Pedagogik: Jurnal Pendidikan

Journal Information
ISSN / EISSN : 1693-7856 / 2355-3537
Total articles ≅ 97
Filter:

Latest articles in this journal

Esni Esni
Pedagogik: Jurnal Pendidikan, Volume 16, pp 10-16; https://doi.org/10.33084/pedagogik.v16i2.2770

Abstract:
Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui pembelajaran matematika melalui model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam menyelesaikan soal-soal pada materi bangun ruang. Subjek Penelitian Tindakan Kelas ini adalah siswa Kelas VI SDS 2 Kristen ,dengan jumlah siswa 11 orang, terdiri dari 8 siswa putra dan 3 siswa putri. Secara geografis memang letak SDS 2 Kristen terletak di kelurahan. Dengan latar belakang pendidikan orang tua ± 48% SD, ± 24% SMP dan ± 28% SMA. Sedangkan latar belakang ekonomi orang tua ± 45% buruh tani, ± 50% petani dan sisanya pedagang. Kondisi semacam ini menyebabkan motivasi belajar siswa Kelas VI SDS 2 Kristen sedikit rendah. Hasil pengamatan sementara hanya 47% siswa yang bisa menyelesaikan pekerjaan materi Bangun Ruang dengan baik melalui penggunaan pembelajaran model STAD (Student Team Achievement Division). Peneliti adalah guru di SDS 2 Kristen berkolaborasi dengan guru kelas yang lain di SDS 2 Kristen. Berdasarkan hasil penelitian bahwa model pembelajaran kooperatif tipe STAD mata pembelajaran matematika pada materi Bangun Ruang dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Siklus I setelah dilakukan pembelajaran matematika dengan model kooperatif tipe STAD. Skor rata-rata hasil belajar siswa adalah 64,00. Siklus II skor rata-rata hasil belajar siswa pada pokok bahasan Bangun Ruang adalah 79,20.
Arona Arona
Pedagogik: Jurnal Pendidikan, Volume 16, pp 1-9; https://doi.org/10.33084/pedagogik.v16i2.2769

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan alat peraga gambar terhadap upaya peningkatan kemampuan belajar siswa mengenal rangka manusia dalam mata pelajaran IPA Pada Siswa Kelas IV SD 1 Kristen , penelitian ini bersifat deskriptif artinya mencoba memaparkan hasil penelitian dari hasil pengolahan data yang ada. Penelitian ini melibatkan 26 siswa kelas IV SD 1 Kristen yang dilaksanakan melalui 2 siklus. Siklus I dan siklus Il menggunakan pokok bahasan fungsi rangka manusia dan perawatannya, masing-masing siklus mengikuti tahap-tahap model Kemmis dan Mc Taggart, yaitu (1) penyusunan rencana, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi tindakan, (4) retleksi tindakan yang akan dilaksanakan. Data diperoleh melalui tes hasil belajar, observasi, dan dianalisis menggunakan teknik deskriptif. Hasil analisis data menunjukkan bahwa kemampuan menggunakan alai peraga gambar mencapai kualifikasi baik atau (70 - 90 %) dan kriteria ketuntasan belajar. Respon siswa terhadap menggunakan alat peraga gambar dapat diterima dengan baik oleh siswa. Hasil belajar siswa mengikuti Pre-Tes pada siklus I memiliki rata-rata 63,62, sedangkan pada siklus II memiliki rata-rata 75,08. Hasil belajar siswa mengikuti Pos-Tes pada siklus I memiliki rata-rata 80,54, sedangkan pada siklus II memiliki rata-rata 89,69 Meningkatkan hasil belajar yang diperoleh siswa tersebut didukung pula oleh data hasil. Dan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa menggunakan alat peraga gambar dapat meningkatkan kemampuan belajar siswa mengenal rangka manusia dalam mata pelajaran IPA Pada Siswa Kelas IV SD 1 Kristen.
Trisusilawati Trisusilawati
Pedagogik: Jurnal Pendidikan, Volume 16, pp 39-44; https://doi.org/10.33084/pedagogik.v16i2.2775

Abstract:
Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan keterampilan menulis karangan deskripsi dengan menerapkan model quantum learning. Desain penelitian menggunakan penelitian tindakan kelas dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi.Lokasi penelitian ini adalah di kelas IX-A SMP Muhammadiyah Buntok Kabupaten Barito Selatan, Propinsi Kalimantan Tengah. Jumlah siswa kelas IX-A SMP Muhammadiyah Buntok sebanyak 18 orang terdiri dari 8 laki-laki dan 10 perempuan.Variabel penelitian ini adalah aktivitas siswa dan keterampilan menulis siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes, observasi, catatan lapangan dan dokumentasi. Penelitian ini terdiri dari 2 siklus. Data diolah menggunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa skor aktivitas siswa siklus I adalah 66,66% dengan kategori cukup, dan pada siklus II sebesar 80,55% dengan kategori baik.Sedang persentase ketuntasan hasil belajar pada siklus I sebesar 75%, dan pada siklus II sebesar 88,88%.Kesimpulan nya ialah bahwa penerapan model Quantum Learningdapat meningkatkan keterampilan menulis prosa deskriptif mencakup aktivitas siswa dan hasil belajar siswa kelas IX-A SMP Muhammadiyah
Irni Cahyani, Dana Aswadi, Akhmad Hb
Pedagogik: Jurnal Pendidikan, Volume 16, pp 23-38; https://doi.org/10.33084/pedagogik.v16i2.2772

Abstract:
Penelitian ini mengkaji tentang nilai religius pada kitab puisi Balahindang Sakumpul Sapalimbayan karya Iberamsyah Barbary. Tujuan penelitian ini adalah: (1) mendeskripsikan nilai religius yang berkaitan dengan hubungan manusia dengan Tuhan, (2) mendeskripsikan nilai religius yang berkaitan dengan hubungan manusia dengan dirinya. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan sosiologis. Jenis penelitian adalah penelitian kepustakaan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis. Sumber data penelitian ini adalah Kitab Puisi Balahindang Sakumpul Sapalimbayan karya Iberamsyah Barbary yang diterbitkan oleh Yayasan Kamar Sastra Nusantara Tahun 2014. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik dokumentasi dan teknik analisis data. Hasil penelitian yang diperoleh dari nilai religius pada kitab puisi Balahindang Sakumpul Sapalimbayan karya Iberamsyah Barbary meliputi: (1) Nilai religius hubungan manusia dengan Tuhan yang terdapat pada kitab puisi Balahindang Sakumpul Sapalimbayan karya Iberamsyah Barbary seperti berdoa yang terdapat pada puisi Assalamualaikum, Mamandir, Mambuka Lawang Langit, dan Bismillah. Nilai religi seperti ibadah terdapat pada puisi Assalamualaikum, Sakumpul Sapalimbayan, Bacalah Suara Tuhan, Manuju Baitullah, Babuka Puasa, dan Alhamdulillah, selanjutnya nilai religi seperti ikhlas terdapat pada puisi Ikhlas, dan nilai religi taubat terdapat pada puisi Mamandir. (2) Nilai religius hubungan manusia dengan Dirinya Sendiri yang terdapat pada kitab puisi Balahindang Sakumpul Sapalimbayan karya Iberamsyah Barbary seperti sabar yang terdapat puisi Babuka Puasa. Nilai religi syukur terdapat puisi Alhamdulillah, nilai religi tawakal terdapat pada puisi Sakumpul Sapalimbayan dan Mambuka Lawang Langit, nilai religi kerendahan hati terdapat pada puisi Bacalah Suara Tuhan, Bismillah, dan Ikhlas, nilai religius pandangan hidup terdapat pada puisi Manuju Baitullah, dan nilai religi ketulusan terdapat pada puisi Assalamualaikum.
Lisda Arianti
Pedagogik: Jurnal Pendidikan, Volume 16, pp 61-71; https://doi.org/10.33084/pedagogik.v16i2.2778

Abstract:
Latar belakang pada saat observasi dengan guru kolaborator Bahasa Inggris kelas IX bahwa siswa kelas IX cenderung diam, grogi dan malu saat diminta untuk menyampaikan isi cerita. Meihat permasalahan tersebut Sebagai salah satu alternatif pemecahan masalah tersebut, diajukan strategi. Salah satu strategi pembelajaran yang dapat digunakan adalah Think Talk Write (TTW) yang dapat membantu meningkatkan proses keterampilan bercerita. Penelitian ini termasuk jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IX SMPN Satu Atap 2 Pulau Malan Objek peristiwa yang berupa proses adalah pelaksanaan proses pembelajaran berbicara yang berlangsung pada siswa kelas IX SMPN Satu Atap 2 Pulau Malan dengan penerapan strategi Think Talk Write (TTW). Objek hasil atau produk penelitian adalah skor yang diperoleh siswa selama pelaksanaan pembelajaran berdiskusi dengan menggunakan strategi Think Talk Write (TTW). Pada tahap pratindakan skor rata-rata kelas yang diperoleh sebesar 16,84 meningkat menjadi sebesar 21,42 pada tahap siklus I. Meningkat lagi menjadi 28,31 pada siklus II. Hasil dari tindakan yang dilakukan hingga siklus II ini telah memenuhi indikator keberhasilan tindakan secara produk yaitu 75% siswa mendapatkan skor lebih atau sama dengan 26. Seluruh siswa telah mendapatkan skor lebih dari atau sama dengan 26.
Titussiana Titussiana
Pedagogik: Jurnal Pendidikan, Volume 16, pp 51-60; https://doi.org/10.33084/pedagogik.v16i2.2777

Abstract:
Berdasarkan hasil penelitian ditemukan beberapa faktor yang menjadi penyebab rendahnya kemampuan kognitif siswa pada pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) materi perumusan dan penetapan Pancasila sebagai dasar negara. Faktor pertama, siswa kurang dilibatkan secara aktif dalam kegiatan pembelajaran. Siswa lebih berperan sebagai penerima informasi pasif, bukan sebagai subjek yang melakukan aktivitas belajar, sehingga perhatian siswa sering teralih pada hal-hal lain di luar materi pelajaran walaupun penyediaan fasilitas kegiatan pembelajaran sudah baik. Tujuan dalam penelitian ini, antara lain: Untuk mengetahui pelaksanaan model pembelajaran think pair share pada siswa. Untuk mengetahui kemampuan kognitif Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) materi perumusan dan penetapan Pancasila sebagai dasar negara. Untuk mengetahui pelaksanaan model pembelajaran think pair share dapat meningkatkan kemampuan kognitif Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) materi perumusan dan penetapan Pancasila sebagai dasar negara. Berdasarkan hasil penelitian, dapat diketahui kemampuan kognitif siswa dengan melaksanakan model pembelajaran think pair share mulai siklus I sampai dengan siklus II terus mengalami peningkatan yang cukup signifikan, yaitu dari kenaikan nilai rata-rata kemampuan kognitif sebesar 76,92 kemudian mengalami peningkatan pada siklus II adalah sebesar 81,48. Sehingga terdapat peningkatan nilai kemampuan kognitif sebesar 4,56. Dengan demikian kemampuan kognitif Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) materi perumusan dan penetapan Pancasila sebagai dasar negara yang diperoleh siswa mengalami peningkatan yang cukup signifikan setelah dilaksanakan model pembelajaran think pair share.
Priskila Susanti
Pedagogik: Jurnal Pendidikan, Volume 16, pp 17-22; https://doi.org/10.33084/pedagogik.v16i2.2771

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa pada pembelajaran Bahasa Indonesia kelas I setelah menggunakan media Kartu dan Untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa pada pembelajaran Bahasa Indonesia kelas I setelah menggunakan media Kartu Huruf. Penelitian yang dipakai adalah Penelitian Tindakan Kelas, Subjek tindakan pada penelitian ini adalah siswa-siswi kelas I SD Negeri 10 Palangka. Jumlah seluuruh subjek penelitian 10 orang siswa. Kesimpulan dari penilaian ini adalah bahwa Model Pembelajaran metode Media Kartu Huruf dapat meningkatkan nilai hasil belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di kelas I SD Negeri 10 Palangka.Refleksi Tindakan Siklus II Berdasarkan hasil dari evaluasi/tes akhir, lembar observasi guru dan siswa pada siklus II ini dapat disimpulkan bahwa tindakan yang dilakukan telah maksimal. Siswa merasa senang dan antusias dalam mengikuti pembelajaran karena dengan penerapan media yang menarik anak tidak merasa bosan dalan kegiatan pembelajaran seperti kegiatan bermain.Sebagian besar siswa sudah dapat membaca huruf, suku kata, kata, dan kalimat sederhana dengan lancar serta penggunaan lafal yang benar.
Siti Rokhani
Pedagogik: Jurnal Pendidikan, Volume 16, pp 45-50; https://doi.org/10.33084/pedagogik.v16i2.2776

Abstract:
Tujuan dari pelaksanaan PTK ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar IPA melalui penerapan metode pemecahan masalah pada siswa kelas IX-B SMPS Muhammadiyah Buntok dalam pembelajaran IPA. PTK ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi siswa maupun guru. Manfaat bagi siswa, yaitu dapat membantu siswa agar lebih mudah dalam memahami materi pelajaran. Sedangkan manfaat bagi guru antara lain dapat memberikan alternatif pilihan strategi pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA. Data hasil observasi pembelajaran dianalisis bersama-sama dengan mitra kolaborasi, kemudian ditafsirkan berdasarkan kajian pustaka dan pengalaman guru peneliti dan guru mitra. Sedangkan hasil belajar siswa dianalisis berdasarkan ketentuan ketuntasan belajar, yaitu dengan membandingkan nilai yang diperoleh siswa dengan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Dalam penelitian ini ditetapkan nilai KKM adalah 70. Seorang siswa dinyatakan mencapai ketuntasan belajar jika memperoleh nilai lebih dari/sama dengan 70. Hasil penelitian ini menunjukkan terjadinya peningkatan yang signifikan baik pada keaktifan siswa maupun pada nilai hasil belajarnya. Peningkatan keaktifan siswa ditunjukkan dengan terjadinya peningkatan jumlah siswa yang aktif dalam proses pembelajaran pada tiap-tiap siklus. Sedang peningkatan hasil belajar siswa dibuktikan dengan terjadinya peningkatan jumlah siswa yang dapat memperoleh nilai lebih dari atau sama dengan KKM, yaitu sebesar 78,57% pada siklus I meningkat menjadi 96,42% pada siklus II. Disamping itu nilai rata-rata hasil belajar siswa juga mengalami peningkatan dari 74,99 pada siklus I menjadi 90,85 pada siklus II.
Lisa Nurhasanah, Septi Gumiandari
Pedagogik: Jurnal Pendidikan, Volume 16, pp 62-68; https://doi.org/10.33084/pedagogik.v16i1.1881

Abstract:
Seiring perubahan dan perkembangan zaman tuntutan terhadap proses pembelajaran semakin tinggi. Proses pembelajaran harus inspiratif yang bertujuan untuk membuat perserta didik aktif dalam pembelajaran sehingga peningkatan hasil belahar siswa dapat tercapai. Metode pembelajaran yang membuat siswa menjadi lebih aktif adalah pembentukan pembelajaran kelompok dengan mengikuti pola tutor sebaya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hasil belajar siswa dengan menerapkan metode pembelajaran tutor sebaya. Metode tutor sebaya ini memiliki banyak sekali manfaat bagi para siswa. Metode tutor sebaya dapat meningkatkan minat belajar para siswa. Tercapainya keberhasilan peserta didik harus diimbangi dengan peningkatan minat belajar siswa. Pada penelitian kali ini disebut dengan penelitian deskriptif. Penelitian ini dilakukan dengan cara membagikan angket kepada siswa SMA/SMK yang berbeda. Dari keseluruhan penulis menghasilkan bahwa penerapan metode pembelajaran ini terbukti dapat merubah nilai peserta didik menjadi lebih baik. Banyak sekali dampak positif yang dirasakan pada penerapan metode pembelajaran tutor sebaya ini salah satunya yaitu dapat meningkatkan rasa percaya diri peserta didik, perserta didik berani untuk tampil dihadapan teman-temannya.
Vivi Pancasari Kusumawardani
Pedagogik: Jurnal Pendidikan, Volume 16, pp 69-82; https://doi.org/10.33084/pedagogik.v16i1.2333

Abstract:
Kantor Inspektorat di Kabupaten Katingan adalah salah satu instansi pemerintahan yang memiliki fungsi dalam melakukan pengawasan kinerja pemerintahan daerah. Dimana salah satu misi yang ingin dicapai adalah dengan mencegah terjadinya penyimpangan dalam pelaksanaan manajemen pemerintahan daerah. Namun permasalahan yang terjadi bahwa pelaksanaan fungsi pengawasan sejauh ini belum dilakukan secara efektif, alasannya karena pelaksanaan pemeriksaan kinerja pemerintahan selama ini belum sesuai dengan yang direncanakan. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu obeservasi, dokumentasi, studi pustaka serta wawancara. Dalam penelitian ini analisis yang digunakan adalah analisis data deskriptif kualititatif. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa pelaksanaan fungsi pengawasan khususnya pada Inspektorat Kabupaten Katingan dilihat dari pemeriksaan, pengujian hingga pengusutan masih belum dapat dikatakan maksimal, adapun faktor yang mempengaruhi pelaksanaan penyelenggaraan fungsi pengawasan terhadap penyelenggaraan pemerintahan di Kabupaten Katingan meliputi sarana dan prasarana, peraturan yang berlaku, serta SDM.
Back to Top Top