Pedagogik: Jurnal Pendidikan

Journal Information
ISSN / EISSN : 1693-7856 / 2355-3537
Current Publisher: Universitas Muhammadiyah Palangkaraya (10.33084)
Total articles ≅ 61
Filter:

Latest articles in this journal

Misnawati Misnawati, Petrus Poerwadi, Fitria Meta Rosia
Pedagogik: Jurnal Pendidikan, Volume 15, pp 44-55; doi:10.33084/pedagogik.v15i2.1460

Abstract:
Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan struktur sastra lisan deder yang berhubungan dengan struktur dasar berupa bait dan baris.Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan: (1) teknik perekaman, baik audio maupun audiovisual, (2) pencatatan, (3) wawancara yang mendalam, (4) studi kepustakaan dan analisis dokumentasi. Sumber data utama yang dianalisis adalah teks deder yang ada di kota Palangka Raya Kalimantan Tengah. Pemeriksaan keabsahan data dalam penelitian kualitatif ini mengikuti yang disarankan Lincoln dan Gube, meliputi empat teknik: (1) credibility (kredibilitas, merupakan kriteria untuk memenuhi nilai kebenaran dari data dan informasi yang dikumpulkan);(2) transferability (transferbilitas, merupakan kriteria yang digunakan untuk memenuhi kriteria bahwa hasil penelitian yang dilakukan dalam konteks tertentu dapat ditransfer ke subjek lain yang memiliki tipologi yang sama);(3) dependability (dependabilitas, digunakan untuk menilai apakah proses penelitian kualitatif bermutu atau tidak);dan(4) confirmability (konfirmabilitas, yaitu kriteria untuk menilai bermutu—tidaknya hasil penelitian). Data yang telah dikumpul dianalisis dengan menggunakan teori Struktural Dinamik.Teori Struktural Dinamik dimanfaatkan secara metodologis untuk menganalisisrumusan masalah penelitian.Temuan penelitian berupa struktur bait dalam deder, berbentuk: (1) Jumlah bait dalam setiap deder tidak tentu, bergantung topik dan kreativitas pendeder. (2) Setiap bait deder terdiri atas dua baris. (3) Struktur bait deder terdiri atas: pembukaan, isi, dan penutup. (4) Bait pembukaan, isi, dan penutup dinyanyikan oleh pendeder Perempuan maupun Laki-laki.Struktur baris dalam deder, berbentuk: (1) jumlah kata dalam satu baris adalah tiga sampai tujuh kata. (2) jumlah suku kata dalam setiap barisnya adalah delapan sampai tiga belas suku kata. (3) baris pertama dapat berupa pengumpan, dapat pula bertautan makna dengan baris.
Djumiko Djumiko, Slamet Fauzan, Muhammad Jailani
Pedagogik: Jurnal Pendidikan, Volume 15, pp 56-69; doi:10.33084/pedagogik.v15i2.1701

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya Kepala Sekolah SMK N 1 Songgom dalam mengoptimalkan peran aktif warga sekolah dalam mengembangkan layanan pendidikan di tengah pandemi covid-19. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitiannya adalah naratif study. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya yang dilakukan secara intern oleh Kepala Sekolah antara lain optimalisasi layanan pembelajaran daring, optimalisasi layanan administrasi sekolah dan optimalisasi pemenuhan serta perawatan fasilitas sekolah. Sedangkan upaya yang dilakukan untuk ekstern atau warga masyarakat sekitar, yaitu menerjunkan tim untuk pembagian Hand Sanitizer buatan guru SMK Negeri 1 Songgom sekaligus memberikan edukasi terkait dengan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. serta membuat vlog tentang pembelajaran daring dan himbauan pencegahan penyebaran covid-19 yang di unggah dan dibagikan melalui kanal Youtube Kepala Sekolah.
Dagan Dagan
Pedagogik: Jurnal Pendidikan, Volume 15, pp 70-78; doi:10.33084/pedagogik.v15i2.1702

Abstract:
Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian tindakan kelas yang berlangsung selama 2 siklus. Masing-masing siklus terdiri dari tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Pada tahap ini peneliti melaksanakan rencana tindakan supervise individual/kelompok untuk menilai administrasi guru yang sudah dikumpulkan sebelumnya. Pelaksanaan supervise dilakukan dengan pertemuan individual office-conference. Hal ini dilakukan terutama kepada guru yang tidak mengumpulkan perangkat pembelajaran, untuk mengetahui penyebab/masalahnya. Tahap ini peneliti rencanakan berlangsung selama 2 minggu dan dilaksanakan bersama-sama dengan kolaborator. Pelaksanaan inovasi pembelajaran guru sudah melaksankan inovasi sesuai apa yang sudah di arahkan oleh kepala sekolah dan imotivasi. Hal ini ditunjukkan dengna bukti ilmiah adanya peningkatan dari siklus I sebesar 62,50% menjadi siklus II sebesar 87,50%. Berdasarkan analisis data yang diperoleh dari presensi kehadiran guru dan keaktifan dalam membuat administrasi guru serta dalam mengajar, diperloeh data bahwa guru mulai menerapkan inovasi dalam pembelajaran di kelas.
Annisa Ul Khusna, Arri Handayani, Gregorius Rahastono Ajie
Pedagogik: Jurnal Pendidikan, Volume 15, pp 36-43; doi:10.33084/pedagogik.v15i2.1695

Abstract:
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemandirian belajar pada siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh layanan bimbingan kelompok dengan teknik psikodrama terhadap kemandirian belajar siswa kelas X SMK PGRI 2 Taman Pemalang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Metode yang digunakan adalah true experimental, sampel yang diambil sebanyak 20 siswa yang dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan menggunakan teknik pengambilan sampel cluster random sampling. Data dalam penelitian diperoleh melalui instrument penelitian skala kemandirian belajar. Dari hasil perhitungan pre-test menunjukan rata-rata kelompok eksperimen sebesar 73,0 sedangkan hasil post-test menunjukan rata-rata kelompok eksperimen sebesar 90,8. Terjadi peningkatan rata-rata kelompok eskperimen sebesar 17,8 poin. Pada perhitungan uji-t diperoleh hasil thitung (2,543) dan ttabel diperoleh pada taraf signifikansi 5% sebesar (2,101). Maka dapat disimpulkan ada pengaruh layanan bimbingan kelompok dengan teknik psikodrama terhadap kemandirian belajar siswa kelas XI SMK PGRI 2 Taman Pemalang.
Ulfa Luthfiyanti, Supardi Supardi, Agus Setiawan
Pedagogik: Jurnal Pendidikan, Volume 15, pp 27-35; doi:10.33084/pedagogik.v15i2.1694

Abstract:
Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya manajemen waktu belajar siswa kelas XII SMA Negeri 9 Semarang yang disebabkan kurangnya kemampuan siswa dalam mengatur waktu belajarnya.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat manajemen waktu belajar siswa kelas XII SMA Negeri 9 Semarang sesudah diberi treatment layanan bimbingan kelompok dengan teknikSimulation Games.Jenis penelitian ini adalah eksperimen dengan metode penelitian true eksperimental design dengan bentuk pretest-posttest control group design. Sampel yang diambil sebanyak 20 dengan menggunakan multistage sampling yang merupakan kombinasi dua sampling yaitu cluster random sampling dan simple random sampling. Desain penelitian yang digunakan adalah pre-test, treatment, post-test. Hasil uji hipotesis diperoleh thitung = 2,966 dengan ttabel yaitu 2,101. Hal tersebut menunjukan bahwa thitung = 2,966 >ttabel= 2,101, maka dapat disimpulkan bahwa “ada pengaruh layanan bimbingan kelompok dengan teknik simulation games untuk meningkatkan manajemen waktu belajar siswa kelas XII SMA Negeri 9 Semarang.
Nila Istatik Amalia, Arri Handayani, Tri Hartini
Pedagogik: Jurnal Pendidikan, Volume 15, pp 19-26; doi:10.33084/pedagogik.v15i2.1693

Abstract:
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya perencanaan karir siswa kelas XI MAN 2 Semarang. Hal ini dibuktikan bahwa banyak siswa yang belum mempunyai gambaran tentang perencanaan karir, siswa belum memahami tentang pekerjaan yang nantinya akan diambil, dan masih bingung dalam memilih jurusan di jenjang perguruan tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perencanaan karir sesudah diberikan treatmen melalui bimbingan kelompok dengan teknik diskusi, untuk mengetahui peningkatan dengan teknik diskusi langsung terhadap perencanaan karir siswa. Jenis penelitian ini adalah eksperimen dengan metode penelitian true eksperimental design dengan bentuk pretest-posttest control group design. Sampel yang diambil sebanyak 34 siswa, 10 siswa untuk kelompok eksperimen dan 10 siswa untuk kelompok kontrol dengan menggunakan cluster sampling. Dalam penelitian ini data diperoleh melalui instrumen penelitian berupa skala psikologi perencanaan karir. Jadi dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh bimbingan kelompok dengan teknik diskusi terhadap perencanaan karir siswa.
Irda Dwi Fibriani, Vivi Adis Suryani, Yessi Meithasari, A F Hidayatullah
Pedagogik: Jurnal Pendidikan, Volume 15, pp 10-18; doi:10.33084/pedagogik.v15i2.1692

Abstract:
Islamisasi ilmu adalah proses memasukkan nilai-nilai Islam ke dalam ilmu yang telah bercampur dengan filsafat barat yang selama ini dikenal bahwa filsafat barat sangat bertentangan dengan Islam. Oleh karena itu ilmu keislaman sangat dibutuhkan untuk dapat menjaga eksistensi pendidikan Islam. Dua tokoh yang muncul dalam gerakan Islamisasi adalah Al-Attas dan Al-Faruqi. Menurut mereka pendidikan yang ada memiliki dua sistem pendidikan yaitu yang pertama sistem pendidikan Islam dan yang kedua adalah sistem pendidikan sekuler. Adanya sistem pendidikan sekuler menyebabkan pendidikan dengan nilai-nilai agama yang minim dan pemisahan agama dari sains. Upaya yang dilakukan untuk mengislamkan sains adalah dengan mengintegrasikan keduanya. Sehingga nantinya akan mampu menampilkan wajah baru yaitu ilmu ala Islam yang akan menjadi ciri khas pendidikan Islam. Adanya ciri-ciri tersebut akan menunjukkan bahwa Islam mampu mengembangkan ilmu pengetahuan tanpa perlu mereduksi nilai-nilai yang dikandungnya yang nantinya akan mampu menciptakan sistem pendidikan yang kuat secara material dan spiritual. Sistem pendidikan yang demikian akan mampu melahirkan generasi-generasi berkarakter yang mampu mengimbangi sains dan Islam. Generasi berkualitas intelektual yang masih berpegang pada nilai-nilai moral agama.
Innesia Puspita Dewi, Supardi Supardi, Gregorius Rahastono Ajie
Pedagogik: Jurnal Pendidikan, Volume 15, pp 1-9; doi:10.33084/pedagogik.v15i2.1657

Abstract:
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya motivasi belajar pada siswa kelas XI SMA Negeri 5 Semarang yang ditandai dengan siswa sering keluar masuk kelas saat jam pelajaran, menunda-nunda tugas, asik bermain gadget, asik mengobrol dengan teman ketika jam pelajaran berlangsung, dan sering melamun saat diterangkan materi pelajaran. Permasalahan yang diangkat dari penelitian ini adalah seberapa besar tingkat motivasi belajar siswa kelas XI SMA Negeri 5 Semarang sesudah diberikan layanan bimbingan kelompok dan bagaimana pengaruh layanan bimbingan kelompok dengan teknik symbolic modelling terhadap motivasi belajar siswa kelas XI SMA Negeri 5 Semarang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh layanan bimbingan kelompok dengan teknik symbolic modelling terhadap motivasi belajar siswa kelas XI SMA Negeri 5 Semarang. Sampel yang diambil sebanyak 20 siswa, 10 siswa untuk kelompok eksperimen dan 10 siswa untuk kelompok kontrol dengan sample random sampling yaitu teknik penentuan sampel dari populasi dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi itu. Treatment dilaksanakan sebanyak lima kali pada sampel. Hasil uji hipotesis diperoleh thitung sebesar 2,645 dengan ttabel taraf signifikansi 5% yaitu 2,101. Hal tersebut menunjukkan bahwa thitung 2,645> ttabel 2,101. Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa ada pengaruh layanan bimbingan kelompok teknik symbolic modelling terhadap motivasi belajar siswa kelas XI SMA Negeri 5 Semarang.
, Arif Zainudin
Pedagogik: Jurnal Pendidikan, Volume 15, pp 90-101; doi:10.33084/pedagogik.v15i1.1304

Abstract:
Masyarakat difabel merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kita. Banyak dari difabel yang belum dapat merasakan haknya dalam kehidupan. Hal ini menjadikan tingkat kebahagiaan difabel lebih rendah dibandingkan dengan yang lain. Difabel memiliki beragam potensi dalam dirinya dalam kehidupan. Tidak mudah bagi difabel untuk menajalani hidup ditengah stigma masyarakat yang semakin mendiskriminasikan difabel. Sejalan dengan memperjuangkan hak difabel di Indonesia yaitu organisasi Difabel Slawi Mandiri (DSM) yang dalam prosesnya terus memperjuangkan difabel. Tidak banyak masyarakat yang mengetahui keberadaan organisasi DSM ini ditengah kondisi ini. Perbedaan yang cukup signifikan antara penerimaan masyarakat akan difabel dan orang lain sangat kentara. Penerimaan masyarakat membuat difabel dapat lebih menguatkan dirinya sampai pada level tingkat kebahagiaan yang dimiliki difabel. Tidak hanya manusia pada umumnya yang memiliki tingkat kebahagiaan yang relatif baik, namun hal ini penting dimiliki difabel untuk menajalani kehidupannya. Perlu adanya dukungan yaitu dalam hal psikis dan fisik untuk difabel merasakan kebahagiaan dalam diri. Dukungan psikis yaitu melalui life skills counseling dan fisik melalui outbound training diharapkan dapat memberikan suasana baru yang dapat mendorong dari dalam diri difabel untuk meraih kebahagiaan yang hakiki.
Tati Sumiati
Pedagogik: Jurnal Pendidikan, Volume 15, pp 74-89; doi:10.33084/pedagogik.v15i1.1303

Abstract:
Peta Mutu Pendidikan dan Solusi Terapinya (PMP-ST) disusun dengan tujuan Memberikan gambaran tentang data capaian/pemenuhan Standar Nasional Pendidikan (SNP) pada tingkat satuan pendidikan, Memberikan rekomendasi secara tepat kepada berbagai pemangku kepentingan guna pencapaian/pemenuhan delapan SNP di satuan pendidikan di wilayah Palangka Raya dan sasarannya adalah Warga satuan pendidikan menengah (SMA) di wilayah Kota Palangka Raya selaku pelaku utama proses pendidikan di tingkat paling bawah. Bedasarkan hasil rapor Peta Mutu Pendidikan (PMP), pada 13 SMA yang tersebar di wilayah Kota Palangka Raya yang sudah mengisi aplikasi PMP dan kevalidan datanya telah diverifikasi oleh pengawas sekolah masing-masing. SMA di Kota Palangka Raya belum ada yang memenuhi apalagi melampui delapan SNP. Dari 13 SMA yang mengisi rapor PMP kesemuanya masih berada di bawah SNP. 3 SMA berada pada level 3 (menuju SNP 3), dan 10 SMA berada pada level 4 (menuju SNP 4). Khusus untuk Kota Palangka Raya jenjang SMA, alternatif solusi dan Rekomendasinya sesuai hasil analisis penyebab Ketidaktercapaian indikator/subindikator pada setiap standar.
Back to Top Top