EKOSIANA: Jurnal Ekonomi Syari'ah

Journal Information
ISSN / EISSN : 2355-2735 / 2598-4276
Current Publisher: Center of Language and Culture Studies (10.30957)
Total articles ≅ 9
Filter:

Articles in this journal

Hapsari Wiji Utami
EKOSIANA: Jurnal Ekonomi Syari'ah, Volume 4, pp 11-20; doi:10.30957/ekosiana.v4i01.41

Abstract:
Kemiskinan merupakan masalah yang menyangkut banyak aspek karena berkaitan dengan pendapatan yang rendah, buta huruf, derajat kesehatan yang rendah dan ketidaksamaan derajat antar jenis kelamin, serta buruknya lingkungan hidup (Word Bank, 2010). Mengatasi masalah kemiskinan tidak dapat dilakukan secara terpisah dari masalah-masalah pertumbuhan ekonomi, upah minimum, tingkat pengangguran terbuka dan pendidikan juga masalah-masalah lain yang secara eksplisit berkaitan erat dengan masalah kemiskinan. Studi ini meneliti tentang pengaruh pertumbuhan ekonomi, upah minimum, tingkat pengangguran terbuka dan pendidikan (rata-rata lama sekolah) terhadap jumlah penduduk miskin kab/kota di Provinsi Jawa Timur. Tujuan penelitian ini diharapkan dapat menganalisis bagaimana dan seberapa besar pengaruh pertumbuhan ekonomi, upah minimum, tingkat pengangguran terbuka dan pendidikan (rata-rata lama sekolah) terhadap jumlah penduduk miskin di Jawa Timur. Sehingga nantinya diharapkan dapat digunakan sebagai salah satu dasar dalam penentuan kebijakan dalam mengatasi masalah kemiskinan di Jawa Timur. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) serta Disnaker sebagai pendukung. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis regresi data panel dengan metode FEM dengan bantuan software Eviews. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa variabel Pertumbuhan Ekonomi berpengaruh negatif tetapi tidak signifikan terhadap tingkat jumlah penduduk miskin, variabel Upah Minimum berpengaruh negatif signifikan terhadap jumlah penduduk miskin, variabel Tingkat Pengangguran Terbuka berpengaruh negatif signifikan terhadap jumlah penduduk miskin dan variabel Pendidikan (rata-rata lama sekolah berpengaruh negatif signifikan ter-hadap jumlah penduduk miskin di Jawa Timur.
Ali Hamdan
EKOSIANA: Jurnal Ekonomi Syari'ah, Volume 4, pp 01-10; doi:10.30957/ekosiana.v4i01.39

Abstract:
Mudharabah adalah akad kerjasama dalam perniagaan yang dibolehkan dalam Islam karena mengandung manfaat yang besar bagi manusia dan sesuai dengan prinsip-prinsip ekonomi syari’ah. Peran mudharabah dalam pengembangan ekonomi syari’ah sangat penting, yaitu meningkatkan kesejahteraan umat sekaligus memberdayakan ekonomi masyarakat dengan menjembatani pihak yang kelebihan dana, tapi tidak memiliki keahlian untuk mengembangkan modalnya tersebut dengan pihak yang memerlukan dana yang memiliki keahlian, atau akses dalam pengembangan usaha. Hal ini sesuai dengan tujuan ekonomi syari’ah, yaitu tercapainya kesejahteraan manusia (al-falah) melalui pengorganisasian sumber-sumber alam berdasarkan kooperasi dan partisipasi. Mudharabah belum optimal dilaksanakan dalam masyarakat, karena terdapat beberapa kendala dalam mengimplementasikannya. Untuk itu perlu diupayakan optimalisasinya melalui pendidikan dan sosialisasi kepada masyarakat mengenai manfaat mudharabah, penyempurnaan regulasi yang terus menerus oleh pihak yang berwenang, dan peran serta dari pihak terkait. Seperti lembaga-lembaga keuangan syari’ah, MUI, akademisi, tokoh masyarakat dalam upaya meningkatkan penerapan mudharabah baik secara individu maupun di lembaga keuangan syari’ah.
Zujajatul ‘Ilmi
EKOSIANA: Jurnal Ekonomi Syari'ah, Volume 4, pp 48-56; doi:10.30957/ekosiana.v4i01.44

Abstract:
Koperasi simpan pinjam menurut UU Nomor 25/1992 menjelaskan bahwa koperasi simpan pinjam yang berbadan hukum serta memiliki anggota dan memiliki azas kekeluargaan. Azas kekeluargaan yang dimaksud adalah memberikan kemudahan untuk memperoleh pinjaman dengan syarat mudah serta bunga yang ringan dan tanpa mengambil keuntungan sedikitpun sehingga anggotanya dapat memenuhi kebutuhan yang mereka butuhkan, selain itu meningkatkan kesejahteraan anggotanya. Sistem koperasi di Pekalongan memang terasa dampaknya dari adanya koperasi simpan pinjam ini karena membantu anggotanya serta membantu meringankan pemerintah. Koperasi simpan pinjam digunakan oleh orang menengah kebawah. Sistem pengelolaan koperasi meminjam dan menabung memudahkan anggotanya dalam mengelola dan merencanakan usaha yang dijalani, selain itu koperasi ditangani oleh anggota yang tergabung didalamnya, pengurus koperasi dipilih dan dari anggotanya dengan melalui rapat atau musyawarah. Koperasi ini juga memiliki resiko, namun dikarenakan dikelola secara bersama maka resiko yang diterima relatif kecil.
Ali Hamdan, Saifuddin Saifuddin
EKOSIANA: Jurnal Ekonomi Syari'ah, Volume 4, pp 75-90; doi:10.30957/ekosiana.v4i02.31

Abstract:
UMKM khususnya usaha mikro kecil di Indonesia menghadapi dua masalah utama dalam aspek finansial, yaitu mobilisasi modal awal (start-up capital) dan akses modal kerja dan finansial jangka panjang untuk investasi yang sangat diperlukan demi pertumbuhan output jangka panjang. Walaupun pada umumnya modal awal bersumber dari modal (tabungan) sendiri atau sumber-sumber informal. Namun sumber-sumber permodalan ini sering tidak cukup untuk kegiatan produksi, apalagi untuk investasi (perluasan kapasitas produksi atau menggantikan mesin-mesin tua), terutama UMKM sektor riil. Selain itu fenomena yang ada menunjukkan bahwa betapa urgennya untuk mengatasi masalah kemiskinan dengan mengupayakan pengembangan Lembaga Keuangan Mikro (LKM). Pendekatan tersebut adalah karena kegagalan lembaga kredit formal dalam mengatasi problema kemiskinan terutama di pedesaan. Alasan lain adalah karena program penyediaan kredit kecil pada sektor riil lebih mudah diimplementasikan daripada program pengentasan kemiskinan lain seperti land-reform. Disamping itu esensi program kredit mikro bukan hanya semata-mata pada ketersediaan kredit kecil melalui berbagai nama lembaga penyalurnya, tetapi LKM adalah merupakan piranti pembangunan dalam arti luas. Terkait hal tersebut penelitian ini merupakan piranti pembangunan dalam arti luas (Ledgerwood, 1999). Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk menemukan model efektifitas peran LKM dalam pemodalan sektor riil dan perumusan pengukuran tingkat keberhasilan peran LKM dalam pemodalan sektor riil. Untuk mencapai tujuan dan target luaran penelitian, dimana dalam penelitian ini melibatkan sepuluh UKM yang ada di Mojokerto yaitu UKM Rizki Donuts, UKM Warung Bu Nurul Lani’s, UKM Indah Collection, UKM Bu Dhe Jamu, UKM Ternak Sapi & Kambing, UKM Anwara Production, UKM Toserba, UKM Tiwi Bedding, UKM Nadira Choco dan UKM Nur Aqiqah.
Dewi Riza Lizvi Vahlevi
EKOSIANA: Jurnal Ekonomi Syari'ah, Volume 4, pp 87-96; doi:10.30957/ekosiana.v4i02.37

Abstract:
Ibadah zakat memiliki beberapa manfaat jika dipandang dari segi ekonomi maupun sosial. Khususnya dalam hal perekonomian masyarakat Islam, pembayaran zakat memiliki peran yang sangat vital dalam usaha meningkatkan pendapatan kaum dhuafa. Islam mengajarkan setiap umatnya untuk berikhtiyar dan tidak putus asa dalam hidup, termasuk dalam mencari nafkah. Banyak penelitian terdahulu terkait zakat produktif menemukan bahwa jumlah dana zakat dan infak yang disalurkan untuk kegiatan produktif memiliki pengaruh signifikan dalam usaha meningkatkan pendapatan kaum dhuafa. Hal penting yang harus digarisbawahi disini adalah zakat untuk permodalan kegiatan produktif kaum dhuafa. Proses pengelolaan dan penyaluran dana zakat di Indonesia memiliki dua macam tujuan, yaitu untuk tujuan komsumtif dan produktif. Zakat sebagai dana konsumtif artinya uang penerimaan zakat digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari kaum dhuafa, seperti penyediaan makanan, minum, pakaian, dan tempat tinggal. Sedangkan untuk tujuan produktif, dana zakat dipakai sebagai modal pelatihan wirausaha dan pengembangan usaha yang dirintis oleh kaum dhuafa. Harapan pemanfaatan zakat produktif adalah meningkatkan pendapatan kaum dhuafa sehingga kelak mereka bukan lagi sebagai mustahik, tetapi sudah menjadi muzakki. Itulah sebabnya mengapa dana zakat sebaiknya dipakai dalam kegiatan produktif, bukan konsumtif. Zakat produktif akan menghasilkan manfaat jangka panjang yang lebih baik bagi kaum dhuafa dibanding pemenuhan kebutuhan sesaat. Mari membayar zakat untuk meningkatkan ekonomi kaum dhuafa.
Norma Rosyidah
EKOSIANA: Jurnal Ekonomi Syari'ah, Volume 4, pp 97-105; doi:10.30957/ekosiana.v4i02.38

Abstract:
Perkembangan ekonomi Islam adalah wujud dari upaya menerjemahkan visi Islam rahmatan lil ‘alamin, kebaikan, kesejahteraan dan kemakmuran bagi alam semesta, termasuk manusia didalamnya. Tidak ada penindasan antara pekerja dan pemilik modal, tidak ada eksploitasi sumber daya alam yang berujung pada kerusakan ekosistem, tidak ada produksi yang hanya berorientasi untung semata, jurang kemiskinan yang tidak terlalu dalam, tidak ada konsumsi yang berlebihan dan mubadzir, tidak ada korupsi dan mensiasati pajak hingga trilyunan rupiah. Dan tidak ada tipuan dalam perdagangan dan muamalah lainnya. Dalam kondisi tersebut, manusia menemukan harmoni dalam kehidupan, kebahagiaan di dunia dan insyaAllah di kehidupan sesudah kematian nantinya. Ekonomi Islam yang ada sekarang, teori dan praktik, adalah hasil nyata dari upaya operasionalisasi bagaimana dan melalui proses apa visi Islam tersebut dapat direalisasikan. Walau harus diakui, bahwa yang ada sekarang belum merupakan bentuk ideal dari visi Islam itu sendiri. Bahkan menjadi sebuah ironi, sebagian umat Islam yang seharusnya mengemban visi tersebut, saat ini distigmakan sebagai teroris, koruptor, munafik, pembalak. Dan sebagian umat Islam yang lain tidak henti-hentinya saling mencurigai, berburuk sangka, berperang dan bahkan saling mengkafirkan antarsesama mereka.
Ladi Wajuba Perdini
EKOSIANA: Jurnal Ekonomi Syari'ah, Volume 4, pp 34-47; doi:10.30957/ekosiana.v4i01.43

Abstract:
This study analyzes the impact of internal and external variables on the non performing loanin the shorterm and longterm session. This study used quantitatve approach applying analysis of vector error correction model (VECM). The research object was the conventional Bank for Community Credit (BPR) in Indonesia. Monthly reports data were used within 2005 to 2014. The rsults show that a sugnificant relationship exists on external and internal factors towards the non-performance loan in the long-term services; in the short term services, a significat impact comes from inflatin, rate interest and Loan to Deposit Ratio. The most significant impact for the internal factors appear from BOPO, LDR and interest rate.
Ani Faujiah
EKOSIANA: Jurnal Ekonomi Syari'ah, Volume 4, pp 67-74; doi:10.30957/ekosiana.v4i02.30

Abstract:
Dunia bisnis saat ini membutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas. Cepat atau lambat, disadari atau tidak disadari sekarang, ternyata penggerak perusahaan adalah sumber daya manusianya. Dan salah satu indikator keberhasilan SDM adalah tingkat kualitas pelayanan. Pelayanan terhadap pelanggan (external customer) dan tentu saja pelayanan terhadap sesama rekan kerja, pimpinan atau staff di bawah (internal customer). Saat ini persaingan lembaga keuangan tidak hanya bertumpu pada produknya saja, melainkan bertumpu pada pelayanan yang disediakan. Hal ini dikarenakan dalam usaha lembaga keuangan konvensional maupun syariah berusaha mengemas sedemikian rupa dalam menjual produk maupun jasanya agar dapat menarik nasabah, maka dalam sebuah usaha lembaga keuangan pelayanan prima menjadi prioritas utama dalam kegiatan operasionalnya, sehingga mampu bertahan dalam iklim persaingan yang ketat. Tingkat kepuasan pelanggan sangat mempengaruhi kesuksesan sebuah perusahaan, maka dari itu diperlukan keterampilan dalam pelayanan terhadap pelanggan. Munculnya Training yang dirancang untuk membantu para peserta memiliki teknik, strategi, kreatifitas dan keterampilan dalam bersikap dan berperilaku guna menciptakan pelayanan yang prima, adalah salah satu meningkatkan pelayanan dalam sebuah perusahaan. Training Service Excellence adalah metode untuk menjadikan setiap pribadi memberikan quality service yang terbaik tulus dari hati. Hal ini akan menjadi investasi yang sangat berharga, karena masalah terbesar dari pelayanan adalah melayani tulus dari hati. Dan pelayanan yang tulus bukanlah sekedar teknik melayani, bukan juga sekedar mindset yang berupa pengetahuan, tapi 90% adalah kondisi mental pikiran bawah sadar yang bebas dari emosi negatif. Salah satu cara dalam menciptakan dan mempertahankan hubungan yang baik dan harmonis dengan para kolega dan pelanggan adalah dengan melakukan konsep pelayanan prima berdasarkan A3 (attitude, attention, dan action). Pelayanan prima berdasarkan konsep A3, artinya pelayanan yang diberikan kepada pelanggan dengan menggunakan pendekatan sikap (attitude), perhatian (attention), dan tindakan (action). Konsep pelayanan prima berdasarkan A3 inilah yang akan membentuk desaian layanan prima di lembaga keuangan syariah.
Ahmad Wahyudin
EKOSIANA: Jurnal Ekonomi Syari'ah, Volume 4, pp 75-86; doi:10.30957/ekosiana.v4i02.32

Abstract:
Sifat tamak manusia menjadikan manusia berkeluh kesah, tidak sabar dan gelisah dalam perjuangan mendapatkan kekayaan. Dengan begitu akan memacu manusia untuk melakukan kegiatan yang produktif. Manusia akan giat untuk memuaskan kebutuhannya yang terus bertambah, sehingga akibatnya manusia cenderung melakukan kerusakan (mafsadat) dimuka bumi. Dari sifat dasar manusia yang tamak itu pula menyebabkan manusia memiliki dorongan yang kuat dan bimbingan serta arahan yang benar dan pasti akan menjadikan manusia memiliki sifat mulia. Kemajuan manusia akan terus berlanjut sepanjang mereka terus berjuang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Daya ciptanya yang tinggi akan terus menghasilkan produk-produk baru dan metode serta teknik produksi yang makin sempurna, sehingga mampu menjaga taraf hidup manusia seiring dengan perubahan zaman. Sifat-sifat dasar manusia dijelaskan dalam surat lain yaitu Ali Imran ayat 14. Keinginan yang tidak terbatas untuk selalu dipenuhi dan memuaskan kehendak pada manusia semakin lama akan semakin tinggi. Karena itu jika tidak terdapat arahan yang baik, hal itu akan mendorong manusia melakukan kerusakan dimuka bumi, seperti yang terjadi saat ini. Al-Qur’an memberikan pandangan hidup yang seimbang. Di satu sisi Islam membantu pertumbuhan yang sehat dan mulia bagi masyarakat. Disisi lain Islam memberi rangsangan terhadap adanya aktivitas produktif. Karena itu Islam membuka kesempatan bagi riset dan penelitian yang sekiranya dapat meningkatkan kesejahteraan manusia.
Back to Top Top