Salah satu cara mengoptimalkan pertumbuhan tanaman hias adalah dengan penggunaan zat penghambat pertumbuhan (retardan) paclobutrazol. Benih bunga matahari yang digunakan yaitu benih IPB BM1. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian paclobutrazol pada pertumbuhan tanaman bunga matahari serta mengetahui konsentrasi paclobutrazol terbaik pada pertumbuhan tanaman bunga matahari. Percobaan ini dilakukan di lahan sawah Kp. Sindang Sari Rt 001/Rw 006 dari bulan Maret sampai Juli 2019. Percobaan ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Pola Tunggal, dengan perlakuan paclobutrazol berbagai konsentrasi 0, 1 ml/L, 2 ml/L, 3 ml/L, 4 ml/, 5 ml/L. Variabel pengamatan yang diamati yaitu : tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, jumlah bunga, diameter bunga, dan umur muncul bunga. Hasil penelitian menunjukan bahwa paclobutrazol berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan luas daun.
Lora Yudistira, Tantri Swandari, Titin Setyorini
Published: 31 August 2020
LUMBUNG, Volume 19, pp 81-89; doi:10.32530/lumbung.v19i2.228

Abstract:
Anggrek merupakan tanaman hias yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan banyak dibudidayakan dalam skala besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fenologi bunga dan uji reseptivitas stigma serta morfologi polen anggrek Kalajengking (Arachnis flosaeris). Adapun yang menjadi latar belakang penelitian ini adalah sebagai salah satu upaya untuk mengetahui waktu persilangan atau penyerbukan yang tepat bagi tanaman anggrek Kalajengking. Penelitian ini dilakukan di KP2 Institut Pertanian STIPER Yogyakarta, Maguwoharjo, Kabupaten Sleman. Penelitian ini menggunakan metode percobaan yang disusun dalam rancangan acak lengkap (RAL) satu faktor yaitu fase stadium bunga dari mulai anthesis hingga gugur (hari) dengan unit percobaan sebanyak 20 tanaman. Data yang diperoleh selama pengamatan berupa data kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif disajikan dalam bentuk deskriptif komparatif dengan foto untuk menunjukkan hasil pengamatan fenologi bunga berdasarkan tingkat kesegaran bunga. Data kuantitatif dari parameter jumlah gelembung oksigen pada stigma reseptif dan jumlah morfologi polen dianalisis dengan menggunakan Microsoft Excel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bunga anggrek Kalajengking yang telah anthesis dapat bertahan selama rentang waktu 21 hari setelah itu apabila bunga tidak mengalami penyerbukan maka akan layu, mengering dan gugur. Waktu bertahannya bunga berlangsung cukup lama, sehingga tahap optimal reseptivitas stigma anggrek Kalajengking terjadi pada saat bunga di stadium H+12 setelah anthesis. Dari data hasil penelitian didapatkan unit morfologi polen amorf lebih banyak dibandingkan dengan unit morfologi polen tetramorf.
Putri Cahya Anggraeny, Murti Astiningrum, Adhi Surya Perdana
Published: 31 August 2020
LUMBUNG, Volume 19, pp 98-111; doi:10.32530/lumbung.v19i2.232

Abstract:
Budidaya tanaman mentimun (Cucumis sativus L.) di wilayah Kecamatan Bandongan, Kabupaten Magelang masih terbatas dan belum dibudidayakan secara intensif karena petani belum menggunakan pupuk organik. Pupuk organik dapat diberikan dalam bentuk cair dan perlu diperhatikan konsentrasi serta cara aplikasi yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi pupuk organik cair dan teknik aplikasi yang memberikan hasil tertinggi pada tanaman mentimun serta menganalisis interaksi antara konsentrasi dan teknik aplikasi pupuk organik cair terhadap hasil tanaman mentimun. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni hingga Agustus 2019 di Desa Banyuwangi, Kecamatan Bandongan, Kabupaten Magelang, dengan ketinggian tempat 382 m dpl, jenis tanah Latosol dan pH 6,6. Penelitian dilakukan menggunakan percobaan faktorial (4 x 2) yang disusun dalam rancangan acak kelompok lengkap dengan tiga blok. Faktor pertama konsentrasi pupuk organik cair : 0, 2, 4, dan 6 ml/L. Faktor kedua teknik aplikasi pupuk : disemprot dan dikocor. Data yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam dan dilanjutkan dengan uji orthogonal polynomial dan uji BNT untuk faktor pertama dan uji – t untuk faktor kedua. Hasil analisis menunjukkan bahwa konsentrasi pupuk organik cair 2 ml/L memberikan hasil tertinggi pada parameter panjang tanaman, berat per buah, panjang buah dan volume buah. Perlakuan teknik aplikasi pupuk organik cair dan interaksi antara konsentrasi dan teknik aplikasi pupuk organik cair memberikan hasil yang berbeda tidak nyata pada semua parameter.
Ghufriati Ghufriati
Published: 31 August 2020
LUMBUNG, Volume 19, pp 90-97; doi:10.32530/lumbung.v19i2.230

Abstract:
Tabur Biji Anggrek adalah salah satu materi praktikum yang diajarkan kepada mahasiswa Budidaya Tanaman Pangan dan Manajemen Pertanian. Masalah yang ditemukan yaitu rendahnya persentase biji yang berkecambah setelah dilakukan penaburan biji dalam media agar, sehingga media dan bahan lainnya terbuang. Penelitian ini bertujuan menemukan solusi untuk meningkatkan keberhasilan perkecambahan biji dan pertumbuhan bibit anggrek yang ditanam secara kultur jaringan dalam praktikum Tabur Biji Anggrek. Penelitian dilakukan di Laboratorium Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh pada bulan April 2017 sampai September 2019. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 3 perlakuan dan 2 ulangan. Data diambil dari hasil praktikum mahasiswa. Perlakuan A tanaman induk tidak terpelihara baik, tidak ada pemeriksaan kualitas biji, perlakuan B tanaman induk terpelihara, tidak ada pemeriksaan kualitas biji, dan perlakuan C tanaman induk terpelihara baik, 1 bulan sebelum panen dipelihara dilaboratorium dan dilakukan pemeriksaan kualitas biji dengan mikroskop. Hasil terbaik didapat pada perlakuan C, dengan persentase perkecambahan biji sekitar 90%, setelah 9 bulan disimpan dalam botol kultur planletnya dapat disubkultur dan diaklimatisasi.
Back to Top Top