Pedagogik: Jurnal Pendidikan

Journal Information
ISSN / EISSN : 16937856 / 23553537
Current Publisher: Universitas Muhammadiyah Palangkaraya (10.33084)
Total articles ≅ 53
Filter:

Latest articles in this journal

Tati Sumiati
Pedagogik: Jurnal Pendidikan, Volume 15, pp 74-89; doi:10.33084/pedagogik.v15i1.1303

Abstract:
Peta Mutu Pendidikan dan Solusi Terapinya (PMP-ST) disusun dengan tujuan Memberikan gambaran tentang data capaian/pemenuhan Standar Nasional Pendidikan (SNP) pada tingkat satuan pendidikan, Memberikan rekomendasi secara tepat kepada berbagai pemangku kepentingan guna pencapaian/pemenuhan delapan SNP di satuan pendidikan di wilayah Palangka Raya dan sasarannya adalah Warga satuan pendidikan menengah (SMA) di wilayah Kota Palangka Raya selaku pelaku utama proses pendidikan di tingkat paling bawah. Bedasarkan hasil rapor Peta Mutu Pendidikan (PMP), pada 13 SMA yang tersebar di wilayah Kota Palangka Raya yang sudah mengisi aplikasi PMP dan kevalidan datanya telah diverifikasi oleh pengawas sekolah masing-masing. SMA di Kota Palangka Raya belum ada yang memenuhi apalagi melampui delapan SNP. Dari 13 SMA yang mengisi rapor PMP kesemuanya masih berada di bawah SNP. 3 SMA berada pada level 3 (menuju SNP 3), dan 10 SMA berada pada level 4 (menuju SNP 4). Khusus untuk Kota Palangka Raya jenjang SMA, alternatif solusi dan Rekomendasinya sesuai hasil analisis penyebab Ketidaktercapaian indikator/subindikator pada setiap standar.
Alvin Himawan, Siti Fitriana, Farikha Wahyu Lestari
Pedagogik: Jurnal Pendidikan, Volume 15, pp 67-73; doi:10.33084/pedagogik.v15i1.1301

Abstract:
Penelitian ini dilatar belakangi oleh siswa yang sering membawa handphone ke sekolah digunakan untuk media untuk mencontek, bermain game pada saat pelajaran, dan bermain media sosial pada saat jam pelajaran sehinggi mengakibatkan terhambatnya proses belajar mengajar yang sedang berlangsung. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian adalah apakah bimbingan klasikal dengan metode jigsaw terhadap kontrol diri siswa dalam pengunaan handphone di sekolah?. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif desain quasi experimental bentuk nonequivalent control group design dengan model pre-test post-test control group design.. Populasi penelitian adalah siswa kelas IX SMP Negeri 7 Pemalang. Sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah cluster random sampling. Teknik analisis data yang digunakan yakni analisis presentase dengan Uji t (t-test). Hasil analisis skala kontrol diri dalam penggunaan handphone pada kelompok eksperimen dengan menggunakan uji-t hasil post-test menunjukan rata-rata kelompok eksperimen sebesar 83,67 dan kelompok kontrol 77,2. Sehingga terjadi peningkatan rata-rata pada kelompok eksperimen sebesar 10,5. Pada penghitungan uji-t diperoleh hasil thitung (3,11) > ttabel (2,000), maka hipotesis kerja (Ha) diterima dan hipotesis nihil (Ho) ditolak. Disimpulkan bahwa bimbingan klasikal dengan metode jigsaw berpengaruh terhadap kontrol diri siswa dalam penggunaan handphone kelas IX SMP Negeri 7 Pemalang.
Sesya Dias Mumpuni, Arif Zainudin
Pedagogik: Jurnal Pendidikan, Volume 15, pp 90-101; doi:10.33084/pedagogik.v15i1.1304

Abstract:
Masyarakat difabel merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kita. Banyak dari difabel yang belum dapat merasakan haknya dalam kehidupan. Hal ini menjadikan tingkat kebahagiaan difabel lebih rendah dibandingkan dengan yang lain. Difabel memiliki beragam potensi dalam dirinya dalam kehidupan. Tidak mudah bagi difabel untuk menajalani hidup ditengah stigma masyarakat yang semakin mendiskriminasikan difabel. Sejalan dengan memperjuangkan hak difabel di Indonesia yaitu organisasi Difabel Slawi Mandiri (DSM) yang dalam prosesnya terus memperjuangkan difabel. Tidak banyak masyarakat yang mengetahui keberadaan organisasi DSM ini ditengah kondisi ini. Perbedaan yang cukup signifikan antara penerimaan masyarakat akan difabel dan orang lain sangat kentara. Penerimaan masyarakat membuat difabel dapat lebih menguatkan dirinya sampai pada level tingkat kebahagiaan yang dimiliki difabel. Tidak hanya manusia pada umumnya yang memiliki tingkat kebahagiaan yang relatif baik, namun hal ini penting dimiliki difabel untuk menajalani kehidupannya. Perlu adanya dukungan yaitu dalam hal psikis dan fisik untuk difabel merasakan kebahagiaan dalam diri. Dukungan psikis yaitu melalui life skills counseling dan fisik melalui outbound training diharapkan dapat memberikan suasana baru yang dapat mendorong dari dalam diri difabel untuk meraih kebahagiaan yang hakiki.
Dina Rafidiyah, Ahmad Kailani
Pedagogik: Jurnal Pendidikan, Volume 15, pp 49-66; doi:10.33084/pedagogik.v15i1.1284

Abstract:
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) diharapkan bisa memberikan jalan keluar terhadap permasalahan pengangguran dan kemiskinan, kenyataannya justru lulusan SMK menyumbang angka penggangguran tertinggi di Indonesia. Mengingat peran Muhammadiyah untuk membawa kebaikan bagi lingkungan sekitar, perlu kiranya kita melihat bagaimana peran Sekolah Menengah Kejuruan Muhammadiyah (SMKM) dalam membina kader-kadernya agar mempunyai keterampilan yang mumpuni agar siap kerja dan pada waktunya akan membesarkan nama Muhammadiyah. Pemerintah membuat kebijakan berupa Revitalisasi SMK untuk meningkatkan mutu lulusan SMK dan menyelesaikan permasalahan-permasalahan pengangguran dan kemiskinan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pemahaman para pimpinan SMKM tentang kebijakan mengenai strategi revitalisasi SMK, permasalahan-permasalahan yang dihadapi, serta harapan mereka terhadap pengembangan SMKM ke depan, terutama untuk meningkatkan kualitas kader Muhammadiyah lulusan SMKM. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Wawancara mendalam digunakan untuk mengumpulkan data dari 5 SMKM di Banjarmasin. Berdasarkan wawancara dengan lima Kepala Sekolah Menengah Kejuruan Muhammadiyah dapat disimpulkan bahwa yang paling penting menurut para kepala sekolah adalah peningkatan kualitas guru produktif yang bersertifikat, peningkatan sarana prasarana sesuai dengan yang ada di DUDI, serta mempersiapkan jenjang karir alumni melalui Uji Sertifikasi Profesi melalui link and match. Sedangkan membangun SAS berbasis SIM, kurikulum berbasis industri, teaching factory, penggunaan video tutorial, pengembangan kearifan lokal, serta peran SMK sebagai pengerak ekonomi lokal, masih perlu disosialisasikan lagi. Untuk bisa melaksanakan revitalisasi SMK perlu bantuan semua stakeholders, baik itu orang tua, pengurus wilayah Muhammadiyah, pengurus daerah Muhammadiyah, pemerintah, maupun masyarakat luas.
Mahartini Mahartini, Heri Saptadi Ismanto, Ismah Ismah
Pedagogik: Jurnal Pendidikan, Volume 15, pp 40-48; doi:10.33084/pedagogik.v15i1.1283

Abstract:
Penelitian ini di latar belakangi oleh anak jalanan yang memilih hidup di jalanan, di Semarang banyak anak-anak yang hidup di jalanan karena faktor ekonomi sehingga anak putus sekolah yang mengakibatkan anak memilih hidup di jalanan, anak-anak di jalan melakukan banyak aktivitas seperti mengamen,mengemis, dan lainnya. Dari usia mereka yang masih remaja seharusnya mereka masih berada di sekolah untuk penunjang karir dimasa depan, diperlukan tindakan yang berkesinambungan dalam rangka memberi wadah untuk anak jalanan dalam mengembangkan potensi dan memperluaskan ilmu pengetahuan dalam konteks karir, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persiapan karir mantan anak jalanan di Panti Pelayanan Sosial Anak Mandiri. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode studideskriptif.Subjek penelitian terdiri dari tiga PM (penerima manfaat) dari berbagai kelas keterampilan, tiga guru keterampilan, dan 1 ibu wisma yang menjadi Ibu dari ketiga subjek di Panti Pelayanan Sosial Anak Mandiri Kota Semarang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat lima tujuan yang mempengaruhi persiapan karir anak jalanan di Panti Pelayanan Sosial Anak Mandiri. Hasil ini dibuktikan dari hasil analisis observasi dan wawancara yang dilakukan pada ketiga subjek dan dapat disimpulkan bahwa persiapan karir ditinjau dari tujuan karir berbeda satu sama lain. PM (penerima manfaat) dengan tujuan karir yang sudah terencana dan mampu mempersiapkan karirnya dimasa depan dibandingkan PM (penerima manfaat) dengan belum mempersiapkan karir dimasa depannya.
Dedy Setyawan, Agung Riadin
Pedagogik: Jurnal Pendidikan, Volume 15, pp 1-9; doi:10.33084/pedagogik.v15i1.1277

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aktivitas belajar dan meningkatkan hasil belajar IPA menggunakan model pembelajaran Direct Instruction (DI) berbantuan media Audio Visual. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek penelitian kelas V sebanyak 25 orang peserta didik. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan tes. Analisis data didasarkan pada hasil siklus saat proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) Aktivitas belajar peserta didik menjadi baik dengan menggunakan model pembelajaran Direct Instraction (DI) berbantuan media Audio Visual dalam pembelajaran IPA pada peserta didik kelas V SDN-1 Langkai Palangka Raya , aktivitas guru pada siklus I rata-rata 2,3 kategori cukup baik dan siklus II rata-rata 3,5 kategori baik, sedangkan aktivitas peserta didik siklus I rata-rata 2,5 kategori cukup dan siklus II rata-rata 3,5 kategori baik. 2) Dengan menggunakan model pembelajaran Direct Instraction (DI) berbantuan media Audio Visual pada peserta didik kelas V SDN-1 Langkai Palangka Raya hasil belajar IPA meningkat dengan hasil analisis pada Pra tindakan ketuntasan klasikal yaitu 52% dengan nilai rata-rata 65, siklus I ketuntasan klasikal yaitu 64% dengan nilai rata-rata 73, dan ketuntasan klasikal siklus II 92% dengan nilai rata-rata 86.
Nunuk Badriyah, Sukamto Sukamto, Ervina Eka Subekti
Pedagogik: Jurnal Pendidikan, Volume 15, pp 10-15; doi:10.33084/pedagogik.v15i1.1279

Abstract:
Berdasarkan hasil wawancara dengan guru kelas III SDN Lamper Tengah 02 Semarang, banyak ditemukan siswa yang mengalami kesulitan pada proses pembelajaran khususnya matematika dalam materi pecahan bentuk soal cerita. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kesulitan belajar siswa dalam menyelesaikan soal cerita matematika pada materi pecahan. Hasil penelitian ini adalah faktor penyebab kesulitan belajar siswa dalam menyelesaikan soal cerita matematika pada materi pecahan adalah fakto intern dan ekstern. Faktor intern meliputi: kesulitan memahami masalah dalam soal, belum memahami konsep dan operasi hitung pecahan serta lupa, tidak teliti, dan tergesa-gesa. Faktor ekstern meliputi: faktor guru. Solusi untuk mengatasi kesulitan belajar siswa dalam menyelesaikan soal cerita matematika pada materi pecahan adalah memperbanyak latihan mengerakan soal, memberikan penjelasan menggunakan alat peraga konkret dan membuat soal cerita dengan bahasa komunikatif. Maka disarankan agar guru diharapkan dapat memahami diamana letak kesulitan siswa dan mempertegas kembali pembelajaran tentang konsep dasar dan operasi hitung pada pecahan. Sehingga kesulitan belajar siswa dalam menyelesaikan soal cerita matematika pada materi pecahan dapat diatasi.
Nurul Abidin, Gilang Ary Sandy, Hawa Hasan
Pedagogik: Jurnal Pendidikan, Volume 15, pp 27-39; doi:10.33084/pedagogik.v15i1.1281

Abstract:
Keberhasilan kualitas pelayanan pendidikan sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan perguruan tinggi itu sendiri, khususnya pada perguruan tinggi swasta yang notabennya segala pembiayaan operasional lembaga tidak disubsisi oleh pemerintah. Keberhasilan pelayanan pendidikan dilihat dari tingkat kepuasan mahasiswa sebagai konsumen utama dari perguruan tinggi tersebut. Berdasarkan masalah tersebut tujuan penelitian ini untuk melihat gambaran mengenai kualitas layanan pendidikan dan tingkat kepuasan mahasiswa perguruan tinggi swasta di Kabupaten Manokwari serta melihat bagiamana pengaruhnya antara kualitas layananan pendidikan dengan tingkat kepuasan mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif jenis ex-post-facto. Populasi yang digunakan adalah seluruh mahasiswa aktif pada PTS di Kabupaten Manokwari. Ukuran sampel yang digunakan 364 mahasiswa dengan teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling. Teknik pengumpulan data dengan kuasioner/angket dan teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi sederhana.Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan pendidikan mahasiswa yang diberikan oleh perguruan tinggi swasta di Kabupaten Manokwari Papua Barat termasuk dalam kategori baik (50,3%) dan tingkat kepuasan mahasiswa dalam kategori baik (52,7%). Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan terdapat pengaruh antara kualitas layanan pendidikan terhadap kepuasan mahasiswa perguruan tinggi swasta di Kabupaten Manokwari Papua Barat. Oleh karena itu perlu bagi lembaga meningkatkan kualitas layanan pendidikan agar kepuasan mahasiswa meningkat.
Triana Khikmawati, Supardi Supardi, Suhendri Suhendri
Pedagogik: Jurnal Pendidikan, Volume 15, pp 16-26; doi:10.33084/pedagogik.v15i1.1280

Abstract:
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas layanan bimbingan kelompok dengan teknik sosiodrama untuk mencegah perilaku asertif siswa.Jenis penelitian ini adalah penelitian true eksperimental dengan model pretes-postest control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah 284 siswa kelas VIII, . Sampel sejumlah 20 siswa dan teknik yang digunakan untuk menentukan jumlah sampel adalah cluster random sampling jumlah cluster random sampling tersebut dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok yaitu 10 siswa kelompok eksperiment dan 10 siswa kelompok kontrol pada kelompok kontrol tidak di berikan treatment. Sugiyono (2007:107) mendefinisikan bahwa penelitian eksperimen yaitu penelitian yang digunakan untuk mencari pengaruh perlakuan tertentu terhadap yang lain dalam kondisi yang terkendali.Teknik pengumpulan data yaitu wawancara,dan observasi serta skala psikologis perilaku asertif.Hasil analisis uji hipotesis yang di peroleh thitung 3,74 selanjutnya dikonsultasikan dengan ttabel dengan taraf signifikan 5% (0,5) yaitu 2,101. Hal tersebut menujukan bahwa thitung 3,74 > ttabel atas dasar perhitungan tersebut maka hipotesis alternatif (Ha) yang berbunyi � ada efektivitas layanan bimbingan kelompok dengan teknik sosiodrama untuk mencegah perilaku asertif siswa�diterima kebenaranya pada taraf signifikam 5%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa layanan bimbingan kelompok dengan teknik sosiodrama untuk mencegah perilaku asertif.
Deni Fajar Setiyadi, Siti Fitriana, Primaningrum Dian
Pedagogik: Jurnal Pendidikan, Volume 14, pp 28-35; doi:10.33084/pedagogik.v14i2.1037

Abstract:
Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya dampak Ektrakulikuler terhadap potensi diri siswa di SMA N 1 Bawang Banjarnegara. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Metode yang digunakan adalah deskriptif. Teknik pengumpulan data observasi non partisipan, wawancara semi terstruktur dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa dampak ekstrakurikuler terhadap potensi diri siswa, ekstrakurikuler merupakan kegiatan yang memiliki kegiatan tambahan belajar siswa yang mempunyai nilai positif. Ekstrakurikuler dapat di artikan sebagai bentuk nyata dari teori yang di dapat dalam proses pembelajaran yang mengandung beberapa aspek seperti pengembangan kemampuan, aspek sosial, rekreatif dan persiapan karir bagi siswa untuk bisa mengembangkan kemampuan yang belum tersalurkan dengan baik. Berdasarkan penelitian ini saran yang dapat disampaikan bahwa ektrakurikuler mempunyai dampak yang baik untuk perkembangan diri siswa. ekstrakurikuler menjadikan potensi dari diri siswa lebih berkembangan, ekstrakurikuler juga dapat dijadikan sarana untuk meraih prestasi dan jati diri siswa tersebut.
Back to Top Top